A Girl Who Looked Like Me

author asli: Fujimaki Tadatoshi

Cast: Akashi.S , Annie.K

Couple: AkashixAnnie

note: untuk cast,anggota KiseDai author tidak tulis krn kemungkinan besar akan jarang sekali muncul :v /emot

GOMEN FOR TYPO(S),ALUR YANG MUNGKIN NGAWUR(?),DLL,DST,DSB.

Thankyou for reviewnya ya minna-san. Reviewnya baik,arigatou yang udh mau kalau masih ada kekurangan dan sedikit lama untuk update karena Author lagi sibuk (baca: Tersiksa) persiapan ujian yang..tau lah.

Oke. Happy Reading!


"Baik,kami berharap banyak atas kerjasama ini."

"tentu."

"Ayo pulang,Annie."

"Kau juga seijuuro."

"Ya."

.

.

.

"O-Ojousama! Ayo bangun nanti terlambat!"

.

.

.

butler pribadi Annie memecah ketenangan pagi hari.

"Uh..iya..iya..sabar sedikit!" Ucap Annie

Annie segera mandi,memakai seragamnya,sarapan dan ke ,tiba-tiba muncul ide yang tak biasa dari pikirannya.

.

.

SKIP TIME. Di sekolah..

.

.

"Nanti aku tidak datang ke gym ya?"

"Eh?! Kenapa?! Achan harus datang!" Seru seorang gadis bersurai merah muda.

"Aku bosan ke gym terus. Jadi manager rupanya nggak enak. Harusnya aku masuk klub beladiri dari dulu!" Seru Annie.

"Aku juga sudah minta izin sama Coach kok." Sambungnya.

"Yah..yasudah,nanti kusampaikan pada Akashi-kun." Jawab Momoi pasrah.

"Tenang,nanti waktu klub aku sms kamu."

"Oke!"

(note: Disini karena nama Annie itu rada panjang(?) Jadi Author bikin Momoi manggil si Annie Achan,dan nanti Author juga akan buat Kuroko panggil Annie itu Kawa-san.)

Saat kegiatan klub,ponsel Momoi bergetar, terlihat sebuah pesan kecil dari Annie.

To : Satsuki

Fr : Annie

Subject : -


Hai. Kebetulan hari ini anak2 klub beladiri tidak ada kegiatan,skrg aku ada di ruangan mereka. Kalau mau menyusulku,aku ada diruang ketiga setelah tangga. JANGAN BERI TAHU MEREKA YA!


"Hei,Momocchi,Annicchi kemana,ssu? Kenapa dia tidak datang?" Tanya Ryota Kise.

"Mana si manager kedua itu? Padahal aku berniat membuktikan padanya kalau otot kaki ku dan pergerakanku ini tidak payah!" Seru Aomine sewot karena merasa hasil latihannya sia-sia.

"Uh..Aku tahu kok dia ada dimana." Kata Satsuki yang tidak mempedulikan kata-kata Annie.

"Bawa kami ketempat dia berada,Satsuki!" Titah Akashi.

Segera,para anggota KiseDai pergi ke tempat latihan beladiri dan melihat Annie yang sedang latihan.

krik.

krik.

krik.

Mereka melihat pemandangan yang sangat mengejutkan,bahkan untuk dilakukan seorang wanita.

Annie rupanya kuat sekali. Dia melatih banyak seni beladiri seperti karate,tinju, maupun jurus2 beladiri yang dia ciptakan sendiri.

Patung-patung kayu untuk latihan banyak yang retak bahkan patah karena dipukul dan ditendang terus-menerus. Mengejutkan.

Annie yang hanya memiliki tinggi 170 cm, ternyata kuat sekali,membuat para anggota KiseDai merinding. "Pantas dia dengan santainya mengatakan kelemahan tiap anggota,soalnya dia lebih kuat." Para anggota KiseDai bergidik ngeri.

"HUH? WHAT ARE YOU DOING,YOU RAINBOW-MAGIC-CREATURE? I'VE SAID NOT TO SEE ME WHEN I DO MY EXERCISES!" Annie kelepasan marah pake bahasa inggris(?)

"Uh! Momo-Satsuki! Kenapa kau beri tahu mereka?! Berikan aku hari libur setidaknya sekali saja!"

"Maaf Annie cchi/chin/Achan/Kawa-san." Ucap mereka bersama-sama.

"haah yasudahlah,masuklah." Annie pasrah dengan teman-temannya.

"Sebagai hukuman,ayo lawan aku dalam beladiri kalian mau melakukan apa,yang penting target kalian adalah melukaiku." Tantang Annie.

"Dan..yang boleh melakukannya hanya yang laki-laki!"

"Achan! Tenaga mereka jauh lebih besar darimu! Jangan!" Momoi teriak histeris.

"Kau mau bunuh diri hah?!" Tanya Aomine.

"Tenang. Aku sudah biasa." Jawab Annie kalem.

"Sekalian untuk melatih otot kalian kan?" Annie meneruskan kalimatnya.

Segera,setiap anggota KiseDai satu persatu ambil posisi. Namun..

MEREKA K.O. DALAM WAKTU KURANG DARI 5 MENIT.

Sukses mereka babak belur.

"Tuh kan? Aku tak mungkin mati lawan cowok,mengerti?" Kata Annie.

"HIDOI,SSU! ANNICCHI CEWEK KUAT..HUAAAA!" Kise nangis histeris..

yang lain cuma bisa meringis kesakitan.

Sebenarnya mereka juga sedikit segan melawan Annie,apalagi dia tak disangka gadis itu cukup kuat untuk anak perempuan pada umumnya.

"Maaf deh maaf. Itu hukuman karena sudah mengganggu jadwal libur orang. Sebentar,kuobati memar kalian." Jawab Annie. Dia merasa sedikit tidak enak sama teman-temannya.

Annie membawa mangkuk air hangat dan kotak p3k,dia mempertanggungjawabkan(?) Perbuatannya dibantu oleh Momoi.

"Untung bukan luka berat..Kawa-san memang hebat." Kuroko hampir tepar(?) Dihajar Annie.

"Memalukan. Baru kali ini aku kalah lawan anak perempuan!" Kata Aomine.

"Kau terlalu kuat untuk ukuran anak perempuan,nanodayo!" Kata Midorima.

"Terserah apa kata kalian! Beladiri itu hobiku sejak kecil!" Kata Annie.

Karena sebagian besar memar anak2 KiseDai di tangan dan kaki,maka Annie harus mengobatinya dengan tangannya sendiri..Tapi sifat tsundere Annie kalo harus deket sama laki-laki keluar, ya gitu deh.. (note: bukan tsundere akut kayak Midorima :v) Sedikit blushing.

Entah kenapa anggota KiseDai yang lain tidak menyadari bahwa Annie blushing(?) Kecuali Akashi.

Akashi justru tersenyum kecil menyadari Annie blushing "Dasar Tsundere!" Batin Akashi dalam hati.

"Tuh, sudah selesai. Sekarang pulanglah." kata Annie yang akhirnya selesai mengobati teman-temannya.

"Kawa-san tidak pulang?" Tanya Kuroko.

"Uh..aku masih mau latihan. Kalian pulanglah, Satsuki juga sudah pulang dari tadi. Aku kan gak takut meski sendirian di sekolah!"

"Terserah Kawa-san kalau begitu.." ucap Kuroko.

Keesokan harinya di kelas..

"Ohayou Annie-chan." Sapa seorang gadis bersurai coklat bernama Chizuku Takahashi.

"Hng? Ohayou mo,Takahashi." Balas Annie.

"Ne,ne..Kau terlihat mengantuk sekali? Ada apa?"

"Aku latihan sampai malam di sekolah."

"Latihan apa?"

"Mau tahu aja."

Chizuku adalah anak perempuan yang pertama kali menyapa Annie sejak hari pertama dia masuk di Teiko. Gadis yang ramah,bersurai -tipe yang bersahabat dan pantang menyerah menghadapi segala jenis sifat seseorang apalagi yang jutek seperti Annie. Maklum,dia suka sekali menjalin pertemanan.

Annie segera duduk di bangkunya. Tentu saja hari ini dia akan bertemu si surai merah alias Akashi Seijuuro yang merupakan teman sebangkunya. Annie selalu melihat pemandangan yang biasa dan sudah sangat familiar dimatanya. Akashi duduk dengan muka datar,bermain shogi sendirian.

"Ohayou." Sapa Annie singkat.

"Ohayou." Jawab Akashi singkat. Karena mereka kurang akrab,dibalas singkat saja sudah bagus.

Dan satu hal. Setiap hari,tidak pernah ada yang berani dekat-dekat bangku Akashi dan Annie ketika mereka atau salah satunya sudah datang. Dua bangku keramat yang diduduki oleh dua orang kaya yang tatapannya menyeramkan bagaikan jangan-dekat-dekat-atau-mati dan selalu bawa-bawa benda tajam. Benda tajam?

.

.

.

-FlashBack-

.

.

.

Hari keempat di sekolah baru. Annie sedang duduk dibangku masing-masing sambil menunggu bel sekolah tanda istirahat cukup ramai sampai beberapa orang anak perempuan datang dangan tampang yang adalah fans Kiseki no Sedai dan tahu bahwa anggota KiseDai dan Annie cukup dekat.

"HOI ANAK BARU!" Bentak seorang diantara mereka.

"Kau anak baru,sudah berani dekat-dekat para Anggota Kiseki no Sedai! Berani sekali kau!" Yang lain melanjutkan kalimat temannya.

"Terus kenapa? Mereka toh menerimaku berteman dengan mereka?" Annie sewot.

"Apa?! Dasar anak baru!"

Tiba-tiba salah satu dari mereka menarik kerah baju Annie yang membuat perhatian seluruh kelas tertuju pada mereka.

Swuuuuung..Ckris.

Gunting merah mengkilat melayang mengenai gadis yang menarik kerah baju Annie. Gunting milik Akashi sukses membuat kerah baju Annie terbebas dari cengkraman.

"Apa yang kalian lakukan pada anak baru? Apa tidak boleh aku dan yang lainnya berteman dengan dia?" Akashi memberi death glare miliknya.

"Kenapa Seijuro-san memperbolehkan anak ini berteman dengan kalian? Dia anak baru yang tidak tahu apa-apa dan sok kenal dengan kalian!" Bantah salah satu dari mereka.

Syat-

Suara sayatan blade cutter.

"Yang sok kenal itu kalian tahu! Minggir dari hadapanku atau kalian akan pulang dengan penuh luka sayatan!"

Rupanya selagi gadis-gadis itu lemah,Annie menggores panjang wajah gadis yang telah mencengkram kerahnya dengan cutter berukuran panjang keseluruhan 20cm. Annie melakukannya dengan senyuman manis dan tampang tak berdosa. Kini wajah gadis itu penuh dengan ekspresi ketakutan. Rasakanlah akibatnya hai gadis-gadis yang sok kenal dan membully orang sembarangan.

"Cepat. Pergi." Titah Akashi yang rupanya sudah bawa gunting lagi.

"Kalau kau tidak mau mendapat sesuatu yang buruk." Annie memberi ancaman tambahan sambil tersenyum manis,masih dengan cutter di tangannya.

"SUMIMASEN." Gadis-gadis itu segera kabur.

.

.

.

-Flashback end-

Memang menyeramkan. Satunya mengancam orang dengan death glare dan satunya mengancam dengan senyuman manis.

SKIP TIME

Sepulang sekolah,Annie rupanya ikut pulang ke rumah Akashi karena ada tugas yang harus dikerjakan bersama. Sensei-nya meminta masing-masing melakukan tugas fisika dan tugas pengamatan bersama dengan teman sebangku lalu laporan pengamatan dan tugas fisika dikumpul esok lusanya.

"Selamat datang,Seijuuro-sama dan Kawamura-sama." Sekitar 8 maid menyambut kedatangan dua pewaris perusahaan besar tersebut.

Annie cuma mengikut Akashi menuju kamarnya tanpa kata-kata karena bagaimanapun ada dua alasan. 1) Annie kurang akrab dengan Akashi 2) Annie tidak pernah masuk rumah Akashi sebelumnya.

Annie dipersilakan duduk oleh seorang maid di salah satu kursi yang berada dikamar Akashi. Mereka mengerjakan tugas di sebuah meja yang dikhususkan untuk 2 orang saja.

"Kau bawa tugasnya?" Tanya Akashi.

"Ya." Jawab Annie.

Mereka mengerjakan tugas fisika masing-masing. Tidak ada kerjasamanya,karena mereka sendiri masing-masing juga sudah mengerti cara mengerjakannya.

Semua. Untuk Akashi. Tidak semua,untuk Annie.

"Ano..Seijuuro?"

"Apa?"

"Bisa kau bantu aku kerjakan yang ini? Aku tidak dapat menemukan jawabannya."

"Kemari. Biar kulihat caramu mengerjakannya."

.

.

.

"Arigatou,Seijuuro." Annie menunjukkan senyum tipis setelah berhasil dalam waktu 10 menit diajari oleh Akashi.

"Lain kali jangan lupa rumusnya. Itu sangat mudah." Balas Akashi.

"Meski aku pintar,tidak berarti kepintaranku sama denganmu!" Seru Annie.

Selama mengerjakan,Akashi terus memperhatikan Annie. Pekerjaannya sudah selesai,tinggal menunggu sang gadis bersurai hitam ini. Annie menyadari Akashi terus memperhatikannya namun dia tak ambil pusing sampai dia kesulitan lagi mengerjakan soal. Kali ini dia benar-benar tidak mengerti.

"Tolong bantu aku yang ini,Seijuuro. Kali ini aku benar-benar tidak bisa."

"Yang ini kan mudah. Sini aku jelaskan!"

Annie mendekatkan tubuhnya kearah Akashi,maksudnya supaya dia dapat melihat lebih jelas,tapi lagi-lagi tsunderenya kumat jadi dia sedikit deg-deg-an.

"Arigatou,Seijuuro." Kata Annie.

" Tunggu. duduk dan kerjakan di sampingku!" Titah Akashi.

"Huh?"

"Cepat duduk disampingku!"

"Sesuai apa maumu." Annie sedikit kesal.

.

.

30menit kemudian..

.

.

"Selesai!" Seru Annie.

"Kalau kau kerjakan serius pasti bisa kan?" Akashi menatap wajah puas gadis bersurai hitam tersebut.

"Kau kira aku tidak serius? Aku hanya lupa rumusnya!" Bantah Annie.

Tiba-tiba Akashi menaruh kepalanya di pundak Annie dan memejamkan matanya. Annie langsung blushing mengetahui itu.

"Singkirkan kepalamu,Seijuuro." Ucapan Annie sedikit ketus bercampur nada bicara yang berbau tsundere(?)

"Kau harus membiarkanku istirahat,sebagai bayaran aku sudah mengajarimu." Akashi tak mau kalah.

"Aku kan hanya minta diajari dua soal?!" Seru Annie.

"Tetap saja. Perkataan ku mutlak."

Annie cuma bisa menghela napas. Malas berdebat,dia membiarkan Akashi menaruh kepalanya di berusaha tahan sambil menahan sifat hanya dapat memandangi Akashi yang mulai tertidur di pundaknya.

"Haah..aku sudah capek,sekarang pundakku yang pegal masih ditimpa kepala orang ini." Itulah yang ada dipikiran Annie.

"Jangan mengeluh. Sudah kukatakan ini bayaran atas aku yang sudah mengajarimu." Kata Akashi.

Deg.

Lagi-lagi pikiran Annie ditebak oleh Akashi.

"Iya. Iya. Maaf!" Seru Annie.

Lama kelamaan Annie gemas melihat muka Akashi yang tertidur. Annie tidak tahan untuk menyentuh surai merah tersebut. Wajah tidur Akashi begitu tenang dan tidak menyeramkan seperti wajah sehari-harinya. Berbeda dengan dirinya yang wajah tidurnya menyeramkan sampai terkadang maid/butlernya serem sendiri kalau mau membangunkan Annie. Pokoknya kalau mau membangunkan Annie itu harus siap mental(?).

Akashi tersenyum tipis dalam tidurnya karena merasakan Annie yang mengusap surai merahnya dengan lembut. Gadis bersurai hitam yang melihat kelakuan pemuda tersebut langsung merasa heran. "Kenapa dia tersenyum?"


AKHIRNYA CHAPT INI SELESAI.

Gimana selanjutnya? tunggu di chap selanjutnya. Dan minta request dong,bagusnya chap selanjutnya mau lebih berbau(?) romance apa enggak? XD

Oh ya,satu lagi,Ri-chan mau kasih tau kalau di ff ini, nama-nama seperti Tetsuya,Seijuuro,Daiki,Ryota,Shintarou,Satsuki,dll itu BUKAN NAMA KECIL TAPI NAMA MARGA/KELUARGA. Jadi yang terbiasa nama-nama tersebut jadi nama kecil dan sebaliknya seperti Kuroko,Akashi,dll itu nama marga/keluarga mohon maklum karena Ri-chan lebih terbiasa kalau nama tsb jadi nama kecil bukan nama marga/keluarga. Ini Ri-chan tulis karena Ri-chan membaca bbrp ff yang nama sprt Kuroko itu jadi nama keluarga.

Gomen lama update. Ri-chan lagi sibuk sama persiapan menjelang ujian,dan faktor 'ide macet' yang amat menyusahkan. Gomen for TYPO,ALUR LOMPAT-LOMPAT,ADEGAN ROMANCENYA GAK KELIATAN DAN KURANG GREGET/apa/, ALUR CERITA PENDEK,DAN SEBAGAINYA.

Oke cukup sekian,minna. mind to review? dan kalo ada request apa bilang aja,arigatou.