Yo Minna (^o^)/ Ketemu lagi dengan Dhika. Saya punya bocoran sedikit mengenai rencana nista saya untuk membuat satu Chapter ful dengan Lemon :v Rencana buatnya sih sehabis lebaran. :D Dan selamat menikmati Cerita saya.
Disclaimer :
Char Naruto : Masashi Kishimoto
Char HS DxD : Ichie Ishibumi
Rate : M
Pair : Naru x OC (Shino), Sasuke x Kuroka, Itachi x Ophis, Shikamaru x Tsubaki.
Genre : Relationship, Romance, ( maybe comedy ) , Family
Warning : Gaje, Abal – abal, Mainstream, Typo or Miss Typo, etc.
.
.
.
.
.
Chapter 5 : New live in new world. Human world.
Pagi hari yang cerah dengan sedikit awan putih yang menghiasi langit kota Kuoh setelah 3 bulan kejadian pingsannya Naruto. Cerahnya hari ini sama seperti cerahnya hari dari Naruto. Tapi merupakan siksaan juga bagi Naruto. Istrinya yang sekarang sedang hamil, Kini sedang berada di rumah sakit di dunia bawah karena sedang melahirkan anak pertamanya. Kenapa Naruto tersiksa ? Karena saat ini Istrinya sedang menjerit kesakitan akibat proses melahirkan dan untuk melampiaskannya, Shino menjambak – jambak rambut Naruto yang berada di sampingnya yang dari tadi hanya bisa menyemangati Shino. Dan setelah itu terdengarlah suara tangisan bayi yang berada dalam gendongan seorang suster di ruangan itu.
" Selamat Namikaze-sama. Anak anda sudah lahir dan berjenis kelamin laki – laki. " Kata suster tersebut sambil menyerahkan bayi laki – laki berambut hitam jabrik tipis itu ke gendongan sang Ibu. Shino.
" Dan dengan ini, Aku telah resmi menjadi seorang ayah. " Kata Naruto menitikan air mata kebahagiaan sambil mengelus rambut sang anak yang kini sudah tertidur dalam gendongan sang ibu.
" Dan dengan ini juga aku telah resmi menjadi seorang ibu. Arigato Naruto kun. Hiks.. Hiks.. " Kata Shino yang juga menangis bahagia.
Dan setelah itu seluruh keluarga Namikaze termasuk senseinya juga datang untuk melihat Anak dari Naruto.
" Omedeto, Aniki. " Kata 3 adik Naruto.
" Omedeto, Sayang. " Kata ketiga ibu Naruto.
" Omedeto, Naruto. Kau sekarang telah menjadi ayah. Kau harus lebih sering menghabiskan waktumu dengan anakmu kelak. Jangan seperti ayahmu ini. " Kata Minato sedikit menyesal dan Naruto pun hanya menepuk pundaknya dan menenangkannya.
" Tak kusangka kau sudah mempunyai anak diumurmu yang masih muda Naruto. Tapi baguslah. Buatlah lebih banyak lagi. " Kata Jiraiya dan semuanya pun Sweatdrop dengan ucapan Jiraiya itu,
" Omedeto. Naruto. " Kata Orochimaru dengan menyalami Naruto.
" Omedeto, Naruto kun. Cucu nenek sudah menjadi ayah sekarang. Dan aku sudah tak sabar lagi untuk mengurus anakmu itu Naruto kun. " Kata Tsunade sambil memeluk Naruto namun kali ini hanya pelukan biasa saja. Bukan pelukan yang mematikan.
" Arigato minna. " Balas Naruto dengan senyum bahagia dan menghapus air matanya yang mengalir dipipinya.
" Ne Shino chan. Kau namakan siapa anakmu ? " Tanya Tsunade ke Shino yang sedang menyusui anaknya.
" Bagimana kalau Kaito. Kaito Namikaze. " Tawar Naruto tepatnya kepada seluruh orang yang ada diruangan itu.
" Itu bagus. " Kata Shikamaru sambil manggut – manggut.
" Terserah padamu. " Kata Sasuke cuek.
" Aku setuju. " Kata Itachi.
" Aku, Orochimaru dan Minato menyerahkan urusan nama padamu Naruto. Yang terpenting nama itu adalah nama itu bukan nama yang buruk kami terima saja. " Kata Jiraiya mewakili Orochimaru dan Minato.
" Kami setuju " Kata ketiga Ibu Naruto kompak.
" Nama yang bagus, Bagaimana denganmu Shino chan ? " Tanya Tsunade dan dibalas anggukan oleh Shino.
" Yosh..! Selamat datang di keluargamu, Kaito. " Kata Naruto sambil memeluk Istrinya dan tentu saja anaknya yang berada digendongan istrinya. Naruto berusaha agar anaknya tetap nyaman disana.
" Baiklah aku akan membuat pesta yang besar di Mansion Namikaze. Kalau begitu aku pulang dulu Naruto. Untuk menyiapkan semuanya. " Kata Minato lalu menghilang dalam lingkaran sihir.
" Ide Bagus Tou-san " Balas Naruto setelah Minato menghilang.
" Aku akan membantunya. Pastikan pulang sebelum makan siang Naruto. " Kata Kushina lalu membuat lingkaran sihir. Dan menunggu Mikoto dan Yoshino yang ingin pamit juga kepada dan Shino.
" Shino chan. Aku akan membelikanmu segala kebutuhanmu dan bayimu nanti. Jadi aku pergi dulu. " Kata Mikoto lalu menghampiri Kushina.
" Dan untukmu Naruto. Jaga baik – baik istrimu di Dunia manusia nantinya. " Nasehat Yoshino lalu menghampiri Kushina dan Mikoto dan menghilang dalam lingkaran sihir.
" Hai' Hai' Kaa-san " Balas Naruto.
" Kurasa aku juga harus membantu Minato. Kami pulang dulu Naruto. " Kata Jiraiya lalu menghilang dalam lingkaran sihir diikuti Orochimaru.
" Aku pulang dulu Naruto kun. Aku akan memastikan bahwa pesta itu akan menjadi pesta yang sempurna. " Kata Tsunade.
" Arigato Baa Chan. " Balas Naruto dan tsunade pun hanya mengangguk dan menghilang dalam lingkaran sihir.
" Kami akan mengundang Clan – clan yang beraliansi dengan kita untuk datang ke pestamu Aniki. " Kata Itachi.
" Hmm.. Ya baiklah. Dan tolong jangan lupa mengundang Raiser. " Kata Naruto.
" Hai' " Balas ketiganya lalu menghilang dalam lingkaran sihir.
" Nah Shino Chan. Lebih baik kita pulang dulu. Kau tak usah bergerak. Aku akan menteleportmu tepat diatas ranjang Kamar kita. Tapi sebelumnya aku akan bertanya ke suster dulu. " Kata Naruto. Dan Shino hanya bisa tersenyum dan mengangguk kepada Naruto. Dan Naruto pun keluar untuk meminta ijin pada Suster untuk pulang dan akhirnya Naruto dan Shino + anaknya pun pulang ke Mansion Namikaze.
Hari Pesta.
Pusat kota Clan Namikaze sedang berlangsung pesta yang amat sangat besar. Para penduduk tampak bersuka cita menyambut keturunan utama atau keturunan bangsawan Clan Namikaze yang baru lahir beberapa hari yang lalu. Pesta di buka untuk umum, Penjagaan dilonggarkan. Bahkan Gubernur malaikat jatuh yakni Azazel pun ikut diundang. Walaupun begitu para iblis tak memperdulikan status yang melekat pada para tamu. Sekalipun itu malaikat jatuh. Yang terpenting pesta masih terselenggarakan dengan baik. Azazel merupakan tamu kehormatan dari Jiraiya karena mereka berdua merupakan dua kolega hentai yang kini sedang merancang buku nista yang akan keluar 3 seri sekaligus. Pembuatan buku it- Ah sudahlah.. Hal ini cukup nista. Jadi kita skip aja penjelasan tentang buku 'sakti' itu. Kenapa buku itu sakti ? Alasannya karena sudah pasti mampu membuat Sekiryutei penggemar Oppai alias pion dari seorang Rias Gremory mampu melipat gandakan kekuatannya hingga overpower. Ini sudah diteliti oleh Jiraiya dan Azazel sendiri. Oh ok kita skip juga yang ini.
Tamu – tamu penting berpakaian jas rapi telah datang satu persatu melalui lingkaran sihir clan masing – masing termasuk para Maou yang diundang oleh Minato, Sang pemimpin clan dengan perantara Itachi, Sasuke dan Shikamaru. Namun yang datang hanyalah Sirzech, Serafall dan Ajuka. Falbium memilih tidak datang karena cukup kerepotan akan tugas yang dilimpahkan Sirzech. Sahabat Naruto yakni Rias + Akeno dan budaknya. Dan Sona serta Tsubaki, Karena para budaknya tak bisa datang,karena alasan sesuatu.
Dengan Rias dan Sona.
" Ano Buchou ? Yang mana yang namanya Naruto itu ? " Tanya Issei yang bingung tak tau yang mana yang namanya Naruto karena saat Pertunangan Rias dia malah terbaring sakit.
" Oh kau penasaran Issei kun ? Carilah pemuda yang berambut blonde. " Kata Rias cukup singkat lalu lanjut berbincang dengan Sona dan Akeno.
Sementara Issei pun celingak – celinguk memantau pemuda berambut kuning yang dikatan Buchounya bahwa dialah yang menyadarkan Raiser. Tapi dia malah melihat sosok yang pernah mengalahkannya yakni Raiser dengan melempar senyum ramah ke arah Issei. Dan Issei pun mentapnya jijik. Dan Raiser pun mendekat ke arah Issei dan teman – temannya.
" Yo Sekiryutei. Apa kabar ? " Tanya Raiser sambil memegang segelas wine.
" Cih, jangan sok baik. " Issei pun mendengus kesal dan membuang muka ke arah samping, Dan Raiser pun tahu situasi apa yang sedang terjadi.
" Jadi kau masih dendam padaku. Aku minta maaf akibat perbuatanku dahulu dan kau pantas menyimpan dendam padaku. Tapi aku mempunyai seorang teman, oh iya tepatnya teman iblis yang menceramahiku bahwa Dendam akan menyebabkan lingkaran kebencian tetap terbentuk. Setidaknya itulah yang pernah dia katakan padaku. " Kata Raiser lalu meneguk wine nya sedikit.
" Hoo.. Jadi siapa 'iblis sakti' yang mampu menyadarkanmu ? " Tanya Issei dengan senyum mengejek dan mengucapkan kata 'iblis sakti' dengan penekaan yang berbeda dari kata sebelumnya maupun sesudahnya.
" Namanya Naruto. " Balas Raiser singkat lalu melenggang pergi ke arah Jiraiya, Azazel Orochimaru, Minato, Sirzech dan Ajuka yang sedang mengobrol asik sambil bercanda bersama.
Sementara Issei masih diam membisu karena tak percaya bahwa orang yang pernah atau sering diceritakan oleh Rias dan Akeno kepadanya itu mampu menyadarkan Raiser. Iblis sombong dan angkuh yang dibencinya itu menjadi sosok laki – laki sejati yang selalu ramah pada semua orang. ' Seberapa baiknya Naruto itu ? ' Batin Issei yang masih terngiang – ngiang di kepalanya dan baru sadar setelah seseorang menepuk pundaknya.
" Issei kun. Kau mencari Namikaze sama bukan ? dia ada disini. " Bisik teman Issei yakni Kiba dan menyadarkan Issei dari batinnya. Reflek Issei membalikan badan dan mendapati seorang pemuda tinggi berambut blonde sedang tersenyum kearahnya.
" Ara.. ara.. sepertinya kau terlalu asik berpikir mesum, Issei kun. Sampai – sampai orang yang kau cari dari tadi yang sudah hadir malah tak kau perhatikan. " Kata Akeno ikut menyadarkan Issei.
" Yo Sekiryutei. " Sapa Naruto ramah kepada Issei yang masih tak bisa melepaskan pandangannya dari Naruto dan tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
" Issei kun. Inilah Naruto, Orang yang sering Aku, Akeno dan Sona bicarakan. " Kata Rias sambil berdiri dsamping Naruto dan menunjuknya dengan jempolnya.
Dan Issei masih terdiam. Teman – teman Issei, Rias, Sona, Akeno, Tsubaki dan Naruto pun bingung karena Issei yang masih diam. Dan sepertinya tanda – tanda Issei yang ingin berbicara pun mulai tampak.
" Na-.. " Perkataan Issei pun terpotong karena gugup dan kini dia tertunduk.
" Hmm ? " Naruto nampak memiringkan kepalanya sedikit karena bingung dengan maksud Issei.
" Namikaze-sama. Bagaimana rasanya 'punyamu' masuk ke 'punya' dari Istrimu ? " Tanya Issei lirih sambil berlinang air mata. Tapi walaupun lirih Asia, Koneko, Kiba, Rias, Akeno, Sona, Tsubaki, dan Naruto masih dapat mendengarnya. Tampak perempatan urat syaraf menyembul dari kening Sona, Tsubaki dan Koneko. Rias, Akeno, Asia, Kiba dan Naruto yang sweatdrop. Dan akhirnya Koneko pun menghajar Issei dengan sepenuh hati.
" Haah.. Maafkan budakku itu Naruto kun. Dia memang sifatnya sama dengan Jiraiya Oji-san. " Kata Rias
Dan Jiraiya yang sedang duduk merebahkan dirinya punggung sofa karena mabuk malah bersin – bersin ala kakek tua.
" Oi Jiraiya, Kau penyakitan hah ? " Tanya Azazel yang kini sedang mabuk juga.
" Tidak, Sepertinya aku sedang dipikirkan oleh gadis yang berdada besar. Hehehe.. " Kata Jiraiya dengan Senyum mesumnya. Dan Azazel yang mendengarnya pun tertawa terbahak – bahak karena perkataan Jiraiya. Dan Orochimaru, Minato, Sirzech dan Ajuka yang mendengarkan pembicaraan dari Jiraiya dan Azazel pun Sweatdrop dengan obrolan mesum khas mereka berdua.
" Hahaha.. Dada besar memang indah " Kata Azazel dan senyum mesumnya.
" OPPAI DAISUKI! " Seru 2 orang mabuk itu sambil mengangkat salah satu tangannya.
Dan pendengaran spesial milik Issei pun mendengar kata Oppai langsung sadar dari keterpurukannya setelah dihajar Koneko dan menangis lebay karena ada juga orang yang sama dengannya.
" Untung saja kita jauh dari orang – orang awam. " Kata Ajuka masih Sweatdrop melihat perbuatan aneh yang sekarang sedang dilakukan Azazel dan Jiraiya yang sedang mabuk itu seperti melakukan tarian khas mereka dan bergumam 'Oppai, Oppai' terus menerus.
" Yah kau benar Ajuka-san. Bisa – bisa reputasimu sebagai salah satu Maou bisa turun gara – gara ulah mereka. " Kata Minato yang juga menatap aneh ke arah jiraiya dan Azazel.
" Salah satu Sannin Iblis yang memalukan. " Gumam Orochimaru tertunduk.
" Me-mereka pasangan yang cocok. " Kata Sirzech yang juga masih sweatdrop dengan alasan yang sama dengan Ajuka.
Dengan Naruto.
" Baiklah perkenalkan namaku Naruto Namikaze. Salam kenal Sekiryutei. " Kata Naruto memperkenalkan diri secara singkat dengan menjabat tangan Issei yang kini sudah sadar dan bangun dari acara ambruknya tadi.
" Perkenalkan Namaku Hyoudo Issei, Namikaze-sama. Senang berkenalan denganmu. " Balas Issei memperkenalkan diri juga.
" Ah.. Jadi namamu Issei ? Kudengar kau memeiliki sifat yang sama dengan orang yang disana. " Kata Naruto lalu menunjuk Jiraiya dan Azazel yang sedang menari – nari tak jelas.
" E-eto.. Mu-mungkin saja. " Kata Issei tertunduk. Dan Naruto pun tertawa kecil melihat eksprei Issei itu.
" Tak usah dianggap serius. Ngomong – ngomong jangan memanggilku Namikaze-sama. Panggil saja aku Naruto-senpai. Karena aku juga akan bersekolah di Kuoh academy. " Kata Naruto. Dan Akeno, Rias dan Sona pun merengsek berjejer bertiga menghadap Naruto dengan mata melebar dan muka di imut – imutkan tak terkecuali Sona yang menunjukan sifatnya yang lain kepada sahabtnya itu.
" Hontouni ? " Tanya Akeno, Rias dan Sona dengan kompaknya.
" Y-ya.. Tapi kalian jangan seperti itu. " Kata Naruto sambil menjauhkan Rias, Akeno dan Sona dari hadapannya.
" Ne Issei. Lebih baik atau untuk sementara kau jangan bergaul dengan kedua kakek – kakek itu. Mereka untuk sekarang belum mencapai kenormalan. Hanya dalam pesta ini sih, soalnya aku menyediakan minuman – minuman beralkohol juga untuk para tamu. Tapi menurutku jika kau sudah mengenal mereka, bisa dipastikan libido 'spesial' mu itu akan tercurahkan. " Nasehat Naruto panjang lebar.
Dan Issei pun cepat connect dengan arah pembicaraan Naruto dan bersujud menyembah – nyembah Naruto. Naruto yang melihatnya pun sweatdrop karena Issei sama anehnya dengan senseinya yakni Jiraiya.
" Arigatou Senpai. Arigato Senpai " Kata Issei sambil bersujud itu.
" O-oh.. iya " Balas Naruto salah tingkah.
Semntara di dalam Neraka yang paling bawah.
" Satan-sama. Anda sudah bangkit ? " Tanya salah satu orang berjubah hitam yang apabila di nilai dari suaranya, dia adalah seorang laki – laki.
" Oh.. Bisa dibilang begitu. Jadi mana tempat penyegelan 'nya' ? " Tanya Satan dengan nada berbeda di bagian ' nya ' itu.
" Mari ikut saya kami. " Kata seseorang berjubah hitam yang lain lagi dan suaranya seperti perempuan namun terdengar datar dalam pengucapannya.
Satan pun mengikuti 2 orang berjubah didepannya yang menunjukan jalan padanya. Tak perlu lama lagi, Satan dan 2 orang berjubah itu sampai di tempat yang diinginkan Satan. Terlihat di depannya kini ada sebuah kendi setinggi 1 meter di depannya yang dikelilingi api hitam di pinggirnya.
" Haah.. Amaterasu memang menyebalkan. Kenapa saudaraku disegel ? " Tanya Satan sambil bersidekap tak senang.
" Alasannya karena Saudara anda sulit untuk dimusnahkan, Satan-sama. Maka dari itu Kami-sama mengutus Dewi Amaterasu untuk menyegelnya dengan Api hitamnya dan hanya mampu di buka dengan menghilangkan api hitam itu dengan api biru milik anda. Dan Kami-sama. Mencabut jiwa anda agar kelak anda tak bisa membangkitkan saudara anda. " Kata laki – laki berjubah hitam dibelakang Satan yang tadi ikut mengantarkannya.
" Tapi Kami-sama tak menyangka bahwa jiwa anda mampu bereinkarnasi dengan sendirinya. Sebenarnya ada dewa yang diutus untuk mencari anda dan memusnahkan anda. Tapi dewa itu sulit menemukan anda karena anda mampu keluar dari tubuh inang anda dan pergi ke lain tubuh bahkan ke tubuh bayi sekalipun. " Kata Wanita berjubah hitam di samping pria tadi dengan nada datarnya.
" Hmm.. Apa kalian tau siapa dewa itu, Hiro ? Himeka ? " Tanya Satan kepada 2 orang tadi yang laki – laki teridentifikasi bernama Hiro dan yang perempuan bernama Himeka.
" Sayangnya kami masih belum tau tuan. " Balas Hiro cepat.
" Yang kami ketahui, Dewa itu memiliki mata yang aneh. Itu saja. " Sambung Himeka cepat.
" Mata aneh ya ? Hmm.. Omoshiroi " Kata Satan sambil mengusap – ngusap dagunya seperti berfikir.
" Ah sudahlah.. Jika aku dan saudaraku bersatu tak ada yang bisa mengalahkan kami.. Hahahaha.. " Dan Satan pun tertawa dengan jahatnya.
" Baiklah aku mulai ritualnya. " Kata Satan lalu membuat kobaran api hitam di sekeliling kendi itu berangsur – angsur berubah menjadi api biru dan menghilang secara bertahap.
Setelah api biru itu menghilang seluruhnya Satan membuat lingkaran sihir di atas tutup kendi itu dengan lambang Kepala makhluk bertanduk di polanya.
'[ Wahai mega yang tak bermoral ]'
'[ Aku menantangmu dengan kebangkitan saudaraku ]'
'[ Menyatunya diriku dengan kekuatan tanpa batas ]'
'[ Tuhanpun akan ku musnahkan bersama eksistensinya ]'
'[ Bangkitlah saudaraku ]'
'[ Temani aku merubah dunia ini menjadi Jahat ]'
'[ Sejahat Tuhan yang telah menghukum kita ]'
'[ Bangkitlah.. Eternal Armored Tengu ]'
Dan setelah Satan mengucapkan kalimat – kalimat itu, Cahaya menyilaukan muncul seiring berputarnya lingkaran sihir di atas tutup kendi itu. Dan sedikit demi sedikit keluarlah aura biru dari dalam kendi tersebut dan perlahan – lahan membentuk sesosok Pria yang memiliki hidung sedikit panjang dengan Armor Samurai lengkap dan membawa pedang dan seluruhnya berwarna biru transparan dengan mata berwarna biru menyala.
" Sudah lama sejak pedangku ini dibasuh oleh darah kotor makhluk selain bangsa kita. Nii-sama. " Kata sosok biru itu dengan suara berat dan besar itu kepada Satan.
" Kau benar Tengu. Tapi kabar buruknya mereka atau lebih tepatnya bangsa kita generasi sekarang hampir mencapai perdamaian dengan membentuk aliansi antara bangsa selain bangsa kita. " Kata Satan.
" Apa ? " Tengu yang mendengar itu berteriak tak percaya.
" Dimana Keturunan Iblis Maou lama yang mendukung kita ? " Tanya Tengu sedikit membentak dan mengepalkan tangannya.
" Mereka sudah di kalahkan oleh golongan Maou baru yang ingin membentuk aliansi dengan Malikat dan Malaikat Jatuh, Tengu -sama. " Balas Hiro sambil bersimpuh hormat terhadap Tengu.
" Brengsek. Iblis yang tak tau diuntung. Nii-sama, Sebaiknya kita bergerak cepat. " Kata Tengu kepada Satan.
" Tunggu dulu. Kita akan mengumpulkan iblis – iblis keturunan Maou lama yang masih tersisa untuk berperang melawan aliansi yang terbentuk itu. Dan aku mempunyai informasi bahwa salah satu petinggi malaikat jatuh yang bernama Kokabiel akan membuat keributan di salah satu kota di Jepang. Sebaiknya kita memantau siapa lawannya dan kita muncul untuk memperingatkan mereka. Dan kita serang mereka setelah kita siap. " Kata Satan.
" Tapi bukankah itu akan membutuhkan waktu yang lama ? Lebih baik kita menghabisi mereka sekarang. " Balas Tengu yang sama sekali tak sabar.
" Tak usah tergesa – gesa. Kau akan kujadikan kartu as ku untuk menghabisi seluruh pasukan mereka sementara aku mengurus pemimpin mereka. Kabarnya Sekiryutei berada di fraksi Iblis. " Sambung Satan.
" Baiklah kalau begitu aku akan mencoba bersabar. " Balas Tengu menurunkan hawa kemarahannya.
" Haah.. Untuk semntara kita tak usah brgerak dulu dan tak usah mengawasi mereka. Perkembangan mereka bisa dibilang jauh dari kata seimbang jika kita bersatu. " Kata Satan. Dan mendapat anggukan dari Tengu, Hiro dan Himeka.
Beberapa hari kemudian.
" Untuk sementara anda jangan ikut kami sekolah dulu Shino-nee. Lebih baik anda mengurusi Kaito sampai dia tumbuh sedikit lebih besar seumuran Anak 7 tahun dan bisa mandiri. "
" Tapi Itachi.. "
" Tenang saja.. Menurut analisaku 1 Minggu lagi Kaito sudah bisa berubah ke bentuk anak berumur 7 tahunan Shino Chan. Tak usah khawatir. Bukankah keistimewaan dari Clan Yoko adalah pada beberapa hari pasca lahir, mereka bisa langsung berubah ke bentuk anak 7 tahunan. Dan akan perlu waktu beberapa tahun lagi untuk berubah ke bentuk remaja 14 tahunan. Setidaknya itu yang pernah aku dengar dari Tou-sama. " Kata Naruto sambil memakai sepatu untuk pergi ke sekolah.
" Ba-baiklah.. Tapi ingat ya Naruto kun. Jika kau main mata dengan gadis lain maka kau tak bisa merasakan masa depan. " Kata Shino dengan menggembungkan pipinya dan berusaha mengancam Naruto. Naruto pun terkaget dan sweatdrop mendengar ancaman dari sang istri.
" Ya-yah.. Aku tak akan main mata. Aku bersumpah. " Balas Naruto gugup.
" Baiklah aku percaya. Dan untuk memastikannya.. " Shino menggantung ucapannya lalu menatap Sasuke dan Shikamaru.
" Sasuke, Shikamaru. Kalian awasi Aniki kalian agar tak main mata. Jika kalian mendapati Aniki kalian main mata. Tolong siksalah dia dengan sepenuh hati. Dan untukmu Naruto kun.. " Setelah mengucapkan nama sang suami, Shino kembali menatap sang suami.
" Ha-hai' ? " Gumam Naruto.
" Kau juga harus menerima siksaan itu tanpa kabur dan nada mengeluh. " Cerocos Shino khas Ibu – ibu.
" Hai' " Balas Naruto cepat dan tegas. ' Hai' Aku akan tewas sebelum memiliki keturunan lagi Shino-Chan.. ' Batin Naruto Sweatdrop.
" Oh.. Dengan senang hati Shino-nee. " Balas Shikamaru dengan senyum lembut tak selembut apa yang dirasakan Naruto.
" Serahkan padaku. " Balas Sasuke singkat dan tersenyum sinis ke arah Naruto. Sementara Naruto mendengus kesal karena reaksi kedua Adiknya itu.
" Lebih baik kami berangkat dulu, Nee-sama. " Kata Itachi membuyarkan keadaan.
" Ittekimasu.. " Kata 4 bersaudar itu kepada Shino yang berada di depan pintu rumah.
" Itterashai.. " Balas Shino sambil tersenyum manis dan melambaikan tangan.
Dan ke 4 bersaudara itu berjalan beriringan dengan Naruto dan Itachi berada di tengah.
" Ne.. Otouto. Kalian sudah mendengar kabar dari Jiraiya sensei bukan ? " Tanya Naruto kepada semua adiknya.
" Tentang Khaos Brigade ? " tanya Sasuke memastikan.
" Hmm.. Kau benar. Aku memiliki misi untukmu, Sasuke. Dan Itachi untuk masuk ke Organisasi itu dan menyelidiknya sebenarnya ini misi dari Tou-san langsung. " Kata Naruto kepada Sasuke dan Itachi.
" Untukku ? " Tanya Shikamaru sambil menunjuk dirinya sendiri.
" Kau dan aku akan bertugas untuk mengolah segala informasi yang diberikan Itachi dan Sasuke. Dan aku telah menyiapkan apartemen khusus buat kalian. " Kata Naruto.
" Hai' Aniki. " Balas Sasuke dan Itachi cepat.
.
.
.
.
.
.
To Be Continued
Yosh.. Untuk pertama kalinya melakukan sesi tanya jawab.
Adakah efek samping dari penggunaan api biru satan ?
Answer : Tentu saja ada. Setiap kekuatan tentu ada kekurangannya. Tak ada kekuatan yang sempurna.
Bukankah Raiser terlalu kuat di Chapter 4 ?
Answer : Sebenarnya tidak terlalu kuat. Hanya saja saya membuat Naruto untuk menyeimbangkan kekuatannya dengan Raiser dan di akhir pertarungannya Naruto meningkatkan kekuatan senjutsunya agar Raiser kalah.
Terima kasih atas pertanyaan yang diajukan walaupun pertanyaan aslinya tak seperti itu,namun maskudnya sama seperti itu.
Dan special thanks to ShadouRyu-kun karena telah memberi tahu saya akan kelemahan saya yakni Rush atau bisa dibilang tergesa – gesa. Jujur saja saya tak tau apa kelemahan saya tapi saya yakin memiliki banyak kelemahan dalam menulis fanfiction, jadi lebih baik orang lain yang menilai kelemahan saya.
Yosh.. Terima kasih juga atas Reviewnya dan saya akan selalu meminta para reader yang saya hormati untuk mengecek kesalahan – kesalahan yang ada di dalam karya saya.
Arigato Gozaimasu! (^o^)7
Dhika out!
