Umm, gomen?

Itu yang pertama kali akan kuucapkan :'D

Sudah lama ya? :P hahahaa...(Drylaugh) #dilemparigunung sayuran

Hikage: (datang) wahh, lumayan ini! Jatah makan untuk satu bulan XD

Author: humphmmmmhmm! 3 3 (buatin aku sup wortel kentang yaa 3 3)

Hikage: ...

Author: ?

Hikage: (mengeluarkan author dari gunung, lalu di angkat ke udara) wuoi! Kamu itu ya! Dasar ga bertanggung jawab! (#jleb#author)

Author: hiks, ia, sory gan , soalnya daku sibuk banget, juga inspirasiku tiba2 meluap...

Hikage: ah, btw, ada pertanyaan tuh

Author: mana? Bacakan dongg

Hikage : -_- , saya itu perempuan ato laki sih? Dari kak selamet. .9

Author: ...

Hikage: ?

Author: BWAHAHAHA! Hikagee, gender kamu tuh g jelass, ahahahaa (terpingkal2)

Hikage:... Perasaan kamu ada nulis aku pake dress juga dipanggil nee-chan oleh Eisley...

Author: Tapi kelakuan kamu tuhh, yang disalah artikan oleh pembaca kita :D

Hikage: ... Kamu yang menciptakanku seperti ini wuoi! Harusnya kamu ciptaun aku lwbih feminim!

Author: bahh, klo kamu feminim, kamu terlaluu menarik! Jadi lbh baik dirimu yg meragukan seperti ini (`▽´)-σ

Hikage: -_- okay, pertanyaan brikutnx, apakah akan ada Saya x Naru?dr .emperor97

Author: ia kah? Sebaiknya baca aja terus! =D

Author x Hikage: Enjoyy!

#Beginning number 5:

Kenali sekolahmu!Ciptakan Awal yang Keren!

*cuit *cuit *cuit

KRINGGG!

Kepak kepak kepak

Suara yang pertama kali kudengar ketika aku membuka ! Alarmnya terlalu besar!Langsung aku berlari dan menepuk kepala weker itu. Jam 4 lewat 30...huh? Sekolah dimulai jam 7 pagi...Saatnya melakukan sedikit latihan, lalu memasak, dan bla bla bla.

Aku mengganti dress putihku dengan kaos putih dan celana hitam yang sedang. Lalu aku mereganggkan otot-ototku. Aku langsung ke kamar Maika dan memeriksa adikku yang tercinta itu masih tertidur. Ah? Kalau kau bertanya, bagaimana jikalau anak kecil itu terbangun pada saat tengah malam, dan bemana cara aku mengetahuinya? Hohoho, seperti yang kukatakan di chappie yang lalu. Jurus hasil latihan yang diajarkan padaku.

Sudahlah, membahas jurus itu g penting.

Aku keluar dari apartement setelah menggunakan sendal yang diberikan Kohaku-nee kepadaku. Mungkin sendal ini lagi ngetrend ya? Mengingat semua karakter di Naruto menggunakan sendal seperti ini.

Aku langsung berlari keluar, dengan meninggalkan jejak aura tentunya.

Ternyata, desa Konoha sngat bersemangat yaa? Biar di pagi hari, aku masih dapat melihat banyakk orang.

Aku lalu melanjutkan lari pagiku, seketika orang dengan baju hijau, dan potongan rambut aneh melintasiku.

Ah! I-itu!? Bukannya itu Gai-sensei!? "Hosh hosh hosh, mari kita berlari menuju matahari terbittttt" katanya dengan semangat.

...

Aku langsung melanjutkan lari pagiku.

Kalau kalian bertanya apa pendapatku mengenai hal yang tadi, aku hanya bisa berkomentar:

JANGAN TANYAKAN PENDAPATKU.

Aku mau menikmati pagi pertamaku di Konoha. Aku teruss berlari hingga sampai ke sebuah dermaga. "Ahh, capeknyaa", aku membuka sendalku dan mencelupkan kakiku ke dalam air sungai yang ding..lho? Kok hangat?

"Bluarrr"

Refleks,aku langsung melihat ke raksasa langsung menghampiriku!? Wuahhhh! Aku langsung nyempung ke dalam sungai.

Puwahhhhhh

Dammm! Apa apaan ini! Aku langsung menoleh ke arah asal api itu.

!

A-anak itu! Yang kemarin menabrakku! Seketika aku langsung meloncat dari dalam air, dan terbangg ke depan anak itu.

Tentu saja, anak itu langsung terkejut melihat ada setan putih muncul di hadapannya.

Aku langsung menggenggam tangan anak itu sebelum ia menyemprotku dengan Katonnya.

"S-siapa kau!"

"Heh heh heh, pertama, kau menabrakku hingga terlempar, kedua, kau menghinaku, ketiga, kau ingin MEMBUNUHKU yaa! Saya akan menjadi setan dan memakannmu hidup-hidup!" Aku mengangkat rambut depanku yg menutupi wajahku, aku memperluhatkan wajah seseramm mungkinnn! Menyebalkan! Apa masalahmu sih!

Seketika mata onyx anak itu membesar, lalu menenang kembali,"oh ternyata kamu ya? Lady Setan"

Tiiit, tanda siku4 muncul di kepalaku.

"L-lady...setan!? APUAAA!" Aku meledak dan memegang kerah anak itu," hei, apa masalahmu bocah! Apakah kau ingin membunuh seorang anak kecil tanpa dosa sepertiku!?Aku akan menuntutmu 10 tahun penjara atas dasar niat pembunuhan!"

Anak berambut hitam itu menatapku kebingungan. Aku langsung sadar, hukum di dunia ini tidak seperti duniaku sebelumnya...papaku selalu mengajarkanku tentang hukum...jadi aku tahu banyak tentang hukum...papa...

Tidak kusadari, wajahku berubah dari menyeramkan menjadi itu menatapku kebingungan.Pertama muncul seperti setan air, kedua, marah seperti setan api, sekarang, sendu seperti...apa ya? Pikirnya

"Hei, itu salahmu" kata anak hitam itu sambil melepaskan kerahnya dari tanganku,"siapa yang menyuruhmu duduk di dermaga ini huh?ini adalah wilayah kekuasaan Uchiha pda saat kami berlatih"

Aku langsung mengembalikan ekspresi marahku,"ini desa Konoha!bukan desa Uchiha!"

Anak yang dari tadii menjaga ekspresi coolnya, langsung berubah menjadi kesal,"kau anak kecil, sebaiknya kau mengerti kalau ini adalah daerah kekuasaan Uchiha!"

"Heh! Uchiha apa? Saya baru saja pindah ke desa ini, jadi yang kutahu hanya Konoha, bukan Uchiha"

"A-apa kamuuuuuuu"

Kami berdua terus berdebat, hingga matahari terasa cukup terang

"Huweehh! Gawat! Ini hari pertama!" Aku langsung berlari meninggalkan anak berambut hitam aku menunjukknya,"hei kau! Kalau kau mencari masalah denganku lagii, awas kau!" Lalu aku langsung berlari meninggalkan anak itu! Kalau bukan karena ini hari pertmana sekolah, pasti aku akan beranjak ke tahap selanjutnya bersama dia!Uchiha Sasukeeeee

Anak berambut hitam itu memandangi anak berambut platinum itu masih kesal, tetapi...entah kenapa perasaan kesal ini seperti perasaan nostalgia...tidak marah, hanya kesal. Tetapi ia tidak membenci anak itu. Aneh...pikirnya, lalu ia juga mengigat ia harus menghadiri akademi, ia bergegas mengambil tas kecilnya dan berlari ke arah berlawanan dengan anak platinum itu.

Gawat!Gawat! Aku langsung mempercepat langkahku. Jikalau kau adalah orang biasa, pasti kau hanya melihat bayangan platinum melintasimu.

Akhirnya aku telah sampai di rumahku. Aku bergegas melihat Maika, ughh, ia sudah bangun karena tadi aku membanting pintu. Aku mengambil botol susu yang telah kupanaskan dari tadi. Sambil melihat waktu, jam 6.30!? Tak kusangka,perdebatanku dengan Uchiha itu memakan waktu begitu lama...jangan pernah lagi berhubungan dengan Uchiha phase-2...catat!

Lalu aku mengspell sedikit sihir, dan membuat botol susu itu berdiri di atas Maika, dan meminumkannya, sementara aku bergegas mandi, menyiapkan sarapan (cup ramen, cukup disiram air panas kan?) Lalu aku menyiapkan semuaa barang2 yang akan dibutuhkan Maika di daycare, dan mengambil pakaian ku, dress putih dengan ikat pinggang hitam, short krem putih (senada dengan wasrna kulit putihku), dan...

... Kalung peninggalan onee-sama...entah kenapa, sejak aku menerima kalung itu, warna batu pada kalung itu berubah dari merah menjadi platinum pink. Aku mengenakan kalung itu, lalu memeriksa Maika,sudah selesai rupanya! Lalu aku menepuk2 belakang Maika agar ia merasa nyaman.

Aku mengangkat tasku dan tas perlengkapan Maika, lalu mengendong Maika. Kami pun berangkat...ah? Keadaanku? Ga berat kok! Aku sudah terlatih mengangkat benda2 seperti iu!

Heheheeee, tidak kusangka! Pelatihan bagai neraka itu akan sangat berguna bagiku di kemudian hari!

Aku berlari secepat kilat, jadi kalau kau orang biasa, kamu hanya melihat banyangan putih+coklat. Maika? Hohoho, sejak bayi, kami semua telah dilatih, jadi untuk kecepatan seperti ini tidak ada pengaruhnya bagi Maika. Malah...ia tertawa sambil bertepuk-tepuk tangan...

Ckckck dasar..., gak ngerti apa, nee-channya ini sedang berjuang...

Setelah aku mengantar Maika ke daycare, aku segera berlari ke akademi. GAWAT! Masa hari pertama aku telat!?

Lalu aku melihat gerbang akademi yang setinggi 2 meter dann, tidak ada waktu untuk mencri pintu masuk! Lompatttttt

Segera, anak berambut indigo yang sedang berjalan terkejut melihat burung besar yang terbang di atasnya...eh? Putih? S-setan!?

Lalu aku meloncat masuk, mendarat tepat dihadapan anak indigo ?Hinata-chan?wajahnya kok ketakutan sekali? Sudahlah.

"Hello!Kamu murid di akademi ini kan?" Sapaku padanya dengan wajah yang sangatt manis.

Hinata langsung blushing ketika melihat senyumku,"i-ia..."

"Boleh minta tolong?apakah kamu dapat menunjukkan ruang guru ada dimana?" Kataku sambil menatap anak berambut indigo itu ke lebih tinggi dariku...

"B-boleh..." Katanya, lalu ia berjalan,"i-ikuti aku..."

"Makasih!" Kataku semangat. Hihihi, Hinata manis banget! Malu-malunya itu. Tampaknya, aku akan mendekatinya deh...

Kami berjalan dan sampai ke ruang guru.

"D-di sini tempatnya..."

"Hooh" aku memandangi tulisan di depan ruang guru yang ditunjuk Hinata... Gawat!"Okay! Terima kasih!"

"S-sama sama..." Katanya, lalu berjalan menghilang ke ujung.

"Hellooo, sapa namamuu?" Aku berteriak, tetapi tampaknya Hinata tidak ,sudahlah.

"Permisi..."

"Ya, silahkan masuk"

Aku pun memasuki 'kantor guru tersebut'

"Umm, saya murid baru yang diajukan oleh Kohaku...Nama saya Yashiro Hikage"

"Oh kamu ya!Kohaku sudah memberitahu kami!Ayo ikut aku, akan kutunjukkan siapa wali kelasmu!"

Aku pun mengikuti sensei pun tiba di sebuah meja dengan seseorang yang sedang duduk sambil menuliskan sesuatu. Ia sedang menunduk,

"Iruka, ini murid barumu..."

Lelaki itu langsung mengangkat kepalanya melihat kami,lalu tersenyum kepada kami ,"terima kasih Nohara"

Guru yang mengantarku langsung mengangguk dan pergi meninggalkan kami.

Sensei langsung mengambil sebuah kertas seperti membacanya, lalu menanyakan ,"Kamu Yashiro Hikage?"

Aku mengangguk.

Iruka-sensei melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Oke Hikage-chan, kelas akan segera dimulai, mari ikut aku" kata Iruka sensei dengan ramah.

Aku mengangguk, dan mengikuti guru berambut coklat itu. Dan betul, tidak lama kemudian, aku mendengar suara bel berbunyi. Para murid2 pun memasuki ruangan kelas masing2.

Iruka-sensei dan aku pun memasuki kelas.

"Psst, itu anak baru ya?" , " wow! Manissnyaa" , "ia, kelas bertambah seru nih!" , "cih! Anak itu boleh juga! Awas ya, kalo ia dekat2 dgn yayangku", "gawat! Anak perempuan!" , "yay! Cwe maniss"

Itulah bisikan2 yg dpt kudengarkan. Hoi! Bisikanmu terlalu besar tahu! Aku ga yakin kalo itu dapat disebut bisikan.

"Nah, murid-murid, kita kedatangan teman baru! Hikage, perkenalkan dirimu"

Glup

Beginikah perasaan kalau berpidato di depan umum? Jadi ini yang selalu dirasakan oleh tou-sama dan onee-sama?

"N-namaku Yashiro Hikage, silahkan panggil nama kecilku saja..." Kataku sambil blushing malu2 dan menunduk. Ughh! Aku ini gugup tahu! Bukan akting sok cute! Ughh...jantungku...

"Uwahh manisnya!", "cih, napasih! Sok manis sekali!" , "oi oi naruto, bangun!Ada anak baru, janagan sampai kamu diteriakin sama Iruka sensei!", "logatnya aneh..."

...

Sialan

Kalian pikir aku nda mendengar apa yang kalian katakan!? Pikirku dengan perasaan seperti badai.

"Aaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh! Kamu!"

Tiba2 anak berambut orange menunjukku dengan satu kakinya diangkat diatas meja.

Aku? Spechless

"K-kamu..." Balasku menunjuknya

"Oho! Kamu anak sewot itu kan!Kita bertemu lagi! Hahaha!"

"Apua!? K-kenapa kita berdua bisa sekelas!?"

Tunggu dulu, kalo aku sekelas dengan anak itu, berarti...

Aku menoleh ke arah jendela. Ughh! Matilah! Ada si bocah uchiha!

"Hooh, jadi namamu Hikage yaa? Catat baik-baik di buku catatanmu! Namaku Uzumaki Naruto! Calon Hokage terhebat di desa Konoha ini-"

"Naruto!"Teriak Iruka-sensei,"kamu itu ya, tidak pernah kamu tidak berbuat onar! Kamu liat tidak! Anak baru ini sedang memperkenalkan diri dan kamu berbuat onar" celoteh Iruka-sensei panjang lebar.

Seketika, seluruh kelas tertawa melihat kelakuan Naruto dan Iruka-sensei.

"Berisik pak tua!" Sahut Naruto ,"mau-mauku!"

Dann, berlanjutlah balas membalas makian oleh guru dan murid.

Aku tidak menyadari bahwa sepasang mata onyx menatapku dengan seksama.

Disaat yang sama, aku hanya merinding merasakan perasaan tidak enak...

Hahh, apakah hari-hariku dapat berjalan dengan damai? Hiks...Aku meragukannya...

Author note:

Daku lupa, bagi yang mendukung fanfic ini,

Terimakasihhhhhhhhh! #peluk#cium

Hehehe~

Nantikan kelanjutannya! XD