Give Me Your Heart

Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair: NaruTen

Slight: Sasuten, Sasusaku

Rated: T

Warning: Gak jelas alurnya karena aku emang baru.

RnR

Don't Like Don't Ride !

Hallo minna-san nih chapter 2 udah keluar. Semoga kalian yang baca gak bosen ya !

Mau bales review dulu.

TobiAkatsukiID: Nih udah di update. Semoga gk kecewa. Keep read ya !

"Okaasan ingin lihat seragammu". Katanya sambil masuk kamar dan mulai mencari sesuatu. "Tapi Kaasan….". Untuk saat ini Tenten harus memutar otak untuk mencari alasan agar ibunya bisa segera keluar dari kamarnya. "Bu..bukankah Kaasan sedang memasak ?". Kata Tenten spontan karena hanya itulah yang melintas di otaknya sekarang. "Astaga, kau benar Tenten". Kata Ibunya lalu berlari keluar kamar. "Hei, kau ini kenapa ?, tidak bisakah kau tutup mulutmu ?. Apa maumu, hah ?!". Marah Tenten pada adik satu-satunya itu. "Aku hanya ingin bermain videogame, tapi tidak ada orang untuk kuajak bermain". Jawabnya enteng. "Kalau aku mau menemanimu apa kau akan diam ?". "Pertanyaan bodoh macam apa itu ?. Tentu saja !".

"Narutooooo….!". Teriak seorang ibu dari dalam rumah. "Hei, kemari kau. Jangan lari !". Imbuhnya. "Gomen Kaasan !". Kata itulah yang keluar dari mulut pemuda berambut pirang tersebut sambil berlari keluar rumah. Belum sampai ia menyentuh gagang pintu, tiba-tiba. Bruukk…. !. "Sakit". Rintihya. "Naruto, apa yang kau lakukan ?". Tanya seorang pria yang ia tabrak tadi. "Tousan, tolong aku. Ada harimau sedang mengamuk. Mungkin karena dia belum mendapat jatah daginya hari ini". Kata Naruto melewati ayahnya yang tengah bingung dengan perkataan anak semata wayangnya itu. "Kemari kau. Jangan lari !'. Suara yang mengerikan bagi Naruto itu terdengar lagi. "Minato, tangkap dia. Jangan biarkan dia pergi !". Imbuhnya. "Maaf, tapi aku harus pergi. Daah, Tousan Kaasan". Teriak Naruto dari luar. "Hei, kau mau kemana ?, ini sudah malam". Kata ayahnya. "Aku akan kerumah Lee. Dan bilang pada Kaasan, aku tidak pulang malam ini". Balasnya. "Dasar Naruto. Kau membuat kerutan muncul diwajahku lebih awal". Gerutu sang ibu saat ia tidak berhasil menangkap anaknya itu. "Sudahlah Kushina, ini sudah malam. Daripada kau marah-marah lebih naik kau minum teh saja untuk menenagkan dirimu". Kata Minato.

"Aku tau, kau akan menginap disini malam ini". Kata seorang lelaki dengan model rambut bobnya itu. "Syukurlah kau tau". Balas Naruto malas. "Masalah apa lagi sekarang ?". Tanya Lee. "Apa kau ingat saat pulang sekolah tadi kita bertemu dengan seorang pria dengan rambut merah seleher ?". "Ya, aku ingat. Lalu ?". Tanya Lee lagi. "Saat kau sudah sampai rumah tadi, sebenarnya aku tidak langsung pulang. Aku memutuskan unutk mengikuti pria itu karena aku penasaran. Setelah aku ikuti, ternyata pria itu masuk kerumahku. Aku kira dia adalah selingkuhan Kaasan makanya aku kerjai habis-habisan. Namun setelah beberapa lama Kaasan pulang dari butik, dia terkejut karena lelaki itu sudah kacau keadaanya". "Lalu ?". "Lalu sepeninggal lelaki itu. Kaasan memarahiku, dia bilang dia bukan sekingkuhan kaasan. Tapi dia adalah guru privatku yang baru". Jelas naruto. "Jadi begitu ". Kata Lee. "Tapi tidak hanya itu saja, aku juga membuat masalah lain". Kata Naruto. "Apalagi ?". Tanya Lee. "Seragam". Jawab Naruto. "Seragam ?". Tanya Lee tidak mengerti.

Flashback

"Huuh, membisankan sekali dikelas". Kata Naruto. "Kau benar. Tapi aku khawatir dengan ulanganku tadi. Aku tidak bias sama sekali. Aku menjawabnya asal-asalan". Kata teman Naruto dengan tato merah dipipinya. "Tenang saja, meskipun nilai ulangan kita jelek kita tidak akan mati. Jadi santai saja". Kata Naruto enteng. "Kau benar. Tapi kenapa kau mengajakku kemari ?. Bukankah kau bilang pada Iruka sensei kau akan ke toilet ?. Dan lagi. Ini masih jam pelajaran bukan ?". Tanya Kiba baru sadar. "Bukankah aku sudah bilang tadi. Aku bosan didalam kelas. Apalagi saat pelajaran matematika. Semua yang Iruka sensei jelaskan padaku, tak ada sedikit pun yang masuk ke otakku". Jelas Naruto. "Itu karena kau bodoh !". Tandas Kiba. "Setidaknya aku masih hidup bukan ?". Balas Naruto. "Terserah". Kata Kiba pasrah. "Sudahlah, aku mau ke toilet dulu. Apa kau mau kembali ke kelas ?". Tanya Naruto. "Tidak. Aku malas sepertimu". Jawabnya. "Dasar !".

Kresek..kresek..!. "Hei, siapa itu ?". Tanya Naruto saat selesai dengan urusannya di toilet. Wajar saja jika dia penasaran. Tidak biasanya di jam seperti ini ada siswa buang air disini. Disekolah sebesar ini, terdapat 6 toilet. 1 milik para sensei, dan sisanya milik kami. Yang membuat pemuda itu penasaran adalah, kenapa harus toilet ini ?. Toilet ini adalah toilat yang paling jauh dari kelas mana pun. Dan lagi, kata anak-anak, toilet ini sedikit angker karena berada di belakang sekolah yang bersebelahan dengan gudang, dan kurang mendapat perhatian dari petugas sekolah. "Apa itu hantu ?". Gumam Naruto. Tidak perlu waktu lama saat pikiran itu muncul, semua bulu roma yang ada di tubuh pemuda berusia 17 tahun itu mulai berdiri. Lelehan keringat dingin mulai meleleh membasahi dahinya. Namun entah kenapa, meskipun rasa takut menguasai dirinya, lelaki itu tetap saja mendekati bilik toilet yang mengeluarkan suara tersebut. Rasa penasaranya lah yang membuatnya berani melangkah selangkah demi selangkah. Sesaat kemudian. Braakk… !. "Kyaaaa…..". Teriak seorang wanita setelah pintu bilik berhasil di buka. "Apa kau hantu ?". Tanya Naruto dengan tatapan bodohnya. "Kalau iya kau mau apa, hah ?!". Teriaknya. "Apa ?". Kata Naruto juga berteriak. "Dasar bodoh !. Tentu saja bukan. Aku juga siswa disini". Balasnya. "Syukurlah". Kata Naruto lega. "Hei, apa yang kau lakukan disini ?". Tanya wanita itu panik. "Tentu saja buang air. Hei, harusnya aku yang berkata seperti itu padamu. Apa yang kau lakukan disini, bukankah ini toilet laki-laki ?". Tanya Naruto baru sadar. "Laki-laki ?. Kau buta ?. Ini toilet wanita". Sergahnya. "Kau yang buta. Lihay itu". Kata Naruto tak mau kalah sambil menarik keluar wanita itu dari bilik dan menunjuk papan kecil yang bergambar siluet kepala laki-laki tergantung di atas pintunya. "Kalau begitu maaf". Kata wanita itu sinis lalu pergi. "Hei, apa itu ?" Tanya Naruto saat melihat sesuatu digenggamanya.

TBC dulu yah. Ntar klo update lagi akan aku perpanjang lagi. Maaf klo ini kurang panjang.

Aku tetap mengharap review dari kalian. Kritik boleh, tapi yang membangun ya !

Akhir kata, Arrigatou !