Great Teacher
Park Chanyeol, Byun Baekhyun, EXO Member(s)
Humor, Romance
Its yaoi, don't like don't read!
Previous:
"Mahasiswa baru sudah seenaknya sendiri, aku sangat paham kau horny sekarang, namun tidak bisakah kau beronani sendiri di rumah? Ini kan tempat umum! Bagaimana kalau teman-temanmu melihat kau seda─nghh…"
Bagi Baekhyun, Chanyeol berisik, makanya dengan segala jiwa nekat yang ia punya, ia menarik Chanyeol dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu. Baekhyun terlanjur horny, Junior imutnya pun tanpa Baekhyun sadari sudah menyenggol milik Chanyeol yang masih terbungkus rapat oleh celana bahan itu.
Chanyeol kaget, bisa dirasakan bibir Baekhyun kini mengigitnya keras-keras kemudian kembali melumatnya, Chanyeol sontak langsung mendorong tubuh Baekhyun ke belakang. Membuat tubuh mungil itu terpojok dan Baekhyun merasakan bahwa punggungnya sakit karena mencium tembok bilik dengan tidak elit.
"Kumohon…layani aku songsaenim"
CHAPTER 2
AUTHOR POV
Chanyeol membulatkan matanya tidak percaya, bisa-bisanya mahasiswa bisa bersikap jorok seperti itu. apa kata teman-teman dosen Chanyeol nanti kalau ia ketahuan sedang melakukan sex berdua dengan mahasiswa barunya nanti?!
Peluangnya ada tiga, yang pertama adalah tidak ketahuan kalau sedang beruntung. Karena pada pukul 2, masih banyak mahasiswa yang masih berada di kampus.
Yang kedua, jika ketahuan salah satu mahasiswa, Chanyeol bisa saja menyogok mereka untuk merahasiakan ini. Dan jika memang dia merahasiakannya, maka Chanyeol dan Baekhyun tidak akan ketahuan.
Yang ketiga, apabila ketahuan oleh rekan dosennya nanti, apa yang harus Chanyeol katakan untuk menjelaskan ini semua? Pastinya Chanyeol akan dituduh sebagai pengkhianat dan akan dianggap sebagai aib dari kampus yang menjunjung tinggi peraturan. Serta pastinya Chanyeol akan langsung dikeluarkan saat itu juga.
Karena melakukan sex di tempat umum sudah sangat menyalahi tata krama. Dan Chanyeol masih ingin melakukan sex dengan orang yang benar-benar ia cinta dan memang dilandasi cinta. Apalah arti bercinta jika hanya dipenuhi nafsu.
"Songsaenim, ayolah…" Baekhyun kembali membuka suara, dan demi Tuhan, Chanyeol sudah kebelet buang air kecil tapi Baekhyun malah mengurungnya di sini. Chanyeol hanya menatap malas Baekhyun dan berdiri membenarkan setelan tuxedo nya yang sedikit berantakan karena ulah mahasiswa badung itu.
"Tidak, kau akan kulaporkan" ucap Chanyeol santai dan ia keluar dari bilik itu. Baekhyun langsung membulatkan matanya kemudian menarik masuk dosen itu lagi. Untung saja keadaan kamar mandi ini kosong dan tidak ada siapa-siapa selain dua orang itu.
"Kumohon songsaenim, please…" Baekhyun nyengir, menampilkan deretan giginya yang rapi dan terus mengunci pergerakan guru itu dengan menahan kedua lengannya.
Chanyeol menatap Baekhyun, Baekhyun juga menatap Chanyeol. Wajah Baekhyun sudah terlihat sangat menggemaskan sekarang, karena ia mengedipkan matanya imut kepada Chanyeol memohon untuk memuaskan hasratnya sekarang.
Chanyeol tahu apa arti tatapan Baekhyun, dia menggeleng lemah sambil melepas pelan cengkraman Baekhyun pada lengannya.
"Tidak Baek, kau laki-laki dan songsaenim juga laki-laki. Ini tidak boleh, kau mengerti kan? Dan ini juga tempat umum" ucap Chanyeol lembut sambil mengusap-usap rambut Baekhyun. Chanyeol berusaha menolak, namun dengan cara santai dan baik-baik tampaknya akan membuahkan hasil yang baik juga, semoga saja Baekhyun luluh hatinya.
Baekhyun mengangguk lemas, kemudian memberikan sedikit celah jalan untuk Chanyeol keluar dari bilik kamar mandinya. Pupus sudah melakukan kegiatan bercinta dengan Chanyeol.
Begitu Chanyeol keluar, dan kembali memasuki bilik yang ada di sebelah Baekhyun, tanpa sadar air mata Baekhyun menetes dari pelupuk matanya.
Baekhyun yang menyadari itu hanya menghapus air matanya, dan menatap geram buku-buku Chanyeol yang ada di wastafel. Maka dengan ide yang tiba-tiba melintas dari benaknya, Baekhyun tersenyum dan keluar dari kamar mandi itu.
Tentu saja setelah merapikan pakaiannya dan membetulkan kembali celananya. Kemudian segera keluar dari kamar mandi setelah menentukan apa yang harus ia lakukan dengan ide yang telah ia pikirkan sebelumnya.
Dan tentu saja, senyum Baekhyun begitu merekah kali ini.
.
.
"Maafkan aku Baekhyun" lirih Chanyeol begitu ia mendengar suara kamar mandi ditutup. Tanda kalau Baekhyun sudah keluar. Ia menyenderkan diri pada tembok kamar mandi dan memejamkan matanya. Dosen muda itu bahkan terlalu bingung dengan hal yang baru saja terjadi padanya, maka ia menggelengkan kepalanya pelan dan mulai membereskan urusannya yang tertunda karena Baekhyun.
Setelah selesai, Chanyeol segera mencuci tangan dan menatap pantulan dirinya yang ada di cermin wastafel. Ia menghela nafasnya pelan dan ia melihat wajahnya kini, pipinya jujur saja ia merasa panas dan bisa terlihat samar rona merah kini mulai menjalari wajahnya. Ia menunduk sedikit berpikir akan ulah Baekhyun barusan.
"Apakah benar Baekhyun adalah mahasiswa di sini? Tapi kenapa kelakuannya seperti itu?" itu lah yang ada di benak Chanyeol sekarang. Sebenarnya Chanyeol ingin sekali melaporkan Baekhyun, namun entah kenapa hatinya terus menerus menolak dan terus mencegahnya. Seolah-olah biarlah itu hanya menjadi rahasia antara Baekhyun dan Chanyeol.
Padahal kelakuan seperti itu sungguh sangat tidak sopan dan begitu menyalahi tata krama, hanya saja Chanyeol begitu lemah sekarang. Ia bingung, ada apa dengan dirinya?
"Kenapa aku tidak mau Baekhyun dihukum?" tanya Chanyeol pada diri sendiri. Ia heran dengan jalan pikirannya, apa ia mulai menyukai Baekhyun? Ayolah itu tidak mungkin. Baekhyun dan Chanyeol baru saja bertemu hari ini─lebih tepatnya, dua hari yang lalu. Namun kesan di hari pertamanya ini buruk, sangatlah buruk. Dan kini, kesan di pertemuan kedua dengan Baekhyun juga sangat dan amat sangat buruk.
Ia membasuh mukanya dan berusaha berpikir jernih seraya mengeringkan wajahnya dengan sapu tangan. Kemudian Chanyeol segera mengambil bukunya dan bergegas keluar. Bisa dilihat dengan jelas kalau keadaan kampus memang masih ramai. Koridor masih ramai dengan beberapa mahasiswa yang berwara-wiri.
Tidak bisa dibayangkan apabila mereka bercinta di kamar mandi nanti…seperti apa endingnya?
Chanyeol bergidik ngeri, ia tidak bisa membayangkan seperti apa nanti kalau dirinya ketahuan, pastinya akan sangat memalukan. Maka dengan langkah yang tergesa-gesa Chanyeol mempercepat langkah kaki panjangnya, dia ingin sekali untuk segera berbaring di kasur nya dan melupakan kejadian ini sebisa mungkin, dengan tidak sabaran ia menggedok pintu lift,
dosen itu terlalu terburu-buru berlari menuju ruangannya, namun langkahnya seakan berhenti begitu melihat…
Baekhyun.
Kini namja manis itu berada di depan pintu ruangannya─Chanyeol, ia sedang tersenyum dengan penuh arti sambil duduk di lantai─yang bagi Chanyeol itu adalah hal yang paling imut yang pernah ia lihat sebelumnya.
"Hai songsaenim!"
Baekhyun pov
Jujur saja aku begitu kesal dengan kelakuan dosen itu padaku, seenaknya saja ia menolak! Padahal tidak tahukah dia aku begitu horny karena video itu? Ah aku saja masih bisa membayangkan miliknya yang akan menjadi satu denganku, pasti akan sangat menyenangkan.
Dosen itu sudah menarik perhatianku sejak pertemuan pertama kami di Mall saat itu, dia begitu tampan dan sangat tampan. Aku saja tidak akan menyangka kalau ia adalah dosenku sendiri di universitas!
Gila saja, Park Chanyeol songsaenim adalah dosen yang begituuuu sempurna dimataku, tingginya begitu semampai bagaikan tiang listrik, suaranya begitu seksi dan tampaknya akan menyenangkan untuk mendengar ia mendesah nanti, tatapan matanya begitu menggemaskan, oh! Bahkan aku bisa membayangkan bagaimana tatapan sayunya ketika kami telah klimaks, hollyshit!
Bibir tipisnya kini menarik perhatianku, dan kini sudah kucium! Hahaha, ternyata sesuai dugaanku sebelumnya, bibir itu begitu nikmat dan akan bertambah nikmat apabila ia menciumi seluruh tubuhku nanti. Oh~ membayangkannya saja sudah membuatku terbang, apalagi kalau dipraktekkan langsung ya?
Aku mempercepat langkahku menuju ruangannya, tentu saja ruangan Park Chanyeol. Kenapa aku berpikir demikian? Karena aku belum tahu akses dari seluruh kampus ini dan tentu saja aku kesulitan mengetahui dimana letak ruangan-ruangan disini.
"Mianhae, apa kau mengetahui dimana ruangan Park Chanyeol songsaenim?" tanyaku pada salah satu mahasiswa disini. Yang kebetulan sedang mendengarkan music melalui headset yang terpasang di kedua telinganya, matanya memandang ke arahku namun ia hanya diam.
Sial.
"Chogiyo… apa anda tahu dimana ruangan Park Chanyeol songsaenim…." Aku kini menghaluskan nada bicaraku, akan tetapi tetap saja orang itu masih menatapku dengan wajah yang sulit diartikan. Salah satu alisnya naik dan bibirnya terbuka seperti 'o'. Wajah itu begitu aneh, menurutku. Seandainya aku tidak mengetahui sopan santun pada orang asing, pasti nya aku sudah mengejek wajahnya yang bisa dibilang mirip Yamek─tokoh dragon ball.
Aku mencoba tersenyum dan tampaknya berhasil, dia melepas kedua headsetnya dan merelaksasikan lehernya, ke kanan dan ke kiri. Sehingga terdengar bunyi 'krak' dengan volume yang bisa dibilang lumayan keras.
Aku mengigit bibirku, sebenarnya ada apa dengan dia? Aneh sekali.
"Nuguya?" dia berdiri dan menatapku dengan tatapan yang lebih bersahabat, jujur saja aku kaget dengan nada bicaranya yang lembut seperti yeoja. Ah, tampaknya dia adalah orang teraneh yang pernah kutemui setelah Jongdae.
"Byun Baekhyun imnida, aku anak fakultas hukum," jawabku mencoba ramah dengan nada yang tak kalah bersahabat. Aku tersenyum─yang tentu saja kupaksakan dan kini ia membalas senyumanku.
"Huang Zi Tao imnida, aku anaknya dosen fakultas hukum juga, lhoh" senyumanku langsung luntur mendengar ucapannya barusan. Bisakah aku bertanya, apakah dia normal? Kenapa dia polos sekali atau memang sudah bawaan dari lahir? Aku mundur dua langkah dari tempatku berpijak sebelumnya, paling tidak aku harus jaga jarak dengan namja ini.
"Mwoya, apa yang kau katakan?" sindir ku sambil terus menatapnya dari atas hingga bawah, aku memperhatikan penampilannya yang bisa dibilang sangat menipu. Dari luar, dia begitu sangat dan menakutkan. Apalagi dengan gelang duri-duri yang menurutku aneh dan ia juga mengenakan banyak aksesoris lainnya seperti kalung tengkorak, lalu masih ada kalung rantai, tindik yang mengerikan, kantung mata yang begitu tebal, mata bak kucing, rambut blonde seperti model, dan tinggi yang tampaknya 11-12 dengan Chanyeol songsaenim.
Apalagi pakaiannya, ia hanya mengenakan celana jeans hitam ketat, dan mengenakan pakaian kemeja hitam. Apakah dia benar-benar mahasiswa disini?!
"Ruangan Park Chanyeol berada di lantai 2, begitu dari lift kau langsung saja ke kanan, dan cari pintu bertuliskan 'Park Chanyeol', annyeong!" ucapnya begitu berapi-api dan membungkuk 90 derajat di depanku, lalu pergi dengan seenaknya. Aku mengerutkan dahi sambil menghela nafas pelan, dasar yamek!
Aku segera saja meninggalkan tempat itu dan langsung menuju ruangan yang ku tuju, semoga saja aku bisa sampai disana duluan sebelum dosen itu datang.
Begitu pintu lift terbuka, koridor ini begitu sepi dan menyeramkan. Apakah benar aku di lantai dua? Aku memastikan betul-betul tulisan di lift ini menunjukkan angka dua, maka dengan langkah pelan aku mulai keluar dari lift dan berjalan menuju arah kanan sesuai perkataan Zitao tadi.
Mataku menelusuri pintu-pintu disini, tampaknya koridor ini adalah koridornya dosen. Dan ini begitu menguntungkanku, pasti aku bisa mengerjai Park Chanyeol songsaenim habis-habisan disini. Apalagi mataku kini menangkap pintu coklat muda bertuliskan namanya, ia memiliki ruangan sendirian.
Aku tersenyum dengan penuh kemenangan, kalian pasti tahu maksudku bukan?
Aku juga merasa bangga, bagaimana tidak, aku bahkan bisa sampai disini duluan tepat sebelum dia datang. Memberikan sedikit kejutan tampaknya akan sangat menyenangkan. Maka aku pun menunggunya sambil bersender dipintunya dan duduk dilantai.
Hingga telingaku mendengar pintu lift terbuka, dan langkah kaki yang sangat terburu-buru, sepatu itu, bahkan aku bisa mengetahui kalau ia adalah orang yang kutunggu. Aku menyembunyikan wajahku dengan menoleh ke arah yang searah, dan akan menampilkan wajah ku tepat ketika ia berada di depan pintu.
Dan kini langkah itu berhenti begitu aku menampilkan wajahku dengan senyum yang begitu merekah. Chanyeol songsaenim begitu terkejut, dan wajahnya kini begitu menggemaskan. Aku bangkit dari dudukku, dan mengangkat tas ransel yang ringan dan tidak berisi buku sama sekali.
"Hai songsaenim!" sapaku semangat, dia masih diam dan wajahnya memerah? Ada apa dengan dia?
Oh, apakah dia terangsang karenaku...akan kejadian tadi?
Author pov
"Hai songsaenim!" sapa Baekhyun, Chanyeol sendiri tengah mematung sambil terus menatap Baekhyun tidak percaya. Bahkan Chanyeol tidak menyadari kalau wajahnya kini tengah memerah, karena...yah, Baekhyun terlalu imut dan jujur saja Chanyeol masih malu atas kejadian setengah jam yang lalu di kamar mandi.
Chanyeol mencoba untuk tetap berusaha kalem dan sok cool, namun Baekhyun bisa melihat ke-nervous-an Chanyeol melalui mata tajamnya, Baekhyun bangkit dari duduknya dan langsung berdiri dan melangkahkan selangkah mendekat pada dosen tinggi itu.
"A-apa... Apa yang kau ingin lakukan disini, Baek?" baiklah Chanyeol harus mengakui kalau dia sedang gugup berada di hadapan Baekhyun sekarang, bajunya tampak tipis serta bahu putih itu sudah terpampang jelas, leher putih Baekhyun bahkan sudah menjadi objek pandangan Chanyeol sedari tadi.
Sekalian menghindari kontak mata dari Baekhyun.
"Aku ada perlu dengan songsaenim, ini serius, lupakanlah hal yang tadi!" ujar Baekhyun lantang, bahkan suaranya menggema di koridor, ini membuat Chanyeol menjadi sedikit lega. Maka dengan itu ia melepaskan arah pandang matanya dari leher Baekhyun menuju knop pintu ruangannya.
Cklek~
Baekhyun dengan langkah yang berpura-pura canggung, melangkah memasuki ruangan Chanyeol yang tidak begitu besar dan tidak begitu kecil. suhu ruangan itu sendiri lumayan dingin, serta bau mint begitu tercium dengan segar di ruanga meter itu.
"Ruangan songsaenim bersih, rapi, dan wangi," ucapnya kagum sambil terus melihat-lihat pada dekorasi tembok, dan tatanan lemari yang sangat rapi. Chanyeol hanya terkekeh dan melepaskan jas tuxedonya. Baekhyun menyadari itu, seketika langsung menarik dasi Chanyeol.
"Baek..." lirih Chanyeol karena terkejut, sementara Baekhyun sudah memasang senyum penuh kemenangan dengan terus mencengkram ujung dasi Chanyeol.
"Hmm?" Baekhyun kini meletakkan wajah di ceruk leher Chanyeol, menghirup bau maskulin yang ada padanya, mencoba menyegarkan paru-parunya dengan bau menyenangkan dari leher sang dosen.
"Hentikan..." Chanyeol memegang bahu Baekhyun, tangan Chanyeol begitu gemetar sekarang namun ia bisa merasakan betapa wanginya rambut Baekhyun, bau strawberri itu seolah membiusnya untuk membiarkan Baekhyun melakukannya. Namun dengan tanpa Chanyeol sadari, Chanyeol telah melepaskan cengkramannya pada bahu Baekhyun.
Baekhyun sadar kalau Chanyeol sudah mulai menanggapinya, kini senyuman itu semakin merekah ketika Baekhyun mendongakkan kepalanya, Chanyeol terlihat sedang memejamkan matanya.
Apakah, dia menyukainya? Menyukai perlakuan Baekhyun?
Maka ia menatap sang dosen dengan wajah yang begitu terkagum-kagum akan tampannya dosen ini, garis rahang yang begitu tegas, wajah yang sangat penuh dengan pesona, bibir tipis itu, tatapan matanya yang memabukkan, serta senyumannya yang mampu membuat Baekhyun semakin menyukai Chanyeol.
"Tampan..." gumam Baekhyun yang disadari oleh Chanyeol, maka Chanyeol membuka matanya dan langsung terkejut karena...
Jaraknya bibirnya dengan Baekhyun dekat sekali. Apabila Chanyeol menunduk, pastinya kedua bibir itu akan saling menempel. Chanyeol hanya memegang bahu muridnya dan memberi sedikit jarak diantara mereka.
"Aku memang tampan, Baek, bukankah begitu?" tanya Chanyeol dengan santai, apabila Baekhyun adalah yeoja, maka Baekhyun akan pingsan sekarang juga. Senyuman itu, senyuman yang mampu membuat dunia Baekhyun beralih begitu saja, membawanya menuju dunia fantasi yang disebut...cinta.
"Yeah, kau memang tampan," jawab Baekhyun dengan senyuman yang tak kalah manis, Chanyeol seketika langsung terpaku, Baekhyun sendiri terlihat begitu manis, seperti bayi, senyuman itu bahkan membuat jantung Chanyeol berdetak tidak karuan.
Bahkan ketika melihat senyuman Taeyeon, Chanyeol tidak sampai gugup seperti apa yang ia rasakan sekarang. Chanyeol gugup melihat senyuman cantik Baekhyun.
Namun, satu pertanyaan yang masih mengganjal di benak Chanyeol sekarang.
"Ehm, kau ada perlu apa, Baek? Cepat katakan karena aku ingin pulang,"
"Aku hanya mau songsaenim mendesah diatasku, kok,"
TBC!
Thanks for the reviewers: rossadilla17, jessikwang, kiyomi fujoshi, stannyuriska . stannyuriska, yewook turtle, ferinarefina, kkamjongyehet, 20Gag, NS Yoonji, Emaknya HunHan, special bubble, choHunHan, indaaaaahhh, yoonlaycious88, LordXiumin, DahsyatNyaff, nurilhuda ahsina, nadya d andini, ShinJiWoo920202, exindira, kimjongong, xuanjiayi3, Majey Jannah 97, Fujoshii G, minako yoshida, Wulann, Guest, minha, Ddobi88, gotheartattack, peachteam, SER, BC, hyerin, Vita Williona Venus, Ekaisoo, liliput25, yehetmania, cax, SyJessi22, wereyeolves, hyenakim501, Byun Rafra, dhilaaaa, putrialestari, seojoohyun5648, flawlessaliens, alysaexostans, RlyCJaekyu, CheartB, Maple fujoshi2309, Kikumaru, Rima-TAOma, amus, ChanBaekLuv, Hyebinbaekyeolshipper, Guest, parkbaconyoda, srhksr, Guest, oktaviaSays, NajikaAlamanda, Angjung, AYP, Guest, lolamoet, ParkChanyeol'Fansboy, minchanchan, yeol, kyeoptafadila, Haru3173, yeollo, Tridepi
I love you so muchhh!
Jangan timpuk diriku /ga
Hahahaha maaf ya NC nya belom ada kalau sekarang, tapi aku pastiin besok bakalan ada NC nyaaaa chingudeul ._. aku usahain hot deh, full satu chapter NC beneran deh-_-)/
Lagian ini cuman ada 5 chapter kok, aku ga mau bikin terlalu banyak chapter hihi, ya sudah kalau gitu kalian review yaaa yang banyaaakk! Ayo silent reader taubatlah kalian~ kalau mau NC makanya review yang banyak.
Well, aku sadar banget kalau ini padahal bulan puasa -_-
Omg sekarang momentnya chanbaek udah mulai banyak lagi ya kaya dulu, seneng deh ngeliat Baekhyun yang diem-diem curi-curi pandang ke Chanyeol, dan begitu juga Chanyeol yang suka merhatiin Baekhyun. Kalian liat xoxo ep 4?
Di mana sang MC komentarin rambut Chanyeol pas era showcase awal exo dulu, bilang "apa kau habis melakukan 'itu' dirumah?"
Dan, seketikaaaa Baekhyun langsung ketawa, dan dia paling heboh diantara member yang lain. "Hahahaa melakukan itu di rumah!" padahal Dio, Kai, Sehun, sama Suho reaksinya ga seheboh Baekhyun loh, aku langsung mikir... yah, kalian pasti tau apa yang aku pikirin kan hahaha
Yah... walaupun sekarang Baekhyun sudah confirmed sama Taeyeon, kita bisa apa selain ngedukung mereka?:")
Oyaaa! Kalian bisa kunjungi wordpress aku? Sekarang aku nulis project EXO Angst! Yaoi juga sih, hehe tapi memang seluruh member exo aku bikinin fict angst yang bakal di update tiap minggu... Check ya di kaisooholic dot wordpress dot com
Udahlah, mending kalian langsung aja review, sekalian kritik sama saran buat fict ini apa hihi asal jangan ngebash yaa..
Next chap: full Chanbaek NC!
Mind to review?
kaisooholic
