We're Friends (Three-shots)
Third-shot
Story by Celia Viona
Characters were taken from Tiny Times Movies
Characters: Nan Xiang, Lily, Lin Xiao, Ruby and Gu Yuan
Genres: Friendship and Comedy
Notes dari Celia: Ini cerita ketiga Celia… Cerita ini adalah sequel dari "Unforgettable Memories". Cerita ini bertambah satu character yang juga dari film-film Tiny Times, namanya Gu Yuan atau pacar Lily… Di sini, walaupun bertambah satu pemain laki-laki, tapi di cerita ini tidak ada genre romance sama sekali… Mungkin ada genre humor yang ditambahkan karena Gu Yuan… Jika ada kesalahan ketik, mohon dimaafkan… Selamat membaca…!
Ruby masih hanya sekedar bingung, sedangkan Lin Xiao, dia sudah curiga dari tadi. Lin Xiao mengingat kata-kata yang tertulis dalam surat Nan Xiang waktu itu. Nan Xiang memakai kata "pergi" yang tidak jelas kemana. Lin Xiao jadi curiga bahwa gadis bertopeng adalah Nan Xiang. Sekarang Lily… Lily juga merasa ada keanehan di gadis bertopeng itu (perasaan seperti Ruby). Hanya Lin Xiao saja yang mulai curiga.
Lin Xiao memang mempunyai kepandaian di bidang detektif. Dia senang sekali mencari tahu tentang sesuatu yang belum pasti. Kapandaian Lin Xiao ini, dapat membantunya memecahkan misteri gadis bertopeng!
Tak lama kemudian, lamunan Lin Xiao buyar karena gadis bertopeng yang mau menampilkan acaranya. Pertunjukkan orang-orang yang lain berupa pertunjukkan sulap, nyanyian, dan sebagainya. Tidak ada yang menyangka bahwa gadis bertopeng nantinya akan membacakan sebuah puisi. Puisi itu mungkin tidak penting untuk orang-orang lainnya, tapi gadis bertopeng yakin bahwa puisinya ini akan berguna untuk yang berulang tahun, Lily, yang suka makan, Ruby, dan terlebih untuk yang pintar, Lin Xiao.
Saat gadis bertopeng mulai mebacakan puisi itu, Lin Xiao langsung kaget dengan apa yang didengarnya. Mungkin Lily dan Ruby sudah melupakan kejadian ± 2 tahun lalu, tapi Lin Xiao tidak bisa melupakan kejadian itu. Lin Xiao terus mengingat kejadian dan surat Nan Xiang itu, karena ia menyimpannya.
Gadis bertopeng telah selesai membacakan puisi itu & pesta itu segera diakhiri. Sang gadis bertopeng duduk sebentar mengharapkan ada salah seorang temannya yang mengingatnya, tapi setelah lama ia menunggu, ternyata tidak ada sama sekali yang datang padanya. Lin Xiao dan Ruby segera berkumpul dengan Lily dan Gu Yuan. Mereka bersama-sama menuju ke pojok kanan aula, sedangkan gadis bertopeng sedang berada di pojok kiri aula menunggu… Aula itu sangat besar dan luas, jadi jarak antara kedua pojok lumayan jauh.
Ketika semua orang mulai berpamitan untuk pulang (keadaan mulai sepi), gadis bertopeng diam-diam meneteskan air matanya. Gadis bertopeng menangis dengan sedihnya. Ia mengira bahwa tidak ada yang mengingatnya… Sedangkan, Lin Xiao terus-menerus melihat ke arah pojok kiri aula. Lin Xiao ingin bertemu gadis bertopeng secara langsung dan membuka topengnya.
Lama-kelamaan, gadis bertopeng dan Lin Xiao tidak tahan… Jadi mereka serentak berlari dari arah berlawanan (dari tempat mereka masing-masing). Ruby, Lily dan Gu Yuan mengejar Lin Xiao. Ketika gadis bertopeng dan Lin Xiao sudah berada di tengah-tengah aula dengan jarak antara mereka kira-kira 1,5 m, mereka diam sejenak. Gadis bertopeng pun perlahan-lahan membuka topengnya. Ruby, Lily dan Gu Yuan sudah berada tepat di belakang Lin Xiao dan ikut melihat sang gadis bertopeng.
Ketika Nan Xiang sudah memperlihatkan wajah aslinya, Lin Xiao, Ruby dan Lily langsung memasang wajah kaget. Tapi, yang paling kaget adalah Lin Xiao. Gu Yuan hanya tersenyum-senyum kecil karena sebenarnya dia sudah tahu akan semua itu.
Lin Xiao segera mengeluarkan suaranya dan memanggil nama "Nan Xiang". Nan Xiang pun memanggil pula nama "Lin Xiao". Mereka berdua segera menangis bahagia dan segera berlari menuju ke tengah aula dan berpelukan. Mereka memeluk satu dengan yang lain semakin erat sambil menangis.
Lin Xiao berkata sambil tersedu, "Nan Xiang… Ni zhong yu hui lai le… Wo hao xiang ni ya… (Kamu akhirnya kembali… Aku merindukanmu…)"
Nan Xiang menjawab perkataan Lin Xiao sambil tersenyum, "Lin Xiao… Shi, wo hui lai le… Wo ye hao xiang ni, hao xiang suo yuo de ren... Wo zui xiang de shi wo zui hao de peng you… Xie Xie ni, hai neng ren de wo… (Iya, aku sudah pulang… Aku juga merindukanmu, merindukan semua orang… Aku sangat merindukan teman-temanku… Terima kasih kamu, masih bisa mengenaliku…)"
Lin Xiao berkata, "Bagaimana aku bisa melupakan sahabat terbaikku? Aku sangat merindukannya… Aku tak bisa melupakannya… Aku tahu kau belum meninggal… Aku tak akan percaya kalau kau meninggal secepat itu…"
Nan Xiang menjawab sambil tersenyum, "Iya… Aku belum meninggal… Lin Xiao memang pintar, dia sangat pandai dalam kasus-kasus seperti ini…"
Ruby & Lily langsung menghampiri mereka berdua. Mereka langsung ikut memeluk Nan Xiang bersama. Nan Xiang menangis karena bahagia… Sedangkan si Gu Yuan yang sedang berdiri di dekat mereka hanya tersenyum…
Lily dengan nada agak marah berkata, Hey, Gu Yuan! Kamu ini bagaimana sih… Temen sendiri pulang kamu malah hanya berdiri di sana tanpa melakukan apapun…"
Gu Yuan masih tersenyum-senyum menjawab, "Sebenarnya… Aku sudah tahu kalau Nan Xiang itu pulang & tidak meninggal… Akulah yang membuat dia bisa tampil di acara ini, Lily… Dia pertama menemuiku untuk menyusun kejutan ini untuk kalian bertiga… Dia pernah sampai membuatku pingsan mendadak dan menelan lalat…"
Lily & Ruby serentak berkata bersama, "APAH?! Kemasukan lalat?!"
Nan Xiang menjelaskan semuanya pada ketiga sahabatnya dibantu oleh Gu Yuan. Lin Xiao, Lily & Ruby sangat senang karena Nan Xiang sudah kembali. Mereka berempat akhirnya bisa bersama-sama lagi! Lily berkata pada mereka bahwa inilah kejutan yang paling berharga yang pernah diterimanya.
Keempat gadis pun berpisah dengan Gu Yuan. Gu Yuan pulang menuju rumahnya, sedangkan keempat gadis akan menginap di rumah Lily. Mereka akan berbincang-bincang tentang segala sesuatunya seperti dulu. Tamat.
Third-shot nya sudah selesai!
Akhirnya… Bisa membuat fict baru setelah ini…
Bagaimana nih ending cerita ini?
Mohon minta review nya ya…
Terima kasih sudah membaca
