PINKSE0KJIN PROUDLY PRESENT :

Title : OVERDOSE PART 1

Genre : Yaoi / Romance sad / Hurt / Angst

Rating : T

Main Cast :

- Do Kyungsoo

-Kim Jongin

Other cast :

-Oh Sehun

-Kris Wu

Length : Chaptered

Disclaimer : EXO is a boyband group belong to SM story is mine,no copas,tinggalkan jejak jsy ^_~

Warning : ! / BOYXBOY ,BE AWRE TYPO ALR WAITING YOU ^_~ NO BASHING NO FLAMERS !

"Seseorang yang tidak menangis karena dipukuli,dihina,dan bodohnya air mata itu menetes hanya karena lelaki brengsek sepertiku"

DO KYUNGSOO POV

"Wajahmu sangat pucat dan suhu tubuhmu sangat panas,apakah kau kurang istirahat?"

Bagaimana aku bisa menelantarkan lelaki yang sedang memelukku ini?Ya Tuhan,begini saja aku sudah tidak tega,apalagi melepaskannya untuk selamanya?Itu idak mungkin.

Tapi,DO tidak boleh seperti dia mencintaimu,semakin menderita dia nantinya.

"Lepaskan,Jongin"

Untuk pertama kalinya,Do Kyungsoo meminta lelaki didepannya untuk melepaskan pelukan ini.

"Shit,padahal aku sangat merindukan pelukan ini,merindukan tubuh kekarnya yang selalu melindungi tubuhku,Kim Jongin" Lirih ku dalam hati,aku mengepalkan tanganku,menahan gejolak hatiku untuk menyuarakan rindu yang beberapa hari ini aku pendam.

"Apa yang kau bilang tadi hyung?"

"LEPASKAN PELUKAN INI KIM JONGIN"

Tanpa babibu lagi,tubuh kecilku menghindar dari badan tan didepanku menitikkan air matanya.

"Seseorang yang tidak menangis karena dipukuli,dihina,dan bodohnya air mata itu menetes hanya karena manusia pengecut sepertiku" Lirih Kyung Soo dalam hati sambil mencoba menghentikan tangisnya dan mengelap air matanya.

"Hyung,aku baru saja dipukuli,dan sekarang?aku sangat merindukanmu,kenapa kau malah memintaku untuk melepaskan pelukanku?"

Aku mengabaikan apa yang dikatakan lelaki tan didepanku lalu mengalihkan padanganku pada lelaki berambut blonde yang tidak lagi dalam keadaan rapi seperti terakhir kali aku melihatnya.

"Kau Oh Sehun,kenapa kau memukuli dia?Apa alasannya itu aku?"

Lelaki berambut blonde itu diam tak berkutik mendengar kata kata ku yang terdengar membela Jongin.

"Hyung,apakah kau akan terus membela dia yang tidak pernah mengkhawatirkanmu sama sekali?Gheez"

Lelaki blonde itu mengumpat seakan tidak terima dengan perkataanku yang sedikit kasar.

"Itu bukan urusanmu,berhenti ikut campur dalam masalahku bersama Jongin,kau berandal,ayo pulang" Dengan cepat aku menarik tangan Jongin tanpa memperdulikan Sehun yang masih berdiri diam disana.

"Maafkan aku sehun,aku hanya menganggapmu sebagai teman" Lirih ku dalam hati sambil berjalan bersama berandal disebelahku yang dari tadi tidak selesai selesai menanyakan keadaanku,kenapa aku tidak menelponnya.

-OVERDOSE—

AUTHOR POV

"Kau mengganti pass wordnya?"

"Ya,masukkan saja tanggal jadian kita"

"Dasar gila"

"Ayo cepat masuk hyung,lukaku semakin perih"

"Hyung?"

Lelaki berkulit tan itu memainkan rambut lelaki mungil didepannya yang sedang fokus mengobati luka pada wajahnya.

"Apa?"

"Kenapa kau tadi tidak membela Sehun?"

"Pertanyaanmu aneh sekali,ini sudah selesai diperban,tidurlah Jongin"

"Aku ingin tidur dipangkuanmu,boleh kan Hyung?"

"Jangan bertingkah seperti anak kecil,kau ini"

"Sekali saja Hyung,ya?"

Apa yang bisa Kyungsoo lakukan apabila sudah begini?Menolak pun seakan tak bisa keluar dari mulutnya.

"Terserahmu saja,sebentar aku ingin minum"

Tingkah Kyungsoo yang biasanya perhatian kini berubah menjadi dingin,dan apa yang bisa keluar dari mulut Jongin,dia hanya bisa menghela nafasnya.

"Apa dia sudah tidak mencintai ku lagi?" Lirih kai sambil bangkit menuju kamar tidurnya dengan malas.

"Jongin,aku pulang dulu ya?" Suara kecil itu langsung membuat mata lelaki tan itu terbuka,dia langsung bangkit dari tidurnya dan menarik kekasih mungilnya yang berpamitan akan pulang tadi kepelukannya.

"GREB"

"Jongin,kau kenapa hari ini?"

Kyungsoo sedikit menggertakan giginya tanda ia tidak suka dengan keadaan ini.

"Kau hyung yang kenapa!"

Lelaki tan itu sedikit membentak Kyungsoo,dan merasakan Kyungsoo yang mulai menangis,Jongin semakin mempererat pelukannya.

"Apa kau sudah tidak mencintai ku lagi Do Kyungsoo?"

Lelaki tan itu sekarang sedikit memberanikan dirinya untuk bertanya secara langsung.

"Bicara apa kau Kim Jongin?" Kyungsoo yang sepertinya tidak terima memukul dada bidang kekasihnya pelan.

"Lalu kenapa akhir akhir ini kau mengabaikanku hyung?" Jongin menatap mata Kyungsoo lurus sekaan meminta penjelasan.

"Aku tidak mengabaikanmu,kemana kau saat aku mencarimu di kelas?" Kyungsoo mencari alasan agar alasan yang sebenarnya tidak diketahui oleh kekasihnya.

"Kau mencariku di kelas?Sudahlah,sekarang kau tidak akan mengabaikanku lagi kan?"

"Jongin,jangan begini,kalau kau terus seperti ini aku semakin sulit untuk melepasmu dan meninggalkanmu" Batin Kyungsoo sambil mencoba terenyum di depan kekasihnya.

"Memangnya siapa yang mengabaikanmu bodoh?" Jongin tersenyum lebar saat sifat Kyungsoo sudah mulai membaik.

"Kalau begitu,kita baikan?"

Jongin mengacungkan jari kelingkingnya didepan wajah kyungsoo,mengerti maksut Jongin,lelaki kecil itu menyatukan jari kelingkingnya dengan jari kelilingking milik kekasihnya itu.

"Baiklah,untuk merayakannya bagaimana kalau hari ini kau tidur disini hyung?" Nada manja yang sudah biasa dikeluarkan lelaki berkuli tan ini sudah tidak asing ditelinga Kyungsoo.

"Tidak usah dengan embel embel merayakan,hampir setiap hari aku tidur di apartementmu"

DO KYUNGSOO POV

"Hyung,kau tidak akan meninggalkanku kan?"

Kenapa dia bertanya seperti itu?Seolah dia bisa membaca pikiranku.

"Kalau aku meninggalkanmu,bagaimana?"

Entah setan darimana,aku bisa melontarkan kata kata seperti itu.

"Mungkin akuakan mati"

Aku sedikit tertawa mendengar jawabannya yang sedikit kekanak-kanakan itu.

"Baguslah,kalau begitu aku akan meninggalkanmu selama-lamanya Kim Jongin"

"Kalau begitu kau menginginkanku mati hyung?"

Merasa tidak terima,Jongin menatap tajam lelaki mungil didepannya

"Mungkin bisa dibilanghmmmp"

Tiba tiba sebuah bibir menyambarku,aku tau ini pasti bibir milik berandal tahu setan darimana yang membuatku menikmati ciuman ini tanpa memberontak ,mungkin aku akan merindukan bibir ini yang setiap hari bergulat dengan bibirku.

"Aku mencintaimu,Do Kyungsoo"

Lelaki tan itu melepaskan pautan bibirnya dengan bibirku lalu kembali tidur dengan tenang disebelahku.

"Tidurlah Jongin,ini sudah malam,besok kita harus kuliah"

Setelah mengucapkan itu,aku segera membalikkan tubuhku agar tidak menghadapnya,lalu mencoba memejamkan mataku.

AUTHOR POV

Seoul,2 AM

Malam sudah larut,kebanyakan masyarakat korea sudah terlelap dengan bunga tidurnyaa masing tidak untuk seorang lelaki yang masih sibuk memasak di sebuah apartement tepatnya di bagian dapur apartement itu.

"Jam berapa ini?Sebaiknya aku harus lebih cepat"

Lelaki itu segera menyelesaikan kegiatannya di dapur yang tak kunjung usai.

"Baiklah sudah selesai"

Lelaki berubuh kecil itu menutup kulkas kembali setelah menaruh makanan yang ia masak meninggalkan dapur lalu masuk kesebuah kamar dimana seorang lelaki berkulit tan sedang tertidur pulas.

"Kim Jongin,maafkan aku,ini semua agar kau bisa hidup lebih baik dan tidak bergantung lagi padaku"

"tes"

Entah berapa banyak air mata yang sudah Kyungsoo keluarkan hari ini hanya untuk memang terlalu cepat,Lelaki tan itu tidak tahu apa apa tentang kepergian Kyungsoo pagi ini.

Kyungsoo kembali menangis,tapi tidak seperti biasanya,dia memelankan suara tidak mau lelaki itu terbangun dari tidurnya.

"Sungguh malang,dia tidak mempunyai siapa siapa dan sekarang aku malah meninggalkannya seperti kejinya kau,Do Kyungsoo"

Entah sampai kapan Kyungsoo akan dihantui oleh rasa bersalahnya atas meninggalkan lelaki yang selalu melindunginya,menjaga nya,bahkan mencintainya hingga rela badannya memar sana-sini hanya karena tidak ingin membiarkannya terluka dan jatuh ke pelukan orang lain.

*flashback

AUTHOR POV

California,24 April 2011

"Hyung,bagaimana hasilnya?"

"Penyakitmu semakin menyebar,apa kau melakukan apa yang kuperintahkan?"

"Apakah itu menular?kalau menular,lewat bagian mana penyakit itu bisa menular?'

"Apa kau sedang mengkhawatirkan orang lain?Khawatirkan dirimu sendiri,apa kau mulai gila?"

"Benar!Aku mengkhawatirkan Jongin,aku takut dia tertular,aku tidak mau melihat kekasihku juga menderita,cukup aku saja yang begini"

Lelaki itu mulai menangis,dan hebatnya dia bukan menangisi tubuhnya yang lemah itu,tetapi dia menangisi kekasihnya di Korea sana yang tidak tahu apa apa tentang penyakit yang dideritanya sejak kecil.

"Baiklah,jangan menangis,apa kau belum memberi tahu berandal itu soal penyakitmu?Sampai kapan kau akan terus memendam ini sendirian Kyungsoo?"

Lelaki yang merupakan kakak kandung Kyungsoo menggiring lelaki lemah itu ke pelukannya,seakan ingin berbagi rasa sakit yang Kyungsoo derita,sayangnya itu mustahil.

"Belum,aku terlalu takut kehilangannya hyung"

Lelaki lemah itu masih terisak,membayangkan apabila dia menceritakan tentang penyakitnya,mungkin Jongin akan langsung enggan berhubungan dengan Kyungsoo lagi.

"Buang jauh jauh pikiranmu bahwa dia akan meninggalkanmu,berpikirlah secara positif"

Lelaki bernama Kris itu melepaskan pelukannya dan memberikan amplop yang lumayan besar pada Kyungsoo.

"Ini hasilnya,leukimia mu semakin parah kyungsoo" Dengan nada kecewa,Kris mengeluarkan kertas dari amplop tersebut.

"Obat yang bulan kemarin kau berikan itu masih bisa menyembuhkan penyakitku kan?Stock di apartementku sudah habis,aku akan membelinya sebelum ke bandara"

Kyungsoo bertingkah tenang sambil tersenyum simpul,mencoba menghentikan isakannya.

"Kyungsoo,obat itu hanya berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit dan itu tidak akan membuat keadaanmu makin membaik"

"Lalu apa yang harus aku lakukan hyung?APA?!" Kyungsoo setengah berteriak,dia mulai frustasi akan penyakitnya yang tak kurung membaik.

"Mau tidak mau kau harus tinggal denganku di California,aku akan merawatmu disini"

Kris mengatakan hal itu dengan serius seraya membuka jas dokter nya.

"Apa kau gila hyung?Bagaimana dengan Jongin?Aku tidak bisa meninggalkannya sendirian,yang dia anggap sebagai kekasih sekaligus keluarga hanya aku hyung,bagaimana?"

Air mata itu kembali menmbahasahi wajah pucat Kyungsoo,lagi dan lagi.

"Maaf Kyungsoo,urusan Jongin kau urus saja dia sendiri,saranku hanya berterus teranglah tentang penyakitmu pada dia,dan jika dia memang mencintaimu,dia akan ikut pergi ke sini dan tinggal hanya untuk merawatmu"

Kris melewati tempat duduk pasien yang saat ini diduduki adiknya,lalu keluar dari ruang prakteknya.

Kyungsoo masih tetap duduk lemas disana sambil mencoba menghentikan isak tangisnya yang tak kunjung henti.

"Jangan menangis disana terus,ayo pergi mencari makan dan membeli obat"

Siapa lagi pemilik suara itu,kalau bukan orang satu satunya yang ia kenal di California,Kris tahun ini dia bekerja di sebuah rumah sakit besar di California,setelah lulus kuliah di Jepang.

-OVERDOSE-

"Makanlah yang banyak,setelah itu minum obat ini" Kris menyodorkan tas plastik bewarna putih bertuliskan nama sebuah hanya menatap tas plastik itu dengan malas.

"Kyungsoo,kau benar benar mencintai berandal itu kan?"

Mendengar hyungnya meyebut kata berandal lelaki mungil itu langsung menoleh,karena pasti yang disebut Kris adalah Jongin.

"Kenapa kau masih menanyakan itu hyung?" Kyungsoo menatap Kris dengan tatapan sayu.

"Kalau begitu kau harus sembuh,kembalilah ke Korea besok,dan kuberi kau waktu 3 hari disana untuk mengatakan semuanya tentang penyakitmu ke berandal kembalilah ke California,menetaplah disini bersamaku" Kris berkata dengan serius sambil meneguk soda.

"Tapi hyung?Bukankah 3 hari itu terlalu cepat untuk mengatakan perpisahan?Kau tahu kan Jongin itu seperti apa?Kami sudah pacaran selama 2 tahun,terlalu banyak kenangan yang harus dilupakan"

Lelaki mungil itu seakan hanya mementingkan Jongin yang sudah terlanjur bergantung kepadanya,dia seakan lupa dengan penyakitnya yang kapan saja bisa merenggut nyawanya itu.

"Setidaknya kau sudah dewasa,hubungan yang kau jalani dengan Jongin itu,kalau kalian berdua sama sama serius,bahkan dinding waktu yang begitu tebalnya mungkin bisa kalian tembus,tidakkah kau berpikir bahwa sekarang kau lebih mementingkan lelaki itu daripada sudahlah,kutunggu kau di mobil" Kris bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar menuju parkiran setelah membayar makan malamnya dengan Kyungsoo.

-OVERDOSE-

Sampai sepulangnya Kyungsoo dan Kris seusai makan malam,lelaki mungil itu masih tidak bisa melupakan kata-kata Kris pada saat makam malam tadi.

"hubungan yang kau jalani dengan Jongin itu,kalau kalian berdua sama sama serius,bahkan dinding waktu yang begitu tebalnya mungkin bisa kalian tembus."

Kyungsoo berjalan pelan menuju ruang tengah dimana Kris sedang menonton siaran langsung pertandingan bola.

"Hyung,kenapa kau tidak mengajakku untuk ikut menonton bola?"

Kyungsoo merebahkan tubuhnya disebelah Kris.

"Kau harus istirahat,penerbanganmu besok jam 1 siang kan?" Kris tetap memfokuskan matanya pada TV tanpa sekalipun menoleh pada adiknya.

"Ah,bagaimana kalau besok kita menonton film dulu?"

"Semua bioskop besok tutup" Bohong Kris,semua itu dilakukannya agar penyakit Kyungsoo tidak kambuh lagi,Leukimia sering kambuh apabila orang yang menderitaya terlalu banyak melakukan aktifitas.

"Sepertinya kali ini aku pergi ke California pada waktu yang salah"

Kyungsoo memeluk boneka burung hantu berwarna biru yang dia dapakan pada saat bermain bersama Jongin di salah satu departemen store di Korea.

"Kau masih bisa menonton disini kan?Apa kau lupa kalau aku punya home cinema disini?" Kris menggeleng gelengkan kepalanya lalu mengacak ngacak rambut hitam Kyungsoo.

"Ah benar,aku ingin nonton film horor hyung" Kyungsoo menatap Kris sambil membelalakkan matanya,seolah dia sedang mendramasitir keadaan.

"Hello,Sidney?" Kris menatap Kyungsoo lalu memasang wajah seram nya sambil membentuk tangannya seperti sedang bertelefon.

"Hari sudah malam kan?Bagaimana kalau kita menonton sekarang?Lalu kita matikan lampu lalu.."

"Besok saja,sekarang kau tidurlah,jangan sampai kelelahan dan sebelum tidur jangan lupa telfon berandal itu dan katakan ada salam dari Kris Wu,orang tertampan se-California"

"Mimpimu sangat mustahil untuk dijadikan kenyataan sepertinya" Kyungsoo langsung berlari ke kamar yang biasa dia tempati pada saat di California sebelum Kris melemparinya dengan kacang yang ada ditangan Kris.

"Aku tidur dulu hyung!" Teriak Kyungsoo dari dalam kamarnya,Kris hanya tersenyum melihat adiknya sudah riang kembali,tidak seperti di rumah sakit tadi.

"Matikan lampunya,atau kau harus membayar tagihan listrikku bulan ini"

Kris berteriak lalu kembali menonton sepak bola.

Benar?Benarkah dia sudah berubah menjadi Kyungsoo yang riang?

"hiks" Isakan kecil terdengar dari kamar di apartement Kris.

Kris sekarang sedang menangis di gelapnya cahaya bulan yang menemani isakan nya malam ini.

Kata kata itu,kata kata yag kris katakan masih terbayang bisa leukimia nya semakin parah?.

"Sekarang aku harus bagaimana?"

Isakan kecil itu tidak mau berhenti,hingga mengundang seseorang dibalik pintu kamar itu.

"Ternyata aku salah,Kyungsoo,aku harus membantumu bagaimana?" Lirih Kris,perlahan dia berjalan gontai menuju kamarnya.

"Aku harap besok,Kyungsoo bisa menjadi kyungsoo yang kukenal dulu,yang selalu riang tanpa ada sandiwara dan tanpa ada kebohongan dibelakangnya"

*Flashback end

Dari hari itu,semenjak 24 April 2011, dan hari yang paling dibenci Kyungsoo sudah datang,27 April di hari itu juga,Kyungsoo dengan mantap memutuskan meninggalkan tidak bisa berterus terang tentang apa yang terjadi sebenarnya,kenapa dia mengabaikan Jongin,dia terlalu takut menerima kenyataan yang akan terjadi berikutnya.

"Mungkin begini lebih baik" Lirih Kyungsoo pelan sambil mengelus pelan anak rambut Jongin.

Apa ini yang terakhir?

Kuharap tidak

Suatu saat nanti,pasti ada saatnya

Aku bisa mengelus rambut ini lagi

Mengenggam erat tangan ini lagi

Jatuh ke dalam pelukannya lagi

Tapi kapan?

Aku tidak tahu kapan,dimana

Tapi aku tidak pernah menyerah,aku akan bertahan

Agar aku bisa melihat mu lagi,Kim Jongin

Perlahan tubuh kecil Kyungsoo berjalan menuju meja kecil di dekat kasur,lelaki kecil itu meletakkan sebuah kertas berwarna pink dan sebuah sapu tangan.

Sapu tangan,ada maksut tersendiri Kyungsoo memberikan sapu tangan lain tidak bukan sebagai tanda perpisahan,sapu tangan adalah lambang dari sebuah berharap Jongin bisa melupakannya semudah pada saat lelaki tan itu mengusap keringatnya.

Entah dia gila atau apa,dia kembali membuka surat yang dia tulis,takut ada kata kata kasar yang dia tulis hati hati,Kyungsoo membaca isi surat itu.

Untuk : Kim Jongin

Sudah bangun?Pastikan kau telah membuka matamu baik baik saat kau membaca surat ini

Bagaimana keadaanmu pagi ini?Apa lukamu masih sakit?Apabila kau akan mandi,buka perbannya dan setelah mandi gantilah perbannya,sudah kusiapkan di laci meja kecil di dekat kasur

Ah,kau mencariku?

Mungkin pada saat kau membaca ini aku sudah berada di dalam pesawat

Jangan menangis,dan juga jangan menganggap ini tidak serius

Kali ini aku benar benar pergi jauh dan mungkin tidak pernah kembali ke Korea

Maaf,mungkin selama ini aku tidak pernah menjadi kekasih yang baik untukmu

Aku selalu tidak menuruti apa yang kau inginkan

Karena itu,lebih baik aku pergi

Tidak ada gunanya aku disini,Jongin

Ingat pada saa kau bilang "Hyung,aku ingin menggunakan cinta untuk tujuan yang baik" ?

Dan akhirnya lambat naun aku menyadari bahwa

Aku hanya seperti parasit yang selalu menjadi hambatanmu untuk menjadi lebih baik

Oleh karena itu,aku pergi,aku mecintaimu dan kuharap mulai sekarang hiduplah dengan baik

Jangan bertingkah laku seperti berandal

Jangan minum minum terlalu sering,itu berbahaya

Jangan berkunjung ke klub malam terlalu sering

Jangan pernah mengikuti tawuran antara mahasiswa lagi,karena tidak ada lagi yang akan menghadap kepada dosenmu untuk memberi penjelasan

Jangan lupa memakai jaket setiap kau keluar,cuaca diluar dingin

Jangan mencoba mencari tahu alasanku meninggalkanmu

Jangan coba mencari aku

Dan yang terakhir,kumohon lupakanlah aku

Dan buang jauh jauh kenangan yang sudah kita buat seama 2 tahun ini

Hiduplah dengan baik,temukanlah orang lain yang bisa membuat hidupmu bahagia

Dan satu lagi,anggap hubungan kita telah usai

Sekali lagi,maafkan aku Jongin

-Do Kyungsoo-

"Bacalah surat ini,hiduplah dengan baik,jangan cari aku,sampai bertemu hingga takdir mempertemukan kita,selamat tinggal Kim Jongin"

Lagi,air mata itu kembali membasahi wajah lelaki kecil cepat dia menghapus air matanya lalu berjalan menuju pintu apartemen lelaki tan memasang sepatunya dengan hati hati,lalu berjalan keluar dari apartement Jongin.

Kim Jongin,

He's like energy for me,

Am I can leave him alone like a bird leave their child?

Like an arm leave their body?

Oh God,

Why my destiny is so hard to me to run it?

His hug

His smile

His angry

His lips

How I can leave all these?

Oh f*ck this live

But,I sure we'll meet again,Kim Jongin

Bye,have a good live when I not in your arm please

-Do Kyungsoo-

-TBC—

Halo reader,aku new author disini,akhirnya part 1 nya bisa diupdate juga,maaf ya kalo lama,maklum nb lagi error erroran :v Oh ya,anyyeong haseyonamak chika,14 ff pertama ku jadi maaf ya kalo typo everywhere sama bad eyd+grammar t.t Soal part 2 doain aja biar cepet ngupdate,byebye sampai ketemu di part 2!