Author : R.R. VIXX Diary
Title : Beginning
Cast :
Lee Jaehwan a.k.a. Ken (VIXX)
Jung Taekwoon a.k.a. Leo (VIXX)
Member VIXX
And Other...
Genre : Romance
Rated : T
WARNING! YAOI!
Disclainmer : VIXX © JellyFish | Beginning © R.R. VIXX Diary
Summary : "Aku membenci mu, tapi aku juga mencintai mu"—Leo. KEO FIC OTHER COUPLE! VIXX FIC! Warning! Typo(s), GJ, Alur kecepetan, OOC! dll!
WARNING! TYPO(S)! DON'T LIKE! DON'T READ! I DON'T LIKE YOU BASH IN MY FANFIC!
-0o0-
"Eh…?"
"Ayo Leo hyung! Kau pasti bisa! XD/" seru Ken.
"Kau mau dikalahkan, tapi mendukung nya? =="a "—Ravi.
"Tak apa, kita kan sama-sama main-vocal :D "—Ken.
"Leo, kau mau lagu apa?" tanya N.
"Hm, sebentar" jawab Leo, matanya sibuk mencari lagu yang cocok.
"Semoga kau bisa mengalakan Ken ^^ "—N.
"Hyung -_-"—Ken.
"124, hyung" ujar Leo.
"Oke! ^^b "—N.
N menyalakan lagu yang dipilih Leo. Tak berapa lama kemudian, lagu dimulai.
"Ttaseuhage buneun hyanggiroun baram nae du bore seuchumyeon nan~—"
"WOW! Aku tahu lagu ini! OAO" pekik Ken, ia langsung berdiri untuk menari-nari.
DUAK
"Appo ;.;"
Tepat saat Ken berdiri, Leo langsung menendang Ken untuk kembali duduk. Sedikit kejam memang, tapi hal ini sudah biasa terjadi.
"—naui sarang good-bye"
"WOW! HEBAT HYUNG! HEBAT!" teriakan Ravi dan Ken bergema di dalam ruangan karaoke.
"Oke, kita lihat nilai nya! d^^b " ucap N.
"9…4…."
"Leo… hyung '-' "
BRUK
"TIDAK! LEO HYUNG! QAQ"—Ken.
"TAEKWOON, KAU KENAPA? QAQ"—N.
"Hyung, jika syok, tidak sampai sebegitu nya juga =="a "—Ravi.
-0o0-
"Hyung, gwenchana? ;.; " tanya Ken, mereka sekarang berada di dalam mobil. Ken melihat dari kaca spion tengah untuk melihat keadaan hyung kedua nya itu.
"Tidak apa-apa, sudah, jangan tanyakan lagi :| " jawab Leo.
"Benar Ken, kau bisa menghancurkan konsentrasi mu dalam menyetir mobil -_- " ujar N.
"Tapi Leo hyung seperti itu karena diriku ;.; "—Ken.
"Ken hyung, sekali lagi kau berbicara, aku bungkam kau"—Ravi.
"TIDAK! QAQ"—Ken.
"YAK! KEN! KAU HAMPIR MENABRAK MOBIL LAIN! OAO"—N.
"MIANHAE! QAQ"
HENING
"Aku tidak suka suasana hening, coba saja ada Hongbin -3- " keluh Ravi.
"Sahabat mu sedang berkencan dengan Hyuk, aku tidak tahu bagaimana kencan mereka -_- " ucap N.
"Jika Hyuk berbuat apa-apa kepada Hongbin, akan ku hajar maknae itu B| "—Ravi.
"Kau itu namjachingu siapa sih? aku atau Hongbin -3- " keluh N.
"Uri Hakyeon cemburu! XD"—Ken.
"Diam kau."—N.
"Kalau begitu hyung, kita lakukan itu sehabis ini XD"—Ravi.
"Asal kau tidak melakukan nya di ruang pakaian."—Leo.
"Kita lakukan di kamar mandi hyung '-'9 "—Ravi.
"Diam kau Ravi, kau masih memikirkan hal itu."—N.
"Tapi aku kangen hal itu."—Ravi.
"Lakukan saat Sejun sajangnim memberi kita libur panjang -_- "—Ken.
"Panjang itu dua hari"—Ravi.
"Terserah"—N.
HENING
"Kita sampai." ujar Ken.
"Huaa! Akhir nya kita sampai! XD" seru N, tangan nya membuka pintu dengan cepat.
GREP
"Hyung-ie~~" setelah Ravi turun, ia langsung memeluk N, bergelayut manja, tanpa memperdulikan yang lain.
"YAK! RAVI! LEPASKAN! DX"—N.
"Aniyo~ aku kangen hyung-ie~"—Ravi.
"Kita bertemu setiap hari, Ravi!"—N.
"Tapi tetap kangen~"—Ravi.
"Aniyo! Cepat lepaskan!"—N.
"Ani~"—Ravi.
"RAVI!"—N.
"Aniyo~"—Ravi.
"Bisakah kalian minggir, aku mau lewat :| " ujar Leo, ia duduk dengan santai di kursi mobil sambil menatap kedua sejoli.
"Sudah kubilang lepas! -_- Taekwoon, silahkan lewat." ucap N.
"Khamsahamida :| "—Leo.
"N hyung, Ravi, ayo kita masuk, dingin~" seru Ken, "ottokaji~~"
"Ayo ^^ cepat Ravi -_-"—N.
"Arraso~ tapi tetap memeluk N hyung-ie, nde? ^^ " pinta Ravi.
"Andwe!"
-0o0-
"Kenapa kita ada di ruang latihan sih? -3- aku ingin bersantai"—Hyuk.
"Sudahlah Hyuk, lagi pula kita hanya melancarkan dance ^^ "—Hongbin.
"Tapi sekarang malam hyung ;.; seharus nya kan kencan kita sampai malam ;.; "—Hyuk.
"Diam saja, yang penting kita sudah berkencan ^^ "—Hongbin.
"Tapi hyung—"
"Diam. Han. Sanghyuk. Kita. Masih. Menunggu. Keempat. Hyung. Kita. .Ti?!" ucap Hongbin, menekan setiap kata.
"N—nde… ._. kalau begitu aku boleh cipok hyung-ie kan? ^^ " tanya Hyuk polos, ah lebih tepat nya, pura-pura polos -_-.
"Tidak -_- diam di tempat, jangan kemana-mana"
"Arraso -3-"
Selama beberapa menit. Mereka terdiam. Menunggu keempat hyung mereka. Walau kadang Hyuk menendang-nendang kaki nya tak jelas sambil mengembungkan pipi nya kesal.
"Hyung, aku ingat, masih ada pr yang belum aku kerjakan." Keluh Hyuk.
"Ck, kenapa saat kita kembali ke dorm, kau tidak mengambil tas mu?" tanya Hongbin berdecak.
"Kan aku lupa, kalau begitu, aku kembali ke dorm dulu ya." Jawab Hyuk.
"Terserah kau saja, tapi cepat kembali." Ujar Hongbin.
"Nde~~!" balas Hyuk yang langsung berlari keluar ruang latihan.
HENING
"Huh, harus nya aku tidak mengijikan Hyuk-ie pergi -_- jadi nya sepi. Coba saja ada Ravi -3-" keluh Hongbin.
Masih dalam keadaan sepi, tangan nya memutuskan untuk mengambil handphone nya. Tidak memakai headset atau earphone. Ia menyalakan musik dengan volume paling tinggi.
Huh, beruntung ruangan ini kedap suara -_-
Mulut nya bergerak-gerak dengan suara yang kecil. Kaki dan tangan nya terangkat sesuai irama.
"HONGBIN! KENAPA KAU MENYALAKAN LAGU HAH?!"
"… Eh … N hyung kan…? Tidak perlu mengaum, lagi pula suasana nya hening -_-a" jawab Hongbin lempeng.
N berdecak, "Aku sampai bingung, dari tangga terdengar suara-suara aneh. Ternyata memang benar kau yang berada di sini. Ngomong-ngomong, mana Hyuk?" tanya N.
"Sedang mengambil buku. Dan dimana Ravi, Ken hyung dan Leo hyung?" tanya Hongbin.
"Tadi mereka ada di belakang ku, sekarang tidak" jawab N seada nya.
"Hati-hati loh, kalau mereka hantu? -_-"
"STOP! JANGAN MEMBICARAKAN ITU! Kau mengingatkan ku dengan trainee ke sekolah hantu itu -_-" potong N ngeri.
"Lagi pula hyung, mana mungkin Ravi, Ken hyung, dan Leo hyung menjadi hantu. Kecuali ada hantu yang iseng-iseng mengubah wujud nya menjadi merek—"
"Sekali lagi kau membicarakan makhluk itu, jangan harap kau bisa menghirup udara, lagi." Ancam N dengan tatapan tajam nya.
Hongbin bergidik, "Ar—arraso… ngomong-ngomong, kemana mereka?"
"Molla—"
"ANNYEONG!"
Gerakan N dan Hongbin terhenti sebentar, dengan pelan mereka melihat ke arah pintu latihan.
"Ravi, Taekwoon ._. kukira siapa" lega N.
"Kau menganggap ku apa? Hantu—"
"Jangan mengucapkan satu kata itu, Ravi."—N
"Arra… hey Hongbin, jangan-jangan kau menakuti N hyung? -_-" tebak Ravi.
"Nde, begitulah" jawab Hongbin asal. Leo sudah duduk di sebelah Hongbin sambil mendengarkan lagu.
"Ken hyung mana?" tanya Hongbin, menyadari hyung yang sangat hyperaktif itu tidak ada di antara mereka.
"Ken hyung mengantar Hyuk ke dorm, supaya lebih cepat." Jawab Ravi.
-0o0-
"Han Sang Hyuk! Cepat lah!" teriak Ken kesal, sudah 15 menit lebih ia berdiri di depan pintu—terlalu malas untuk membuka sepatu.
"Sebentar hyung! Aish… dimana buku itu?"
Gerutuan Hyuk sampai terdengar ke telinga Ken, Ken hanya mendesah frustasi, lebih baik tadi dia tidak menerima tawaran dari Ravi.
"Hyung, aku sudah menemukan buku ku, ayo kita kembali!"—Hyuk.
"Bagus. Kau lamban sekali." Cibir Ken, berjalan duluan untuk keluar dorm.
"Mian, mian."
SKIP
"Hyung… aku tidak mengerti bagian ini…" ujar Hyuk, menunjuk salah satu soal.
Leo yang kebetulan berada disebelahnya menoleh sedikit, dan dengan suara pelan, ia menjelaskan hal-hal yang tidak dimengerti oleh Hyuk.
"Ya~ N hyung~ kapan kita mulai latihan? Aku benar-benar bosan~" keluh Ken, mengembungkan pipinya kesal dan kakinya menendang-nendang udara.
"Kita menunggu Hyuk, Ken." Balas N singkat.
Ken berguman tidak jelas, dan dari ruangan sebelah, terdengar keributan yang dibuat oleh 93 line. Sungguh berisik sekali—tunggu, bisa saja dia bergabung dan menyingkirkan rasa bosan ini?
"Ng? kau mau kemana, Ken?" tanya N, bingung ketika Ken beranjak dari tempat Ken duduki tadi.
"Bermain~" jawab Ken dengan nada kekanak-kanakannya.
N menghela nafas ketika Ken sudah menghilang dari balik pintu. Sebenarnya dia juga sama bosannya dengan Ken, namun ia tidak boleh melakukan hal yang semestinya tidak dilakukan leader. Maka dari itu N tetap menunggu sang maknae dengan sabar.
"Selesai! Gomawo, Taekwoon hyung!"
N kembali menghela nafas, lega. Dengan ini, sesi latihan untuk album berikutnya akan dimulai.
"SEMUANYA BERKUMPUL"
"WAAA!"
"HYAAA!"
BRUK
BRAK
CRANG
Sungguh berisik ya, Ken, 93 lines.
-0o0-
Latihan selesai, untuk hari ini hanyalah gerakan dasar dari album selanjutnya. Memang cukup lama untuk album selanjutnya, tapi untuk semakin menyempurnakan gerakan, diperlukan latihan yang cukup lama dan keras, bukan?
"Oke, cukup untuk hari ini." teriakan pelatih yang datang ketika 10 menit latihan dimulai.
Semuanya terengah-engah. Cukup lelah. Hei, berlatih menari selama enam jam dan hanya istirahat 15 menit selama dua jam sekali. Sungguh melelahkan.
"Aku… akan ke toilet—"
"Saat di dorm saja, Taekwoon. Semuanya, kita langsung menuju dorm. Istirahat ya."—N.
Leo mendecih pelan, tapi tetap ia menurutinya.
SKIP
Sudah tiba didorm, para member langsung membersihkan diri dan mengistirahatkan raga. Semuanya tidur, lagipula mereka harus benar-benar mengistirahatkan badan untuk besok—walau besok hanya mempunyai satu jadwal.
Ah, Ken masih termenung didalam kamar mandi, sikat gigi dan busa odol masih berada didalam mulutnya disaat semua member sudah siap menuju alam mimpi. Entah apa yang dia pikirkan.
Tok. Tok. Tok.
"Jaehwan, masih lama?"
Ken tersentak dan menoleh kearah pintu, "Khekhidhit hagi!"
Buru-buru tangan Ken menyikat giginya dan mengeluarkan busa odol, terakhit, kumur-kumur untuk menghilangkan busa yang tersisa.
"Fuah! Sebentar hyung!" tangan Ken dengan cepat mengambil odol nya—
Clek.
Bersamaan dengan Ken yang sudah berada didepan pintu dengan buru-buru, Leo membuka pintu kamar mandi. Namun karena bertabrakan dan sulit me-rem kakinya—
Well, mereka berciuman.
Mata Ken melebar sekaligus wajahnya memerah. Sedangkan Leo, mata setengah sayu itu menjadi bulat, dengan cepat, tangannya mendorong Ken hingga jatuh.
"Apa yang kau lakukan, Ken!"
Teriakan membahana Leo terdengar digendang telinga Ken, sangat terasa dari teriakan itu ada nada marah. Nyali Ken langsung menciut.
"Ma—maafkan aku, L—Leo hyung, aku benar-benar tidak sengaja."—Ken.
Leo hanya diam menatap dingin Ken, sungguh, kelakuan Ken kali ini sudah diluar batas—oh, Leo tentu belum sepenuhnya percaya dengan ucapan Ken. Terburu-buru? Tidak sengaja? Pfft, omong kosong.
"Cepat minggir. Dan jangan selalu muncul dihadapan ku."
Ken masih membeku, tatapannya seketika kosong ketika dua kalimat perintah keluar dari mulut Leo.
Karena terlalu lama, akhirnya Leo menarik kerah belakang Ken dan menyeretnya keluar.
BLAM.
Ini hanya masalah sepele bukan—oh, ciuman dibawa dengan kesepele-an? Tentunya tidak.
Ken menutup matanya yang mulai berair, mulutnya menggumankan nama Leo.
"Leo hyung… mianhae…"
Beruntung, member lain sudah terlelap karena lelah, dan sepertinya tidak ada yang terganggu dengan teriakan Leo—jadi, tidak ada yang perlu melihat kejadian ini.
"Leo hyung…"
.
.
.
.
.
.
.
.
'Leo hyung…'
.
.
.
.
.
.
'Leo hyung..!'
.
.
.
.
.
.
'Leo hyung!'
.
.
.
.
.
.
.
'LEO HYUNG!'
.
.
.
.
.
'Ken?'
'Ken hyung!'
'Ken hyung! Bangun!'
'Ken hyung! Ken hyung!'
.
.
.
.
.
.
DEG
Ken membuka matanya dengan paksa. Masih terdengar lagu yang menunjukkan perasaan nya saat itu, apa karena itu dia bermimpi kejadian yang pahit—menurut nya.
"Ken hyung, gwenchana?" tanya Hongbin, dengan rasa khawatir.
"Gw—gwenchana…" jawab Ken kaku, jari nya mematikan IM3, dari pada mengingat kejadian itu.
"Tapi kenapa kau memanggil Leo hyung?" tanya Ravi.
"Eh?"
Mata Ken dengan cepat melirik Leo, yang berada di sebelah nya. Leo, menatap nya dengan tajam, raut muka nya menunjukkan kebencian.
'H—hyu—hyung…'
"H—hyung… kau… menangis…?" tanya Hyuk, menunjuk muka Ken.
"E—eh—eh…?" bukan nya menjawab, Ken meraba pipi nya.
'Basah…' batin Ken, setelah jari nya menyentuh pipi nya.
"Kau kenapa menangis, Ken?" tanya N, dari depan.
"A—aniyo, mungkin hanya mimpi buruk ^^ " jawab Ken, kaku.
"Lalu, kenapa kau memanggil-manggil Leo hyung?"
DEG
"B—bu—bukan ap—apa-apa…" jawab Ken, tangan nya bergetar, ketakutan.
"Kita sudah sampai"—Manejer.
N menghela nafas, ditatap nya tajam Ken yang bersiap-siap turun.
"Kita harus bicara empat mata, Ken" ujar N dingin.
"N—nde, hyung…"
-0o0-
VIXX Dorm. 23.35 KST.
"Kau belum tidur, Ken?"
"Ah, N hyung" Ken terbuyar dari lamunan nya, mata nya menangkap sosok leader nya.
"Kutanyakan sekali lagi, kau belum tidur?" tanya N, sambil duduk di sebelah Ken.
"Nde, begitulah, aku belum bisa tidur" jawab Ken.
"Seminggu ini kita padat, lebih baik kau cepat-cepat tidur, Ken" ujar N.
"Aku tidak bisa tidur, hyung," keluh Ken, "lagi pula beberapa jam lagi kita harus berangkat"
"Maka dari itu aku menyuruh mu tidur -_- aku tidak ingin donsaeng ku kurang tidur di tengah jadwal padat ini" ucap N, mengelus rambut Ken.
"Tapi…," Ken menghela nafas, "aku sedang banyak pikiran, hingga tidak bisa tidur hyung -3-"
"Ah ya, kau kenapa tadi siang?" tanya N.
"Hanya mimpi buruk ^^ " jawab Ken, '—yang mengingatkan ku kejadian 'itu''
"Oh, aku kira tentang masalah mu dan Taekwoon" ujar N santai.
DEG
"Masalah? Hahaha, aku tidak punya masalah dengan Leo hyung ^^ "—Ken.
GREP
N langsung memeluk Ken erat, "Sudahlah Ken, aku tahu, kau mempunyai masalah dengan Taekwoon, walau belum semua nya…"
Entah mengapa, saat N mengelus-elus punggung Ken, mata Ken panas, ingin rasanya air mata nya tumpah. Tapi, dia harus menjadi laki-laki yang kua—
"Menangis lah Ken, jika kau mau. Kau sudah cukup lama menanggung beban ini, sendirian" ucap N.
"A—ani… aku tak—ingin—menangis…" bisik Ken.
"Ken, kita sudah lama bersama, aku sangat tahu sifat mu. Bahkan kau mencintai Taekwoon ^^ " ujar N.
"E—eh… H—hyung… kau… ta—tahu dari.. mana…?" tanya Ken, kaget. Karena selama ini ia tidak pernah memberitahu yang lain.
"Aku tahu Ken -_- kau mencintai Taekwoon sejak trainee kan? ^^ " tebak N.
"Y—yaak! Hyung! Jangan di lanjuntkan DX"—Ken.
"Hahaha, arraso. Tapi aku masih bingung, kenapa kau bisa bertengkar panjang dengan Taek—"
"Tidak perlu di lanjutkan hyung…" ujar Ken, menghela nafas berat.
"Eh, waeyo?" tanya N bingung.
"Kejadian itu… sudah lama, dan aku tak ingin mengingat nya lagi" jawab Ken, matanya terus menatap kebawah.
"Apa… tadi siang kau bermimpi 'itu'?" tebak N.
DEG
"A—ani, di mimpi tadi siang, Leo hyung jatuh ke jurang ._." jawab Ken asal.
"Kau bohong, tak mungkin kau sampai berteriak -_- katakan saja."—N.
"A—aniyo!" teriak Ken, "aku… hiks… tersiksa karena itu… hiks… bahkan aku… hiks… sampai… membenci hari lahir ku… hiks…" isak Ken, kini air mata sudah keluar dari mata nya.
N menghela nafas, "Arraso, aku tak akan memaksa sekarang," ujar N, "tapi jika kau ingin mempunyai teman berbicara panggil aku ^^ dan, lebih baik kita sekarang tidur"
"Tapi, aku masih—"
"Tidak ada tapi-tapian! Cepat tidur, Lee Jaehwan!" tegas N.
"Arraso -3- "
Ken memilih mengalah dari pada berdebat panjang dengan hyung tertua nya ini, langkah nya mengikuti N memasuki kamar. Setelah memasuki pintu kamar, di tatap nya orang yang berada di belakang pintu, dekat tembok tersebut. Mulut nya menyunggingkan senyum.
'Goodnight, Taekwoon-ie hyung'
-0o0-
"Ahk! Akhir nya jadwal nya sudah selesai!" seru Hongbin girang, di samping nya ada Ravi yang memakai topi yang sama dengan nya.
"Khahaha, yang penting sekarang bisa istirahat! xD " balas Ravi.
Dan 93 line terus bercengkrama tanpa memperdulikan kedua orang yang melihat mereka.
"Aku khawatir jika mereka pacaran -3- "—Hyuk.
"Apa jangan-jangan mereka pacaran di belakang kita? -3- huh, dasar munafik"—N.
"Padahal aku sudah jatuh cinta kepada Hongbin hyung -3- "—Hyuk.
"Ravi juga -3- "—N.
"Haah…" "Haah…"
"Hidup memang sulit ya, hyung -3- "—Hyuk.
"Nde, kau benar Hyuk -3- "—N.
"Kita juga melakukan hal sama yang seperti dilakukan mereka saja"—Hyuk.
"Aniyo, walau kau donsaeng kesayangan ku, aku tetap mencintai Ravi -3- "—N.
"Aku juga, hyung -_- itu hanya memberi mereka pelajaran, jika ingin akrab, jangan di depan namjachingu nya hyung -3- "—Hyuk.
"TIDAK! Ravi tetap di hati ku"—N.
"Aneh kau hyung -_- Hongbin-ie~~"—Hyuk.
"Anu…. N hyung… Hyuk… -_-a " panggil Ken, yang entah mengapa berada di belakang mereka.
"Hm?" kedua orang yang berbeda tahun kelahiran namun berdekatan tanggal nya menoleh ke belakang.
"Kalian berbicara apa sih? -_-a jika membicarakan Ravi dan Hongbin, jangan di belakang mereka" ujar Ken.
"Hyung kesambet apasih?" dengus Hyuk, "kalau orang yang di cintai oleh hyung seperti itu, bagaimana?"
"Ya… aku relakan saja, toh mereka sahabat -_-a" jawab Ken.
"Bukan itu maksud ku -_- "—Hyuk.
"Sudahlah, kita dance tidak jelas saja yuk" ajak N, memutar kursi dan berhadapan dengan recorder.
"Aku kecapean hyung -3- "—Ken.
"Ya sudah, aku dan N hyung saja -_- "—Hyuk.
"Lagi pula nanti aku akan ikut menari, kau tenang saja Hyuk" ujar Ken.
"Hey Hyuk, kau mau lagu apa?" tanya N, yang sedang memilih-milih lagu.
"Hmm…. I Got a Boy! Kita akan gila-gilaan!" seru Hyuk.
Ken menepuk tangan nya keras, "Ayo! Ayo! Ayo!"
Musik dinyalakan. Mereka menari-nari dengan berbagai gaya. Menyenangkan memang, dan momen ini tidak akan dilupakan, ketika mereka sudah keluar dari dunia entertainment dan membangun keluarga.
TBC
Mianhae atas sangat kelamaannya update kali ini. dikarenakan montok ide dan bingung akan masa lalu Ken dan Leo. Dan… ini sudah tahun 2014 ya? Dan di cerita ini masih zaman awal G.R.8.U? Dan Hyuk seharusnya sudah lulus bukan? huft, sekali maafkan R atas keterlambatannya *bow. Dan untuk janji-janji R… R merasa PHP-in reader, sekali lagi, R meminta maaf.
Mind to Review? Call me R. not Author, Min or Mimin, dsb. Please.
.
Bandung, Tuesday, 15 April 2014. 16.27 PM.
