WARN! ITS GS FOR UKE'S
EXO FANFICTION
PAIRING : HUNHAN SLIGHT KRISHAN
Flashback :
"The moment"
Suasana scene shooting hari itu agak ramai. Penyebabnya adalah kembalinya monster menggelikan sekaligus bintang untuk film tersebut dari tidurnya yang lumayan yang disebabkan kecelakaan yang lumayan serius 3 bulan sebelumnya. Setelah mendapat terapi pemulihan sebulan, monster tampan itu dapat kembali menjalani rutinitasnya sebagai aktor.
"Welcome back Wangja-nim!" beberapa kru bahkan memeluktubuh sang namja yang aga ringkih itu. Namja berkulit pucat itu tersenyum.
"Maaf. Karenaku, film ini tertunda sangat lama." Ujarnya lirih.
"Kau kembali saja kami sangat bahagia. Oh Sehun!" kini ChanYeol, sang sutradara muda sekaligus aktor dan sahabat namja putih itu merangkul bahu sehun.
"terimakasih"
"ayolah! Kau cantik, kau tahu? Yang ahjussi pasti akan langsung mendebutkanmu" disisi lain, baekhyun sebagai sahabat terbaik yang cantik bak bidadari dari surga-menurutnya- sedang membujuk sahabat sehidup semati sejatinya yang tak kalah cantik tapi cantikan baekhyun –masih menurutnya- untuk mengikuti casting film.
Sebenarnya baekhyun tahu, itu film yang akan dibintangi adik bungsunya. Dan ada maksud terselubung dari bujukan bujukan halus baekhyun. Mempertemukan luhan dengan sang adik yang walaupun jadi aktor terkenal, belum ada gadis yang pernah mengisi hatinya. Makanya, baekhyun mencoba menjodohkan adiknya dan sahabat terbaiknya.
Baekhyun juga risih karena Luhan teru menerus mengeluh tentang namja yang telah mencampakkan Luhan hingga dia pernah tak makan 3 hari penuh. Baekhyun pikir, itu hanya menyakiti kita. Yang menyakiti, kan, belum tentu merasakan hal yang sama. Right?
"baiklah! Kalau nyatanya aku lolos. Aku berhutang padamu!" balas luhan akhirnya
"tak perlu membayar! Hanya aku berpesan jangan lupa pada ku!" akhirnya luhan beranjak masuk antrian dengan lambaian baekhyun di belakangnya.
"semoga beruntung. Xi Luhan!" batin baekhyun sambil menyunggingkan senyum terbaiknya
Luhan menahan rasa gugupnya. Kini tiba gilirannya untuk casting. Tapi di pintu masuk ruang audisi. Seorang namja tak sengaja menyenggol bahunya.
"Kalo jalan pakai mata dong!" luhan benar benar kesal. Dia kini memegang pergelangan tangan namja yang kini ingin berlalu begitu saja di depannya.
Namja itu dengan polosnya menoleh ke arah luhan dan membungkuk.
"jweseonghamnida. Aku buru-buru" jawabnya polos dan berniat melanjutkan langkahnya.
Tapi tatapan namja itu terpaku pada mata rusa luhan. 'cantik'
"kaupikir kau akan lolos hanya dengan minta maaf, tuan sok sibuk?" tanya luhan sarkastik,
"maaf, nona. Tapi aku benar benar buru buru!" jawab namja itu polos. Ada yang aneh pada diri luhan. Tak pernah sekalipun dia merasa seperti ini. Wajah polosnya membuat jantung luhan bertindak 'berbeda'.
'PROK PROK'
Seseorang- tidak- sekelompok orang dibelakang luhan dan namja menyebalkan versinya bertepuk tangan riuh.
"kita mendapatkan peran cocok untuk pemeran utama wanita kita. Siapa namamu, nona?"
Seseorang yang paling tinggi bertanya. Cengkraman tangan luhan makin keras, membuat namja di sampingnya agak tepatpada bekas luka memar sisa kecelakaan.
"Xi Luhan imnida"
"YAK NOONA! Sakitt!" namja itu menyerah. Itu terlalu sakit untuk ditahan. Salahkan lukanya. Padahal tadi itu adalah salah satu usaha modus.
"ah, mianhae. Tapi aku tak terlalu kencang mencengkramnya" luhan refleks melepaskan tangan itu.
"iyasih. Itu tepat di memar menyebalkan!" namja itu menunjukan tanda kebiruan di tangannya.
"STOP! Kalian tak boleh bertengkar. Mana ada sang pria dan wanita yang akan berpasangan dalam film bertengkar dulu! Selamat nona. Kau LOLOS" dan luhan ingin pingsan saat itu juga.
"ah, itu sahabatku datang! Sehun bersikap baiklah. Kau ini idol."
"katanya, sahabatmu juga aktris noona."
"hmm. Rookies."
Baekhyun membuka pintu dan mempersilahkan luhan masuk dan duduk di kursi tamunya, duduk bersama kyungsoo.
"ada apa lu?" baekhyun menaruh secangkir teh di hadapan luhan.
"biasa. Tentang…"
"Kris. Oke. Dia berbuat apa lagi?"
"dia…. mengajakku menikah" hampir saja baekhyun menyemburkan tehnya ke wajah luhan.
"MWO? DIA GILA! " suara 3 oktaf baekhyun bahkan hampir terdengar oleh tetangga –hampir-
"ya odult mau kemana?" kyungsoo kini melihat sehun menunggangi(?) sepeda putihnya.
"rumah eomma. Aku tidak tahan mendengar baek noona bergosip" melajukan sepedanya keluar pekarangan rumah dan dikayuh nya dengan cepat,
Kyungsoo hanya menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum.
sehun dengan terburu buru memasuki rumahnya -ralat- rumah orang tuanya. sang eomma yang sedang membaca majalah gosip dengan tujuan mencari kabar sampai skandal yang dilakukan sang putra bungsu/? menoleh ke arah pintu yang ditutup dengan tidak lembut tersebut.
"aigoo, sehun. kau kenapa nak? pulang kesini, kok mukanya ditekuk?" sebagai eomma yang baik, seharusnya memang harus begitu,kan?
"molla, ada makanan di rumah, eomma?" sehun memeluk eommanya sekilas.
"yah! pulang kesini yang pertama kau cari makanan?" ny. Oh menjitak puncak kepala sang adeul.
"aih, eomma" sehun memegangi puncak kepalanya. bibir tipisnya mengerucut.
"eomma barusan sedang apa?" kini sehun beralih dari makanan. mengikuti sang eomma duduk di sofa ruang tengah.
"membaca majalah." sehun yang agak sensitif dengan kata 'majalah' menjengit.
"majalah gosip? memang apa yang eomma cari?" tanya sehun, di dalam hatinya dia was-was. eomma adalah orang yang paling berbahaya, bahkan lebih berbahaya dari kedua kakaknya.
"mencari artikelmu tentu saja. apa lagi memang. anak tampan eomma kan sering ada di majalah. tapi eomma agak tak suka sama skandalmu dengan krystal-sshi. dia tak cocok denganmu. kau lebih cocok dengan aktris yang main denganmu di film barumu. siapa ya namanya, Ru..Pu..Ju.."
"Lu Han?" sehun hampir tersedak saat melihat eommanya mengagguk. kalau saja dia tau, mengejar wanita yang tadi eommanya sebut itu 'hampir' mustahil.
"nah! Luhan. eomma suka dengan dia. wajahnya manis, hidung mancung, bibir tipis, ramping. Ah! menantu idaman/?" sehun hampir melayang.
"tapi, mengapa kalian tak terlibat skandal apapun? atau kalian sebenarnya menyembunyikan diri dari paparazzi. sungguh, masa sepasang pemain utama tak terlibat skandal apapun-_-" itu moodbreaker bagi sehun. wajahnya langsung datar. matanya sipitnya berubah sayu. wajahnya tak berkerut sama sekali.
"ah, sudahlah. lebih baik kau makan malam sekarang. lama kalau kau pulang dan menunggu kakakmu masak." wajah sehun tak berubah, makanan tak mempan kali ini. walau tubuhnya bergerak berlawanan dengan yang ia siratkan di wajahnya.
luhan masih ada di rumah baeksoohun.
baekhyun kini bercerita tentang adik bungsunya yang hanya memikirkan makanan, psp dan tempat tidurnya. padahal usianya telah lewat kepala dua. luhan sesekali tertawa. dan mengangguk angguk.
"kalau kau bertemu dengannya. kau pasti jatuh hati lo!"
"sebenarnya, aku sudah jatuh hati pada seseorang. tidak, mungkin masih tingkat mengagumi." luhan berkata sambl tersenyum.
"jinjja? nugu nugu nugu?" baekhyun langsung heboh sendiri. luhan tak pernah jatuh cinta lagi.
"dia pangeran tampan berhati malaikat. dia jarang tertawa bersamaku, tapi aku sering melihatnya tertawa riang saat bersama sutradara kami. tapi melihatnya tertawa adalah kebahagiaan tersendiri untukku. karena aku terlalu takut. aku takut dia sama saja seperti kris. padahal aku suka semua pesona dari dalam dirinya. wajah datarnya, kulit pucatnya. eyesmilenya. dan aroma tubuhnya.." luhan tak menyadari raut wajahnya kini berubah. matanya menerawang jauh.
"jadi kau... emmm... menghindarinya?" tanya baekhyun perlahan
"begitulah. aku takut dia menyakitiku, dan aku juga takut menyakitinya"
"tapi itu tak adil baginya, Lu."
"sudahlah. lagipula, dia mungkin sudah berubah menjadi membenciku"
"hei. mungkin dia malah berbalik menyukaimu. bisa saja! kenapa kau menyerah."
"karena aku tak pantas untuknya, baek, dia semacam bintang di langit yang sulit kuraih."
"optimis dong, lu. kemana luhan yang mempunyai semangat perang? "
"tapi, baek.."
"sudahlah! dia tampan dan kau cantik. bagaimanapun, seorang pangeran akan takluk pada takdir tuhan! semangat saja dulu. lalu coba buka hatimu padanya, jangan pasang benteng" kata kata baekhyun membuat luhan tersenyum dan mengangguk,
esok paginya, sehun terburu buru keluar dari kamar lamanya. terlalu terlambat untuk sarapan di meja makan. jadi dia hanya mengambil setangkup roti selai coklat dan memaknnya sambil merapikan beanie hatnya.
"pagi sehun. mau kemana?" sang appa yang belum berangkat ke kantor melihat sehun dengan khawatir.
"ahu herlamhat aha, honghin hudah henjemhuhku dihana![aku terlambat appa, jongin sudah menjemputku disana]"
setelah berkata seperti itu sehun berlari ke luar dan mengayuh sepedanya kembali ke rumah kecilnya. menghampiri sang sahabat -Jongin- dan pergi ke suatu tempat.
"hosh..hosh.. dimana.. hoss. jongin?" sehun memegangi lututnya.
"Jongin, sehun datang. jangan menggoda kyungsoo terus!" panggil baekhyun
pipi kyungsoo yang berdiri di pintu dapur merona merah.
"aish ne ne noona. kami berangkat dulu." pamit jongin sambil berjalan ke arah pintu. setelah berada di samping sehun, ia meninju pelan pundak namja kulit pucat tersebut.
" kenapa kau malah memukulku!" sehun tak terima. bibirnya komat kamit merutuki jongin yang sepertinya juga merutuki sehun. kedua namja 'segar' itu memasuki mobil mini chopper-nya jongin dan melaju ke tempat yang mereka tuju.
ToBeContinued…
SAYA MEMUTUSKAN UNTUK MENAMBAH BEBERAPA KATA LAGI/?
Thank for viewer! Thanks for reviewer yang udah semangatin author abal ini.
Bagi yang minta moment bertemunya sehun dan luhan. Ini mahakarya!
WinterHeaven : neee! Ini dia lanjutan cerita gaje nya. Terimakasih !
Zoldyk : updated!
lisnana1 : updated!
ohristi95 : mian kalo gasuka krisnya.. tapi ini karena ceritaa
HyunRa : gajadi kaget yeahhh! Itu udah
ByunnaPark : sayangnya kaga ketemu, ne eon, updated
review from this chapter. ai edit soalnya asli pendek banget-_-
Guest : ne, ane panjangin (y)
aniaani47 : ditunggu ya, ini dipanjangin dulu chap nyaa
WinterHeaven : terimakasih kau sudah care padaku :". iya galau beud/? maapin yahh.. makasih juga udah review
HyunRa : panjangin aja dulu kali ya :) makasih supportnya
younlaycious88 : ini diperpanjang dulu chap 3 nya.. ntar baru lanjutt
