Title : Catch Your Heart part 2

Author : YS

Main Casts :

Lee Jinki

Kim Kibum

SHINee members as cameo

Taeyeon as cameo

Genre : Romance, Drama

Rate : T

.

.

.

IT'S YAOI !

.

.

.

ENJOY ^^

.

.

.

Part 1 notes/member-of-onkey-for-oks-indonesia/ffoneshottbcjinkeyclose-with-yougeneral/390341474402532 / (mobile) notes/member-of-onkey-for-oks-indonesia/ffoneshottbcjinkeyclose-with-yougeneral/390341474402532

.

.

.

Sunday, 05.00 KST

Key membuka perlahan matanya. Memandang jam dinding yang berada langsung di atas dinding di hadapannya. Nyawanya belum terkumpul sepenuhnya, namun saat memandang ke samping dan menemukan 'orang asing' tengah tertidur di sampingnya, nyawanya langsung terkumpul 100%.

"Hyaaa! Kau siapa!" Key berteriak cempreng dan memukul-mukul Jinki di sampingnya dengan bantal.

"Mmmhh..." bukannya terganggu, Jinki malah membalikkan tubuhnya dan kembali tidur.

"Eh? Tidak bangun?" Key mengamati pergerakan Jinki. Tidak bergerak. Key menggaruk-garuk kepalanya bingung. Dan saat sadar bahwa saat ini ia bukan berada di kamarnya Key langsung sweetdrop. Key ingat, semalam ia kalah taruhan dengan namja tampan yang tengah tidur di sampingnya ini, sehingga harus ikut pulang ke appartement Jinki.

"Hei namja ceroboh, bangun" Key menepuk pundak Jinki. Tak bergerak.

"Ish, pemalas. Bangun!" Key menambah volume suaranya. Namun tak berefek sedikitpun pada Jinki.

"Yak! Dasar kerbau!" dengan kesal Key turun dari kasur dan menghentak-hentakkan kakinya menuju kamar mandi.

Setelah Key masuk ke dalam kamar mandi, Jinki yang ternyata sudah bangun segera membuka matanya dan tertawa tertahan. Senang dapat menjahili namja cantik itu.

'Cklek'

Key keluar dari kamar mandi dan menatap Jinki yang tetap masih tidur. Merasa akan percuma jika membangunkan namja itu, Key beranjak menuju dapur appartement itu. Berniat hendak memasak sesuatu untuk sarapan.

"Hm, banyak juga makanan mentahnya. Aku harus masak apa" Key bergumam saat membuka kulkas.

"Ah, ada ayam. Jangan, nanti gendut." Key berucap sendiri. Tak menyadari bahwa Jinki mendengar suaranya dan merasa sedikit kesal karena Key tak mau memasak ayam.

"Telur? Kubis? Kimchi? Aku bikin nasi goreng saja" Key mengeluarkan semua bahan yang dibutuhkannya dan memulai aktivitas memasaknya di dapur Jinki.

Tak berapa lama, harum aroma nasi goreng tercium hingga ke dalam kamar Jinki. Mau tak mau acara pura-pura tidurnya ia hentikan dan segera bangun, perutnya benar-benar tak bisa berkompromi jika soal makanan. Jinki menuju kamar mandi, membasuh wajahnya dan menyikat giginya sebelum kemudian keluar menuju meja makan. Tampangnya masih khas orang bangun tidur dengan rambut acak-acakkan, namun yah.. tak mengurangi ketampanannya sama sekali.

"Key-ssi?" Jinki memanggil Key yang tidak terlihat di dapur.

"Ne!" Key berteriak.

"Kau di mana?"

"Di luar!"

"Sedang apa?"

"Menunggumu makan! Aku tak mau makan semeja denganmu, namja menyebalkan!" balas Key.

Jinki tertawa pelan. 'tamunya' kali ini benar-benar lucu. Jinki mengambil sebuah piring dan menyendokkan nasi goreng buatan Key, lalu keluar menuju tempat Key tengah duduk, taman belakang.

"Ini, makanlah" Jinki menyodorkan makanan yang telah di ambilnya pada Key.

"Tidak mau. Kau dulu yang makan" tolak Key.

"Kau yakin aku makan duluan? Masalahnya jika aku yang makan, makanannya tidak akan tersisa" Jinki menjawab dengan polosnya.

"Yak! Apa-apaan kau ini! Yang masak makanan saja aku" Key mempoutkan bibirnya.

"Makanya, ayo makan" Jinki menggenggam pergelangan tangan Key, berharap namja itu mau masuk dan makan dengannya di dalam.

Key menatap Jinki dan pergelangan tangannya yang tengah di pegang Jinki bergantian. Ia ingin menolak, namun Key merasa tak ingin melepas genggaman tangannya dari Jinki. Mau tak mau, mengalahkan gengsinya yang tinggi, Key pun ikut masuk bersama namja itu. Jinki tersenyum senang.

"Gomawo sudah memasak" Jinki segera melahap makanannya. Sementara Key hanya memandang namja itu makan.

"Kau suka?" Key bertanya.

"Yang pasti aku tahu bahwa kau tak menambahkan racun di dalamnya" Jinki meneruskan makannya.

"Ck, dasar menyebalkan" tak ingin berdebat, Key juga memakan makanannya. Mereka makan dalam diam.

"Pukul berapa kau show?" Jinki bertanya.

"Kata managerku pukul 09.00, tapi aku sudah harus sampai di sana pukul 08.00" jawab Key.

"Baik, hari ini jadwalku hanya sore hari. Aku akan mengantar dan menemanimu show"

"Mwo?! Yak apa-apaan, aku bisa pergi sendiri eoh!" bentak Key. Ia merasa diperlakukan seperti anak kecil oleh Jinki.

"Tapi aku ingin mengantar dan menemanimu, bagaimana donk?" Jinki bertanya balik dengan polosnya.

"Neo.. kau ini sangat menyebalkan, aish" Key mengacak-acak rambutnya. Menyerah, kemudian meneruskan makannya. Tak menyadari Jinki yang sedang berusaha mati-matian menahan tawanya.

07.20 KST

"Jinki-ya! Cepatlah aku sudah mau terlambat, aish" Key tengah terburu memakai sepatunya. Ia kesal karena Jinki mandi sangat lama, padahal ia sudah bilang jika pukul 08.00 ia sudah harus sampai di tempat shownya.

"Ne.. Key. Sebentar." Bukannya bergegas, Jinki malah memakai bajunya dengan santai. Seolah tak mengindahkan teriakan Key.

"Yak! Kau ini lama sekali sih" Key yang kehabisan kesabaran menerobos masuk ke kamar Jinki dan mendapati namja itu malah sedang bersisiran sembari memainkan ponselnya.

"Key, bisakah kau tenang? Aku jamin kau tak akan terlambat. Kau ini seperti noona-noona galak yang memaksa-maksa suaminya" Jinki menjawab asal.

'Blush'

Key merasa pipinya sedikit memanas. Jika ia noona galak yang memaksa suaminya, berarti Jinki menganggap dirinya sebagai suami Key? Aish! Key kesal. Ia pun mengalah dan menunggu di sofa dengan sabar. Kali ini tanpa teriakan-teriakan menuntut lagi. Kegiatan diamnya terhenti saat ponselnya berbunyi, tanda ada telepon masuk.

"Yeoboseo?" Key mengangkat ponselnya.

'Yeoboseo, hyung! Kau dimana?' terdengar suara Minho di seberang sana.

"Ah, aku sedang akan menuju ke sana"

'Jinjja? Naik apa?'

"Namja menyebalkan itu akan mengantarku."

'Baiklah. Diusahakan jangan terlambat, kita harus mencoba tes sound'

"Ne Minho, ne. Ah, apakah kau dan member lainnya sudah makan?" sifat perhatian Key sebagai 'umma' di group band nya kembali.

'Ne, sudah hyung. Jonghyun hyung memasakkan telur gosong untukku dan Taemin' Minho menjawab dengan polosnya.

"Mwoya?! Yak! Dinosaurus itu, aku akan mengurusnya nanti. Tenanglah, aku akan mentraktir kalian makan nanti"

'Jinjja hyungie?' kali ini terdengar suara Taemin.

"Yak, kalian meloudspeaker teleponnya?"

'Ne hyung, Taemin ingin mendengar suaramu'

"Ne Taemin, jinjjaseo. Nanti Taemin mau makan apa hyung yang akan bayar"

'Gomawo hyungie!' jawab Taemin dengan ceria.

"Baiklah, aku berangkat sekarang. Namja menyebalkan ini sudah siap sepertinya" Key menatap Onew yang baru saja keluar dari kamarnya.

'Ne hyung, hati-hati ne'

Suara 'piip' kecil mengakhiri obrolan mereka.

"Kau menelepon siapa?" Jinki bertanya.

"Minho yang meneleponku."

"Oh. Baiklah, kajja berangkat"

"Hm."

07.45 KST

"Aish, namja pabbo! Bisakah kau mempercepat laju kendaraanmu ini? Kita melaju seperti siput!" Key memandang kesal ke arah speedometer mobil sport Jinki yang jarumnya hanya menunjukkan angka 30 km/s.

"Kau yakin kita mau cepat?" Jinki bertanya memastikan. Seolah menantang Key.

"Mwo? Ya tentu saja!" Key mempoutkan bibirnya.

"Kuharap kau pegangan Key" tanpa aba-aba, tiba-tiba Jinki menaikkan kecepatan mobilnya menjadi 50..60..70..120 km/s.

"Ji..jinki, pe..pelan-pelan saja tidak apa-apa kok" Key mulai panik. Tidak menyangka namja menyebalkan di sampingnya dapat menaikkan kecepatan mobilnya menjadi secepat itu.

"Ani, nanti kau terlambat tahu." Dengan tenangnya Jinki membalas omongan Key dan tetap fokus pada kegiatan mengemudinya.

"Kau ini benar-benar!" Key berusaha memegang apa saja yang ada di dekatnya, apa saja. Yang penting ia aman. Sehingga tanpa sadar tangan kanannya telah memegang erat lengan Jinki yang tengah mengemudi.

'Ciiiit..'

"Key, kita sudah sampai" Jinki memandang ke sampingnya. Mendapati Key yang tengah menutup erat kedua matanya, dengan tangan kanan yang memegang lengannya, dan lengan kiri yang meremas ujung jok mobilnya.

"Kita sudah di surga?" Key berbicara dengan masih menutup matanya. Jinki tertawa pelan.

"Kita sampai dengan selamat di tempat showmu, bodoh" Jinki turun dari mobilnya, bergegas ke samping dan membukakan pintu mobil untuk Key. Sejenak, Jinki tenang karena ternyata Key tidak marah-marah. Namun sepertinya perkiraannya meleset besar.

"Dasar namja pabbo! Dimana otakmu hah! Aku ini akan show, bagaimana jika misalnya tadi kita kecelakaan, atau menabrak orang, atau bla..bla..bla.." Key terus mengamuk tanpa henti di hadapan Jinki.

"Kau sudah selesai bicara?" Jinki menjawab setelah Key sudah diam.

"Mwo! Kau ini benar-benar..."

"Kajja kita masuk, ini sudah hampir jam 08.00" dengan seenaknya Onew menarik lengan Key dan membawanya masuk ke ruang artist.

"Kibum!"

"Key hyung!

"Hyungie!"

Key disambut para membernya saat sudah memasuki ruang ganti artist.

"Key, kau tidak apa-apa?" Jonghyun dengan panik mengecek setiap jengkal tubuh Key, memastikan tulang namja itu tidak berkuran satupun.

"Gwaenchana, aku tak apa-apa" Key tersenyum. Senang dapat kembali bertemu teman-temannya setelah semalam 'ditawan' di appartement Jinki.

"Hyungie sudah makan? Aku membelikan salad untukmu" Taemin sang maknae mendekat dan menyodorkan sebuah tempat makan bergambar kartun Smurf kepada Key.

"Ah, sebenarnya sudah. Tapi gwaenchana. Gomawo Taemin" Key mengusap-usap rambut maknae grupnya tersebut dan menerima tempat makannya.

Sementara Jinki? Dengan santainya namja itu duduk di sofa ruang ganti SHINee band sembari memainkan tabletnya.

"Yak, Lee Jinki"

"Mwo?"

"Eum.. terima kasih sudah mengantarku" Key berbicara lirih.

"Ne, sama-sama"

"Kau akan pulang?"

"Tidak, aku ingin menunggumu"

"Bagaimana jika aku lama?"

"Kau mengusirku?" Jinki mulai menatap Key.

"Yak! Bukan begitu pabbo! Aku hanya tidak enak jika kau menunggu lama"

"Ternyata kau perhatian juga" Jinki berdiri dan mencubit pipi Key pelan.

"Ish, kau ini" Key mengusap-usap pipinya.

"Baiklah, aku akan pulang dulu. Hubungi aku jika kau selesai, tuan putri" Jinki segera melesat keluar sebelum Key mulai mengamuk mendengar sebutannya barusan.

"YAK! AWAS KAU LEE JINKI!" Key menjerit. Jinki bergidik. Benar dugaannya, teriakan Key bahkan terdengar hingga tempatnya memarkir mobil di lantai bawah.

Merasa bosan hanya akan menghabiskan waktu di appartement, Jinki memutuskan untuk mengunjungi tempat gym langganannya. Sudah seminggu ini ia belum berolahraga. Jinki pun melajukan mobilnya menuju ke sana.

11.00 KST

'Sarangeun.. naegero wa.. Neoreul ikkeuneun siganeuro.. Yeongwonhi.. Kkaeji anneun.. kkumman gatasseo.. Jeongmal kkumman gatasseo..'

"Yeoboseo?" Jinki mengangkat ponselnya yang berbunyi tanda telepon masuk.

"Eum.. Jinki?"

"Ah. Ne, Key?"

"Aku sudah selesai."

"Baik, tunggu aku menjemputmu sebentar" Jinki mematikan sepihak teleponnya, kemudian bergegas menuju kamar mandi di tempat itu untuk mengganti pakaiannya karena kaosnya telah basah berkeringat.

Tunggu sebentar, jika diperhatikan.. Key seperti seorang gadis yang meminta dijemput oleh kekasihnya setelah selesai beraktifitas bukan? Ah, abaikan.

11.25 KST

To: SHINee Key

Aku di tempat parkir seperti tadi.

Jinki segera mengirim smsnya. Tak berapa lama, tampak Key keluar dari gedung tempat shownya dengan menenteng tas ranselnya.

"Mana teman-temanmu?" Jinki bertanya setelah Key sudah masuk ke dalam mobilnya.

"Dengan managerku. Wae?"

"Ah aniya. Ini sudah siang, kita makan dulu ne?"

"Hm, terserah kau saja"

"Kau mau makan di mana?" Jinki bertanya pada Key.

"Kau mau mengajakku makan di mana?" Key ganti bertanya.

"Baik, ayam goreng"

"Mwo? Jangan dagiiiiing!" Key hendak protes, namun Jinki sudah terlanjur melajukan mobllnya menuju salah satu restoran ayam langganannya.

11.55 KST

"Kajja masuk" Jinki menarik tangan Key hendak mengajaknya masuk setelah mereka turun dari mobil.

"Chakkaman" Key menghentikan langkah kakinya.

"Ish, wae? Aku sudah lapar" tanya Jinki tak sabar. Maklum saja, ayam merupakan makanan kesukaannya.

"Euhm.. apakah restoran ini menyediakan makanan lain selain daging ayam berlemak itu?" Key menopang jari telunjuknya di dagu.

"Ne, ada salad, spagheti, dan... ah kajja masuk saja dulu" Jinki kembali menarik Key masuk.

"Ck, tidak sabaran." Key berdecak kesal. Namun pipinya memanas saat sadar bahwa Jinki menggenggam tangannya.

Sesudah memesan makanan dan memilih tempat duduk, Jinki dan Key kembali sibuk dengan ponsel masing-masing. Namun, merasa suasana sangat canggung, Jinki pun mencoba mencairkan suasana dengan berinisiatif mengajak Key mengobrol.

"Ah, Key. Bagaimana show mu tadi?" Jinki bertanya setenang mungkin.

"Joahae. Fans yang datang banyak, sound systemnya juga bagus" jawab Key.

"Chogio, makanan sudah jadi" seorang waiter datang mengantarkan makanan pesanan Jinki dan Key.

"Ah ne gomawo" Jinki menundukkan kepalanya sopan.

"Selamat makan" Key membuka penutup mangkuk supnya dan saladnya, sementara Jinki sudah menyantap ayamnya dengan lahap.

"Kau.. menyukai ayam?" Key bertanya sembari melahap salad supnya.

"Sanghat" Jinki menjawab dengan mulut penuh makanan. Key tertawa pelan menyaksikan tingkah konyol namja di hadapannya.

"Pelan-pelan makannya" Key mengambil tisu dan membersihkan sudut bibir Jinki yang terdapat remahan ayam. Namun Jinki menahan tangannya.

"E..eh.. Jinki, ta..tanganku" Key gugup saat Jinki menggenggam tangannya lagi dan menatap matanya.

"Gomawo" Jinki melepaskan tangan Key dan tersenyum sangat tampan di hadapan namja cantik itu.

Key merasa tubuhnya akan meleleh saat ini juga menyaksikan senyum Jinki yang sangat tampan. Namun, saat sedang asiknya mereka menikmati makanan masing-masing, datanglah seorang pengganggu. Itu menurut Key.

"Chogio, Jinki oppa?" seorang yeoja menyapa Jinki.

"Ah, kau Jung ah" Jinki berdiri dan membungkuk menyambut yeoja yang beberapa saat lalu menjadi partner duetnya itu.

"Eoh, ada Key oppa juga. Wah apa kalian sudah janjian makan bersama?" Jung ah menyapa Key yang sedang makan tanpa merasa terganggu sedikitpun.

"ANI" Jinki dan Key menjawab bersamaan.

"Euhm.. kami hanya kebetulan bertemu dan memutuskan makan bersama" Key membuat alasan.

"Ah begitu. Dapatkah aku bergabung disini?" Jung ah meminta ijin.

"Tentu saja, silakan" Jinki menggeser kursinya dan mempersilakan Jung ah duduk di sampingnya.

Sementara Key? Ia yang awalnya tampak tak terlalu terganggu dengan kedatangan Jung ah merasa sedikit kesal saat yeoja itu ternyata duduk di samping Jinki, dan bahkan mengobrol akrab dengan namja sipit itu. Key merasa... cemburu kah?

TBC

Maaf ya kalo aku update ff ini agak lama :3 judulnya juga aku ganti ya, awalnya 'Closer/Close With You' jadi 'Catch Your Heart'

Gomawo ^^