-Buku ini adalah sebuah gerbang, gerbang menuju dunia penuh petulangan yang tak pernah kau duga sebelumnya. Jadi, apakah kau akan tetap membuka dan membacanya?-

Hai, hai, Maaf telat (Banget) Alfan balik lagi dengan Chapter 4. Sebelumnya tolong maafkan Alfan atas keterlambatannya yang kebangetan ini, Alfan lagi kena Writer's Block sih hehe *Dibakar*. Sedikit bocoran di chapter ini bakalan ada Bloody scenenya (Dikit sih). Ada apa di chapter 4 ini? yang penasaran silahkan lanjutin bacanya, yang gak berminat silahkan Tampar tombol "back" yang tersedia. Ok daripada tambah lama, Langsung aja.

.

.

Happy Read

Tittle : Escape From the World

Warning : OOT, OOC, AU, Gaje, TYPO, EYD gak berlaku, Alur kaga jelas, Bloody scene

Declaimer : Fairy Tail itu milik Hiro Mashima, Vocaloid milik Yamaha corp + Crypton future media, Kalo cerita Gajenya milik Alfan

.

.

.

Chapter 4 : Knightmares

.

"Hei Natsu, bangunlah! Ini sudah siang tau" Kata Lucy membangunkan Natsu

"Ehm.." Natsu hanya berguman tidak jelas

"Hoi! Sampai kapan kau akan tidur, Otak api!" Gray ikut membangunkan Natsu dengan cara menendangnya

"Waaa" Natsu terpental beberapa meter dan berakhir dengan menabrak pohon

"Akhirnya bangun juga" Kata Gray dingin

"Apa yang kau lakukan Gray" Natsu mulai marah

"Tentu saja membangunkanmu bodoh!Memangnya kenapa?" Jawab gray dengan nada mengejek

"Kau menantangku hah?" Teriak Natsu sambil mendekati Gray

"Kalau iya kenapa" Tanya Gray sambil mencengkeram syal Natsu

"Kau akan menyesalinya Mata sayu!" Ejek Natsu sambil mempersiapkan api ditangan kanannya

"Bersiaplah untuk menangis, mata sipit!" Balas Gray dengan aura es di tangan kanannya

"Sudah cukup!" Teriak Erza yang tiba-tiba datang sambil memukul kepala Natsu dan Gray

"Erza, kau sudah kembali?" Kata Lucy

"Begitulah, Ayo turun" Ajak Erza

"Kemana?" Tanya Natsu dan Gray bersamaan

"Mengisi perut kita tentunya" Jawab Erza sambil berjalan ke arah sungai yang ada di bawah kemah mereka

"Hei tunggu Erza" Teriak Lucy sambil mengejar Erza.

Sampainya di tepi sungai terlihat para Element dengan kegiatan mereka masing-masing. Akaito sedang menganggu Gakupo yang sedang memancing, Luka sibuk mempersiapkan sarapan mereka yang berupa ikan bakar, Miku yang sedang memberikan "pelukan Maut" ke Happy, Wendy sedang berusaha menenangkan Miku, Charle berdiri didekat Wendy, tak peduli keadaan sekitarnya, Kaito? Dia tak terlihat dimanapun.

"O hayou" Sapa Lucy

"Ah, Ohayou" Hanya Luka yang menjawab

"Hei dimana Kaito?" Tanya Erza

"Dia sedang mencari kayu bakar, memagnya ada apa?" Jawab Luka

"Tidak apa-apa, aku hanya bertanya" Jawab Erza

"Ada apa Luka-chan? Tak biasanya kau bicara dengan nada seperti itu?" Tanya Akaito yang sudah selesai dengan acaranya mengganggu Gakupo

"Apa maksudmu, aku selalu seperti ini" Jawab Luka ketus

"Oo, mungkinkah karena kau takut akan ada saingan untuk..." Kata-kata Akaito terpotong oleh ucapan Luka

"U-urusai, Baka!" Teriak Luka, Erza yang melihat itu tampaknya mengerti

"Tenang saja Luka, aku tak akan jadi sainganmu kok" Kata Erza, Luka terkejut dengan wajah agak memerah

"Ka-kalian ngomongin apa sih" Ucap Luka sambil memalingkan mukanya. Akaito dan Erza hanya bisa tertawa

"Tadaima" Kata Kaito yang baru datang dari hutan dengan setumpuk kayu di tangannya

"Ka-kaito-kun, ah O-okaeri" Jawab Luka tergagap karena kedatangan Kaito yang tiba-tiba

"Ini dia yang dibicarakan" Kata Akaito

"Ada apa?" Tanya Kaito

"Sepertinya Luka..." Lagi-lagi ucapan Akaito terpotong

"Tidak ada apa-apa kok sungguh!" Kata Luka

"Ya sudah, Hoi Gakupo aku lihat hasil tangkapanmu" Kata Kaito ke Gakupo yang masih asik memancing

"Kesini saja" Jawab Gakupo, Kaito langsung berjalan mendekatinya dan melihat ke arah keranjang ikan disamping Gakupo

"Itu sudah cukup, ayo mulai sarapan" Kata Kaito

"Baiklah" Jawab Gakupo sambil berdiri dan berjalan dibelakang Kaito yang membawa Keranjang ikannya

.

-Time Skip-

.

"Jadi apa rencana kita hari ini?" Tanya Lucy

"Tentu saja, ke ujung dunia sambil mencari buku kalian" Jawab Akaito

"Bagaimana caranya?" Tanya Gray

"Kita bagi kelompok kita menjadi beberapa tim" Jelas Gakupo

"Kurasa kau saja yang membaginya Kaito, kalian lebih mengetahui keadaan disini" Kata Erza

"Baiklah, tapi jangan protes jika tak sesuai keinginan kalian" Jawab Kaito dingin

"Baiklah" Jawab mereka semua (Min Kaito) bersamaan

"Kalau begitu, Aku, Akaito dan Erza akan memeriksa wilayah timur. Natsu, Gray, Luka dan Miku cari di wilayah selatan. Gakupo, kau, Lucy dan Wendy terus ke barat sambil menyiapkan tempat istirahat. Ada yang ditanyakan?" Jelas Kaito

"Anoo, bagaimana dengan kami?" Tanya Happy sambil menunjuk dirinya dan Charle

"Happy kau dengan kelompok Natsu, Charle kau dengan Kaito" Kata Gakupo

"Aye sir!" Jawab Happy

"Happy, jadi kau bersamaku!" Teriak Miku sambil memeluk Happy hingga Happy kehabisan nafas

"Sebagai tambahan, jangan mencari terlalu jauh, cari saja di sekitar tempat mereka jatuh, hindari pertarungan yang tak perlu, dan jangan sampai terpisah! Mengerti" Kata Kaito

"Mengerti" Jawab mereka (Min Kaito). Segera mereka langsung menuju ke hutan

"Baiklah kita berangkat sekarang, Gakupo aku serahkan yang disini padamu" Kata Kaito sambil menepuk bahu Gakupo

"Tenang saja" Jawab Gakupo, Kaito-pun langsung menyusul kelompoknya ke hutan

"Uhm, Gakupo-san?" Panggil Wendy

"Ayo berkemas sekarang" Kata Gakupo sambil tersenyum

.

.

Natsu's Place

.

"Hey, apa tak masalah jika kita sesantai ini?" Tanya Gray, karena kelompok mereka menyusuri hutan dengan berjalan perlahan

"Tak apa-apa, lagipula ini demi keamanan kita" Jawab Miku sambil mengelus Happy yang 'Tertidur' di pelukkannya

"Apa maksudmu?" Tanya Natsu

"Ingat kadal-kadal kemarin? Ada kemungkinan mereka masih di area ini" Jelas Luka

"Kalau mereka muncul kita cukup menghajarnya kan" Kata Natsu santai

"Baka! Bukannya pria biru tadi bilang hindari pertarungan yang tak perlu" kata Gray mengingatkan

"Namanya Kaito! Ingat itu! Lagipula Natsu, bagaimana kau akan menghajar kadal-kadal itu?" Kata Luka dengan nada mengejek

"Tentu saja dengan..." Natsu menghentikan kata-katanya

"Lihat? Apa kau sudah lupa kalau kita tak bisa menggunakan sihir, dasar otak api!" Kata Gray dengan nada mengejek

"Apa katamu mata sayu" Kata Natsu

"Aku bilang kau sangat bodoh, mata sipit!" Jawab Gray. Adu mulutpun tak terelakkan

"Hahhh.. ayo jalan terus Miku" Kata Luka kesal

"Eh? Baiklah" Sahut Miku
.

.

Gakupo's Place

"Kita mau kemana Gakupo?" Tanya Lucy

"Tentu saja mencari dan menyiapkan tempat kemah kan" jawab Gakupo

"Kita akan kemah dimana?" Tanya Wendy

"Di gunung itu, mungkin ada tempay yang bagus untuk mendirikan kemah" Jawab Gakupo sambil menunjuk Gunung yang jaraknya tak terlalu jauh

"Hey, Gakupo bisa ceritakan tentang dunia ini? Aku sangat penasaran, begitu juga tentang kalian para Element" Kata Lucy

"Boleh saja. Jadi darimana aku harus mulai?" Kata Gakupo

"Bagaimana jika dari saat kalian bisa kesini" Usul Wendy

"Baiklah" Jawab Gakupo

.

.

Kaito's Place

.

"Kau menemukannya Kaito?" Tanya Erza, mereka sekarang berada di tempat Lucy jatuh, terlihat dari bekas dahan yang patah di sebuah pohon.

"Belum, bagaimana denganmu, Akaito" Tanya Kaito dengan nada datarnya.

"Tidak ada" Jawab Akaito dari balik semak-semak.

"Kalau begitu kita cari sambil melanjutkan perjalanan" Kata Kaito

"Baiklah," Kata Erza

"Hey, tunggu aku!" Teriak Akaito

"Hey, kaito" Panggil Erza

"Ada apa?" Jawab Kaito datar

"Bisakah kau ceritakan tentang buku yang kita cari?" Kata Erza

"Maksudmu?" Tanya Kaito

"Yah, seperti, apa yang harus kami lakukan jika sudah mendapat bukunya" Kata Erza

"Baiklah kuceritakan, Jadi begini..."

.

.

Gakupo's Place

.

"Hey Gakupo" Panggil Lucy

"Ada apa Lucy?" Jawab Gakupo

"Bisa kalian ceritakan hal yang lain?" Kata Lucy

"Hmm? Memang apa lagi?" Tanya Gakupo"

"Terserah, hal lain tentang dunia ini, peraturannya? Apa yang boleh atau tidak boleh dilakukan, atau hal-hal semacam itu" Kata Lucy

"Aku juga ingin mendengarnya" Sahut Wendy

"Baiklah kalau kalian , tempat yang kami sebut Nowhere, tentu saja terdapat para penduduk lokal, mereka juga berwujud manusia. Ngomong-ngomong kalian pernah pergi ke dunia paralel yang lain?" Tanya Gakupo

"Ya, tempat itu bernama Edolas" Jawab Lucy

"Bagaimana penduduk disana?" Tanya Gakupo lagi

"Penampilan dan wajahnya sama dengan didunia kami, hanya sifatnya yang berbeda bahkan bisa dibilang berlawanan" Jelas Lucy

"Kalau disini, bisa dibilang mereka adalah genderbend kita" Kata Gakupo

"Apa maksudnya, Gakupo-san?" Tanya Wendy

"seperti yang kubilang, mereka seperti genderbend kita. Karena hampir semuanya mirip tapi perbedaan yang paling mencolok adalah jenis kelamin mereka yang berkebalikan dengan kita." Terang Gakupo

"Eh?" Kata Wndy

"Contohnya Miku, kami pernah bertemu dengan Miku versi dunia ini. Namanya Mike, dia persisi dengan Miku yang hiperaktif, tapi kata-katanya lebih kasar daripada Miku" Kata Gakupo kemudian tertawa kecil

"Heeeh, begitu ya" Ucap Wendy dengan nada terkesan

"Hey, lalu bagaimana dengan penduduk disini? Maksudku, bagaimana kebiasaan meraka, aturan yang ada atau hal semcamnya?" Tanya Lucy

"Ah, benar juga. Sebenarnya dunia ini juga sedang mengalami masalahnya sendiri" Jawab Gakupo

"Masalah?" Tanya Lucy heran

"Dunia ini sedang dijajah oleh sebuah kekuatan jahat. Tepatnya dua tahun yang lalu, sebelum kami datang ke dunia ini, seseorang yang mengaku bernama Lucifer, mulai menyerang dunia ini dan secara perlahan menguasai wilayah-wilayah di dunia ini"

"Tapi kenapa saat ini tempat ini tampak begitu damai?" Tanya Wendy heran
"Entah apa yang terjadi, setengah tahun setelah kemunculanya, Lucifer dan pasukannya menghilang. Tapi bukan berarti mereka pergi, mereka keluar menyerang satu bulan sekali, dan penyerangan dilakukan selama satu minggu" Jelas Gakupo

"Eh? Kenapa?" Tanya Lucy

"Sudah ku katakan bukan? Aku juga tidak tau. Tapi jika mereka menyerang akan muncul tanda-tanda berupa langit yang menjadi gelap dan akan turun hujan gerimis tak peduli saat musim apa mereka menyerang" Kata Gakupo

"Bagaimana kau bisa tau banyak"

"Kami disini satu tahun lebih lama daripada kalian bukan?" Gakupo mengajukan petanyaan retoriknya

"Ah, benar juga. Lalu bagaimana kalian bisa mendapatkan kekuatan elemen kalian?" Tanya Lucy

"Kami berlatih dari penduduk lokal. Jauh di timur terdapat suku kesatria yang mempunyai julukan 'Knights of Heaven' kami berlatih teknik bertempur dan strategi. Tapi 5 bulan kemudian serangan besar dari pasukan Lucifer membuat kami harus pergi" Jelas Gakupo

"Tunggu lima bulan kemudian? Bukankah pasukan Lucifer menyerang setiap satu bulan?" Kata Lucy

"Memang, tapi serangan itu lebih besar. Kerusakan yang ditimbulkan lebih parah dan jumlah korban tiga kali lebih banyak dari sebelumnya, bahkan kami harus kehilangan..." Gakupo tidak melanjutkan kata-katanya

"Kehilangan apa Gakupo-san?" Tanya Wendy

"Sudahlah, lupakan saja. Oh ya, ngomong-ngomong ada beberapa hal yang harus kalian perhatikan" Gakupo langsung mengalihkan pembicaraan mereka

"Eh? Apa itu?" Tanya Lucy walau dalam hatinya berkata 'Dia mengalihkan pembicaraan'

"Pertama, jangan terlalu membicarakan tentang Lucifer dengan penduduk lokal" Kata Gakupo

"Kenapa?" Tanya Wendy

"Mereka menyerang setiap satu bulan ingat? Jadi para penduduk berusaha bersikap seolah tidak ada apa-apa untuk sekedar menghibur diri sendiri. Hanya beberapa kelompok yang mayoritas berasal dari kalangan kesatria yang membicarakan tentang strategi untuk menghadapi pasukan Lucifer"

"Hmmm, jadi ini seperti masa persiapan bagi mereka ya" Komentar lucy

"Begitulah. Kedua jangan pernah mengatakan kalau kalian dari dunia lain, para penduduk akan mengira kalian mata-mata Lucifer. Terakhir, sekuat apapun kalian, jangan pernah berjalan sendirian" Kata Gakupo

"Lalu kenapa kau selalu sendiri saat berpencar?" Tanya Lucy

"Itu sebuah rahasia kecilku Lucy" Jawab Gakupo sambil tersenyum

"Hmmm, Apakah hanya itu, Gakupo-san?" Tanya wendy

"Jika menyangkut penduduk disini mungkin hanya itu dulu. tapi jika menyangkut Elements, mungkin ada beberapa hal yang harus kukatakan" Kata Gakupo

"Apa sajakah itu?" Tanya Wendy

"Walaupun beberapa hal rasanya tak terlalu penting tapi...Pertama..."

.

.

Natsu's Place

.

"Mereka masih saja bertengkar?" Keluh Miku

"Hei, yang buruh bukunya itu kalian kan! Kenapa kalian malah bertengkar bukannya mencari bukunya dangan benar!" Teriak Luka pada Natsu dan Gray

"Jangan salahkan Aku! Salahkan Si mata sayu ini!" Teriak Natsu

"Apa katamu Mata sipit? Ini salahmu karena terus menggangguku!" Kata Gray tak mau kalah

"Kau ngajak berantem hah!" Kata Natsu. Dan perang mulut itu berakhir dengan perkelahian

"Mereka itu...Kalau saja aku boleh membunuh mereka" Kata Miku geram

"Sudahlah miku, ayo kita kembali saja" Kata Luka

"Eh?" Kata Miku Heran

"Kita kembali saja, aku merasakan Firasat buruk" Jawab luka

"Ba-baiklah." Kata Miku

"Hei, Natsu, Gray!" Happy memanggil Natsu dan Gray sambil berlari kecil menyusul Luka yang sudah berjalan di depan

"APA?!" Jawab Natsu dan Gray bersamaan. Tapi yang mereka lihat Happy, Miku dan Luka sudah berjalan di depan mereka

"Kami tinggal Lho!" Jawab Happy yang sudah cukup jauh berjalan bersama Miku dan Luka

"Hei Tunggu!" Kata mereka berdua sambil berlari menyusul Luka dan Miku

.

.

Kaito's Place

.

"Apa itu tadi?" Kata Akaito. Dia dan Kaito tampak kelelahan dengan penampilan yang sudah babak belur

"Kaito, Akaito Kalian baik-baik saja?" Tanya Erza yang tak jauh dari mereka. Tiba-tiba sesuatu muncul dari balik semak-semak. Dia berwujud manusia yang menggunakan baju zirah berwarna hitam, disekelilingnya terdapat sebuah Aura hitam yang keluar dari tubuhnya, di tangannya terdapat sebuah pedang satu tangan berwarna hitam yang cukup besar.

"Apa itu?" Tanya Charle

"Kninghtmare?" Pekik Akaito terkejut. Tak lama, sebuah wujud yang Akaito sebut 'Knightmare' kembali muncul dari balik semak-semak

"Ini Gawat. Kalian berdua segera pergi!" Perintah Kaito pada Erza dan Charle

"Aku bisa membantu kalian" Kata Erza

"Bodoh! Apa yang bisa kau lakukan tanpa sihirmu!" Kata Kaito

"Jangan remehkan aku!" Teriak Erza sambil berlari untuk menyerang salah satu Knightmare itu. Knightmare itu mengayunkan pedangnya, namun Erza berhasil menghindarinya, Erza langsung melompat dan melancarkan sebuah tendangan kearah tubuh salah satu Knightmare, namun Knightmare itu tak bergeming seolah tak ada apa-apa, dia langsung menangkap kaki Erza

"ah, Cela..." Sebelum Erza sempat mengelak, knightmare itu melempar Erza

"Erza!" Teriak Akaito

"Argh.." Pekik Erza yang terbanting beberapa kali ke tanah

"Charle, bawa Erza ke balik bebatuan itu!" Perintah Kaito. Tanpa mengatakan apapun charle langsung membawa Erza ke balik bebatuan yang ditunjuk Kaito

"Mereka berdua adalah type 'Master'" Kata Akaito tanpa mengalihkan pandangannya dari dua Knightmare di depan mereka

"Apa yang Knightmare type Master lakukan disini, terlebih kenapa mereka muncul sekarang?" kata Kaito

"Jadi, bagaimana... Leader?" Tanya Akaito

"Kita kalahkan mereka disini. Akan sangat merepotkan bila membiarkan mereka berkeliaran!" Kata Kaito

.

.

Gakupo's place

.

"Huff, banyak sekali peringatanya" kata Lucy, Gakupo tertawa kecil

"Yah itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan" Katanya

"Sebagian kecil?" Tanya Wendy

"Yah, tapi yang lainnya tak begitu penting, jadi tak usah dibicarakan" Kata gakupo

"Syukurlah. Nomong-ngomong Erza dan yang lain lama sekali" Kata Lucy

"Tenang saja mereka bersama Kaito dan Luka, jadi mereka pasti baik-baik saja" Kata Gakupo

"Hmm, begitukah?" Tanya Lucy

"Tentu saja. Oh ya, soal kaito dan Akaito, ada satu peringatan yang benar-benar penting" Kata Gakupo

"Hmm? Apa itu? Tanya Lucy

"Hal itu..."

.

.

Kaito's Place

.

"Argh" Pekik Akaito. Keadaannya benar-benar buruk sekarang, darah mengalir dari dahi dan kedua tangannya, mata kanannya tertutup karena menahan sakit, dan kedua kakinya penuh dengan luka gores

"Kau tak apa Akaito?" Tanya Kaito, Keadaannya hampir sama dengan Akaito, kedua tangan dan kaki yang penuh luka, pakaiaanya sobek di daerah dadanya dan menunjukkan sebuah goresan panjang dengan darah yang mengalir.

"Cukup baik, tapi bagaimana mereka bisa sekuat itu" Kata Akaito

"Mereka itu dari type master ingat? Tanpa bantuan Gakupo akan sulit melawan mereka" Kata Kaito. Erza dan charle hanya bisa melihat mereka berdua bertarung dari balik bebatuan

"Sial! Apakah tak ada yang bisa kulakukan!" Rutuk Erza

"Mau bagaimana lagi, sihir kita tak dapat digunakan bukan" Kata Charle

"Akaito kau bersiaga dibelakangku" Kata Kaito sambil menerjang kearah Kightmare.

Tringg

Terdengar suara pedang yang beradu, salah satu Knightmare menahan serangan Kaito sedangkan Knightmare satunya menyerang kearah Akaito

"Ugh, tenaganya besar sekali" Umpat Kaito. Knighmare itu mendorong pedangnya yang beradu dengan pedang kaito yang membuat Kaito sedikit terpental kebelakang. tanpa peringatan, Knightmare itu langsung mengayunkan pedangnya kearah kaito namun tidak sampai mengakibatkan luka yang dalam, hanya membuat sebuah goresan baru yang menyilang dari luka yang ada didadanya. Dan secara tiba-tiba, knightmare itu menendang perut Kaito hingga terpental cukup jauh dan menabrak sebuah pohon.

"Ahakh..!" Erang kaito, darah segar keluar dari mulutnya, ujung pedangnya(Bagian pegangannya) menancap dipohon yang ada dibelakangnya

"Kaito!" Teriak Akaito, kewaspadaannya menurun. Tak menyia-nyiakan keadaan lawannya yang lengah, Knigtmare itu mengayunkan pedangnya kesamping yang membuat Akaito kehilangan keseimbangan dan terjatuh, Knightmare itu lagsung menendang perut Akaito hingga sedikit terangkat, Tangan si Knightmare menghantam punggung Akaito hingga Akaito kembali terjatuh, Salah satu pedang Akaito terlepas dari genggamannya. Akaito berusaha menggapai pedangnya, tapi kaki si Knightmare menendang pedang itu kearah Kaito dan

Jlebb

Pedang itu menembus dada Kaito tepat dibagian jantungnya

"AKKHHH!" Erang Kaito, sesaat kemudian kepalanya terkulai, namun dapat terdengar suara nafasnya yang lemah

"Kaito!" Teriak Erza

"Ugh,Dasar Brengsek!" Teriak Akaito, dia berusaha berdiri, namun lawannya tak memberi kesempatan, tangannya mencekik leher Akaito dan mengangkatnya

"Ugh, Si...al..." Akaito mulai kehabisan nafas. Knightmare itu mengayunkan tangannya dan melempar Akaito kearah Kaito, kearah dimana Pedang Kaito tertancap dengan bilah yang menghadap Akaito, kemudian

Zrashhh...

.

.

"Apapun yang terjadi, jangan birkan Kaito dan Akaito terluka atau saling melukai dengan senjata mereka!" Kata Gakupu

"Ke-kenapa" Tanya Lucu

"Hal itu akan membuat 'Dia' Muncul"

"'Dia'?"

"bisa dibilang 'Dia' adalah, Eh..." Gakupo terdiam ekspresinya menunjukkan rasa terkejut

"Gakupo-san?" Panggil Wendy

"I-Ini..."

.

.

"Lu-luka-chan Aura ini?" Ucap Miku panik

"Tak salah lagi, mereka berdua pasti..."

"hey ada apa?" Tanya Happy

"Ayo Cepat Miku!" Kata Luka sambil berlari

"Kalian berdua cepat ikuti kami!" Perintah Miku pada Natsu dan Gray

"He-hey ada apa?" Kejar Gray dan Natsu

.

.

Kembali ke tempat Knightmare menyerang.

"KAITO, AKAITO!" Teriak Erza.

Matanya terbelalak karena apa yang ada di depannya. Kaito, kepalanya tertunduk, tak ada tanda-tanda kehidupan, sebuah pedang menembus jantungnya sedangkan Akaito dalam keadaan yang sama sebuah pedang menancap di punggungnya dan mencuat keluar dari sisi lain tubuhnya tepat di bagian jantung, tubuhnya sedikit diatas kaito sehingga keadaannya agak menggantung, tanda-tanda kehidupan tidak ditemukan padanya. Darah segar mengalir deras dari tubuh mereka, hingga tanah disekitarnya juga menjadi merah karena menyerap darah mereka yang tercampur.

"Lawan macam apa mereka" Kata Charle, suaranya bergetar. Kedua Knightmare itu mulai mendekati Erza dan Charle yang ada dibalik bebatuan.

'Sial, dengan keadaan seperti ini, apa yang bisa kulakukan' Umpat Erza dalam hati, dia berusaha berdiri namun kakinya yang terluka membuatnya kembali terjatuh

"Sial!" Rutuk Erza. Para Knightmare semakin dekat

Booommm

Tiba-tiba sebuah ledakan disusul asap tebal berwarna hitam muncul dibelakang para Knightmare. Kemudian terdengar sebuah suara

"Blade of Darkness!" Sebuah belati menancap pada punggung salah satu Knightmare, membuat Knightmare itu terhuyng kedepan

"Black Hole!" Kembali sebuah manta terucap, kemudian Knightmare yang terkena belati itu terlihat seperti terserap kebagian yang tertancap belati kemudian meledak tanpa menyisakan apapun

"Si-siapa itu tadi?" Kata Charle, identitas penyerraang belum terlihat karena masih tertutupi oleh asap tebal

"Heh, hanya itukah kemampuan kalian dasar Sial!" Kata seseorang dibalik asap. Asapnya secara perlahan mulai menghilang terbawa angin.

"Ka-kau..."

.

.

.

Chapter 4 : Knightmares END

Alfan : Hai hai, maaf lama menunggu *Sujud sujud

Miku : Cuma perasaan Miku, atau emang ceritanya tambah Gaje?

Luka : Biarin aja Miku, yang penting Update

Alfan : Alfan ini ngerjainnya setengah hidup lho!

Natsu : Hah, aku kira kami mau ditelantarkan

Gray : Hanya kau yang pantas ditelantarkan, Natsu

Natsu : Katakan lagi Pangeran mesum

Gray :Aku hanya bicara apa adanya manusia api!

Natsu + Gray : *berantem*

Alfan : Abaikan aja mereka, sekali lagi Alfan minta maaf karena keterlambatannya, buat chapter depan Alfan usahain secepat mungkin

Luka : Ka-kaito-kun, Mati? *Nangis di pojokan*

Gakupo : Yang tabah ya Luka-sama *Nge puk-puk kepala luka*

Erza : Aku kayaknya gak guna banget disini

Alfan : Ada yang bisa nebak gimana kelanjutannya? Oh ya Buat yang udah Review

3'Oct : Yak Musuh disini, kemungkinan chapter depan ada lagi. Makasih udah nungguin

Kurayami Nea : Udah apdet maaf lama *Sujud*, sihir natsu Dkk balik chapter depan kalo gak depannya lagi hehehe *Dibakar*. Makasih udah nungguin

Alfan : Sekali lagi maaf, dan terimakasih. Akhir kata " Bolehkah Alfan Minta Review? Tapi tolong jangan nge-Flame, Alfan gak tahan Panas" Jaa na...