Disclamer: J. K. Rowling

By: LovelyMina

Warning: AU/OOC/OC/Typo(s)/minim diksi/ dll...

.

.


Cuaca di Inggris, tepatnya kota London terasa mulai berangin dan daun-daun mulai berubah warna lalu mengugurkan daun nya, musim panas baru saja lewat dimulai dengan masuknya musim gugur yang begitu berangin, Seseorang pemuda jangkung mengenakan jaket hitam memasukan kopernya kedalam bagasi dan masuk kedalam taksi.

"Wiltshire." Ucap pemuda tersebut kepada sang sopir taksi yang memandangnya lewat kaca spion, taksi tersebut mulai melaju menuju tempat yang dituju, pemuda tersebut duduk diam sambil memandangi daun-daun yang mulai berubah warna, ia mengambil handphone miliknya dan menjawab panggilan.

"Hallo," ucap pemuda tersebut "Draco, syukurlah Ibu kira kau masih di dalam pesawat, sekarang kau dimana sayang?" balas suara dari seberang telfon sana, "Ibu, sebentar lagi aku sampai, jadi jangan khawatirkan aku," balas Draco, nama pemuda tersebut.

Taksi berhenti di sebuah rumah besar, sudah ada seseorang yang membuka pagar sepertinya menanti-nanti kehadiran taksi tersebut, Draco segera membayar dan dengan cepat ia mengeluarkan koper miliknya dari bagasi.

"Selamat datang Mister Draco," ucap seorang yang tadi membuka pagar sambil menunduk sebentar "Biar saya saja bawakan kopernya," ucap Dobby sang pelayan bertubuh pendek tapi tegap menjulurkan tanganya hendak mengambil koper yang dipegang oleh Draco saat ini, Draco menggeleng kecil "Sebaiknya kau buatkan aku minum," ucap Draco, Dobby mengangguk patuh segera berlari menuju dapur, sedang Draco membawa kopernya menuju kamarnya.

Ia membuka pintu kamarnya dan mendapati ruangan pribadinya masih sama seperti dulu, saat terakhir kali ia disini yang berbeda hanyalah kamar itu bersih karna selalu rutin diberiskan oleh para pelayan di rumah tersebut agar tidak berdebu dan kotor.

Draco menaruh kopernya dan dengan segera ia menyibakan tirai jendela di kamar tersebut, bibirnya tersenyum tipis melihat pemandangan yang sudah lama ia tak lihat, ia segera mandi dan berganti baju lalu langsung turun menuju ruang makan.

Di sana secangkir teh hijau yang masih mengepul sudah ada di meja makan, ternyata Dobby masih ingat kebiasaan sang tuan muda yang sangat disayanginya sejak ia berkerja di rumah ini, teh hijau di meja makan Draco tidak suka jika ada makanan atau minuman yang berada di kamarnya kecuali jika ia sedang belajar sampai larut malam.

"Mister Draco mau makan?" Tanya Dobby, Draco menggeleng pelan "Nanti," ucapnya singkat segera duduk di kursi lalu menyesap teh tersebut, ia lebih suka teh ketimbang kopi entah kenapa, tidak ada alasan khusus mengenai hal tersebut.

Dobby menyerahkan sebuah surat kepada Draco "Mister 2 hari yang lalu ada surat untukmu," ucap Dobby, Draco mengangguk sebagai respon, segera membuka dan membaca surat tersebut.

"Dobby, tolong kau minta Grace untuk membeli semua perlengkapan yang ada di kertas ini," ucap Draco sambil memberi Dobby selembar kertas tentunya.

Selepas kepergian Dobby, Draco menghela nafas pelan menutup kedua matanya dan bergumam "Hogwarts"

Beberapa menit kemudian Dobby masuk kembali sontak membuat Draco membuka matanya "Umm, Mister untuk seragamnya harus anda sendiri," ujar Dobby, Draco mengangguk

"Aku tau dan aku akan segera pergi namun untuk semua perlengkapan yang lain biar Grace,"ucap Draco lalu pergi naik mobil bersama Dobby

Sedang ditempat lain…

Hermione berjalan bersama seorang anak kecil berusia 8 tahun, mereka bergandengan tangan

"Ayolah Hermione!" ucap anak yang tengah digandeng oleh Hermione, memandang Hermione dengan tatapan memelas

"Kita akan kesana saat kita sudah membeli semua keperluan sekolah!" ucap Hermione tegas membuat anak kecil tersebut cemberut, mereka berdua masuk kedalam sebuah toko buku bernama Flourish dan Blotts, toko yang bagian dalamnya terdapat berbagai macam buku yang ditaruh didalam rak dan di tumpuk hingga hampir mengenai langit-langit toko

"Kau pergi dulu ketempat yang lain aku akan membeli buku," ucap Hermione, si anak kecil mengangguk dan dengan ceria berjalan kesana-kemari, dengan segera Hermione datang ke kasir "Hallo nona ada yang bisa kubantu?" Tanya sang kasir

"Buku untuk Hogwarts tahun ke 5 dan pesanan dari Viona dan Tom Riddle," ujar Hermione sang kasir mengangguk dan pergi menghilang dibalik pintu, tak sampai 5 menit ia kembali dengan sekantung plastik yang berisikan buku-buku, Hermione segera membayar dan pergi keluar dan ia mendapati Dick, salah satu sepupunya sudah berdiri di depan toko dengan kedua tangan dilipat di dada.

"Bisakah sekarang Hermione?" Tanya Dick dengan muka merana, Hermione menggeleng pelan "Nanti! Bibi Viona bilang kalau kau harus beli seragam baru!" ucap Hermione, Dick menghela nafas sebal namun tetap mengikuti langkah Hermione.

Kini mereka berdua masuk kedalam sebuah toko pakaian 'Madam Malkin's Robes for All Occasions', Madam Malkin adalah seorang wanita bertubuh pendek dan gemuk, suka tersenyum dan mengenakan pakaian yang agak berimpel.

"Seperti tahun lalu?" Tanya Madam Malkin menatap Hermione, Hermione mengangguk dengan segera Dick digiring kesalah satu tempat dan mulai mencocokan seragamnya, tak butuh waktu lama untuk mengepas baju.

"Kau tidak mau mengepas baju Miss. Granger?" Tanya Madam Malkin, Hermione tersenyum pelan sebagai jawaban lalu mereka berdua pergi saat akan pergi 2 orang pemuda masuk dan tak sengaja salah satu dari mereka beradu pandang dengan Hermione yang tak segaja menatap mereka kaget.

"Apa sekarang bisa?" Tanya Dick dengan wajah berseri-seri, Hermione mengangguk inilah yang sejak tadi ditunggu-tunggu oleh Dick sebuah toko es krim bernama Florean Fortescue Ice Cream Parlour, wajah Dick semakin girang melihat banyak warna warni es krim yang menjadi dekorasi di tempat tersebut.

Mereka menghampiri sebuah meja yang telah diisi oleh 2 orang

"Mau pesan apa?" seorang pemuda tinggi tegap berambut hitam bangun untuk memesan

"Vanilla" untuk Hermione dan "Coklat dan Vanilla, jangan lupa taburan permen di atasnya," ucap Dick

Hermione merogoh kantung celananya dan mengeluarkan sapu tangan lalu membersihkan mulut seorang anak perempuan kecil yang duduk dihadapanya

"Anne, kau makan es krim strawberry lagi," ucap Hermione kepada gadis yang duduk di hadapnya, sedang gadis yang dipanggil Anne hanya bisa tersenyum lebar sambil memakan potongan-potongan kecil strawberry yang berada di mangkuk es krim miliknya

Julian, pemuda berambut hitam membawa pesanan saudara sepupu dan adiknya "Trims" ucap keduanya dan segera melahap es krim "Sebaiknya nanti malam kau mulai membereskan barangmu," ucap Julian kepada saudara sepupu dari pihak sang Ibu

"Tentu dan sepertinya kita harus cepat, ayo kalian berdua habiskan es krim," ucap Hermione, ia mulai panic melihat awan mulai mendung bertanda akan hujan Julian menyadari hal tersebut segera membereskan belanjaan mereka semua

"Biar kau gendong Anne, aku dan Dick akan membawa belanjaan," ucap Hermione, Julian mengangguk setuju.

Saat mereka keluar dari toko es krim langit sudah terlihat gelap, dan semua orang mulai berjalan dengan cepat bahkan ada yang berlari Julian menggendong Anne, Dick membawa belanjaan yang lebih ringan daripada Hermione.

'Bruk' 2 orang saling bertabrakan dan belanjaan Hermione terjatuh ke tanah, syukur mereka berdua tidak jadi pusat perhatian saat ini, Hermione segera mengambil belanjaanya yang terjatuh dibantu oleh orang yang bertabrakan denganya

"Maaf" ucap Hermione singkat dan segera berjalan menyusul para sepupunya yang sudah agak jauh, sedang orang tersebut memperhatikan Hermione hingga hilang dari pandanganya.

"Kau lama sekali Mione!" ucap Dick sambil menjulurkan lidahnya sedang Hermione hanya mendengus kesal, Mobil yang dikendarai oleh Julian mulai berjalan menuju rumah mereka tentunya.

"Ayo cepat!" Julian segera keluar dari mobil sambil menggendong Anne

"Jemuranya!" jerit Hermione segera menoleh ke halaman belakang dan ia menghela nafas lega melihat jemuranya sudah tidak ada ditempat semula

"Aku tentu lebih sigap dari kalian berdua Julian, Hermione," ucap Tom melepas kacamata miliknya dan berjalan kearah dapur.

Anne dan Dick pergi ke ruang keluarga untuk menonton kartun membiarkan Julian dan Hermione berkerja di dapur untuk menyiapkan makan malam.

"Oh rupanya kalian sedang menyiapkan makan malam," ujar Tom melihat Hermione sedang sibuk membuat sup sementara Julian menata meja makan

"Bukankah ini tugas kami berdua Ayah?" Tanya Julian setengah menyidir ayahnya sendiri, Hermione menahan tawa

"Ayolah Ju, kau tau sendiri memotong wortel saja kadang tidak bisa konsisten besar kecilnya," protes sang ayah, membuat Julian dan Hermione saling bertatapan geli

Tom kembali keruang kerjanya dan mulai kerja, lalu masuklah Dick dan Anne yang langsung duduk di kursi seolah-olah siap untuk makan malam

"Lama sekali! Ibu saja tidak pernah lama untuk menyiapkan makan malam," ucap Dick, Hermione memutar kedua bola matanya seperti biasa

"Kalau begitu kenapa kau tidak ikut Bibi Viona saja? Selama liburan musim panas mungkin menyenangkan," ucap Hermione, Julian tertawa pelan sedang Anne sibuk memainkan boneka kelinci yang berada di dalam kedapanya dengan lucu

"Jika Ibu pergi ke Hawai tentu aku langsung menyutujuinya, tapi pergi ke Afrika menggali untuk mencari fosil dinosaurus tidak terima kasih!" ucap Dick dengan nada seangkuh mungkin habis sudah terlanjur kesal kepada Hermione dan Julian yang terlihat meledek dirinya

"Terserah kau saja Dick, nah ayo kalian cuci tangan!" ucap Julian memperingati kedua adiknya, langsung saja kedua anak kecil tersebut berlari menuju kamar mandi

"Hati-hati terpeleset!" teriak Hermione sambil terus mengaduk sup yang mulai selesai dimasak

Handphone Hermione bergetar diatas meja makan, Hermione meminta Julian untuk mengangkat telfon

"Hallo," ucap Julian

"Oh kau Julian, begini aku tidak bisa pulang malam ini lembur," ucap suara disebrang telfon sana

"Jadi bilang pada Hermione aku akan datang saat ia masuk ke Hogwarts, sampai jumpa." Lalu suara klik terdengar percakapan selesai.

"Siapa yang menelfon?" Tanya Hermione sambil mematikan kompor

"Sebastian, ia bilang hari ini tidak bisa pulang dan ia akan datang saat kau pergi lagi ke Hogwarts," ucap Julian, Hermione mengangguk walaupun hatinya agak kecewa sedikit ia ingin sang kakak membantunya menyiapkan keperluanya berdua seperti tahun lalu, mengingat Sebastian jarang dirumah.

Semenjak kematian kedua orang tuanya, Hermione dan Sebastian dipaksa tinggal dengan keluarga Riddle, keluarga Riddle menyambutnya dengan senang hati, ada Julian yang 2 tahun lebih tua dari dirinya menjadi sosok kakak selain Sebastian, lalu si jahil Dick yang manja dan suka sekali berkomentar mengenai hal apapun dan si manis Anne, gadis kecil yang lucu Hermione suka sekali mendengar celotehan dari Anne.

Malamnya sehabis makan malam, Dick dan Anne digiring oleh Ayah mereka ke tempat tidur sementara Julian akan membantu Hermione membereskan keperluan yang ada.

"Kau tau, rasanya enak juga tidur siang," ucap Hermione langsung diberi lemparan bantal oleh Julian

"Jadi Hermione Granger kini sudah suka dengan namanya tidur siang," ucap Julian dengan nada mengejek

Mereka mulai membereskan buku "Bersyukurlah kau tidak perlu berkutat dengan buku tebal seperti ini," ucap Hermione sambil menunjukan sebuah buku yang tebalnya tidak main-main

"Aku selalu bersyukur mengenai hal itu, tapi tetap saja apalagi tahun ini aku lulus jadi pasti aku akan lebih giat belajar," ucap Julian

"Dan menjadi lebih kurus dari sekarang ini," ejek Hermione, Julian mengacak rambutnya gusar setiap kali mereka liburan sehabis ujian pasti Viona akan berceloteh mengenai berat Julian yang menurun

"Kau mesti Ibu gemukan kembali Ju," ucap Hermione mengikuti logat sang bibi tercintanya mereka berdua membereskan dengan ramai,

"Jangan lupa kirim surat, Anne dan Dick pasti ingin dengar ceritamu nanti," ingat Julian, Hermione mengangguk, mereka merasa senang sudah selesai membereskan perlengkapan sekolah milik Hermione.

"Oh ya kau harus ceritakan kepadaku jika kau berpacaran dengan cowok nantinya," ucap Julian, Hermione menaikan alisnya tinggi-tinggi

"Untuk apa aku cerita kepadamu, Ju? Itu privasi kau tau," ucap Hermione, Julian hanya bisa menunjukan cengiranya kepada Hermione.

Julian berjalan menuju kamarnya karna tugasnya sudah selesai sementara Hermione menaruh koper miliknya di pojokan kamar, ia duduk di kursi menaruh kepalanya di atas meja belajar memandang kearah jendela yang belum ditutup dengan tirai

'Rasanya akan ada sesuatu yang berubah nanti' batinya lalu berdiri dan segera menutup tirai, ia naik keatas kasur, menyelimuti sekujur tubuhnya hanya kepala dan rambut yang tak tertutup oleh selimut

"Semoga bukan hal yang buruk," gumamnya lalu tertidur

.

.

.


Note:

Selamat berpuasa bagi yang menjalankanya :)

Semoga chap kali ini lebih bersih dari typo dari pada yang kemarin.

Review yang kemarin:

.

rina kartika .980 :Nih sudah udpate :)

Novy fajriati: sudah Next :)

Chika nate granger: semoga chap kali ini typo berkurang dan mengenai ceritanya, baca aja dulu nanti di chap-chap depan pasti dah lebih paham :)

Lilyan florence: disini Viona ngga jahat and semoga aja penataan katanya lebih rapi dari pada yang kemarin :)

galuhtikatiwi: udah dibenahi di chap ini semoga chap ini lebih rapi dari yang chap sebelumnya:)

sanmione84 : ini sudah lanjut :)

Nisa Malfoy: sudah Next, dan aku dipanggil Kakak? umurmu berapa? :)

.

Review? . maaf jika ada salah dalam penulisan nama dan sebagainya & makasih yang sudah review, follow, fave dan sebagainya :)

.

.

LovelyMina