Seijuurou, Tetsuya dan Kawan-kawan
.
.
.
Note: Karena disini tidak memakai nama marga jepangnya, maka mereka dipanggil dengan nama depannya. Ex: Tetsucchi, Tet-chin, Tetsuya.
.
.
Chapter 1: Cita-cita kamu, apa?
Pada suatu pagi yang cerah di TK Kembang Perawan, para murid sedang bermain smackdown dengan asiknya.
"BANTING! BANTING!" Sorak si rambut kuning, Ryouta.
"HIAAAT!" Si rambut Ungu membanting si rambut Biru Tua dengan keras.
"SAKIT GOBLOOOOK!" Teriak si rambut Biru Tua, Daiki, "ATSUSHI SIALAN, DASAR *sensor*, KURANG AJAR KAMU *sensor*,"
"Dai-chin, ini fanficnya buat segala umur. Nggak boleh ngomong kasar," Atsushi, si rambut Ungu itu malah menjawab dengan santainya.
"Lagian Daikicchi kan ceritanya masih TK, gitu," Ryouta ikut menjelaskan
"Biarin, di sensor kok,"
"Kata Author, Porsi tampil Daiki-kun akan dikurangi. Kayak pemain figuran," Tetsuya—yang entah sejak kapan—berada di samping Daiki menjelaskan.
"MASYAALLAH, KAMU DISINI DARI KAPAN?" Daiki nyebut. Tunggu, Daiki bisa nyebut?
"Eh cek gu datang, cek gu datang!" Ryouta berteriak. Seketika, semua murid TK Kembang Perawan duduk dengan rapi.
"SELAMAT PAGI CEK GU," Salam para murid dengan nggak nyantainya.
"Selamat Pagi murid-murid, nah, duduk," ujar cek gu, "Tugas hari ini adalah menceritakan apa cita-cita kalian di masa depan,"
"Cita-cita itu apa, cek gu?" Satsuki bertanya
"GITU AJA GATAU WOO," Daiki—dengan sengaknya—mengejek Satsuki.
"Emang kamu tau?"
"Nggak,"
Dan Daiki dilempar ke sumur oleh para murid.
.
.
"Cita-cita itu kan makanan ya cek gu?" Tanya sang raksasa ungu.
"Itu Chitatwo ,"
"Bukan, itu asistennya Uya Kuwya," Ujar Shintarou.
"CIRIPANG,"
"Cita-cita itu kan yang suka nyolekin pantat cewek di kereta kan?" Tanya Seijuurou.
"CHIKAN! SUDAH SAYA MAU PENSIUN DINI SAJA! SAYA NGGAK KUAT!" Cek gu mengundurkan diri.
.
.
"Jadi, cita-cita itu apa dong cek gu?" Tanya semua murid.
"Itu adalah keinginan kalian untuk di masa depan," Ujar Cek gu yang sudah mulai sabar.
"OOH PAHAM CEK GU," Murid-murid pun bersorak kegirangan.
"Nah sekarang kita mulai dengan... Satsuki, silahkan ke depan,"
.
.
"Aku bercita-cita menjadi Istri Tetsu-kun!" ujar Satsuki, "Aku akan hidup bahagia, punya anak, punya cucu, punya cicit, pokoknya hidup bersamaTetsu-kun!"
Aura gelap keluar dari semua siswa.
.
.
"Aku akan menjadi Istri Mai-chan!" Ujar Daiki dengan mesumnya.
"Tapi kalo Daikicchi udah gede kan, Mai-chan udah tua," Sahut Ryouta.
"Udah kayak Opah," Tetsuya ikut-ikutan menjawab.
"... Ya udah nggak jadi," dan dengan itulah—kisah cinta terlarang itu berakhir.
.
.
"Aku mau jadi Suami Tetsuyacchi!" Ryouta melompat kegirangan
"KAMU JADI HOMO?" yang lain berteriak.
"Nak, teruskanlah nak," sang cek gu malah mendukung—diketahui, ternyata dia seorang fujoshi.
.
.
"Aku mau jadi muridnya mama Lauren," Ujar Shintarou.
"Jangan, itu aliran sesat. Gaboleh percaya lamaran," Tegur Ryouta.
"Ramalan, bukan lamaran," Seijuurou menginterupsi.
"Oh iya ding,"
"Ya sudah, aku jadi murid Mama Dedeh aja," Ujar Shintarou, lagi—akhirnya Shintarou menjadi Ustadz Tsundere pertama.
.
.
"Aku mau jadi Patih Sier," Ujar Atsushi sambil memakan kripiknya.
"Patih Kerajaan mana?" Tanya Tetsuya.
"Taunya Ciel bukan Sier," Ujar Daiki, santai.
"Fandom sebelah dong,"
"..."
.
.
"Aku mau jadi bodyguardnya Tetsuya, agar para serangga pengganggu ini tidak dapat menyentuhnya," Ujar Seijuurou dengan bangga dan senyuman diwajahnya.
Senyuman yang mematikan hati, pikiran, jiwa...
Dan nyawa.
.
.
"Aku pingin... Kelihatan,"
Dan dengan cita-cita ini, semua murid mengetahui penderitaan Tetsuya dan berjanji bakal beliin milkshake sepulangnya dari TK.
.
.
Bersambung.
A/N: SUER INI APAAN. Yaudah deh terima aja:"D
