Cahapter 3 : Kaito Cs X Miku Cs

Help Len!

By: Adhitya Nogami

Desclaimer : Vocaloid bukan punya saya, tapi ini cerita punya saya

Ranting : T

Genre: romance, Friendship

Warning : gaje ,alur gak nentu, typo ada di mana-mana, ada sedikit humor yang garing, kata-kata kurang jelas dll

Summary : Len kagamine, siswa pindahan yang suda menetap selama 1 semester di smp Voca junior high sechool, sejak pertama dia di sana, dia suda memendam hati pada seorang gadis cantik bernama megurine Luka, melihat itu teman-teman Len yaitu Kaito Cs ingin membantunya. akankah mereka berhasil ?

Len PoV

Ahh! Sungguh, gue terkejut banget saat gue lihat siapa yang duduk di ruang tamu rumah gue, "Ahh—Rin?".

"Len! Tidak baik menunjuk-nunjuk, teman mu kan? Cepat ke kamar, ganti baju dan temani Rin-chan di sini!" ucap Ibu sambil berkacak pinggang, gue cuma nurut aja, dari pada sendal melayang.

"baiklah, baik," Gue coba nenangin ibu, tapi kenapa si Rin ada di sini? Aaggrrhh! Sudah la nati gue tanyain.

"Jadi kau mau apa di sini?" gue udah duduk di hadapannya, dan menanyakan hal yang menurut gue itu tidak pantas untuk di lakukan.

"Emangnya tidak boeh ya?" Dia malah terlihat kesal dan seperti kebanyakan cewek kalau kesal suka ngegelembungin pipi.

"Bisa ya bisa juga tidak!" Gue bentak aja tu si Rin, kepalang pusing.

"Huh! Padahal ada hal penting mengenai masa depan Len-kun," Rin kata-kata lo bikin gue binggung, apa sih maksudnya?

"Apa?"

"Huh! Len-kunnya jahat, Lebih baik aku pulang saja!"

Normal PoV

Len terus saja membentak Rin sampai membuat Rin kesal dan akhirnya memutuskan untuuk pergi dari rumah Len. Tetapi niat Rin tersebut langsung di gagalkan oleh Len yang menarik tangan Rin saat Rin sudah berada di depan pintu.

"Baiklah, bicarakan pada ku!" Ucap Len, kayaknya sih Len gak berani berkata Gue-Loe pada cewek ya?

"Huh! Jahat!" Geram Rin yang segera memberontak tangannya yang di pegang Len.

Melihat reaksi Rin, Len malah memperkuat pegangannya pada tangan Rin, "Baik, aku minta maaf karna telah membentak mu!" Ucap Len yang sedikit memberi intoasi kesal pada setiap kalimatnya.

"Nah, gitu dong, hehe!" Ucap Rin yang langsung melepaskan tangan Len dari tangannya dan langsung kembali duduk di tempat dia tadi duduk.

Len yang melihat Rin seperti itu hanya memperliatkan wajah yang kesal, "Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"

"Hmm, hari sabtu malam Len-kun punya acara tidak?" Tanya Rin.

Len sangat terkejut di dalam pikirannya, 'Kenapa Rin berkata begitu?' pikirnya, 'jangan-jangan Rin akan mengajak gue lagi ke teather horor lagi, tidak! Bisa-bisa gue gak bisa tidur se bulan' pikirnya dengan wajah sudah pucat pasi, dan otomatis membuat Rin memiringkan kepalanya.

"Len-kun? Hey! Len-kun! Sadarlah!" Teriak RIn.

"Ah, entah lah Rin, kalau teather horor sihh…" Len menggantung perkataannya.

"Bukan, bukan dengan ku tapi de -" Rin yang belum selesai dengan perkataannya, di potong oleh Len.

"Tidakk! Aku kan sudah bilang aku tidak suka Neru, jadi aku tidakk mau!" Len tiba-tiba histeris.

"Huh, kau ini! Makanya dengarkan dulu sampai selesai, dasar baka!" Ketus Rin yang mulai naik darah.

"Tidak, Rin! Lagi pula aku sudah punya cewek yang aku suka!" Ucap Len dengan Intonasi yang tinggi.

"Siapa?" Ucap Rin dengan penasaran.

"Iittuu …" Len mengantung perkataannya.

Mendengar perkataan Len yang di gantung, Rin menaikan sebelah alisnya, "Jangan kau katakan, kau suka Piko!"

"Apa!? Aku bukan Yaoi Rin!" Teriak Len.

"Len kagamine, ternyata seorang yaoi," gumam Rin yang sedang mencatat di sebuah buku kecil yang dia ambil dari saku jaketnya, (oh ya author lupa kalau Rin pake jaket)

"Riiinnn!" Teriak Len semakin menjadi-jadi.

"Len! Berisik tau gak?" Ucap Rin dengan deathglarenya.

Len hanya tertunduk lesu, melihat deathglare Rin, "Baiklah, siapa orang yang mau kau ajak kencan dengan ku?"

"Mm.. kasih tau gak ya?"

'ini cewek bikin gue kesal aja,' gumam Len dalam hatinya, "Iyalah, biar aku tidak mati penasaran, " Ucap Len asal.

"Megurine Luka," ucap Rin sambil memberi senyum pada Len.

"Hah? Ka—kau serius?" Len terkejut dengan perkataan Rin.

"Ya seirus lah, sudah aku mau pulang, lagian urusanku suda beres di sini," Ucap Rin sambil beranjak dari kursi dan menuju pintu, "Sampai jumpa di sekolah Len-kun!"

Len hanya terdiam dengan ekpresi wajah tak menentu, otaknya masih memproses apa yang tadi di bicarakan oleh Rin, 'Luka? Ingin mengajak ku? Dengan ku? Oh tuhan, apa ini sebuah mimipi?' itu lah yang di pikirkan Len dalam lamunannya.

.

.

'bruukk!' suara bangku kayu di kelas IX-E yang di gebrak oleh cewek twintail tosca, membuat suasana pagi hari di voca junior high school menjadi gaduh, "Mina-san! Aku sudah punya rencana," ujarnya sambil menunjukan selembar kertas pada teman-temannya.

"Rencana .. nomer .. satu … mem..buat…kencan … yang…romantis…" SeeU membacanya dengan menyipitkan matanya.

"Ahh! Kau ini membaca saja lama, sini biar aku yang baca," Dengan secepat kilat Teto mengambil kertas yang di pegang SeeU.

"Membuat kencan romantis di kedai Teto," Teto membacanya dengan lancar. Sedetik kemudian, "Apa? Di kedai ku!?" Teriak Teto.

"Iya, kedai kau Teto!" Ucap Miku

"Hei, kedai ku kan sedang sepi, jadi .." Perkataan Teto di potong oleh Miku.

"Jadi apa?" Tanya Miku dengan tatapan horornya.

"Tenanglah Teto, aku yang akan membayar kedai mu itu," Suara itu berasal dari depan pintu kelas IX-E, lebih tepatnya berasal dari Luka.

"Ehh?" Seluruh kelas sangat kaget, meski di dalamnya cuma ada (Mengambil nafas dalam-dalam) Teto, Rui, Rin, SeeU, Mayu, Miku, dan Neru.

'Dia benar-benar serius' Batin Miku dengan wajah yang serius menatap Luka.

'serius.' ini SeeU

'Bagus Luka!' Rin ikut-ikutan.

'Bagus! Yeahh!' batin Mayu sambil mengasah kampaknya.

'hhmm, seru juga kalau Luka-chan serius,' Rui gak mau kalah membatin.

'ah, syukurlah ada yang membayar, kalau saja Luka gak datang bisa bagkrut kedai ku sama cewek gila ini' batin teto yang melirik Miku.

'siapa yang kau sebut gila hah?' Miku membatin dan melirik tajam Teto, dan anehnya Teto mendengar batinan Miku.

'Hei sudahlah' Batin SeeU yang melirik mereka berdua, batinan SeeU juga terdengar oleh mereka berdua.

'Wah, aku ikutan dong percakapan batin' Ini Rui.

'sudah-sudah' batin Rin.

'ada yang lihat kelinci?' Mayu gak mau kalah ikutan.

"eehem!" terdengar suara deheman, itu berasal dari orang yang dari tadi sama sekali tidak membatin, Akita Neru, membuat mereka berhenti dari batinan gila mereka.

"Ru—i-san aku keluar dulu ya?" Ucap Neru sweatdrop (dia sebangku dengan Rui)

"ahh, ii-ya," Balas Rui.

Neru keluar dari kelas, dan berhenti sebentar di depan pintu kelas dan membatin, 'Mereka semua gila ya? Bisa berbicara lewat pikiran'

"Siapa yang kau sebut Gila hah!?" Kali ini bukan batinan lagi, tapi Teriakan dari semua yang ada di kelas, (Min Luka) membuat Neru sweatdrop, lalu kabur seribu langkah.

"Eh, tunggu! Kemarin aku bertemu dengan Kaito, dan dia berkata tentang Len," Ucap Teto setelah kejadian nista itu terjadi.

"Dia bilang apa?" Tanya Miku begitu antusias.

"Dia bilang .."

.

Di Kelas IX-C

"Hooaamm," Terlihat seorang berambut Hitam Lekat, sedang menguap dengan bosannya, kenapa? Soalnya di kelas IX-C gak ada siapa-siapa kecuali orang itu, Rei Kaguya.

"Arrrgghh! Kemana yang lain sih? Masa jam segini belum datang sih?" Ketusnya.

Tiba-tiba, 'kreekk' terdengar suara pintu kelas yang di buka lebih lebar, terlihat seorang yang tidak asing lagi, Len Kagamine, "Rei? Lu sendiri aja ya?' Tanyanya polos.

"Gak, sama bangku, ya sendiri lah!" Geram Rei.

Len yang melihat mood Rei yang buruk hanya sweadrop, lalu pergi menuju tempat duduknya.

"Ohayou Mina-san!" Teriak Kaito yang baru saja datang dengan dua orang lagi di belakangnya, suaranya menggema di seluruh penjuru kelas IX-C membuat telinga orang yang ada di dalam merasa tuli sementara.

'bletakk!' Suara pukulan yang menimpa Kaito dari belakangnya, "Dasar bodoh! Pagi-pagi sudah membuat keributan, bikin gendang telinga gua ancur aja!" Ucap lelaki berambut pirang pendek dengan jepit rambut, dia pun masuk ke dalam kelas sedangkan Kaito masih meringis kesakitan.

"Hei Kaito Loe gak apa-apa kan?" Tanya orang berambut putih kaya cewek aka Piko.

Kaito tidak menjawab dan langsung pergi menuju bangku di sebelah Len, lalu duduk, si Piko yang di kacangin dia hanya berkespresi poker face.
"euhh, pagi-pagi dah bad luck nih ceritanya, hahaha," Sindir Len melihat tingkah laku Kaito tadi.

"Diem loe shota!" Geramnya pada Len.

"Ohayou Mina!" Ucap Mikuo yang baru datang.

Melihat Mikuo datang Len dan Kaito hanya membalas sapaannya tadi, "Ohayou!" Ucap mereka berbarengan.

Setelah mereka duduk di tempat masing-masing, Piko dengan Mikuo yang duduk di depan Len dan Kaito, Len dengan Kaito di belakang Piko dan Mikuo, sementara di belakang LenKaito Rei, temen bangkunya belum dateng.

Tiba-tiba Kaito mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, sebuah kertas yang begitu banyak corat-coret.

"Eh, Gue udah siapin rencana nih," Ucap Kaito sambil memberikan kertas tadi pada Len yang langsung di baca sama Len.

"Eh, Makan malam romantis itu jadi ya, tapi itu kan …" Perkataan Len terpotong oleh seseorang yang tiba-tiba datang dari pintu kelas.

"Mikuo-nii!" Teriak seorang cewek twintail Miku di depan pintu kelas.

Semua orang di dalam kelas(Len,Rei,Kaito,Mikuo,Piko,Rinto dan lima siswa perempuan enam laki-laki) Menatap ke arah asal suara.

"Ada apa?" Tanya Mikuo dengan nada seperti sedang malas menghadapi Miku.

"Tidak ada cuma …" Miku memotong perkataannya, dan berjalan memasuki kelas IX-C dan menuju ke bangku Kaito dan Len, "Cuma ingin memberi tahu Shion-san bahwa aku ingin bicara nanti istirahat," Lanjutnya sambil menatap Kaito.

Kaito yang mendengarnya cuma terkejut tidak percaya, kenapa? Karna dari dulu dia itu sangat menyukai Miku, sampai pernah menginap di rumah Mikuo hanya untuk memfoto orang yang di sukainya saat tidur, buat koleksi katanya.

"Aa-akuu?" Tanya Kaito terbata-bata.

"Iya, bisa kan? Aku tunggu di depan Lab Fisika, pas jam istirahat yaa?" Ujar Miku, lalu kini Miku menghadap kea rah kakaknya yang sedang cengo melihat dirinya, "Ada apa Mikuo-nii?" Tanya Miku.

"Kau sedang tidak ke habisan uang kan? Atau kau sedang sakit Miku?" Tanya Balik Mikuo yang masih dalam mode cengo.

"Mikuo-Nii ini! Bicara apa sih, Aku kan baik-baik saja, jangan berpikir yang tidak-tidak ya!" Teriak Miku yang langsung keluar dari kelas nista tersebut.

Setelah itu semua hening, taka da suara sedikit pun, hanya ada sebuah tatapan tidak percaya dari semua orang yang ada di sana pada Kaito. Kaito yang merasa di pandang dengan pandangan 'masa cowok kaya gitu bisa dapet cewek' hanya diam membisu dengan keringat dingin keluar.

"Cie Kaito ketemuan!"celetuk orang yang paling dekat dengan Kaito, Len.

"Cie Kaito cie," Semua orang kini sedang meneriaki Kaito.

'kriiinngg!kringgg!kriingg!' bunyi bel sekolah sudah berbunyi mendandakan bahwa pelajaran pertama akan di mulai, seluruh siswa pun sudah masuk pada kelasnya masing-masing.

.

.

'kriiinngg!kringgg!' bel istirahat berbunyi, memandakan pelajaran telah selesai.

"Ya anak-anak, jangan lupa minggu depan kita ulangan." Ucap sensei berkacamata berambut hitam kecoklatan, sambil keluar kelas.

"Akhirnya istirahat juga, hey Kaito loe mau ke …." Ucap Len namun terpotong karna saat dia menengok , sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sampingnya.

.

"Tap … Tap … Tap .." Terlihat Kaito sedang berlari menuju Lab Fisika, di sana sudah ada Miku yang menunggu.

"Maaf Hatsune-san menunggu!" Ucap Kaito sambil mengaruk kepalanya yang sangat gatal (Tidak mainstream)

"Ah tidak apa-apa," Ujar Miku, lalu dia mendekati Kaito yang ada di bawah pohon samping Lab Fisika.

"Ngomong-ngomong ada apa ya, kau mau mengajak aku bicara?" Tanya Kaito.

Miku tidak menjawab hanya tersenyum lalu dia menjentrikan jarinya, membuat Kaito bingung. Tiba-tiba muncul Teto dan Rui di belakang Kaito, Langsung saja mereka memegangi kedua tangan Kaito dan menyeretnya ke belakang Lab Fisika.

"Kami mau mengintrogasi Loe!" Ucap Miku dengan tatapan pembunuhnya.

"Ten..taang a..ap..a?" Tanya Kaito di tambah rasa takut.

"Loe mau mesen tempat di kedai si Teto kan? Dan itu buat Len kan?" Tanya Miku degan penu intrgoasi.

"Iya dan Iya," Balas Kaito yang masih ketakutan.

"Len pergi dengan siapa?!" Tanya Miku lagi.

"Emang Lu suka sama Len ya?" Kaito malah nanya balik.

"Sembarangan! Gue itu suka sama lo—" Miku berhenti berbicara dan menutup mulutnya.

"Ehhh!"

'Sudah! Jawab saja pertanyaan Miku!" Ujar Teto.

'gleekk' Kaito menelan ludah sebelum mejawab pertanyaan tersebut, "Baiklah, orang itu adalah …" Kaito menggantung perkataannya.

'dasar drama queen' Batin Miku, Teto, dan Rui.

"Luka … Megurine Luka," Ucap Kaito yang suda memperlihatkan wajah pasrah.

"Ehh …?!"

"Lu kagak bercanda kan Bakaito?" Tanya Teto

"Lu gak lihat muka gue yang penuh kejujuran ini?" Bentak Kaito.

"Itu mah sih jelek," celetuk Miku.

'Huhuhu, si Miku jahat banget,' Batin Kaito yang suda pasrah dengan tubuhnya yang di tahan sedari tadi.

"Udah, Teto, Rui lepasin tuh kasian!" Perintah Miku.

"Jadi loe mau bantu si Len dapetin si Luka gitu?" Tanya Miku, kali ini dengan intonasi yang lembut.

"Iya, itu kan seru tuh, emang ada yang suka si Len ya di atara lu lu pada?" Tanya balik Kaito.

Mereka semua menggelengkan kepala, "Justru kami ingin membantu Luka buat dapetin si Len," Jelas Rui.

"Ehh! Lalu kenapa Lu introgasi gue?" Tanya Kaito.

"Yak an soalnya gak tau yang mau mesen tempat itu si Len sama si Luka," Jawab Miku.

Tiba-tiba di atas kepala Kaito muncul lampu yang sangat terang, "Ah! Gue punya ide, gimana kalau kita bersama aja bantuinnya?"

"Hmm? Boleh tuh, gimana?" Tanya Miku pada kedua temannya yang hanya di jawab dengan anggukan saja.

"Oke, kalau gitu, kita berkumpul di Ruang osis yang jauh dari sekolah, kalian tau kan?" Tanya Kaito.

"Iya," Jawab mereka di sertai anggukan.

"Yaudah, gue ke kelas dulu ya!" Ucap KAito yang langsung pergi dari tempat itu.

.

.

Kriingg …

Sperti biasa Bel sekolah berbunyi sekali menandakan seluruh siswa di perbolehkan untuk pulang.

"Len, lu pulang duluan aja gue ada urusan," Ucap Kaito, mereka kini ada di depan gerbang sekolah.

"Oke, gue duluan ye?" Ujar Len yang langsung pergi.

Kaito langsung menuju tempat pertemuan, di sana sudah ada yang berkumpul para cewek, diantaranya Miku, Teto, Mayu, Rin, sementara cowoknya, Piko, dan Rei, Sekarang mereka akan memulai rapat aneh(?) dan gaje ini(?)

"Baiklah kita mulai!" Ucap Kaito.

"Eh tunggu! Rui, SeeU dan Mikuo belum datang," Ucap Rin.

"Biar Gue yang nyari Rui," Rei langsung pergi dengan kecepatan cahaya.

"Eh si Rei mau kemana?" Tanya Mikuo yang baru datang dengan SeeU.

"Mikuo-Nii? Udah ngapain hayo ..?" ucap Miku dengan aura dark miliknya.

"Maksud mu?" Tanya Mikuo tidak mengerti.

"Itu .." Miku menunjuk tangan kanan kakaknya yang di gandeng oleh SeeU, "Cie .. Mikuo-nii udah punya pacar nih," Celetuk Miku.

"Ehh, itu …." SeeU melepaskan tangannya yang menggandeng tangan Mikuo, terlihat wajahnya sudah memerah begitu juga Mikuo.

"Mik gue udah bawa nih si Rui," Ucap Rei yang juga tenyata wajahnya memerah, Rui? Jangan di tanya di juga memerah.

"Oke kalau gitu, kita mulai!"

.

.

"Ano …"

Luka yang kini berada di depan gerbang sekolah, dia menoleh ke sumber suara,"Ehh, Kagamine-san? Ada apa?" Luka begitu terkejut melihat orang yang ada di belakangnya.

"Ano .. Megurine-san apa aku boleh meminta nomer handphone mu?" Tanya Len, wajahnya begitu memerah.

Luka pun sedikit terkejut dan juga ikut memerah, "Tentu, sini hanphone mu," Lalu Len memberikan handphonenya yang berwarna kuning dengan gantungan berbentuk pisang, Luka hanya tertawa kecil melihat handphone Len, "Ini sudah, Aku tunggu sms dari mu ya, sampai jumpa!"

"Sampai Jumpa…" Ucap Len lalu membatu di sana.

.

.

.

Yosh! Chap 3 beres! Gimana? Serukah? Jelekkah? Atau? Silakan Luapkan di Kotak Review! Maaf nih Updatenya Lama (Gak ada yang nanya) Soalnya saya mau UN jadi kemungkinan akan sedikit lama untuk mengetik fic karna arus membagi waktu dengan belajar, Cuma itu aja sih, Oke kita bales Review dari teman-teman :

Kiriko Alicia : Benarkah? Wahh! Senangnya, ini sudah lanjut, terimaksih telah mereview, Review lagi ya!

Kurotori Rei : Ya saya bikin si Len di sini jadi pemalu dan kurang percaya diri, soal Rin udah terjawab di chap ini, trimakasih sudah mereview!

Yami Nova : benarkah? Wah terimakasih! Siap saya coba tuk tingkatkan! Terimaksaih sudah mereview!

Akhir kata Terimakasih dan tolong Reviewnya !