Author : Aoi Is Blue

Title : FOOL ch.3

Pair : GTOP – slight ChanBaek

Cast :

ü Bigbang T.O.P as Choi Seung Hyun (17)

ü Bigbang GD as Kwon Ji Yong (16)

ü EXO Chanyeol as Park chanyeol (17)

ü EXO Baekhyun as Byun Baekhyun (25)

ü And other cast

Genre : romance, YAOI, dan apapun itu selain horror.

Length : chaptered

Disclaimer : Semua punya Tuhan YME dan kebetulan ff ini dititipkan(?) pada saya. Dan peringatan, TOP itu punya saya.# Okeiningawur. Sedikit terinspirasi dari anime Junjou Romantica yang couplenya lebih dari satu.

Rated : T (agak Plus dikit aja)

Cuap-cuap bentar:

Oke, ampuni author kece ini yang hiatus cukup lamasampe readers pada lupa ama ini epep. *huks* tapi im Back! So nikmati epep yangtersedia ini (ada chanbaeknya lhooo~). Jangan lupa Like and Comment. Yang engga RCL aku sumpahin digigit Wolf *alah. Lupain TYPO yang merajalela yah. Lopyuuuu~ *Lari*

"Tapi berjanjilah untuk tidak berkata 'tidak' atau penolakan sejenisnya." Jiyong mengetuk-ngetuk dagunya, memasang wajah berpikir yang sangat cute.

"Arraseo."

"jiyong-ah, aku. . . . . "

"Jiyong-ah, aku ada pertandingan basket besok. Apa kau mau menonton?" Alis jiyong bertaut, Sunbaenya hanya ingin ia menonton pertandingannya? Ini konyol.

"eung, hana itu?"

"Memang hanya itu, kau pikir apa?" Seunghyun tersenyum tipis melihat semburat merah menjalar dipipi putih jiyong.

"Ah, anieyo. Tentu saja aku akan datang. Eung, lagipula aku selalu menonton pertandinganmu." Jiyong mengalihkan pandangan dari sunbaenya itu. Seunghyun menatap jiyong jenaka, melihat tingkah jiyong membuatnya gemas. Kemana jiyong yang terkenal galak dan beast itu?

"Ah, jiyong. Kudengar kau seorang dancer?" Jiyong langsung menoleh cepat.

"Eum, yeah kalau menari diacara sekolah bisa disebut dancer."
"Sudah lama aku tidak melihat mu menari, kau tahu..." Seunghyun menggantung kalimatnya, mncondongkan badannya kedepan untuk mendekatkan bibirnya ketelinga jiyong. "Kau sangat Seksi saat sedang menari.."

/Blusshh/

Wajah jiyong terasa terbakar seketika, ditambah sensasi hembusan nafas di telinganya yang membuat bulu kuduknya meremang. Oh, oke ini keterlaluan. Jika saja yang melakukannya bukan Seunghyun, sudah dipastikan ia aka menendang pelakunya hingga pincang. Tapi ini beda kasus, ia tak mau dicap memiliki "Bad Atitude" oleh orang yang ia sukai. Ia hanya membelalakkan matanya sembari mendorong bahu seunghyun pelan.

"S-Sunbae, ini tempat umum. Eum, Semua orang melihat kita."

"Ah, aku tahu itu. Hey, kenapa kau memanggilku seformal itu? Bukankah aku sudah menyuruhmu memanggilku Tabi hyung?" Jiyong salah tingkah, entah mengapa panggilan itu membuat perutnya meremang.

"M-mungkin belum terbiasa."

"Kalau Begitu, biasakanlah. Cepat habiskan makanan mu, waktu istirahat hampir habis."

"Ah nde."

Seunghyun menatap papan tulis dengan seksama sambil ssekali menulis catatan dibuku catatannya, ini pelajaran bahasa inggris yang iajar oleh Mr. Byun Baekhyun, sebenarnya ia aga sedikit tidak percaya dengan umur 25 tahun yang disandang gurunya itu melihat wajah dan perawakannya yang imut, Mr Byun bahkan terlihat lebih muda darinya yg berumur 17 tahun. Tapi sepertinya wajah imut cukup untuk mengalihkan dunia teman sebangkunya –Park Chanyeol- yang sejak tadi sibuk memperhatikan gerak gerik gurunya tanpa mencatat sedikit pun, bahkan seunghyun tidak yakin kalau chanyeol mengerti apa yang diajarkan Mr. Byun

"What are staring at, Chanyeol-ssi?"Mr. Byun mendesis pelan saat menyadari kalau murid jangkungnya itu menatapnya terlalu intens, dan itu membuatnya kesal.

"I just looked at an interesting view infront of me." Chanyeol menjawab santai sambil menyandarkan kepalanya ke sandaran kursi dan melipat tangannya kebelakang kepala.

"Am i looked that interesting for you?" Baekyun makin kesal, ini sudah keterlaluan menurutnya.

"Without doubt" oke, kesabarannya habis, mungkin sedikit hadiah akan menarik. Baekhyun menarik sudut bibirnya, membuat seringai yang tampak sangat imut dimata chanyeol yang sedang sinting itu.

"Come to my room after you finished the class, i'll give you an 'interesting' detention for you."

"With pleasure." Seunghyun menggelengkan kepalanya, ia tau teman sebangkunya emang cuek dan nekat, yeah sifat bawaan lahir mungkin.

"Berhentilah membuat Mr. Byun marah chanyeol. Bukan tidak mungkin ia akan menolak untuk mengajar dikelas mu." Seunhyun mulai angkat bicara, dan hanya mendapatkan tanggapan seadanya dari chanyeol.

"Bukan salahku, dia terlihat sangat manis ketika sedang marah." Chanyeol kembali menatap Mr. Byun, menjilat bibir bawahnya sensual saat orang yang ia tatap memberi glare kearahnya. "Dan aku tidak sabar menunggu detensi nanti sore."

"Yeah, terserahmu saja." Dan Seunghyun tahu, akan sulit menasehati orang yang sedang dimabuk cinta.

Jiyong menatap lemarinya bingung, bagaimana ia baru sadar kalau ia tak memiliki baju baru akhir-akhir ini. Hanya ada T-shirt, kemeja, jeans dan beberapa kostum dance. Jam 11 nanti ia akan berekencan –ralat- menonton pertandingan orang ia suka. Ayolah, walaupun ia hanya duduk dibangku penonton yang –mungkin- diluar jangkauan pandang seunghyun taoi ia harus tampil 'layak' hari ini. Ia menatap pakaiannya satu persatu sambil melempar baju yang menurutnya tidak cocok.

"Ya Tuhaaaan~ kenapa aku tidak punya pakaian yang bagus untuk berkencan" Jiyong terduduk lesu bersama pakaian yang ia lempar dikasurnya. Ini sudah jam 10 dan ia belum menemukan pakaian yang cocok. Ia harus meminta saran tapi, saran siapa? Ia mengacak-acak kontak diponselnya sebelum tersenyum dengan bohlam menyala terang diatas kepala dan menekan tombol call dengan girang

"Yeoboseyo? Hyung-ah tolong aku~."

"..."

"Aku butuh saranmu sekarang. Aku akan pergi menonton pertandingan basket, tapi aku bingung harus pakai apa."

"..."

"Itu pertandingan sekolah kita, tentu saja ada chanyeol."

"..."

"Mwo malas? Bahkan rumahku hanya berselang satu rumah denganmu kenapa kau jahat sekali."

"..."

"Arraseo, akan kutraktir kau Stawberry milkshake setelah pertandingan. Gomawo Baekie-hyung~ kau benar-benar malaikat penolong ku sekarang" Jiyong tersenyum girang, Baekhyun, sepupu sekaligus guru kesayangannya akan datang. Khukhukhu, walaupun baekhyun belum memiliki pacar, tapi ganyanya cukup bagus dan terkesan imut sih. 15 mnit kemudian, Baekhyun datang dengan wajah pucat dan jalan yang pincng, jiyong mengangkat sebelah alisnya melihat tingkah aneh sepupunya itu.

"Gwaechana, hyung?" Tanya jiyong.

"Nan gwaechana."

"Jalan mu aneh hyung?" Agaknya pertanyaan tadi berhasil membuat baekhyun gelagpan, dan jiyong berani bersumpah bahwa Baekhyun, sepupunya yang tsundere itu blushing didepan matanya dengan pandangan tidak fokus. Awww, sepertinya ada yang tidak beres. Jiyong menyeringai, sepertinya ia dapat bahan ejekan baru.

"Kau melakukannya dengan siapa?"

"Melakukan apa?" Tanya baekhyun balik, menyembunyikan kegugupannya sebaik mungkin.

"Jalan mu aneh, tingkahmu apalagi. Apa kau habis "Making Out" dengan seseorang? Iya kan? Iyakan? Katakan padaku pria mana yang cukup sial hingga bissa making out dengan namja galak dan menyebalkan sepertimu?" Jiyong menaikkan alisny jenaka, mencoba menggoda sepupunya yang seudah berwajah seperti tomat matang siap olah, dan jiyong menikmati itu. Ayolah, baekhyun blushing, salah tingkah? Itu harus masuk dalam buku rekor terbaru.

"Kau benar-benar tidak sopan jiyong, lagipula aku sudah 25 tahun sudah cukup dewasa untuk melakukan apapun. Dan kau sangat mesum, jiyong."

"Awww, jadi benar kau telah melakukannya? Dan aku hanya bocah SMA mesum yang tidak boleh tau apa-apa? Kau sepupu yang jahat baekhyunie~" Jiyong mempout bibirnya imut, tapi sayangnya itu cukup imut untuk mendpat lemparan bantal telak dari baekhyun.

"Kau menjijikan, dan kau tahu? Ini sudah jam 10, pertandingannya jam 11 bukan?"

"Yaaaa! Kenapa kau baru bilang hyung, aish! Cepat pilihkan baju ku! Aku tak mau terlambat! Gyaaa~ gyaaa~!"

"Dasar bodoh." Dan baekhyun berani besumpah bahwa daftar kesakitannya bertambah karena Jiyong menarik tangannya sekuat tenaga. Semoga Dewi Fortuna tidak bosan berada disampingnya hari ini.

Jiyong mencari tempat duduk di gedung olahraga dengan ngos-ngosan dan panik, kontras dengan baekhyun yang hanya santai mengekori Jiyong yang seperti sedang kebakaran, ayolah pertandingan masih lima menit lagi dan jiyong bingung setengah mati tentang spot yang tepat untuk menonton hingga baekhyun menarik lengan jiyong untuk duduk di bangku yang cukup strategis, jiyong hanya nyengir mendapati sepupunya mencemoohnya dengan nonverbal.

Pertandingan dimulai, dan dimulai juga oleh teriakan-teriakan jiyong yang seperti fangirl kesiangan, terlihat seunghyun sesekali menoleh atau bahkan melambaikan tangannya pada jiyong. Membuat jiyong makin menggila sebagai suporter, sedangkan baekhun hanya mengikuti gerak-gerik chanyeol dengan ekor matanya, sesekali berdecih saat melihat chanyeol gagal memasukkan bola atau tersenyum saat chanyeo berhasil membobol pertahanan lawan. Hingga akhirnya pertandingan berakhir dengan skor yang memuaskan, dengan team Seoul High School sebagai juara. Jiyong meloncat-loncat seperti adaper dikakinya karena suaranya habis. Sampai Seunghyun datang dengan keadaan seksi, ekhm maksudnya terengah, keeringat yang membasahi kulit kecoklatannya hingga baju basketnya melekat ditubuhnya, botol air mineral yang menempel dibibir dan jangan lupakan beberapa air yang menetes lalu mengalir di lehernya. Setidaknya itu cukup –bahkan berlebihan- untuk membuat jiyong bushing setengah mati dengan nafas yang ikut terengah entah kenapa.

Seunghyun tersenyum, mendekati jiyong dan mengusap surainya lembut.

"Kau tadi semangat sekali, kau suporter terhebat, kau tahu?" Jiyong tersenyum, lalu mempout bibirnya imut.

"Jadi aku hanya suporter?" ujar jiyong lirih, Seunghyun tersentak sejenak sebelum akhirnya tersenyum tipis.

"tunggu aku yah? Kita pulang bersama, bisa? Ada yang mau kubicarakan." Jiyong mendongak, lalu menoleh kearah baekhyun yang menggedikan dagunya.

"Eum, baiklah. Tapi.."

"Tapi apa?" ujar seunghyun gemas dengan tingkah jiyong yang minta dimakan.

"Tapi jangan lama-lama, aku takut sendirian." Jiyog makin menunduk dan dibalas dengan kikikan kecil dari seunghyun.

"Kenapa kau tidak ikut aku anti baju saja? Bye, baekhyun-ssi. Kami duluan." Seunghyun menarik pergelangan tangan jiyong yang blushing habis-habisan. Sepertinya ini berbahaya.

Jiyong dan Seunghyun sampai diruang ganti yang hebatnya hanya ada mereka berdua, seunghyun mengunci pintu sebelum mengunci tubuh jiyong sendiri, dan mendekati wajahnya hingga jarak "Berbahaya". Dia tersenyum melihat jiyong yang belum bisa berhenti blushing dan membuatnya makin gemas.

"H-Hyung, kau sedang apa?" jiyong bertanya dengan pandangan menubruk sepatu. Tak berani mendongak atau rona diwajahnya akan sampai ketelinga.

"Menguncimu, mungkin." Seunhyun makin mendekatkan wajahnya, lalu menarik dagu jiyong lembut sebelum mengecupnya sebentar, kembali menatap jiyong yang wajahnya makin terbakar.

"h-yung"

"Aku menyukaimu." Jiyong mendongak seketika, kekagetannya makin bertambah saat senghyun kembali mengecium bibirnya tiba-tiba.

"Aku ingin kau jadi kekasihku, dan aku ingin tahu jawabannya. Sekarang."

"Eung, a-aku juga menyukaimu hyung. Tapi.. " Jawab jiyong gugup dengan pikiran melayng-layang. Walaupun ini mustahil, tapi ia yakin ini bukan mimpi.

"Tapi apa?" jawab seunghyun tidak sabar.

"T-tapi, kau bau keringat hyung." Jiyong nyengir melihat seunghyun yang geleng-geleng dengan kepolosan jiyong. "Dan juga lengket?"

"Oh baiklah, jadi kau tidak suka aku yang berkeringat begini?" Seunghyun melonggarkan kungkungannya lalu mengecup bibir jiyong sekali lagi. "Aku akan mandi dan ganti baju, lalu kita lanjutkan ini." Seunghyun mengerling nakal lalu segera pergi meninggalkan jiyong yang kebakaran jenggot.

Ah, ini benar-benar "Red Allert" buat jiyong.

~TBC/End?~

#Cuap cuap Author

Ok guys. Mungkin kalian pernah baca ini di page korean fanfiction yaoi only. FYI ini bukan hasil copas ya. Ini author yang sama, bisa check di fb ersha izmi shafitri, Cuma ganti pen name. Jadi jangan berpikiran yang macem-macem ya guys..

MIND TO REVIEW?