Sweety
Romance but not so sure
HunHan GS! Warn!
Sweety
Preview last chapter :
Sehun memasukkan komik-komik yang tadi ia baca ke ransel abunya dan menyorenkannya ke bahu. Merapikan sejenak beanie abu terangnya lalu berjalan keluar café. Gegabah memang. Tak ada kacamata di wajahnya. Tapi syal abu yang sempat ia lepas tadi cukup menutupi bibir tipis merah muda milik sehun. Menyembunyikannya dari rasa dingin.
Sehun bukannya menutupi perasaannya. Luhan yang menutup diri. Dia ragu apakah dia bisa menerima Sehun. Dan bagaimana dengan para fangirl gilanya. Bagaimana dengan kariernya? Kris? Dia tak peduli. Malah dia hanya menghancurkan tatanan hidup rapi seorang Xi LuHan.
"Minumlah, Lu"
"memikirkan sesuatu?" tanyanya. Luhan hanya menggeleng perlahan.
"Ada sesuatu yang harus kukatakan."
"katakan saja. Kau sudah bicara dari tadi"
"ayo…. Menikah"
Sweety
"menikah, Lu, kau tahu?" tanyanya lagi.
"Kris. Kau gila!" Luhan menggeram saking kesalnya. Wajahnya berubah merah. Sudah dia bilang, kan? Kris itu bagaimana? Mempermainkan hati wanita semudah membalikan telapak tangannya.
"aku memang gila, Lu, aku gila karena aku mencintaimu."
"tapi, aku…."
"akan kuberi kau waktu. Secepatnya berikan aku jawaban." Kris, aku tak ingin pernah mengenalmu.
"Kris, dengar. Sampai kapanpun jawabanku tetap sama. Aku tak ingin bertemu lagi denganmu." Luhan berbicara sangat pelan, lalu ia meninggalkan Kris sendiri di mejanya. Ia sudah sangat tak tahan, ia ingin menyingkir secepatnya dari hadapan Kris. Memuakkan. Pikirnya.
Sehun hanya terdiam di dalam van. Tidak sepenuhnya diam sih, karena sekarang dia tengah memainkan PSP kesayangannya.
"Hyung. Aku bosan." Sehun menyerah. Dia bosan sekarang. Interview yang membelenggunya sudah selesai.
"memang kau saja yang bosan? Aku juga akan bosan jika kau merengek terus menerus seperti itu." Jawab sungmin, matanya tetap fokus pada jalan di hadapannya.
"hyung, Noona ku sedang apa, ya?" sepertinya sehun benar benar bosan hingga ia bertanya pertanyaan aneh seperti barusan.
"Sehunnie. Berhentilah. Lebih baik kau tidur, atau kau akan ku kirim ke tempat tadi lagi."
"ah, kau tidak seru, Hyung." Sehun mempoutkabn bibir tipisnya. Itu akan membuat para fangirlnya gemas.
"sudah sampai, hunnie." Sungmin memarkirkan mobil van itu di pekarangan rumah yang cukup minimalis.
"hyung. Sudah kubilang, jangan memanggkilku seperti itu, menggelikan tau" lagi lagi dia mempoutkan bibirnya, merapikan beaninya, lalu berlari kecil memasuki rumah itu. Dan dalam hitungan ketiga…
"SEHUNNIEE….APA-APAAN KAU BARU DATANG LANGSUNG MERUSAK DAPUR CANTIKKU!" terdengar teriakan Kyungsoo, salah satu noona oh sehun yang meneriaki dengan senang hati. Sungmin menggeleng pelan. ia tahu ini terjadi setiap hari.
Sungmin tidak masuk ke rumah itu. Rumahnya tepat di sebrang rumah Oh Sehun dan 2 noonanya. Kemana orang tua Sehun? Ada, tenang saja. Mereka ada di rumahnya di ujung jalan. Sehun bilang, dia lebih suka tinggal di rumah yang lebih kecil daripada di rumah orangtuanya. Dan karena sehun tidak pernah (melewatkan) membuat orang tuanya kecewa, dia diizinkan tinggal terpisah dengan 2 saudaranya.
Mari kita lihat apa yang membuat Kyungsoo, kakak sehun yang paling muda itu marah. Kini dia tengah mengejar sehun dengan pisau dapur di tangannya.
"Noona, jangan pisau, noona. Itu menyeramkan. BAEKKI NOONA TOLONG SEHUN!" sehun kebingungan. Biasanya kalau seperti ini karena sehun menobrak abrik isi kulkas, tidak jauh.
"Kyung, jangan main pisau tolong." Baekhyun, kakak sulungnya menuruni tangga rumahnya.
"ya, eonnie…" kyungsoo hendak protes.
"lebih baik kita ikat saja dengan tali jemuran." Seringai menakutkan terlihat di wajah manis baekhyun.
Sehun yang tadi sudah merasa tertolong jadi harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menghindari 2 malaikat 'baik'nya.
"ampun noona. Huweee… iya thehun ngaku thalah. Jamgan hukum thehun plitheu" kalau sudah begini. Keluarlah mjurus paling ampuh seorang oh sehun. AEGYO.
Dan setelah itu. Kedua noona sehun melembut tapi menarik kedua telinga sehun sampai dalam rumah.
"kalau fans merekamnya, pasti heboh." Sungmin hanya menggeleng sambil tersenyum.
Luhan mendaratkan tubuhnya di sofa apartemen. Kepalanya pening. Apa namja itu mau mati, pikirnya. Dia tak tahan. Oh, sudah berapa kali dia bilang hal yang sama?
"aku berharap, aku bertemu dengan sehun sebelum bertemu kris." Gumamnya. Munafik memang.
"Baekki, aku mau curhat." Luhan berbicara dengan seseorang di teleponya.
"baiklah. Tunggu aku ya.." akhirnya, ada yang mengerti juga. Luhan meluncur ke rumah baekhyun secepat kilat. Tanpa tahu kejutan menanti di rumah sahabatnya.
….
Bel berbunyi nyaring.
"ah, itu sahabatku datang! Sehun bersikap baiklah. Kau ini idol."
"katanya, sahabatmu juga aktris noona."
"hmm. Rookies."
ToBeContinued…
Maaf pendek ya, chingu..
Aku lagi UAS jadi otaknya rada koslet…
OhRisti95 : iya si tiang lagi stress(?) ne ini dilanjut ^^
ByunnaPark : maapin author juga bang yipan huks.. tapi pas bikin ini cerita, yang kepikiran bang yipan.. ne ini dilanjut^^
lisnana1 :gomawo udah suka cerita gaje author^
tehehe : yuk! Sengaja pan sengaja
luhan deer : iya kris lu maen ngajak nikah anak orang apaan sih/?
RirinSekarini : hayo tebak, siapa akhirnya yang di pilih luhan..
zoldyk : ne ini udah lanjut ^^
