Yo minna! (^o^)/ Ketemu lagi dengan saya. Haah.. Setelah sibuk urusin pendaftaran saya ke SMA saya bisa menulis fic lagi. Terima kasih karena banyak respon positif yang mengalir di Fic saya. Untuk lemon saya berjanjji akan ada setelah bulan ramadhan. Dan saya sangat berterima kasih karena ada yang member tahu saya tentang penggambaran karakter Shino yang masih kurang lengkap. Nah mengenai fisik mirip sama Awakusa Shino di Anime Seitokai Yakuindomo. Cuman warn matanya sama seperti akeno. Violet. Dan untuk 3 ukurannya adalah 88-65-80 Jadi oppainya cukup besar lah. Tapi tidak terlalu besar. :D . Yosh kita nikmati saja ceritanya. Saya kasih Comedy biar tidak bosan Minna!
Disclaimer :
Char Naruto : Masashi Kishimoto
Char HS DxD : Ichie Ishibumi
Rate : M
Pair : Naru x OC (Shino), Sasuke x Kuroka, Itachi x Ophis, Shikamaru x Tsubaki.
(A/N) : Naruto tidak harem. Itu merupakan pair yang sudah saya rancang beserta ceritanya. Jadi kemungkinan untuk ganti pair adalah 0 karena jika ganti pair maka Jalan cerita pun berganti.
Genre : Relationship, Romance, ( maybe comedy ) , Family
Warning : Gaje, Abal – abal, Mainstream, Typo or Miss Typo, etc.
Chapter 3 : A Little Piece of Hell Power + Explanation
.
.
.
Suara burung yang berkicau indah di pagi hari yang indah adalah pengisi suara di momen hening yang terjadi di depan Namikaze Mansion. Tepatnya Di depan pintu Mansionnya. Ada beberapa orang.. Oh ralat. Beberapa iblis yang sedang melongo melihat pemandangan di depannya. Nampak Seorang pemuda yang amat sngat mereka kenal sedang bersama orang (siluman) yang katanya 'istrinya' oleh penduduk wilyah Clan Namikaze. Sang objek yang dipandang oleh beberapa iblis tersebut pun nampak tenang – tenang saja,dibnding dengan gadis di bsampingny yng nampak salah tingkah Karena pandngan beberapa iblis didepannya yang seolah – olah menelanjanginya dari atas sampai bawah. Sang pemuda yang khawatir akan tingkah istrinya pun mulai ingin membuka percakapan namun setlah dilihat, Iblis – iblis didepannya seolah menarik nafas seperti akan berteriak sekencang – kencangnya.
" ANIKI / NARUTO KAKOI.. " Teriak semua iblis didepan Naruto dengan OOCnya karena melihat Naruto membawa seorang yang kata penduduk sekitar adalh istrinya itu adalah gadis yang sangat amat cantik sekali. Lalu Mereka semua pun menerjang Naruto. Oh iya.. Bukan semuanya. Namun adik – adiknya yang menerjang seperti akan membunuh sang kakak. Sementara yang lain mnerjang Istri Naruto lalu mempersilahkan masuk dengan hati – hati karena mereka ingat perkataan Tsunade bahwa Istri Naruto sudah Hamil.
Kita lihat ke 4 bersaudara itu yang entah kenapa sudah berada di ruang seperti ruang persidangan. Ternyata mereka sedang berimajinasi masal sambil bertelepati di dunia nyata. Terlihat Itachi, Sasuke dan Shikamaru duduk di belakang meja hakim dan memakai pakaian seperti hakim dan itachi yang sebagai hakim ketua dengan membawa palu, siap memberikan dakwa kepada Sang kakak. Naruto. Sementara Naruto tengah duduk di kursi panas, seolah – olah menjadi terdakwa.
" Kau Brengsek Aniki. Kenapa kau bisa mendapat Istri yang sangat cantik sih ? " Tanya sang Itachi mengawalinya dengan OOC.
" Kau memakai sihir ilusi agar bisa mendapatkan istri yang sangat cantik itu bukan ? " Sambung Shikamaru.
" Tidak. Kami saling mencintai. Dan aku tak memakai sihir apapun " Jawab Naruto dengan penuh penekanan di setiap katanya.
" Omong kosong. Bagaimana kau bisa menarik gadis secantik itu. Tampangmu saja pas – pasan Aniki. " Omongan pedas keluar dari Sasuke yang kelihatannya telah menohok Hati Naruto sehingga muncul perempatan di keningnya.
" Brengsek kau. Setiap orang mempunyai opini mengenai tingkat ketampanan orang lain dengan tingkat yang berbeda. Jangan kau mendakwaku karena tingkat ketampananku saja. " Balas Naruto geram. Sementara Itachi, Sasuke dan Shikamaru manggut – manggut saja sehingga Naruto lbih tampak menahan emosinya yang kini seperti ingin meledak begitu saja.
" Baiklah sudah di putuskan. Naruto namikaze. Kau di beri hukuman mentraktir adik – adikmu makanan kesukaan mereka masing – masing selama 1 Minggu. " 'dok dok dok' dan Itachi telah mengetukkan palu dan sang terdakwa sedang teriak – teriak Gaje di kursinya.
Move on to Shino.
Kini terlihat Shino yang duduk di Sofa dengan diapit oleh Istri - Istri Minato yang kini tersenyum senang ke arahnya. Sementara Shino sendiri malah tersenyum gugup melihat senyuman dari semua orang yang melihatnya seolah bangga terhdapnya.
" Namamu siapa ? " Tanya Minato mengawali percakapan dengan senyum lembut ke arah Shino.
" Na-Nama saya Shino Han. " jawab Shino gugup karena tak didampingi suaminya.
" Oh.. Jadi kamu anaknya Kurama Han ? Hahaha.. Baguslah. Perkenalkan Namaku Minato Namikaze. " Kata Minato memperkenalkan diri.
" Aku Kushina. Ibu Naruto. "
" Aku Mikoto. Ibu Naruto juga "
" Aku Yoshino. Ibu Naruto juga " Kata tiga wanita disamping Shino bergantian dan jangan lupa senyum indah masing – masing yang menghangatkan.
" Aku Jiraiya. Guru Naruto. " Kata Jiraiya memamerkan Cengiran lebarnya.
" Aku Orochimaru. Guru Naruto juga " Kata Orochimaru dengan senyuman tipis khasnya.
" Aku Tsunade. Nenek dari Naruto. Yoroshiku Ne Sayangku.. " Kata Tsunade dengan ramahnya kepada Istri Naruto. Shino.
Shino yang mulai merasakan kehangatan dari keluarga sang Suami kini mulai hilang rasa gugup yang menjalar tadi. Seutas senyuman menawan di perlihatkan guna memulai menanggapi anggota keluarganya yang baru itu.
" Yoroshiku Onegaishimasu Minna! " Kata Shino riang.
" Ngomong – ngomong berapa usia kehamilanmu Shino-Chan ? " Tanya Kushina dengan lembutnya.
" Eto masih baru kok Kushina Kaa-san. Masih 3 hari. " Jawab Shino.
" Hati – hati yah.. Jangan sampai keguguran " Nasihat Mikoto.
" Kami akan merawatmu disini selama kehamilanmu nantinya saat Naruto tak ada. Tsunade Baa-Chan tentu akan mengecek kesehatan Janinmu secara rutin. Bukan begitu Kaa-san ? " Kata yoshino lalu melihat kea rah Tsunade yang duduk disofa samping tempat mereka duduk bersama Minato.
" Tentu saja. Apapun untuk calon cicitku. " Kata Tsunade bangga.
" Ehem.. Bagaimana dengan Naruto ? Apakah dia 'kasar' kepadamu " Tanya jiraiya dengan menekankan kata 'kasar' di pertanyaannya. Shino yang tau maksud dari perktaan Jiraiya langsung bersemu merah mukanya dan menundukkan kepalnya malu karena apa yang mengarah ke topic pembicaraan jiraiya sangat rahasia menurutnya.
" eto Sensei. Lebih baik pertanyaan yang lain saja. " Kata Minato tersenyum hambar mendengar pertanyaan Jiraiya.
" Jiraiya no Baka! " Kata Tsunade dan Orochimaru kompak sambil menatap Jiraiya tajam – tajam.
Sementara Jiraiya menghela nafas panjang lalu mengangguk – angguk tanda mengerti atas maksud dari Minato. Setelah itu muncul lingkaran sihir berwarna Ungu Muncul di belakang sofa yang diduduki Jiraiya dan Orochimaru.
Minato yang mengenali lingkaran sihir tersebut pun tersenyum senang karena melihat sahabtnya dating dim omen yang indah itu.
" Yo Minna! Apa kabar ? " Tanya seorang laki – laki yang tinggi badannya dan umurnya sama dengan Minato dengan rambut Hitam Spike dengan cengiran khasnya.
" Yo Kurama. Kabar baik. Bagaimana denganmu sendiri ? " Tany Minato balik.
" Tou-san ? " Pekik Shino yang tak percaya akan kedatangan sang ayah ke kediaman Namikaze.
" Ho.. Aku baik – baik saja Minato. Eh.. Shino-Chan ? Kau sudah sampai ? " Tanya Kurama dengan bodohnya. Tentu saja sudah sampai. Kalau belum sampai kenapa Shino ada di sini ?
" Pertanyaan Bodoh yang keluar dari mulut seorang pemimpin Clan. " Gumam Jiraiya yang masih terdengar oleh semua orang yang ada termasuk Shino sang anak dari Kurama ikut mengawali Sweatdrop yang menimpa seisi ruangan kecuali Kurama sang pelempar pertanyaan bodoh tadi.
" Eto.. Gomen Jiraiya-san. " Kata Kurama meratapi kebodohannya dengan pundung ditempat.
' Tak kusangka seorang pemimpin Yoko tingkahnya seperti ini. ' Batin Kushina, Mikoto dan Yoshino namun dengan tanpa sadarnya apa yang mereka batin ternyata sama.
' Mana wibawamu Tou-san. ' Batin Shino dengan tersenyum kecut kearah sang ayah yang pundung tersebut.
" Yo Tou-sama. Anda sudah siap ? " Tanya suara khas membuyarkan kegiatan gaje dari iblis dan yoko yang ada di ruang keluarga tersebut.
" Jadi ini aniki, Mertuamu ? " Tanya Itachi memastikan.
" Yak au benar. Baiklah Tou-sama. Aku tunggu di Saint Gaia. " Kata Naruto lalu pergi dengan lingkaran sihir diikuti adik – adiknya.
" Haeh.. Anak muda. Kenapa banyak anak muda yang maniak bertarung sih ? " Gumam Kurama sendiri.
" Eto.. Sebelumnya aku minta maaf karena mencampuri urusanmu dengan anakku Kurama-san. Tapi apa yang akan kalian lakukan di Saint Gaia ? Bukankah itu arena duel ? " Tanya Mikoto sopan.
Yap.. Saint Gaia adalah tempat duel megah yang dibangun diatas tanah yang sangat amat luas di dunia bawah. Tempat ini berada diwilayah Clan Namikaze. Tempat ini adalah tempat langganan untuk dijadikan arena Rating game karena suasana dan tempatnya yang sangat mendukung. Saint Gaia dibangun oleh generasi Kedua pemimpin Clan Namikaze yang resmi yakni di awal zaman pemerintahan Minato. Namun perencanaannya sudah dari dulu sebelum dia menjadi pemimpin clan.
" Hmm.. Yah.. Sesuai fungsi tempatnya. Kami akan berduel. Untuk memastikan apakah kekuatan Naruto mampu menjaga Anakku dari mara bahaya. Sebenarnya Naruto dan Shino lah yang akan melawanku bersama Kuromaru tapi karena Shino sedang hamil, Sebaiknya dia jadi penonton saja. " Jelas Kurama.
" Kuromaru ? Siapa Kuromaru ? " Tanya Kushina, Mikoto, Yoshino dan Tsunade serempak. Sementara para lelaki yakni Minato, Jiraiya dan Orochimaru tampak setuju dengan pertanyaan yang terlontar tadi.
' Boofff… ' Muncul kepulan asap di samping Kurama yang masih berdiri dan menampakkan seekor Rubah yang kini hanya sebesar Kucing Dewasa dan dengan mode imutnya. Ini atas permintaan Kurama agar Kuromaru tak terlihat menakutkan.
" Itu aku. " Jawab Rubah tersebut alias Kuromaru sambil menjilati kaki depannya yang mungkin kutuan (?)
" Kyaaa.. Kawai desu! " Teriak Kushina, Mikoto, Yoshino dan Tsunade yang dengan OOCnya tanpa mengingat umur mereka yang kini bisa dibilang tak muda lagi. Sementara Kurama, Kuromaru, Minato, Jiraiya dan Orochimaru dibuat Sweatdrop oleh teriakan melengking khas remaja yang keluar dari para wanita yang ada disitu minus Shino yang tampak cengo mendengar teriakan dan melihat tingkah dari 4 wanita Dewasa didekatnya itu.
" Haah.. Sebaiknya kita ke Saint Gaia saja sekarang. Tak baik membuat lawan menunggu bukan ? " Kata Minato membuyarkan keadaan tadi.
" Kau benar Minato. Aku dan Orochimaru duluan. " Kata Jiraiya sambil beranjak dari tempat duduknya diikuti Orochimaru lalu menghilang dalam lingkaran sihir khas Clan Namikaze.
" Sebaiknya kita menyusul mereka. " Kata Yoshino.
Dan semua orang yang berada disitu menghilang dalam lingkran sihir Clan Namikaze Minus Kurama dan Kuromaru yang menghilang dengan lingkaran sihir khas Clan Yoko.
In Saint Gaia
Naruto Pov.
Tak kusangka setelah para petugas yang melihatku berada disini untuk berduel langsung membuat pengumuman ke seluruh wilayah Namikaze untuk datang kesini hanya untuk melihat pertarunganku dengan Tou-sama. Ini bukan lagi menarik. Tapi sangat amat menarik. Mengingat aku belum pernah menunjukan kekuatanku kepada semua orang.
" Yo Master. Kau siap ? " Haah.. Ternyata dia sudah datang ya. Baiklah.
" Tentu. Bisa kita mulai saja ? Aku tak ingin penonton menunggu. " Memang benar penonton telah berteriak – teriak memanggil – manggil namaku, Shikamaru, Itachi dan Sasuke dari tadi. Dan kalau tidak salah kebanyakan merupakan gadis yang teriak – teriak tanda suka. Apa mereka tak tau kalau aku sudah beristri ?
Naruto Pov end.
Normal POV
" Baiklah disini aku yang akan menjadi wasitnya. " Kata Orochimaru dengan tenangnya.
" Minna. Ini adalah suatu pertarungan untuk menguji Naruto, Menantu dari Kurama-sama yang telah mempersunting anaknya. Jadi jika salah satu dari mereka kalah, Maka mereka kalah dengan rasa hormat yang tinggi. Dan perlu diketahui, Kurama-sama adalah pemimpin dari Clan sekutu kita. Clan Yoko. Jadi jangan remehkan kekuatan Naruto yang berani menantang sang pemimpin Clan Yoko. " Teriak Orochimaru menjelaskan kepada seluruh penonton. Sementara itu seluruh anggota keluarga Naruto termasuk sang istri telah duduk di kursi VVIP dengan manisnya.
" KYAAA… GANBATTE-NE NARUTO-KUN.."
" KAKKOI.. "
" NARUTO-KUN SUGOII.. "
" MENIKAHLAH DENGANKU NARUTO-KUN "
" BERDUEL LAH DENGANKU DIRANJANG "
Okeh.. Terikan gadis – gadis yang terakhir itu sudah sangat amat sukses membuat Dada A-Cup milik Shino kembang kempis tak beraturan dan kepalanya mengeluarkan asap. Sementara Kushina, Mikoto dan Yoshino tampak gelagapan mencari cara agar sang menantu tak marah karena usia kehamilannya yang rentan terjadi keguguran.
" E-Eto.. Shi-Shino Chan. I-itu hanya teriakan fans dari Naruto. K-kau tau kan bagimana gilanya seorang fans itu. " Kata Minato yang juga berusaha menenangkan amarah dari sang menantu. Dan balasan yang didapat hanyalah kata 'hn' yang keluar dari bibir indah Shino. Tsunade dan Jiraiya masih memikirkan cara agar Shino tak marah. Dan tampaknya Jiraiya lah yang menemukan ide terlebih dahulu.
" Aha.. Bagaimana kalau aku memberimu buku tentang se* milikku. Yah hitung – hitung buat referensi untukmu dengan Naruto nantinya. " Kata Jiraiya dengan seolah tanpa dosanya mengatakan hal nista tersebut. Dengan Reflek cepat Shino langsung menoleh ke Jiraiya dengan mata yang mengeluarkan cahaya berkilaunya. Namun dengan tatapan tajam mengarah ke Jiraiya. Sementara Minato, Kushina, Mikoto, Yoshino dan Tsunade masih kalah cepat refeleknya dengan Shino walaupun mereka juga menoleh dengan cepat kearah Jiraiya.
Shino yang tadi mukanya hanya separuh merah,kini sudah memerah penuh dan asap yang keluar bertambah banyak dan juga keluar dari telinga dan hidungnya. Dan dengan lambannya berdiri dan melesat dengan cepat kearah Jiraiya dan..
' Duakk… ' 'Wuusshhh… ' ' Cling..' " Mati saja sana Mesum Brengsek.. " Teriak Shino lalu kembali duduk dengan tenang seolah semua amarahnya tadi sudah ikut hilang bersamaan dengan hilangnya Jiraiya yang terkena Uppercut Daya maksimum + Kemarahan Seorang ibu hamil melesat ke langit dan menjadi bintang.
Dengan Naruto
Naruto yang mendengar teriakan nista dari para gadis tersebut nampak Sweatdrop dan menghela nafasnya panjang – panjang.
" Tak kusangka menantuku mempunyai banyak fans disini. " Kata Kurama menyeringai kea rah Naruto.
" Yah begitulah. Bisa kita mulai saja Tou-sama ? Kuromaru ? " Tanya Naruto
" Mochiron. " Jawab Kurama dan kuromaru yang kini sedikit membesar seukuran anjing dewasa. Naruto lalu menatap ke arah Orochimaru lalu mengaggukkan kepalanya. Orochimaru yang mengerti maksud dari Naruto lalu mengagguk juga.
" Baiklah pertandingan antara Naruto Namikaze melawan Kurama Han dan Kyuubi no Yoko dimulai. " Teriak Orochimaru dan para penonton berteriak semangat juga menanggapinya
" Baiklah Naruto tak usah sungkan – sungkan untuk menyerang. " Kata Kurama lalu menyiapkan kuda – kudanya bersiaga jika Naruto akan menyerangnya dengan tiba – tiba.
" Yosh.. " Setelah itu Naruto merentangkan tangan kirinya ke depan dan muncul banyak lingkaran sihir kecil di tanah serta didinding arena dan menembakan laser yang meliuk – liuk menghindari objek yang bukan menjadi sasarannya. Sasarannya adalah Kurama yang terbang menggendong Kuromaru diatas karena tadi sempat kaget atas munculnya banyak lingkaran sihir dibawah kakinya. Dan reflek menuntunnya untuk terbang kelangit
" Haah.. Sepertinya aku harus bertransformasi. Kalau aku tak serius, Pertarungan ini tak menarik kan ? Kurama-sama ? " Tanya Kuromaru dalam gendongan Kurama.
" Tentu. Dan jika kau bertransformasi ke bentuk aslimu, Laser tersebut hanya akan menjadi kertas kecil bagimu. " Balas Kurama.
Dan setelah itu Kuromaru dilepaskan dari gendongan Kurama dan tubuhnya membesar dengan cepat setinggi puluhan meter.
" Master.. Cuma ini kemampuanmu ? " Tanya Kuromaru yang menghalau laser yang menuju kearah Kurama yang sekarang berdiri dikepalanya.
" Tentu tidak. Kuanggap itu pemanasan untuk kalian. Jadi karena kau sudah serius hingga bertransformasi ke bentuk aslimu. Maka aku juga akan serius. " Kata Naruto bersemangat lalu memunculkan 3 lingkaran sihir ukuran raksasa didepannya dan muncul hewan raksasa disertai kepulan asap. Setelah asap hilang terlihat 3 katak raksasa sedang menyeringai ke arah Kuromaru. Para penonton yang melihatnya pun berteriak dengan semangat dan sangat kencang karena mereka akan menyaksikan langsung pertarungan antara 4 hewan atau lebih tepatnya Yoko ukuran raksasa itu di Arena yang luas ini.
" Haah.. Terima kasih Naruto karena telah membiarkanku bertarung dengan Kuromaru yang notabenenya adalah Yoko legendaries. " Kata Katak disisi kiri yang berwarna merah bernama Gamabunta dengan membawa cerutu dan pedang raksasa
" Tak kusangka aku akan melawannya langsung " Kata Katak yang ada ditengah berwarna merah semu ungu dan membawa tongkat besar.
" Yah walaupun aku masih muda. Tapi suatu kehormatanku untuk melawan Yoko Legendaries sepertimu Kuromaru-sama. " Kata Katak merah yang ukurannya sedikit lebih kecil disbanding 2 katak sebelumnya. Yang namanya adalah Gamakichi.
" Cih.. Ternyata kau mencarikan lawan yang sepadan denganku Master ? Licik sekali kau ? " Kata Kuromaru mendecih kesal terhadap Naruto.
" Itu bukan licik Kuromaru. Itu Cerdik. Lain kali kau harus ikut sekolah membuat strategi dari para Yoko. " Kata Kurama menenangkan Kuromaru.
" Haeh.. Aku tak mau. Lebih baik aku belajar dengan Masterku sendiri. " Jawab Kuromaru malas.
" Aku sebenarnya hanya ingin mengulur waktumu agar aku bisa dengan leluasa menyerang Tou-sama. Dan setelahnya aku baru akan mengalahkanmu. Tapi mengingat aura yang dipancarkan oleh Tou-sama barusan sangat kuat, Maka aku harus serius saja kepadanya. Jika aku analisa sesaat dari aura yang beberapa saat lalu ditekan, Tou-sama adalah ahli senjutsu. Apa aku salah, Tou-sama ? " Tanya Naruto memastikan.
" Yah.. Kau lulus di tes pertamaku soal Kecerdasan dan kecerdikan. Memang benar senjata utamaku adalah Senjutsu. Namun walaupun begitu, Senjutsuku masih belum di level yang tertinggi. Untuk penjelasan yang lebih rinci selanjutnya kau harus bisa lulus dalam tes keduaku. Yakni tes kekuatan. " Setelah itu Kurama melesat cepat sekali sampai hanya beberapa orang saja yang dapat melihatnya. Kurama mengarah ke Naruto dengan mengarahkan tinjunya yang dilapisi aliran Senjutsu yang tipis dan mampu ditahan Naruto yang ternyata juga telah mempersiapkan Senjutsunya dengan menyilangkan kedua tangannya didepan wajah tepat dari sasaran yang akan dituju Kurama sehingga pukulan tersebut sama sekali tak berpengaruh pada badannya.
" Ho.. Berarti perkiraanku benar jika kau memiliki Senjutsu juga. Aliran Chi didalam tubuhmu berbeda dengan iblis biasa, Sementara itu sama alirannya dengan seseorang yang mampu menguasai Senjutsu. " Kata Kurama mencoba memastikan.
" Haah.. Daripada banyak bicara, Lebih baik kita langsung to the point saja. " Kata Naruto lalu melesat kearah Kurama lagi dan menghadiahi banyak pukulan dan tendangan ke seluruh badan Kurama, Namun Kurama mampu menghindarinya dengan lincah tapi Naruto tak habis akal Tangan kanannya memposisikan seperti membuat ancang-ancang untuk meninju dan Kurama menyilangkan kedua tangannya ke depan.
Naruto lalu menyeringai senang karena siasatnya berhasil Kurama terkecoh karena yang ternyata yang akan meninjunya adalah tangan kiri Naruto yang menelusup dari bawah tangannya yang menyilang dan meng uppercutnya dengan keras sehingga Kurama langsung melesat ke atas. Naruto tak tinggal diam, Dia langsung menteleportkan dirinya tepat diatas tubuh Kurama yang terbang bebas ke langit lalu menghantamnya dengan Tumit kakinya dengan keras sehingga tubuh Kurama terjun Bebas menuju tanah arena dan menciptakan efek ledakan setelah mencapai tanah. Sementara semua orang yang melihat aksi teleportasi Naruto nampak tercengang begitu juga keluarganya minus adik – adiknya.
" Cih Pamer " Kata ketiga Adik Naruto secara bersamaan.
" Hahaha.. Aku sudah lama tidak merasakan pukulan ini. Dan apa itu tadi ? Tekhnik teleportasi bukan ? Bagaimana kau bisa menmpelajari dan menguasainya ? " Pertanyaan beruntun keluar dari mulut Kurama yang sedikit berdarah karena tadi saat Naruto menghantamnya, Lidahnya sedikit tergigit.
" Itu nanti. Sekarang selesaikan ini dulu. " Kata Naruto.
" Oi Master. Sekarang waktunya aku melawanmu. Hosh.. Hosh.. " Kata Kuromaru yang terengah – engah karena telah melawan 3 katak itu yang kini masih terlihat sehat namun banyak luka juga akibat pertarungan tadi.
" Cih.. Kau mau kabur eh ? " Tanya Gamabunta mendecih tak suka kepada Kuromaru.
" Urusai.. ! Kalian mengorokku dengan menggunakan senjutsu kalian, Tanpa kalian menyentuhku tentu saja kalian bisa memukulku. Jadi aku minta kita bertarung dengan partner kita masing – masing secara bersamaan. " Kata Kuromaru yang kini tampak mengelus benjolan kecil dikepalanya.
" Baiklah Kuromaru jika itu maumu. Aku tak keberatan. " Balas Naruto dengan tersenyum.
" Yosh kita coba itu Kurama-sama " Kata Kuromaru bersemangat dan Kurama langsung melompat ke atas kepala Kuromaru.
" Wakatta. " Jawab Kurama lalu tangannya mengarah kedepan tepat kearah depan mulut Kuromaru muncul bola hitam yang nampak seperti energy alam berupa kegelapan yang berkumpul. Mengetahui itu, ketiga katak itu langsung membuat barrier terkuat mereka dan menggabungkannya sehingga membuat kubah besar transparan yang mengelilingi 3 katak tersebut serta Naruto yang berada diatas kepala Gamabunta.
" Ne Naruto. Aku merasa itu bukan Yoko Dama biasa " Kata Gamakichi yang mengungkapkan perasaan ragunya.
" Kau benar Gamakichi. Baiklah aku tau apa yang dapat aku lakukan. " Kata Naruto lalu menyeringai licik. Naruto lalu membuat lingkaran sihir didepan kubah barrier yang telah dibuat mengikuti ukuran Yoko Dama yang kini semakin membesar.
" Cih.. Aku tak pernah melihat Yoko Dama sebesar itu. " Kata Gamaken mendecih tak suka akan apa yang mereka hadapi.
" Serahkan semuanya padaku. Bisa dipastikan serangan itu akan mamakan tuannya sendiri. " Kata Naruto dengan percaya dirinya.
" Maksudmu Naruto ? " Tanya Gamabunta yang tak mengerti akan maksud Naruto.
" Lihatlah saja sendiri. " Balas Naruto lalu tanpa Kurama dan Kuromaru sadari, Naruto membuat lingkaran sihir seukuran Yoko Dama yang sepertinya siap diluncurkan itu sekitar 5 meter dibelakang Kuromaru raksasa berdiri.
' [ Yoko Dama ] ' Teriak Kurama dan Kuromaru bersamaan. Sementara itu lingkaran sihir milik Naruto berputar dan tampak membuka suatu celah dimensi. Penonton yang tampak tercengang dengan Yoko Dama yang dilepaskan tadi dibuat tercengang lagi karena Yoko Dama Tersebut tertelan kedalam celah Dimensi tersebut.
" Kusso ! Dia membuangnya ke dimensi lain, Kurama-sama " Teriak Kuromaru geram karena " Teriak Kuromaru geram karena Yoko Dama yang dibuatnya dengan sedikit susah payah terbuang sia – sia ke dimensi antah berantah tadi.
" Aku tak menyangka kalau dia bisa membuka celah dimensi melalui lingkaran sihir. " Balas Kurama yang juga tampak tak percaya akan apa yang dilakukan Naruto.
" Ahahaha.. " Tawa Naruto terdengar keras sampai ke telinga Kuromaru sementara dia kini sudah sangat amat marah karena Yoko Dama nya terbuang sia – sia.
" Oi Kyuubi. Kau pasti menyayangkan Yoko Dama mu yang hilang ke dimensi antah berantah tadi kan ? Baiklah aku akan mengembalikannya kesini " Kata Naruto
" Oi Lihat.. serangan tadi muncul lagi. " Teriak salah satu penonton yang menyadarkan penonton lain serta lawan Duel Naruto yang tadi tercengang sehingga mengarahkan tatapan mereka menuju suara bising yang ada tepat dibelakang Kuromaru berdiri. Sekitar 5 meter dibelakangnya. Dan Yoko Dama tersebut melesat cepat menuju Kuromaru dan menghantamnya. Sementara itu Kurama telah melompat jauh dengan tubuh Kuromaru yang menjadi tumpuannya.
' Duuaarrr… ' Tubuh Kuromaru terhantam oleh Yoko Dama nya sendiri lalu meledak dan membuat Kuromaru terpental jauh hingga menabrak dinding Arena dan tampak lemah.
" Sial. Ternyata Senpo : Yoko Dama sangat kuat sekali, Berbeda seperti apa yang aku bayangkan. Kuso.. Sepertinya lukaku cukup parah. Lebih baik aku tidur. " Rutuk Kuromaru lalu menyusut seukuran Anjing dewasa dan pergi tidur.
" Haeh.. Rubah itu sering tak focus. " Kata Naruto.
" Baiklah Gamabunta, Gamaken, Gamakichi. Terima kasih atas bantuannya. " Sambung Naruto lalu menghilangkan Gamabunta, Gamaken dan Gamakichi tersenyum puas karena Masternya mampu mengalahkan Kyuubi no Yoko sang Yoko legendaries.
" Baiklah Tou-sama. Sekarang aku bisa focus untuk melawanmu. Kau siap ? " Tanya Naruto.
" Kapan saja. " Balas Kurama lalu melesat dengan melapisi Seluruh tubuhnya aliran Chakra Senjutsu dengan kekuatan penuh.
' dak duk dak duk dak ' Suara yang ditimbulkan oleh Naruto dan Kurama yang saat ini tengah melakukan jual beli pukulan dengan sengit dan tampaknya Naruto sudah dalam kondisi yang buruk karena Senjutsunya masih belum bisa mengimbangi Senjutsu Kurama yang merupakan Senjutsu tingkat tinggi dengan full mode.
Dan Naruto tampak terkena serangan telak setelah perutnya menerima tinju kekuatan maksimum milik Kurama dan terlempar jauh ke dinding arena yang sangat jauh. Namun bukan hal yang mustahil untuk ukuran Tinju Maksimum Senjutsu Full Mode. Naruto tampak meringis kesakitan karena punggungnya serasa retak akibat terlalu keras membentur dinding arena sampai – sampai dinding tersebut ikut retak.
" Lebih baik kau lebih serius lagi Naruto. Kau tadi masih menyembunyikan beberapa kekuatanmu bukan ? " Tanya Kurama dengan sedikit berteriak agar Naruto mendengarnya.
" Uhuk.. Kau benar Tou-sama. Baiklah aku akan menunjukan secuil dari kekuatan Neraka yang sesungguhnya. " Kata Naruto dan mencoba bangkit. Setelah bisa berdiri dia merentangkan tangannya ke depan dan muncul api biru yang membungkus kedua telapak tangannya. Semua penonton termasuk Keluarganya sendiri beserta Kurama Nampak tercengang dengan munculnya api yang ada di tangan Naruto. Api tersebut merupakan Api legendaries yang kabarnya hanya berada di Neraka dan banyak Iblis yang sulit dikalahkan untuk menjaga api tersebut. Kabarnya hanya titisan Satan lah yang bisa mengambilnya. Dan itu membuktikan bahwa Naruto adalah titisan dari Satan. Sementara Kurama yang sudah sadar langsung menghentikkan pertarungan.
" Cukup Naruto. " Teriak Kurama dari kejauhan.
" Eh ? " Naruto langsung bingung dan Api biru di tangannya seketika itu hilang.
" Kenapa berhenti ? " Tanya Naruto bingung.
" Kau sudah lebih dari kata kuat jika kau mempunyai kekuatan tersebut. Kau lulus ujianku dan Pesta pernikahan secara resmi akan diadakan secara besar – besaran disini. Di wilayah Clan Namikaze. " Jawab Kurama lalu tersenyum bangga kepada Naruto sementara Naruto sudah tampak amat senang mendengar penuturan Kurama. Lalu tepuk tangan riuh menghiasi Saint Gaia kala itu karena mereka telah menemukan misteri pemilik Api biru abadi milik Titisan Satan dan ternyata titisan tersebut adalah Naruto. Yap. Satan telah ditemukan.
Time Skip
Pertarungan dahsyat yang terjadi di Saint Gaia dimenangkan oleh Naruto karena Kurama telah menghentikannya dan mengaku cukup untuk melewati tes yang telah diberikannya. Kurama telah puas akan kekuatan yang dimiliki Naruto. Tapi Kurama tau bahwa Naruto belum terlalu terlatih untuk menggunakan kekuatan dahsyatnya itu. Kini Saint Gaia telah kosong karena semua penonton telah pulang ke rumah masing – masing. Begitu juga dengan keluarga Namikaze serta Kurama yang kini sedang mengobrol serius perihal kekuatan Naruto.
Di Ruang Tamu.
" Nah Naruto, Bagaimana kau menjelaskan seluruh kekuatanmu kepada kami ? " Tanya Minato yang memulai pembicaraan serius.
" Jelaskan dari tekhnik teleportasi milikmu hingga Api biru abadi milikmu. " Sambung Kurama menimpali pertanyaan sahabatnya itu dengan tatapan serius ditambah penasaran.
" Lebih baik Shikamaru, Itachi dan Sasuke saja yang menjelaskan perihal tekhnik teleportasiku. Karena mereka bertiga juga bisa menggunakannya sama seperti ku. " Kata Naruto sambil menunggu adik – adiknya memulai penjelasan dengan duduk disamping istrinya dan merangkul pundak istinya.
" Ck. Mendokusai . Baiklah akan aku jelaskan. " Kata Shikamaru. Setelah itu dia menghela nafas yang cukup panjang untuk memulai penjelasannya.
" Tekhnik teleportasi tersebut sebenarnya merupakan tekhnik yang diciptakan Tou-san. " Kata Shikamaru lalu melirik ayahnya. Semua orang yang mendengar kata Tou-san dari mulut Shikamaru lalngsung menatap tak percaya kepada Minato minus Naruto, Shino, Sasuke, Itachi dan Shikamaru sendiri. Sementara Minato sempat tersentak dan tertawa gugup serta menggaruk – garuk pipinya.
" Tekhnik milik Tou-san masih bergantung dari kekuatan sihir dan lingkaran sihir saja. Aksara fuin yang Tou-san lukiskan pada Lingkaran sihirnya merupakan gerbang pembuka dimensi ruang dan waktu. Namun Tou-san belum menyempurnakan aksara tersebut hingga dia hanya bisa menggunakan tekhnik jika masih memiliki kekuatan sihir. Namun Aniki, Sasuke-Nii, Itachi-Nii, dan aku meneliti kekurangan yang ada didalam aksara fuin tersebut melalui gulungan yang tak sengaja aku temukan di ruangan kerja Tou-san saat aku membersihkan dokumen yang Tou-san suruh. " Penjelasan Shikamaru berhenti sampai disitu lalu melirik Itachi seolah untuk melanjutkannya.
" Shikamaru membawa gulungan itu lalu kami meneliti hal tersebut hanya untuk 3 hari saja dan kami telah menemukan jawaban dari kekurang sempurnaannya Tekhnik yang diciptakan oleh Tou-san. Jawabnnya ternyata sederhana. Di aksara fuin tersebut ternyata ada kata ' Mahou ' yang berarti sihir. Kami menyimpulkan bahwa akibat kata itulah penggunaan tekhnik teleportasi tersebut masih bergantung dengan lingkaran sihir. Jadi antara penggunaan tekhnik teleportasi dan lingkaran sihir hampir tak ada bedanya. Yang membedakan adalah Lingkaran sihir perlu dilukis terlebih dahulu atau dibuat terlebih dahulu sedangkan tekhnik teleortasi cukup menyentuh tempat yang akan di gunakan untuk berteleportasi dengan lingkaran sihir kecil setelah itu lingkaran sihir itu akan menghilang dan akan menyala terang ketika penggunanya akan berteleport ke tempat lingkaran sihir yang menyala terang itu.
Dan kesimpulan kami yang lain hal ini kurang efektif bila digunakan dalam pertarungan karena musuh akan cepat paham dari tekhnik teleportasi. Sehingga kami cukup memrombak aksara fuin tersebut dan menghasilkan tekhnik teleportasi tanpa menggunakan lingkaran sihir kecil. Cukup menggunakan aksara saja kami sudah bisa berteleport. Cara kami berteleport cukup mudah. Kami hanya perlu membatin kata Hiraishin dan kami akan langsung berteleport. Kami telah menyiapkan kata itu karena menganggap tekhnik ini seperti langkah dewa atau Hiraishin. Maka dari itu kami lebih mengenal Tekhnik ini dengan nama Hiraishin. "
Dan Itachi telah menjelaskannya secara terperinci sekali. Semua orang yang disana manggut – manggut tanda mengerti dari penjelasan Itachi barusan. Sementara Ketiga Ibunya terlihat bangga akan kejeniusan anak – anaknya. Sementara Minato masih terlihat penasaran.
" Tapi saat Naruto bertarung bagaimana dia bisa menandai tempatnya melakukan Hiraishin ? Aku tak melihat dia melukis aksara fuin dari tadi. Dan juga Lingkaran Sihir yang diciptakannya tadi bisa menelan Yoko Dama raksasa milik Kyuubi. Aku yakin itu sebenarnya bukan lingkaran sihir biasa. " Kata Minato penuh selidik.
" Hn. Kau benar Tou-san. Atau lebih tepatnya lingkaran sihir tersebut merupakan pengalihan. Di belakang lingkaran sihir tersebut telah ada Aksara fuin dari Hiraishin. Hingga Aniki tak membuat bingung semua penonton karena mereka atau bahkan kalian piker, Lingkaran sihir tersebut adalah lingkaran sihir istimewa. Tapi nyatanya itu merupakan pengalihan. Dan Aniki saat melakukan penyerangan pertama menggunakan laser juga memanfaatkan Lingkaran sihir pengalihan. Sehingga lawannya tak curiga sama sekali jika sang lawan tersebut sangat teliti sekalipun saat mendeteksi lingkaran sihir yang digunakan. Lingkaran sihir itu tadi menempel ditanah. Sehingga Aksara fuin dari Hiraishin juga menempel di tanah sehingga aksara yang berwarna hitam itu tak terlalu terlihat karena penulisan aksara itu cukup tipis. " Balas Sasuke panjang lebar.
Dan semua orang kini sudah paham akan Tekhnik teleportasi milik Namikaze bersaudara tersebut.
" Hmm.. Aku tak tahu kalau kalian bisa sejenius ini. " Kata Jiraiya.
" Kau saja yang bodoh. " Balas Tsunade dengan tanpa dosanya.
" Kusso! Aku hanya tak terpikirkan untuk membuat tekhnik teleportasi. " Jiraiya berusaha membela diri.
" Haeh.. Tenanglah Jiraiya. Nah waktunya kau menjelaskan tentang Api biru milikmu Naruto ? " Tanya Kurama dan di beri dukungan berupa anggukan termasuk Saudara dari Naruto sendiri yang belum pernah melihat kekuatan Naruto itu.
" Baiklah, Kita lihat tayangan dari awan yang akan muncul diatas kepalaku ini. " Balas Naruto semangat.
Flashback ( Tayangan diatas Kepala Naruto )
Mindscape Naruto.
Sial.. Seingatku aku tidur di sebelah istriku. Dan kenapa aku sekarang berada di negeri antah berantah ini ? Dan apa – apaan papan penunjuk jalan di perempatan ini ? Ke kanan Neraka, Ke kiri Neraka, ke depan Neraka, Ke belakang juga Neraka.
Apa yang harus aku pilih ? Apa aku harus terbang ? Dan sialnya lagi sepertinya aku kesini tanpa membawa otak karena rasanya aku tak bisa berfikir sama memijat dahiku mencoba merasakan apakah aku benar membawa otak kesini dan ternyata aku membawa. Huuaahh.. rasanya senang sekali. Aku tak habis piker jika aku yang biasa membawa otak saja kadang bodoh apalagi jika tak membawanya. Mengerjakan soal penjumlahan mungkin sama seperti merumuskan aksara fuin. Aku mencoba mencari alasan yang masuk akal untuk memilih jalan yang ada didepanku. Tiba – tiba ingatan mengenai jalan masuk ke otakku.
' Ke kirilah maka kau akan menemui onsen khusus wanita jalang ' Hei bukannya ini kata – kata Ero Sennin ? Kenapa dengan perkataan ini ? apa tak ada jalan lain ?
{ " Matte Naruto. Kenapa kau memanggilku Ero Sennin ? " Tanya Jiraiya di dunia nyata yang tak terima di panggil ero sennin }
{ " Tentu saja karena kau mesum. Baka! " Tsunadelah yang menjawabnya dan Jiraiya langsung pundung lesu. }
' Ke kananlah, maka kau akan menemui onsen khusus gadis – gadis ' Ck. Brengsek. Pikiran mesumnya ternyata sudah merusak sel – sel otakku.
{ " Semesum itukah diriku ini ? " Ratap Jiraiya di dunia nyata dengan menangis lebay}
{ " Memang " Balas semua orang selain Jiraiya tanpa terkecuali }
' Aku biarkan kau berjalan didepanku. Tapi jika kau terjatuh dan tak mampu bangkit sendiri, Aku akan senantiasa berada di belakangmu untuk membantmu ' Cih.. Ini kan kata – kata para gadis yang beberapa hari lalu berusaha memacariku. Perkataan ini muncul ketika Aku memberitahu mereka kalau sudah beristri.
{ " Kyaa.. Naruto Kakkoi! " Teriak Istri – istri Minato dan Tsunade yang sepertinya lupa umur karena jeritannya sangat melengking seperti gadis. Sementara semua yang melihat tingkah 4 wanita dewasa tersebut Sweatdrop tak terkecuali Shino yang notabenenya memang bisa dibilang masih gadis. }
' Tuhan akan memberi jalan yang berliku pada umatnya, Tapi sejatinya jalan berliku tersebut adalah jalan yang lurus dan benar. ' Aku pernah mendengarkannya dari salah satu pendeta yang pernah ku temui. Tapi kenapa aku tak merasakan apa – apa saat didekat pendeta itu. Tapi tunggu dulu, Sepertinya perkataannya dapat dipertanggung jawabkan. Mengingat dia adala seorang pendeta. Pendeta pasti jarang berbohong.
Yosh.. Aku pilih jalan lurus kedepan. Tampaknya tak begitu buruk pemandangan didepan, walaupun papan penunjuk jalan berkata itu adalah Neraka.
Beberapa saat kemudian.
Uwwwaaaaaaa! Ternyata Jalan yang kupilih adalah jalan menuju Neraka yang paling bawah.. Dan disinilah aku. Jatuh dari atas jalan yang aku pilih tadi yang ternyata adalah tebing curam dan sialnya lagi aku tak bisa mngeluarkan sayap iblisku. Apa ada yang salah dari perkataan pendeta tadi ?
' Tuhan akan memberi jalan yang berliku pada umatnya, Tapi sejatinya jalan berliku tersebut adalah jalan yang lurus dan benar. ' Hmm.. Jalan berliku berarti adalah jalan lurus yang benar. Dan berarti.. Jalan yang lurus adalah jalan yang berliku. Brengsek. Kenapa aku tak terpikirkan. Jalan lurus yang kupilih memang tidak berliku. Tapi jika terjatuh seperti dari suatu tempat yang sangat tinggi itu bukan lagi berliku. Tapi Jalan terjun. Ah sudahlah.. Tak ada gunanya. Lebih baik aku berharap tulangku tak seluruhnya patah. Itu saja dan Wajah tampanku ini masih tetap tampan.
{ " Cih.. Kau Narsis sekali Aniki. " Kata Sasuke tersenyum sinis ke arah Naruto. }
{ " Urusai! Ini Flashback. Jadi terserah aku untuk member sedikit tambahan kenarsisan. Toh ini juga berada di Mindscapeku. Tak ada yang tahu apa yang aku pikirkan. " Naruto berusaha membela diri.
{ " Aku tahu. " Sahut Itachi }
{ " Apa ? " Bentak Naruto. }
{ " Kau takut kehilangan wajah tampan 'hoek' mu kan ? " Sindir Itachi }
{ Bagaimana kau bisa tahu ? Dan apa – apan wajah tampan 'hoek' itu ? " Naruto geram.}
{ " Sabarlah Anata. Barusan kau bercerita tentang kau takut kehilangan wajah tampanmu. Pantaslah kami tahu. " Shino berusaha menenangkan kemarahan Naruto dan tampaknya Naruto bisa ditenangkan sementara itu kini dia memasang wajah bodohnya. }
{ " Eh ? Hontou ka ? " Tanya Naruto lebih tepatnya kepada semua orang yang bersama dengannya. Dan yang memberikan jawaban adalah Shino, Sang istri dengan senyuman menawan dan anggukan kecil. Semua orang kecuali Shino dan Naruto langsung Sweatdrop karena kebodohan Naruto yang tiba – tiba muncul. }
{ " Guru dan murid sama saja " Gumam Tsunade dan Kurama bersamaan. }
{ " Sebodoh itukah diriku ? " Dan Jiraiya kembali meratapi nasibnya dengan pundung dipojokan dan menangis lebay lagi. }
Eh.. Sepertinya aku mendarat dengan mulus. Tapi ini sesuatu empuk dan lembut seperti kapas. Ah sudahlah.. Ternyata dugaanku sedikit benar dalam hal kelembutan namun tak seperti apa yang aku bayangkan. Aku mendarat di gumpalan awan hitam dan awan itu membawaku ke depan gerbang yang dijaga oleh 10 orang berpakaian serba hitam. Aku mulai berfikir kalau sepertinya sepuluh orang itu merupakan Shinigami khusus Iblis sepertiku.
" Kau yang bernama Naruto namikaze ? " Tanya salah satu dari mereka yang berperawakan besar dan sepertinya dia adalah pemimpin dari mereka.
" I-Iya " Hei aku normal kan jika aku gugup pada seseorang yak tak kukenal sama sekali yang sepertinya tempatnya berada di Neraka namun sepertinya tempat ini adalah tempat yang paling tidak buruk di Neraka yang paling bawah dan orang itu tau namaku.
" Ikut aku " Kata orang itu lagi dan berjalan memasuki gerbang itu. Otomatis aku mengikutinya.
Pemandangan di sekitar hanyalah langit yang tertutupi awan gelap tanpa pencahayaan, namun aku masih bisa melihat dengan baik. Entah itu karena mataku sebagai seorang iblis atau apa aku tak tahu.
" Kita sudah sampai. " Kata orang itu lagi.
" Inilah takdir anda Naruto Namikaze. Atau bisa kupanggil.. Satan-sama " Kata orang itu lagi dan tentu saja aku kaget. Setahuku, Satan adalah Iblis murni yang terkuat dan pernah diciptakan oleh Kami-sama sendiri. Kenapa dia memanggilku Satan ? Apa aku merupakan Iblis yang terkuat ? Oh tentu saja tidak. Kupikir aku ini masih lemah. Tapi kenapa ? Ah sudahlah.. Aku akan bertanya saja kepada mereka.
" Kenapa anda memanggilku Satan-sama ? "
" Karena anda adalah titisan Satan-sama, Namikaze-sama. " Oh jadi begitu. Berarti aku lebih kuat dari Lucifer ? hahahaha.. Aku harus memanfaatkannya untuk mendamaikan dunia dari peperangan.
" Anda adalah saudara dari Tengu. Raja Iblis dimasa lalu. " Hei.. Bahkan aku tak mengenal siapa Tengu itu. Tapi jika asumsiku ini benar maka Tengu dan Satan menghianati Kami-sama dan diturunkan dari Surga. Dan mereka berdua adalah pemimpin dari Great war dari pihak iblis yang dulu.
" Aku akan member tahu takdir anda. Jika anda telah mampu menggunakan satu saja kekuatan dari Satan-sama, Maka anda akan secepatnya bertemu dengannya. Jika tujuan anda dan dia sama, Maka anda akan berpartner dengannya. Tapi jika tujuan anda berbeda, Maka anda harus bertarung dengannya dan menaklukannya agar keturunan selanjutnya diwarisi oleh Satan yang merupakan Satan yang dulu. Yakni abdi dari Surga. " Kata Orang itu lagi. Ini menarik. Aku tebak aku akan bertarung dengannya. Dan aku bertekad untuk menaklukannya agar Satan kembali seperti dulu seperti abdi dari Surga.
" Baiklah aku berterima kasih atas informasi anda. Dan ngomong – ngomong aku kesini bukan hanya karena kalian member tahuku bahwa aku adalah Reinkarnasi dari Satan bukan ? "
" Benar. Pertama – tama anda harus memiliki Api biru itu. " Dan orang itu menunjuk Api biru itu yang berada tak jauh didepanku. Api itu Membara membentuk lingkaran sempurna dengan Hexagram segi enam ditengahnya.
{ " Oi.. Dari sini tak ada yang bertanya kah ? " Tanya Naruto. }
{ " Lanjutkan saja " Balas semua orang. }
" Api itu akan memilih pemiliknya sendiri yakni Satan-sama. Dan anda lah yang dipilihnya. Sekarang silahkan anda masuk ke lingkaran tersebut. Api itu tak boleh dilompati. Tapi boleh dilangkahi." Yah baiklah mungkin api itu akan memulai ritualnya sendiri ketika aku sudah berada ditengahnya. Dan aku berjalan santai membelah Api biru itu dan telah berada di tengah.
Beberapa saat kemudian api itu padam. Dan aku merasakan bahwa tubuhku seperti terbakar, darahku serasa menguap dan kulitku melepuh. Namun ternyata itu hanya sesaat dan tubuhku jadi seperti biasa lagi. Dan setelah itu aku bangun dan sadar dari tidurku.
Flashback End
" Oh jadi begitu. " Kata semua orang kecuali Naruto sendiri.
" Yap. Dan aku baru merasakan bahwa Api biru itu seperti memiliki sensor jika aku sedang dalam keadaan yang terpojok, Maka api itu akan keluar dengan sendirinya. Seperti saat melawan Tou-sama tadi. " Sahut Naruto.
" Ne Aniki. Bukankah besok adalah hari pertunangan dari Rias ? Sebaiknya kita ke dunia Manusia dan menyiapkan pakaian dari peerage kita. " Kata Shikamaru mengganti topic.
" Yah kau benar juga. Ternyata agenda setelah kepulanganku sangat banyak. Baiklah.. Setelah aku tidur nanti kita akan ke dunia manusia untuk membeli berbagai perlengkapan. Di dunia iblis, Pakaian bagus masih ketinggalan Style. " Kata Naruto.
" Dan bisa juga kita membeli perlengkapan bayi. Ne Shino-Chan ? " Tanya Naruto dengan menempelkan pipinya ke pipi istrinya yang kini bersemu merah.
" Te-terserah dirimu Anata. " Balas Shino tergagap dan semua keluarganya mulai tertawa dengan gaya masing – masing melihat tingkah laku dari Naruto dan Shino seperti pacaran saja.
Time Skip. Pertunangan Rias.
Terdapat sebuah mansion yang sangat ramai dengan banyak tamu undangan berkeliaran didalam maupun diluar mansion. Mansion tersebut adalah Mansion Gremory tempat dari Raiser Phoenix dan Rias Gremory bertunangan. Dan sepertinya sesi pertunangan akan dimulai.
" Hadirin sekalian. Hari ini, Aku. Raiser Phoenix, Calon pewaris Clan Iblis Pheonix sangat berbahagia. Hari ini adalah pesta pertunangan antara aku, Raiser Phoenix dengan Rias Gremory. " Setelah mengucapkan nama dari Rias, muncul lingkaran sihir berwarna merah berlambang keluarga Gremory di samping Raiser. Dan tampaklah Rias dengan memakai gaun berwarna serba putih yang kontras dengan rambutnya yang merah crimson itu serta membawa sebuket bunga mawar di tangannya. Tampilan luarnya sangat canti sekali. Tapi sangat berbeda dengan keadaan wajahnya yang ditekuk lesu seakan tak semangat hidup.
" Sepertinya kami datang diwaktu yang tepat " Kata seseorang yang sangat familiar bagi Rias, Akeno dan Sona. Dan mereka bertiga tercekat dan tak bisa berkata apapun ketika melihat seseorang yang berdiri tegap sambil nyengir dengan cengiran khasnya kearah Rias.
" Naruto kun " Teriak ketiga gadis tersebut girang dan langsung menghambur memeluk Naruto dan Rias lalu melupakan Raiser yang geram melihat Pria blonde didepannya.
" Kau kemana saja ? " Tanya Rias masih dalam pelukan Naruto.
" Eto.. Minna. Bisa kalian lepaskan aku ? Jika kalian tak melepaskan aku maka nanti malam terjadi 'kekerasan' terhadapku. " Jelas Naruto tersenyum kecut.
" Kenapa ? " Tanya mereka bertiga kompak lalu melepaskan pelukan mereka masing - masing. Dan Naruto telah merasakan Youki dengan jumlah besar dibelakangnya seperti melambai – lambai ke arahnya. Dan dengan menelan ludah dan menengok ke belakang dengan gerakan patah – patah. Dan yang didapati Naruto adalah Sang istri yakni Shino sedang tersenyum dengan sangat manis sehingga saking manisnya menurut Naruto itu adalah senyum yang mengakibatkan diabetes dan mati. Dengan kata lain itu merupakan senyum iblis sejati.
" Eh.. Siapa dia Naruto kun ? " Tanya Sona bingung melihat Shino yang mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.
" Bisa kau sebut dia adalah Siluman " Jawab Naruto asal dan membuat istrinya menambah intnsitas aura membunuh yang sangat amat kuat.
" Baiklah.. " Balas Naruto yang kini mulai tau apa tindakan yang harus dilakukannya untuk menghilangkan aura itu. Dan Naruto pun mendekat ke arah Shino lalu mencium singkat bibirnya. Dan Aura membunuh yang dipancarkan Shino pun langsung hilang dan kini pipinya bersemu merah karena sedikit malu karena sang Suami menciumnya didepan umum. Dan setelah itu Rias,Akeno dan Sona pun berasumsi bahwa dia adalah kekasih dari Naruto.
" Perkenalkan. Namanya Shino Han. Istri dari Naruto Namikaze " Kata Naruto sedikit keras dan merangkul pundak istrinya dari samping. Dan semua orang terbelalak. Karena melihat Naruto alias pewaris Clan Namikaze yang selanjutnya yang masih terlalu muda dan telah memiliki seorang istri yang mungkin satu tahun lebih muda darinya.
" Hwwooohh… Sugoii Ne Naruto kun. " Pekik Rias dan Akeno
" Tak kusangka kau telah mendahuluiku. " Kata Sona yang sedikit tenang tapi tak dipungkiri dia juga merasa senang karena sahabatnya itu telah memliki seorang Istri.
" OIII… ANIKI. " Teriak 3 pemuda yang lari menuju Naruto dan berhenti tepat di samping Naruto. Dan Rias, Akeno serta Sona pun terkaget.
" Sasu-Chan " Pekik Rias lalu memeluk Sasuke
" Chichi " Pekik Akeno lalu memeluk Itachi
" Shika-Chan " Pekik Sona lalu memeluk Shikamaru.
" Oi kasihan si Pheonix-san itu loh. Kalian berenam tak sopan. Ne Phoenix-san. Aku sebenarnya di sini menggantikan tugas dari Pionku yang kebetulan aku beri tugas ke Okinawa untuk membereskan Rumahku disana. " Kata Naruto sopan kepada Raiser.
" Cih.. Lalu apa tugasmu disini, Namikaze ? " Tanya Raiser dengan angkuhnya.
" Mengembalikan senyum dari sahabatku, Rias Gremory. " Kata Naruto dengan senyum tipis.
" Cih.. Apa yang kau bisa lakukan untuk bisa membuatnya tersenyum, Namikaze ? " Tanya Raiser dengan angkuhnya. Lagi.
" Dengan membatalkan pertunanganmu dengannya. Bagaimana jika bertarung 1 lawan 1. Kau pilih siapa yang melawanmu ? Aku, Itachi, Sasuke atau Shikamaru ? " Tanya Naruto lalu menunjuk saudaranya masing – masing sesuai namanya.
" Hahahaha.. Menarik. Aku memilihmu. Kau yang terlihat paling bodoh dari ketiga orang yang kau tunjuk tadi. " Balas Raiser cepat dengan senyum sinisnya.
" Pilihan yang salah. " Gumam Ketiga saudara Naruto disertai dengan Rias, Akeno dan Sona yang telah mengetahui kekuatan Naruto walaupun tidak seluruhnya.
" Kau dengar gumaman mereka berenam ? Memang akulah yang terlihat paling bodoh. Tapi kau akan menyesal karena memilihku. " Kata Naruto lalu berjalan maju.
" Wah.. wah.. Ternyata Anak dari Minato lah yang melawan Raiser. Menarik " Gumam Lord Phoenix kea rah Sirzech di sampingnya.
" Kau benar. Ini menarik. " Balas Sirzech dan member kode ke Greyfia yang berada disampingnya untuk mengurus Naruto dan Raiser.
Yap.. inilah pertarungan antar Blonde Man.
.
.
.
.
Yosh.. Ini dia Chapter terpanjang. Sebenarnya ini ingin saya buat 2 part. Tapi yah.. lebih baik di jadiin satu aja. Dan Terima kasih atas Respon positif yang para Readers lewat Follow story atao favourite Story dan para Reviewers atas Reviewnya.
Koreksi Typo dan Miss Typo ataupun kesalahan yang lain perlu dilakukan. Dan mohon bantuan bagi para readers untuk mengkoreksi kesalahan yang ada.
Cukup Sekian saja.
Dhika undur diri dulu. (^o^)7
Add Facebook Author : Anggara Mahardhika.
