-Buku ini adalah sebuah gerbang, gerbang menuju dunia penuh petulangan yang tak pernah kau duga sebelumnya. Jadi, apakah kau akan tetap membuka dan membacanya?-

Konichiwa Minna, Baka author balik lagi. Ini Chapter kedua dari Fic "Escape From the World", di chapter ini para Vocalod Muncul sebagai para ... *Dibekep*.

Maaf masih rahasia, yang penasaran silahkan lanjutin bacanya, yang gak berminat silahkan Tampar tombol back. Ok malah makin lama, silahkan menikmati fic dari Alfan.

.

.

.

Happy Read

Tittle : Escape From the World

Warning : OOT, OOC, AU, Gaje, TYPO, EYD gak berlaku, Alur kaga jelas

Declaimer : Fairy Tail itu milik Hiro Mashima, Vocaloid milik Yamaha corp + Crypton future media, Kalo cerita Gajenya milik Alfan

.

.

Chapter 2 : In the Forrest

.

Disebuah hutan yang sangat lebat, Suasana begitu tenang, hanya suara Burung yang kadang terdengar. Tapi, suasana tenang itu tiba-tiba di ganggu oleh teriakan dari beberapa orang.

"WAAAAA...!" Beberapa orang terlihat jatuh dari langit secara tiba-tiba dan terjatuh di tempat yang berbeda-beda. Mari kita lihat keadaan mereka

.

.

1st Place

"Aww, apa yang sudah terjadi sebenarnya?" Keluh seorang gadis berambut pirang yang memakai kemeja berwarna putih dan rok berwarna biru sambil memegangi kepalanya dalam posisi terduduk di bawah sebuah pohon besar

"Eh? Ini dimana?" Gumannya heran

"E, Teman-teman? Natsu? Erza?" Gadis itu mencoba memanggil teman-temannya

"Dimana mereka? Gray? Wendy? Happy? Charle?" Lanjutnya. Dia mulai berjalan perlahan sambil tetap memanggil teman-temannya. Tanpa dia sadari, kakinya menginjak sesuatu

"Eh Apa ini?" Gumannya. Tiba-tiba

GROOOAAARRR!

Seekor monster berbentuk seperti naga tanpa sayap sepanjang kira-kira 5 meter meraung dari balik semak-semak yang ada tepat disamping gadis itu. Gadis itu hanya bisa kaget dan berteriak

"HYAAAA! Makhluk apa ini!" Teriaknya sambil berlari. Monster itu langsung mengejarnya

"Jangan ikuti aku kadal besar! Natsu! Erza! Gray! Tolong Aku!" Teriaknya meminta bantuan. Setelah cukup lama lari dari monster yang masih mengejarnya, tiba-tiba gadis itu menabrak sesuatu.

BRUGH!

"Aduh, eh Erza!" Teriaknya setelah sadar yang dia tabrak adalah temannya sendiri

"Erza-san Kau baik-baik saja? Eh, Lucy-san" Kata seorang gadis kecil dengan rambut berwarna biru

"Wendy, kau juga disini" Kata gadis berambut pirang, Lucy

"Ada apa Lucy" Tanya Erza, gadis berambut merah memakai kemeja pendek berwarna putih

"Ahh..." Belum sempat Lucy bicara, monster itu sudah ada di hadapan mereka

GROOAAARRRR

Raung monster itu. Tanpa diminta, Erza langsung menerjang kearah monster itu.

"Lucy, Wendy, Mundur!" Perintah Erza

"Erza-san!" Teriak Wendy

"Kansou!" Erza merapal mentra Ex-Quip nya. Tapi entah kenapa sihirnya tak bekerja. Erza yang menyadari sihirnya yang tidak aktif berusaha menghentikan langkahnya. Terlambat, Ekor monster itu sudah terlebih dahulu menghantam Erza

"Erza/ Erza-san!" Teriak Lucy dan Wendy bersamaan

"Akh!" Erang Erza, tubuhnya terhempas lalu menghantam sebuah pohon dibelakangnya. Matanya terpejam dan tubuhnya terkulai

"Erza?" Panggil Lucy lirih. Wendy maju kehadapan monster itu dan bersiap untuk menyerangnya

"Tenryuu no Houko!" Teriak Wndy. Namun hasilnya nihil, sihirnya tak bekerja

"Hirake! Shishikyuu no Tobira! Loke!" Lucy juga mencoba sihirnya. Hasilnya juga sama, Nihil

"Ba-bagaimana ini Lucy-san? Sihir kita yak bekerja" Kata Wendy ketakutan. Monster dihadapan mereka melangkah maju dengan perlahan

"Entahlah, apakah kita ada di Edolas?" Tebak Lucy sambil melangkah mundur, Jarak mereka dengan Monster itu semakin dekat

"Ba-bagaimana ini? Er-erza-san?" Panggil Wendy yang mulai panik

"Tolong kami" Kata Kucy ketika jarak antara mereka hanya tinggal 3 meter. Wendy jatuh terduduk, Lucy memejamkan matanya dan menunduk

"Tolong Kami! Natsuuu!" Teriak Lucy. Tiba-tiba seseorang berteriak

"Fire Burst!" Kata teriakan itu disusul sebuah suara lainnya

"Ice Blade!" kemudian terdengar sesuatu mengantan Monster itu sebelum akhirnya Monster itu meraung dengan keras

BRUUKKK

Monster itu jatuh tergeletak dan tak bergerak. Lucy membuka matanya, dilihatnya siapa yang telah menyelamatkan dia dan teman-temannya. Sebuah siluet seorang pria berdiri diatas bangkai Monster itu, sosoknya tak terlihat jelas karena silaunya matahari.

"Tak kusangka ada orang disini" Kata sebuah suara dari balik bangkai

"Ya, Begitulah. Hey, kalian baik-baik saja?" Kata sosok yang ada diatas bangkai itu. Terlihat jelas Scraft-nya yang berkibar tertiup angin

"Uhm, Kau..." Kata Lucy yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya

.

.

.

2nd Place

.

Terlihat dua sosok pria sedang berlari, tak jauh di belakang mereka seekor ular raksasa mengejar mereka

"Hei Gray, Lakukan sesuatu dengan makhluk itu!" Teriak seorang pria berambut pink dengan sebua scraft di lehernya

"Kenapa tak kau saja Natsu!" Balas pria yang hanya menggunakan sebuah celana jeans

"Kau tau aku tak bisa memakai sihirku kan!" Kata Natsu

"Aku juga sama, dasar bodoh!" Kata Gray

"Apa Katamu?" Kata Natsu yang mulai marah

"Apa kau tuli, Hah" Gray juga mulai marah

"Bisakah kau berhenti mengejekku, orang mesum!" Kata Natsu

"Kau pikir siapa yang membuat ular itu mengejar kita, Otak kosong" Kata Gray sambil berlari mendahului Natsu

"Dasar, Maksud... Gyaa!" Natsu tersandung akar yang menonjol ke permukaan tanah yang menyebabkan dia terjatuh dan menimpa Gray yang ada di depannya

"Awww, Apa yang kau lakukan, Natsu!" Keluh Gray

"Jangan salahkan aku! Ada Akar yang keluar dari permukaan tanah!" Kata Natsu

"Makanya, Kau Harus lebih hati..." Ucapan Gray terhenti, Ular besar itu sudah di depan mereka. Dalam waktu kurang dari 2 detik, ular itu sudah melesat dan melilit Natsu dan Gray.

"Ukh.." Erang Natsu

"Si-sial!" Keluh Gray

"Seandainya sihirku bisa dipakai!" Kata Natsu sambil menahan rasa sakit

"Bertahanlah Natsu!" Kata Gray

"Katakan hal itu pada dirimu sendiri, Gray!" Kata Natsu dengan suara yang melemah

"Huh!" Keluh Gray, Si Ular menurunkan kepalanya dan mendekati Gray yang hampir kehilangan kesadaran

"Huh, Jadi aku duluan ya" Kata Gray dengan senyum hambar di wajahnya

"Gray!" Teriak Natsu. Ular itu membuka mulutnya yang lebar dan mulai menerjang kearah Gray

"Gray!" Teriak Natsu

"Thunder Bolt!" Teriak seseorang. Sebuah serangan listrik langsung mengenai Ular itu beserta dengan Natsu dan Gray

"Argh..!" Erang Natsu dan Gray. Lilitan si ular melemah dan akhirnya lepas yang membuat Natsu dan Gray terbanting ke tanah

"Ukh" Keluh mereka berdua. Ular itu masih bisa bangkit dan terlihat akan menyerang kembali

"Sial, tubuhku tak bisa bergerak" Keluh Natsu

"Ini pasti efek petir tadi" Kata Gray

"Huh, dasar, Pria memang tak bisa diandalkan" Ejek sebuah suara, suara perempuan

"Hei siapa kau? Tunjukkan sosokmu" Teriak Natsu sembil mencoba mencari pemilik suara itu

"Natsu!" Teriak Gray, si ular sudah ada di depan Natsu, berniat memakannya

"Aero Slash!" Teriak sebuah suara lainnya. Sebuah cahaya mengenai ular itu dan membuatnya terpelanting

Tiba-tiba entah datang dari mana, di hadapan Natsu dan Gray muncul dua sosok wanita. Seorang wanita mempunyai rambut berwarna hijau dengan panjang mencapai betisnya dan diikat secara twintail di sisi kanan dan kiri kepalanya. Dia memegang sebuah tongat panjang berwarna silver yang membentuk sebuah cabang berwrna kecoklatan di bagian pangkalnya.

Gadis satunya lebih tinggi dari gadis twintaill, dia mempunyai rambut berwarna pink yang tergerai sampai punggung. Dia membawa sebuah panah dengan bentuk kepala ikan di bagian pegangannya, Lengkap dengan anak panah yang terbuat dari logam dipunggungnya. Posisi mereka menunjukkan bahwa mereka siap bertarung melawan Ular raksasa itu.

"Siapa kalian?" Tanya Gray. Tapi ular itu sudah mulai menyerang, Si gadis twintail langsung berlari menerjangnya

"Bisa kita tunda perkenalannya? Ada urusan yang harus kami selesaikan" Kata gadis berambut pink sambil mengambil anak panah yang ada di punggungnya lalu bersiap menembak Ular besar itu.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Guman Natsu pelan

.

.

.

3rd Place

.

"Apa kau menemukan mereka?" Tanya seekor kucing berwarna biru kepada seorang pria yang berpenampilan seperti samurai

"Tepatnya aku bisa merasakan keberadaan mereka" Jawab si Samurai, dia berjongkok di ujung tebing sambil menepelkan telapak tangan kanannya ke tanah

"Kau bisa mengantar kami menemui teman-teman kami?" Tanya si Kucing lagi

"Sayangnya jaraknya terlalu jauh, tapi jangan khawatir, mereka bersama teman-temanku" Kata si Samurai

"Apa maksudmu? Orang aneh?" Hardik seekor kucing berwarna putih

"Ca-charle" Kata kucing biru

"Orang aneh? Lihat dirimu sendiri! Kau kucing yang bisa bicara! Sekarang siapa yang aneh" balas si Samurai sambil bangun dari posisinya dan mulai berdiri

"Ukh, Sudahlah! Ayo kita kesana sendiri Happy" Kata Charle sambil melangkah pergi

"Tu-tunggu dulu. Charle!" Panggil Happy sambil mengejar Charle

"Apa kalian tau jalannya?" Tanya si Samurai dengan nada mengejek

"..." Happy dan Charle hanya bisa diam

"Ada apa?" Kata si Samurai lagi Happy dan charle menunduk

"Charle" Panggil Happy sambil melihat ke arah Charle

"Aku yakin kalian bisa mendengar suara monster dari tadi" Lanjut si Samurai

"Ukh" Keluh Charle

"Tunggulah disini. Tenang saja, teman-teman kalian aman bersama dengan teman-temanku" Kata si Samurai dengan nada bijak

"Charle?" Panggil Happy lagi

"Huh, baiklah, kami akan menunggu disini" Kata Charle kemudian

"Huft" Happy bernafas lega

"Tapi aku ingin bertanya" Kata charle

"Bertanya tentang apa?" Tanya si Samurai

"Dimana ini? Kenapa kami bisa kesini? Apa yang terjadi dengan sihir kami, dan juga..." Charle menggantung ucapannya

"Apa?" Tanya si Samurai lagi

"Siapa kau dan Teman-temanmu itu?" Tanya charle. Si Samurai tersenyum tipis. Tak lama kemudian ia mulai bicara
"Siapa kami? Kami adalah..."

.

.

.

Chapter 2 : In the Forrest END

.

.

Chapter 2 selesai... *Tebar bunga*, gimana? Apakah masih Gaje? Kalau iya Alfan minta maaf *membungkuk*. Tentunya para readers tau siapa aja para tokoh vocaloid ini? Kecuali yang ada di 1st place, seharusnya ada 2 orang tapi Alfan hanya mendeskripsikan 1 orang aja hehehe *Ditampar*. Alfan udah mikirin Endingnya, tapi masih agak buntu di bagian tengah hehehe *Ditabok*, Jadi bolehkah saya minta Reviews dan saran dari minna-san, Siapa tau Alfan nanti bisa dapet inspirasi, tapi tolong jangan nge-Flame, Alfan gak tahan panas ^^. Ok sekian dulu, sampai jumpa chapter depan, Jaa na.