-Buku ini adalah sebuah gerbang, gerbang menuju dunia penuh petulangan yang tak pernah kau duga sebelumnya. Jadi, apakah kau akan tetap membuka dan membacanya?-
Hai, hai, Alfan balik lagi bawa "Escape From the World" chapter 3. Terima kasih kepada readers yang mau menunggu fic Gaje ini hehehe *Ditampar*. Ok daripada Alfan tambah lama langsung aja
.
.
Happy Read
Tittle : Escape From the World
Warning : OOT, OOC, AU, Gaje, TYPO, EYD gak berlaku, Alur kaga jelas, Bahasa Gaul (mulai) Terdeteksi
Declaimer : Fairy Tail itu milik Hiro Mashima, Vocaloid milik Yamaha corp + Crypton future media, Kalo cerita Gajenya milik Alfan
.
.
.
Chapter 3 : The Mage and the Elements
.
Kita kembali ke tempat Charle, Happy, dan si samurai. Terlihat mereka duduk di depan sebuah tenda yang tak jauh dari ujung tebing tadi. Tak lama kemudian tampak beberapa orang mendekati tempat mereka.
"Hai, Gakupo! Tadaimaa!" Teriak salah satu dari mereka
"Yo, Okaeri" Jawab si Samurai
"Lucy!" Teriak Happy
"Happy, Charle" Kata Wendy.
"Gakupo, kucing siapa ini?" Tanya seorang pria berambut merah ketika jarak mereka sudah dekat
"Mereka? Tentu saja milik orang-orang yang kalian bawa" Jawab Gakupo. Si pria berambut merah itu berjongkok, mendekati Happy.
"Hai, aku Happy" Kata Happy tiba-tiba
"Ku-Kucingnya bisa bicara! Kaito, Kucing biru ini bicara!" Teriak pria berambut merah itu pada Pria berambut biru
"Diamlah BaKaito! Kau berisik tau!" Jawab pria berambut biru
"Charle kenapa kau disini?" Tanya Wendy
"Tentu saja nasibku sama denganmu Wendy" Jawab Charle
"Aku senang kalian selamat, Tapi bagaimana dengan Natsu dan Gray?" Tanya Lucy
"Pria samurai itu bilang kalau mereka sedang dengan temannya" Jawab Charle
"Sebenarnya siapa mereka?" Guman Lucy sambil melihat kearah Tiga orang pria yang sedang ribut itu
"Ukh.." Rintih Erza yang baru tersadar
"Erza-san" Pekik Wendy
"Wendy, Lucy, dimana ini? Hah, bagaimana monsternya?" Tanya Erza panik
"Tenanglah Erza, Kita sudah aman. Berkat bantuan mereka" Kata Lucy sambil menunjuk Tiga Pria itu.
"Siapa mereka?" Tanya erza
"Entahlah" Jawab Wendy
"Biar Kujelaskan, mereka itu..." Ucapan Charle terpotong
"Hei dimana Luka dan miku?" Tanya pria berambut biru -Kaito-
"Mereka berdua bersama teman orang-orang itu" Jawab Gakupo sambil menunjuk Lucy dan kawan-kawan
"Sepertinya mereka sedang kesulitan" Lanjut Gakupo
"Aku akan menyusul mereka, dimana posisi mereka?" Kata Kaito
"Mereka di utara wilayah ular, berhati-hatilah" kata Gakupo
"Pastikan kau membawa mereka dengan selamat, Leader" Kata Pria berambut merah
"Tentu saja, Bakaito" Jawab Kaito kemudian langsung berlari kearah yang ditunjukkan Gakupo
"Nah, sekarang mari kita obati luka kalian Nona-nona" Kata Gakupo sambil berbalik kearah Lucy Dkk, melihat mereka satu persatu lalu tersenyum, yang dilihat hanya saling pandang dengan bingung.
.
.
In Forest
"Sudah selesai-kah?" Kata Natsu dengan keadaan masih terbaring.
Di hadapannya seekor ular besar tergeletak dengan mulut menganga. Tak jauh dari ular itu, tampak 2 orang gadis terduduk, tak lama kemudian salah satu mereka bangkit, dia adalah si gadis twintail. Gadis itu mendekati ular itu dan menusuknya beberapa kali dengan tongkat yang dibawanya.
"dia benar-benar sudah mati" Katanya
"Huft, syukurlah" Sahut gadis berambut pink
"Kau terlalu memaksakan diri, Luka-chan" Kata gadis twintail
"Tenag saja Miku" Jawab Luka, Gadis berambut Pink itu
"Kau tak apa-apa?" Tanya Miku
"Aku baik-baik saja, daripada itu.." Luka menghentikan ucapannya lalu menatap tajam kearah Natsu dan gray
"A-ada apa?" Tanya Natsu
"Aku tak pernah melihat kalian, Siapa kalian sebenarnya?" Tanya Luka
"Bukankah seharusnya kami yang bertanya seperti itu" Kata Gray
"Kami sudah menolong kalian dan itu hal yang kau katakan" Kata miku setengah berteriak
"Baiklah kalau begitu, aku ucapkan terima kasih karena sudah membuat tubuh kami mati rasa dan tak bisa bergerak, nona" Kata gray ketus
"Itu lebih baik daripada kau dimakan ular itu kan!" Nada Miku makin meninggi
"Sudah sudah, bersabarlah Miku" Lerai Luka, dia lalu melirik tajam kearah Gray
"Aku cukup yakin namamu tadi adalah Gray, jadi Gray aku minta maaf karena membuat tubuhmu begitu, maukah kau memaafkan kami?" Kata Luka dengan nada yang berhasil membuat Gray tersipu
"Sudahlah, lagipula aku tak terlalu mempermasalahkannya" Kata Gray sambil memalingkan mukanya
"Hei, sekarang bisa kalian beritau ini dimana" Kata Natsu yang terlihat bersusah payah untuk berdiri sambil berpegangan pada pohon
"Benar juga, Ini adalah..." Kata-kata Luka terputus karena sebuah suara berisik dari balik semak-semak
"Apakah itu ular lainnya" Kata Natsu dengan posisi waspada, Gray segera berusaha untuk bangun
"Itu tak mungkin, aku jamin itu" Jawab Miku
Tiba-tiba seekor kadal besar muncul dari balik semak-semak
"Awas!" Pekik Gray, Luka dan Miku tak sempat mempersiapkan senjata mereka
"Cold Diamond!" Teriak Kaito yang tiba-tiba datang. Serangannya cukup ampuh untuk membunuh Kadal raksasa itu.
"Kaito/Kaito-kun" Pekik Luka dan Miku bersaamaan
"Huh, kalian lengah" Kata Kaito dengan nada dingin. Dia lalu melihat ke sekeliling
"Maafkan kami" Kata Luka. Tak lama terdengar suara gemuruh mendekat
"Yah, tak apa, yang penting kalian baik-baik saja. Pantas saja mereka kemari, kalian membunuh ularnya" Kata Kaito. Tak lama kemudian segerombolan Kadal raksasa sudah mengelilingi mereka. Miku dan Luka memasang posisi bertempur
"Lupakan! Kita tak akan menang kalau melawan!" Teriak Kaito
"La-lalu?" Tanya Miku
"Luka, bawa Pria itu! Miku, Buat jalan! Cepat!" Perintah Kaito sambil menunjuk Natsu, lalu memapah Gray
"Ba-baik" Jawab Luka, dia langsung memapah Natsu
"Lightning Ball!" Miku mengarahkan tongkatnya kearah kawanan kadal yang paling sedikit dan membuat mereka terpental
"Ayo Cepat!" Perintah Kaito
.
.
Gakupo's Place
.
"Mereka lama sekali ya" Keluh Pria berembut merah
"Sabarlah mereka sebentar lagi sampai" Kata Gakupo yang sedang mengikatkan perban pada Erza
"Terima Kasih, Siapa kau sebenarnya?" Tanya Erza
"Aku? Kau bisa memanggilku Gakupo, dan dia Akaito" Jawab Gakupo sambil menunjuk pria yang ada di atas pohon
"Kalian Siapa? Ini ada dimana?" Tanya Lucy
"Lebih baik aku jawab jika teman kalian sudah tiba, nah selesai" Kata Gakupo sambil mengikat ujung perban yang ada di lengan kiri Erza
"Sekali lagi aku ucapka terimakasih Gakupo, kau juga Akaito, Terima kasih sudah menyelamatkan kami" Kata Erza
"Oh, jangan sungkan" Jawab Akaito santai
"Dia memang seperti itu" Kata Gakupo
"Hey sepertinya itu mereka!" Teriak Akaito. Dia langsung turun dari pohon dan berlari menuju Kaito yang baru datang
"Dia seperti anak-anak ya" Komentar Erza
"Hahaha, dia memang seperti itu" Balag Gakupo mengulang kata-katanya tadi
"Ini gawat! Gakupooo!" Teriak Akaito sambil berlari kembali kearah Gakupo
"Ada Apa, Akaito" Tanya Gakupo
"Kaito dan Luka-chan membelah diri!" Kata Akaito
"Eh?" Kata Gakupo dengan wajah *Maksud loe?*
"Lihat saja!" Kata Akaito menunjuk kearah Kaito datang.
"Tadaima, Gakkun" Teriak Miku. Dibelakangnya tampak Luka sedang memapah Natsu dan Kaito sedang memapah Gray
"Tuh kan!" Teriak Akaito. Gakupo hanya bisa pasang wajah *Nih anak O'on banget sih*
"Natsu, Gray" Pekik Happy
"Yo, Happy, Lucy" Balas Natsu sedikit meringis
"Kalian baik-baik saja?" Tanya Wendy
"Seperti yang kau lihat, Kami tak pernah merasa Sebaik ini" Jawab Gray dengan menekankan kata *Sebaik Ini*
"'Huh, dasar" Keluh Luka sambil meletakka Natsu di dekat tenda. Kaito melakukan hal yang sama denga Gray
"Apa yang terjadi?" Tanya Gakupo pada
"Mereka sepertinya sudah berniat membuat daging panggang, Dasar" Kata Kaito sambil menunjuk Luka dan Miku yang ada di belakangnya dengan Ibu jarinya
"Apa maksudmu?" Tanya Akaito
"Thunder Bolt" Jawab Kaito singkat
"Ow, yang itu ya" Kata Akaito
"Kau bisa menolong mereka, Gakupo?" Tanya Lucy
"Tentu saja" Jawab Gakupo
.
.
Malamnya
.
Dua kelompok itu sedang duduk mengelilingi api unggun dengan beberapa ikan bakar tertancap di sekelilingnya. Tampak Happy yang makan dengan riang dan Natsu juga Gray yang makan dengan ogah-ogahan, Sepertinya mereka masih tidak terima diselamatkan oleh 2 orang gadis
"Hey kau tak makan Natsu?" Tanya Happy
"Aku tak selera" Jawab Natsu. Miku langsung menyerobot
"Kyaa, kucing ini lucu sekali. Boleh ku pelihara dia?" Kata Miku sambil memeluk Happy erat
"A-ku tak..Bisa..Ber..Nafas" Kata Happy mulai sekarat
"Miku hentikan" Kata kaito
"Baiklah, Maaf kucing biru" Kata Miku melepaskan pelukannya
"Jadi, bisa kita mulai ceritanya?" Kata Erza
"Tentu saja. Leader" Jawab Akaito sambil menepuk bahu Kaito
"Jangan panggil aku begitu Bakaito. Jadi, kita mulai dari mana?" tanya Kaito
"Bagaimana kalau memperkenalkan diri kalian dulu" Usul Wendy
"Mereka menyebut diri mereka Elements" kata Charle tiba-tiba
"Kau tau itu charle?" Tanya Wendy heran
"Samurai itu yang mengatakannya tadi, detilnya dia tak mau memberitauku" Jawab Charle
"Baik sekali kau mau menjelaskannya kucing manis. Bukan, Charle" kata Gakupo
"Bisa kita lanjutkan" Kata Gray
"Baiklah, Kami menyebut dunia ini Nowhere" Kata Kaito
"Nowhere?" Kata Natsu heran
"Ya, seperti namanya, kami juga tak tau ini dunia mana, kami tak berasal dari dunia ini" Kata Kaito lagi
"Yang kami tau, tiba-tiba saja kami sudah ada disini" Kata Luka menambahkan
"Hanya untuk memastikan, apakah kalian kesini setelah membaca sebuah buku?" Tanya Lucy
"Tepat sekali, kalian juga?" Kata Akaito
"Begitulah, kami sedang beristrahat, menemukan lalu membaca sebuah buku, lalu kami sudah ada di hutan itu" Kata Erza
"Lalu kenapa sihir kami tak bekerja?" Tanya Gray
"Apakah kalian membawa bukunya?" Tanya Miku, entah bagaimana Happy tidur di pangkuannya. Para member Fairy Tail itu saling menatap
"Ah, Kalian kehilangannya ya?" Keluh Akaito
"Untuk memakai atau mendapatkan kekuatan, kalian harus membuat kontrak dengan buku itu" Jelas Gakupo
"Lalu, bagaimana caranya kembali kedunia kami?"
"Kita harus keujung dunia ini, Kami gtak tau ada apa disana tapi di buku tertulis seperti itu" Kata Luka
"Bagaimana? Mau ikut bersama kami?" Tanya Kaito. Lagi-lagi para member Fary Tail hanya saling pandang
"Sepertinya tak ada pilihan lain, maukah kalian membantu kami mendapatkan buku kami kembali lalu kita keluar dari dunia ini" Tanya Erza mengulurkan tangan kanannya sambil tersenyum ramah
"Kenapa tidak? Ayo keluar dari dunia ini sama-sama" Jawab kaito menyambut uluran tangan Erza
"Oh iya, namaku Erza, Erza Scarlet. Kami penyihir dari Guild yang disebut dengan Fairy Tail, Aku bisa menggunakan sihir untuk mengubah pakaian dan senjataku" Kata Erza
"Aku Natsu Dragneel, anak dari Igneel sang naga api, sihirku disebut sihir Dragon Slayer, apiku bisa membakar apapun" Kata Natsu
"Namaku Lucy Heartfilia, Aku bisa memanggil roh surgawi dengan kunci-kunci ini" Kata Lucy sambil menunjukkan Kuncinya
"Namaku Gray Fullbuster, Aku menggunakan sihir penciptaan es" Kata Gray dingin
"Na-namaku Wendy, Wendy marvell, Seperti Natsu-san aku seorang Dragon Slayer, tapi aku menggunakan sihir Langit. Ngomong-ngomong mereka adalah Happy dan Charle" Kata Wendy sambil menunjuk Happy dan Charle yang tidur dipangkuan Miku
"Kalian menyebutkan sihir kalian, tapi itu 'Seharusnya' kan" Kata Akaito
"Ukh" Ucapan Akaito membuat member FT merasa tertusuk
"Sudahlah Akaito, namaku Shion Kaito, kalian bisa memanggilku Kaito, aku pengguna elemen Es" Kata Kaito
"Dia Leader di kelompok ini. Ah Namaku Akaito adik Kaito, aku penggune Elemen Api" Kata Akaito
"Namaku Kamui Gakupo, pengguna element tanah. Aku bertindak sebagai dokter disini" Kata Gakupo
"Hai, giliranku. Namaku Hatsune Miku, aku pengguna elemen petir, jadi tolong jangan macam-macam denganku" Kata Miku dengan riang. Sikapnya membuat semuanya hanya bisa sweatdrop
"Aku? Namaku Megurine luka, Kau bisa memanggilku Luka, Aku pengguna element Angin" Kata Luka
"Luka ini spesial, dia bisa menggunakan dua elemen, yaitu elemen angin dan cahaya" Kata Kaito. Luka memalingkan wajahnya
"A-aku tidak sespesial itu kog" Kata Luka dengan wajah memerah
"Tak usah malu, Luka-chan" Goda Miku
"A-apa maksudmu Miku" Bentak Luka
"Are? Kau jadi kelihatan lebih manis" Lanjut Miku
"U-urusai Baka!" Kata Luka. Mereka yang melihat langsung tertawa karena adegan itu (Min Kaito, dia hanya tersenyum)
"Baiklah, kita besok mencari buku kalian lalu menuju ke ujung dunia" Kata Akaito
"Tapi dimana ujung dunianya?" Tanya Wendy
"Kita cukup berjalan ke barat, kami rasa waktu yang ditempuh kurang dari satu bulan" Kata Gakupo sambil berjongkok ke Wendy
"Begitu? Syukurlah" Kata Lucy
"Oke, kita istirahat dulu malam ini, besok ada perjalanan menanti kita" Kata Akaito
"Tapi mereka tidur dimana?" Tanya Miku sambil menunjuk Erza, Lucy dan Wendy
"Mereka tidur di tenda kami, yang pria semua tidur diluar" Jawab Kaito
"Eh?" keluh Akaito
"Berhentilah mengeluh Bakaito" Kata Gakupo
"Terima kasih Kaito" Kata Erza
"Oyasumi minna" Kata Luka
"Oyasumi" Balas Akaito dan Gakupo
Dan merekapun beristirahan untuk mengisi tenaga mereka untuk petualangan yang menanti mereka esok hari.
.
.
.
Chapter 3 : The Mage and the Elements END
.
.
Alfan : Oke ini dia chapter 3. Cuma perasaan Alfan atau Chapter ini kepanjangan? Hehehe, soalnya kalau udah ngetik Alfan gak bisa berhenti sih *Plak*.
Kaito : Wow, aku kelihatan cool disini
Miku : Happy kamu lucu banget! *Meluk Happy*
Happy :Aku gak bisa napas,tolong Lucy *Sekarat*
Lucy : Mi-miku? Bisa kamu hentikan?
Alfan : Ok minna, biarkan saja mereka begitu, sebelumnya maaf kalo ini makin gaje, itu udah sifat Alfan. Pas awalan keliatan kalem, tapi makin lama pasti makin gaje. *Mulai OOT*. Udah ah, daripada makin gaje, Terima kasih buat yang review sebelumnya
3'Oct : Seperti yang ada di atas, Miku mempunyai elemen petir dengan bantuan tongkatnya yang berbentuk Negi (?), mereka di dunia yang disebut "Nowhere"
Kurayami Nea : Makasih, Rin sama Len masih diusahain
Terakhir, Bolehkah Alfan minta Review? Tolong jangan nge-Flame, Alfan gak tahan panas.
Sampai ketemu di chapter berikutnya, Jaa na ^^
