Pairing : Chanbaek ft Kaisoo and hunhan

Genre : Romance

Rate : T

warning : this is fanfiction boys love. dont like, dont read.

and say no to plagiat!

.

.

happy reading

.

.

.

#sebelum nya...

"Hei ada apa?" Tanya chanyeol lembut. Tatapan nya bertuju tepat di manik mata baekhyun.

Baekhyun hanya menggeleng. Bahagia merayap di dada nya.

'Tuhan memang baik!' Teriak baekhyun dalam hati

.

.

.

.

.

Chapter 2

.

.

.

.

.

"Lama sekali anak itu" baekhyun menunggu sudah 15 menit di mall ini, tapi kyungsoo tak kunjung datang.

Hari ini baekhyun ingin mentraktir kyungsoo di salah satu resto yang menyediakan aneka kue dan puding. Suasana hati nya sangat senang selama sebulan ini, karena satu sekolah dengan sang pujaan hati, chanyeol.

Dia mendengar kabar bahwa chanyeol adalah bisexual. Pencinta laki-laki maupun perempuan. Dan kebetulan baekhyun pun sama. Maka nya dia mentraktir sahabat yang telah mengajari nya dan menyemangati nya untuk masuk sekolah bergengsi itu.

Saat tengah menunggu kyungsoo, tiba-tiba baekhyun melihat seseorang yang begitu familiar di otak baekhyun. Itu...

"Chanyeol" gumam baekhyun. Dia ingin menghampiri nya, tapi... Tunggu.. Siapa wanita yang bergelayut manja di tangan nya.

Penasaran, baekhyun pun mengikuti chanyeol dan wanita itu dari belakang.

Ternyata chanyeol menuju sebuah restoran jepang.

"Apa mereka berkencan?" Gumam baekhyun

Chanyeol dan wanita itu pun duduk di meja di pojok restoran.

Baekhyun ikut duduk di meja yang lumayan jauh, tetapi masih dapat menangkap gerak-gerik chanyeol.

"Mau pesan apa?" Tanya pelayan kepada baekhyun yang masih fokus melihat chanyeol

"Hm.. Ocha " jawab baekhyun singkat

"Ada lagi?" Tanya pelayan lagi

"Tak ada, cukup" jawab baekhyun seadanya

Pelayan itu pun pergi.

Baekhyun masih fokus melihat chanyeol yang terus di elus pipinya oleh wanita itu.

Berat hati, memang wanita itu seperti nya pacar chanyeol, sang pangeran hati nya.

Senyum pacar chanyeol membuat mata baekhyun sakit "sayang, aku senang kamu mengajak aku ke sini" ujar pacar chanyeol setelah mengelus pipi chanyeol, jemari wanita itu turun ke tangan chanyeol.

'Hey! Jangan pegang-pegang! Tidak boleh! Tidak boleh!' Teriak baekhyun dalam hati

Tanpa sadar baekhyun menggebuk meja. Membuat semua pengunjung restoran melihat ke arah nya, termaksud chanyeol dan pacar nya.

'Mati kau baekhyun' kata baekhyun dalam hati.

Baekhyun menunduk, dan berakting seolah dia sedang batuk sambil mengebrak meja pelan. Aneh memang batuk sambil menggebrak meja. Tapi ini keadaan darurat, akting seperti itu yang di pikirkan pertama kali di otak nya.

Berhasil. Semua orang kembali ke urusan mereka masing-masing. Hampir saja baekhyun ketahuan, bisa-bisa baekhyun dibilang penguntit gila.

Baekhyun tersenyum, aksi pacar chanyeol mengerayangi tangan chanyeol terhenti karena ulah baekhyun tadi.

"Ocha anda tuan" pesanan nya pun datang

"Terimakasih"

"Kalau anda ingin memesan lagi, anda bisa memanggil saya" ujar pelayan ramah.

"Iya" jawab baekhyun singkat

.

.

Drrrtt..drrttt

.

.

Suara handphone baekhyun menggangu kegiatan nya yang masih mengamati chanyeol dan pacar nya. Baekhyun pun mengangkat telpon nya.

"BYUN BAEKHYUN!" Otomatis, baekhyun menjauhkan ponsel dari telinga nya.

"Kya! Kyungsoo, tak perlu berteriak seperti itu" ujar baekhyun kemudian menyeruput ocha milik nya.

"Apa?! Hey! Apa kau lupa kalau kau mempunyai janji dengan ku, hah!" Seketika baekhyun melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan nya.

Astaga , sudah berapa lama dia di sini.

"Hehe maaf" kekeh baekhyun

"Kalau lima menit lagi kau tak datang, aku pulang!"

.

.

Pip

.

.

Telpon di putus sepihak.

Gawat! Orang ekspresif seperti kyungsoo jika marah besar sangat berbahaya. Bagaimana bisa dia lupa janji nya dengan kyungsoo.

Baekhyun mengeluarkan selembaran uang dan menaruhnya di meja. Kemudian keluar tanpa menunggu kembalian.

.

.

.

*Sementara itu*

.

.

.

"Sayang, kamu mikirin apa?"

Chanyeol tersenyum. Kalau saja gadis yang di hadapan nya tahu apa yang sedang chanyeol pikirkan, pasti dia tidak akan seramah sekarang.

"Aku lagi mikirin kamu"

Pipi soojung -pacar chanyeol- memerah "jangan gombal"

"Serius aku lagi mikirin kamu" chanyeol menyeruput ocha pesanan nya. Musik instrumen mengalun lembut.

Cahaya lampu kekuningan memberi suasana redup. Chanyeol meletakkan siku tangan nya ke meja, memandang soojung lekat-lekat. Merasa di pandangi oleh sang pacar soojung menoleh ke arah lain untuk menyembunyikan merah merona wajah nya.

Cantik. Soojung cantik. Rambut nya panjang. Kulitnya putih bersinar. Anggun. Soojung adalah contoh pacar sempurna yang layak di pamerkan di depan sahabat-sahabat chanyeol.

Chanyeol menghela napas."Kita putus" tanpa basa-basi, chanyeol menjatuhkan bom yang sejak tadi di simpan nya

"A-apa?" Soojung yang tengah meminum ocha nya pun tersedak, dan dengan buru-buru mengambil tissue dan mengelapi mulut nya. "Kamu bilang apa?"

"Kurang jelas?" Chanyeol memajukan tubuh nya.

"Kita putus. Selesai. Bubar. Bukan pacar lagi" setelah mengatakan itu chanyeol menyender santai sambil menikmati ekspresi lawan bicara nya.

"A-apa?"

"ucapan ku masih kurang jelas? Aku dan kamu sudah selesai. Di antara kita, sudah tidak ada apa-apanya lagi. Apa aku harus pakai bahasa inggris?"

"Apa...?" Masih dengan ekspresi yang sama. Terkejut.

"Umm.. We... Are... Friend, ok?" Sekalian saja chanyeol memakai bahasa tubuh. Chanyeol menggerakkan tangan nya sambil menekan kata demi kata.

"Bukan itu maksud nya" soojung memandang chanyeol tidak percaya "kita baru pacaran satu minggu. Satu minggu!" Sebenar nya soojung ingin menangis. Air mata nya menggenang, di tahan kuat-kuat agar tidak jatuh.

"Salah nya dimana, yeol?"

Chanyeol mengangkat bahu. "Kamu cantik, kamu manis. Tidak ada orang lain. Tidak ada masalah. Semua nya baik-baik saja"

"Kalau begitu dimana masalah nya?"

Selalu saja alasan. Chanyeol menggeleng-gelengkan kepala. Kalau memang jatuh cinta tidak perlu alasan. Memang memutuskan pacar perlu alasan? Kalau mencintai seseorang gak ada alasan, kenapa membenci seseorang harus ada alasan?

Chanyeol berdeham "sebenar nya masalah nya ada satu. Dan itu ada di aku"

Soojung tersentak. Pikiran nya melayang ke hal-hal aneh. Mungkin chanyeol sedang memiliki masalah, atau kedua orang tua nya bercerai sehingga ia ingin sendiri. Atau mungkin chanyeol ingin pindah ke luar negri, jadi dia tidak sanggup hubungan jarak jauh.

"Kamu punya masalah? Cerita ke aku, yeol. Aku bisa mendukung kamu. Apa yang bisa aku bantu?"

"Kamu gak bisa bantu" chanyeol tersenyum kecil.

"Aku ingin kita putus karena..."

"Karena?" Soojung menunggu.

"Karena aku bosan"

"Hah?!" Kaget soojung

"Aku bosan. Maaf. Jadi, mari kita putus baik-baik" chanyeol tersenyum secerah mungkin.

"Bosan?" Soojung seperti burung beo. Sejak tadi dia mengulang-ulang perkataan chanyeol.

"Iya, aku bosan. Aku minta putus. Wajar kan?"

.

.

PLAK.

.

.

Ubun-ubun soojung berasap. Kesal dan sedih semua nya becampur jadi satu "dasar orang gila!" Soojung pergi sambil menghentak-hentakkan kaki nya.

Chanyeol meringis sambil memegangi pipi nya yang berdenyut akibat tamparan soojung. Badan nya mungil, ternyata tenaga nya kuat juga.

"Hei! Bayar dulu minuman mu! Heeeii!" Teriak chanyeol pada soojung. Tidak ada jawaban. Soojung terus berjalan keluar restoran.

"Cih. Sudah main tampar, malah pergi tanpa bayar. Cantik-cantik mental gratisan" keluh chanyeol

.

.

.

.

.

"Kyungsoo!" Teriak baekhyun sambil berlari ke dalam kafe. Walaupun teriakan itu membuat seisi kafe memandang ke arah baekhyun, tetapi yang di panggil tidak menoleh sama sekali.

Baekhyun pun duduk di depan kyungsoo. Keringat mengucur di dahi nya. Ini lah tidak enak nya orang gendut, lari dikit keringat mulai mengucur.

"Kau marah?" Tanya baekhyun hati-hati takut kyungsoo memutilasi (?) nya.

"Siapa? Aku? Marah ? Tidak mungkin? Kenapa aku harus marah? Karena untuk keterlambatan mu selama satu jam? Karena aku menunggu seperti anak hilang?" Ujar kyungsoo tanpa henti.

Baekhyun tertawa. "Kau lucu kalau seperti ini. Menggemaskan" baekhyun mencolek pipi sahabatnya.

"Kau!" Kyungsoo ingin mencakar sahabat nya saat ini, tetapi karena disini tempat umum di urungkan niat nya

"Kata nya enggak marah. Tapi muka mu seperti mau memakan ku hidup-hidup. Jangan marah ya" rayu baekhyun

Seorang pelayan kafe menghampiri mereka. "Mau pesan apa tuan?"

"Ayolah Do kyungsoo, jangan marah seperti itu. Bagaimana kalau aku traktir?" Kyungsoo membuang muka, kesal.

"Oke, aku traktir apa pun yang kau mau"

"Benar?" Kyungsoo langsung sumringah. Ekspresi marah nya menghilang dengan sekejap. Baekhyun hanya mengangguk. Apa pun dia lakukan buat teman sebangku nya ini

"Hm.. Aku mau cheese cake blue berry, scone, pie apple, untuk minum saya pesan earl grey. Dan untuk di bawa pulang-"

"Apa?! di bawa pulang? Kira-kira kalau mau pesan" potong baekhyun

Kyungsoo merengut. "Aku marah lagi"

"Oh tuhan, jangan. Kau boleh memesan apa saja. Restoran sekalian ku belikan kalau kau mau. Mall? Kau juga boleh memilikinya" baekhyun mengeluarkan nada manis dengan ekspresi muka yang sama sekali tidak manis

"Untuk di bawa pulang, aku pesan roti kering dan kaastangel" luhan mengibaskan tangan "itu saja, jangan sok kaya. Mau beli mall ini? Aku tau pesanan ku tadi sudah membuat dompet mu tipis" Pelayan yang sedang mencatat pesanan kyungsoo jelas sekali menahan senyum nya.

"Hm.. Tuan pesan apa?" Tanya pelayan pada baekhyun. Suara nya bergetar menahan tawa.

"Puding stawbarry dan teh, tidak perlu earl grey nya. Uang ku sudah tidak cukup" sindir baekhyun

Walau berat hati, baekhyun tidak membatalkan rencana nya untuk mentraktir kyungsoo. Kalau di batalkan pasti kyungsoo akan marah besar dan persahabatan nya satu minggu ini dia tidak bisa membeli ice cream kesukaan nya. Uang nya habis.

Pelayan itu pun meninggalkan kyungsoo dan baekhyun

"Jadi berikan aku alasan mengapa kau telat satu jam, byun baekhyun?" Selidik kyungsoo dan di balas tertawa sumbang ala baekhyun.

"Tadi aku melihat chanyeol di lobi dan mengikuti nya bersama wanita ke sebuah restoran" jawab baekhyun seadanya.

Kyungsoo bertepuk tangan "wah.. Kau meninggalkan sahabat mu demi menjadi maniak si playboy itu?" Sindir luhan

"Dia tidak playboy" sangkal baekhyun membela pujaan hati nya

"Dari mana kau tau? Kau sendiri yang sering melihat nya gonta-ganti pasangan kan? Masih belum jelas? Wah, byun. Kau memang tergila-gila dengan orang itu"

Baekhyun mengeluh dalam hati. Kalau sudah begini, masalahnya akan panjang. Kyungsoo pasti akan berkhotbah yang sangat panjang.

"Lupakan dia baekhyun, sepertinya, prince charming-mu itu tidak se-charming yang kau bayangkan. Kita memang baru masuk beberapa bulan sekolah. Aku juga tidak kenal chanyeol. Tapi, dia tidak cocok untuk mu" kyungsoo menghentikan khotbah nya. Pesanan mereka sampai.

"Dia itu.." Tadi nya, baekhyun kira kyungsoo akan melupakan khotbah nya begitu kue sudah sampai. Ternyata, tidak. Baekhyun hanya bisa mendengarkan nya sambil memakan puding nya.

"Dia itu sok keren, sok berkuasa, padahal artis saja bukan. Oke, dia dulu ketua klub musik di Junior high school, tapi kan sekarang beda. Ini di senior high school, di kirin ! Tapi dia udah seperti paling tampan di sekolah. Aku akui dia memang tampan..." Kyungsoo berhenti sesaat

"Lalu?" Baekhyun penasaran dengan kelanjutan ceramah kyungsoo.

"Ah.. Yang jelas dia tidak baik. Lihat, baru beberapa bulan di kirin dia sudah mengencani kakak kelas. Dan itu dia sering berganti-ganti pasangan" benar apa yang dibilang oleh kyungsoo. Chanyeol terkenal di sekolah baru nya. Karena dia pintar memainkan alat musik dan tampan.

Setelah berhenti berceramah kyungsoo pun menyantap pesanan nya.

Kyungsoo tidak mengerti bagaimana rasanya berharap. Banyak kata 'apakah' yang sering muncul di kepala baekhyun.

'Apakah' dirinya mampu menembus Kirin senior high school yang katanya terbaik di kotanya? Kalau lulus,

'apakah' baekhyun mampu belajar 3 tahun disana? 'Apakah' chanyeol tidak mengubah pilihannya?

'Apakah' dirinya bisa bertemu chanyeol lagi?

Dan dari pertanyaan 'apakah' tersebut bersumber dari harapannya untuk bertemu dan dekat dengan chanyeol.

"Kau tidak mengerti, kyungsoo. Kau tidak tahu apa yang aku rasakan"

Kyungsoo menelan scone-nya "memang tidak, tapi menyimpan perasaan seperti itu bisa merusak mu. Kenapa tidak kau ungkapkan saja?" Ujar kyungsoo.

Baekhyun menerawang. "Bilang sejujurnya kepada chanyeol? Kalau aku menyukainya? Aku tak berani"

"Kalau begitu kau idiot"

Baekhyun kaget. " Kau bilang aku idiot? Aku suka seseorang artinya idiot?"

Sadar ucapan nya keterlaluan, kyungsoo menepuk pundak baekhyun. Dia sedikit meremas pundak baekhyun, memberi kekuatan untuk baekhyun.

"Kau idiot kalau kau terus seperti ini. Bilang saja, byun. Jangan sampai kau menyesal"

Baekhyun tersentak. Tidak pernah sekali pun masalah menyesal muncul si kepalanya. Menyesal? Dengan keasaan yang sekarang, dijamin seratus persen baekhun menyesal dirinya nanti.

Mengapa ia tidak ambil jalan yang berbeda?

"Aku bilang seperti ini karena aku peduli. Dan aku sahabat mu. Katakan perasaan mu, supaya kau lega dan tidak menyesal"

Baekhyun menggeleng. "Tidak, aku tidak akan menyesal"

"Kau yakin?" Tanya kyungsoo

Baekhyun terdiam dan mengangguk.

"Aku mendukung mu, Byun Baekhyun!" Kyungsoo memberi semangat.

.

.

.

.

.

Sekarang atau tidak sama sekali.

Baekhyun sudah membuat keputusan seperti yang kyungsoo katakan, obsesinya hanya dapat di tuntaskan dengan mengatakan yang sebenar nya kepada chanyeol. Semangat! Baekhyun menyemangati dirinya sendiri.

Bel istirahat berbunyi. Sebagian besar anak-anak sekolah berkerumun ke kantin. Baekhyun menuju ke kantin. Bukan, baekhyun tidak akan menyatakan cinta terang-terangan di depan orang banyak.

Rencananya, baekhyun mendekati kelompok chanyeol, mengajak chanyeol ke tempat sepi, lalu pada saat itulah semuanya akan baekhyun ceritakan. Begitulah rencanya.

Rencananya buruk.

Mengapa buruk? Karena gelagat nya mencurigakan.

"Hei, aku inginbicara sebentar berdua saja, boleh?" Bukanlah hal aneh di kelompok populer. Sudah terlalu biasa.

Artinya hanya ada tiga, menyatakan cinta, memutuskan pacar, atau menjual gosip. Baekhyun bukan siapa-siapa tiba-tiba maju mengajak chanyeol untuk bicara berdua, tinggal tebak apa yang akan baekhyun lakukan.

Baekhyun sadar pilihannya buruk. Sayangnya, dari semua pilihan hanya ini pilihan yang keburukan nya dapat ditoleransi. Pilihan lain terlalu buruk.

Awalnya, baekhyun ingin menulis surat, menyelundupkan ke dalam tas chanyeol di antara buku-buku fisika nya. Baekhyun membayangkan ekspresi kaget bercampur senang di wajah chanyeol yang menerima surat cinta. Surat itu baekhyun semprot parfume.

"Romantis kan?" Kata baekhyun menceritakan ide nya pada luhan.

"Norak!" Tukas kyungsoo

"Hei, kau tidak mendukung sahabat mu ini huh?" Sindir baekhyun

"Dengar dulu" kyungsoo mengelak. "Bagaimana kalau suratnya jatuh ke tangan orang lain? Bagaimana kalau surat mu berceceran saat chanyeol membuka bukunya? Bagaimana kalu ada orang asing yang menempel surat mu di majalah dinding huh? Apakah kau sudah memikirkan itu?" Baekhyun mengerutkan kening. Benar juga kata kyungsoo. Semuanya masuk akal. Cukup. Surat cinta ide yang buruk.

"Oke" dipikir-pikir, memang tidak ada cara lain yang pas. "Aku akan menyatakan. Nya secara langsung"

"Maksud kau?"

"Pulang sekolah, aku akan menyatakan nya di depan teman-teman nya. Apa aku perlu berlutut seperti drama-drama?"

Kyungsoo ingin sekali menggeplak kepala baekhyun. "Yakin?"

"Apa lagi sekarang?"

"Mendekati chanyeol saat dia bersama geng nya sama saja kau membangunkan singa yang lagi tidur. Nanti kau pasti akan di bully oleh teman-teman nya" kyungsoo geli melihat ekspresi baekhyun.

"Benar juga yang kau bilang" ujar baekhyun lemas.

Sudah jadi pengetahuan umum kalau laki-laki sudah berkumpul bersama, gembok di mulut nya akan lepas. Kata-kata kasar dan umpatan bisa di umbar bebas.

"jadi, bagaimana?" baekhyun tambah bingung

Kyungsoo tertawa melihat kelakuan temannya. Baekhyun hanya manyun.

Kalau sudah begini baekhyun hanya modal nekat saja. Dan pikiran terakhir nya adalah dia akan mendekati chanyeol pada saat jam istirahat dan mengajak chanyeol mengobrol hanya berdua saja. Dan resiko untuk di bully oleh teman-teman chanyeol sangat lah sedikit.

Dan di sinilah dia sekarang. Baekhyun memasuki kantin dengan jantung tak henti berdetak kencang. Begini rasanya menyatakan cinta, pikir baekhyun.

"h-hai, ada waktu sebentar?" baekhyun berdiri di depan kelompok nya chanyeol. Tangan nya di lipat di belakang punggung. Dari ujung kantin kyungsoo tercengang. gesit juga baekhyun ternyata, pikir kyungsoo.

"ada apa?" chanyeol menelengkan kepala dengan kening mengkerut. Begitu pula dengan kelompok nya. dan seketika siswa yang ada di kantin membisu. Mereka semua memperhatikan baekhyun.

Astaga, telan aku segera ! " bisa kita bicara empat mata? I-ini masalah pribadi, aku tidak bisa membicarakan nya disini"

"tidak bisa di sini? Di hadapan teman-teman ku?" chanyeol menyenderkan badan nya di bangku kantin sambil melempar tatapan menantang. Astaga, dia pasti tau maksud ku kesini, pikir baekhyun.

Suasana hening di kantin berubah jadi bisik-bisik. Senyum dan lirikan penuh arti di lemparkan ke baekhyun.

Salah satu teman chanyeol berwarna kulit agak gelap pun tertawa "memangnya apa yang penting? Kami juga ingin dengar"

Baekhyun memaksakan dirinya untuk tersenyum. Dia merasa ingin menjahit mulut si hitam bername tag 'Kai Kim' itu.

"aku dan chanyeol sudah bersahabat dari kecil, aku pun harus tau apa yang asta tau" seseorang berkulit putih menambahkan. Sepertinya baekhyun pernah melihat bocah ini.

"kami tidak boleh tau?" baekhyun membaca name tag si kulit putih, iya, nama nya sehun. Teman yang dia lihat semasa junior high school.

Baekhyun menggeleng dengan cepat. Dia tidak ingin seorang pun tau niat nya, apalagi teman-teman chanyeol.

"cih, sok rahasia"

"kami tau kami clue nya saja kalau begitu?" kai menaik turun kan alis nya, menggoda baekhyun.

Baekhyun menarik nafas "chanyeol spesial. Cuma chanyeol yang boleh tau. Kalo chanyeol cerita berarti kalian beruntung" baekhyun kaget, mulut nya bergerak sendiri tanpa terkontrol.

Semua siswa bersiul dan bertepuk tangan mendengar perkataan baekhyun.

"wow... spesial!"

Kata-kata asal yang di ucapkan baekhyun berefek juga kepada chanyeol. Muka nya memerah entah menahan malu atau menahan marah.

"tutup mulut kalian ! baiklah, ayo kita cari tempat lain" chanyeol melangkah mendahului baekhyun meninggalkan kantin. Baekhyun dengan senang hati mengikuti chanyeol sambil menggigit bibir nya. dia senang sekaligus gugup. Berhadapan dengan seseorang yang selama ini dia idamkan.

Chanyeol berjalan menuju halaman belakang itu lumayan sepi. Banyak daun kuning yang berserakan di rerumputan hijau. Kelopak-kelopak bunga berguguran ditiup angin yang sesekali berhembus.

"sekarang bicaralah" chanyeol mengambil tempat di bangku kayu sambil melipat kaki.

Baekhyun tersenyum. Dia pun duduk di samping chanyeol. Menghela napas kemudian memandang langit.

"hari ini langit nya cerah ya?" chanyeol tau baekhyun hanya berbasa basi.

"tidak juga" jawab chanyeol sekena nya

"aku suka langit yang seperti ini, mengingatkan ku pada kenangan manis" baekhyun mencuri pandang pada sosok chanyeol.

"Cuma ini yang mau kau bicarakan?" baekhyun merasa kalau chanyeol tau dia hanya berbasa-basi belaka

"bukan"

"aku tidak mengerti. Pertama, aku tidak kenal siapa kau. Aku gak tau siapa nama kau. Dan yang kedua, jangan bicara soal langit, langsung to the point mau kamu apa?"

Baekhyun mencelos, chanyeol tidak mengingat nya. itu artinya dia tidak menginat kejadian waktu itu. Saat hujan.

Tak apa. Wajar chanyeol lupa. Kejadian itu sudah berbulan-bulan lalu. Tak usah mengungkit-ungkit masa lalu.

Baekhyun tertawa gugup sambil menatap chanyeol yang kebingungan. "aku mau kita istirahat berdua, pulang berdua, belajar berdua, dan melakukan semua hal berdua"

Chanyeol bengong. Pipi baekhyun panas dan memerah. "atau kita bisa pada akhir minggu menonton atau main ke mall berdua, kalau kau tak malu kau juga bisa memegang tangan ku dan merangkul bahu"

Rentetan kata dari baekhyun semakin kacau. Dan chanyeol hanya menatap baekhyun aneh.

" apa ada yang aneh? Apa aku salah?" baekhyun mati-matian untuk bisa menatap manik indah mata chanyeol.

"ja-jadi kau ingin aku jadi ke-kekasih mu?" chanyeol terbata-bata. Dan baekhyun hanya memberi senyum lebar milik nya.

Hening sejenak, suara angin bertiup seakan lebih menarik untuk mereka dengar. Baekhyun tanpa sadar meremas ujung baju nya. ini seperti menunggu eksekusi pengadilan.

Tiba-tiba tawa chanyeol menggema. Dan membuat baekhyun kaget dan bingung.

"kau mau aku jadi kekasih mu?" baekhyun mengangguk pelan,

"kau pasti bercanda" chanyeol kembali tertawa sampai sakit perut. "kau memiliki selera humor yang tinggi ternyata" di tepuk-tepuk nya pundak baekhyun sampai meringis sakit.

"apa yang lucu?" kini giliran baekhyun yang mengerutkan kening. "tuan park, apa nya yang lucu?"

"kau. Kau yang lucu" chanyeol berdiri dengan masih sambil memegang perut. Badan tinggi nya menghadap chanyeol sambil berkacak pinggang. "aku tidak kenal kau. Dan aku baru kali ini bicara dengan kau. Aku bahkan baru ini melihat kau. Jadi ini tentu lelucon, lelucon mu keren. Aku kira kau ingin berbicara sesuatu yang serius. Ternyata hanya bercanda"

Jantung baekhyun seperti merosot ke perut. Sakit. "na-namaku baekhyun, byun baekhyun. Kau tak ingat? " chanyeol hanya menggeleng dan seketika muka baekhyun memucat

"setidak nya aku mengatakan yang sejujurnya. Bahwa aku menyukai mu. Aku hanya mencoba. Setidak nya kalau kau tidak suka, katakan. Jangan coba-coba menertawai ku. Karena ini bukan lelucon" chanyeol terdiam mendengar perkataan baekhyun. Mata nya memandang lurus kedalam manik mata baekhyun. Dan seketika chanyeol ketawa lagi.

"sudah cukup! Hahahah sungguh aku benar-benar terhibur. Siapa nama mu? baekhyun. Aku akan mengingat nya. Ku kira hari ini akan membosan kan seperti hari yang lain nya, ternyata salah. Aku mendapat hiburan segar" chanyeol menepuk pundak baekhyun. "terimakasih, baekhyun. Lain kali kalau ada lelucon yang lebih menggelitik temui aku. Kau tau kan harus kemana kalau ingin bertemu dengan ku." Baekhyun melirik ke arah pundak nya yang di penggang chanyeol.

"aku harus kembali ke kantin. bye" chanyeol pergi meninggalkan baekhyun sendirian. Membiarkan baekhyun terhenyak tidak percaya. Satu pengalaman baru. Dianggap sebagai lelucon ternyata lebih sakit dari pada di tolak mentah-mentah. Perasaan kecewa dan malu bercampur jadi satu. Baekhyun menarik napas panjang-panjang. Pernyataan cinta nya dianggap lelucon.

Perasaan di dalam hatinya menyurut drastis berganti perasaan baru. Perasaan yang membuat tangan baekhyun mengepal dan urat di dahi nya bertonjolan. Baekhyun berjalan cepat menuju kantin menyusul chanyeol.

.

.

.

.

.

"PARK CHANYEOL !" teriakan itu menggelegar di seluruh penjuru kantin. Teriakan itu berasal dari seseorang bername tag 'byun baekhyun'. Di dekati nya chanyeol dengan cepat. Badan nya yang penuh lemak bergetar, selain karena langkah nya yang lebar-lebar juga karena kemarahan nya yang sudah mencapai ubun-ubun. Seisi kantin sontak mengarahkan ke satu titik. Yaitu meja chanyeol.

"hei baekhyun" chanyeol tersenyum. "aku ingat nama mu kan? Ada lelucon baru?"

"ohh nama nya baekhyun" kata sehun.

"baekhyun ingin berbicara dengan siapa lagi? Aku bersedia di bawa ke belakang sekolah, tapi jangan macam-macam, ini kan masih dalam lingkup sekolahan" kai ikut nimbrung, nada bicara nya seperti tengah membujuk anak kecil yang sedang merajuk. "ya? ya ?ya?"

Tawa kecil muncul dimana-mana. Chanyeol juga tertawa. Tangan baekhyun mengepal. Kemarahan nya semakin membesar.

"kau pengecut! Kau tidak berani bilang di depan mu ku kalau kau tidak mau punya kekasih seperti ku. Kau malah berpura-pura tertawa, lalu apa yang aku ungkapkan itu adalah lelucon. Maaf, itu bukan lelucon"

Seluruh kantin meledak di dalam tawa. Semua bersorak sorai. Kai bersiul.

"wow! Ada yang menyatakan cinta pada chanyeol" sudah sebagai rahasia umum bahwa hubungan bisexual (penyuka baik laki-laki maupun perempuan) adalah hal yang legal di negara ini.

Muka chanyeol merah menahan malu, karena sorak sorai di kantin semakin keras. "mau mu apa?" chanyeol berdiri. Sosok nya kali ini mengancam di depan baekhyun. "aku tau maksud mu. Aku mengerti apa yang ingin kau katakan sejak pertama kau datang kesini. Tadi ku pikir kalau kamu bisa di tolak secara halus. Ku pikir kau bisa mengerti dengan cara tersirat. Tapi kau mau dengan cara kasar. Oke, kalau kau ingin cara kasar "

Chanyeol menghela napas, mata nya berkeliling melihat orang-orang yang berada di kantin. "semua yang ada di kantin benjadi saksi. Bahwa saya Park Chanyeol menolak untuk menjadi kekasih seorang bernama baekhyun..." chanyeol menatap baekhyun dengan mata berkilat marah. "bahkan aku tak tau siapa nama lengkap mu"

Chanyeol mengangkat dagu. "saya, park chanyeol menolak baekhyun karena saya suka seseorang dengan kulit bersih dan berpenampilan baik serta enak dilihat. Semua mantan saya tampan dan cantik. Tidak ada yang... gendut. Jadi, baekhyun dengan berat hati saya katak bahwa kau bukan tipe saya. Saya tak suka dengan berat badan berlebih, mengerti?" chanyeol melongos, baekhyun terpaku diam.

Sorak sorai di kantin semakin keras, beragam reaksi,ada yang bersiul sambil memukul-mukul meja, ada yang diam tidak peduli, dan ada yang menunjukan simpati.

Baekhyun terhenyak, siapa orang ini? Mulut nya benar-benar kurang ajar. Ingin rasa nya ia melempar sepatu nya dan memasuk kan kedalam mulut chanyeol. Rusak semua imajinasi baekhyun tentang chnayeol. Chanyeol yang ada di kepala nya berbeda jauh dengan yang ada di pikiran nya selama ini. Benar apa kata kyungsoo. Chanyeol yang ada di dunia nyata berbanding 180 derajat berbeda dengan imajinasi nya. baekhyun ingin chanyeol yang ada di imajinasi nya, chanyeol yang ramah, baik hati dan selalu tersenyum. Semua itu adalah sekedar imajinasi.

"lawan, baekhyun..." kai memberi semangat atau tepat nya memprovokasi baekhyun. "Cuma seperti itu? Lawan chanyeol, baekhyun. Tunjukkan keberanian mu seperti tadi" hasutan-hasutan kai seperti nya berhasil, karena membuat muka baekhyun memerah, marah.

Di dorong nya kai oleh kyungsoo, bisikan-bisikan kai bisa merusak baekhyun.

"baekhyun, jangan dengarkan dia. Ayo kita ke kelas" kyungsoo menarik tangan baekhyun, tetapi yang di tarik tak menujukkan bahwa dia ingin berjalan.

"chanyeol" panggil baekhyun lirih. Kyungsoo terkesiap, ia langsung waswas. "mau apa lagi, byun?"

Kalau baekhyun bertingkah gila lagi, kyungsoo harus meminta bantuan beberapa orang untuk menahan badan besar baekhyun. Tidak mungkin kyungsoo yang kecil ini mampu menangani baekhyun.

"baekhyun, sudah cukup" perkataan kyungsoo tidak digubris oleh baekhyun.

"chanyeol!" panggil baekhyun lebih keras. "chan—" mulut baekhyun di bekap oleh kyungsoo.

"kau gila?! Belum cukup juga di permalukan, hm?" pertanyaan kyungsoo di jawab baekhyun dengan pelototan "ahh..." jemari kyungsoo yang membekap baekhyun di gigit oleh nya.

"jangan ganggu, ada yang ingin ku bicarakan dengan nya. Chanyeol !" kali ini teriakan baekhyun lebih keras.

Suasana yang tenang kembali ramai. Semua nya penasaran dengan ronde kedua pertengkaran antara chanyeol dan baekhyun. Semuanya menunggu apa yang akan dikatakan baekhyun. Langkah chanyeol terhenti. Pelan-pelan dia berbalik dan menatap baekhyun dengan alis terangkat. Pandangan nya menyatakan belum cukup?

Baekhyun membalas dengan menaikan sebelah alis nya dan mengangkat dagu nya persis seperti chanyeol. Memang Cuma chanyeol yang bisa mengangkat alis dan dagu?

"kau bilang semua mantan pacar mu seseorang yang cantik dan tampan serta enak dilihat, benar?" ujar baekhyun sambil berkacak pinggang.

Chanyeol menggerakkan kepalanya,hampir tidak ketara. Tapi jelas itu sebuah anggukan.

"kau bilang aku bukan tipe mu, karena aku... gendut?"

Chanyeol mengangkat bahu. Dia dan seluruh penonton benar-benar tidak tau apa yang akan dikatakan baekhyun. Apa baekhyun akan maju meninju chanyeol? Atau apa baekhyun akan meludahi chanyeol? Atau justru baekhyun akan lari ke kelas dengan bergelimang air mata?

"baiklah kalau begitu," baekhyun menarik napas panjang dan dalam. "aku akan diet"

Suara riuh kembali pecah. "aku akan menjadi apa yang kau tipe-kan"

Satu kantin gempar. Siulan, tepuk tangan, teriakan bercampur tawa meledak keras. Entah kemana kyungsoo. Teman nya sedang di tertawakan, dia malah tak ada.

"lelucon lagi? Sudah cukup aku mendengar lelucon dari mu" chanyeol mengibas kan tangan.

"hei" baekhyun maju mendekati chanyeol "bagaimana kalau kita taruhan, hm?" chnayeol menatap sombong ke arah baekhyun. "taruhan apa?"

"apabila aku berhasil kurus, dan menjadi apa yang kau tipe-kan, kau harus menjadi kekasih ku . akan ku buat kau bertekuk lutut di depan ku, dan aku akan menolak mu mentah-mentah" emosi. Baekhyun menekan kan setiap perkataan nya. "di depan umum. Aku akan mempermalukan mu di depan umum" sambung baekhyun.

"konyol. Itu sangat konyol" chanyeol melipat tangan nya.

"tidak berani? Ohh.. ternyata kau memang pengecut. Ayam kampung. Pok pok pok" baekhyun mengepak-ngepakkan lengan nya menirukan gerakan dan suara ayam. "pengecut. Pengecut. Pok pok"

"apa? Pengecut?" chanyeol terpancing. "aku bukan pengecut. Baiklah kalau begitu. Kalau kau bisa kurus dan menjadi tipe ku, aku akan menjadi pacar mu asalkan kau bisa melakukan nya selama sebulan, bagaimana?" terpasang senyum mengejek di muka chanyeol.

Tepuk tangan bersemangat semakin keras. Kyungsoo yang tadi menghilang pun hendak mendekati baekhyun tapi di tahan oleh kai. Sehun yang melihat tingkah teman nya –chanyeol- pun hanya menggelengkan kepala.

Giliran baekhyun yang tersentak. "se-sebulan?"

"iya, satu bulan. Takut? Sekarang siapa yang pengecut, hm? Pok pok pok" chanyeol mengikuti gerakan ayam ala baekhyun tadi.

"satu bulan terlalu pendek. Bagaimana lima bulan" baekhyun mulai gelisah. Dia tidak ingin kalah dari chanyeol.

"lima bulan terlalu lama, baiklah kalau begitu 2 bulan"

"tidak, masih terlalu cepat. 4 bulan"

"tiga bulan dan ini final deal" chanyeol mengulurkan tangan nya.

Dagu baekhyun sedikit bergetar. Jika di hitung dalam hari, tiga bulan memang lama. Namun, jika dijalani, tiga bulan adalah waktu yang sebentar. Masalah nya, baekhyun duluan yang menantang si brengsek chanyeol. "baiklah, deal" baekhyun menjabat uluran tangan chanyeol. Dan deal, tiga bulan.

"kalau kau tidak berhasil, kau harus jadi pembantu ku di rumah selama 30 hari, bagaimana?"

"oke"

"baiklah, sudah sepakat. Semua yang ada disini adalah saksi perjanjian kita. Dalam waktu tiga bulan entah aku yang di tolak mentah-mentah atau dia yang menjadi pembantu, kita lihat siapa yang menang dan siapa yang kalah" chanyeol tersenyum angkuh.

"kita lihat saja "

.

.

.

.

.

.

To be continued~

.

.

.

Bagaimana ? apakah baekhyun yang akan menang? Atau chanyeol yang menang? Atau malah baekhyun gak kuat buat diet? Ayo.. mana review nya? kalo review nya banyak aku lanjut. Seenggak nya di fav lah #eh? Hahah