Disclamer: J. K. Rowling

By: LovelyMina

Warning: AU/OOC/OC/Minim diksi/Typo(s)/Dll...

.

.


Hermione memandang dengan tatapan biasa melihat kedua sepupunya tidak bisa berhenti mengoceh sedari tadi, bertanya ini-itu dan segala yang mereka pikirkan saat itu, Julian menyetel sebuah lagu dari handphone dan mulai memejamkan mata mencoba tidur, sedang Tom sibuk mengendarai mobil.

Mereka semua sedang dalam perjalanan menuju Hogwarts, mengantar Hermione kembali ke sekolah.

"Ayah bisakah kita menepi sebentar?" Tanya Dick, yang ditanya memandang melalui kaca spion

"Memang kau kenapa Dick?" Tom malah balas bertanya "Aku mau pipis," ucap Dick dengan muka meringis menahan pipis Julian, Tom dan Hermione sama-sama menggeleng seperti biasa melihat tingkah Dick.

"Tahan sebentar lagi Dick, sekalian makan siang," ucap Tom, Dick mengangguk mencoba menahan

Mobil yang dikendari oleh Tom menepi di depan sebuah restoran cepat saji, Dick segera keluar dari mobil dan berlari mencari toilet terdekat, Julian dan Hermione saling bertatapan lalu tertawa melihat Dick yang terbirit-birit sementara Tom menggendong Anne.

"Ju, sebaiknya kau beli beberapa roti lagi untuk diperjalanan," ucap Tom kepada anak pertamanya, Julian mengangguk dan segera bangun untuk kembali membeli makanan

Mereka makan dengan nikmat hingga Tom melirik ke arah jam tangan yang berada di tangan kirinya "Ayo cepat habiskan, jika tidak bisa malam kita sampai di sana!" ucap Tom, mereka semua mengangguk.

Anne memekik kencang melihat sebuah gerbang besar tidak jauh dan mobil menuju ke sana, "Sejuk sekali disini," komentar Dick saat ia membuka kaca di pintu mobil maklum Hogwarts terletak di daerah bergunung-gunung

Sebuah gerbang besar terbuka saat melihat mobil melaju menuju Hogwarts, seorang lelaki bertubuh besar dan tinggi berdiri sambil melambaikan tangan kearah mobil yang baru datang "Oh kalian, banyak yang sudah datang," ucap Hagrid, Hagrid adalah sang penjaga sekolahan, dia bertugas membuka-tutup gerbang dan menjaga segala hewan yang ada di Hogwarts.

Melewati gerbang besar ada sebuah Kastil besar dengan beberapa menara di samping kanan kirinya dan ada beberapa jejeran rumah kaca yang besar jika melihat ke belakang kastil ada sebuah danau besar dan di sekeliling halaman Hogwarts yang luas ada sebuah hutan.

Mobil berbelok ke sebuah lapangan yang sudah terisi oleh beberapa mobil yang tengah parkir, Tom menggendong Anne dan menggandeng Dick sementara Julian membantu Hermione mengeluarkan koper dari dalam bagasi mobil

"Ayo Ayah!" ucap Anne saling menarik-narik lengan sang Ayah, ia terlihat begitu lucu dengan rambut coklat kepirangan di kuncir 2 dan memegang boneka kelinci kesayanganya

"Kami ke Aula Besar dulu," ucap Tom lalu pergi bersama Anne dan Dick sementara Julian membantu Hermione membawa koper ke asrama putri.

Mereka berjalan menaiki tangga pualam "Bukankah ada pegawai yang biasa membantu membawa koper? jarak dari sini ke asrama putri cukup jauh," ucap Julian sambil membawa koper sementara Hermione membawa tas yang lainya

"Memang tapi sepertinya mereka baru akan muncul saat makan malam, biasa seleksi siswa baru," jelas Hermione

Di Hogwarts hanya terdapat 2 asrama, asrama putri yang berada di menara barat dan asrama putra yang berada di menara timur, Hermione membuka sebuah pintu dan mereka berdua masuk kedalam sebuah ruangan besar berbentuk bundar, dengan sebuah perapian, langit-langit yang tinggi sehingga sirkulasi udara teratur, ada beberapa sofa panjang dan sebuah meja rendah ini adalah ruang rekreasi putri.

"Kau tunggu disini aku akan segera turun lagi," ucap Hermione membawa kopernya menaiki tangga lalu masuk kedalam salah satu pintu dan berjalan menuju kamarnya.

Tak sampai 10 menit Hermione kembali bersama Julian mereka berdua menuju Aula Besar, Aula besar cukup ramai mengingat tahun ajaran baru akan segera dimulai, Hermione dan Julian menemukan Tom dan kedua saudaranya berada di salah satu meja panjang sedang asyik mengobrol dengan keluarga Weasley dan beberapa orang lainya.

"Hallo Hermione, Julian," sapa Mrs dan Mr. Weasley ketika melihat mereka berdua datang mereka membalas sapaan, ia mengedarkan pandanganya Dick sudah asyik mengobrol dengan Fred, George dan Lee mereka anak tahun terakhir saat ini dan Anne terlihat menjadi tontonan para gadis yang gemas akan tingkahnya yang sedang bermain boneka kelinci dengan asyik.

"Hay Hermione!" sebuah suara memanggil namanya dari belakang tubuhnya, Hermione memuta badanya dan melihat kedua sahabatnya tersenyum lebar khusus untuk Ron ia kini membawa sekotak coklat kuali di tanganya

"Hay Harry! Ron!" balas Hermione, mereka bertiga duduk dan mulai mengobrol mengenai liburan mereka masing-masing hingga

"Hey!" ucap Hermione tidak terima saat ada sepasang telapak tangan menutupi kedua matanya

"Tebaklah!" ucap Ron yang duduk di depanya saat ini

"Ayolah Sebastian, aku yakin ini kau!" ucap Hermione lalu sepasang telapak tangan menghilang digantian seorang pemuda berambut orange duduk di sebelahnya

"Sesuai janjiku Hermione, tapi aku tidak bisa lama-lama," ucap Sebastian, Hermione mengangguk paham

Lalu masuklah seorang gadis berambut pirang panjang hingga sepinggang, alisnya agak pucat dan memakai kalung dari tutup botol, gadis tersebut menggendong seekor kucing, bulunya berwarna jingga tebal dan halus serta mengepit sebuah majalah di salah satu lenganya yang lain.

"Hermione!" panggil gadis tersebut membuat Hermione memekik keras "Crookshanks!" pekik Hermione senang segera mengambil kucing tersebut dari gendongan Luna

"Bagaimana keadaanya?" Tanya Hermione melihat salah satu kaki sang kucing, "Dia sudah sembuh, Daddy memberinya obat racikanya, kupikir dia agak mual karna melewati jalan yang berliku-liku," jelas Luna, si gadis berambut pirang sementara Hermione mengangguk senang.

Luna duduk di sebelah Ginny teman sekelasnya dan mereka mulai mengobrol sedang Hermione masih menggendong Crookshanks "Croshek! Croshek!" jerit Anne melihat kucing peliharaan Hermione sejak berumur 13 tahun itu sedang bergelung digendongan pemiliknya bagi gadis kecil seusia Anne nama Crookshanks begitu susah jadi ia memanggilnya dengan sebisanya saja.

Anne menaruh boneka kelincinya di pangkuan sang Ayah kedua tanganya terjulur ke arah Hermione mata birunya memandang si kucing dengan tatapan senang ia kembali memanggil-manggil nama si kucing "Croshek!" jerit Anne kepada Hermione yang baru sadar Anne memanggilnya meminta si kucing.

Dengan pandangan geli Hermione menurunkan si kucing di meja tepat di hadapan Anne yang langsung menyerbu, ia mengelus-elus bulu si kucing dengan tatapan berbinar senang lalu menarik kedua telinga si kucing membuat Crookshanks terbangun dari tidurnya, semua orang yang melihat hal tersebut tertawa melihat adegan tersebut bahkan Ron dan Harry saling melempar cengiran melihat kejadian tersebut.

Fred yang juga melihat mencoba meraih sang kucing yang langsung saja di tatap sengit oleh Anne, ia langsung memeluk Crookshanks dan turun dari kursi segera berlari kedua kunciranya bergoyang-goyang lucu Fred yang melihat segera mengejar Anne, si kecil Anne yang melihat hal tersebut menjerit-jerit ketakutan.

"FRED!" teriakan Mrs. Weasley mengundang perhatian hampir dari seluruh orang yang berada di Aula Besar, sedang yang diteriaki hanya menyengir, Anne segera melompat ke pangkuan sang Ayah yang tak jauh dari tempatnya berdiri.

"Sepupumu lucu sekali Mione!" ucap Ron sambil memegangi perutnya ia habis tertawa melihat tingkah Anne dan Fred.

Saat sudah agak sore Tom mengajak ketiga anaknya plus Sebastian untuk pulang mengingat jarak rumah sangat jauh bisa sampai malam jika mereka pulang tidak sekarang, Dick dan Julian dengan tenang ikut sang Ayah pulang lain hal dengan si gadis kecil Anne ia menjerit sambil terus mendekap Crookshanks yang sudah bangun dan mulai menggeong kesakitan akibat dekapan Anne yang terlalu erat.

"Miawww!" Crookshanks menggeong sementara Anne tetap menjerit kelihatan ia menahan tangis tidak mau melepaskan si kucing untuk pulang, Fred dan George saling bertatapan lalu George merogoh-rogoh ransel yang ia bawa dari kamarnya, sebuah sangkar kecil di dalamnya terdapat seekor binatang dengan warna cerah terngan berguling-guling dan mengeluarkan cicit nyaring.

"Nih untukmu manis," ucap George sambil memberikan sangkar kecil tersebut kepada Anne yang baru saja melepaskan si kucing jingga "Apa itu?" Tanya Sebastian kepada George

"Sejenis hamster hanya saja bulunya kami warnai biar lebih menarik, kami memberi nama hewan itu pygmy puff," jelas George

"Jangan berikan adik ku yang aneh-aneh George, Fred!" ucap Julian sambil menggendong Anne yang tengah asyik memandangi si hewan kecil di dalam sangkar.

"Nah kalau begitu beres, kami pulang dulu Hermione, Harry, semuanya!" ucap Tom lalu berjalan keluar diikuti Dick, Julian dan Sebastian khusus untuk Anne ia tengah digendong oleh sang kakak tertua.

Semakin senja, semakin banyak orang tua yang mengatar anaknya sudah pulang "Oh ya Harry, Sirius dan Remus tidak ikut?" Tanya Hermione, Crookshaks sedang dibawa oleh Ginny

"Ikut, namun sudah pulang saat kau datang, Sirius ada jadwal pemotretan dan Remus ia sedang sibuk di kantor," jelas Harry, Hermione mengangguk mengerti

"Sebaiknya kita pulang ke asrama, sebentar lagi makan malam dan seleksi murid baru," ucap Ron

"Seleksi sudah selesai Ron, nanti mereka datang saat makan malam," jelas Seamus yang mendengar ucapan salah satu teman sekamarnya, mereka berpisah di tengah jalan, Hermione pergi dengan Ginny dan Luna sementara itu Harry dengan Ron, Seamus dan Neville.

"Nah ini Crookshaks nya," ucap Ginny sambil menyerahkan si kucing kepada pemiliknya, Hermione masuk kedalam sebuah kamar, kamar berisikan 3 kasur dan beberapa prabotan. Di kamar tersebut sudah terdapat 2 orang penghuni kamar tersebut yaitu Lavender Brown dan Parvati patil

"Hay Hermione!" sapa keduanya ramah Lavender tengah sibuk di depan meja rias menyisir rambutnya sementara Parvati sedang mengeluarkan buku-buku dari dalam tas kedalam, Hermione menurunkan kucing miliknya di atas kasur lalu ia menyibakan tirai.

"Hey Hermione, bisakah kau kenalkan aku dengan Julian?" Tanya Parvati melirik Hermione penuh arti

"Ku kira kalian sudah kenal," ucap Hermione heran sementara Lavender tertawa mendengar ucapan Hermione

"Dia belum bisa melepaskan bayang-bayang Harry saat pesta dansa musim dingin waktu itu," jelas Lavender diikuti dengusan geli dari Hermione

"Kapan-kapan," ucap Hermione, Parvatil mengangguk dengan malu-malu

"Aku mandi duluan ya," ucap Hermione sambil mengambil handuk dan baju miliknya "Tentu aku masih lama dan Lavender dia sudah selesai," ucap Parvatil

Butuh waktu cukup lama bagi ketiga gadis yang kini menginjak tahun ke-5 mereka di Hogwarts untuk membereskan semua perlengkapan mereka yang ada di koper.

"Sudah beres belum?" Tanya Hermione memandang teman seangkatan, sekelas dan sekamarnya sejak kelas 1, Parvatil dan Lavender mengangguk bersamaan mereka bertiga berjalan sambil mengobrol menuju Aula Besar.

.

.

Aula besar tampak lebih ramai mengingat semua anak sudah duduk rapih di salah satu meja panjang yang ada di aula, di Aula Besar terdapat 4 meja panjang yang biasanya di duduki 2 meja sebelah kanan oleh para siswi dan 2 meja kiri di duduki oleh para siswa, namun jika makan biasa banyak yang duduk berpencar sesuai kesukaan hati saja tidak ada yang memaksa, hanya saja setiap acara resmi seperti itulah mereka diatur sudah tradisi singkatnya.

Ron dan Harry melambaikan tanganya kepada Hermione yang baru saja datang, mereka bertiga duduk di dekat Ginny dan Luna serta beberapa anak lainya.

"Apakah kami terlambat?" tanya Parvati saat mereka bertiga sudah duduk

"Belum, masih banyak yang belum datang, lagipula beberapa kursi guru masih banyak yang kosong," ucap Ginny sambil melirik ke arah meja guru, baru beberapa guru yang datang.

Sekitar sepuluh menit sudah terisi semua bangku di tempat guru kecuali milik salah seorang guru yaitu Professor. McGonagall.

Pintu Aula Besar yang tertutup kini di buka perlahan-lahan oleh Argus Filch yang membuka pintu sebelah kanan dan Hagrid yang membuka sebelah kiri. Saat pintu terbuka sempurna masuklah sekumpulan murid-murid baru dengan Professor. McGonagall yang berada di paling depan barisan dia memimpin para murid baru setiap tahunnya.

Saat Professor. McGonagall sudah sampai depan dia naik ke atas tempat para guru, berbalik dan

"Sekarang kalian duduk dengan teratur," ucap Professor dengan lantang dan mulailah para murid berjalan menuju meja dengan teratur dan duduk.

Seorang pria berambut putih dengan jenggot putih panjang naik keatas podium, jubah berwarna biru muda yang dikenakan oleh pria tersebut sedikit terangkat saat lengannya terbuka lebar-lebar begitu antusias melihat para murid yang sudah berkumpul di tempat tersebut.

"Selamat datang," katanya "Selamat datang kembali para murid Hogwarts yang baru saja menikmati liburan musim panas dan selamat datang untuk kalian yang baru saja ikut bergabung untuk belajar di sekolah ini," ucap pria tersebut sang kepala sekolah mereka Albus Dumbledore

"Sebaiknya kita makan malam terlebih dahulu, jadi selamat makan," ucapnya lalu hampir semua anak bersorak girang langsung saja mengambil sendok dan mulai memilih makanan Hermione melihat sekilas Ron yang sudah seperti orang kelaparan ia terkikik sedikit dan mulai ikut makan seperti yang lainya.

Di tempat para guru sang wakil kepala sekolah memandang Dumbledore dengan sedikit khawatir "Ku dengar ia akan sedikit terlambat, ada hambatan di jalan," ucap Minerva McGonagall dengan nada pelan, Dumbledore mengangguk paham.

Selesai makan Albus Dumbledore berdiri kembali naik ke atas podium memegang sebuah tongkat "Sebelum kita tidur karna kekenyangan atau kelelahan, kita nyanyikan lagu sekolah kita,"

"Pilih nada kesukaan kalian masing-masing," ucap Albus Dumbledore sambil menganggkat tongkat sebagai dirijen

"Bagi kelas 1 ikuti saja nanti kalian semua juga akan hafal,"

"1…2…3… Mulai!" dan nyanyian pun mulai terdengar

"Hogwarts, Hogwarts, Hoggy Warty Hogwarts,

Ajarilah kami sesuatu,

Biar kami tua dan botak

Atau muda dan masih lugu,

Kepala kami kosong melompong

Masih perlu banyak diisi,

Dengan hal-hal menarik dan berguna,

Agar kami jadi orang berarti,

Ingatkanlah kembali hal-hal yang telah kami lupakan,

Dan ajarilah kami segala yang perlu diketahui,

Bimbinglah kami sebaik-baiknya,

Kami akan belajar sepenuh hati."

Mereka selesai dengan nada yang berbeda-beda dan yang paling akhir selesai adalah si kembar Weasley dengan nada lagu gaya saat di pemakaman.

"Baiklah sekarang kalian silahkan tidur dikamar kalian masing-masing." Ucap Dumbledore mengakhir makan malam hari ini.

Semua anak bangun dan mulai berjalan menuju asrama mereka masing-masing, para siswa dan siswi baru mengikuti langkah kakak kelas mereka agar tidak tertinggal ataupun tersesat nantinya.

"Banyak sekali anak tahun ini yang cute banget," ucap Lavender, Parvati dan Hermione saling bertatapan "Ayolah Lav mereka beda 5 tahun dari kita," ucap Parvati dengan nada tidak percaya sementara Hermione menggendong Crookshaks untuk tidur di di salah satu kursi yang ada.

Mereka bertiga tidur dengan lelap mengingat perjalanan mereka masing-masing jauh dari rumah dan membereskan perlengkapan mereka, setidaknya malam ini mereka bisa tidur nyenyak karna baru besok pagi saat sarapan jadwal pelajaran dibagikan.

.

.

.

.


Note:

Hallo...

Di chap awal-awal seperti sekarang ini aku ingin memdeskripsikan tempat Hogwarts terlebih dulu, soalnya ini AU dan asramanya hanya ada 2 putra & putri dan di chap-chap ke depan bakalan lebih di perjelas mengenai semuanya, mengenai OC di chap-chap kedepan pastinya ngga bakalan di tampilin karena mereka ngga sekolah di Hogwarts jadi beda gitu. jadi maaf banget kalau pada belum ngerti.

untuk Dramione masih agak lama keluarnya, disini aku ingin bikin mereka perlahan demi perlahan dalam tahapan mengenal cinta ya.

untuk yang login bisa cek di akun masing-masing, yang ngga login di sini ya

Adellia Malfoy: sebenarnya bukan sebagian tapi hampir semua masih belum terbuka apa yang nanti terjadi :)

Salam,

.

LovelyMina