Chapter sebelumnya sudah saya edit, jadi endingnya sedikit berubah.. liat aja yaa!

Nambahinnya lumayan panjang dan spertinya dengan banyak kekurangan.

WARN! TYPO BETEBARAN. KETIK ASAP 2 JAM ! NO EDIT and full of GEJENESS


"kau suka ya, dengan soo noona?" pertanyaan sarkatis hampir membuat Jongin yang tengah makan ramen –di kantin kampus- tersedak.

"tidak! Ap-apa yang ka-kau katakan. Tentu saja tidak!" jongin mengelak dengan gugup.

Padahal sehun yang memberi pertanyaannya saja terdiam dengan poker face andalannya.

"kalau tidak kenapa kau gugup-_-" sehun sweatdrop.

"ya! Kau bicara apa" mereka mengabaikan teriakan para fangirl –mungkin fanboy- yang memenuhi kantin kampus, foto sana sini dan di upload ke media massa.

Ya, jangan lupakan mereka berdua adalah Idol muda. Jongin –atau biasa dipanggil Kai- adalah seorang rapper dan dancer yang sedang gencar gencarnya dibicarakan public. Kulit 'perunggu'nya menambah kesan sexy pada namja itu. Kemampuannya juga dapat diandalkan dalam masa krisis. Tapi, untuk perihal wanita, Jongin susah mencintai seseorang. Penyebabnya yaa karena kata ibunya, kita akan sangat berdosa jika menyakiti hati seorang wanita. Jadi, walaupun yah, kalian tahu, walaupun –sangat- pecicilan. Jongin tak kuasa untuk dekat dengan seorang wanita.

Kalian juga pasti sudah tahu sehun. Actor muda berbakat yang sudah memerankan lebih dari sepuluh teen drama dan beberapa film layar lebar. Aktingnya –sangat-dapat diacungi jempol. Bahkan, kalo boleh berlebihan, sehun seolah olah memang hidup dalam cerita-cerita drama atau film yang ia bintangi. Jika sehun telah menyukai seseorang. Maka sehun bersedia berkorban apapun, bahkan nyawa sekalipun, pada orang yang disukainya. Setia, dan susah jatuh cinta. Walaupun banyak dengan banyak wanita, jika sehun risih atau apa, dia akan terus memasang wajah super datar. Untuk menutupi kejadian yang menimpanya, dia juga akan memasang wajah yang sama.

Kembali ke pembicaraan. Jongin sudah siap meledak dengan berisiknya keadaan kampus mereka, padahal mereka disini hanya untuk sidang skripsi.

'Berisik! Tak tahu orang lagi stress apa! Fans macam apa ini, hanya membuat pusing idolanya!' dengus jongin.

Tak jauh beda. Sehun sudah menahan kesabarannya yang sudah surut sampai ubun-ubun/?

Tak masalah jika hanya mengelilingi dan memperhatikan, tapi para fangirl berteriak macam

'KYAAAAA SEHUUNN OPPAAAAA… MENIKAAAHHLAAH DENGANKUUU'

atau

'KAIIII OPPAAAAA, LIHAAAAATT AKUUUUU'

Siapa yang tak musing. Sudah frustasi dicecar pertanyaan dosen. Disaat menenangkan pikiran, mereka tak rela memberi waktu luang. –ditambah sehun menggoda jongin-

"ayo kita pulang saja. Kita main PS!" ajak Jongin.

"Dari tadi dong! Kau tak tahu aku hampir tuli-_-" tapi saat melintas di depan para fans, mereka tetap tersenyum –jika wajah sehun yang super datar itu bisa diajak kompromi-


"eh, aku mau ke kafe baca dulu, mau beli bubble tea. Kau, antarkan aku puhlease" pinta sehun. Jongin seketika ingin meninju wajah sehun saat itu juga. Sudah tadi terlambat, pulang ingin diantar kesuatu tempat pula. Sayangnya, karena orangtua sehun –terlalu- saying padanya. Maka, mereka tak membelikan sehun mobil. Tapi tak berarti sehun tak bisa menyetir. Di drama terakhirnya, sehun memerankan peran sebagai pemuda yang bekerja menjadi supir taxi dan terjebak cinta dengan penumpang yang menangis di taxinya/?

"kau harus membayarku untuk kali ini" ancam jongin, tentu dalam mode bergurau. Tapi sehun menanggapinya dengan wajah sendu dan berkata

"aku belum dihonor jongin-ah. Bolehkah aku menunda bayaranmu?" dengan wajah sayu. Jongin tahu, ini salah satu trik andalan sehun. Akting yang membuat orang mempertanyakan berapa umur sehun sebenarnya.

"yayaya. Aku bercanda Oh Sehun! Kalau tak begitu, mungkin aku tak bisa makan masakan Kyungsoo noona lagi hanya gara gara meninggalkan adiknya karena tak mau mengantarnya. Dan aku nanti tak bisa menikahinya" Sehun hanya mendelik kesal.

"ANDWAEE! AKU TAK MAU PUNYA KAKAK IPAR GOSONG SEPERTIMU! MEMANGNYA KYUNGSOO NOONA MAU MENIKAH DENGANMU. KYUNGSOO NOONA MILIKKU!"

"oh, begitu. Kalau begitu, aku akan menyatakan perasaanku pada Luhan. Kau tahu aku sangat menyukainya!" pancing Jongin.

"AND…wae. Dia juga milik…ku" tiba tiba sehun memelankan suaranya dan perlahan menutup mulutnya. Kelepasan.

"kau pengecut!"

"memangnya kau tidak! Kita sama-sama tak pernah menyatakan perasaan pada soo noona maupun luhan. Kurasa bukan hanya aku. Kau juga."

"apa yang kau katakan. Aku akan langsung melamar kakakmu nanti! Kalau perlu!" ancam Jongin.

"Bahagiakan Noona ku, kkamjong. Kurasa aku akan merestuimu." Gumam sehun.


Kafe Baca

"NEO! Mau apalagi sih! Sudah jelas jelas aku menolak. Lagipula aku sudah punya pacar!" seru luhan. Ya, saat istirahatnya di kafe baca terganggu dengan kedatangan Kris.

"Cihh. Gotjimal! Siapa yang jadi pacarmu Hah? Penjaga kasir kafe?" wajah luhan memanas. Ia sangat berharap seseorang menolongnya sekarang. Dan, jauh di dalam lubuk hatinya, Luhan ingin orang itu Sehun. Ia ingin memberikan kesempatan pada sehun, walaupun belum tentu sehun menyukainya.

Tak disangka. Ekor mata luhan melihat siluet sehun di pintu kafe baca. Ia sudah tak tahan memutuskan mengambil resiko.

"Yang pasti. Orang itu lebih kaya darimu, dan dia tak mungkin menyakitiku. Bahkan aku sedang menunggu dirinya." Ucap luhan.

"SEHUN-AH!"


Sehun p.o.v

"SEHUN-AH!"

Deg. Suara ini. Suara Luhan. Dia disini?

Aku menoleh ke arah sumber suara.

Dan itu nyata. Yang ku dengar benar-benar Luhan, dan dia bersama seorang pria. Hatiku mencelos.. anggapan bahwa pria itu pria yang wanita-Ku cintai. Mau tak mau aku mendekatinya dan tersenyum. Acting yang bagus Oh Sehun. Aku merutuk kenapa jongin dapat job mendadak yang membuatnya hanya dapat mengantarku kemari, dan bertemu luhan juga 'pria'nya.

"kau lama sekali" luhan memelukku, dan berbisik. 'Tolong aku, kumohon. Sehun" apapun untukmu Lu. Walau harus menahan sakit hati. Toh, aku bukan siapa siapa mu.

"Mian. Sidangku baru selesai." Ucapan itu seolah-olah jawaban ya bagi luhan.

"ini Kekasihku. Mau apalagi kau. Sudah sana! JANGAN GANGGU AKU LAGI KUMOHON." Aku melihat mata rusa itu berlinang air mata. Yatuhan. Apa yang ia lakukan pada luhan. Tunggu, apa yang dia katakan? Aku? Kekasih siapa?

"aku belum percaya. Kalian berdua itu hanya pemain peran. Bisa saja kalian bohong. Lu! Kalau kau benar-benar pacarnya, cium bibirnya dihadapanku. Aku tahu kau belum pernah berciuman dengan lelaki manapun!" desaknya.

"maaf. Tapi itu bisa membuat ska-"

CHUP~

Dengan cepat luhan menempelkan bibir tipisnya pada bibirku. Yatuhan, bolehkah aku melumatnya?

Dengan perlahan ciuman itu berubah dengan lumatan. Maafkan aku Lu.

Dengan cepat setelahnya dia melepaskan lagi tautan bibir kami. Pria angry bird-sungguh alisnya menggelikan- tadi membelalak kaget. Tidak mungkin acting bisa semanis dan senatural luhan melakukannya pada sih, keduanya menggunakan perasaan masing masing pada kejadian barusan,

"ARGH! Sialan kalian!" namja itu pergi dengan frustasi. Setelah dirasa aman, Luhan menghela nafas lega.


Normal p.o.v

"ma-maaf. Melibatkanmu." Sesal luhan. Terdengar seperti cicitan di telinga sehun.

"Gwaenchana. Dan, maaf juga, untuk, eumm, yah.. yang tadi." Sehun melakukan hal yang sama.

"Gwaenchana,. Aku menikmatinya kok. OOPSS" apa yang kau lakukan Xi Luhan?

"syukurlah—EHH!" sehun menyadari keganjilan itu, xi luhan kau benar benar!

Kalian membuat kecanggungan ! Aishh apa yang kalian lakukan…


Luhan pulang dengan pipi super merona.

kalian tau apa penyebabnya? sehun menolongnya!

bukan hanya itu, luhan tadi merasakan hangatnya pelukan Oh Sehun! Oh, bahkan dia mencium bibirnya!

refleks gadis itu kembali menyentuh bibir tipisnya. lalu diakhiri dengan tawa gajeness ala xi Luhan.

Sebegitukah berartinya dia untukmu XILUHAN?


ToBeContinued…

Nahh! Update juga,, maaf ya allah. Lama banget kayanya ga update, makin lama makin gaje kayanya. Dan mungkin ini alurnya kecepetan.. maklumin ya, aku author baru. Jadi masih pemula,

Makasih buat Reviewers, makasih para siders udah mau baca ff milik diriku :"