A Girl Who Looked Like Me
author asli: Fujimaki Tadatoshi
Cast: Akashi.S , Annie.K
Couple: AkashixAnnie
note: untuk cast,anggota KiseDai author tidak tulis krn kemungkinan besar akan jarang sekali muncul :v /emot
GOMEN FOR TYPO(S),ALUR YANG MUNGKIN NGAWUR(?),DLL,DST,DSB.
JUST A LITTLE REMAINDING FOR READERS : Tetsuya.(Kuroko = Nama Kecil/Panggilan) (Tetsuya = Nama Marga/Keluarga)
Yosh! Happy Reading~^^
"Kenapa dia tersenyum?"
"Wajah ini tidak seperti dia yang biasanya...Yang menyeramkan,mutlak,tidak dapat ditentang."
"Mungkin ini wajahnya yang bahkan belum pernah dilihat oleh teman-temannya ya?"
.
.
.
Ya. Annie bahkan sangat heran dengan senyuman yang (amat-amat-amat-sangat) tipis tersungging bibir sang Emperor Akashi Seijuuro. Dia seperti seorang yang selama ini kelam dan sendirian seolah mendapat kehangatan dan kasih dari orang lain. Membuat gadis bersurai hitam pekat itu semakin senang membelai surai merah pemuda tersebut.
"Hihihi...manisnya!" Batin gadis tersebut dalam hati.
Karena tidak ada yang melihat,Annie tidak segan-segan melupakan tsunderenya(?) dan tersungging sebuah senyum (yang juga amat-amat-sangat-sangat) tipis di bibirnya.
Tiba-tiba,Akashi terbangun dan segera mengumpulkan kesadarannya. "Oh baguslah dia tidur beneran,kirain pura-pura.." Pikir Annie.
"Kawamura?" Akashi mencoba mengumpulkan kesadarannya.
"Ya,Seijuuro? Kau tidur pulas loh,meski cuma sebentar. Apa secapek itu sih mengajari ku?" Kata Annie.
"..."
"Jawab,Seijuuro!"
"Ya."
"Aaah! Rasanya aku tidak sebodoh itu deh."
"Memang tidak. Tapi kau berubah jadi gadis bodoh saat soal yang kau tanyakan terakhir." Akashi memasang tatapan sedikit mengejek.
"APA? AKU TIDAK BODOH SEIJUURO!"
Merasa tertekan(?) dikatain bodoh oleh seorang yang (Jauh) lebih pintar,Annie hampir menjerit. Untung masih bisa ditahannya.
"Masih ada sisa soal lagi. Ayo kerjakan!" Ajak Annie.
"Aku sudah selesai." Jawab Akashi.
"NANI? Perasaan kita mengerjakannya bersama,kok kau selesai duluan sih?" Annie sedikit kesal menerima kenyataan(?).
"Salah sendiri tidak kau -jangan hanya karena aku tidur sebentar dipundak mu kau tidak mengerjakan sisa soal ya?" Perkataan Akashi yang satu ini langsung to-the-point.
"B-baka! Tidak mungkin! Aku hanya fokus sama soal-soal sebelumnya saja!" Gadis itu berbohong. Tampak semburat merah di wajahnya.
" memang mirip Shintaro."
"Tsundere jannai!"
"Kalau kau menyangkal dirimu Tsundere,berarti kau tsundere."
"..."
Hening. Annie speechless.
Annie mulai mengerjakan sisa soal yang ada. Akashi terus memperhatikan dirinya,terkadang melihat ke lembar jawaban gadis itu. Annie mulai risih diperhatikan segera menegur Akashi.
"Seijuuro! Apa ada yang aneh diwajahku?"
"Tidak."
"Apa lembar jawabanku isinya salah semua?"
"Tidak. Sejauh ini betul semua."
"Terus kenapa kau memperhatikanku terus?!"
"Tidak boleh?"
"Risih tau,dilihat begitu!"
Akashi segera menyenderkan kepalanya lagi di pundak Annie,kali ini tidak tidur,dia tetap terjaga,memperhatikan Annie. Tindakan ini sukses membuat wajah Annie merona merah.
" Tsundere!" Batin Akashi.
Setelah selesai semuanya,Annie masih diam. Dia terlalu malu untuk meminta Akashi menyingkirkan kepalanya karena dia tahu jawabannya,pasti Akashi tidak akan melakukan apa yang dimintanya. Namun,tanpa disangka Akashi menyingkirkan kepalanya dan membetulkan posisi duduknya. Baguslah.
"Besok,aku akan menjemputmu." Kata Akashi.
"Untuk apa?" Tanya Annie dengan polosnya(?).
"Temani aku membeli bola dan sepatu basket yang baru. Winter Cup kan sebentar lagi."
"Kenapa tidak sendiri saja?"
"Ini perintah,dan perintahku mutlak. Kalau kau menolak,aku tak segan menggunakan gunting ini."
"Kalau begitu,kau juga tau akibatnya jika memaksaku. Lumayan sebagai bahan percobaan blade cutterku yang baru."
Lalu terjadi perang antara gunting dan cutter yang tidak patut dibaca(?),maka kita skip aja :V
SKIP TIME,ESOK HARINYA.
Akashi sudah duduk di ruang tamu rumah Annie,menunggu gadis yang mau dia ajak pergi. Akashi memakai kemeja merah marun dan celana jeans biru tua serta sepatu berwarna merah. Setelah 10 menit menunggu,Annie turun dari kamarnya di lantai 2 ditemani 2 orang maid pribadi berjalan dibelakangnya.
Annie memakai kemeja lengan pendek berwarna abu-abu yang lumayan gelap dengan rok yang ukurannya sedikit diatas lutut berwarna hitam dengan corak garis berwarna putih sebagai pemanis. Dia juga memakai pita disekitar leher kemejanya seperti pita yang ada di seragam Teiko namun berwarna..merah darah. CATAT! MERAH DARAH! /caps
Dia juga membawa tas kecil berwarna putih dengan ornament pita berwarna hitam. Rambutnya diikat satu dan poninya yang panjang menutupi sebelah matanya. Tapi..ikat rambutnya juga berwarna..merah darah. Namun,Annie tampak cantik sekali.
"Rupanya kau juga bisa berdandan seperti perempuan."
"Kau kira selama ini aku bukan perempuan? Jangan macam-macam denganku atau cutter ini akan menggores kulit putihmu itu,Seijuuro!" Gadis itu mengacungkan cutter berwarna dark purple kesayangannya.
"Bagaimanapun juga,ini hasil pekerjaan Ryuuka dan Ryuuki. Mereka memang pandai memilihkanku pakaian." Ucap Annie sambil menunjuk kedua maid pribadinya.
Maid pribadi Annie bernama Ryuuka dan Ryuuki,saudara kembar identik. Untuk membedakannya,Ryuuka memiliki iris berwarna dark purple dengan rambut berwarna abu-abu tua,cenderung hitam. Sedangkan Ryuuki juga memiliki iris berwarna dark purple,hanya saja warna rambutnya abu-abu muda,tidak terlalu gelap.
"Selamat jalan,Ojou-sama." Ucap mereka berdua.
"Ya,pastikan saat aku kembali,kamarku sudah bersih!" Kata Annie.
Annie mengikuti Akashi masuk ke mobilnya.
Sampai di toko peralatan olahraga,rupanya segerombol(?) mahluk warna-warni(?) juga sudah menunggu.
"Achan!" Seru Momoi yang melihat Annie turun dari mobil Akashi.
"Ah..Satsuki!"
"Ngomong-ngomong,Seijuuro tidak bilang kalian akan ikut?"
"Tak perlu dipikirkan Kawa-san. Anoo..dimana Akashi-kun?" Jawab Kuroko.
Akashi berjalan setelah berbicara sebentar dengan supirnya. Rupanya dia merencanakan para anggota KiseDai lainnya juga ikut.
"Ne..Akashicchi,kita hanya beli sepatu dan bola basket yang baru kan?" Tanya Kise.
"Itu yang menjadi tujuan pokok kita kemari,tapi kalau kalian butuh sesuatu yang lain,silakan." Jawab Akashi.
INSIDE THE STORE.
Para anggota KiseDai masing-masing sibuk mencari sepatu basket baru serta peralatan lainnya untuk persiapan Winter Cup. Annie yang tak tau apa-apa hanya melihat-lihat ditemani Momoi.
"Achan tidak suka olahraga ya?" Tanya si surai merah muda tersebut.
"Bukan tidak suka,hanya kurang suka. Toh aku sudah belajar beladiri,menurutku sudah cukup." Jawabnya.
"Kau sendiri?" Tanya Annie balik.
"Uh..aku sih netral saja. Aku tidak benci olahraga,suka sekalipun tidak." Jawab Momoi.
"Soukaa.."
"Kau sudah sering kemari? Sepertinya sudah hafal dengan toko ini?" Tanya si surai hitam.
"Aku sudah beberapa kali kesini,tentu saja bersama mereka!" Momoi menunjuk kearah para anggota KiseDai.
Tiba-tiba,mereka sudah mendengar para mahluk pelangi itu heboh sendiri(?)
"UWAA..AOMINECCHI,KAU MENJATUHKAN SUSUNAN SEPATUNYA,'SSU!"
"WOI,BAKASE! INI KAN KARENA KAU MENDORONGKU!"
"HIDOI! AKU TAK MELAKUKAN APAPUN!"
ini yang terjadi antara Kise dan Aomine.
"Aduh,maaf sepatunya sudah ukuran paling besar!"
"Tapi ini terlalu kecil..tolong carikan yang lain~"
"Minna! Tolong carikan sepatu untuk orang ini!"
"Tidak ada! Itu ukuran yang paling besar!"
"Huwa bagaimana? Kita bisa dihukum boss kalau mengecewakan pelanggan!"
Murasakibara membuat pelayan tokonya heboh,karena kakinya kegedean.
"..."
"..."
"..."
Sepertinya hanya 3 manusia itu yang ribut. Trio kalem(?) Akashi,Midorima dan Kuroko tenang-tenang sentosa.
"Haaah~ Ki-chan dan Dai-chan bertengkar lagi! Selalu begini!" Momoi facepalm dengan kelakuan Kise dan Aomine.
"Sepertinya kau juga harus melihat Atsushi. Para pelayan toko sudah panik begitu tuh.." Annie menunjuk kearah para pelayan toko yang pasang tampang horror,karena gak ketemu sepatu yang seukuran kaki Murasakibara.
"Apa ini selalu terjadi? Shintarou,Seijuuro dan Tetsuya tenang-tenang saja?" Tanya Annie lagi.
"Iya,kalau sudah urusan begini pasti mereka tenang-tenang saja." Jawab Momoi.
"Aku harus menghampiri Dai-chan,Ki-chan dan Mukkun. Apalagi Dai-chan! Dia selalu membuat masalah!" Lanjut Momoi sambil sedikit mengomel.
SKIP TIME.
"Haah..akhirnya selesai juga! Dai-chan! Ki-chan! Untung kita tidak diomeli penjaga tokonya!" Momoi marah-marah pada 2 mahluk biru-kuning tersebut.
"Gomene,Momocchi..." Kise menjawab Momoi dengan tampang lesu.
"Ano..Sekarang kita mau kemana?" Tanya Annie.
"Memangnya kenapa? Achan ada urusan?"
"Uh itu..hari Sabtu seharusnya aku bisa meluangkan waktuku sendiri. Aku mau ke toko buku."
"EH?! KENAPA ACHAN TIDAK BILANG DARI TADI?!"
Momoi berteriak tepat disamping telinga Annie. Sang empunya langsung menutup telinganya,demi keselamatan indra pendengarannya.
"Berisik,Satsuki! Jangan berteriak begitu!"
"Lalu,kenapa kau ikut dengan kami? -nanodayo?" Tanya Midorima.
"Jangan tanya denganku. Tanya dengan manusia diujung sana itu!" Annie menunjuk Akashi.
"Sebagai manager kedua,setidaknya dia juga harus ikut." Akashi menjawab dengan kalem.
"Kalau aku sudah tidak sayang nyawa,sudah dipastikan aku tidak ikut,Seijuuro!"
"Sekarang kau ikut. Bagus,setidaknya kau tidak mau mati muda,padahal guntingku sudah siap kapan saja." Akashi mulai mengeluarkan guntingnya.
Para anggota KiseDai berjalan bersama. Akhirnya,daripada Perang Dunia Ketiga(?) terjadi antara dua manusia yandere vs yandere-tsundere ini,Momoi mengajak yang lainnya untuk menemani Annie ke toko buku..sebagai tanda terimakasih.
SEPULANG DARI TOKO BUKU..
"Akhirnya..aku bisa membeli buku-buku terbaru. Arigatou,minna,sudah mau menemani."
"Douita,Achan!" Momoi tersenyum lebar.
Jalanan sudah mulai sepi,tentu saja anggota KiseDai,Momoi dan Annie masih berjalan bersama karena rumah mereka berdekatan..oh kecuali Akashi dan Annie. Mereka hanya ikut sampai halte bus karena supir Akashi akan -tiba,2 orang preman berbadan cukup besar datang,tujuannya apa? Sudah pasti menggoda Momoi.
"Hey nona! Daripada bersama teman-temanmu,lebih baik ikut dengan kami!" Ucap si preman pertama.
"Lepaskan aku!" Momoi memberontak karena tangannya di cengkeram salah satu dari mereka.
"Hoi! Lepaskan Satsuki!" Teriak Aomine.
"Bocah,kau jangan ikut campur!" Jawab preman kedua.
"Lepaskan Satsuki,preman sialan!" Akashi mengeluarkan death glare-nya pada preman-preman tersebut.
"Kalian pergilah kalau masih saying nyawa! Kami hanya mau membawa nona manis ini." Preman pertama berkata begitu,diselingi tawa preman kedua.
Muncul siku-siku tanda kekesalan di kening Annie. Dia sebenarnya juga tak rela melihat Momoi diperlakukan seperti itu oleh para preman. Tiba-tiba,preman kedua mengeluarkan pisau,bermaksud untuk menodong Annie dan lainnya.
"Heh,pergi kalian bocah,atau kalian mau nona ini juga kami ambil?" Preman kedua menunjuk Annie.
"Kalian..cari mati ya?!" Aomine mulai kesal.
"Lepaskan Momoi-san/Momo-chin/Momoi!" Kuroko,Midorima dan Murasakibara juga mulai marah.
Akashi mulai mengeluarkan guntingnya,namun terlambat,tiba-tiba mulut Annie dipekap dengang tangan preman kedua.
"Achan/Annie/Kawa-san/Kawamura!"
"Uph!Hepaskan aku!" (Lepaskan Aku!)
"Maaf,nona manis,sebaiknya kau juga ikut menemani temanmu yang berambut merah muda ini."
Seketika hening beberapa saat. Annie-pun merapatkan sedikit tubuhnya ke tubuh preman tersebut lalu..
Dia menyikut perut preman tersebut dengan kekuatan penuh.
Si preman kaget dan melepaskan bekapannya dari Annie. Annie mulai marah.
"Kalian..Lepaskan Satsuki atau kalian akan pulang dengan tubuh penuh luka sayatan dan tak berkulit lagi!" Annie mengancam kedua preman tersebut.
.
.
Annie mulai melancarkan serangannya pada preman yang membekap mulutnya tadi. Kebetulan,prema tersebut sangat kesakitan dengan hasil sikutan Annie sehingga jatuh terduduk,membuat Annie mudah dalam menendangnya. Dia menendang kepalanya,lalu memukul pundak preman itu dengan sikutnya dan begitu seterusnya dia lancarkan pada semua anggota gerak dan tubuh preman tersebut sampai terkapar.
"T-tolong..hentikan.." Kata preman tersebut.
"Apa? aku tidak dengar. Katakan sekali lagi."
"HENTIKAN,NONA!"
"Maaf. Aku tidak akan menghentikannya. Kau berhadapan denganku,maka kau telah mendapat tiket gratis ke neraka. Akan kutunjukkan apa itu rasa sakit!"Annie berkata begitu dengan suara yang menyeramkan dan menyerigai,disertai dengan aura-aura gelap disekujur tubuhnya.
.
.
BUAGH!
DUKK!
.
.
Annie memukul lagi preman tersebut.
Para anggota KiseDai menyadari bahwa preman yang mencengkram Momoi sedang ketakutan melihat temannya diihajar,langsung melancarkan 'serangan balasan' dengan menghajar preman pertama sampai babak belur.
"BOCAH-BOCAH GILA. LARI SEBELUM KAU MATI! AMPUUUN!" Preman pertama meski sudah dihajar,dia masih bisa berlari lalu menyeret preman lain yang dihajar Annie sampai pingsan.
.
Hening
.
.
.
"I-itu hampir saja -ssu!" Kise memecah keheningan.
"Hah..Hampir saja. Kenapa kalian menatapku seperti itu? Apa ada yang salah?" Annie bertanya seperti tak terjadi apa-apa.
"Kau menghajar preman tersebut sampai hamper mati. Kau itu apa sih? -nanodayo"
"Cewek liar. Lihat,akibat perbuatanmu,hampir satu nyawa melayang!" Aomine ngerocos dengan tampang horror.
"Apa tidak boleh melakukan 'self-defense' ?"
"Boleh,tapi tidak seperti itu juga,Kawa-san."
"Annie benar-benar seperti Akashi jika sudah mengamuk. Sadis dan kejam.." Batin para anggota KiseDai dan Momoi,minus Akashi.
Akashi hanya menyeringai,dia tau bahwa sisi gelap dari diri seorang Annie Kawamura akan sulit untuk ditaklukkan.
Yo minna! akhirnya ini chapter keluar juga.
Apa saya terlalu ekstrim membuat sisi gelap(?) Annie? wahahaha..maaf minna,habis pikiran saya untuk membuat OC yang jago beladiri ini sangatlah nista dan mohon dimaklumi :V /digiles
Oke,minat review/saran? Arigatou.
