Disclaimer!
and Naruto plot story belongs to Masashi Kishimoto
2. All anime that I'll be mentioned belong to their author
3. Hikage and OCs are darkholyclaire!
and story that claire has made up until now copyright to darkholyknight!
A/N:
Gomenasai minnaa! X'(
Gomen gomen X(
Sepertinya sudah lama sekali saya tdk mengupdate!
Hikage : (memukul kepala author) Ia!dasar kamu itu! Lama sekali!
Me: ukh (╥_╥) s-salahkan ujian ujian dan pr pr itu! #menunjuk tumpukan pr dan tugas
Hikage: biar lagi! Kamu itu author yg bikin gemas! Щ(ºДºщ)
Me: aku? Gemas? ;;)
Hikage: ("¬_¬) sudahlah, tdk ada gunanya melanjutkan pembicaraan yang tidak berguna ini -_-"
Me: thehehehee 3
Oke kalau begitu mari kita lanjutkan!
.
.
.
.
.
.
Beginning number #4: Kenali tempat tinggalmu!
"Kita sudah sampai"
Aku melihat bangunan besar di hadapanku. Ermm, bangunan ini kalau tidak salah namanya apartemen...sih
Kami bersama berjalan menelusuri tangga-tangga hingga sampai di depan bernomor 328 di lantai 3...lantai teratas.Bagus!
Dari sini, kalian dapat melihat pemandangan jalan sekali orang2 berlalu lalang.
"Hikage, tolong gendong Maika dulu ya"
Aku langsung membalikkan badanku untuk menggendong Maika. Mata hijau besarnya menatapku.Aiyahh, menggemaskan!pikirku sambil memeluk Maika dengan lembut tentunya
Sembari aku memeluk Maika, Kohaku-nee menggerogoh kantung celananya mencari sesuatu. "Dapat!" Katanya, lalu ia membuka pintu hijau itu.
Kami pun memasuki ruangan yang dijuluki 'apartemen' itu. Ruangan itu memiliki...ehem! Mari kita sebutkan sesuai dengan urutan dari pintu masuk; smacam ruangan tamu dengan dapur mini, lalu sebelah kanan. Ada 2 kamar tidur, dan toilet...apartemen ini lumayan besar, kira-kira 1/5 kamarku yang dulu...
"Mulai sekarang, ini kamar kalian!" Kata Kohaku-nee dengan ceria.
Aku hanya mengangguk dan menunjukkan senyumku yang paling cerah.
"Kalau kamu ada keperluan, cari saja nee-chan!Aku tinggal di lantai 1 di kamar 152 di apartemen blok ini aku harus pergi duluu, ada keperluan"kata Kohaku-nee,"oh ia" katanya lagi sambil menampakkan kepalanya dari pintu,"Mulai besok, kamu harus mengikuti sekolah di akademi ninja, kamu bisa menitipkan Maika di daycare" lalu Kohaku-nee menghilang dari balik pintu.
...
Aku hanya menatap diam terpaku pada pintu baru saja sembuh dan menjadi penduduk resmi Konoha... Ah, begini cara pikir para penduduk disini pikirku sambil melihat Maika yang kelaparan...tetapi anehnya ia seperti mengerti situasi yang sedang terjadi sekarang, simplenya, ia tdk menangis, hanya menghisap jarinya dan aku mengerti
Sayangnya, di dapurku yang masih baru itu tidak terdapat yang dibutuhkan oleh adikku. Itulah mengapa aku memutuskan untuk keluar dan mencari susu...ahem!Maksudku bantuan.
Di pikiranku langsung terlintas daycare, kalau tidak salah berada di dekat , ini akan menjadi perjalanan yang panjaangg...
Segera aku keluar, mengunci pintu apartemenku, lalu berjalan menuju ke akademi
"BERHENTI KAMU ANAK NAKAL!"
Aku langsung terloncat ketika mendengar suara aku mengintip ke bawah,"ahahaha, enak saja pak tua"kata seorang anak berambut pirang berlari dan disusul...err dikejar mungkin? oleh seorang bapak-bapak separuh baya.
Aku melihat kejadian itu hanya menggeleng.Anak itu pasti Naruto, tokoh utama cerita ini tersenyum mengingat masa depan yang akan menantinya.
Aku menuruni tangga-tangga dengan Maika yang terlelap, dan berjalan menuju daycare Maika.
Aku mempelajari, bahwa apartemenku terletak di sekitar pasar. Jadi akan memudahkanku untuk berbelanja~
Juga aku membuat tanda-tanda di jalan yang telah kulalui menggunakan tekhnik yang hanya diketahui oleh aku dan Kami-sama, yaah semacam kekuatan yang hanya bisa kurasakan ketika aku meletakkan tanda ini?Errr...yahh aku gak mau sampai ke apartemen di esok harinya, lalu besok adalah hari , lebih baik melanggar aturan alam sedikit.
Setelah sampai di daycare Maika, aku meminta penjaga daycare mengurus Maika, dan (untungnya) mereka telah menerima pesan dari Kohaku-nee untuk menjaga Kohaku-nee, kau betul-betul malaikat yang dikirim dari surga jatuh ke hadapanku!
Aku menitipkan Maika di daycare, dan aku berjalan-jalan suasana di sekitar lingkunganku. Aku tidak pernah merasakan keramaian seperti ini *music.
Di saat aku berjalan, aku menabrak seorang anak berambut hitam...laki-laki? Kami berdua bertabrakan, dan terjatuh ke lantai bersama.
"Ughhh, umm, ehehe, saya minta maaf"kataku sambil meletakkan tangan kananku di belakang kepalaku. Lalu aku berdiri dan mengulurkan tanganku untuk membantunya berdiri.
Ia hanya melihatku dengan sepasang mata hitamnya, lalu ia berdiri sendiri tanpa menerima uluran tanganku dan pergi meninggalkanku.
...
Aku diam terpaku di tempatku dengan emotionless face. Whuat the Hell!A-ap-apa maksudnya!?,"Hei!kau si rambut hitam! Setidaknya tunjukkan sedikit rasa simpatimu! Menabrak seorang lady, harusnya kamu meminta maaf!" Teriakku sambil menunjuk-nunjuk anak itu dengan tanda siku4 di kepalaku.
Ia lalu menoleh, rambut hitamnya menutupi sebagian wajahnya, itulah mengapa aku tidak dapat melihat matanya.
...Tt-tapi!mulutnya tersenyum menyerigai, dan berkata,"Lady huh?Aku tidak melihat ada seorang lady di sini" sambil melihat ke kanan dan ke kiri, tentu saja membelakangiku. Lalu ia pergi dan menghilang.
Keadaanku?Spechhless! Aku tidak pernah sekalipun diperlakukan seperti itu oleh seorang anak laki-laki! Dasar! Dimana sopan santun anak-anak di dunia ini!?Cih! As I expected from an Uchiha!
Setelah puas bermarah-marah dan berbicara sendiri, aku baru tersadar...Dimanakah aku?
Aku pasti berjalan-jalan sembil bermarah-marah ria, tanpa menyadari apa yang terjadi...ugh!matilah aku!Sekarang ini aku di mana!?berterima kasihlah pada si tuan Uchiha arrogant! Ternyata, sikap arrogantnya itu betul-betul membawa masalah bagiku!Catat hal ini jauhi tuan Uchiha.
Seiring aku berjalan dengan kepala tertunduk, aku menabrak sesuatu dan terjatuh...untuk kedua yang kali ini lebih sakit. Sepertinya lawanq sedang berlari ketika menabrakku.
Sakit!Tanda siku4 langsung muncul di !Uchiha yang ini sampai berapa kali ia baru bosan menabrakku!Aku langsung mengangkat kepalaku dengan wajah kesal, dan berkata dengan suara agak keras(tidak mungkinkan seorang princess sepertiku berteriak?yang tadi?Lupakan!),"Maaf! Tetapi bisakah anda tidak menabrakku untuk kedua kalinya!? Saya kesal tau, sakit dilempar-lempar!"
Aku langsung terbelalak melihat anak di depanku. Uzumaki Naruto, dengan rambut pirang dan mata biru langitnya.
"Hei! Bukan aku yang menabrakmu!Tetapi kau yang berjalan tidak melihat arah! Dasar buta! Bweek" kata bocah pirang itu sambil menarik ke bawah matanya dan menjulurkan lidahnya.
...
Orang kedua, hal ketiga yang membuat darahku mendidih.
"ANAK-ANAK NAKAL!TUNGGU AKU!"
Kami berdua terkejut mendengar teriakan bapak !? Itu kan?Bapak yang tadi!?Jadi, dari tadi ia masih belum berhasil menangkap Naruto?Pfffttttttt!LOL!Tapi, aku menghargai kegigihannya dalam hal menghajar anak di depanku sangat memahami perasaannya...untuk saat ini.
"Upps, Gawat! Si berisik telah datang!"Kata Naruto dengan -tiba, aku merasa tanganku ditarik dan kami berdua pun ?
"UWAAAAHHH!",teriak kami serempak sambil berlari berpegangan tangan.
"HEEEIII!Kenapa saya juga harus lariiiii! Saya tidak ada hubungannya dengan hal-hal iniiiiiiii"teriakku sambil berlari."Hei! Berterima kasihlah padaku!Kalau aku tidak membawamu lari, sudah pasti paman jelek itu akan menganggap kamu sebagai temanku, dan melemparmu!" Teriak bocah itu."Apa!? Saya tidak bersalah dan kenapa saya harus dianggap temanmu!?Kita kenal saja tidak, bemana caranyaaaaa, juga..." Aku menoleh ke arah Naruto,"lalu,kenapa saya harus berterima kasih padamu!?Kamu minta maaf saja tidak!"Teriakku yang semakin besar dengan tanda siku4 muncul di kepalaku. Tanda siku4 pun muncul di kepala Naruto,"Berisik -ttebayo!Diam saja kau anak perempuan!","A-apa!?K-kamuuu"aku semakin kesal dengn bocah yang memegang tanganku ini.
Tiba-tiba, selintas ide muncul di kepalaku.
Aku menarik tangan Naruto untuk masuk ke dalam sebuah rumah."Apa yang kamu lakukan!","Ssstt, ikuti saja saya!"
Paman itupun mengikuti kami memasuki rumah itu, lalu paman itu terkejut menyadari apa yang diinjaknya dan iapun mendengar,
"Selamat datang tuaaannnnn~ 3"
Paman itu langsung berwajah merah ketika kedua lengannya ditarik oleh dua wanita canrik dengan kimono yang agak terbuka.
"M-maafkan aku, tetapi aku-"
"Ah tuann, tuan telah memasuki rumah inii, sekarang mari ke dalam tuan, nikmatilah rumah ini bersama kamiiiiii"
"T-tapi..."
"Ah tuan, bajumu sangat kotor" kata wanita itu sambil mencoba membersihkan baju paman itu dengan sebuah sapu tangan."Mari masuk saja ke dalam tuann, kami akan membantumu membersihkan pakaianmuu" kata wanita itu dengan suara menggodanya.
Kami berdua, anak kecil yang terdiam dari tadi hanya diam memerah dengan kejadian itu. Aku menoleh kepada Naruto, setetes darah mengucur dari hidungnya.
Aku terkejut melihatnya, lalu mengambil sapu tanganku, dan bersiap mengelap hidungnya."Ohhhh, jadi begitu yaa, ternyata jurus terampuh untuk mengalahkan paman-paman itu dengan wanita cantik dan sexy" kata Naruto sambil mengepalkan tangannya ke atas.
Aku hanya memasang straight face. Perasaanku mengatakan bahwa ia akan mempelajari Sexy no jutsu...mungkin salah satu penyebabnya adalah aku...
"Heiii, ga usah nyegar nyegir! Ayo kita kabur sebelum paman itu selesai!" Kataku sambil menarik tangan bocah itu keluar. Naruto menundukkan kepalanya ketika aku menarik tangannya.
Kami pun melanjutkan pelarian kami."Hah hah hah, Ahahahaha!seru sekali" Naruto tertawa terbahak-bahak, "hei, ternyata kamu mempunyai ide yang hebat sekalii, ahahahaa, belum pernah aku melihat wajah paman semerah itu!oh! Hehehe, bagaimanaa yaa, kalau aku memberi tahu istrinya kalau paman pergi ke trmpat seperti itu"kata Naruto dengan evil hanya meliati Naruto, lalu sadar, masalah yang sedang terjadi,"gawat! Matilah saya! Hei bocah orange!Saya mau kamu berterima kasih padaku sekarang, tunjukkan saya di mana daycare Konoha!" Kataku dengan wajah cemas pada Naruto sambil menarik ujung kaos yang dipakainya."Bweek! Kenapa aku harus berterima kasih padamu" "karena saya telah menolongmu dari kejaran paman itu!"Aku menyipitkan mataku sampil menunjuk wajah Naruto,"Saya tahu, pasti kamu mengerjai paman itukan?gak mungkin paman itu mengejarmu seperti setan, kalau kamu tidak mengganggunya"lanjutku sambil meletakkan kedua tanganku di belakang kepalaku.
Kelihatan sekali Naruto terkejut dengan tebakanku yang tepat."Ah! Semua orang juga tahu, kalau aku yang mengerjai paman itu" kata Naruto sambil menggembungkan pipinya.
"Saya penduduk baru"
Naruto langsung membalikkan kepalanya melihatku, "eh! Pantas saja aku ga pernah melihatmu! Dari desa mana? Keluarga apa? Dimana kamu tinggal? Siapa namamu?" Naruto langsung membanjiriku dengan segunung pertanyaan. "Daycare Konoha, tolong antarkan saya ke sana"kataku sambil mencueki pertanyaan Naruto.
"Ohh, di sana ya kamu tinggal"
"ia "
"Oh,kalau begitu ikuti aku!"
"Ok"
Kami berdua berlari menuju Daycare Konoha., hari saat itu telah menjadi sore.
"Ini dia tempatnya!" Kata Naruto nyengar nyegir.
Aku hanya menganggukkan kepalaku,dan masuk ke dalam daycare dengan cuek. Kalau mengingat kelakuan Naruto, aku menjadi cukup kesal."Terima kasih" kataku sebelum masuk ke daycare Maika. Aku tidak melihat ekspresi Naruto saat itu.
Naruto pun berjalan meninggalkan Daycare itu setelah melihat anak berambut platinum itu. Ini adfalah pertama kalinya ia diperlakukan sebagai 'teman' oleh orang meskipun ia tidak mengenalnya. Ah, mungkin saja setelah anak itu mendengar kabar angin yang bahkan tidak kuketahui, mungkin sikap anak itu akan sama dengan orang-orang itu... Pikir Naruto.
Tidak ia sadari bahwa terdapat senyuman sedih di wajahnya saat ia berjalan pulang menuju apartemennya.
Aku mengambil Maika pulang, sebelum kami pulang, aku singgah dahulu untuk membeli susu di market yang kulewati menggunakan uang dari Kohaku-neechan. Bagaimana aku bisa menemukan jalan pulang? Ohohoho, berterima kasihlah pada special ability yang Myra-sensei ajarkan padaku~
Aku menggendong Maika dan mengangkat barang belanjaan kebutuhanku, dan berjalan menuju ke arah matahari terbenam...
ermm, matahari terbenam searah dengan apartemenku...
-At Hokage's office-
Terlihat bayangan Hikage menggendong Maika dari bola kristal.
"Oh, hahaha jadi ini ya anak yang Ibiki bicarakan itu?"Suara seorang laki-laki terdengar bergema di ruangan itu.
"Ia, Hokage-sama, namanya Yashiro Hikage"suara seorang wanita.
"Ohh, Hikage huh? Nama yang menarik, artinya sama dengan jabatanku. Sedangkan untuk clan Yashiro...aku belum pernah mendengar desas desus mengenai clan tersebut" lelaki itu mengambil sebuah pipa rokok, lalu menghisapnya,"Anak itu memberikan alibi yang sempurna pada saat Ibiki ia tidak bersikap seperti anak-anak umur 7 tahun pada juga sdh memastikan bahwa ia berumur 7 tahun..."Lanjut laki2 itu sambil menghembuskan asap dari mulutnya.
"A-aku telah memeriksa mental anak itu dengan genjutsu. Tidak ada keanehan dan kebohongan dalam hatinya. Juga hati yang dimilikinya betul-betul putih bersih. Aku rasa ia tidak akan menjadi ancaman untuk desa jika ia tinggal disini."Kata wanita itu dengan sedikit menundukkan kepalanya.
Laki2 itu memandang wanita berambut cokelat itu dari ujung matanya lalu ia mengambil topi petani bewarna merah dengan tulisan "api"di atasnya lalu memakainya,"Sekalipun ia memiliki hati yang putih bersih, penjagaan kita tetap harus sangat mengerti hal ini kan? Kohaku?"
Kohaku hanya menundukkan kepalanya,"ia, Hokage-sama"
...
"Jangan kau smakan dia dengan adikmu"
Kohaku langsung mengangkat kepalanya melihat kakek di depannya. Mata coklatnya terbuka besar, lalu meredup kembali."Maafkan saya..."
Kakek itu kembali menghisap pipanya,"Jangan lupa, adikmu itu telah meniggal 4 tahun yang lalu, lagipula jikalau sekarang ia masih hidup, pasti ia akan lebih tua dari anak itu. Kamu harus melupakan masa lalu Kohaku...mengingat bahwa kamu adalah salah satu ANBU terbaik Konoha, akan sangat disayangkan jika bakatmu dihalangi oleh ingatan masa lalu"
"... Hai, Hokage sama"
"Kamu boleh pulang sekarang"
Ketika Hiruzen sudah memastikan Kohaku sudah tidak ada lagi di dalam kantor, muncullah seorang ninja dengan topeng ANBU nya.
"Kau sudah tahukan situasi yang sebenarnya?"
"Hai"
"Apa pendapatmu mengenai anak itu selama kau mengawasinya?"
"Aku rasa ia akan cocok untuk ditempatkan sekelas dengan jinchurikii itu, melihat kemampuan intelek dan semangat anak itu, lagipula aku merasa bahwa anak itu akan cepat beradaptasi dengan lingkungannya"
Hiruzen menatap keluar jendela membelakangi ninja itu,"Aku ingin kau melaksanakannya, dan tetap awasi anak itu, Kakashi"
Ninja itu mengangguk, lalu menghilang dari hadapan sang Hokage.
"Anak yang menarik, Huh?"
To be continue~
Ada saran? Review please! Mungkin daku akan agak lama mengupdate...ini masalah sbmptn...tolong doain clairee, supaya Claire bisa masuk ke univ yang Claire idamkan XD
