Disclaimer: Masashi Kishimoto

Pair: NaruTen

Rated: T

Don't like don't read

RnR !

Hallo minna. Author hadir dengan chapter terbaru nih. Maaf ya, chapter sebelumnya author gak bales review kalian. Itu semata-mata hanya karena author yang satu ini sedang stress karena dihadapkan dengan ujian dan tugas yang bejibun :(. Jadi harap maklum ne. :)

Balas review dulu.

Berhubung kalian cuma bilang lanjut, next, dan teruskan. Maka...

For all: Nih udah author terusin. Semoga gak bosen dan keep read ne.. #teriak. :D

"Naruto. Aku tidak percaya kau melakukannya sampai sejauh ini". "Melakukan apa ?". Tanyanya berkonsentrasi pada soal matematika di depannya. "Memintaku untuk jadi pembimbingmu. Aku tau alasanmu memilihku. Tujuanmu bukanlah untuk benar-benar belajar. Sebaliknya, kau ingin membicarakan rencana-rencana bodohmu agar lebih mudah bukan ?". Tebak Tenten. Brakk...! "Kau tau tujuanku. Tapi kenapa kau malah memaksaku soal mengerikan ini ?". Kata Naruto setelah menggebrak meja. Pletakk...! "Baka. Kau mau aku mati disini, hah ?. Kau membuatku tekejut ". Teriak Tenten sambil memukul kepala Naruto sekeras mungkin. "I..i..ita". Rintih Naruto mengusap kepalanya yang benjol. "Jadi, apa rencanamu ?". Tanya Tenten. "Entahlah. Belum terpikirkan olehku". Kata Naruto polos. "Lalu untuk apa kau menyuruhku kemari ?". Kata Tenten emosi. "Panda, bisakah kau diam ?. Beri aku 15 menit untuk berpikir". Kata Naruto. "Pa..panda ?". Kata Tenten terkejut mendengar dirinya di panggil panda."Sungguh, ini sangat membosankan. Waktuku banyak terbuang karenanya". Gerutu Tenten lalu meninggalkan Naruto dan memutuskan membaca salah satu komik milik bocah berambut pirang tersebut.

"Sudah 15 menit". Pikir Tenten saat setelah melihat jam digital yang melingkar di tangan kirinya menunjukkan pukul 19.45. "Sialan". Geram Tenten mengepalkan kedua tangannya ketika melihat Naruto tidur di sofa dengan mulut terbuka lebar. "Inikah tujuanmu menyuruhku kemari ?. Melihatmu tidur ?". Tanpa pikir panjang, Tenten segera membereskan bukunya yang berserakan di samping Naruto. Sekejap Tenten melihat mulut Naruto. "Apa tidak apa-apa kalau aku memasukkan racun kedalamnya ?". Gerutu Tenten keluar dari kamar Naruto.

"Ohayou minna. Hari ini akan ada sisiwi dari kelas lain yang akan di pindahkan ke kelas ini. Dan sebagai gantinya, Yamanaka Ino tidak berada di kelas ini lagi". Kata Anko masuk kelas. "A..apa ?. Ke..kenapa Ino ?". Protes Sakura. "Aku juga tidak tau Sakura. Ini sudah ketetapan sekolah". Jawab Anko. "Sial". Gerutu Sakura. "Masuklah Tenten". Kata Anko. "Dia yang akan menggantikan Yamanaka Ino. Kurasa dia tidak perlu memperkenalkan diri. Karena kalian mungkim sudah kenal. Bagi kalian yang belum mengenalnya, lakukan saat istrahat nanti". Jelas Anko. "Sakura, aku ingin kau pindah ke meja Naruto. Dan kau Tenten, tempatmu disamping Sasuke". Imbuh Anko. "A..apa ?. Se..sensei kenapa ?". Tanya Sakura terkejut. "Yah, seperti yang kau tau bagaimana sifat Naruto. Meskipun hanya pindah kelas, kurasa Tenten juga butuh beradaptasi. Dan beradaptasi membutuhkan ketenangan. Mengingat sifat Sasuke, jadi sangatlah bijak jika aku menempatkan Tenten disana". Jelas Anko. 'Ini tidak adil. Padahal aku sudah sudah susah payah mendapatkan tempat duduk di sebelah Sasuke' Batin Sakura. "Silahkan duduk Tenten". Perintah Anko. "Iya". Balas Tenten. "Hai Sakura". Sapa Naruto setelah Sakura duduk tepat di sampingnya. "Jangan berbicara padaku dan jangan pernah sekalipun menatapku. Aku tidak suka itu". Sergah Sakura sinis. Begitulah Sakura jika berhadapan dengan Naruto. Berbeda 180 derajat jika berada di depan Sasuke. 'Kunci dari semua ini adalah panda. Jika ia berhasil, dapat kupastikan kau akan jatuh kepelukanku . Tidak perlu gegabah Sakura. Karena permainan baru saja di mulai". Batin Naruto dengan seringai muncul di bibirnya.

Tenten pov

Disinilah aku berada. Dikelas 3-2 yang terkenal dengan sebutan kelas paling elit disekolah ini. Bagaimana tidak ?, semua murid yang terkenal tampan dan cantik dan pasti kaya berbaur menjadi satu disini. Akan kujelaskan. Yang pertama dan sebagai pembukaan adalah Uchiha Sasuke. Lelaki disebelahku ini. Dia adalah bungsu dari klan Uchiha. Putra dari Fugaku Uchiha dan Mikoto Uchiha, sekaligus adik dari Uchiha Itachi. Alumni dari sekolah ini. Uchiha Itachi adalah lelaki yang terkenal akan kemampuannya dalam berbagai bidang. Bahkan kelebihan lelaki berparas tampan itu terdengar sampai ke luar Konoha. Seperti yang kukatakan tadi, dia adalah alumni dari sekolah ini. Dan karena ketampanannya, sampai-sampai ia mempunyai fansgirl. Fansgirl adalah perkumpulan wanita kurang kerjaan yang mengagumi seorang lelaki yang bahkan bukan artis. Mereka akan berteriak histeris jika sang pangeran menampakkan batang hidungnya atau bisa dibilang 'hanya lewat'. Dan setelah Uchiha Itachi lulus, untuk beberapa tahun selanjutnya tidak ada lagi perkumpulan fansgirls di sekolah ini sampai akhirnya Uchiha Sasuke yang tidak lain adalah adik kandung dari Uchiha Itachi masuk ke sekolah ini. Bahkan fansgirl Sasuke jauh lebih banyak daripada Itachi. Fansgirl Sasuke tidak hanya mencakup wanita-wanita di sekolah ini saja, tapi juga wanita-wanita dari sekolah lain yang rela datang hanya untuk melihat lelaki yang gaya rambutnya mirip pantat ayam ini. Semua murid wanita disekolah ini telah resmi mendaftar menjadi anggota fansgirl seorang Uchiha Sasuke. Dan hebatnya lagi, pembentuk sekaligus ketua dari fansclub ini adalah Haruno Sakura yang tidak lain adalah pengagum terberat Sasuke. Dia lebih memilih tidak makan berminggu-minggu daripada tidak melihat Sasuke meskipun hanya sehari. Dan untuknya, daripada pengagum berat, aku lebih suka menyebutnya dengan 'Obsesi'.

Yang kedua adalah Uzumaki Naruto. Putra tunggal dari Uzumaki Kushina dan Namikaze Minato sekaligus pemilik perusahaan terbesar kedua setelah klan Uchiha ini, bisa dikatakan sebagai laki-laki yang yah, cukup tampan dan cool menurutku. Meski tidak setampan dan sekeren Sasuke. Kata pendahuluku, jika seorang lelaki memiliki anak, maka dapat dipastikan jikalau anaknya nanti akan tumbuh lebih tampan dari ayahnya. Tapi jika melihat Naruto, kata-kata pendahuluku yang tadinya fakta menjadi mitos. Karena sebaliknya, ayah Naruto , Namikaze Minato jauh lebih tampan di banding Naruto. Naruto adalah tipikal anak yang ceria, percaya diri, dan sedikit urakan. Sudahlah, aku tidak mau membicarakan dia lagi. Mengingat namanya saja sudah membuatku mual. Dia hanyalah seekor kecoa kecil bagiku. Tapi dia adalah seorang pangeran di mata Hinata.

Lalu ada Haruno Sakura. Gadis yang terkenal akan kecantikannya dan jadi primadona di sekolah ini, adalah wakil ketua osis di sekolah ini. Setiap lelaki yang melihatnya, dapat dipastikan lelaki itu akan jatuh cinta dalam sekejap mata. Jika disekolah ini Sasuke adalah lelaki tertampan, Sakura adalah versi wanitanya. Rambut berwarna pink sebahu, kulit yang putih mulus tanpa ada cacat sedikit pun, mata emerald layaknya berlian yang bersinar dalam gelap. Berbeda sekali denganku. Jika Sakura mengolah vokal di ruangan ber-AC, maka aku melakukan bantingan demi bantingan di lapangan. Jika akhir pekan Sakura memilih ke salon untuk merawat diri, maka aku akan lebih memilih tidur dirumah untuk mengistirahatkan badanku yang telah bekerja keras selama 6 hari. Namun jika diingat, aku juga memiliki sesuatu yang tidak dimiliki Sakura. Yah, aku mempunyai perut yang bisa membuat wanita iri jika melihatnya. Perut atletis dan otot-otot cantik berbaring disana. Perut yang sempurna bagi wanita mana saja. Mungkin ini adalah efek dari keseharianku. Dan mengingat aku adalah satu-satunya siswi di sekolah ini yang mengikuti ekskul karate. Kembali pada sakura. Meskipun dia adalah wanita yang cantik, tapi jangan harap kalian para lelaki mendapatkan jawaban yang ramah nan lembut keluar dari mulutnya jika kalian menyapanya. Karena menurutnya yang pantas mendapatkan suara lembutnya hanyalah Sasuke seorang. Dia hanya akan bersikap bak bidadari bila di depan Sasuke atau para Sensei. Dan tak ketinggalan teman baiknya atau bisa dibilang sahabatnya, Yamanaka Ino.

Keempat, Hyuuga Neji. Lelaki barambut panjang dan mata berwarna lavender. Dia sering naik turun podium karena prestasinya. Ya, dia adalah si jenius dari Konoha. Dia adalah si jenius dari klan Hyuuga yang tak kalah kaya dari klan Uchiha dan Uzumaki. Sepupu dari teman baikku Hyuuga Hinata. Dia juga mempunyai fansgirl disekolah ini, meski pun tidak sebanyak Sasuke. Banyak diantara mereka menjadi fansgirl Uchiha Sasuke sekaligus Hyuuga Neji. Neji adalah lelaki dengan pembawaan yang tidak beda jauh dengan Sasuke. Tidak akan membuka mulutnya jika tidak ada sesuatu yang penting, pembawaan yang tenang, tidak akan peduli jika fansgirlnya berteriak hingga pita suaranya putus memanggil namanya, cerdas, dan cool. Tapi Neji tidak separah Sasuke jika berhadapan dengan penggemarnya. Jika Sasuke selalu membuang hadiah penggemarnya tepat didepan mereka, beda dengan , Neji bisa bersifat manis jika ada penggemarnya yang memberikan sesuatu padanya. Suatu hari aku pernah melihat saat penggemar Neji memberikan sesuatu padanya. Neji mengambil hadiah itu dan berkata 'SEKALI SAJA KAU MEMBERIKU HADIAH. SIMPANLAH UANGMU UNTUK KEBUTUHANMU '. Itulah yang ia katakan sambil tersenyum manis dan membuat leleh hati para wanita yang ada dihadapannya. Bahkan aku yang berada berpuluh-puluh meter dari dia berdiri pun bisa mendengar suara khas yang keluar dari bibir indahnya. Saat itu aku hampir saja lupa caranya berdiri jika Hinata tidak datang dan menahanku agar tidak tersungkur.

Dan dialah orang yang aku sukai selama ini. Meski pun aku menyukainya, tapi aku ogah jika harus masuk menjadi anggota club Hyuuga Neji. Karena menurutku, meski pun kau telah resmi menjadi anggotanya, belum tentu Neji akan melirikmu. Dia tidak pernah sekali pun melihatku meski pun aku adalah teman baik adik sepupunya. Jika aku main kerumah Hinata, dia hanya akan berbicara seperlunya dengan Hinata. Saat aku bertanya pada Hinata tentang Neji, Hinata selalu bilang 'Yah, begitulah Neji Niisan'. Meski aku tidak bergabung dengan fansgirl Neji, tapi jangan salah. Diam-diam aku selalu mengorek informasi tentangnya. Yang membuat hatiku hancur adalah saat mengetahui kalau Neji sudah memiliki orang yang ia cintai dan itu bukan aku. Dan yang membuatku shock setengah mati adalah saat Hinata mengatakan padaku kalau Neji menyukai dirinya. Kami-sama, kenapa harus dengan Hinata. Hinata teman baikku. Tidak mungkin aku membencinya hanya karena orang yang aku cintai mencintai dirinya. Apa yang harus aku lakukan ?. Tapi ini juga kesalahanku. Salahku kenapa aku tidak menceritakan perasaanku ini pada Hinata. Salahku kenapa aku tidak jujur tentang perasaanku padanya. Atau jangan-jangan cintakulah yang salah ?. Kami-sama, berikan lelaki yang tepat untuk menghapus nama Hyuuga Neji dari hatiku.

Sebenarnya masih banyak lagi murid yang sejenisnya. Kaya dan pasti selalu terlihat cool dihadapan wanita. Misalnya saja ada Shikamaru Nara, si cerdas dari Konoha seperti Neji. Sai, lelaki tampan nan romantis. Kiba Inuzuka yang sifatnya tidak beda jauh dengan Naruto. Kalau yang satu ini adalah pengecualian. Dia tidak pernah bisa menjaga imagenya di depan umum. Dia akan lebih memilih menjadi perjaka tua dari pada tidak menggenggam kripik kentang ditangannya. Chouji Akimichi yang kurasa ia akan menghabiskan sisa hidupnya hanya untuk makan, makan, dan makan. Dan Yamanaka Ino dari klan Yamanaka. Dia adalah wanita yang juga bisa dikatakan cantik. Sama dengan Sakura. Atau bisa dibilang, dia adalah Sakura kedua. Dia tidak lagi dikelas ini.

Tenten pov end

"Hm, ano Sa..Sasuke". Lirih Tenten. "Hn ?". Balasnya singkat. "I..istirahat nanti bi..bisakah kau menemaniku la..latihan ka..karate ?". Tanya Tenten. 'Kenapa bicaraku seperti Hinata'. Batin Tenten. "Untuk ?". Tanya Sasuke tanpa melihat lawan bicaranya dan masih berkonsentrasi pada tugas yang Anko berikan. "U..untuk tournament bu..bulan depan. Kau tau kan ?". Kata Tenten. "Kenapa ?". Tanyanya lagi. "Kenapa ?. Tentu saja aku ingin sekolah kita menang". Jawab Tenten heran dengan pertanyaan Sasuke. "Bukan itu. Kenapa aku ?". Tanya Sasuke. "Oh. Seperti yang semua orang ketahui, kalau kau adalah pemegang sabuk hitam Karate. Jadi aku sebagai junior tidak ada salahnya jika aku membantuku untuk latihan". Jawab Tenten lirih agar tidak terdengar oleh Anko karena memang masih jam pelajaran. "Kakashi Tacho dan Gai Tacho juga pemegang sabuk hitam. Kenapa tidak berlatih dengan mereka saja ?". Tanya Sasuke yang membuat Tenten harus mencari alasan. "Kau tau kan kalau jadwal Kakashi Tacho dan Gai Tacho tidak teduga dan tidak bisa diganggu gugat ?. Jadi aku khawatir kalau aku tidak konsentrasi nantinya". Jawab Tenten. "Aku tidak bisa". Jawab Sasuke yang seketika membuat Tenten kecewa. "Begitu. Baiklah". Jawab Tenten kecewa. "Aku tidak bisa kalau istirahat. Aku tunggu kau di tempat latihan pulang sekolah. 5 menit kau tidak datang, aku pergi". Imbuh Sasuke. "Be..benarkah ?". Tanya Tenten memastikan. Namun Sasuke tidak menjawab dan malah beranjak dari kursinya membiarkan Tenten melihat punggunnya yang makin lama makin tidak terlihat. "Kemana kau ?". Teriak Tenten. "Kemana lagi ?. Ini sudah waktunya istirahat". Kata Sakura sinis. "Benarkah ?". Tanya Tenten. "Dasar bodoh". Ejek Sakura melengos pergi. "Baka". Ejek Naruto pada Tenten lalu meninggalkan wanita yang masih kebingungan itu mengikuti Kiba, Chouji, Shikamaru dan Sai yang lebih dulu keluar dari kelas. 'Kesengsaraanku dan penderitaanku adalah saat aku bertemu dan berurusan dengan Naruto. Dan disinilah penderitaanku dimulai yang entah kapan akan berakhir'. Batin Tenten.

Chapter 4 bersambung sampai disini.

Waiting for next chapter and...

Arrigatou gozaimasu... :D