A/N:

Gomen!ini sudah sekitar 2 minggu blum update-update trus...ini gara-gara terlalu banyak ujian dan persiapan menuju UN...

Juga setelah membaca ceritaku ada sedikit yang ingin kuubah!

Hikage: ia!rambutku bukan perak putih!Tapi platinum putih!

Claire: yah, itulah yang benar!

Disclaimer!

and Naruto plot story belongs to Masashi Kishimoto

2. All anime that I'll be mentioned belong to their author

3. Me (Hikage) and OCs are darkholyclaire!

and story that claire has made up until now copyright to darkholyknight!

Chapter 3: Perhatikan sekitarmu!

Setelah kami (lbh tepatnya aku) meregistrasikan formulirku, Kohaku-nee dan aku berjalan menuju rumah sakit untuk menjemput Maika.

Oh iya!aku lupa, Maika adalah adikku!Nama yang manis bukan!Yang memilih namanya itu sudah pasti aku! XD

Ngomong-ngomong

Kami berjalan menelusuri jalanan Konoha meninggalkan balai desa sambil aku melihat-lihat sekeliling dan , orang kuno, ga pernah lihat keramaian, kecuali saat hanya di atas kereta...*sob *sob

"Kelihatannya kamu senang sekali, Hikage" kata Kohaku-nee sambil tersenyum kepadaku

Aku mengangkat kepalaku melihatnya, dan tertawa,"ehehee, desa ini ramai sekali ya!Kelihatannya semua orang-orangnya ramah-ramah!menyenangkan sekali!"

"Oh?itukah menurutmu?"Kohaku-nee mengerutkan dahinya sambil menutup mulutnya(yang ala cewe feminim itu lho) lalu ia tersenyum ,"mungkin kau benar" sambil melihat kembali ke depan berjalan

Mungkin karena Kohaku-nee sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini, makanya ia terheran-heran dengan tingkah lakuku. Tapi aku tidak peduli!Sambil menusuri jalan, aku melihat ke kanan dan ke kiri. Ada toko senjata, toko baju, toko permen, penjual ikan, penjual sayur, dll! Ah! Ada ramen Ichiraku!aku selalu pingin mencoba makanan yang disebut ramen...

Btw, aku tidak terlalu lapar...jadi-

Kruyukkkkk

"..."

"..."

"...lapar?"

"Umm, entah...?"Aku melihat kedai ichiraku

"Yah, kamu pasti lapar, mari kita singgah di ichiraku"

"Ehehehe...maaf" kataku sambil menaruh tangan dibelakang kepalaku

"Hahahaa, kebetulan aku juga sedang lapar"

Aku mengeluarkan senyum termanisku, lalu tersenyum kepada Kohaku-nee," terima kasih"

"Ini!Silahkan!1 porsi Miso ramen dan seporsi tonkatsu!" Kata paman itu dengan tersenyum

Aku melihat ramen yang disodorkan kepadaku dengan senyum lebar diiringi dengan nafsu takus yang ingin segera melahap ramen itu,"Itadakimatsu!" Sambil menepukkan tanganku dan mengambil...sumpit...

Umm, bukan berarti aku tidak bisa menggunakan sumpit...aku hanya tidak pernah menggunakan ...pasti kalian bisa tebak kan?aku hanya bisa berusaha menggunakan sumpit ditanganku...menatap ramen lezat itu...tanpa bisa menyentuhnya(maksudku memasukkan ke mulut)...dengan kerakusan dan kelaparan yang sedang menumpuk di dalam diriku...kruyukkk

Kohaku-nee dan paman daritadi memandangkdengan heran , mereka tidak pernah melihat orang yang tidak bisa menggunakan sumpit...apalagi di umur sepertiku

jujur, ini sangat memalukan dan menyiksa!*sob

"Hikage?Kamu tidak tahui menggunakan sumpit?"Tanya Kohaku-nee

Aku langsung tersentak,"ehehee...bolehkah saya meminjam sendak dan garpu?" Kataku sambil sweatdrop

Sekilas Kohaku-nee menatapku dengan tenang dan..heran. "Yah paman, bolehkah aku meminjam sendok dan garpumu untuk adikku ini?"

"Tentu saja! Ini anak manis" kata paman sambil menyodorkan sendok dan garpu kepadaku

Aku mengambil dan mulai memakan ramenku,"Gomen, arigatou ne..."

Slurrpp

"Hikage, setelah mengambil Maika, kita akan menemui Hokage"

Pffuuuttttt

"..."

"uhuk uhuk...Kohaku-nee, hokage?hokage...si pemimpin desa?"Tanyaku dengan tangan segera meraba-raba sekitarku mencari !

"Iya, kamu harus menemui hokage karena kamu adalah warga baru!setidaknya biarkan Hokage melihatmu sebagai warga barunya"kata Kohaku-nee sambil memberikan gelas berisi air kepadaku

Glukglukgluk...ahh

"Apakah Hokage itu...tidak menyeramkan?m-maksudku errr...gitu?"Tanyaku panik.upps aku tidak boleh terlalu banyak cerita...aku takutnya Hjokage akan menanyakan asal usulku...

"Hihihi"Kohaku-nee tertawa kecil,"hahaha tenang saja Hikagee, Hokage desa Konoha itu adalah kakek yang paling ramah dan baik yang pernah ada lagipula-",Kohaku-nee mengambil sumpitnya,"Setelah kamu berkenalan dengan Hokage, aku berniat untuk membawamu ke apartementmu" katanya sambil mencomot danging babi

Aku melihatnya...darimana daging itu? Lalu aku melihat tonkatsuku

...Ada yang hilang

"K-kohaku-nee!I-itu milik saya!" daging itu sangat berharga!huweee!

"Uh?siapa suruh terlalu lama, makanya, kalau makan, jangan terlalu banyak spechless!Terbang deh"Ejek Kohaku-nee

Aku langsung menelan tonkatsuku dengan kecepatan kilat!Aku tidak peduli lagi dengan orang-orang yang keheranan melihat anak berumur 7 tahun meneguk tonkatsu porsi dewasa dengan kecepatan kilat. Lezattt

Aku menepukkan tanganku dan mengatakan,"terima kasih atas makanannya!", lalu aku menyadari bahwa ini pertamakalinya aku berlaku seliar ini...hihihi...kalau onee-sama melihatku seperti ini pasti kepalaku langsung diketuk...

Aku hanya tersenyum sedih mengingat itu semua

"Hikage, sudah selesai?mari kita pergi menjemput Maika"kata Kohaku-nee sambil membayar paman lalu keluar dari kedai

"Ahhn, ia!"Jawabku sambil meninggalkan kedai itu

Kami -tiba aku melihat toko bunga terhenti berjalan menatap sepasang bunga mawar

Kohaku-nee menyusulku. Dia barusan menyadari bahwa aku tidak mengikutinya lagi.

Mawar merah...

Merah...warna rambut kakak...warna kesukaan kakak...warna kebanggaan kakak...warna kakak...

The Great Scarlet Queen

"Nee nee, Hikage-chan? Ada apa?" Kohaku-nee melambai-lambaikan tangannya di hadapanku

"Upps, maafkan saya nee-chan!"Aku tertawa kecil dengan sweatdrop

"Ckckck, kamu itu selalu melamun, apa yang kau pikirkan?"

"Umm, aku hanya melihat sepasang mawar yang berdampingan itu" kataku sambil menunjuk mawar-mawar itu

"Mawar merah dan mawar putih...ada apa dengan mereka?"

"Ehehee, aku hanya mengingat onee-sama menyukai mawar...apalagi mawar merah"

"Lalu yang putih?"

Aku terdiam

Kalau onee-sama menyukai warna merah, aku menyukai warna putih...yah, putih seputih baju onepiece panjang yang kukenakan ini

"Mawar putih adalah bunga favoritku"kataku sambil tersenyum lebar

"Oh gitu?"

Kami diam sejenak.

"Hikage, kamu mengingat semua kejadian buruk itu?"

"...darimana nee-chan tahu?"

"Ibiki yang cerita, aku menanyakannya"

Aku memberikan tatapan ooh,"nee-chan, mari kita menjemput Maika saja" dengan senyum yang kubuat agar tidak kelihatan bahwa aku sedang sangat...sedih

Lebih baik aku melupakan semua kejadian di masa lalu dan berjalan ke menutup mata mengingat semua hal-hal itu, serangan itu, nyawa-nyawa yang hilang itu, semua maid-maid itu, seorang wanita yang membelakangi kami...dengan latar api merah besar itu...langit hitam yang menjadi merah...wanita merah yang melindungi kami...wanita yang dengan gagah berani menerjang ke depan sementara kami berlari menyelamatkan diri, wanita dengan sepasang pedang sihir dan armor sihirnya menyerang seluruh pasukan itu, hanya dengan satu harapan...membiarkan adik-adiknya tetap hidup

"Sayonara...Sierra...Eisley...Aerith...Onee-sama akan selalu mencintai kalian..."

Mungkin itu hanya perasaanku saja mendengar bisikan aku berbalik dan mendapati wanita itu berlari menuju api dengan mengangkat pedang di tangan kanannya yang dipenuhi dengan cahaya putih...

"Hikage-chan!astaga...kamu harus menghilangkan pikiran-pikiran itu!hei hei!sadar!"Kata Kohaku-nee sambil mengguncang-guncangkan tubuhku.

Aku langsung membuka mataku dan mendapati sebuah air mata berlaru menuruni pipiku

"Aahhhh, Kohaku-neechan!s-sudah...s-saya merasa mual" mataku sudah berbentuk aku merasa seseorang memelukku erat. Rasanya hangat.

"Ssstttt, sudah sudah jangan ingat masa lalu...kalau kamu hanya merasa sakit" katanya sambil membelai rambut platina putihku," Semua itu telah berlalu...hal-hal yang sakit itu hanya akan menghambat jalanmu menuju ke depan..."

Lalu ia meletakkan kedua tangannya ke ini ia sedang menekuk kedua kakinya agar sama tinggi dengan saya dan menatapku lembut dengan kedua mata coklatnya,"Orang-orang yang mencintaimu tidak akan bahagia jikalau melihatmu sedih, jangan menyerah pada keadaan yang menjatuhkanmu. Tatap ke depan, larilah menuju cahaya, meskipun kamu berada dalam kegelapan. Karena kegelapan tidak akan ada jikalau tidak ada cahaya, begitupun sebaliknya"

Aku kaget mendengar kata-kata Kohaku-nee. Sekilas aku melihat kenapa sensasi yang diberikan Kohaku-nee sama seperti onee-sama

Aku melihat mata coklat Kohaku-nee. Matanya terlihat sangat sedih. Sedih sekali...seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga.

"Hai nee-chan" lalu aku memeluk balik Kohaku-nee,"arigatou"

Untuk kesekian kalinya lagi aku mengucapkan terima kasih. Aku merasa...bahwa kohaku-nee tidak seperti orang asing. Aku merasa seperti kami sudah lama menutup mataku.

Aku mengikuti apa yang dikatakan oleh Kohaku-nee dan hatiku. Aku tidak akan menyerah oleh keadaan. Aku akan memulai kehidupan baruku, di desa Konoha ini, bersama Kohaku-nee, Maika, dan...Ei...

Aku membuka mataku dan segera sadar apa yang terjadi!Kohaku-nee yang masih memelukku,"errr,nee-chan!M-mari kita segera menjemput Maika!y-yang lain melihat kita" kataku dengan muka merah

Kohaku-nee yang daritadi terbawa perasaan segera sadar dan langsung tersipu malu, lalu tertawa.

Kami memperbaiki posisi kami, dan kami bergandengan tangan, berjalan sambil tertawa.

Betul-betul!Hal-hal di sekitarku mengingatkanku pada banyak hal!sigh...

Aku berharap melupakan masa lalu yang ingin berjalan ke depan, seperti yang selalu diajarkan papa, juga onee-sama.Pasti, mulai dari sekarang, pasti akan terjadi hal-hal yang menyenangkan!

Itulah pikirku

"Kenapa senyam-senyum Hikage-chan?kamu bikin aku jadi merinding..."

"Ehh!?ahahaha, tidak kok nee-chan!jangan dipikirkan!"

Kohaku-nee menghela kami berjalan, dengan ceria sambil banyak menceritakan hal-hal yang kami lihat.

Aku tidak tahu, jikalau masa depan yang menanti kami di depan sana akan sangat menyedihkan dan menyakitkan...