Author : Aoi Is Blue

Title : FOOL

Pair : GTOP

Cast :

ü Bigbang T.O.P as Choi Seung Hyun

ü Bigbang GD as Kwon Ji Yong

ü 2NE1 CL as Lee Chae Rin

ü And other cast

Genre : romance, YAOI, dan apapun itu selain horror.

Length : chaptered

Rated : T

Disclaimer : GTOP milik Tuhan dan semua orang yang mencintai mereka *khususnya abang T.O.P punya saya* *digaplok massa*. Ff ini punya saya dan laptop saya.

Warning : GaJe tingkat akut | Cerita seenak jidat author yang tidak bertanggung jawab ini *iyalah ini FF saya* *ketawa setan*| TYPO(s) yang terkadang tidak manusiawi| ff yang sangat gagal | jauh dari EYD|pokoknya author berkuasa lah :D |

Summary : Menjadi pengecut yang selalu bersembunyi adalah salah satu kebodohan ku, terus melakukan kebodohan beruntun hingga menemukan kebodohan terbesarku . . . Kehilanganmu

-FOOL-

NO BASH, NO SILENT READER, NO COPAS, tapi segala pemberian dalam bentuk makanan akan saya terima dengan senyum lebar. #plakkk *dilempar makanan gugug punya Gaho* *author banyak bacot, now cekidot!*

-little bit review-

"Tapi sangat ceroboh." Seunghyun makin melebarkan senyumnya tanpa melupakan kesan cool andalannya. L alu berjalan santai menuju kelasnya. Mengacuhkan tatapan-tatapan kagum dan bisikan-bisikan kecil disekitarnya. Terlalu terbiasa mungkin dan ia benar-benar sedang tak peduli sekarang.

*Membuat selebrasi diatas kebodohanku

Merasakan oksigen seakan menghilang begitu saja saat manik kita bertemu

Membiarkan jantung ini memompa dengan cepat mengaliri seluruh syarafku

Seakan mendorong otak kacauku ini untuk memberi perintah bodoh pada mulut lancangku berteriak

'Hei! Kau tahu? Aku benar-benar menyukaimu!'*

-Jiyong POV-

Aku berjalan makin cepat ke kelasku. Sedikit berlari untuk mencapai kelas ku yang entah mengapa terasa begitu jauh. Sial! Kenapa wajahku terasa panas? Pasti wajahku sudah semerah kepiting lada hitam(?) sekarang. Tentu saja 2 tahun mengaguminya dan baru kali ini aku bertatapan sedekat itu dengan nya! Ingatkan aku untuk jangan pingsan sekarang, kalau saja ini bukan pelajaran guru killer itu, aku mungkin sekarang masih mengobrol dengannya, bercanda tawa, ke kelas bersama, bertukar nomor handphone, berjalan-jalan ke taman, minum coklat panas, bermain tick-tack-toe, bermain petak umpet (spongebob mode-on. Ok ini mulai ngaco, tapi bukan author yang ngaco itu Jiyong sumpah! *dirajam dragons*). Dan binggo! Aku sampai sebelum Han seongsaenim datang. Lengkap sekali kebahagiaan ku hari ini.

"Yeah! I did it." Aku melompat sambil menggumam kecil seperti orang gila. Tapi sepertinya selebrasiku harus segera berakhir karena Han seongsaenim sudah datang, aku bergegas duduk di samping CL sambil masih tersenyum penuh kemenangan.

"Selamat pagi anak-anak. Minggu lalu seongsae memberi kalian tugas bukan? Tolong kumpulkan di meja depan sekarang!" anak-anak langsung bergegas mengumpulkan tugas mereka. Takut dimakan dengan Han seongsae –mungkin-. Ak segera mengambil buku_ eh! Mana buku ku? Tadi aku periksa ada di tumpukan bukuku. Mungkin di tas, ku obrak abrik isi tasku dan_ tidak ada! Matilah kau Jiyong Han seongsae akan menelan mu bulat-bulat! Aku tetap diam di kursiku, berdoa semoga Han seongsae sedang terkena rabun pagi atau pikun akut hingga dia tak menyadari bukuku tak ada disana. Dia mulai memeriksa buku-buku itu, jantungku bergemuruh seperti sedang ikut lomba lari, aku mulai berkeringat dingin sambil memikirkan alibi-alibi apa yang harus ku katakan padanya, dan itu buku terakhir! Han seongsae diam sebentar, semoga dia benar-benar terkena rabun pagi!

"Kwon Ji Yong-ssi"

"i-i-iya Seongsae."

"Mana tugasmu?"

"hi-hilang seongsae, tadi pagi a-aku periksa dia masih ada t-tapi waktu akan dikumpulkan dia hilang." Aku berbisara dengan gagap saking takutnya. Ku dengar anak-anak mulai menahan tawanya. Hei! Aku jujur bukan? Buku itu hilang sendiri.

"alasan yang bagus." Aku mulai bisa mernafas fyuuh~

"tapi sayang terlalu klasik!" aku bergidig mendengar lanjutannya, siapapun tolong aku! Aku akan ditelan bulat-bulat sekarang!

"t-tapi seongsae-"

"Tidak ada tapi-tapian sekarang berdiri didepan kelas sambil menyebutkan semua rumus matematika yang kau tahu sambil mengangkat sebelah kakimu dan pegang telingamu! Sekarang!" hell! Sepertinya kebahagiaan ku sudah habis! Siapapun, bunuh aku sekarang! Ini benar-benar memalukan! Perlahan aku mulai mengangkat sebelah kakiki sambil memegang telingaku. Kulihat semuanya mulai menahan tawa, termasuk Chaerin! Awas kau paris sipit! Aku akan membalasmu!

Tok Tok Tok

"permisi seongsae, maaf mengganggu" kutengok siapa yang datang, itu Seunghyun hyung! Ya Tuhan, kenapa dia datang disaat aku sedang dalam posisi ini? 'Kenapa kau jatuhkan aku setelah kebahagiaan ku?' Akupun mulai berdramatisasi ria.

"Ada apa Seung Hyun-ssi?"

"Aku ingin bertemu dengan Jiyong, aku ingin mengembalikan buku ini." Reflek aku langsung menoleh dan hampir lemas karena _ seunghyun hyung, ingin bertemu dengan ku? Ya Tuhan, mimpi apa aku semalam? Eh, tunggu dulu itukan buku tugasku? Huwaaah~ seunghyun hyung memang pangeran berkuda putih yang telah menyelamatkan ku! Kulihat Han Seongsae melirik ku sadis. Aku membalasnya dengan tatapan –aku-bilang-juga-apa- sambil tersenyum penuh kemenangan.

"Silahkan." Akhirnya guru sadis itu mengijinkan seunghyun hyung.

"ini bukumu, lain kali jangan ceroboh lagi yah, jiyong-ah." Dia memberikan bukuku sambil tersenyum tampan.

"eungh, iya. Kamsahamnida hyung. Maaf telah merepotkanmu." Aku embungkuk –canggung-. Dan dia mendekati telingaku, membisikkan sesuatu.

"Baca ini, jangan lupa lagi." Dia menyelipkan note kecil kesaku celanaku lalu kembali tersenyum. Aku mulai merasa langit-langit kelas runtuh diatas kepalaku, ini keajaiban.

"baiklah aku pergi dulu. Permisi Han seongsae, kamsahamnida." Ujarmya sambil mengacak rambutku lembut, ya ampun! Aku hampir mati karena jantungku berdebar terlalu keras sekarang. Aku speechless. Lalu dia pergi. Semoga saja mukaku tidak semerah tomat sekarang.

-skip time-

-author POV-

Jam pelajaran matematika selesai, Jiyong menghela nafas lega sampai ia teringat note dari Seunghyun. Dan segera melihatnya sambil menahan senyuman.

*Jiyong-ah, temui aku di kantin di jam istirahat.*

'singkat sekali' pikir Jiyong sambil mengangkat bahu, lalu ia berjalan menuju kantin sambil menahan jantungnya yang ingin loncat indah dari tempatnya, sesampainya dikantin matanya menyebar kepenjuru kantin untuk mencari Seunghyun.

'mana dia' batin jiyong sambil berjalan berusaha menyusuri kantin yang padat penduduk itu, kakinya melangkah pelan hingga akhirnya_

Ia tersandung kaki meja hingga terhuyung kedepan hingga kehilangan keseimbangan, jiyong memejamkan matanya bersiap menerima hantaman keras yang mungkin akan menimpa wajahnya malangnya. Beberapa detik kemudian ia merasa aneh karena wajahnya tak kunjung menghantam apapun, ia membuka matanya perlahan dan mengerjap lucu saat menyadari seseorang sedang menahan tubuhnya agar tak jatuh, tak lama, semburat merah memenuhi wajahnya yang terasa memanas.

"Kau memang ceroboh." Gumam seunghyun gemas, apalagi melihat jiyong yang justru mengerucutkan bibirnya lucu, membuat seunghyun ingin mengecup atau bahkan melumat bibir yang terlihat lembut dan manis -dalam bayangan seunghyun- itu. Mereka masih saling menatap hingga akhirnya_

"Ehhmm!" Han seongsae yang kebetulan lewat berdehem kencang saat memergoki mereka dalam posisi topang-menopang itu. Membuat keduanya sadar dan langsung salah tingkah dengan wajah yang sama-sama merona.

"Ah, mianhae sunbaenim aku merepotkanmu lagi."

"Gwaechana, aku kan mengajakmu kemari? Mau pesan apa? Biar aku yang belikan kau duduk saja di meja 5."

"tak usah repot-repot sunbaenim, aku yang harusnya memesankannya untukmu."

"aku tidak menerima penolakan jiyong-ah."

"eum baiklah, aku mauuu~ strawberry milkshake dan burger saja. Kamsahamnida sunbaenim." Jiyong membungkuk sopan. Lalu kembali menunjukkan wajah imutnya.

"Cheonma jiyong-ah, dan berhentilah memanggilku seformal itu, panggil aku tabi hyung saja, arra?"

"arraseo, sun- eh tabi hyung."

"anak pintar, sekarang duduklah ditempatmu. Aku akan memesan untuk kita." Seunghyun tersenyum cool sambil mengacak rambut jiyong. Jiyong segera duduk ditempatnya sambil tersenyum-senyum. Sampai seunghyun selesai memesan dan duduk di depannya.

"ini pesananmu, makanlah." Ujar seunghyun, mereka makan tanpa aka percakapan sedikitpun (kan kalo lagi makan gaboleh sambil ngomong. XD abaikan!).

"Jiyong-ah aku ingin bicara sesuatu padamu."

"Apa itu hyung?" jiyong mulai penasaran, sedangkan seunghyun tersenyum tipis.

"Tapi berjanjilah untuk tidak berkata 'tidak' atau penolakan sejenisnya." Jiyong mengetuk-ngetuk dagunya, memasang wajah berpikir yang sangat cute.

"Arraseo."

"jiyong-ah, aku. . . . . "

TBC

Buwahaha~ *ketawa bareng gaho* melihat respon yang baik pada FF abal yang acak-acakan ini, saya berusaha ngebut dan memperbaiki chappie selanjutnya. Walaupun keep abal, tapi semoga tidak mengecewakan. Gimana? Chapie ini bikin penasaran ga? *mupeng* chapie selanjutnya saya post secepat saya bisa. Keep RCL buat nyemangatin saya yah? Oh iya, yang mau temenan ama saya bisa follow ErshaIzmi or add my FB 'Ersha Izmi Shafitri'. Salam cipok intuk bang GTOP. Paaay! *kabur naek sapu terbang*.