When Prince Have a Manly Deer

Genre: Romace, Drama, Hurt/Comfort

Rating: T

Lenght: Chapter

Main Cast:

Lu Han

Se Hun

Pairing: Hunhan and other

Warning: GS,Ooc,Typos,geje,ect

Desclaimer:

Fanfic ini adalah karya asli saya, muncul dari otak saya berdasarkan pengalaman pribadi saya. Saya hanya meminjam nama member EXO dan beberapa karakter serta orang terdekat mereka. Sepenuhnya mereka adalah milik Tuhan YME.

NO PLAGIAT

Summary:

Demi kehidupan luar istana yang ia dambakan, Pangeran Mahkota Sehun yang tidak mudah menerima kehadiran orang asing dalam kehidupannya harus rela berbagi kamar dengan seorang 'namja' manis bernama Luhan.

.

.

.

Annyeong...

Chapter 1 datang...

Trimakasih untuk para reader terutama yang udah baca...

Ini adalah GS version dari ff saya yang satunya, Pretty Deer, tp ceritanya agak beda, alurnya beda tentunya...bagian yang sama adalah Sehun pangeran dan Luhan pengawalnya...tentunya dikemas dengan cara yang berbeda...

Bagi yang udah baca jangan lupa review ya...

Oke, selamat membaca^_^

.

.

.

HanPutri Present©

When Prince Have a Manly Deer

.

Chapter 1

.

.

.

AUTHOR POV

SM Art School

Ini adalah hari pertama Sehun sekolah di SM. Hari ini resmi sudah ia akan jadi penghuni baru asrama SM. Sehun datang ke sekolah dengan pengawalan ketat dari para pengawalnya.

"HWANGTAEJA!"

"HWANGTAEJA SARANGHAE!"

"HWANGTAEJA JADIKAN AKU ISTRIMU!"

"HWANGTAEJA TAMPAN SEKALI!"

Begitulah seruan para yeoja di sekolah saat Sehun tiba. Mereka berusaha untuk mendekat.

Salah seorang pengawal ingin mengantarkan Sehun sampai ke kelas. Tapi Sehun tak suka. Dia hanya meminta pengawalnya berjaga di luar sekolah saja.

Meskipun ini hari pertamanya masuk SM, tapi Sehun sudah hafal betul tiap sudut sekolah itu. Jadi tidak mungkin dia tersesat.

.

At Dance Class

"Aigoo~ uri Hwangtaeja sudah tiba ternyata!" seru Jong In saat melihat Sehun masuk kelas.

Semua murid di kelas itu membungkuk hormat pada Sehun, kecuali Jong In tentunya. Sehun membalasnya dengan sedikit anggukan.

"Bisakah kalian semua tidak memperlakukanku seformal itu?" ujar Sehun saat ia berdiri di depan kelas. Semua murid di kelas itu terkejut. Mereka bingung mau menjawab apa.

"Aku hanya ingin diperlakukan secara wajar, tidak berlebihan" tambah Sehun diiringi senyum mautnya yang mampu membuat semua orang meleleh.

Akhirnya semua murid di kelas itu mengangguk. Sehun puas dengan jawaban mereka. Ia pun menghampiri Jong In yang ada di pojok kelas.

"Aku tak tahu jurus apa yang kau gunakan sehingga bisa memenangkan hati Yang Mulia Raja" ujar Jong In pada Sehun yang sekarang duduk di sampingnya.

"Hah...aku tak menggunakan jurus apapun" jawab Sehun.

"Kau tahu, ayahku kemarin bilang kalau kau tidak mungkin bisa sekolah di sini. Dia sangat yakin Yang Mulia tidak akan mengizinkannya" kata Jong In.

"Jinjja? Tak ku sangka menteri pertahanan Kim sampai tahu hal ini" balas Sehun.

"Dia selalu up to date berita tentangmu" kata Jong In lagi.

"Wah...kelihatannya appamu ngefans pada ku" ucap Sehun bangga. Jong In hanya memutar bola matanya malas. Seandainya Sehun bukan pangeran, maka ia tak akan segan untuk memukul kepala Sehun.

Tak berapa lama songsaenim masuk. Dia sudah dipesan sekolah untuk tidak memperlakukan Sehun secara istimewa. Itu adalah permintaan istana, tentunya Sehun yang minta.

"Ehem" dehem songsaenim untuk mengambil perhatian murid-murid di kelas itu.

"Pagi ini kita kedatangan murid baru yang akan ikut belajar bersama. Tentunya kalian sudah tahu siapa dia" kata songsaenim. Semua anak mengarahkan pandangannya pada Sehun yang duduk di pojok bersama Jong In.

"Ehem...Oh Sehun-ssi, silahkan memperkenalkan diri di depan kelas" pinta songsaenim.

Sehun melangkah ke depan kelas.

"Annyeonghaseyo, Oh Sehun imnida. Bangapsseumnida" Sehun membungkuk sedikit.

"Baiklah, silahkan kembali duduk" kata songsaenim.

At Music Class

"Hari ini kita kedatangan murid baru. Dia pindahan dari Cina" seisi kelas terkejut dengan pernyataan songsaenim.

"Silahkan masuk Luhan-ssi" seorang namja berwajah manis masuk ruang kelas. Seisi kelas memperhatikan namja tersebut.

"Ehem" dehemnya.

"Annyeonghaseyo. Jeoneun Luhan imnida. Bangapsseumnida" Luhan membungkuk memberi hormat dan memamerkan senyum manisnya yang membuat para yeoja di kelas itu melting.

"Baiklah, Luhan kamu bisa duduk di bangku kosong di sana" tunjuk songsaenim pada bangku kosong di dekat jendela. Luhan berjalan menuju bangku itu.

"Annyeong, Luhan imnida" sapa Luhan pada teman satu bangkunya.

"Ne, annyeong. Park Chanyeol imnida" balas namja bernama Chanyeol itu.

.

AUTHOR POV

SM Art School

Sehun dan teman-temannya sedang berada di luar kelas tepatnya mereka sedang duduk di bangku taman. Teman-teman Sehun tentu berasal dari kalangan atas sekelas Jong In.

"Aigoo~ itu Jung Daeun kan?!" seru salah seorang teman Sehun, Kim Jongdae.

"Ne, dia Daeun dari kelas balet. Tapi ku dengar dia juga mengambil kelas vokal. Dia sungguh yeoja yang berbakat" tambah teman Sehun yang lain, Park Chanyeol.

"Ne, benar dia sungguh berbakat" ucap Jong In sambil menyikut Sehun. Dia melirik Sehun jahil seolah bilang "itu lho yeojamu".

Sehun memandang yeoja bernama Daeun itu dengan tatapan yang bisa disebut cinta. Terlihat senyum tipis menghiasi wajahnya kala memandang yeoja bernama Deun itu. Daeun sendiri sebenarnya juga tahu kalau diperhatikan oleh Sehun dan kawan-kawan. Tapi dia seolah tak melihatnya. Meski demikian diam-diam dia mengulum senyum manis pada Sehun.

"Bagaimana rasanya jadi murid SM Hwangtaeja?" tanya Chanyeol.

"Biasa saja" jawab Sehun.

"Bohong" sela Jong In.

"Ya aku senang" balas Sehun malas.

"Pasti kau langsung jadi pusat perhatian. Murid baru gitu lho~" kali ini Jongdae yang unjuk suara.

"Iya, ku rasa kau jadi murid baru yang istimewa. Ah, ngomong-ngomong murid baru, tadi di kelasku juga ada murid baru lho. Dia pindahan dari Cina. Kebetulan dia duduk sebangku denganku. Wajahnya sangat manis, mirip yeoja" kata Chanyeol menceritakan teman barunya.

"Dia namja?" tanya Jongdae.

"Ne, awalnya ku kira dia yeoja kalau saja tak melihat seragam yang dia pakai" jawab Chanyeol.

"Wah, aku jadi penasaran dengan mrid baru itu" kata Jong In.

Sehun tak menanggapi obrolan teman-temannya itu. Dia hanya diam tak bersuara.

FLASHBACK ON

AUTHOR POV

"Pyeha, utusan tuan Wu baru saja tiba di istana" kata sekretaris istana.

"Benarkah? Kalau begitu minta dia untuk menunggu di istana chang deok" titah raja Hyun.

"Baik Yang Mulia" sekretaris istana melangkah keluar.

"Apa Hwangtaeja benar-benar mau menerima ini semua?" tanya permaisuri.

"Dia tidak punya pilihan lain Hwanghu" jawab raja Hyun.

"Arraseo. Dayang kepala Min, tolong minta Hwangtaeja ke istana chang deok" titah permaisuri.

"Ne, Mama" jawab dayang itu.

.

CHANG DEOK PALACE

"Selamat datang di istana" ucap raja Hyun pada orang yang duduk di hadapannya. Orang itu membungkuk hormat pada raja Hyun.

"Aku yakin tuan Wu sudah menjelaskan apa saja tugasmu di sini, termasuk ketentuannya" raja Hyun memulai percakapannya.

"Ne, Pyeha" jawab orang itu.

"Aku senang atas keprofesionalanmu dalam menjalankan tugas ini" kata raja Hyun sambil memandangi penampilan orang di hadapannya itu.

"Gamsahamnida, Pyeha" balas orang itu.

"Besok adalah hari pertama Hwangtaeja bersekolah di SM. Dia akan tinggal di asrama dan tentunya kamu juga akan menemaninya. Aku percaya kamu bisa melakukan tugas ini dengan baik" kata raja Hyun.

"Saya akan berusaha semaksimal mungkin, Pyeha" jawab orang itu.

"Tapi sebelum itu akan lebih baik bila kalian bertemu" kata raja Hyun.

"Hwangtaeja sudah tiba, Pyeha" sekretaris istana memberitahukan kedatangan Sehun.

"Persilahkan dia masuk" pinta raja Hyun. Sehun masuk ruangan itu. Dia membungkuk hormat pada raja Hyun.

"Duduklah Hwangtaeja" Sehun duduk di sebelah raja Hyun, menghadap orang tadi.

"Ehem" dehem raja Hyun.

"Hwangtaeja, sesuai kesepakatan kita, kamu akan dikawal oleh seorang pengawal. Dialah yang akan menjadi pengawalmu. Dia juga yang akan menemanimu tinggal di asrama" jelas raja Hyun.

"Ku rasa kalian perlu saling mengenal. Kalian bisa tinggal di sini lebih lama. Aku masih ada urusan lain" raja Hyun meninggalkan dua orang itu.

Sehun memandang seorang yang menunduk di hadapannya itu.

"Ehem" deheman Sehun membuat orang itu mendongak.

"Kau kah yang akan jadi pengawalku?" tanya Sehun tak yakin.

"Ne, Jeonha" jawabnya.

"Aku tak menyangka kalau pengawalku seperti ini. Kelihatannya kau lebih pendek dariku, dan kau juga tak terlihat kuat. Wajahmu juga" tutur Sehun sambil melipat tangannya di dada.

"Wae? Kenapa dengan wajah saya?" tanya orang itu.

"Wajahmu itu seperti yeoja" jawab Sehun acuh.

"N-ne?" orang itu terbelalak mendengar jawaban Sehun.

"Tapi tak apalah. Aku tak akan mempermasalahkan bentukmu. Asal aku bisa sekolah di SM itu sudah cukup. Ini hanyalah syarat. Ku harap kau hanya mengawalku saja. Kita akan tinggal satu kamar di asrama, dan ku harap kau tidak mencampuri urusan pribadiku" jelas Sehun.

"Ne" jawab orang itu singkat.

"Siapa namamu?" tanya Sehun.

"Luhan, Jeonha" jawab orang bernama Luhan itu.

"Luhan? Kau dari Cina?" tanya Sehun lagi.

"Ne" jawab Luhan.

"Apa di SM tak ada yang tahu kalau kau seorang pengawal?" tanya Sehun.

"Ne, Jeonha. Pihak SM dan juga pihak luar tidak ada yang tahu kalau saya adalah pengawal anda" jawab Luhan.

"Bagus" Sehun puas mendengarnya.
FLASHBACK OFF

Dari kejauhan ada seorang yang memperhatikan gerak-gerik Sehun.

.

AUTHOR POV

Tampak dua orang yang sibuk di dalam salah satu kamar asrama SM. Mereka adalah Sehun dan Luhan.

"Baiklah, kita buat peraturan di sini" kata Sehun.

"Apa saja peraturannya, Jeonha?" tanya Luhan. Sehun memberikan kertas yang berisi daftar peraturan pada Luhan.

Dilarang mencampuri urusan pribadi masing-masing.

Dilarang membawa orang lain masuk ke kamar ini.

Dilarang membuat keributan.

Dilarang tidur di ranjang Oh Sehun.

Dilarang menyentuh barang-barang Oh Sehun.

Kebersihan kamar adalah tanggung jawab bersama.

Luhan hanya manggut-manggut membaca daftar pertanyaan itu.

"Kau sudah paham?" tanya Sehun.

"Ne, Jeonha" jawab Luhan.

"Bagus. Kalau begitu aku keluar dulu" ucap Sehun sebelum menghilang di balik pintu.

"Dreettttt"

"How are you Lulu baby?" terdengar suara dari seberang

"Kau tahu betul kalau kabarku buruk, Sir" jawab Luhan ketus.

"Ha ha ha...jangan marah baby. Aku yakin kau bisa melakukannya dengan baik, Luhan" balas orang di seberang.

"Dari awal kau selalu bila begitu. Apa kau tahu penderitaan apa yang ku alami di sini?" tanya orang itu, Luhan.

"Memangnya apa?" ucap orang di seberang.

"Pangeran itu benar-benar menyebalkan. Pertama bertemu saja dia langsung komen dengan penampilanku. Sekarang kami tinggal satu kamar, dan dia membuat peraturan seenak jidatnya" jelas orang itu mendalam negeri.

"Wow...calm down baby. All wanna be alright" balas orang di seberang.

"Kalau saja kau belum menandatangani perjanjian dengan mereka, sudah pasti aku tak sudi melakukan ini" kata orang itu.

"Oke, aku minta maaf soal itu. Tapi kau tahukan ini resiko pekerjaan kita" ujar orang di seberang.

"Hah...nasi sudah jadi bubur" kata Luhan pasrah.

"Sejauh ini keadaannya masih baik-baik sajakan? Ku dengar kalian tidak sekelas" tanya orang di seberang.

"Ya, masih belum ada yang membahayakan. Ku rasa mereka belum bergerak. Dan kami memang tidak sekelas. Tapi tenang saja, aku sudah memasang cip pengintai di pakaian seragam pangeran" jawab Luhan.

"Oke. Bagaimana dengan penyamaranmu?" tanya orang di seberang.

"Baik-baik saja. Hanya kadang aku kerepotan untuk memasang wig dan cip perubah suara. Dadaku juga sesak kalau terlalu lama memakai 'itu'" jelas Luhan.

"Ah...kau harus bersabar dengan itu semua" kata orang di seberang.

"Kau bilangnya gampang" balas Luhan.

"Ha ha ha...sudah dulu ya. Eh, jangan terlalu kesal dengan pangeran itu. Bisa-bisa kau malah jatuh hati padanya" kata orang diseberang.

"Hanya dalam mimpimu aku jatuh hati pada pangeran itu. Baiklah, sampai nanti duizhang" sambungan itu terputus.

.

Other Side

Tampak seorang namja berdiri menghadap halaman SM dari balik jendela.

"GREBB"

"Sehunnie~" seorang yeoja tiba-tiba memeluknya dari belakang.

"Danee?" tanya namja itu, Sehun.

"Ne" jawab yeoja itu.

Sehun berbalik menghadap yeoja itu. Dipandangnya wajah yeoja itu lekat-lekat.

"Ada apa, Sehunnie?" tanya yeoja itu bingung.

"Bagaimana kabarmu?" tanya Sehun balik.

"Aku baik, Sehunnie" jawab yeoja itu. Sehun mendekap yeoja itu.

"Kamu tahu, aku menunggu saat-saat bersamamu seperti ini lama sekali" ucap Sehun masih mendekap yeoja itu dalam pelukannya.

"Nado" yeoja itu menganggukan kepalanya.

"Jung Daeun, apa kamu mencintaiku?" tanya Sehun.

"Tentu saja. Hanya kamu yang ada di hatiku" jawab Daeun. Dia semakin mempererat pelukannya.

"Gomawo telah mencintaiku. Gomawo telah menungguku" ucap Sehun tulus. Daeun melepaskan pelukannya.

"Ne. Itu bukan masalah Sehunnie. Asal sekarang kita bersama itu sudah lebih dari cukup" balas Daeun. Dia menatap wajah Sehun dalam.

"Apa hari kamu ada jadwal latihan balet?" tanya Sehun.

"Ne, lima belas menit lagi" jawab Daeun menyesal.

"Aigoo~ padahal ini sudah malam" ucap Sehun.

"Aku sering latihan jam segini. Baiklah, aku pergi dulu, ne" kata Daeun sebelum melangkah pergi.

"Tunggu chagi" Daeun berbalik.

"CUP"

Sehun mengecup bibir Daeun singkat.

"Selamat berlatih, chagi" bisik Sehun.

AUTHOR POV

"Bagaiamana perkembangannya?" tanya seorang namja.

"Diluar dugaan, istana mengizinkan Hwangtaeja keluar istana" jawab namja berjas hitam di depan namja tadi.

"Benarkah?" tanya namja itu lagi.

"Ne. Kelihatannya istana ceroboh dalam hal ini. Hwangtaeja akan tinggal di asrama, tapi tidak ada pengawalan khusus. Tidak ada pengawal istana di sekitar SM" terang namja berjas.

"Tidak, ku rasa bukan begitu. Aku yakin istana tak akan seceroboh itu. Pasti mereka menyiapkan strategi tersendiri. Tetaplah awasi pergerakan Hwangtaeja. Tapi jangan gegabah mengambil tindakan. Ini masih terlalu dini untuk bergerak" kata namja itu.

"Baik tuan" balas namja berjas.

"Oh Sehun, kau terlalu berani untuk keluar istana" gumam namja itu diiringi tawa mengancam darinya.

TBC

Bagaimana?

Ada yang tertarik dengan next chapter?

Bagi yang baca review ya^_^

Gamsahamnida

Han Putri