"R-Rin… Bi-Bisa kita pergi ke café itu lagi, na-nanti?" Tanya Len ragu-ragu dengan wajah agak merah. Rin yang berada di hadapan Len hanya menatap Len dengan iris birunya yang besar. Wajahnya terlihat binggung.
Kini Rin dan Len sedang berada di ruang musik di lantai tiga, tentunya. Len yang memanggil Rin, tentunya untuk menjalankan misi 'confession'-nya yang diberikan oleh Kaito.
"Tapi aku ada les," tuturnya dengan nada agak panik. Len yang mendengarnya diam-diam menghela nafas lega, dengan begini ia akan mempunyai alasan untuk tidak menembak Rin hari ini.
"Eh- Kurasa hari ini lesnya libur. Baiklah, jam berapa?" Tanya Rin sambil tersenyum manis. Len yang mendengarnya langsung membatu. Ohohoho… Kau tidak bisa kabur dari kenyataan sehabis ini, Len.
"Pu-Pulang sekolah," jawab Len pendek tanpa mengadakan kontak mata dengan Rin. Rin kelihatannya tidak terlalu memasalahkannya dan hanya mengangguk menyetujui.
"Baiklah, kita bertemu di depan gerbang!" Rin mengakhiri percakapan itu dan keluar ruangan. Sedangkan Len tetap berada di dalam ruangan itu dan kini sedang berusaha mengstabilkan detak jantungnya.
-Len's True Love-
*Ch 4*
Story by: Kiriko Alicia
Vocaloid belongs to Crypton Media and Yamaha Corp
Rating: T
Pairing (Main): Kagamine Rin X Kagamine Len
Genre: Romance, Drama.
Warning: Cerita gaje, alur lambat/ngebut, typo bertaburan dimana-mana, dan cerita ini dapat mengakibatkan berbagai macam reaksi terhadap para pembacanya (Menangis terharu, tertawa ngakak, kesel-kesel sendiri karena pairing lainnya tidak sesuai harapan, dll). Complete!
Summary: Len ingin mencari cinta sejatinya, dan ia pun meminta bantuan Rin sang peramal sekolah yang sebelumnya tidak pernah gagal. Berbagai cara telah mereka coba. Namun mengapa… Semuanya tidak berhasil? Atau Len melupakan sesuatu?
"K-Kaito! Bagaimana aku harus menembaknya?!" Tanya Len panik sambil mengguncang-guncang Kaito yang duduk di sebelahnya. Kaito hanya terus menatap layar handphone-nya datar dan tidak menggubris pertanyaan Len.
Kini Len dan Kaito sedang berada di kelas saat makan siang. Mereka selesai makan duluan, karena itu mereka juga kembali ke kelas lebih cepat. Sekalian, modus buat Len yang kebinggungan bagaimana cara menembak Rin. Ehehe.
"Kaitooo!"
"Apa?" Tanya Kaito dengan nada sarkistik namun tetap tidak mengalihkan pandangannya dari handphone biru kesayangannya.
"Kaitooo! Apa kau mendengarku?"
"Tidak," jawab Kaito lagi dengan nada datar. Jari-jarinya mengetik sesuatu, membentuk kata-kata di layar handphone-nya. Len menggembungkan kedua pipinya, tidak puas dengan jawaban Kaito yang tidak membantu.
Ia pun menyambar handphone milik Kaito, membuat Kaito terlonjak kaget dan menoleh ke arah Len tajam. Kedua tangannya menggapai kearah Len, namun Len sama sekali tidak berniat untuk mengembalikan handphone tersebut sebelum Kaito menjawab pertanyaannya.
"Jawab dulu pertanyaanku."
Kaito mendesah kesal, "Baiklah. Apa maumu?"
"Bagaimana aku harus menembak Rin?" Tanya Len lagi dengan nada agak childish dan panik. Kaito hanya menaikkan sebelah alisnya.
"Tinggal mengucapkan 'aishiteru' saja kan? Simpel," ucap Kaito sambil mengambil kembali handphone-nya dari genggaman Len. Dan kembali meneliti cara-cara untuk membuat es krim.
"Ta-Tapi a-aku tidak bisa!"
"Kalau begitu bagaimana rencanamu?"
"Menembaknya lain kali," jawab Len polos dan terang-terangan.
Terbentuklah empat sudut siku-siku di pelipis Kaito. Kemudian Kaito menghela nafasnya, mengetahui betapa susahnya berbicara dengan Len.
"Len… Kau tinggal bicara satu kata saja, 'aishiteru'. Dan semuanya akan selesai."
"I-itu ka-kan susah!"
"Hah… Apa sih yang susah? Dan kan sejak kemarin sudah ditetapkan seperti itu!"
"Itu kan karena kau belum pernah jatuh cinta, Kaito."
"Ya, aku memang belum pernah, tapi setidaknya beruntung aku sudah mau membantumu," jawab Kaito sambil memutar bola matanya. Len pun memasang wajah cemberut.
"Kalau begitu, apa rencanamu?" Tanyanya. Kaito berpikir sejenak.
"Tembak dia di café nanti, kau sudah mengajaknya kan?"
"WHUA-"
Sebelum Len sempat menyelesaikan ucapannya yang pastinya berupa celotehan, Kaito sudah melempar buku pelajaran tepat di wajah Len, sehingga Len –secara terpaksa- harus menghentikkan ucapannya.
"Tidak usah banyak protes. Tembak saja dia cepat! Hush, hush," dan Kaito pun kembali berkutat dengan layar ponselnya, mengabaikan Len sepenuhnya.
.
.
.
Oke. Sekarang keadaan kedua remaja itu lebih dari kata buruk. Maksudku- Mana ada yang dapat dibilang baik dari keadaan seperti ini?
Len dan Rin kini sedang duduk berhadapan di salah satu meja di sudut café. Len hanya diam, tidak memulai pembicaraan dan terus menunduk ke bawah dengan wajah memerah. Rin? Hanya bisa menatap Len kebinggungan dengan wajah memerah juga –karena melihat wajah Len yang memerah.
"Em… Ada apa, Len?" Tanya Rin, memulai pembicaraan.
"Er- Itu… Em… Me-Mengenai cinta se-sejatiku… Em," Len berusaha mengucapkan apa yang ingin diucapkannya, tapi entah mengapa rasanya sangat sulit. Rin hanya memasang telinga, bersiap mendengarkan.
"Ya?"
"A-Aku sudah me-me-me-men-menemukannya… Be-Be-Begitulah…," akhirnya Len menyelesaikan kalimatnya. Wajahnya sudah semerah tomat, karena jika begini, Rin pasti akan bertanya siapa orangnya.
"J-Jadi kau sudah menemukannya?" Dari nada, Rin terdengar agak tergagap. Ada rasa bahagia, cemas, tapi juga sedikit marah –sepertinya- karena jika begitu usahanya sia sia saja. Len mengangguk kecil tanpa mengadakan kontak mata dengan Rin.
"Siapa?"
Deg!
Len terdiam, membuat Rin kebinggungan karenanya.
"Siapa memangnya?"
"K-Kau benar-benar i-ingin tahu R-Rin?" Tanya Len setengah gugup. Wajahnya juga merona merah. Rin menaikkan sebelah alisnya, lalu mengangguk pasti.
Lalu Len yang sudah setengah binggung pun melakukan aksi dadakan. Ia mendekatkan wajahnya pada Rin yang mulai merona.
"L-Len?" Len tidak menggubris pekikan panik dari Rin...
5 cm..
3 cm...
1 cm...
Lalu...
Len mencium Rin.
Mata Rin langsung terbelalak, kaget dengan aksi Len yang tiba-tiba. Tak lama kemudian, Len pun melepas ciumannya, tentunya karena pasokan oksigen. Wajah keduanya kini sudah sangat memerah.
"L-Len?" Tanya Rin kebingungan.
"R-Rin… A-Aku… Ai-Aishiteru Rin!" Tutur Len, "A-Apa kau ma-mau jadi pacarku?"
"A-Aku…," Rin pun menjeda kalimatnya, rona merah tampak jelas menghiasi pipinya, "M-Mau…"
Dan Len yang merasa gembira pun langsung memeluk Rin, tidak memedulikan tatapan aneh yang dilontarkan oleh para penghuni café tersebut. Rin hanya pasrah dan membalas pelukan tersebut.
"Demo Len, bagaimana dengan cinta sejatimu?"
Pertanyaan Rin sukses membuat Len melepaskan pelukannya lalu menyentil dahi Rin pelan, membuat Rin memekik karena rasa sakit.
"Itai! Memangnya kenapa? Dan siapa?" Tanya Rin kebinggungan sambil memegang dahinya yang disentil.
"B-Baka! K-Kau sendiri sudah ta-tahu ja-jawabannya k-kan? I-Itu kan… K-Kau…," jawab Len sambil membelakangi Rin dan melipat kedua tangannya di depan dada, berusaha untuk tidak terlihat kalau kini ia sedang blushing.
"Oh… Jadi itu a-"
Tunggu…
.
.
.
.
"AKU?!"
~Owari~
.
Alicia: Yow! Alice kembali menyelesaikan fict Alice ini ._. Setelah ini, akan ada side story-nya… MiKai, judulnya 'Aishiteru?' Tapi belum niat di-publish ._. #disikat padahal sudah 1k+… Mau buat one-shot soalnya~ X3
Inori: Ini balesan reviewnya~
.
-Caroline A S
Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou Caroline sudah me-review! XD
-Ryuuna Hideyoshi
Iya… Bener-bener kikuk sampai pengen Alice sikat #apaanini
Ini sudah lanjut! Arigatou sudah me-review!
-Kurotori Rei
Yap! Saking tsunderenya pengen Alice jadikan sate #disikat
Ok! Ini sudah lanjut! Arigatou Rei sudah me-review! X3
-Kei-T Masoharu
Benerrrr –w-)b
Ok! Ini sudah complete! Arigatou Kei sudah me-review! XD
-Arisa Amori
Ok! Ini sudah lanjut, arigatou sudah me-review! X3
-Yami Nova
Sebenarnya itu ngak dijelaskan disini… Di side storynya #plak
Tapi bener cinta pertamanya Rin itu Len juga :3
Ok! Ini sudah lanjut, arigatou sudah me-review! XD
.
Arigatou buat semua yang sudah fav, fol, ataupun membaca cerita ini sampai selesai~! :3
Ah, dan jika berminat untuk membaca yang 'Aishiteru?' bisa alert Alice… X3
Credits to: Adhitya nogami, Kei-T Masoharu, Kurotori Rei, wu, Salsuno, puspita. sagira, Caroline A S, Kireina Yume, Kireina Inori, putrijames. horan, Ryuuna Hideyoshi, Arisa Amori, Aikaze Souchirou, Annisa Dzakiyah, Fortun-chan, Natsume Viona-chan, Rainna Kudo, dan Sakamaki Tsuki.
Walaupun sudah selesai… Masih berminat untuk me-review? X3
