Title : Mr. B ?

Cast : Chanbaek feat kaisoo and hunhan

Genre : Romance

.

.

.

Warning! this fanfic is full of boyslove. DONT LIKE DONT READ!

PLAGIATRISM AND SILENT READERS GO AWAY !

.

.

.

.

.

#sebelum nya...

"baiklah, sudah sepakat. Semua yang ada disini adalah saksi perjanjian kita. Dalam waktu tiga bulan entah aku yang di tolak mentah-mentah atau dia yang menjadi pembantu, kita lihat siapa yang menang dan siapa yang kalah" chanyeol tersenyum angkuh.

"kita lihat saja "

.

.

.

.

.

CHAPTER 3

.

.

.

.

.

"kau benar-benar kerasukan setan, baekhyun" kyungsoo memandang baekhyun dengan rasa tidak percaya. Siapa pun yang mengenal baekhyun tidak akan menyangka baekhyun akan melakukan hal seperti itu. Baekhyun ! seorang baekhyun mampu melakukan hal nekat seperti itu? Kalau bukan karena mabuk, dia pasti sedang kerasukan.

Baekhyun hanya mendengus sambil melipat kedua tangan nya. "mungkin aku memang kerasukan. Yang jelas aku tidak mau mengalah dengan chanyeol. Akan aku buktikan kalau aku mampu membuat nya bertekuk lutut di hadapan ku. Lihat saja nanti. Lihat saja."

.

.

.

*di lain tempat*

"Hey tuan park yang gila, apa yang kau pikirkan? Sampai-sampai menyanggupi tantangan kacau dari orang seperti siapa itu?—baekhyun?" sehun berdecak sambil menggeleng-gelengkan kepala. Di tangan nya sedang menggandeng sosok laki-laki bermata rusa, bername tag 'Xiao Luhan'

"dia gila, kau juga sama gila nya." luhan menjitak kepala kekasih nya –sehun- . yang di jitak pun melotot kearah luhan. "kau teman nya dari si orang gila itu" tunjuk luhan ke arah chanyeol yang sedang asik menenggak air mineral nya.

"dan kau kekasih dari teman nya orang gila" sehun mencubit pelan pipi luhan. Kai yang melihat kelakuan sepasang kekasih itu hanya bisa menggeleng.

"a-yo man! Kalau ingin bercinta silahkan ke kamar! lihat, teman kita bernama park chanyeol ini sedang merenungi nasib nya yang akan di kalahkan dengan si gendut baekhyun haha" kai merangkul pundak chanyeol.

"terserah kalian menganggap aku gila atau apa, yang jelas aku tidak akan kalah. Akan ku buat bocah gendut itu berlutut kalah di depan ku. Lihat saja" chanyeol tersenyum penuh arti.

.

.

.

.

.

Kobaran api semangat baekhyun ternyata tidak berlangsung lama. Begitu emosinya mengendap dan akal sehat mulai menguasai otaknya, baekhyun syok seperti orang bodoh. Otak nya langsung macet. Jam-jam baekhyun setelah jam istirahat berjalan seperti bayangan. Tidak ada pelajaran yang masuk kedalam otaknya. Yang baekhyun sadari adalah sekarang jam pelajaran telah usai dan dirinya di tarik kyungsoo untuk pulang ke rumah.

"baekhyun... berat" kyungsoo susah payah menarik badan baekhyun yang ogah-ogahan untuk berjalan. Bagi badan kyungsoo yang kecil, menarik badan sebesar baekhyun perlu tenaga ekstra. Seluruh badan kyungsoo berkeringat seperti habis lari maraton. Akhirnya, "istirahat,... aku mau istirahat sebentar" kyungsoo menjatuhkan pantat nya di bangku terdekat sambil mengibas-ngibaskan tangan nya kearah leher. Panas.

Baekhyun hanya bengong sambil berdiri mematung, dia terlalu sibuk memikirkan tingkah nya sewaktu istirahat tadi.

Mereka tidak menyadari bahwa chanyeol dan rombongan nya datang sambil bercanda seru dari dalam sekolah. Ketika chanyeol melihat baekhyun, pikiran jail nya pun berjalan. Sambil melangkah pelan chanyeol melangkah mendekati baekhyun dan kyungsoo. Teman-teman chanyeol yang mengerti kemana langkah chanyeol pun hanya mengikuti chanyeol.

Mulut kyungsoo hendak memanggil baekhyun terpaksa batal saat kai meenempelkan telunjuk nya ke bibir. Menurut aturan persahabatan, kyungsoo harus mengingatkan. Namun, resiko menjadi bulan-bulanan chanyeol dan kelompok nya membuat kyungsoo otomatis menutup mulut nya. Melawan chanyeol dan kelompok nya sama saja menyerahkan diri ke kandang macan.

Chanyeol hampir terkekeh. Pelan-pelan dia mendekat. Chanyeol memposisikan dirinya tepat di belakang baekhyun. Kepalanya mendekat kearah kepala baekhyun. Perlahan dia berbisik di telinga baekhyun. "sedang memikirkan siapa? Aku?"

Sontak baekhyun kaget dan berbalik ke belakang. Muka bengong nya berganti dengan ekspresi kesal.

"hey! Apa kau tidak bisa menjauh untuk sementara? Aku muak melihat muka mu" chanyeol hanya menyengir kuda. Kedua tangan nya masuk kedalam saku celana nya dan sambil mendekati baekhyun. Baekhyun ingin sekali mundur. Belum pernah dia di dekati seseorang hingga hampir menempel seperti ini. Namun, mengingat pernyataan perang yang dideklarasikan di kantin, baekhyun tidak boleh terintimidasi.

Chanyeol semakin mendekat. Jelas sekali dia menikmati ekspresi campur aduk di muka baekhyun. Ada ekspresi malu, ada ekspresi takut, ada ekspresi sok kuat yang membuat chanyeol gemas ingin menguji sejauh apa baekhyun kuat menahan dirinya. Pelan tapi pasti, jarak diantara keduanya mulai menipis. Seperti waktu istirahat, seketika kumpulan siswa membentuk lingkaran.

Baekhyun menaikan dagunya.

Sedikit bergetar, pikir chanyeol sambil tertawa senang di dalam hati. Mata gelisah baekhyun memandang mata chanyeol yang berkilat tajam. Jarak antara baekhyun dan chanyeol semakin dekat hingga chanyeol samar-samar dapat mencium aroma cologne yang di pakai baekhyun. Dalam hatinya, chanyeol kembali tertawa karena kali ini bukan dagu baekhyun yang bergetar, tetapi kaki nya juga.

Cukup.

Baekhyun mundur selangkah, "aku pasti gila kalau aku masih suka pada mu. Mulai sekarang, diantara kita murni karena taruhan. Kalau aku menang, akan ku buat kau tau rasa."

Chanyeol bersiul. Bocah tipe baekhyun bisa juga sesumbar kalau sedang terdesak. " kau masih suka padaku. Dan kalaupun perasaan mu hilang, akan ku buat kau suka lagi dengan ku."

Penonton mulau gaduh. Ada yang mulai berbisik, dan ada pula yang menggeleng-gelengkan kepala mendengar perkataan chanyeol. Mereka semakin penasaran dengan kelanjutan taruhan antara chanyeol dan baekhyun. Berita taruhan baekhyun dan chanyeol cepat tersebar ke seluruh penjuru sekolah bak wabah virus. Akibat nya, chanyeol yang memang sudah terkenal pun makin terkenal dan baekhyun yang mula nya bukan siapa-siapa sekarang mulai menjadi perbincangan hangat di setiap kelas. Mereka masih pendatang baru di sekolah ini. Masih junior di sekolah. dan sekarang senior mereka pun tau siapa mereka.

Dada baekhyun berdetak semakin keras. Entah karena marah atau karena kata-kata chanyeol. "kita lihat saja. Tunggu sampai tiga bulan. Ayo, kyungsoo, kita pulang" melotot seseram yang dia mampu, baekhyun keluar dari lingkaran penonton diikuti kyungsoo yang ada di belakang nya.

Chanyeol tertawa, "hey! Latihan jadi pembantu mulai dari sekarang!" teriak chanyeol kepada baekhyun yang berjalan menjauh. Dan dibalas dengan jari tengah yang di acungkan oleh baekhyun ke arah chanyeol. Dan chanyeol kembali tertawa.

"chanyeol, begitu saja ?" tanya seorang penonton yang berdesak-desakkan. "mengecewakan. Lebih bagus waktu istirahat tadi"

Mau tidak mau chanyeol tertawa. "tenang, lihat saja nanti"

"sudah, disini bukan tempat menonton. Kami bukan tontonan, sekarang silahkan pulang" kai mengusir kumpulan orang-orang yang menonton baekhyun dan chanyeol tadi.

"ayo pulang, aku harus mengantarkan luhan pulang" sehun mengintrupsi agar mereka segera pulang. Chanyeol dan kai berjalan terlebih dahulu. Sehun menarik tangan luhan untuk berjalan, namun yang di tarik tidak menunjukkan bahwa dia ingin berjalan.

"ada apa?" sehun menepuk pundak luhan pelan. Dan yang di tepuk hanya memberikan senyuman indah nya.

"ada yang tertinggal di kelas, kau duluan saja. Aku akan menemuimu di parkiran" sehun hanya menangguk menyetujui.

"jangan lama-lama, aku tunggu di parkiran" sehun mencubit pipi luhan dan kemudian pergi menyusul kai dan chanyeol di parkiran.

Tanpa sehun sadari, luhan bukan berjalan menuju kelas nya.

.

.

.

.

.

Baekhyun terkena serangan panik. "kyungsoo... bagaimana ini ? apa yang telah aku lakukan?" baekhyun berjalan bolak balik di kamar nya. hari ini adalah hari libur, dan disinilah kyungsoo. Duduk di kasur empuk milik baekhyun sambil melihat baekhyun yang sedari tadi hanya mondar mandir.

"sebentar..., kau ingin park chanyeol menjadi pacar mu." Kyungsoo mengingat-ingat tidakan baekhyun kemarin sambil mengacungkan jarinya.

"benar" baekhyun ikut duduk di samping kyungsoo

"chanyeol menolak dengan halus. Tapi, emosimu malah tersulut." Acungan jari kyungsoo bertambah satu.

"benar" baekhyun menuntup muka nya dengan kedua telapak tangan nya. kalau diingat lagi, chanyeol memang menolak nya dengan sangat halus. Baekhyun salah sangka bahwa chanyeol pengecut. Tau kalau chanyeol sebrengsek itu, dia pasti berfikir dua kali.

"kau, entah bagaimana, salah mengerti dan berani berteriak marah-marah pada chanyeol di kantin" satu lagi jari kyungsoo mengacung. Dan melihatkan perban kecil di sana.

"benar. Ta-tapi, kyung, ada apa dengan jari tengah mu?" tanya baekhyun penasaran. Kyungsoo melirik perban di jari nya, kemudian menatap baekhyun kesal.

"ada seseorang yang menggigit tangan ku hingga berdarah, gara-gara dia ingin berbicara dengan si brengsek chanyeol tentang taruhan nya" sindir kyungsoo dan baekhyun hanya menyengir.

"maaf," ujar baekhyun tulus.

"untung waktu itu ada yang menolongku dan membawa ku ke klinik sekolah" baekhyun melongo, separah itukah gigitan nya? dan siapa seseorang itu?

Baekhyun hendak bertanya, tapi dia tidak ingin bertanya sekarang. Pikiran nya lagi kalut sekarang.

.

.

Kring~

.

.

Ponsel baekhyun berdering menandakan ada pesan masuk. Cepat di buka nya pesan tersebut.

"dari siapa?" tanya kyungsoo penasaran. Baekhyun hanya mengangkat bahu nya.

"seseorang bernama luhan menyuruh kita menuju cafe di dekat sekolah." Baekhyun mengarahkan layar ponsel nya kearah kyungsoo.

'from :234-14506

Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu, penting! Ku harap kau datang bersama teman kecil mu itu Jdi cafe dekat sekolah. Ku tunggu.

Luhan '

.

.

.

.

.

Baekhyun dan kyungsoo menuju cafe yang di katakan oleh sang pengirim pesan tadi. Sebelum nya kyungsoo dan baekhyun sempat berdebat kecil saat hendak pergi ke cafe ini. Kyungsoo yang mengatakan bahwa itu hanya pesan jail dari teman sekelas nya dan baekhyun meyakini bahwa pesan itu bukan dari orang jail, tetapi seseorang yang benar-benar berkepentingan. Dan debat pun di menangi oleh baekhyun, karena dengan jelas bahwa kyungsoo yang tak suka berdebat pasti akan membiarkan baekhyun menang.

Dan sampailah mereka disini. Dilihat nya oleh mereka pengunjung cafe yang tidak terlalu ramai.

"dimana sang pengirim yang kau sangka orang jail itu?" baekhyun menoleh ke sekitar cafe begitupun dengan kyungsoo.

"mana aku tau" kyungsoo melotot kearah baekhyun.

"BAEKHYUN!" baekhyun yang merasa terpanggil pun menoleh ke sumber suara. Dan dilihat nya seseorang berkulit putih bermata mirip seperti mata rusa itu tengah melambai ke arah nya. "kemari"

Baekhyun dan kyungsoo pun berjalan menuju seseorang bermata rusa tersebut.

"aku yang mengirimkan pesan ke nomor ponsel mu tadi" baekhyun berfikir sejenak mengingat nama sang pengirim pesan.

"luhan?" luhan pun tersenyum ketika baekhyun mengingat nama nya.

"iya benar, dan kau?" luhan melirik ke arah kyungsoo, baekhyun yang mengerti pun memperkenalkan teman nya kepada luhan.

"aku si kecil kyungsoo" sindir kyungsoo kepada luhan sambil mengulurkan tangan nya. dia masih sedikit sakit hati ketika luhan mengirim pesan ke ponsel baekhyun dengan menyebut nya 'si kecil'. Luhan pun tertawa canggung.

"hahah maaf, aku tidak mengingat nama mu" luhan pun mempersilahkan baekhyun dan kyungsoo untuk duduk di depan nya. mereka memesan beberapa minuman.

"jadi?" baekhyun mengangkat sebelah alis nya, meminta luhan menjelas kan maksud nya menyuruh baekhyun dan kyungsoo datang ke cafe di dekat sekolahan nya pada hari di saat waktunya pelajar untuk beristirahat.

"kau tak kenal aku?" tanya luhan, baekhyun hanya mengkerutkan kening nya. muka nya tidak asing, diamana baekhyun pernah melihat nya.

"kau, kesini akan mencemooh baekhyun seperti chanyeol dan teman-teman mu yang lain? Sebaiknya kami pulang" jawab kyungsoo sedikit emosi ketika dia tau siapa luhan.

Ya, baekhyun pernah melihat nya saat mereka akan pulang dan chanyeol beserta kelompok nya mendatangi nya. ya, luhan salah satu kelompok chanyeol.

"hey, tenang dude" luhan tersenyum. "aku bukan bagian dari mereka. Kau tau? Aku suka dengan kegigihan mu untuk melawan chanyeol."

Baekhyun bingung, apa yang sebenar nya yang ingin luhan bicarakan. Dia bukan kelompok nya chanyeol? Lalu yang kemarin dia lihat?

"aku hanya ikut kekasih ku berjalan dengan geng nya. you know, sehun adalah kekasih ku" luhan memainkan jari nya di ujung cangkir kopi hangat milik nya. "aku ingin membantu mu"

"membantu apa?" tanya baekhyun tak sabar.

"membantu mu untuk diet. " baekhyun dan kyungsoo melongo mendengar perkataan luhan. Serius? Yang benar saja?

"ta-tapi kau—"

"sudah ku bilang aku bukan bagian dari mereka" potong luhan dengan terburu-buru. Dia tidak ingin baekhyun salah sangka dengan niat baik nya.

Baekhyun hanya terdiam, "jadi, sekarang sudah dapat ide dengan cara apa kau akan diet?" tanya luhan sambil menyeruput kopi hangat nya dengan tenang. Cara nya menyeruput kopi saja sudah elegan, pantas salah satu kelompok chanyeol itu bisa bertekuk lutut di depan si pemuda bermata bak mata rusa ini.

"aku rasa aku memikirkan untuk sedot lemak" celetuk baekhyun dan membuat kyungsoo yang ada di samping nya melotot dengan mata nya yang bulat itu.

"kau gila?!" suara kyungsoo agak di tinggikan oleh nya. dia sedikit kesal mendengar perkataan baekhyun.

"bagaimana kau bisa berfikir untuk ke sana?" luhan menatap baekhyun tepat dimanik indah mata baekhyun. Baekhyun yang di pandangi pun menciut.

"kurasa itu jalan satu-satu nya menuju kemenangan dengan cepat" lirih baekhyun tapi masih terdengar oleh luhan dan kyungsoo.

Tiba-tiba sebuah kertas diberikan oleh luhan ke depan baekhyun. "ini, aku sudah tau kau pasti akan memilih cara itu. " baekhyun mengambil secarik kertas yang diberikan luhan tadi. "itu artikel tentang sedot lemak"

Kyungsoo dan baekhyun berkerut kening nya. luhan hanya tertawa. "begini, biar ku jelaskan" luhan menarik napas nya panjang. "jadi, sedot lemak itu akan membuat mu sakit. Dan sedot lemak juga akan mengangkat semua lemak yang ada di tubuh mu, termaksud lemak baik. Tubuh mu juga membutuhkan lemak baik untuk melindungi tubuh dari radikal bebas. Ada banyak juga resiko kalau kau sedot lemak"

Baekhyun menunggu luhan untuk melanjutkan pembicaraan nya, "contohnya, kau bisa merasakan mati rasa secara permanen di daerah tempat berlangsung nya penyedotan lemak, dan bisa merusak bagian organ dalam mu. Ini disebabkan bagian jarum tumpul yang masuk ke dalam tubuh saat terjadinya proses penyedotan lemak"

Baekhyun merinding mendengar penjelasan luhan tentang sedot lemak. "jadi apakah kau masih mau untuk sedot lemak?" tanya kyungsoo melirik baekhyun sinis.

"okey, sekarang apa saran mu ?" baekhyun mengembalikan selembaran yang diberikan luhan tadi .

"mau tak mau kau harus olahraga" kyungsoo memberi saran dan luhan menyetujuinya.

"hey, aku ingin jalan-jalan. Kalian mau ikut?" tanya luhan sambil mengeluarkan selembaran uang kemudian di letak kan nya di bawah cangkir kopi nya.

"kemana?" tanya kyungsoo bingung. jujur, dia sangat bingung dengan luhan. Orang yang jelas-jelas musuh baekhyun sekarang mendukung di pihak baekhyun dan ingin membantu baekhyun untuk diet. Dan sekarang dia mengajak mereka untuk jalan-jalan.

"sudah ku bilang, aku bukan bagian dari mereka. Ikut saja"

.

.

.

.

.

"ke supermarket?"

"ya, ada sesuatu yang ingin aku beli, ayo" luhan berjalan mendahului kyungsoo dan baekhyun dengan mendorong troli.

Luhan membawa mereka ke sebuah mall terbesar di gangnam dan menuntun mereka ke salah satu supermarket termahal di gangnam. Baekhun dan kyungsoo merasa mereka seperi orang yang baru sadar dari amnesia. Begitu melihat kesekeliling mereka adalah orang-orang berpakaian mewah.

Dilihat nya pakaian nya sendiri, "kurasa lebih baik kita menyusul luhan, sebelum kita di usir oleh petugas mall karena pakaian kita" usul kyungsoo dan baekhyun mengangguk.

Luhan menuntun kyungsoo dan baekhyun menuju sebuah rak yang bersusun beberapa botol alat make-up.

Apa?! Make-up?!

"apa luhan menggunakan make-up?" bisik kyungsoo kepada baekhyun yang masih memandangi luhan yang aasik memasuki beberapa pelembab wajah dan body lotion kedalam troli.

"entahlah" baekhyun mendekati luhan dan melihat troli luhan yang semula kosong sekarang mulai terisi dengan beberapa botol yang baekhyun tau di sana ada terdapat pelembab wajah, dan vitamin kulit. Sisa nya dia tak tau.

Dan setelah dirasa cukup, luhan pun menuju kasir dan membayar belanjaan nya. baekhyun melihat ada sebuah kotak yang bermerek beda di dalam troli luhan.

"susu?" tanya baekhyun bingun. Luhan juga meminum susu?, batin baekhyun. Luhan hanya tersenyum.

"semuanya 550.000 won " suara kasir membuat kyungsoo dan baekhyun melotot. Luhan hanya berbelanja beberapa pelembab wajah, vitamin kulit, eyeliner, parfume, dan body lotion serta susu tapi harga nya sudah mencapai uang jajan nya selama 4 bulan?

Luhan memberikan credit card nya kepada kasir tersebut. Setelah selesai membayar belanjaan nya, diberikan nya semua kantung belanjaan kepada baekhyun.

"ini semua buat mu, kecuali susu. Itu milik kyungsoo" luhan melemparkan senyuman nya kepada baekhyun dan kyungsoo. "aku merasa prihatin dengan tubuh mungil kyungsoo. Seorang teman ku tengah mencoba mendekati mu. aku tak mau kau terlihat kalah tinggi dengan nya" luhan tertawa pelan dan tersenyum penuh arti ke arah kyungsoo. Kyungsoo berkerut.

"ini semua punya ku?" baekhyun masih bingung dengan tindakan luhan. Dia membuang uang 550.000 won nya hanya untuk baekhyun? Padahal dia mengenal baekhyun baru 45 menit. Satu jam pun belum.

"ya, aku tidak ingin kau kalah dari si caplang chanyeol. Bukan kah salah satu tipe chanyeol adalah berkulit bersih, putih dan enak di pandang?" perkataan luhan mengingat kan baekhyun tentang kejadian di kantin waktu itu. Itu membuat nya malu.

"i-iya" baekhyun terbata-bata. Luhan benar, percuma kalau dia nanti kurus tetapi dengan kulit dan muka yang kurang enak di pandang. Baekhyun melihat luhan lekat, pantas luhan memiliki kulit bak salju dan muka yang indah.

"terima kasih" luhan hanya mengangguk dan menarik baekhyun beserta kyungsoo ke sebuah toko.

"kita harus membeli beberapa barang" ujar luhan bersemangat.

.

.

.

.

.

Baekhyun merebahkan tubuh gembul nya di kasur kesayangan nya. dia merasa sangat rindu dengan ranjang nya. setelah berjam-jam berkeliling mall di gangnam akhir nya dia bisa juga tertidur dengan nyaman di ranjang nya.

Baekhyun melihat kantung-kantung belanjaan yang di belikan luhan tadi. Dan dapat baekhyun simpulkan bahwa luhan adalah orang yang baik dan memiliki uang segudang!

Bayangkan saja, seluruh toko sudah mereka kunjungi dan membeli beberapa kebutuhan, bukan buat dia sendiri tapi buat baekhyun. Bahkan luhan tidak membelikan sepeserpun untuk nya.

Luhan membelikan mulai dari sepatu, beberapa baju dengan ukuran kecil dan celana jeans dengan ukuran kecil -luhan beralasan ingin melihat baekhyun menggunakan baju yang di belikan nya pada saat tiga bulan kemudian-, beberapa pelembab, vitamin wajah, vitamin kulit, parfume, body lotion, eyeliner dan jangan lupa, luhan juga membelikan nya timbangan. Supaya baekhyun bisa mengukur sejauh mana dia mengurangi berat badan nya.

Dia tidak boleh mengecewakan luhan yang dengan baik membelikan nya benda-benda ini. Di keluarkan nya selembar kertas yang berada di kantong celana nya.

Daftar menuju kemenangan melawan chanyeol ^^ :

Joging 30 menit sehari setiap pukul 5 sore

Makan teratur : pagi, sarapan roti. Siang, makan nasi. Malam, makan sayur yang kau suka.

Aerobik 1 kali seminggu

Masker rutin setiap minggu

Low carbs low fat food, no dairy food

Jangan lupa pakai pelembab, dan minum vitamin kulit sebelum tidur^^

Baekhyun tertawa melihat secarik kertas yang diberikan luhan tadi, ini adalah daftar yang harus dia lakukan selama 3 bulan kedepan. Apa bisa dia melakukan semua ini. Dan apa ini? Masker dan pelembab? Aww, baekhyun merasa dia seperti seorang gadis.

.

.

.

.

.

Menjalankan taruhan nya ternyata tidak semudah yang baekhyun pikirkan. Apalagi sejak taruhan nya dengan chanyeol, baekhyun menjadi mendadak terkenal di sekolah. Bahkan, sekolah terbagi menjadi tiga bagian. Bagian yang membela baekhyun menang, bagian yang mendukung chanyeol menang, dan satu bagian lagi belum memutuskan akan memihak ke siapa.

Ucapan semangat berjuang dan saran-saran malah membuat baekhyun pusing. Bukan nya tidak berterima kasih, simpati seperti itu malah memperberat beban baekhyun untuk menang. Apa lagi kalau ada campur tangan yang tidak diingin kan, orang-orang yang sok tau apa yang seharus nya dilakukan baekhyun.

"mau pesan apa?" tanya seorang pelayan. baekhyun dan kyungsoo sekarang sedang ada di sebuah cafe yang ada di dekat sekolah. Baekhyun di tarik kyungsoo setelah bel pulang sekolah berbunyi menuju tempat ini. Kata nya ada suatu hal yang ingin dia sampaikan.

"beef burger dan cola" kyungsoo melotot mendengar perkataan baekhyun dan yang di pelototi hanya diam tidak takut dengan pelototan kyungsoo. Baekhyun sudah satu minggu tidak makan burger dan minum cola. Dan sudah satu minggu dia ikut aturan luhan. Hasil nya lumayan, ia turun dua kilo. Baekhyun merasa, dua kilo tidak signifikan. Lemak di perut nya masih ada. Baju nya tetap di ukuran yang sama. Namun kyungsoo meyakini kalau dua kilo adlah awalan yang bagus dari program yang diberikan oleh luhan.

"batal! Jus apel dan salad buah saja" kyungsoo kesal karena sedari tadi baekhyun seperti cuek saja dengan pelototan nya. dan baekhyun pun kesal karena kyungsoo menyabotase makan sore nya.

Ini dia, salah satu contoh orang yang sok ikut campur. Baekhyun merengut, "beri aku keringanan untuk makan burger sekali saja." Baekhyun mengeluarkan jurus puppy eyes nya ke arah kyungsoo.

Kyungsoo menggeleng, ternyata jurus nya tak bisa menghasut kyungsoo, "tidak bisa, baekhyun, kalau kau ingin menang kau harus patuh dengan semua program mu. Lagi pula aku hanya bisa mengawasi mu ketika aku ada di sekitar mu saja. Aku tidak tau apa yang kau makan di rumah"

"tapi kyungsoo," baekhyun tak putus asa, "aku lagi ingin makan burger. Anggap saja ini hadiah atas keberhasilan ku turun dua kilo minggu ini. Boleh ya?"

"terserah, " ucap kyungsoo judes

Baekhyun bersorak dan hendak membatalkan pesanan kyungsoo.

Ternyata ucapan judes kyungsoo masih ada lanjutan nya, "kalau kau memang mau kalah dari chanyeol, langgar saja program sudah di buat. Selamat menikmati menjadi pembantu di rumah chanyeol" dibilang seperti itu, baekhyun mengurungkan niat nya. baekhyun benci saat kyungsoo benar dan dirinya salah.

"baiklah, jus apel dan salad buah nya saja"

"bagus, bagus" kyungsoo tersenyum senang sementara baekhyun menekuk muka nya. "aku juga sama dengan nya" ucap kyungsoo kepada pelayan. dan pelayan pun pergi.

"jangan menatap ku seolah aku adalah penjahat, ini buat kebaikan mu" kyungsoo menyenggol tangan baekhyun sambil menyengir kuda.

Kalau tatapan bisa membunuh, mungkin kyungsoo sudah mati beberapa kali karena tatapan baekhyun.

"jadi kenapa kau membawa ku kesini?" baekhyun bertanya dengan ogah-ogahan.

"ini, aku membuat daftar baru untuk mu" kyungsoo memberikan secarik kertas ke arah baekhyun

"apa? Daftar lagi ?!" ujar baekhyun. dilihat nya kertas tersebut.

' makan pagi :

- roti tawar dan selai buah 2-4 potong

-jus buah 1 gelas

-snack siang (non fat biscuit) : 4-5 keping

Makan siang :

- nasi 6 sendok makan

- daging ayam (bakar) 1 porsi

-snack siang (non fat biscuit) 3 keping

-buah apel 1-2 buah

Makan malam :

-daging ikan (jangan di goreng) 1 porsi

-salad sayuran

-buah segar '

"ini hanya daftar menu makan mu, masalah perawatan kulit mu masih bisa kau lanjutkan"

Baekhyun melotot. "ini daftar makan yang benar-benar gila"

"tidak perlu kau ikuti semua nya, ini hanya contoh. Jadi kau bisa diet tanpa kekurangan gizi. Kalau kau ingin cepat, ikuti saja menu ini" kata kyungsoo.

Sebagai jawaban, baekhyun hanya menggerutu tak jelas yang di sambut kyungsoo dengan tawa. Mereka tidak sadar seseorang ikut mencuri dengar pembicaraan mereka. Chanyeol.

Chanyeol punya banyak pacar. Maksud nya, mantan pacar. Bisa dibilang, chanyeol dapat mearamalkan tindakan seseorang kalau sedang berusaha mendekati dirinya. Namun tidak dengan yang ini. Baekhyun seperti substensi berbeda yang baru di temukan. Tingkah nya tidak dapat di tebak. Chanyeol penasaran ingin lihat akhir dari semua ini.

Baekhyun seperti magnet untuk nya. ada sesuatu yang memaksanya untuk terus memperhatikan dia.

Taruhan itu.

Chanyeol harus menang. Baekhyun harus kalah. Chanyeol mengunyah sandwich yang menjadi makan siang nya. pikiran nya berputar. Ia harus menang dengan berbagai cara. Chanyeol tidak menyangka baekhyun mampu menahan nafsu makannya. Bakpao raksasa itu bahkan berolahraga.

Dua kilo dalam satu minggu. Chanyeol harus melakukan sesuatu. Kalau keadaan terus seperti ini chanyeol akan kalah dari baekhyun. dasar otak jail, baru sebentar saja chanyeol langsung mendapatkan ide.

Chanyeol mengeluarkan ponsel dari dalam saku seragam nya, di tekan nya beberapa nomor di layar ponsel touchscreen milik nya. "kau lagi dimana? Aku ingin berbicara sesuatu, kita bertemu di rumah ku malam ini."

.

.

.

.

.

Jujur, perut baekhyun belum terbiasa dengan diet. Lambungnya meronta-ronta meminta makanan sebenarnya. Baekhyun ingin makanan yang berkarbo hidrat dan protein. Akhir-akhir ini menu makanan nya dari keluarga tanam-tanaman. Setiap hari, baekhyun merasa seperti kambing dari pada manusia.

Porsi olahraga yang di saran kan luhan juga membuat badan nya pegal-pegal dan sakit. Bagaimana tidak, selama ini, baekhyun memang tak pernah berolahraga kecuali ada pelajaran olah raga di sekolah.

Sejak taruhan itu, baekhyun lari setiap sore mengelilingi kompleks rumah. Kadang ditemani kyungsoo dan ibunya.

Belum lagi aturan-aturan yang mengharuskan nya memakai pelembab dan meminum obat yang kata nya vitamin kulit sebelum tidur. Memakai masker wajah seminggu sekali. Rasa nya geli. Dia seperti seorang gadis remaja. Dan jangan lupakan satu botol besar body lotion mahal yang di beli luhan waktu itu. Sekarang baekhyun tau kenapa lotion itu berharga selangit, itu body lotion khusus pada malam hari dan berbau yang sangat tidak enak bagi baekhyun, dan itu lotion herbal. Tidak ada wangi seperti produk lotion yang lain, ini berbau seperti jahe bercampur dedaunan herbal, entahlah. Baekhyun tidak mengerti.

Baekhyun hampir putus asa. Dua minggu rasa nya seperti dua tahun. Baekhyun ingin sekali menyerah. Tiap kali melihat makanan enak, badan nya gemetar minta diisi.

Hanya wajah mengejek chanyeol yang membuat baekhyun kuat meneruskan program diet nya. baekhyun ingin melihat chanyeol bertekuk lutut dihadapan nya. baekhyun kesal. Kalau boleh, ia ingin sekali menarik kuping caplang chanyeol kuat-kuat.

Bel pulang berbunyi. Baekhyun mendesah lega. Waktu belajar nya di sekolah sudah selesai. Dia ingin me-refrest otak nya dengan sekedar membaca beberapa kumpulan puisi di perpustakaan. Baekhyun lebih suka membaca seribu puisi dari pada mendengar seribu ocehan dari kyungsoo. Menjengkelkan.

"aku ingin ke perpustakaan, ikut?" baekhyun bertanya sambil membereskan buku-buku nya yang ada di atas meja.

"ibu ku sedang sakit, jadi aku harus pulang cepat. Kau sendirian saja, tak apa?" baekhyun mengangguk, kyungsoo melambai kepada baekhyun, lalu keluar dari kelas,

"hati-hati di jalan" baekhyun melambaikan tangan nya. segera dia menuju perpustakaan. Kelas nya hanya terpisahkan dua ruangan untuk menuju perpustakaan. Dengan santai baekhyun berjalan menuju perpustakaan. Saat itu juga dia bertemu dengan luhan yang sedang bergandengan tangan dengan seseorang yang baekhyun tau adalah sehun, kekasih dari luhan.

"lu—" niat baekhyun untuk menyapa luhan terhenti ketika luhan memberi isyarat dengan menggelengkan kepalanya pelan. Dan baekhyun sekarang tau kalau luhan tidak memberi tau sehun kalau dia sebelum nya pernah 'menolong' baekhyun.

"bisa kau menyingkir dari jalan ku?" pikiran baekhyun terpecah setelah mendengar suara dingin sehun. Bagaimana bisa orang sehangat luhan bisa berpacaran dengan orang sedingin sehun. Dunia memang aneh.

"koridor ini masih luas. Badan ku yang besar ini masih menyisahkan banyak jalan. Kau bisa lewat mana saja. Aku tidak mengganggu jalan mu. ini jalan ku" luhan menahan tawa nya ketika mendengar celoteh baekhyun. baru kali ini dia melihat sehun tidak berkutik mendengar seseorang yang menentang dirinya selain luhan.

"terserah" sehun berjalan di samping baekhyun dengan angkuh nya, mendahului luhan yang ada di belakang nya. sepertinya dia lupa kalau luhan bersamanya, batin baekhyun.

"jangan curang dengan diet mu... dan kau terlihat lumayan...kurus setelah 2 minggu program mu" luhan tersenyum ke arah baekhyun kemudian berjalan menyusul sehun.

Ku rasa sehun menggunakan ilmu hitam untuk membuat luhan jatuh cinta pada nya, batin baekhyun.

Dia pun melanjutkan langkah nya menuju perpustakaan. Baru beberapa langkah dia masuk ke perpustakaan tiba-tiba seorang penjaga perpustakaan memanggil nya.

"kau..., baekhyun?" ujar petugas penjaga perpustakaan itu ragu sambil menenteng bungkusan transparan cantik berhiaskan pita.

Baekhyun mengangguk ramah membenarkan, "ada apa?"

"ini buat mu" bungkusan itu berpindah tangan ke baekhyun. baekhyun menerima nya dengan senang. Isi nya adalah cupcake dengan toping warna warni.

"dari siapa?"

"ada kartunya. Baca saja" petugas itu menunjuk sebuah kartu kecil yang disematkan di antara pita-pita, "kalau begitu, permisi"

Baekhyun membuka kartu kecil itu. Tertulis dengan tulisan tangan pangeran mu nomor satu. Membaca isinya membuat baekhyun ingin melonjak. Belum pernah ada yang mengirim nya pesan secara misterius dengan hadiah manis seperti ini. Baekhyun melambung. Tampaknya, pertaruhan nya dengan chanyeol membawa sedikit keuntungan. Buktinya, baekhyun mendapatkan penggemar.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED~

.

.

.

gimana? aku udah ngabulin nih buat readers-nim yang nyuruh aku buat update cepet. :)

puas gak?

hayoo... siapa ya kira kira secret admirer nya baekhyun? apa ada cast baru lagi di fanfic selanjut nya? apa jangan-jangan dari sehun, terus sehun selingkuh sama baekhyun? (*alah) hahah malah tambah ngawur xD

yaudah deh, yang penting review ya ;) aku suka ketawa liat review an kalian hahah lucu :*

oia buat chapter kemaren, maaf aku banyak typo, soal nya pas ngetik lagi ngantuk hahah (?) dan juga kadang nyelip nama luhan kan di chap kemaren? heheh iya nih aku lagi sering mikirin luhan akhir-akhir ini. sampe kebawa ke fanfic chap kemaren. padahal belum saat nya dia keluar heheh xD

yaudah deh, pokok nya REVIEW REVIEW! kalo banyak yang review aku lanjut^^