Hai semuanya! Saya sudah meng-update lagi. Saya peringatkan dichapter ini ada lemonnya, tapi nggak asem, masih belajar juga. Buat yang gak suka, harap klik back.

WARNING : AU, gaje, maybe ooc, rated m

Summary : Dia pergi, dan aku sudah menyiapkan hatiku. Tanpa aku tahu, aku masih tetap menyayanginya. Sekarang dia kembali, apa yang harus aku lakukan? Mencintainya untuk yang kedua kali? Oh bukan, aku hanya menunggu bagaimana cahaya menemukan dia disudut hatiku, dan mengeluarkannya dari sana? Entahlah, aku hanya mengikuti apa yang takdir mau, meskipun takdir sering kali mempermainkan hidupku, dan hidupnya.

Disclaimer : Masashi kishimoto-sensei, tapi cerita ini murni milik saya ^^

R&R, DLDR..

SELAMAT MEMBACA! SEMOGA ANDA SUKA! ^.^

*Mrs. Funny*


Love is just about you and me. Without he/she, or whatever it called that defined third-people in relationship.

Hari ini, Hinata kedatangan seorang model cantik di kantornya. Sakura Haruno. Siapapun pasti tahu siapa model yang sedang naik daun itu. Kedatangannya cukup menyita perhatian bos Hinata . Pelanggan lama katanya.

"Hinata-chan, kenalkan ini Sakura Haruno . Dia salah satu pelanggan lama kita. Dan karena dia tamu spesial, maka saya juga ingin yang spesial yang mendesainkan baju-baju yang dia butuhkan. Bagaimana? Kamu mau kan, Hina-chan?"

"Ya, tentu! Kenapa tidak?" Hinata menjawab dengan nada sedikit pura-pura antusias untuk menunjukkan kesopanan.

"Sakura Haruno. Senang bertemu dengan anda, Miss Hyuuga-san."

Sakura mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah. Pesonanya benar-benar bisa membuat siapapun terjerat.

"Hinata. Hinata Hyuuga. Senang juga bertemu dengan anda, Miss Haruno-san." Hin menjabat tangannya sambil tersenyum juga.

"Sakura. Cukup panggil Sakura."

"well, kalau begitu anda juga bisa memanggil saya Hinata."

Hinata baru tahu, ternyata Sakura memiliki warna iris mata hampir berwarna jade yang sangat bening. Berhubung ia juga seorang model, maka ia tentu memiliki tubuh yang proporsional dan rambut hitamnya yang panjang dan lurus ia biarkan begitu saja tergerai. Jangan lupakan penampilannya yang sederhana tapi elegan. Benar-benar ciri khas model.

"Hinata-san, bagaimana kalo kita ngomongin bagaimana desainnya diluar saja? Sekalian makan siang mungkin?"

"Uhum. Jadi, mau dimana, Sakura-san? Gimana kalo dicafe' langgananku?"

"Ah, baiklah. Ayo!"

*Mrs. Funny*

You leave and then come back, again and again. Which one do you like more? I call you 'sunrise' or 'ocean tide'?

"Ah jadi, kamu ingin didesainkan baju untuk acara apa?" Hinata mencoba membuka percakapan dengannya.

"Aku ngomongnya nggak perlu formal nggak apa-apa kan, hinata-san?"

"ah, iya,"

"Jadi gini, dua minggu lagi, di Aritma Hall bakal ngadain acara yang semacam opera. Dan tema yang diambil Back to Ancient. Aku mendapat peran menjadi Putri Helena. Jadi, aku pikir baju yang cocok itu, gayanya klasik, warnanya tidak mencolok malah cenderung gelap, dan gaunnya itu dibuat menjuntai. Desainnya aku pikir, hampir sama dengan gaun-gaun ratu jaman dulu. Gimana?"

Tiba-tiba hp Hinata bergetar. Tanda ada pesan masuk. 'Dari siapa? Ini kan masih jam kerja? Apa mungkin pelanggan?' batin Hinata .

"Ah ya aku tau. Gaun itu ingin dibuat kesan glamour atau sederhana? Sebentar. Ada pesan."

Hime, kamu udah makan siang? Kalau belum, bareng aku sekalian mau? Sekarang gimana? –You Know Who-

"Sederhana. Di cerita itu Putri Helena terkenal cantik karena kesederhanaannya."

"Ya, aku usahakan. Kira-kira desainnya lusa aku kasih liat ke kamu. Dan sekitar seminggu lagi gaun nya sudah jadi, itu pun kalau kamu langsung menyetujui desainku. Gimana?"

"Okedeh. Ngomong-ngomong kamu mau makan sekalian atau langsung balik ke kantor lagi?"

"Nggak usah deh, mending aku langsung ke kantor aja. Aku permisi dulu Sakura-san" Hinata keluar dari cafe' dan langsung membalas pesan yang ia duga itu dari Sasuke . Entah darimana dan bagaimana Sasuke mendapatkannya.

Belum. Oke, bisa kok. Tapi sekarang aku masih dikantor, gimana?

Belum ada 5 menit Hinata membalas pesannya, ia sudah membalas pesanku.

Oke, 10 menit lagi aku jemput. Tunggu, hime J

*Mrs. Funny*

If loving you was wrong, then I dont wanna be right.

Sasuke datang tepat 10 menit setelah dia mengirim Hinata pesan. Benar-benar ciri khas orang disiplin, karena Hinata yakin setiap detik bagi dia sangat berharga. Sasuke menunggu diamping mobil. Hinata berjalan agak cepat menghampirinya.

"Hay, Sasuke! Kita mau makan dimana nih? Aku ingin makan ramen. Gimana kalo sekarang kita makan ramen?"

"Oke-oke, ya ampun terlalu to the point, Hime. Tapi, anything for you," Ucap Sasuke sambil tertawa.

Blush. Wajahnya kontan memerah karena ucapan Sasuke . Tidakkah ia sadar, hanya dengan candaan ringannya, mampu membuat Hinata tidak karuan-salahtingkah-jungkirbalik-or whatever it called—seperti ini? Hinata hanya bisa berharap Sasuke tidak menyadari perubahan warna wajahnya yang tiba-tiba memerah.

'Tuhan, kali ini apalagi? Aku sudah berusaha, untuk hanya berteman dengannya-tidak lebih. Tapi percayalah, orang yang 'dulu' pernah menjadi sepasang kekasih, tidak akan bisa hanya menjadi teman biasa. Salah satunya pasti ada yang masih mengharapkan. Dan kini, mungkin peran itu aku yang mendapatkannya. Ironic of course.' Batin Hinata ia sadari, cahaya itu semakin terang dan jelas untuk menemukan Sasuke yang sudah cukup lama bersembunyi. Bersembunyi dihatinya.

"Hey hey, anak kecil. Makannya pelan-pelan, ramenmu nggak akan aku minta, Hime."

"Uh. Aku. Bukan. Anak. Kecil. Aku udah 23 tahun tau. ya emang ramenku nggak akan kamu minta, tapi ramenmu yang aku minta. Hahaha."

"Jangan bilang kalo kamu mau nambah lagi, Hime.."

"Hehehe. Tau aja kamu, Sasu-kun. Lagian aku makan ramen sebanyak apapun nggak akan bikin aku gemuk kok."

"Ngomong-ngomong, Hina-chan. Aku mau bilang, kalo dua minggu lagi aku akan kembali ke Kiri untuk mengurus pindahku. Jadi, aku pingin ngabisin waktuku disini sama orang yang aku sayang. Kamu dan mama aku." Sasuke memulai pembicaraan ke yang lebih serius rupanya.

Hinata mengalihkan arah pandangannya dari ramen yang sedang ia makan ke pemilik mata onyx itu. Mencoba mencari letak kebohongan dalam kata-katanya tadi. Sedikit kaget karena ucapan Sasuke tadi. Tapi nihil. Hinata tidak menemukannya. Sasuke benar-benar serius mengucapkannya.

'Untuk kali ini saja, biarkan aku jatuh dalam kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Karena menurutku, jatuh cinta kepadamu itu seperti ekstasi. Terlarang dan candu. Untuk kali ini, biarkan dia membawa segala harapan yang aku punya dan memercayakannya kalau dia tidak akan menjatuhkanku begitu saja. Untuk kali ini, cahaya itu benar-benar menemukan tempat yang selama ini dijadikanmu sebagai tempat persembunyian dihati. Kamu menuntun cahaya itu lebih cepat dari yang aku bayangkan. Karena apa yang kamu bayangkan tidak selalu segaris dengan kenyataan. Dan nyatanya, cahaya itu lebih cepat menemukanmu dari yang aku kira' hati kecil Hinata mulai berharap.

Hinata hanya memandangnya sambil tersenyum. Senyum tulus yang sudah lama jarang Ia tunjukkan ke orang lain.

"Makasih, Hime. (Makasih buat ada disamping aku sebelum aku ngelupain kamu, batin Sasuke)Udah habis ramennya? Yuk aku antar kamu ke kantor."

"You're welcome. Nggak, kerumah aja. Soalnya tadi sebelum aku kesini aku udah ketemuan sama pelangganku, jadi aku bisa langsung pulang sekarang."

"Okedeh. Let's go!"

*Mrs. Funny*

"Sasu-kun, ayo masuk dulu."

Dan, disana lah mereka, di apartemen yang hinata beli karena ia tinggal jauh dari keluargaku. Untuk menghemat waktu, tenaga dan biaya, ia lebih memilih menyewa apartemen dimana hinata bekerja.

"ini sudah malam, hime."

"oh ayolah, kau sudah sangat lama tidak melihat apartemenku sejak terakhir kali kau kesini."

"baiklah, asal kau memberiku pie buah buatanmu. Setuju?"

"yah, kau tunggu saja didepan tv."

Membuat pie memang tidak sebentar, tapi sebenarnya hinata mengajak sasuke kemari karena cuaca diluar sudah sangat mendung, dan ia tidak ingin orang yang, well, dia sayang berada diluar ketika hujan turun. Selain itu, karena tetangga apartemenku sudah pasti belum pada pulang, hinata meminta sasuke untuk tinggal karena hinata memang takut hujannya disertai petir. Jika malam hari, ia biasa ikut tidur dikamar Mei-san apabila petir ataupun badai datang. Tapi sekarang tetangga apartemennya pun belum pulang. Hinata. Sangat. Takut. Petir.

Belum lama Hinata memikirkan hujan, sekarang hujan sudah mengguyur Konoha. Tidak tanggung-tanggung memang, pertama turun langsung deras. Ia yang sudah memperkirakan akan adanya petir tetap tidak siap ketika petir mulai menyambar-nyambar di langit.

"sasuke-kun.."

Sasuke yang mendengar petir langsung teringat hinata, sasuke tahu hinata sangat petir, jadi hal pertama yang akan ia lakukan disaat ada petir adalah disamping hinata. Maka, seketika itu juga disaat hinata memanggil namanya, sasuke langsung menuju dapur membiarkan tv-nya menyala.

"aku disini," sasuke datang sambil memeluk hinata dan mengecup bibirnya sekilas.

'Sasuke-kun, cium aku lagi! Aku merindukan ciuman itu, Sasuke-kun!' batin hinata.

Tidak cukup hanya dengan kecupan singkat, hinata menarik kerah pakaian milik sasuke, dan berjinjit kemudian menempelkan bibir miliknya dengan bibir milik sasuke. Ia mencium sasuke sambil memejamkan matanya.. ia rindu bibir ini. Ia rindu pemilik bibir ini.

Sasuke yang kaget karena hinata merespons ciuman singkatnya, hanya menarik tubuh hinata lebih mendekat ketubuh sasuke. Sasuke letakkan kedua tangannya dipunggung hinata, mengelus dari atas kebawah dan mulai membiarkan hinata memimpin ciumannya sendiri.

Hinata meletakkan satu tangannya dileher sasuke dan tangan lainnya mulai meremas rambut belakang milik sasuke.

'ciuman ini benar-benar memabukkan!' batin keduanya

Dengan latar belakang hujan yang deras, ciuman itu terus terjadi meskipun beberapa kali terputus untuk mengambil napas dan melanjutkan lagi ciumannya. Sasuke mulai terbawa suasana dan mulai mengambil alih ciuman hinata. Ia mulai menggigit bibir hinata dan membuat ciuman mereka semakin panas.

Sasuke langsung saja menarik hinata dan mendudukkannya dimeja dibelakang hinata. Sasuke mulai melepas ciuman dari bibirnya dan mulai mengecupi leher hinata.

"Mmmhh, suke.." tanpa hinata sadari, ia mulai mendesah.

'Plap!' kilat mulai menyambar dilangit, dan hinta yang kaget sekaligus takut, langsung turun dari meja dan memeluk sasuke. Berusaha mencari rasa aman dari sasuke. Sasuke hanya mencium pelipis hinata. Hinata tahu, ia sudah merasa aman dan terlindungi dipelukan sasuke.

"Jangan takut, aku disini. Ayo, selesaikan pie-nya dan aku antar kamu ke kamar."

Hinata hanya mengangguk, dan melanjutkan mengoven kulit pie-nya. Dan ketika sudah selesai, sasuke mulai menggiring hinata keruang tamu untuk mematikan tvnya karena hinata benar-benar tidak ingin jauh dari sasuke.

"ayo ke kamar,"

Sasuke menidurkan hinata diranjang miliknya sendiri dan mulai menyelimuti hinata.

"kamu tidur aja disini. Aku akan pulang, oke?"

"jangan. Diluar petir, aku takut suke.. Aku juga tidak ingin kamu kenapa-kenapa karena diluar hujan deras."

"baiklah, aku tunggu diruang tamu saja, oke?"

"tidak oke. Aku mau kau menemaniku disini." Hinata menjawab sambil menunduk karena menahan malu saat mengucapkannya.

"well, kau ternyata sangat merindukanku, ya?" Sasuke menunjukkan seringai-nya yang oh-so-handsome. Hinata hanya bisa semakin menundukkan kepalanya.

Sasuke mulai menaiki ranjang hinata dan menempatkan dirinya ditepi, dan hinata berada diantara tembok dan dirinya. Hinata juga membagikan selimutnya yang besar dengan sasuke. Benar-benar hangat memang. Ketika petir berbunyi lagi, hinata hanya mencengkeram kerah kemeja yang dipakai sasuke sambil memejamkan matanya rapat-rapat. Sasuke balas memeluk hinata dan mengecupnya dipelipisnya. Diluar memang masih sore, tetapi langit sudha benar-benar gelap.

Samar-samar, sebelum hinata tidur, ia merasa sasuke mencium dahinya dan mengucapkan 'aku mencintaimu, hime.'.

*Mrs. Funny*

"sasuke-kun, jangan.. aku ingin kau tetap tinggal.. aku mencintaimu suke.."

Samar-samar, ketika sasuke sedang membalas email yang masuk ke iphone-nya, sasuke hinata mendengar hinata meracau seperti itu. Sedikit sulit mendengar jelas apa yang dikatakan hinata memang, karena itu diucapkan ketika dia tidak sadar. Dan setelah sasuke tahu apa yang sedang hinata mimpikan, dia hanya meliriknya dan diam. Badan hinata bergerak-gerak gelisah. Seperti orang yang ketakutan. Sasuke merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokannya. Ternyata di mimpinya pun, dia tidak menginginkan aku pergi.

Setelah kesadaran mengambil alih pikiran sasuke sepenuhnya, sasuke semakin merapat ke hinata dan meletakkan ponselnya di meja seberang tempat tidur hinata. Sasuke mulai mengelus surai indigo itu. Mencoba memberikan ketenangan kepada hinata.

Bukannya semakin tenang, hinata justru semakin gelisah dalam mimpinya, ia mencengkeram bagian depan kemeja sasuke, sambil meracau kalimat yang tidak bisa sasuke cerna.

"ssukee..hhh.."

"aku disini, hime."

"suke, jangan pergi.."

"hime, aku disini. Bangunlah," Karena tidak tahan dengan gelisah hinata dalam tidurnya, sasuke mengguncang pelan bahu hinata dan membangunkan hinata. Hinata langsung terkesiap dalam tidurnya, dan terjaga dari tidurnya. Mulai merasa malu karena sedang dipandang intens oleh onyx milik sasuke.

Oh tuhan! Lihat lah hinata, dia bangun dari tidurnya dan mimpi buruknya dengan keadaan berkeringat, benar-benar erotis. Brengsek! Dia sedang mimpi buruk karenamu bodoh! Begitulah batin sasuke.

Tiba-tiba, lampu mati. Hinata menjerit seketika.

"jangan takut, aku disini." Hinata langsung duduk dan memeluk sasuke. Ketika hinata mencoba memandang wajah sasuke dalam kegelapan, tanpa sengaja, hidung mereka bersentuhan, dan.. well, mereka berciuman, awalnya sangat lembut, entah siapa yang memulai, ciuman itu berubah menjadi adu lidah dan saling menggigit bibir lawannya.

Dan, sasuke mengangkat hinata agar duduk diata sasuke sambil melanjutkan ciumannya. Ciuman mereka benar-benar hanya nafsu. Sasuke meletakkan sepasang tangannya dipinggang hinata sambil mengelusnya naik turun, sedang hinata, sebelah tangannya ada dileher sasuke dan tangan lainnya ada di dada sasuke. Hinata merasakan sesuatu mulai mengeras menggesek dan bersentuhan dengan pantatnya.

"suke.. mmhhh.." desah hinata disela ciuman mereka. Hinata mulai merasakan ada sesuatu yang becek di liangnya.

Sial! Aku tidak peduli! Aku butuh dia ada dalam diriku!

Dengan menurunkan pantatnya, sekarang barang milik sasuke dan liang hinata bersentuhan dan bergesekan, meskipun masih ada halangan pakaian mereka masing-masing.

Hinata, ini benar benar nikmat!

Hinata mulai menggesekkan liangnya maju mundur dengan bagian milik sasuke yang mengeras. Sasuke juga mulai meremas pantat kenyal milik hinata. Benar-benar sudah termakan gairah.

Sasuke menaikkan tangannya menuju payudara hinata. Dan meremas pelan keduanya. Sasuke melepas ciumannya dan menurunkan ciumannya ke leher jenjang hinata.

"mmmhhh, suke.. disituu.."

Sasuke sudah tidak dapat mendengar apa yang dikatakan hinata, ia hanya melakukan apa yang seharusnya ia lakukan sekarang. Hinata juga menempatkan tangannya diatas tangan sasuke yang sedang meremas payudaranya mengarahkan tangan sasuke kedalam balik kaos yang dipakai hinata. Sasuke mulai meremas-remas payudara itu secara langsung.

Dan tanpa hinata tau, hinata akan segera mencapai orgasme-nya yang pertama, dan ditambah dengan sasuke yang memelintir putingnya. Dalam sekejap, hinata langsung terbang ke langit.

"sukee, mmhh.. akuu sampai.. aahhhh"

Setelah memberi hinata waktu pasca orgasme-nya, sasuke melepas baju keduanya dan membalikkan tubuh mereka berdua sehingga hinata berada dibawah tubuhnya yang oh-sangat-atletis itu.

"hinata, lihat aku sewaktu aku melakukannya."

Perlahan, sasuke mulai memasukkan kejantanannya kedalam liang hinata. Sangat perlahan hingga hinata tidak sabar karena baru kepala kejantanan milik sasuke saja yang masuk. Dengan segera, hinata menarik pantat sasuke dan menariknya sambil hinata memajukan badannya. Dan dengan langsung kejantanan itu langsung dilahap oleh liang hinata yang sudah becek itu.

"aaahhh.. mmhhh.." hinata memekik kecil.

"hinata, liangmu seperti ingin menelan bulat-bulat milikku. Sungguh sempit dan kencang. Shit!" sasuke menggeram dileher hinata.

Perlahan sasuke mulai menarik miliknya dan menyisakan kepalanya saja didalam liang hinata dan memasukannya lagi dengan tenaga penuh. Benar-benar langsung menghantam bibir rahimnya. Mereka terus melakukan kegiatan itu sampai hinata akan klimaks lagi dan melingkarkan kakinya dipinggang sasuke seolah tidak ingin sasuke melepas kejantanannya. Sasuke membungkam geraman hinata dengan bibirnya. Tanpa memberikan jeda bagi hinata, sasuke terus menggenjotnya karena merasakan dirinya akan mencapai klimaks. Dan hinata merasakan akan klimaks lagi. Gerakan sasuke semakin tak terkontrol dan pada akhirnya sasuke menanamkan miliknya jauh didalam hinata dan menyemburkan spermanya ke rahim hinata. Sasuke mencapai klimaksnya yang pertama, dan hinata mendapatkan multi-orgasme setelah sebelumnya orgasme satu kali pada saat pemanasan.

Sasuke mulai merebahkan badannya disamping hinata, memeluk hinata dan menaikkan selimut untuk mereka berdua. Hinata mengecup hidung milik sasuke sebagai ucapan selamat malam dan merebahkan kepalanya diatas dada sasuke.

"terimakasih, hime. Aku menyayangimu." Ucap sasuke ditelinga hinata.

Dan sekarang mereka berdua benar-benar tertidur karena kelelahan.

*Mrs. Funny*


A/N : maaf belum update cerita yang sebelumnya tapi udah ngeupdate cerita baru aja. buat yang nungguin fic Play Behind, Funny pasti terusin kok.. cuma nggak dalam waktu dekat, soalnya Funny kehabisan ide nih

by the way, gimana nih ceritanya? lebih bagus dari yang pertama atau nggak?

untuk rate, saya sudah kasih lemon tapi belum bisa bikin yang asem-asem ya. masih newbie.

Lanjutin apa nggak nih?

kalau iya, mohon Reviewnya ya..

Best Regards,

Mrs. Funny