May I Love You?
© YeyeWooKIM97
.
Cast: Yesung oppa and Ryeowook noona –oppa- and others
Genre: Romance, Fluff, lil bit Humor, School Life
WARNING!
BL! A.k.a Boys Love, sangat OOC, missing typo(s) & typo(s) bertebaran, gaje, bahasa ancur, aneh, etc!
.
.
A/N 1: ff ini terinspirasi dari manga yang berjudul sama karangan Konno Risa, mungkin bakal ada adegan yang sama seperti manganya dan saya hanya merubah seperlunya saja *bow*
.
.
Enjoy sadayana~ :D
.
Chapter 3
(^_^)
Teng! Teng!
Bel tanda pulang pun berbunyi. Murid-murid bersorak gembira karena berakhirnya waktu belajar mereka. mereka berlarian menuju gerbang sekolah mereka ingin cepat-cepat sampai ke istana –rumah- mereka masing-masing mengistirahatkan diri dari penatnya belajar.
"hey Ryeowook-ah tadi saat istirahat kau kemana saja eum? Aku menunggumu dikantin."
Ryeowook menghembuskan nafasnya kemudian membaringkan kepalanya, menempelkan kening yang tertutup poni coklatnya keatas meja
"tadi saat istirahat aku ditegur oleh Lee seonsaemnim karena masalah kemarin,"
Reyeowook mengangkat kepalanya yang tadi menempel dengan meja menunjukan muka masam dan tak ketinggalan bibir mungilnya yang mengerucut, merajuk eoh?
Sungmin hanya tersenyum melihat aksi lucu Ryeowook, "hyung kau tau-"
"tidak!" jawab Sungmin dengan cepat menyela perkataan Ryeowook. Ryeowook mengembungkan pipi tirusnya, kenapa semua orang begitu menyebalkan hari ini! Inner Ryeowook.
"ya~ hyung aku kan belum menyelesaikan perkataanku ish!"
Sungmin menutup mulutnya menahan tawa, kemudian ia hanya mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum "kkkk arra arra, lanjutkan!"
Ryeowook melipat tangannya di depan dada. Suasana kelas sudah sepi karena semua murid sudah pulang ke alamnya masing-masing lol *plakk*
"huh! Tidak, kau menyebalkan seperti sunbae aneh berkepala besar itu!"
"wae~ kau bertemu dengannya lagi Wookie?"
Ryeowook hanya menganggukan kepalanya membenarkan perkataan pria dengan julukan bunny itu.
"aku akan dihukum olehnya hyung~ hweeee eotteokhaeyo, Ming hyung? T.T" rengek Ryeowook sambil memeluk pinggang Sungmin menenggelamkan wajahnya dan menggesek-gesekannya ke perut sang bunny. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya melihat aksi merajuk Ryeowook yang mirip dengan seorang anak kecil yang menangis pada ibunya karena tidak di turuti keinginannya.
Sungmin mengusap-usap surai coklat itu, "hey Yesung sunbae tidak akan menyakitimu, tenanglah."
"ehem!"
Sungmin menengokkan kepalanya, sedangkan Ryeowook mengintip dari perut Sungmin kemudian menenggelamkan wajahnya lagi.
Sosok tinggi itu berjalan mendekati dua namja manis itu, dengan pandangan datarnya ia menatap sosok Ryeowook yang sedang menyembunyikan wajahnya diperut Sungmin. Kemudian ia menatap Sungmin dengan mata sipit tajamnya mengintimidasi sang bunny.
"kau siapa?" suara baritone itu keuar dari bibir tipis pria itu. Sungmin terdiam, suara pelan yang sungguh sexy membuat Sungmin terhipnotis.
"….."
Yesung berdecak, memutar kedua matanya, hal yang sudah biasa ketika ia mengeluarkan suara semua orang-orang akan diam terpaku. *Me: gilaaak! Yesung oppa narsis! :o YS: hey! Hey! Siapa coba yang bikin karakter gw kek gini eum? Me: lupakan *walk away*)
Setelah tersadar dari acara bengongnya Sungmin langsung melepaskan tangan Ryeowook yang melingkar di pinggangnya kemudian menundukan sedikit badanya pada Yesung, " an-anyeonghaseyo Yesung sunbae~ ah! Lee Sungmin imnida, aku sahabatnya Wookie."
Yesung hanya menganggukan kepalanya, kemudian pandangannya beralih menatap Ryeowook. Yesung memasukan kedua tagannya kedalam kantung celana dan memiringkan kepalanya,
"ya~ kau tak ingat tadi eoh? Cepat ikut aku keruang OSIS!"
"shireo!"
"geurae… aku akan melaporkanmu ke Lee seonsaengnim, eotte?" ucap Yesung sambil menyandarkan tubuh tegapnya di salah satu meja dan melipat tangannya di depan dada.
Ryeowook menatap Sungmin dengan tatapan 'hyung-eotteokhae-tolong-aku'. Sungmin hanya menggelengkan kepalanya dan bergumam 'mianhae'. Ryeowook hanya menundukkan kepalanya dengan lemah.
"kau pulang duluan saja hyung."
"anieyo~ aku akan menunggumu" ucap si Bunny sambil tersenyum manis, Ryeowook menggelengkan kepalanya'
"tidak usah hyung nanti sehabis ini aku mau berbelanja dulu. Aku takut Lee ahjumma akan mencarimu."
"eum~ arraseo! Aku duluan ya Wookie, hwaiting!" ucap sungmin sambil mengepalkan tangannya ke atas, tanda penyemangat. melihat itu Ryeowook tersenyum dan ikut mengepalkan tanganya.
"jaa annyeong Yesung sunbae~ annyeong Wookie naeil mannayo~" Sungmin membungkukan sedikit badannya pada Yesung dan melambaikan tangannya pada Ryeowook kemudian beranjak pergi menuju pintu kelas.
.
.
May I Love You?
.
Setelah Sungmin pergi, kini tinggal lah Yesung dan Ryeowook di kelas.
Hening.
"hey apa kalian kembar?" tiba-tiba terdengar suara sexy itu mengagetkan Ryeowook yang sedang melamun, Yesung beranjak dari meja tadi dan kini berdiri di samping meja Ryeowook. Ia masukan sebelah tangannya kedalam kantong sedangkan sebelahnya lagi bertumpu pada meja.
"selain aneh, apakah kau juga buta sunbae? Jelas-jelas kami tidak mirip dan marga kami berbeda, Sungmin hyung bermarga Lee sedangkan aku Kim. kembar dari mana eoh?" ucap Ryeowook dengan nada ketus kemudian membereskan barang-barangnya dan memasukannya kedalam tas.
Yesung menegakkan tubuhnya kemudian mengelus dagunya, "hmm… kalian berdua sungguh manis. Jadi aku pikir kalian kembar hehehe" Yesung terkekeh hingga matanya yang sipit kini hanya tinggal garis melengkung. Ryeowook mendengus, apa-apaan sunbae aneh ini ck!
Ryeowook berdiri dan menggendong tasnya, kemudian mulai beranjak untuk meninggalkan Yesung, kabur maksudnya. Namun dengan cepat tangan mungil itu menarik tas bagian belakang Ryeowook hingga tubuh mungil itu tertarik kebelakang.
"hwaaaaa!"
"hey aku sudah bilang padamu jangan mencoba untuk kabur!" desis Yesung, seketika ruangan kelas 2-5 itu diselimuti aura-aura hitam yang berasal dari Yesung, aura ini seperti saat ia pertama kali bertemu dengan Yesung di taman kemarin.
.
~YeWook~
.
.
Yesung keluar dari kelas 2-5 itu dengan menyeret Ryeowook.
"ya! Sunbae lepaskan aku!"
Yesung memajukan tubuhnya kearah Ryeowook, Kemudian kedua tangannya mengurung tubuh mingil itu menghimpitnya diantara tubuhnya dan dinding. Bibirnya ia dekatkan ketelinga Ryeowook dan berbisik disana.
Ryeowook hanya bisa melotot saat tubuhnya dikurung dan dihimpit ke dinding. Mukanya memerah saat wajah datar itu mendekat, 'apa yang akan sunbae aneh ini lakukan?' jeritnya dalam hati. Ryeowook menahan nafas saat bibir itu mndekat dan berbisik ketelinganya,
"aku sudah memperingatkanmu untuk jangaan mencoba kabur Kim Ryeowook, atau aku akan melaporkanmu ke Lee seonsaengnim agar kau mendapat hukuman yang lebih berat dari ini arraseo?" bisik Yesung, bibir tipis itu sedikit bergesekan dengan telinga sensitive namja mungil yang kini sedang menahan diri agar tidak mendesah. Kemudian pria itu –Yesung- menarik kepalanya dan kini menundukan kepalanya hingga sejajar dengan wajah memerah didepannya.
Deg
Deg
Deg
Suara detakan jantung itu begitu kencang, Ryeowook langsung menundukan kepalanya saat mata coklatnya bertabrakan dengan mata sipit tajam Yesung, kemudian ia buru-buru menyembunyikan wajahnya yang merah bak kepiting rebus. Yesung tersenyum dan kembali memasukan tangannya kedalam saku celana berbalik meninggalkan Ryeowook yang masih bersandar didinding dengan sebelah tangan memegang dada sebelah kirinya.
'jantung bodoh kenapa kau terus berdetak?'
"hey manis! Ayo cepat!" seru Yesung, tangan dengan jari-jari mungil itu melambai-lambai memanggil Ryeowook yang masih betah dengan posisinya. Lagi-lagi Yesung tersenyum, namja mungil itu sungguh penurut kekekeke
Setelah menetralkan detakan jantungnya Ryeowook berjalan mendekat kearah sunbaenya yang sedang melambai-lambaikan tangan dengan jari-jari mungil itu dan jangan lupakan senyuman –yang menurut Ryeowook- anehnya.
"ruang osis disebelah sini, ingat baik-baik jalannya ya manis!"
Ryeowook mendelik menatap tajam punngung tegap dihadapannya, melapalkan sumpah serapah untuk sunbae aneh berkepala besar itu.
"ya sunbae! Namaku Ryeowook, Kim Ryeowook bukan manis! Berhenti memanggilku 'manis' memangnya aku seekor kucing apa huh!" gerutu Ryeowook, sebal juga nama yang sudah diberikan oleh kedua orang tuannya di rubah dengan seenak kepala besar (?) sunbae itu, nama adalah doa iya kan?
Yesung hanya terkekeh mendengar gerutuan namja mungil yang sedang berjalan disampingnya, ia sungguh menyukai hoobae manisnya ini. Tingkahnya membuat ia gemas sendiri rasanya ingin sekali ia menculik namja mungil itu dan memajangnya di lemari kaca yang ada dirumahnya.
Ryeowook mendengus, betapa anehnya sunbae berkepala besar itu. Ryeowook mengakui bahwa pria itu –Yesung- sangat tampan! Ia memiliki mata sipit yang tajam yang selalu memancarkan sinar dingin namun lembut (?) padanya? Kemudian hidung yang mancung, pipi yang agak chubby, bibir yang menggoda dengan bagian atas yang tipis dan bawah agak tebal. (*) Lehernya yang panjang mirip jerapah, (percayalah bahwa Ryeowook terkikik membayangakan Yesung yang mirip dengan hewan kesukaannya) rambut hitam dan poni yang sedikit menutupi mata tajamnya menambahkan kesan cool dan misterius diwaktu yang bersamaan, sempurna!
"aku tahu, aku sangat tampan ne? berhentilah menatapku seperti itu nanti kau akan jatuh kedalam pesona seorang Kim Yesung."
Ryeowook kaget karena ketahuan sedang memandang wajah yang –baru saja ia akui- sangat tampan. Buru-buru ia menatap kedepan. Sedikit rona merah menghiasi pipi tirus itu. Senyuman menyebalkan itu tercetak di bibir tipis itu, cih percaya diri sekali! Batin Ryeowook.
"hey sunbae! Padahal kemarin sunbae juga terlambatkan? Tapi kenapa kau bisa lolos dari hukuman?"
"karena aku tidak ketahuan, haha"
"kau curang! Aku akan melpaorkanmu pada Lee seonsaengnim juga!"
"silahkan~ Lee seonsaengnim tidak akan percaya pada anak kecil sepertimu, baby Wook" ucapnya sambil terkekeh melihat wajah itu mulai merona kembali.
"wajahmu memerah, manis sekali~" tangan mungil Yesung menarik kedua bongkahan pipi itu menariknya berlawanan arah kemudian menggoyang-goyangkannya.
"hauwwh! Yhhaah Iinyiih shaakkhit! Lehhaashan! (aw! ya Ini sakit! Lepaskan!)"
.
.
.
setelah sepanjang perjalanan yang diisi dengan pertengkaran-pertengkaran kecil menuju ruang osis yang letaknaya di lantai kedua gedung sekolah ini dan agak jauh dari kelas Ryeowook akhirnya mereka sampai dengan selamat di sini, di depan ruang osis.
Ceklek
Yesung membuka pintu ruang osis itu. Ryeowook melotot, "A… apa-apan ini?! Berantakan sekali!"
"nah karena itu aku membutuhkan bantuan,"
mata coklatnya menelusuri ruangan yang agak luas itu.
'Ini sih bukan ruang osis namanya tapi gudang sampah!'
Yah benar apa yang dikatakan batin Ryeowook. Ini bukan lah ruang osis tapi sebuah gudang, gudang sampah! aigoo~
Lihat lah samapah dimana-mana! bekas kaleng minuman, gulungan-gulungan kertas yang berceceran dimana-mana, meja-meja yang berisi lembaran-lembaran dokumen –mungkin berserakan kemana-mana.
"jaa ini adalah hukumanmu. Tolong bersihkan hingga bersih arra," Yesung bejalan melewati Ryeowook menuju meja yang ada ditengah-tengah ruangan itu. Mendudukan tubuhnya menyangga dagunya dengan kedua tangan mungil itu.
"ingat sampai bersih! Kalau tidak… aku akan melaporkanmu arrachi?" lagi suara dingin itu terdengar. Mata tajam Yesung memandang Ryeowook dengan datar. Ryeowook bergidig, kemudian mengangguk. Yesung tersenyum ia merebahkan kepalanya keatas meja setelah itu hanya terdengar suara dengkuran halus dari arah meja itu.
"cih dia tertidur? Aish dasar aneh tadi menatapku datar sekarang tersenyum hiii~"
Ryeowook berjalan mendekati salah satu meja meletakan tasnya dan melepas jas berwarna biru dongker itu. Menggulung lengan seragamnya dan memulai 'hukumannya'.
"oke hwaiting Ryeowook-ah!"
Ryeowook mulia memunguti gumpalan (?) kertas dan kaleng-kaleng yang berceceran, memasukan mereka –gumpalan kertas dan kaleng- kedalam kantong pelastik. Kemudian membungkusnya dengan kantog plastik tersebut memindahkannya kepojok ruangan bersama 3 kantong lainnya. Setelah itu ia mulai mengambil pelan dan mengepel seluruh bagian-bagian yang ada di ruangan tersebut.
Mata tajam itu mulai membuka memperlihatkan mata berwarna hitam itu, ia terkekeh saat mendengar senandungan dari bibir pria mungil itu dan jangan lupa pinggul yang sedang bergoyang mengikti irama yang ia ciptakan. Ryeowook mengernyitkan dahinya lalu menegakkan badannya ia seperti mendengar suara seseorang yang sedang terkekeh lantas ia langsung memutar sedikit tubuhnya kebelakang, ke tempat Yesung yang sedang menempelkan dagunya di kedua tangan yang terlipat diatas meja itu. Ryeowook memandang sosok itu dengan pandangan aneh dan bingung, ekspresi yang sangat lucu bagi Yesung.
"hey kenapa berhenti? Ayo bergoyang lagi seperti tadi." Cengiran mesum tercetak jelas di bibir tipi situ.
Blush
"ya! Dasar mesum!"
Yesung tertawa dengan keras. Sungguh ia senang sekali menggoda namja manis dengan perawakan mungil itu.
"kau sungguh manis jika sedang marah baby wook~"
Ntah mengapa jantung ryeowook berdetak sangat keras saat ia digoda oleh Yesung, detakan itu memompa darahnya hingga kedua pipinya menghangat. Ada rasa aneh menggelitik perutnya'
'aish apa yang sedang kau pikirkan Wookie?' batin Ryeowook.
Yesung terdiam, "hey lanjutkan tugasmu! Jika sudah selesai bangunkan aku, mengerti?"
Ryeowook kaget, ia langsung membalikan badanya dan melanjutkan 'hukumannya' yang sempat terhenti tadi. Di balik punggung itu Yesung sedang tersenyum menatapnya dengan lembut.
'sepertinya aku jatuh cinta padamu baby Wook' seulas senyuman terlihat di bibir tipi situ. Kemudian ia merebahkan kembali kepalanya, kembali terbang kealam mimpi.
.
.
~YeyeWooKIM97~
.
Ryeowook mengusap peluh yang menetes di sekitar dahinya, ukh betapa lelahnya membersihkan ruangan yang cukup luas ini. Ryeowook menatap seluruh ruangan tersebut, meneliti apakah ruangan itu sudah benar-benar bersih? Ryeowook menghembuskan nafasnya kemudian mengangguk, cukup bersih.
Setelah meletakkan alat-alat pembersih tadi, ia langsung menuju tempat dimana ia menyimpan tas dan jas-nya tadi dan kemudian ia langsung memakainya. Tangannya memrapihkan seragamnya yang agak sedikit kusut itu kemudian mulai berjalan menuju pintu meninggalkan tempat itu. Tapi baru beberapa lagkah setelah menutup pintu ia langsung menghentikan langkahnya,
'sepertinya aku melupakan sesuatu?'
"ah! Yesung sunbae!" Ryeowook menepuk jidatnya, kemudian masuk kembali kedalam ruanga itu.
"sunbae ireona~ Yesung sunbae," tangan Ryeowook menepuk-nepuk pipi sedikit chubby itu. Namun Yesung tetap tak bergeming. Ryeowook mendekatkan tubuhnya mencondongkan sedikit tubuh mungilnya. Pandangannya menelusuri garis wajah tampan yang terlihat kelelahan itu, tampan.
Deg!
Ryeowook menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran aneh itu. Kemudian tangannya kini beralih menggoyangkan bahu kokoh itu.
"Yesung sunbae~ ireona… ini sudah sore, kajja kita pulang."
"nghhh~"
Yesung mengangkat kepalanya dengan mata yang masih terpejam, kemudian bergumam
"sebentar lagi eomma~ aku masih mengantuk~"
'mwoya?!'
jawaban Yesung membuat Ryeowook melotot, "YA! SUNBAE IREONA!"
"huaaaa! Gempa! Gempa!"
"YAK!" Ryeowook memukul kepala besar itu dengan gemas.
Awch!
Yesung langsung menarik pinggang ramping itu, hingga membuat Ryeowook terduduk dip aha namja tampan itu dengan posisi menyamping. Yesung langsung melingkarkan tangan mungilnya di sekitar dada Ryeowook, menyandarkan kepalanya pada bahu mungil itu.
Ryeowook melotot, jantungnya mulai berdetak tak normal kembali. Wajahnya mulai memanas saat hembusan nafas hangat itu menerpa kulit lehernya. Ryeowook meremas kedua paha, maksudku celana yang menepel di kedua pahanya.
"biarkan seperti ini untuk beberapa menit kedepan, aku sangat lelah baby Wook."
Gumam Yesung dengan suara yang serak khas orang bangun tidur. Ryeowook hanya diam menikmati sensasi yang ia rasakan saat ini.
Sepuluh menit telah berlalu, mereka masih bertahan dalam posisi itu. Ruangan itu terisi dengan suara detak jantung yang berasal dari dua insan tersebut.
Ceklek
"Yesung hyung ayo-OMO!"
~.~.~.~.~.~.~
TeBeCe
[Tarik Bang Changmin ke kamar #eaaa]
~.~.~.~
(*) menurut saya Yesung oppa itu lehernya panjang loh kek jerapah, seriusan! ._.v mungkin ini alasan kenapa Ryeo noona suka jerapah #sotoy *ditimpukin*
Assalamualaikum Huannyeoooooooooong~! *lambai-lambai sapu tangan* kumaha damang sadayana? :D
Lisi is back! Lisi is back! Kekekekekekeke
Saya dating lagi membawa chapter 3~ adakah yang menunggu epep ini? Gak ada? Oh~ *pundung*
Mianhae jika epep ini tidak memuaskan, maklum saya kan masih newbie di dunia pertulisan (?). jalan cerita epep ini pasaran ya? Hweee mianhae kemampuan saya Cuma segini *deep bow* tapi saya akan terus berusaha yang tebaik buat melestarikan epep YeWook yang mulai langka! ^_^ (Kyu: elu kate minyak apa, langka. Me: ya! Suka-suka gue dong :p) banyak yang bisa nebak alur ceritanya ya hihihi
Pasti pada bingung kenapa karakter Yesung kek gitu, sama saya juga nyahahahaha #plakk
Apa ini sudah panjang? Sudah sepanjang lehernya Yesung? ._. semoga udah yah~ :') ini 10 halaman MSword loh kira2 2.500 kata lebih loh panjang kan? *gw baru pertama kali ngetik segini panjangnya~ *tepar*)
Kali ini saya tidak bisa membalas ripyu dari kalian, tapi tenang aja udh aku baca semua kok ^^ makasih atas kritikan dan supportnya *bow* mungkin chap depan bakal lama updatenya, saya sibuk *Kyu: *rolling eyes*)
terimakasih juga yang udah ripyu di epep Kiss Kiss Kiss *bow*
Siapa sang penggangu yang tiba-tiba masuk itu? Ada yang bisa nebak? Kkkkk *terbang*
Krik krik
Kyuhyun: eum… baiklah karena anak itu sudah terbang ntah kemana. Jadi untuk semua readers tolong ripyu epep ini ya~ karena satu dua patah kata dari kalian sungguh membuat hati Lisi gembira ^^ see you next chapter *dadah-dadah*
Ryeowook noona: ripyu peuliiiiish bbuing~ bbuing~
.
(Karawang, 21 April 2014. 09:22PM)
