Yo minna! (^o^)/ Dhika balik lagi. Nah saya sangat senang sekali karena review yang telah diberikan kepada saya telah memeberi ide baru buat saya. Untuk ide baru tersebut sudah saya buat kerangkanya dan tinggal mengetik ceritanya saja. Tunggu saja apa ide bodoh saya itu :D Dan mengenai kenapa Naruto dan saudaranya tidak harem itu agar semuanya focus ke pasangan masing – masing dan tak usah membagi cinta. Di sini baik Naruto maupun saudaranya banyak disukai oleh wanita termasuk para wanita yang jumpa mereka. Tapi mereka hanya akan terpikat pada pairnya masing-masing. Romantis bukan ? :v Yosha! Kita masuk ke ceritanya.
Disclaimer :
Char Naruto : Masashi Kishimoto
Char HS DxD : Ichie Ishibumi
Rate : M
Pair : Naru x OC (Shino), Sasuke x Kuroka, Itachi x Ophis, Shikamaru x Tsubaki.
Genre : Relationship, Romance, ( maybe comedy ) , Family
Warning : Gaje, Abal – abal, Mainstream, Typo or Miss Typo, etc.
.
.
.
.
.
Chapter 4 : Problem
Terlihat sebuah arena seperti tempat bekas peperangan jika dilihat sepintas karena banyak bangunan rusak dimana – mana serta tanah yang banyak kawah kecil dimana – mana. Terlihat disana berdiri dua pria berambut pirang yang sedang bertatapan. Yang pertama yang berambut pirang jabrik yang memakai tuxedo hitam sedang tersenyum kearah lawannya. Lawannya adalah Raiser.
Dan pria kedua berambut blonde juga menatap lawannya yakn Naruto dengan senyum mengejek. Apa yang ada Di Arena bukanlah ulah mereka berdua. Bahkan mereka berdua belum memulai saling menyerang sama sekali. Memang arena yang seperti itulah tempat mereka bertarung.
" Baiklah Raiser. Jika kau bisa mengalahkannya maka Rias akan menjadi milikmu. " Kata Naruto mulai membuka percakapan.
" Cih.. Aku bisa mengalahkanmu hanya dalam waktu kurang dari 10 menit. " Raiser mulai menyombongkan diri.
" Uohh… Souka? Sugoii ne Raiser-Chan " Balas Naruto sambil bertepuk tangan dan nyengir gak jelas. Sementara semua orang yang melihat tingkah laku dari Naruto sweatdrop seketika termasuk Istri, Para Sahabatnya dan Para Maou yang menyaksikannya. Pengecualian untuk para saudarnya yang menutup mata dan manggut – manggut saja seolah mengerti apa yang akan direncanakan Naruto.
' Drama King ' Gumam ketiga saudara Naruto dengan lirih dan menyeringai iblis tanpa disadari oleh Rias, Akeno dan Sona yang kebetulan berada di depan Itachi, Sasuke dan Shikamaru namun mereka ( Rias, Akeno, Sona ) memilih focus kepada pertarungan Naruto.
" Cih.. Apa – apaan kau itu kuning ? Kau meremehkanku.. Brengsek! " Umpat Raiser lalu melesat maju menuju Naruto dan menghadiahi Naruto banyak pukulan yang berlapis api khas Clan Phoenix. Naruto yang sudah terlatih pun dapat menghindari pukulan – pukulan itu dengan menyesuaikan kecepatanya dengan keceptan Raiser. Dan karena lengah dengan tangan Raiser yang sedang keasikan memukul, Naruto lupa kalau musuhnya masih memiliki kaki yang bebas dan Naruto pun terpental sedikit karena tendangan Raiser tadi.
" Ahahaha.. Ternyata kau cukup lengah kuning brengsek. " Kata Raiser dengan tatapan mengejek kepada Naruto.
" Hahahaha.. " Naruto malah tertawa sejadi – jadinya karena perkataan Raiser tadi. Sementara semua orang termasuk Raiser pun tampak cengoh menanggapi tertawanya Naruto.
" Hei Raiser. Siapa yang kau panggil kuning hah ? Aku ? Karena rambutku kan ? Lihat dulu rambutmu. Rambut keluargamu juga. Jika kau mengataiku dengan ' Kuning Brengsek ' … " Naruto megatakannya dengan menahan geli dan membuat nada yang lebih tinggi saat mengucapkan ' Kuning Brengsek ' . Naruto juga menggantung kata – katanya supaya yang melihatnya sedikit mencerna kata – katanya barusan yang sebenarnya cukup untuk menyadarkan Raiser. Tapi Raiser malah tambah geram. Terlihat dari wajahnya yang muncul perempatan dikeningnya dan memasang wajah sangar.
" MAKA KAU JUGA MENGHINA KELUARGAMU " Teriak Naruto melanjutkan perkataannya tadi yang sempat digantung dan sekarang wajahnya jadi serius.
" Cih.. Apa peduliku Kuning! " Dan setelah umpatan itu Raiser membuat bola api seukuran bola voli di kedua telapak tangannya lalu melemparkannya ke arah Naruto dengan sangat cepat ke arah Naruto dan Naruto pun membuat lingkaran sihir defensivenya karena jika menghindarinya saja itu kurang efektif karena tiba – tiba 2 bola api tersebut memperbanyak dirinya sendiri dan melesat cepat ke arah Naruto. Raiser yang memanfaatkan kelengahan Naruto pun melesat cepat dsaking cepatnya, Raiser seperti menghilang dan muncul dibelakan Naruto dengan tinju Apinya siap meninju punggung Naruto.
Dan akibat antisipasinya telah meningkat Naruto dapat menghindari pukulan Raiser dengan menundukkan badanya sambil tangan kanannya tetap menjaga lingkaran sihir defensifnya yang masih mencoba menghalau Bola api yang masih terus melesat dengan sendirinya dan kini bola api itupun sudah menghilang. Dan Momen sepersekian detik itu dimanfaatkan Naruto untuk mengakali musuhnya.
Tangan kiri Naruto mengeluarkan api berwarna merah biasa dan menghentakkannya ke punggung Raiser yang kini seperti hilang keseimbangan karena pukulannya dihindari secara cepat dan seolah akan jatuh. Dan alhasil punggung Riaser terbakar api itu dan melubangi tuxedo miliknya. Dan tanpa disadari Raiser bekas luka dipunggungnya itu yang kini telah menghilang akibat kemampuan regenerasi Clan Phoenix, kini meningglkan aksara fuin. Dan Naruto pun melompat menjauhi Riaser yang tadi dia hentakkan ke tanah. Sehingga menciptakan kawah kecil berdiameter 2 Meter dan sedalam tak lebih dari 1 Meter.
" Ahahaha.. Itukah serangan terkuatmu ? Rasanya seperti kertas yang dilemparkan ke kepalaku " Dan Lagi. Raiser menyombongkan dirinya.
" Ya. Itu salah satu serangan terkuatku yang mengabitkan serangan terlemahku mampu mengalahkanmu " Balas Naruto yang kini terenyum meremehkan Raiser.
" Hanya segitukah kemampuanmu ? Aku tak percaya jika kau mampu mengalahkanku. " Kata Raiser menyombongkan dirinya. Lagi dan lagi.
" Tidak kau salah. Sebenarnya aku hanya akan mengajakmu berbicara baik – baik. Maka dari itu.. " 'Buak' Naruto telah menteleportkan dirinya dibelakang Riaser lalu memukul tengkuknya dengan keras sehingga Raiser pingsan seketika.
" Hei ternyata ini ampuh " Kata Naruto setelah nyengir – nyengir gak jelas tadi.
" Kalau begitu rencanaku sudah tersusun dengan rapi. Tinggal membuat duniaku sendiri. " Gumam Naruto lalu memunculkan lingkaran sihir raksasa di arena. Dan setelah hilangnya lingkaran sihir tersebut menghilang, Arena tersebut sedikit demi sedikit berubah menjadi hutan rindang serta ada sungai yang membelahnya.
" Nah.. Ini cukup dan tinggal finishing touchnya. " gumam Naruto lalu memunculkan lingkaran sihir dilangit. Penonton yang menonton apa yang dilakukan Naruto bingung dengan jalan pikiran Naruto tak terkecuali dengan saudara – saudaranya yang ternyata juga tak paham dengan apa yang akan dilakukan Naruto.
Dan Arena sekarang berubah menjadi pemandangan yang sangat indah. Hutan rindang nan menyejukkan, Air sungai yang mengalir lancer dengan warna jernih kebiruannya. Dan tak lupa terdapat bukit – bukit yang menambah keindahan suasana arena tersebut. Dan kini Naruto dan Raiser yang sedang pingsan berada di pinggiran sungai yang dangkal itu.
Beberapa saat setelah Naruto menikmati dunia yang ia ciptakan sendiri, Raiser mulai sadar dari acara pingsannya.
" Oh ? Kau sudah sadar ? Duduklah disini " Kata Naruto lalu menepuk tanah disampingnya mempersilahkan Raiser duduk. Namun Raiser tak mengindahkan tawaran atau ajakan ataupun perintah dari Naruto tersebut. Malahan Raiser menerjang Naruto dengan sayap apinya serta tinju apinya dan sepersekian detik sebelum Tinju Raiser sempat mengenai wajah dari Naruto, Naruto telah berada 5 meter dibelakangnya.
' Nani ? ' Batin Raiser kaget melihat hilangnya Naruto dalam sekejap.
" Haeh.. Ini adalah dimensiku. Tak ada gunanya kau menyerangku disini. Lebih baik kau duduk dan rendam kakimu. Supaya dinginnya air itu bisa menjalar ke kepalamu dan mendinginkannya. Kau terlalu banyak urusan dengan api. " Kata Naruto santai sambil berjalan melewatinya dan duduk ditempat semula sambil merendam kakinya.
Dan Raiser pun mengikuti kegiatan Naruto. Naruto yang melihatnya pun tersenyum.
" Ne Raiser. Kau tahukan bagaimana sifat dari api itu ? " Tanya Naruto membuka percakapan.
" Aku tau. Kau kira aku ini bodoh apa ? " Bentak Raiser kepada Naruto.
" Yah.. Kau itu bodoh. " Balas Naruto singkat lalu memandangi langit.
" Apa maksudmu brengsek ? " Bentak Raiser lagi dengan tangan terkepal seperti ingin meninju.
"Haah.. Turunkan tinjumu. Kita akan bertarung lagi setelah aku bercerita dan aku telah memberimu pilihan. Kau mengerti ? " Tanya Naruto.
" Hn " Balas Raiser dingin.
" Kau tau ? Sebenarnya Api itu merupakan bagian dari ungkapan emosi dari suatu makhluk. Api kemarahan, Api kebencian, Api cemburu, Api semangat, Dan mungkin masih ada lagi. Intinya adalah api merupakan suatu emosi yang lebih dari emosi yang lain. Maka dari itu Api bisa membakar apapun yang ada didepannya. Dan kecuali ia tak bisa membakar beberapa benda atau suatu hal yang memang tidak bisa ia bakar. Anggap saja kau adalah pengendali api. Pengendali api akan lebih kuat jika telah dikuasai oleh 4 hal. Api kemarahan, Api kebencian, Api cemburu serta Api semangat seperti apa yang aku sebutkan diawal tadi. Api kemarahan, kebencian dan cemburu itu adalah Api yang paling tidak bisa diandalkan karena hanya akan datang dari suatu peristiwa dan dampak negative yang ditimbulkannya. Seperti kau yang sering marah – marah tak jelas. Itu akan berdampak negative padamu. Mangkannya aku tadi menyuruhmu untuk merendam kakimu. Rasanya dingin bukan ? " Naruto mulai berbicara panjang lebarkepada Riaser sementara Raiser kini tampak mendengarkan apa yang dikatakan Naruto secara seksama.
" Y-ya. Kau benar. " Balas Raiser sedikit tergagap karena pertanyaan Naruto yang terlalu mendadak baginya.
" Dan yang terakhir adalah Api semangat. Ini adalah api yang paling bisa diandalkan karena bisa muncul kapan saja ketika hanya melihat sesuatu. Dan jika bisa tak perlu merasakannya. Api inilah yang sering aku gunakan dalam bertarung. Api ini hanya satu dampak negatifnya. Yakni jika terlalu bersemangat, Bisa dibilang itu bukan lagi semangat. Namun itu lebih dekat dengan istilah Maniak. Dan coba kau bakar pohon yang ada didepanmu itu dengan api yang biasa kau keluarkan. " Perintah Naruto di akhir Kalimat.
' Wush.. ' Tanpa babibu Raiser langsung menembakkan api kecil kea rah pohon didepannya dan alhasil pohon tersebut langsung hangus seketika. Dan Naruto pun melihatnya hanya bisa tersenyum saja. Sementara Raiser malah bingung akan arti dari senyuman Naruto itu.
' Wush.. ' Kini giliran Naruto yang membakar pohon didepannya juga dengan menembakkan bola api kecil ke ujung dahan pohon tersebut dan Api tersebut merambat lambat dan setelah beberapa menit pohon yang dibakar Naruto hangus seketika. Dan menyisakan kobaran api yang masih menyala. Sementara milik Raiser tadi tak menyisahkan satu titik api sekalipun.
" Kau tau apa bedanya apiku dengan apimu selain warnanya ? " Tanya Naruto.
" Apimu membekas. Sementara Apiku menghilang langsung. Benar begitu ? " Balas Raiser dan mencoba memastikan kebenaran dari hipotesisnya.
" Ya kau benar. Dan kau tau apa artinya itu ? Api kemarahan akan mudah sekali hilang. Namun api semangat akan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghilangkannya. Dan sekarang apa yang kau pilih ? Semangat atau marah ? dan Bertarung bersamaku atau tidak ? " Dan diakhir kalimatnya, Naruto mengacungkan tinjunya berharap Raiser membalasnya.
" Semangat untuk betarung bersamamu " Balas Riaser dan menyatukan tinjunya bersama Naruto. Kini nampak Raiser telah berubah menjadi pria sejati akibat pembicaraannya dengan Naruto.
" Baiklah tapi sebelumnya aku mohon maaf karena telah membhongimu. Sebenarnya ini bukan dimensi buatank. Aku hanya merombak suasana di arena terkutuk itu tadi. Hehehe.. Gomen ne " Kata Naruto sambil cengengesan gak jelas dan menggaruk kepalanya yang kutuan mungkin.
" Haah.. aku tak sebodoh yang kau kira Naruto. Aku hanya berakting. Bagaimana ? Bagus bukan aktingku ? Aku tak kalah dengan aktingmu " Balas Raiser dengan membusungkan dadanya tanda bangga. Dan penonton yang dari tadi diam pun mengumpat – umpat gak jelas karena tertipu oleh acting dari Naruto dan Raiser yang nyengir – nyengir gak jelas secara bersamaan di arena bertarung.
" Tapi aku tak berakting soal perkataanku tadi. Aku sungguh – sungguh. Kapanpun kau butuh bantuanku, Maka aku akan berusaha akan datang. Karena kita sekarang adalah.. TEMAN " Kata Raiser lalu menjabat tangan Naruto dan Narutopun membalas jabat tangan Raiser.
" Ya kita teman. " Balas singkat Naruto. Dan penontonpun menyoraki Naruto dan Raiser.
" Jadi bagaimana kalau kita mengadu tinju saja untuk memutuskan siapa pemenangnya. Kita gunakan kekuatan penuh dan siapa yang tak sadarkan lebih dulu dia yang kalah. Bagaimana ? " Tawar Naruto lalu melompat ke seberang sungai. Yah.. Karena sungainya hanya selebar 3-4 meter,cukup mudah bagi iblis untuk melompatinya.
" Baiklah. Persiapkan tinju terkuatmu Namikaze. Aku akan mengumpulkan seluruh kekuatanku dan akan memfokuskannya pada 1 tanganku untuk membuatmu tak sadarkan diri. " Balas Raiser dengan semangat lalu mundur beberapa langkah untuk mengambil ancang – ancang.
" Tentu. Jangan salahkan aku jika setelah kita beradu tinju, Kau harus melakukan peregenerasian lebih lama untuk memulihkan lukamu. Baiklah aku siap. " Kata Naruto lalu masuk ke mode full senjutsunya ( Sage Mode ) dan tanpa dia sengaja kedua pergelangan tangannya muncul api biru.
' Nani ? B-bagaimana ini bisa muncul ? Aku harap tak ada dampak yang buruk dengan api ini. ' Batin Naruto.
Sementara Raiser serta semua penonton kaget melihat api milik Naruto terkecuali keluarganya. Para Maou lah yang sangat kaget akan api biru milik Naruto itu. Raiser tak tahu perihal api biru itu tapi dia malah menambah intensitas apinya di pergelangan tangannya.
" Ayo Naruto. Aku tak takut sama sekali dengan api itu. " Kata Raiser.
" RAISER! " " NARUTO! "
Naruto dan Raiser pun kini melompat bersamaan dan beradu tinju dengan sekuat tenaga. Dan alhasil karena Naruto yang memakai senjutsunya, Raiser pun terpental cukup jauh lalu menabrak banyak pohon dibelakangnya dan baru berhenti ketika menabrak tembok pembatas Arena. Pergelangan tangan kananya menerima luka bakar serius akibat api biru Naruto. Kabar baiknya, Api biru Naruto tak menghanguskan Raiser.
Naruto pun melesat ke arah Raiser untuk memastikan keadannya. Dan Raiser pun telah pingsan dengan luka bakar serius di pergelanga tangan kanannya namun kini mulai beregenerasi. Tapi sangat lambat.
Narutopun kembali berjalan membelakangi Raiser bermaksud untuk keluar arena melalui lingkaran sihir. Tapi itu belum terlaksana karena tiba – tiba dia batuk darah lalu ambruk pingsan. Dan penonton yang awalnya bersorak – sorak atas kemenangan Naruto pun bungkam seketika karena sang pemenang langsung ambruk tak sadarkan diri dan mengeluarkan darah. Seketika itu Shino, Sasuke, Itachi, Shikamaru, Rias, Akeno, Sona dan Para Maou menghilang dalam lingkaran sihir masing – masing dan sampai di arena tempat Naruto bertarung. Terlihat Naruto ambruk tertelungkup dengan bercak darah di tanah samping kepalanya.
Dan ke sebelas orang itupun memanggil – manggil nama Naruto tapi tak ada balasan dari Naruto. Dan Shino sebagai istri dari Naruto pun kini menangis sambil memeluk tubuh sang suami. Dan Akeno pun mencoba mengecek keadaan Naruto lewat denyut nadinya. Dan ternyata Naruto hanya pingsan.
" Naruto kun hanya pingsan Shino Chan. Tak usah khawatir. Lebih baik kita membawanya ke rumah. " Kata Akeno lalu berusaha menenangkan Shino.
" Ide bagus Akeno-nee. Tapi lebih baik dibawa ke rumahnya yang ada di dunia Manusia. Karena jika masih berada di dunia bawah maka Kaa-san akan sangat khawatir. Dan Kalian tau kan bagaimana cerewetnya Kaa-san kami jika salah satu dari kami sedang sakit ? " Tanya Sasuke.
" Itu merepotkan " Gumam Shikamaru dan Itachi bersamaan.
Dan Sona, Rias serta Akeno pun terkikik geli karena masih mengingat saat berumur 8 tahun saat Shikamaru sakit, Naruto, Itachi dan Sasuke dibuat kerepotan karena disuruh mengambil inilah itulah. Padahal banyak pelayan di Mansion Namikaze yang siap siaga kapan saja ketika disuruh. Dan alasan 'polos' yang keluar dari mulut ibu – ibu mereka adalah ' Kalian itu bersaudara. Sudah sewajarnya saudara itu saling membantu. '
" Ya aku ingat ketika Bibi Kushina, Bibi Mikoto dan Bibi Yoshino mengomeli kalian. Hihihi… " Balas Rias sambil terkikik geli.
" Ara, ara.. Padahal waktu itu kalian masih kecil. Ufufufufu~ " Balas Akeno dengan logat seperti biasanya namun ini lebih ramah dan tulus lagi.
" Ya aku sangat ingat ketika Shikamaru juga tersenyum puas karena para kakaknya di omeli. Xixixixixi.. " Dan Sona pun mengakhirinya dengan Menahan tertawanya sekuat tenaga. Setelah mendengar perkataan dari Sona, Itachi dan Sasuke pun memandang Shikamaru dengan tatapan serius. Sementara Shikamaru hanya merunduk malu.
" Haeh.. Nostalgianya nanti saja. Sekarang yang lebih baik kita membawa Naruto dulu. " Kata Sirzech melerai.
" Anak muda memang merepotkan. " kata Falbium yang sifatnya 11 : 12 dengan Shikamaru.
Dan Semuanya pun setuju. Itachi, Sasuke dan Shikamaru membawa Naruto melalui lingkaran sihirnya. Dan tak lupa memberikan alamat Rumah Naruto. Dan semuanya pun menghilang dalam lingkaran sihir masing – masing menuju rumah Naruto.
Di Rumah Naruto
Kini terlihat Naruto yang berbaring di kamarnya di dunia manusia dengan pakaian yang sudah berganti menjadi piyama. Para peerage nya terlihat tampak khawatir dengan keadaan tuannya itu. Terkhusus lagi sang Istri. Shino.
" Sudahlah Nee-Chan. Lebih baik dirimu membiarkan Aniki istirahat. Dia itu kuat. Besok pasti sudah sembuh. " Kata Itachi berusaha menenangkan Shino yang tampak masih khawatir dengan keadaan Naruto.
" Lebih baik kita ke ruang keluarga. Kami akan mengenalkan masing – masing orang yang belum anda ketahui. " Kata Sasuke sopan.
" Baiklah. " Shino pun hanya membalas lirih perkataan dari saudara – saudara Naruto. Dan seluruh peerage Naruto dan Shino pun kembali ke ruang keluarga yang kini sudah ada Sirzech dan Serafall ( Karena Ajuka dan Falbium disuruh kembali untuk mengurus pemerintahan sebentar. ) serta Rias, Akeno dan Sona yang merupakan sahabat dari Namikaze bersaudara itu.
Mindscape Naruto.
" Haah.. Ternyata aku tadi pingsan. Dan aku tebak ini ada didalam pikiranku sendiri. " Gumam Naruto sendiri.
' Hahahaha… ' Terdengar tertawanya seseorang namun Naruto tak tahu siapa itu. Dan yang dilihatnya hanyalah seseorang yang berdiri memakai jubah berwarna hitam dengan rambut biru dongker dan memakai pakaian yang sangat mewah.
" Siapa kau ? " Tanya Naruto dengan nada tinggi.
" Aku ? Kau bisa memanggilku.. Satan " Kata orang itu yang ternyata adalah Satan.
" Apa maumu ? " Tanya Naruto lagi yang kini terlihat lebih santai.
" Ho.. Ternyata kau santai juga. Aku hanya ingin merasakan kekuatanmu. Itu saja. Dan berkenanlah untuk bertarung denganku. " Dan setelah itupun Satan dan Naruto seperti berada di suatu dimensi yang hanya bertumpuan tanah berumput dan langit mendung.
Naruto sempat terkejut karena perpindahan dimensi yang sangat cepat itu.
' Satan gitu loh! ' Batin Naruto girang karena kerennya Satan mungkin. Authorpun tak tau.
" Tenang saja. Kau hanya akan meraskan sakit disini. Tapi tidak di kehidupan nyatamu. Bisa dibilang ini hanyalah mimpi buruk biasa tanpa kau bisa terbangun dengan mudah. Kecuali aku yang membangunkanmu. " Kata Satan lalu terlihat melakukan peregangan otot.
" Baiklah. Aku terima itu. " Balas Naruto lalu mengaktifkan Sage Modenya dan melesat mencoba memberikan pukulan yang berdampak buruk bagi organ dalam itu bertubi – tubi ke tubuh Satan tapi Satan juga membalas pukulan itu dengan pukulannya seolah kekuatannya setara. Dan malah kini Naruto yang terpental karena kurang waspada.
" Lumayan untuk pengguna senjutsu. " Kata Satan lalu menembaki Naruto dengan Laser hitam dengan ukuran laser sebesar tiang bendera. Naruto pun hanya bisa menghindarinya karena kecepatan laser tersebut di atas rata – rata. Dan Naruto tak sempat membuat sihir defensifnya. Untung bagi Naruto yang juga memiliki kecepatan di atas rata – rata sehingga menghindari laser tersebut cukup mudah.
" Kau cepat juga ternyata. " Kata Satan santai dan tiba – tiba dia sudah terkurung diantara puluhan atau mungkin ratusan lingkaran Sihir kecil yang mengelilinginya kecuali di bawah kakinya itu dan telah menembakan laser berwarna kuning dari masing – masing lingkaran sihir tersebut. Narutolah yang melakukannya. Cukup sulit membuat lingkaran sihir kecil sebanyak itu. Sehingga perlu energy ekstra untuk membuatnya dengan cepat. Dan ketika laser tersebut sepertinya telah menyentuh target, Ledakan pun terjadi bertubi – tubi mengingat jumlah laser yang menyerang Satan sangat banyak dan menimbulkan kepulan asap yang besar. Naruto cukup bisa tersenyum senang karena usahanya tak sia – sia. Namun senyuman itu seketika pudar ketika dia mendengar suara tawa itu lagi. Dan setelah kepulan asap itu hilang terlihatlah sosok Satan yang berdiri gagah tanpa bekas luka sedikitpun. Bajunya pun masih utuh.
" Hmm.. Kau tahu ? Rasanya seperti bermain petasan didalam tadi. " Kata Satan Santai sambil mengelus kepalan tangannya.
" Yah kapan – kapan aku akan mencob... " Balas Naruto tak kalah santai tapi terpotong karena Naruto sudah terpental cukup jauh karena pukulan Satan yang sangat kuat ditambah kecepatannya yang belum sempat tertangkap oleh mata Naruto. Dan Narutopun berhenti ditanah dengan posisi terlentang sambil mengelus wajahnya yang terkena pukulan Satan. Untung saja dia dalam Sage Mode. Jika tidak maka bisa dipastikan jika dia sekarang sudah sekarat. Namun Naruto tak bisa bernafas lega karena Satan sudah berada diatasnya dan menghujam perutnya dengan tinjunya lagi dan terjadi ledakan yang cukup besar karena ulah Satan tadi. Kini Naruto terbaring di tengah kawah sedalam 10 meter dengan lebar 5 meter dengan kondisi yang kurang baik. Debu – debu sisa ledakan beterbangan menambah efek buruknya kondisi Naruto.
Satan kini sedang berada di Atas kawah tersebut dengan masih memandangi Naruto.
" Jadilah kuat. Kalau kau kuat dan mampu mencabut nyawaku maka aku akan menghilang dari dunia manapun dan tak akan kembali. Jika aku kembali maka Kami-sama lah yang menyuruhku. Dan perlu kau ketahui. Saat aku hidup, Tak ada makhluk apapun yang mampu mengalahkanku kecuali Kami-sama. Yang ada hanya mampu mengimbangiku, Itupun perlu bantuan. Dan satu lagi. Aku akan keluar dari tubuhmu dan akan menjadi diriku lagi dengan wujud manusia biasa dan baru akan muncul kembali setelah aku bersama saudaraku bangkit. " Kata Satan lalu menghilang begitu saja tanpa menyisahkan bekas dan kini Naruto mulai bangkit dan mencerna perkataan dari Satan tersebut.
" Ini akan merepotkan. " Gumam Naruto.
Tak lama setelah itu Naruto pun sadar dari pingsannya. Naruto kini tampak memegangi kepalanya yang pusing entah mungkin efek dari pingsan secara tiba – tiba itu. Dan terakhir kali Naruto ingat, Dia berada di arena pertarunganya dengan Raiser. Tapi yang kini didapatinya adalah pakaian piyama warna biru safir serta suasana kamarnya di dunia manusia. Karena mendengar kegaduhan di lantai bawah Naruto pun turun ke bawah. Tapi dia mempunyai rencana lain. Narutopun menggunakan Hiraishinnya dan dia langsung berada di depan pintu rumahnya. ' tok tok tok ' Terdengar 3 ketukan pintu di daun pintu dan suara seorang wanita atau lebih tepatnya gadis yang membalasnya terdengar tak bersemangat.
" Sia.. pa ? NARUTO KUN " Teriak gadis itusetelah mendapati sosok yang mengetuk pintu itu adalah sang suami dan gadis itu alias Shino langsung memeluknya dan terisak di pelukan sang suami.
" Tadaima. Tsuma. " Kata Naruto lembut sambil mengelus punggung sang istri yang bergetar karena menangis.
" Hks.. Hiks.. Okaeri Anata. Hiks.. " Balas Shino lirih sambil tetap terisak. Dan Seluruh peerage Naruto termasuk saudara – saudaranya telah tiba di depan pintu masuk ( didalamnya ) Karena kaget mendengar teriakan Shino. Termasuk Sirzech, Serafall, Rias, Akeno dan Sona yang bertamu tadi.
" Okaeri. Jagoan. " Kata Saudara – saudara Naruto sedikit lirih.
" Okaerinasai. Naruto-sama. " Kata para peerage Naruto tampak senang dan terharu karena tuan mereka baik – baik saja.
" Okaeri Naru-tan " Kata Serafall sedikit menitikan air mata.
" Okaeri Naruto kun " Kata Sirzech,Rias,Akeno dan Sona yang tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Maaf atas telat updatenya. Terima kasih bagi para readers yang telah meluangkan waktunya hanya sekedar untuk memberikan review. Dan mohon maaf jika pertarungan yang kurang menarik. Saya akan berusaha semaksimal mungkin supaya pertarungan yang akan terjadi jadi semakin menarik.
Sekali lagi saya mohon bantuannya bagi para readers untuk mengoreksi kesalahan – kesalahan yang ada pada fic saya ini. Review itu berharga bagi Author sebagai penyemangat Author dalam menulis Cerita.
Sampai disini dulu dari Dhika. Mohon maaf karena tak bisa membalas Review dari para Readers.
Jaa~!
Dhika Out!
