By : Yoru Nyan
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Rate : T+
Genre : Supernaturan/ Romance
Main Pair : SasuNaru/ SasuKyu
Other Pair : mengikuti cerita
.
.
WARNING : OOC, Shounen Ai, TYPO, Aneh, Gaje,dsb
-THE TRUTH LEFT BEHIND-
.
.
"Kaa-chan.. Tou-chan.. Jangan tinggalkan Kyu sendirian. Kyubi takut. Kaa-chan! Tou-chan!" anak itu terus menangis menatap kepergian sosok orang tuanya.
"Kaa-chan.. Tou-chan.. sakit.. sakit.. tolong aku.. sakit Kaa-chan.."
"Bangun Kyu.. Ingatlah siapa dirimu.. Kyu.. Kyu.."
Aku terkesiap dan terbangun dari tidurku. Mimpi buruk yang aneh. Itulah yang aku pikirkan. Siapa Kyu? Aku tak mengenalnya. Tapi kenapa terkadang aku memimpikannya?
"Sudah bangun pemalas?"
"EH? Gaara? Sejak kapan kau disini?"
"Itukah yang pertama kali kau ingin katakan pada orang yang telah menjagamu semalaman?" tanya gara sambil bersikap seolah-olah kesal.
"Terimakasih karena menjagaku semalaman, Gaara." Aku berhenti sejenak dan memutar ulang kejadian semalam di otakku. "Kau menjagaku semalaman? Apa kau tau siapa yang membawaku ke RS?"
"Entahlah.. Aku hanya mendapatkan panggilan dari rumah sakit kalau kau masuk RS sebagai korban tabrak lari." Jawab Gaara.
"Hah? Tabrak lari? Aku? Tidak mungkin! Aku melihat dengan jelas bahwa aku dise..." ucapan si Teme terngiang dikepalaku. Benar.. Jika aku memberitahu kejadian semalam berarti aku harus menceritakan keberadaan makhluk-makhluk itu. Aku tak ingin menyakiti Sakura-chan. Tapi berbohong pada Gaara... Sudahlah... Gaara pasti mengerti.
"Eh.. bukan apa-apa. Sepertinya juga ikut terbentur. Hehe.." Hanya itu yang bisa kuucapkan untuk menangkis tatapan curiga dari Gaara.
.
.
"Haey, teme!" panggilku pada makhluk didepanku.
"Hn.." jawabnya singkat.
"Aku mengerti kenapa Sakura-chan dipindahkan ke SS class. Tapi aku masih tak mengerti kenapa dia seolah tak mengenaliku atau teman-temannya yang lain."
"Hey, Teme dengarkan aku!" kesalku karena dia tak kunjung memperhatikan.
"Kau berisik, Dobe." Ia menjawab singkat dan melanjutkan sesi membacanya.
"Jawablah dengan benar ketika orang bertanya padamu!" ucapku sambil meraik kerah baju Sasuke. Aku kesal! Makhluk di depanku ini selalu saja mampu membuatku kesal dan tak dapat mengerdalikan emosiku. Dia menyebalkan!
"Kau lupa siapa aku, Dobe?" ia melepaskan cengkramanku pada kerahnya. "Jika kau ingin tau hal itu, kau tak perlu repot bertanya padaku. Tanyakan saja pada teman baikmu. Kurasa ia mengetahui banyak hal."
"Siapa maksudmu Teme? Jangan berbelit belit. Aku tak meyukai hal yang rumit!"
"Akan kuberi nasehat untukmu, Dobe. Perhatikanlah orang disekitarmu baik-baik. Berhentilah menjadi orang yang naif atau kau akan terluka pada akhirnya. Dan satu hal lagi. Tak usah kau urusi masalah yang bukan masalahmu. Ada kalanya kau lebih baik diam dan membiarkan sesuatu berjalan begitu saja."
.
.
"Shika, sampai kapan kita akan diam disini? Bukankah kita harus menyelidiki si pirang? Walaupun kau bilang dia manusia, aku sangat yakin bau tubuhnya bukan bau tubuh manusia." Kiba berceloteh sambil memainkan game di tabletnya.
"Lalu bau seperti apa yang kau cium, Kiba? Aku tak mencium bau yang aneh. Bagiaku baunya sama seperti bau manusia." Ucap Chouji.
"Kau hanya ahli dalam membedakan bau makanan. Tak mungkin kau menyadarinya. Menurutku, bau yang dia miliki tak seperti manusia, vampie, witch ataupun jenis kita. Baunya sangat berbeda." Ucap Kiba keras kepala.
"Lalu kau punya rencana untuk menyelidikinya lebih lanjut?" Shikamaru angkat bicara.
"Aku memiliki sebuah rencana. Tapi kita memerlukan Sasuke sebagai pemeran utama."
"Ceritakan. Aku yang akan menangani sisanya." Ucap Shikamaru.
.
.
"Tau kah kau? Sakura-chan menjadi murid SS."
"Ya, aku mendengarnya beberapa waktu lalu."
"Apakah Temari-nee memberi tau sesuatu padamu? Ino mengatakan padaku kalau Sakura-chan bertingkah seolah tidak mengenalinya. Padahal saat terakhir aku bertemu dengannya, Sakura-chan masih menanyakan kabar Ino walaupun dalam kondisi yaang..."
"Aku tak tau apapun, Temari-nee juga tak memberi tau apapun. Dan sudah kukatakan untuk melupakan masalah anak itu bukan? Jika kau terus seperti ini, aku tidakbisa melindungimu lagi, Naruto." Potong Gaara dengan wajah kesal.
"Kenapa kau jadi kesal? Siapa juga yang minta kau lindungi? Kau aneh Gaara. Kau lupa statusku sebagai pemegang ban hitam olahraga judo?" ucap Naruto sambil menepuk bahu Gaara.
"Terserahlah." Gaara sedang tak ingin berdebat.
Ketika sedang berjalan menuju gerbang, tiba-tiba 4 makhluk penghuni SS berhenti di hadapan mereka. Sasuke yang merupakan sang leader maju ke depan dan mendekati Naruto. Gaara masih diam ditempatnya dengan waspada. Biar bagaimanapun Gaara tau siapakah orang yang berdiri dihadapan Naruto sekarang.
"Hey, Teme jelek! Kau menghalangi jalan. Jangan menggangguku. Aku mau pulang." Naruto berjalan kesisi Sasuke sambil menggenggam tangan Gaara yang lalu dihentikan oleh Sasuke.
"Bukan kah kau yang senang mengganggu dan mengusikku, Dobe? Aku hanya ingin memberitau sesuatu yang sangat ingin kau tau." Sasuke tertawa kecil.
"Maaf, tuan-tuan SS class. Tapi kurasa sudah saatnya kalian masuk kelas. Jadi biarkan aku dan Naruto untuk segera pulang. Kalian tau kan betapa tidak amannya daerah ini ketika malam? Terutama tempat kita berdiri saat ini." Ucap Gaara seakan mengungkapkan kalimat perang.
"Bukankah sudah kewajibanmu untuk membuat daerah ini lebih aman, Ga-a-ra-kun?" Kiba bicara dengan nada manja yang menggelikan.
"Hentikan, Kiba! Terserah padamu jika kau tak ingin tau, Dobe." Sasuke dan teman-temannya langsung berjalan menjauh menuju kelas.
"Naruto, ayo pulang." Naruto pun mengikuti Gaara dan pulang ke rumah.
.
.
"Maaf Sensei, seharusnya anda menggunakan rumus satunya karena akan lebih efisien dalam proses kalkulasinya." Ucapku mengintrupsi penjelasan Kurenai-sensei.
"Benarkah Sakura-kun? Tak kusangka kau begitu menaruh perhatian di kelas. Baiklah, kita coba keduanya saja." Kurenai membalas ucapanku dengan tersenyum ramah. Tapi tidak dengan teman sekelasku. Mereka tak henti-hentinya berbisik dan mencemoohku tak suka. Sebenarnya aku tak begitu mengerti kenapa mereka bersikap seperti itu padaku. Aku hanya bisa menerima keadaanku karena hanya disinilah tempatku.
"Sakura-chan, aku baru tau kau pintar matematika." Ucap Karin saat menghampiriku.
"Memang kau pikir dia sama bodohnya denganmu? Dasar pemalas." Kali ini Konan yang bicara.
Oh iya, mari kuperkenalkan. Gadis yang duduk disebelahku adalah Uzumaki Karin. Sedangkan yang ada di depanku adalah Konan. Aku sendiri adalah Haruno Sakura. Kami bertiga adalah murid kelas paling bergengsi di sekolah ini. Yups, SS class adalah kelas kami.
Sebenarnya aku bukan murid asli di kelas ini. Aku baru pindah ke kelas ini sejak seminggu yang lalu dan mereka berdualah satu-satunya orang yang mau berbicara denganku. Bisa kumengerti sih alasan anak lain menjauhiku. Normalnya hanya anak kalangan atas yang akan masuk kelas ini. Tapi aku beruntung karena Kakashi-san memintaku masuk ke kelas ini atas usulan dari Namikaze Tsunade-sama, kepala sekolah sekaligus yayasan di sekolah ini.
"Hei, Saku-chan. Apa benar kau dulu adalah anak kelas reguler?" tanya Karin penasaran.
"Entahlah, aku tak tau. Tapi kurasa tak mungkin aku masuk kelas reguler. Kau tau kan salah satu kualifikasi menjadi anak reguler?" jawabku mantap.
"Tapi, apa kau ingat anak berambut pirah dan ungu tempo hari yang lalu? Mereka nampak begitu frustasi saat kau tidak mengacuhkan mereka." Tambah Karin.
"Kurasa Sakura sudah melupakan sesuatu yang seharusnya tidak dilupakan." Ucap Konan sambil membaca novelnya.
"Kau tau sesuatu, Konan?" tanya Karin antusias.
Aku hanya menatap Konan penuh harap. Sebenarnya aku merasakan ada suatu hal yang tak beres denganku. Tapi aku tak tau apa itu. Kepalaku akan terasa sakit jika aku memikirkannya. Bahkan aku sempat pingsan saat berusaha memikirkannya terlalu keras
"Tidak, aku hanya memberikan hipotesa." Konan kembali asik dengan novelnya.
Karin pun memanyunkan bibirnya karena tak puas dengan jawaban konan. Aku hanya bisa tersenyum pahit, karena sesungguhnya aku berharap Konan bisa memberitahu sesuatu. Yaah... mungkin memang beginilah jalannya. Aku hanya bisa berharap seseorang segera menemukanku.
.
.
To be continue..
.
.
Hohoho.. Chap 3 berakhir disini.. ^_^
Jati diri tiap karakter udah mulai muncul kan? Hihihi
Emang belu semua keluar sih.. Itachi nii-san dan pemeran chap awal bakal muncul seiring berjalannya waktu.
Oh iya, makasih buat para readers yang sudah menyempatkan baca fict abal buatan Yoru. Agak kaget juga pas ngeliat jumlah viewers dari fict ini. Hehe
But.. Yoru tetep berharap buat para readers untuk menyempatkan mengisi kolom review baik berupa saran atau kritikan. Itu bakal sangat membantu Yoru buat nentuin lanjutan cerita.
Last.. Thanks you so much for all readers, Hope u'll have a nice day.. ^_^
