Tittle : HimuMura Daily
Disclaimer : Kuroko no Basket – Fujimaki Tadatoshi-sensei
Warning : kemungkinan OOC dimana mana. Alur cepat.
enjoy read minna-chin
Chapter. 4 Valentine days
Bulan Februari. Bulan yang dimana saatnya musim salju bertambah dingin. Pada bulan ini pun ada hari spesial. Dimana para wanita yang sedang jatuh cinta memberi coklat kepada lelaki yang mereka sukai.
Bukan hanya itu saja, ada juga yang hanya memberikan kepada teman yang mereka anggap berharga. Sebagai tanda terima kasih.
"Apa bulan ini aku akan mendapatkan coklat ?"
"Aho, kau tidak mungkin mendapatkannya, karena kau tidak menarik kapten" balas lelaki yang berjalan berdampingan.
"Ka-kau jangan keterlaluan!" Balasnya.
"Kapten, apa valentine itu sangat menarik ?" Tanya Mura sambil membawa makanan yang dia beli.
"Tentu saja, pastinya akan banyak coklat yang kau dapat" jawab sang kapten.
"Tentu saja kalau kau, POPULER" lanjut Fukui dengan tampang tanpa dosanya.
"Fukui-san, kau tak boleh berkata seperti itu" balas Liu.
"Coklat ? Muro-chin, apa aku boleh makan coklat ?" Tanya Mura.
"Atsushi, kau boleh makan tapi hanya satu saja".
"Kenapa, Muro-chin ? Kalau satu itu tak cukup".
"Sekarang bukannya tanggal 13 yah ?" Tanya Liu.
"Benar sekali. Kapten, lebih baik kau tak usah masuk saja besok"
"Kenapa ?" Tanya Okamura.
"Kau tau, besok hari valentine. Dan aku fikir dari pada kau bersedih melihat Himuro yang akan mendapatkan banyak coklat, sedangkan kau tak dapat satu pun. Lebih baik tak melihatnya, kan ?"
"Fukui-san!"
"Kapten, apa kapten ingin coklat ? Nanti akan aku belikan untukmu" celetuk Mura.
"Fukui, kau terlalu terang-terangan"
"Kaliaaaaan! Kalian tidak sopan sekali kepada kapten ?" Teriak Okamura.
"Padahal aku masuk tim basket agar aku bisa populer oleh para gadis" ucap Okamura sedih.
Dari belakang ada pedang kayu yang dengan hangatnya mendarat dikepala sang kapten. Semua sudah tau siapa dibalik wanita pembawa pedang kayu itu. Yah, itu adalah pelatih mereka.
"Aduh, sakit Pelatih" rintih Okamura.
Bukan hanya Okamura yang diberi hadiah sebuah pukulan. Semuanya diberi tanpa pengecualian.
"Sakit, Pelatih" rintih Mura.
"Kalian jangan membicarakan hal yang tak penting. Cepat datang ke gym" ucap sang Pelatih dan pergi meninggalkan anggota tim basket tersebut.
"Kapten, ada apa ini ?" Tanya Himuro yang memegang pundaknya yang kesakitan.
"Aku juga tak tahu"
Keesokan harinya. Tepat tanggal 14 februari. Hari valentine yang biasanya ditunggu oleh kebanyakan anak laki-laki.
"Muro-chin, ayo kita pergi" ajak Mura.
"Kemana, bukankah sekarang kau piket yah ?" Tanya Himuro sedikit bingung.
"Himuro-samaaaaaa!" Teriak para gadis yang berlari kearah Himuro dan Mura berdiri. Himuro terkejut.
"Himuro-sama, tolong terima coklat ini" ucap si gadis A sambil memberikan coklat pada Himuro.
"I-ini juga, Himuro-senpai" ucap gadis B.
"I-ini juga, Himuro-kun" ucap gadis C. Dan seluruh gadis yang berkumpul di depan kelas Mura.
Mura sedikit kesal. Melihat sang SEMEnya dikelilingi oleh pada gadis yang menyebalkan.
"Kapten, kapten, lihat itu Himuro" panggil Fukui pada sang kapten.
"Himuro! Kenapa kau POPULER sih ? Padahal aku lebih tampan darimu" ucap Okamura kesal.
"Ahhhahaha, kan sudah ku bilang kapten" ucap Fukui sambil tertawa puas melihat sang kaptennya yang galau.
Himuro kewalahan meladeni semua gadis yang memberinya coklat. Tapi, dibanyak kerumunan gadis yang datang ketempat Himuro. Ada satu gadis yang melawan arus, berjalan menjauhi Himuro.
Gadis berkacamata yang di kucir dua dibawah. Membawa sebuah kotak berwarna merah muda yang diberikan pita merah. Mencoba menjauh dari kerumunan gadis-gadis.
Dengan susah payah gadis itu keluar dari kerumunan lautan gadis. Mencoba mengatur nafasnya.
"Kau, tidak apa-apa ?" Tanya Okamura.
"O-okamura-senpai ?" Ucap gadis itu gugup.
"Kau tau namaku ?" Tanya Okamura sedikit terkejut.
"Yah, aku membaca artikel di mading sekolah" ucapnya pelan, dengan menundukkan sedikit wajahnya.
Fukui dan Liu yang berdiri dibelakang Okamura masih belum menyadari sesuatu hal yang aneh. Okamura pun begitu, tak menyadari sesuatu hal yang penting.
"Kenapa kau malah berjalan menjauh, bukan kah kau ingin memberikan coklat itu pada Himuro ?" Tanya Okamura kebingungan.
"Bu-bukan, i-ini bukan untuk Himuro-senpai"
"Terus ?"
"I-ini..." Gadis itu menggantungkan ucapannya, membuat ketiga pria berbadan besar, kecuali Fukui kebingungan.
"I-ini u-untuk.. O-o-okamura-senpai" ucapnya bergetar. Wajahnya sudah merah. Bahkan Fukui dan Liu pun dapat dengan jelas melihatnya.
Okamura masih bingung. "O-okamura-senpai ?" Dia masih mencerna kata-kata gadis itu. Masih sibuk dengan apa yang ia pikirkan, wajah gadis itu sedikit memperlihatkan kesedihan.
Mungkin si gadis itu merasa bahwa sang senpai tak menyukainya. Fukui dan Liu yang sudah tersadar dari kebingungannya pun langsung memukul kepala sang kapten.
"Aduh, kalian berdua! Sakit tahu!" Ucap Okamura kesakitan.
"Kau bodoh!" Lanjut Fukui.
"Se-senpai, kau tak apa-apa ?" Tanya sang gadis khawatir.
"Itu coklat untukmu, bodoh!" Ucap Fukui.
"Eh ? Eh ? Untukku ?" Tanya Okamura yang tak percaya.
"U-un" balas sang gadis malu.
"Heeeeeeeeeeeeeeee ?!" Teriak Okamura kaget.
"Dasar bodoh"
Saat pulang sekolah. Hari ini mereka semua pergi bersama menuju kombini. Okamura yang sedang lovey-dovey pun berOOC ria.
"Kapten, kau mengerikan" ucap Fukui.
"Biar saja"
"Apa itu adalah pertama kali kapten mendapatkan coklat" tanya Liu berbisik pada Fukui.
"Sepertinya"
"Atsushi, kau kenapa ?" Tanya Himuro pada Mura.
"Tidak apa-apa, Muro-chin, hari ini kau mendapatkan banyak coklat yah"
"Bukannya kau juga, Atsushi ?"
"Aku hanya dapat satu"
"Yasudah, akan aku berikan coklat ini untukmu, Atsushi"
"Benarkah, Muro-chin ?"
"Tapi, malam ini kau harus menginap di tempatku" ucap Himuro sambil memberikan senyuman manis pada Mura.
"Baiklah, Muro-chin"
Hari ini pasangan HimuMura pun bersama. Okamura yang baru pertama kalinya mendapat coklat dari gadis sedang berbahagia.
"Padahal, aku yang mengejeknya. Tapi kenapa aku yang tak dapat ?" Ucap Fukui sedikit kesal.
"Lain kali kau tak boleh begitu, Fukui-san" balas Liu.
"Kau juga tak dapatkan ?"
"Aku memang tak mengharapkannya"
Hanya Fukui dan Liu saja yang tak dapat. Malang sekali.
jangan lupa RnR yaa~~ arigatoou
