Title : Mr. B?

Cast : Chanbaek feat kaisoo and hunhan

Rating : T

warning! this is a fanfiction of boyslove. DONT LIKE, DONT READ!

SILENT READER, PLAGIATRISM, AND BASHER GO AWAY!

.

.

.

HAPPY READING~^^

.

.

.

#SEBELUMNYA~

"satu bulan"

Hah?

Gerakan baekhyun terhenti. Ia ingin menepuk pipinya. Ini bukan mimpi kan? Ini nyatakan? Baekhyun memutar tubuh nya perlahan. Ditatap nya chanyeol yang sedang menghidupkan mesin motor nya. "satu bulan. Sama dengan lamanya hari ketika kau menjadi pembantu dirumah ku saat kau kalah nanti"

"O-oh.., oke" hanya itu respon baekhyun.

Tanpa berkata-kata lagi, chanyeol melesat meninggalkan baekhyun. motor chanyeol berbelok di ujung jalan rumah baekhyun, meninggalkan baekhyun yang masih kaget dengan persetujuan chanyeol.

Chanyeol bilang setuju. Chanyeol bilang setuju pada permintaan baekhyun. "Aaaaa!" baekhyun berteriak girang. Tanpa malu dia loncat-loncat sambil menari girang.

.

.

.

.

.

.

CHAPTER 5

.

.

.

.

.

Rasa, detail, dan tekstur hari kemarin masih sangat jelas. Chanyeol menyetujui syarat tambahannya. Baekhyun mau tidak mau melayang di buatnya. Dia dapat menjadi pacar chanyeol walau satu bulan. Satu bulan. Sangat singkat memang. Namun, jika baekhyun memainkan langkah nya dengan tepat, chanyeol bisa benar-benar jatuh cinta dengan nya.

Sebenarnya, jauh dalam hati, baekhyun yakin chanyeol perlahan menyukainya. Kalau tidak, mengapa chanyeol menyetujui syaratnya? Mungkin, chanyeol tidak sadar. Tapi setidaknya, bibit-bibit itu mulai muncul. Chanyeol yang menyukainya. Memikirkan nya saja sudah membuat baekhyun senang luar biasa.

"morning!" baekhyun melompat dan memeluk kyungsoo dari belakang.

"kai, ini masih pa— eh? Baekhyun?" kyungsoo terkejut begitu menoleh kebelakang ternyata bukan orang yang dikira nya tadi.

"kai? Siapa?" dahi baekhyun berkerut. Dia merasa kalau kyungsoo telah melupakannya. Mana mungkin suaranya ada yang menyamai. Siapa tadi? Kai?

"bu-bukan si-siapa-siapa" kyungsoo tertawa canggung sambil menggaruk tengkuk nya.

Baekhyun merasa ada yang di sembunyikan oleh kyungsoo kepadanya. "baiklah, kalau kau tidak mau bercerita. Aku akan menunggumu sampai kau bercerita, sobat" senyum lebar baekhyun membuat kyungsoo ikut tersenyum.

"terima kasih" kyungsoo merasa kalau baekhyun adalah teman nya yang paling baik. "ada apa? Sepertinya hari ini kau sangat bahagia. Kau sudah yakin dengan ujian fisika nanti?" kyungsoo heran dengan baekhyun yang sedari tadi tersenyum seperti orang gila.

"fisika? Aku tak mengerti. Aku gelisah semalaman, ingin membaca buku, tapi tidak ada yang masuk kedalam otak"

Hanya ada satu penjelasan atas tingkah gila baekhyun. dia benar-benar stres akibat fisika.

Kyungsoo gelang-gelang kepala. Semakin bertambah nya umur, sahabatnya ini semakin aneh. Hormon remaja barang kali? Kyungsoo tak ambil urusan. "ayo ke kelas, jam pertama akan dimulai sebentar lagi"

"ayo!" baekhyun bersenandung di sebalah kyungsoo. Kaki nya melompat-lompat kecil mengikuti irama nyanyian nya. biar saja dikira orang gila. Chanyeol adalah alasan baekhyun mengapa dia bertingkah seperti ini. Hanya dengan kata-kata sederhana, baekhyun melambung ke angkasa. Ingin nya baekhyun, ia tetap bersikap tenang. Namun, apa dikata, kaki nya tidak dapat diajak kompromi.

"eh" kyungsoo menghentikan langkah nya. baekhyun yang sedang melangkah maju sukses menabrak punggung kyungsoo. Masih dengan senyum lebar, baekhyun memandang kearah kyungsoo. Dia pun mengikuti arah mata kyungsoo.

Didekat kantin, tempat biasanya kelompok populer berkumpul, berdiri seorang perempuan, tepat didepan chanyeol. Teman-teman chanyeol yang lain bersuit-suit sambil bertepuk tangan.

Chanyeol, menggaruk tengkuknya, tertawa sambil mengangguk. Tawa keras kembali terdengar. Baekhyun seperti terjun bebas dari langit. Semakin keras tawa terdengar, semakin mengenaskan pula perasaan baekhyun.

Gadis itu melangkah malu-malu kearah chanyeol. Chanyeol merangkul gadis itu dengan cengiran lebar. Sudah jelas. Gadis itu adalah pacar baru chanyeol. Sakit sekali. Bantal yang dia minta kepada tuhan waktu itu ternyata tidak efektif sama sekali.

Disebalah nya, kyungsoo berdecak. "ganti pacar seperti ganti baju. Masih ada juga korban yang jatuh ditangan chanyeol"

Tidak sengaja chanyeol memandang kearah baekhyun dan kyungsoo. Keduanya bertatapan. Chanyeol melambaikan tangannya dan dibalas dengan dengusan baekhyun.

"dasar bajingan" baekhyun melangkah pergi.

"hah? Siapa, byun?" kyungsoo kaget mendengar kata-kata baekhyun. lebih kaget lagi melihat emosi baekhyun yang berubah drastis. Baekhyun sekarang tampak ingin seperti memutilasi seseorang. "yang kau bilang bajingan bukan aku kan?"

Baekhyun merengut. "lupakan. Tidak usah dipikirkan. Ada ujian fisika sebentar lagi."

Kyungsoo menutup mulut nya. menurut nya, hormon bekerja diluar akal sehat. Tadi, baekhyun riang gembira, sekarang baekhyun benar-benar suram. Ah, tidak penting. Ada ujian menunggu di depan mata.

Di kelas, sebisa mungkin baekhyun mencoba menghilangkan dari kepalanya bayang-bayang chanyeol merangkul-rangkul orang lain. Namun, gambaran diotaknya hanya chanyeol.

Fokus. Fokus.

Baekhyun menghela napas. Ia pasrah. Kegagalan ujian hari ini sudah dapat dipastikan.

Benar saja, saat ujian berlangsung, baekhyun malah memikirkan bagaimana cara membuat chanyeol mati pelan-pelan.

Kacau ! baekhyun mengacak rambut nya. chanyeol seperti kanker yang tumbuh di kepala baekhyun. ditindas dengan antibiotik biasa malah membuatnya semakin menyebar. Baekhyun mengeluh pelan. Dilihat nya lembar soal yang belum terisi apapun. tidak usah ambil pusing. Malas-malasan baekhyun melingkari jawaban sesuka hati.

.

.

.

.

.

"kacau! Kacau, kacau. Aku orang yang paling menderita di dunia" baekhyun mengetuk-ngetukkan kepalanya di meja kantin pelan. Ujian telah selesai. Bel istirahat berbunyi. Baekhyun dan kyungsoo langsung ke kantin menghilangkan perasaan tertekan karena ujian. Baekhyun tertekan dengan alasan lain.

"sudahlah, masih ada ujian perbaikan." Kyungsoo menyeruput jus apel milik nya. "tidak usah dipikirkan terlalu dalam"

Brak. Baekhyun menegakkan badan, lalu memukul meja dengan kedua kepalan tangan nya. "aku ingin doble beef burger, es krim stoberi, dan kue coklat " saat-saat seperti ini, memanjakan diri merupakan cara yang paling efektif melupakan kesedihan.

"hey..." kyungsoo menahan bahu baekhyun. "ingat diet. Diet!"

Kali ini, tidak ada yang mampu menahan baekhyun. kyungsoo sampai terantuk saat baekhyun mengelak dari tangan kyungsoo. "kadang-kadang, diet juga butuh jeda"

"baekhyun, baekhyun!" panggil kyungsoo panik.

Sekejap saja, double beef burger, es krim stoberi, dan kue coklat di meja. "yummy" baekhyun mulai menyendok eskrim nya. Menu Burger, eskrim, dan kue coklat sebenarnya tidak cocok sama sekali. Tidak pas untuk bersama-sama. Justru ini menunjukkan bagaimana perasaan baekhyun sekarang.

"tidak boleh!" kyungsoo melotot.

"boleh" baekhyun nekat menyendok satu suapan besar kedalam mulutnya.

"kalau begini bagaimana kau bisa kurus?" tiba-tiba, chanyeol duduk di samping baekhyun tanpa permisi. "aku saja tidak bisa menghabiskan setengah nya porsi mu" chanyeol mengambil sendok dari tangan baekhyun, ikut-ikutan makan eskrim milik baekhyun.

Dari semua orang, chanyeol orang yang paling tidak ingin baekhyun temui saat ini. Baekhyun merebut sendok dari tangan chanyeol, lalu menyendok eskrim nya. saat ia hendak memasukkan sendok kedalam mulutnya, gerakan tangan baekhyun terhenti.

Sejak kapan kyungsoo sudah berpindah meja dan sekarang tengah asik mengobrol dengan seseorang berkulit tan.

Baekhyun menyipitkan mata demi melihat name tag di baju laki-laki berkulit tan itu. 'kai kim' ?

"kyungsoo—" saat baekhyun hendak pergi menuju meja kyungsoo dan kai, tangan nya di tarik oleh chanyeol dan dipaksa untuk duduk kembali. Dengan ogah-ogahan, baekhyun pun duduk kembali.

"tidak baik kalau kau mengganggu orang yang baru menjadi sepasang kekasih" chanyeol berujar sambil menyendok es krim milik baekhyun.

Apa?!

Sepasang kekasih?!

"dia tidak pernah bilang kalau dia baru saja memiliki kekasih" baekhyun merebut sedok chanyeol dengan muka garang di buat-buat. Chanyeol hanya tertawa.

"mungkin dia membutuhkan waktu yang tepat untuk menceritakan nya kepada mu- hei! Jangan makan es krim terlalu banyak. Kau bisa menjadi pembantu ku kalau begitu" chanyeol menarik sendok baekhyun ketika baekhyun hendak menyuapkan sesendok besar eskrim kedalam mulut nya.

"terserah aku mau makan apa. Yang penting, aku kurus pada waktu yang telah kita tentukan" baekhyun merengut. "jangan ganggu aku. Jangan pedulikan aku. Pergi saja dengan pacar barumu"

Chanyeol terbahak-bahak. "jadi, karena itu?" muka kocak chanyeol sejajar dengan muka baekhyun. "apa kau cemburu?"

"A-apa?"

Chanyeol melipat kedua tangannya. "kalau kau bilang cemburu, aku akan memutuskan nya sekarang juga" chanyeol menunjuk ke arah meja paling pojok. Tampak pacar baru chanyeol tengah mengobrol asik dengan luhan dan sehun. Chanyeol melambaikan tangan. "kalau tidak, berarti kau setuju aku mempunyai kekasih lagi. Dalam dua minggu kedepan sudah putus, tenang saja. Tapi..."

Senyum chanyeol mengundang. "tapi, apa kau tidak sakit ketika melihat ku dengan orang lain? Kau benar-benar suka dengan ku kan ?"

Baekhyun bimbang. Hanya satu anggukan darinya maka pacar baru chanyeol akan di depak oleh chanyeol begitu saja. Berarti, dia akan menjadi kekasih chanyeol hanya dalam waktu beberapa jam. Miris. Tapi dengan begitu chanyeol akan sendiri lagi dan ego baekhyun terpenuhi.

Hanya saja...,

Baekhyun memandangi jauh melewati bahu chanyeol. Ditatapnya kekasih chanyeol. Pacar barunya sepertinya tipikal seperti sebelum nya. cantik, kurus, bermata indah, dan sepertinya dia orang yang mudah bergaul. Terbukti dengan dia bisa membuat sehun tersenyum. Selain luhan, sehun yang sedingin es dapat di taklukan oleh nya.

Kalau dia bilang iya, gadis itu akan di depak di depan umum. Dipermalukan seperti itu pasti sakit rasanya. Lagi pula, kepala chanyeol akan semakin membesar. Chanyeol akan semakin merasa dia adalah orang yang paling berkuasa sedunia yang mampu membuat orang menderita karena obsesi. Cih! Baekhyun tidak ingin menjadi kambing hitam jika kekasih chanyeol histeris dan mulai mencakarinya.

Melihat tabiat chanyeol, laki-laki itu dapat dengan mudah menyabarkan informasi dirinya putus karena perintah baekhyun. sementara baekhyun dan satu mantan chanyeol saling cakar, chanyeol duduk di pinggir sambil menikmati.

Namun, kalau baekhyun mengatakan tidak, dia akan sakit hati. Chanyeol dengan demonstratif menunjukkan kemesraan nya didepan baekhyun.

"jadi bagaimana?"

Baekhyun mendesis. "dasar berengsek" baekhyun memandangi sendok yang tak jadi dimasukkan nya kedalam mulutnya tadi. Eskrim diatasnya mulai meleleh.

"apa keputusan mu?" goda chanyeol. Baekhyun melirik kyungsoo yang masik asik mengobrol dengan kekasih nya. baekhyun harus belajar mandiri, mengambil keputusan tanpa bantuan kyungsoo. Bilang iya atau tidak pun akhirnya sama. Ego chanyeol akan semakin melambung.

"bagaimana?"

Iya atau tidak. Baekhyun merasa dipojokkan.

Plop

Mangkuk eskrim yang tadi ada diatas meja kini isinya telah berada di dahi chanyeol. Perlahan, cairan manis-lengket menuruni dahi chanyeol ke hidung, lalu ke dagu. Meja di sekitar meja baekhyun sontak terdiam dan mengalihkan perhatian nya menuju chanyeol dan baekhyun, termaksud kyungsoo yang tadi asik mengobrol kini menatap baekhyun tidak percaya. Pacar chanyeol, luhan dan sehun pun berdiri menghampiri chanyeol.

Apa yang aku lakukan? Apa yang aku lakukan? Baekhyun menjerit dalam hati. Saat chanyeol mulai menggeram. Tangan baekhyun mengambil beef burger milik nya dan meletakkan nya di atas kepala chanyeol. Jail, memang itu yang baekhyun pikirkan sedari tadi.

Sekarang sebagian eskrim telah meleleh ke kerah baju chanyeol.

Celaka kuadrat.

Begitu baekhyun selesai, ia berdiri untuk kabur. Harus cepat sebelum chanyeol menyerang baekhyun. sayang sekali es krim stoberi dan burger ku, pikir baekhyun.

Sesaat sebelum kabur, baekhyun sempat-sempatnya mengambil kue coklat nya untuk dimakan di kelas.

"ayo kyung!" baekhyun berjalan cepat diikuti kyungsoo yang berlari kecil di belakang nya. baekhyun dan kyungsoo sudah diujung koridor menuju kelas saat chanyeol akhirnya bereaksi. Teriakan kesal chnayeol yang bergema di lorong membuat sebuah senyum kecil di muka baekhyun.

"dasar gila !" kyungsoo duduk tersengal-sengal di bangku kelas sambil mengipasi lehernya. " kau memang cari masalah dengan chanyeol"

Baekhyun tertawa. Puas sekali rasanya membuat wajah sombong itu akhirnya melongo bodoh. "biar saja, yang terpenting adalah suasana hatiku sekarang sudah mulai membaik" baekhyun mulai mengunyah kue nya tadi. Sebenarnya dia juga ingin melemparkan kue coklat ini ke tubuh chanyeol, tapi mengingat dia sangat jarang makan kue tersebut di urungkan niat nya. ingat? Baekhyun sedang diet?

"mau coba?" baekhyun menawarkan kue coklatnya kepada kyungsoo. Rasa laparnya sekarang tidak begitu mengganggu. Tawanya sulit membuat nya mengunyah. Kyungsoo ikut tertawa, lalu mencicip kue yang ditawarkan baekhyun tadi.

Pintu kelas berdebam. Chanyeol masuk dengan tergesa-gesa dengan muka geram. "dasar orang gila !" suara keras dan kemunculan chanyeol mengundang perhatian teman-teman sekelas baekhyun. tidak akan ada yang menyangka, lanjutan pertempuran dilanjutkan sampai kedalam kelas.

"kau orang berengsek" baekhyun berdiri menantang.

"aku akan benar-benar membuat mu menderita. Lihat saja. Kau pasti kalah" chanyeol menunjuk muka baekhyun. tetesan eskrim yang mengenai kerah nya sudah disingkirkan. Warna cerah eskrim meninggalkan noda warna pastel di seragam putih chanyeol. Tangan chanyeol yang lain mengepal. Di dalam tangan nya terlihat tissue bekas mengelap wajah nya.

Baekhyun tertawa dibuat-buat, "jangan tunjuk-tunjuk" rasa kesal telah mengalahkan rasa takut dan rasa suka baekhyun terhadap chanyeol.

Chanyeol harus diberi pelajaran agar tak boleh berbuat seenaknya lagi. Urusan hati bisa menunggu. Itu nanti saja. Sekarang baekhyun lebih bernapsu membuat chanyeol jera, "terlalu percaya diri bisa merugikan. Aku juga berniat menang" tambah baekhyun

"oke, kita buat perjanjian baru." Chanyeol mengangguk. "siapa yang menyerah di tengah jalan maka dia kalah. Bagaimana?"

"siapa takut?!" baekhyun mengiyakan. Kalau begini, ia tidak bisa setengah-setangah lagi.

"yang menyerah di tengah jalan maka dia kalah." Baekhyun mengulurkan tangan nya.

"deal" uluran tangan baekhyun di sambut dengan chanyeol.

.

.

.

.

.

Untuk kali pertama sejak awal masuk sekolahan ini, baekhyun kembali bermain kucing-kucingan. Kalau dulu dia kucing-kucingan mengidolakan chanyeol, namun sekarang dia kucing-kucingan menghindari Park Chanyeol. Dulu, baekhyun dengan senang hati meringkuk di pojok lapangan, bersembunyi di balik pilar, dan menunggu lama hanya untuk melihat punggung chanyeol. Kali ini, baekhyun melakukan hal sebaliknya. Sebisa mungkin, baekhyun tidak melihat chanyeol. Jagan sampai baekhyun naik darah akibat si berengsek chanyeol.

Namun, bagaimana pun baekhyun mencoba membenci chanyeol, ia tidak bisa benar-benar benci. Baekhyun ingin jantung nya tidak berdetak kencang saat nama chanyeol di sebut. Ia tidak ingin kaki nya lemas saat chanyeol lewat melintas di depan nya sambil memberikan senyum mengejek. Ia mencoba, tapi rona merah jambu yang muncul di pipinya mengkhianati baekhyun.

Satu-satunya jalan, baekhyun menghindar. Ironis. Dulu, baekhyun mengendap-endap karena ingin sedekat mungkin dengan chanyeol sekarang dia malah mengendap-endap ingin menjauhi chanyeol.

Seminggu ini, baekhyun berhasil menghindari sosok chanyeol. Perasaannya yang beberapa minggu ini terganggu menjadi stabil. Tidak ada lagi gangguan mental. Perlahan-lahan, baekhyun merasakan menjadi dirinya yang dulu. Hidup tenang lebih baik ketimbang setiap hari babak belur secara kejiwaan.

Bukan berarti baekhyun melupakan taruhannya dengan chanyeol. Ini sudah sebulan semenjak taruhan nya dengan chanyeol pertama kali dimulai. Baekhyun ingin sekali membuat chanyeol merasakan pembalasan yang setimpal. Ia pasti memenangkan pertarungan ini. Ia akan kurus. Ada kemajuan besar dalam diet nya. 3 minggu kebelakang dietnya tak teratur. Minggu ini baekhyun sudah menurunkan 5 kilo berat tubuh nya. Hanya butuh seminggu.

Ya, karena sekarang baekhyun mulai makan sayur lebih rajin dari pada kambing makan rumput. Lari sore tidak pernah ia lupakan. Belum lagi porsi karbohidrat dalam makanannya menurun drastis. Bahkan, tadi pagi baekhyun sama sekali tidak makan nasi. Ia memilih sehelai roti dengan lapisan tipis mentega. Baru dua jam, perutnya sudah lapar.

Saat istirahat, Baekhyun yang dulu akan lari kekantin dan memakan jajanan kesukaan nya beserta cola, namun sekarang, dia akan membuka kotak bekal dan memakan batang-batang hijau brokoli. Namun untuk mencapai kepuasan batin (memenangkan taruhan), semua hal mengganggu seperti menahan kelaparan harus dilakukan.

Seperti hari ini, hari ini adalah hari paling sial selamanya bagi baekhyun.

hari ini adalah hari dimana jam olahraga dilaksanakan di luar ruangan dengan panas terik di siang hari

hari ini adalah jadwal olah raga gabungan dua kelas

dan yang paling sial dari segala kesialan hari ini adalah jadwal gabungan kelasnya dan chanyeol.

Paket kesialan nya seharusnya sudah cukup membuat baekhyun lari tunggang langgang pura-pura sakit ke ruang klinik sekolah. Baekhyun sudah hampir menjalankan rencananya pura-pura sakit. Ketika ia ingin mengacungkan tangan, mata baekhyun beradu dengan mata chanyeol

Chanyeol menaikkan alisnya lalu mengerjap-ngerjap sambil menggerakkan mulut tanpa suara secara garis besar berbunyi, 'mau kemana? Mau lari? Karena ada aku?'

Segera baekhyun menurunkan tangan nya. baekhyun hanya bergidik. Perkataan sok percaya diri dari chanyeol debalas baekhyun dengan gerakan mulut tanpa suara, 'hah? kau siapa?cih'

Chanyeol nyengir, 'rival sekaligus impian mu'

Baekhyun buru-buru memalingkan muka kearah guru olah raganya. Mendengar perkataan chanyeol tadi baekhyun ingin muntah. Atau.. bersemu merah. Namun, yang jelas, gagal sudah rencana baekhyun untuk kabur.

"kalian pemanasan, joging selama 12 menit. Aku akan ke kantor ssebentar" ujar guru olah raga nya.

"ya!" ujar murid serempak.

Guru olah raga meniup peluit tanda pemanasan. Semua murid lari mengitari lapangan.

"perasaan ku atau memang benar kalau kau pucat hari ini" kyungsoo joging disebelah baekhyun. "kau sakit?"

Baekhyun menggelang pelan. "aku tidak apa-apa. Mungkin, karena aku Cuma makan roti tadi pagi"

"Cuma roti?" kyungsoo terbelalak. "roti?"

"oh tuhan, jangan berlebihan" baekhyun mendorong pelan bahu kyungsoo. "aku benar-benar diet sekarang"

Muka kyungsoo kusut. "diet dengan membiarkan diri sendiri kelaparan adalah dua konsep yang berbeda. Kalau kau Cuma makan sesedikit itu, kau sedang menyiksa diri namanya"

Baekhyun tertawa. "kau aneh. Biasanya, kau yang suka marah-marah kalau sudah menyangkut masalah diet ku. kau yang akan mengingatkan ku tentang taruhan dan segala macam nya. kali ini, kau berbeda" ritme lari baekhyun sedikit lebih cepat. Kalau memang kyungsoo sensitif dengan situasi kondisi, hal ini sudah cukup memberi tau kyungsoo bahwa baekhyun tidak ingin membahas masalah roti lagi.

"byun baekhyun" kyungsoo mensejajarkan dirinya dengan lari baekhyun. "aku takut kau sakit. Kalau sudah sakit akan berbeda urusan nya"

"sudahlah, tenang saja" baekhyun mulai terganggu dengan tingkah kyungsoo yang melarang nya. "aku tau batasan. Aku tidak mungkin membuat diriku sakit"

"aku hanya mengingat kan. Itu tugas ku sebagai sahabat" kyungsoo menghentikan ceramahnya. Muka nya keruh. Baekhyun akhir nya tidak enak hati.

"maaf, kyung. Aku hanya ingin menang" baekhyun heran dengan dirinya sendiri. Akhir-akhir ini dia sedikit sensitif. Hal semacam kyungsoo yang menasehatinya saja dia mulai sedikit emosi.

Kyungsoo tersenyum tipis, "yeah, aku tau. kau memang-" belum sempat kyungsoo melanjutkan perkataan nya saat tiba-tiba dia ditarik mundur dan dirangkul seseorang. Baekhyun yang sebelum nya berniat hendak memarahi orang yang menarik kyungsoo pun diurungkan setelah melihat siapa yang menarik sahabat nya tersebut. Baekhyun pun melanjutkan joging nya.

"kau harus memberi seseorang jalan" kyungsoo kenal suara itu. Kekasih nya, kai.

"sia—" dan sekarang kyungsoo tau siapa yang dibicarakan kekasihnya tadi. "apa dia tidak lelah menjaili baekhyun setiap saat?" kyungsoo melanjutkan joging nya dan diikuti dengan kai disebalah nya.

"dia sepertinya dilahirkan untuk menjaili baekhyun" suara kai pelan tapi masih bisa di dengar oleh kyungsoo.

"apa?" kyungsoo pura-pura tidak mendengar, dia Cuma ingin memastikan perkataan kai tadi.

"lupakan"

.

.

.

#sementara itu...

Chanyeol berlari mengejar baekhyun didepan begitu melihat kai sudah menyingkirkan kyungsoo dari baekhyun. chanyeol berfikir bahwa kekasih sahabat nya itu bisa mengacaukan niat jail nya mengganggu baekhyun.

"kau pikir, kau bisa menang melawan ku, hm?" sengaja chanyeol berlari kedepan baekhyun lalu berbalik berkacak pinggang. "aku mempunyai seribu satu cara untuk mengalahkan mu"

Baekhyun tetap berlari tidak mengindahkan keberadaan chanyeol. Tidak ada guna nya dia berhenti berlari demi mendengari celotehan tidak jelas dari chanyeol. Bisa-bisa dia tewas akibat syndrom melawan stres kalau harus meladeni orang gila seperti chanyeol.

"terserah" saut baekhyun singkat. Chanyeol terkekeh geli. Dia pun ikut berlari di belakang baekhyun.

Derap kaki panjang chanyeol terdengar dekat di belakang baekhyun. tentu saja kaki baekhyun yang kalah panjang dengan chanyeol tidak akan mampu menandingi selangkah kemampuan chanyeol.

"cih, lambat sekali. Mengganggu orang yang sedang lari saja" chanyeol pura-pura menggerutu dibelakang baekhyun

Sabar byun baekhyun, ujar baekhyun dalam hati.

Baekhyun menarik perlahan napas dan menghembuskan nya dari mulut perlahan. Diulangi nya seperti itu sampai dikira nya emosinya sudah mulai menurun.

"kalau selambat ini, apa ada energi yang terbakar? Harusnya, kau berlari dengan kecepatan penuh. Kalau seperi ini, kau bisa kalah" chanyeol semakin dekat dengan baekhyun. badan nya sedikit di condongkan sehingga bisa berbisik di belakang baekhyun.

Sabar byun...

Baekhyun kembali menarik napas dan menghebuskan nya perlahan lewat mulut. Emosinya belum turun.

Biarlah jagoan olimpiade ini duluan. Kaki baekhyun mengambil langkah ke samping –memberi jalan pada chanyeol- agar chanyeol dapat berlari lurus tanpa terganggu dengan lari baekhyun yang lambat.

Dasar gila. Bukan nya lurus, chanyeol mengekor ke samping. Mengikuti baekhyun. "ada apa? Kenapa kau ke pinggir? Untung kita sekarang sedang lari di lapangan. Coba bayangkan kalau kau memegang setir di jalan raya. Kau bisa ditabrak dari belakang. Bahaya." Celoteh chanyeol tak jelas

Orang ini!

Baekhyun berhenti mendadak. Dibelakang nya, chanyeol hampir jatuh kedepan menabrak baekhyun. "hei! Berhenti mendadak juga berbahaya!" protes chanyeol. "kalau kau sedang di jalan raya, bemper belakang mobil mu pasti sudah ringsek. Kau pikir..." chanyeol mengatup mulutnya. Cengiran lebar tidak dapat disembunyikannya. Baekhyun berbalik hendak mengonfrontasi chanyeol, tapi ia urungkan.

Baekhyun menggigit bibirnya kuat. Tak ada guna nya berbantahan dengan orang semacam chanyeol. Baekhyun kembali menarik napas nya dan mengeluarkan nya melalui mulut tapi kali ini tempo nya agak cepat. Emosinya bukan nya turun malah semakin membara. Suara napas nya sekarang seperti habis lari maraton.

"apa? Kau mau apa?" chanyeol menyulut emosi baekhyun.

Baekhyun kembali menarik napas dan menghembuskan nya, mencoba menetralisir rasa kesal nya.

Kai, berteriak tak jauh dari belakang. " hoy! Jangan bertengkar. Nanti saja kalau sudah istirahat. Cakar-cakaran kalau perlu. Ini masih jam olah raga." Ucapan kai mendapat banyak teriakan 'huu' dari yang lain.

"kai, aku serius mengikuti jam olah raga, tapi..." chanyeol melirik ke baekhyun. baekhyun masih mengatur napas nya.

"tapi, baekhyun sepertinya sedang menahan buang air besar. Dari tadi tarik-buang napas." Ekspresi pura-pura perhatian chanyeol membuat orang-orang mau tak mau tersenyum dan terkekeh. Kyungsoo sampai menutup mulutnya supaya kekehan nya tidak terdengar oleh baekhyun.

Baekhyun melotot. Buang air besar?

Mata jenaka chanyeol mengerling menunggu reaksi baekhyun. sorotnya seakan mengatakan 'apa yang akan kau katakan sebagai balasan, hm?'

Mau balasan apa? Baekhyun pasti kalah. Dengan menahan geram, baekhyun meneruskan lari nya yang terhenti. Kali ini lebih cepat, untuk menghindari chanyeol.

Chanyeol menyeringai senang. Si bakpao putih ini lumayan tenang hari ini. Semburan kata-katanya tidak keluar sama sekali.

Chanyeol mempercepat lari nya. tidak perlu waktu lama, baekhyun sudah mulai terkejar. Mengetahui chanyeol ada di belakang nya, baekhyun menambah kembali kecepatan lari nya.

Chanyeol mendecakkan lidah nya. baekhyun ingin kabur dari nya dengan cara berlari lebih cepat. Pakai strategi meliuk-liuk pula. Chanyeol memang bukan atlit sekolah, dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan memangku gitar kesayangan nya sambil membuat beberapa lagu bersama kai, luhan dan sehun. Namun, tidak pernah unjuk gigi berkeringat sampai basah bukan jaminan bahwa chanyeol berstamina lemah. Chanyeol memperpendek jarak antara baekhyun dan dirinya.

Begitu dia mendekati baekhyun, baekhyun memacu larinya. Muka baekhyun mulai memerah seperti kepiting rebus sampai ke telinga. Bulir-bulir keringat mulai muncul. Napas baekhyun mulai tidak teratur. Otot-otot baekhyun panas. Semua sel nya menjerit meminta istirahat.

Chanyeol mendekat. Baekhyun mempercepat lari nya.

Sampai akhirnya baekhyun dan chanyeol bukan lari joging lagi. Suitan dan tepuk tangan mulai terdengar. Orang-orang yang berada di depan baekhyun dan chanyeol memberi jalan agar kedua nya bisa lewat.

Baekhyun setengah mati mempertahan kan staminanya. Ia tidak ingin kalah dengan chanyeol. Chanyeol sendiri mulai merasakan lelah. Pikir chanyeol, kalau dia saja sudah merasa lelah, apalagi baekhyun yang dibebani dengan lemak di tubuh nya. paling-paling, sebentar lagi baekhyun menyerah. Benar saja, saat chanyeol terus berlari, baekhyun yang tadi nya ada di sampingnya hilang. Saat chanyeol menoleh kebelakang, baekhyun berdiri menunduk bertopang pada kedua lutut.

Karena tidak kuat berdiri lagi, baekhyun menghentikan kaki nya. paru-paru nya sakit. Seragam olah raga nya basah. Matanya berkunang-kunang dan kaki nya dingin. Terlalu sedikit makan. Sambil menghirup napas dalam-dalam, baekhyun mendudukkan dirinya di pinggir lapangan. Mukanya pucat , ia ingin berbaring.

Kyungsoo berlari menghampiri baekhyun. "baekhyun, kau baik-baik saja?"

Baekhyun menggeleng. Untuk mengatakan tidak pun dia sudah tak sanggup.

"astaga, ayo kita ke klinik sekolah" kyungsoo berjongkok disebelah baekhyun, meraih satu tangan nya. baekhyun menggelengkan kepalanya, mengatakan dengan isyarat bahwa dia sudah tak sanggup lagi berjalan.

"dasar payah!" chanyeol menunduk. Badan kyungsoo yang menghalangi di dorong chanyeol kesamping.

"kau mau ap—" kyungsoo berhenti berbicara saat dia melihat kai yang di sebelah nya sedang menaruh telunjuk nya di depan bibir nya.

Chanyeol duduk jongkok di depan baekhyun. "Naik, byun"

Baekhyun dan kyungsoo melongo. Penonton yang lain pun melongo.

"hey, cepat naik, Mr.B. aku lelah jika terus jongkok seperti ini" chanyeol menggeritu. Ketika baekhyun tidak bergerak juga, akhirnya chanyeol memaksa badan baekhyun untuk menempel ke punggung nya. dengan refleks baekhyun merangkul pundak chanyeol. Dengan susah payah chanyeol berdiri. Setelah membuat dirinya merasa nyaman menggendong baekhyun, chanyeol pun mulai berjalan.

"kyungsoo tolong temani aku untuk membuka pintu klinik nanti" kyungsoo hanya mengangguk dan mengikuti chanyeol yang menggendong baekhyun.

Kalau saja mereka melihat kejadian ini di dalam bentuk film mungkin baekhyun dan chanyeol akan malu setengah mati. Gendong punggung seperti yang dilakukan chanyeol untuk baekhyun seperti ini memberikan kesempatan intim untuk berbicara dengan bisik-bisik. Digendong seperti ini adalah hal yang romantis. Bedanya, kalau di film, hal ini dilakukan dengan senang hati, sementara yang ini di lakukan dengan banyak menggerutu.

Baekhyun lelah setengah mati. Indra nya tumpul. Namun, itu bukan berarti baekhyun mati rasa. Tapi karena tangan chanyeol berada di paha bawah baekhyun. menahan agar baekhyun tidak jatuh. Lengan baekhyun melingkar di bahu chanyeol. Dekat. Punggung chanyeol terasa hangat.

Raut muka tidak percaya dan suitan menggoda membuat muka baekhyun terbakar malu. Dalam lekuk leher chanyeol, baekhyun berbisik lirih. "turunkan aku"

Suara chanyeol terdengar dalam gemuruh ditelinga baekhyun. "jangan macam-macam. Kau tak akan kuat berjalan"

"turunkan aku" baekhyun sedikit berontak.

Tangan chanyeol semakin ketat memegangi kaki baekhyun. "kalau kau macam-macam, kita berdua akan jatuh. Menurutlah sedikit. Lagi pula kau harus berterima kasih dengan ku. Jangan harap dalam kedaan normal aku akan menggendong mu seperti ini lagi"

Baekhyun sedikit merajuk. Ia mencoba berontak, tetapi lebih lemah. Hatinya terbelah antara gengsi dan butuh. Baekhyun tidak ingin berhutang budi dengan chanyeol. Tapi dia sadar diri. Kyungsoo tidak akan sanggup menggendongnya.

Kyungsoo membuka pintu klinik. Dengan buru-buru disingkapnya selimut yang menutup permukaan tempat tidur. Dibelakang nya, chanyeol masuk dan dan menurunkan baekhyun di kasur klinik itu. Baekhyun mengerang pelan. Ia membaringkan dirinya, sementara kyungsoo membuka sepatu baekhyun.

"terima kasih" suara serak baekhyun memecah keheningan.

Chanyeol menghela napas. "tidak masalah, lain kali jangan memaksakan diri" chanyeol mengangguk kecil kearah kyungsoo sebagai tanda pamit dan memberikan belaian ringan di kepala baekhyun. "dasar bodoh"

Kyungsoo mengunci mulut nya rapat-rapat. Saat pintu menutup dan dirasakan chanyeol sudah jauh, akhirnya dengan suara melengking, kyungsoo berteriak. Baekhyun menarik selimutnya, menutupi mukanya yang memerah malu.

Kyungsoo melonjak. Ia menarik-narik selimut baekhyun. "astaga baekhyun, dia pasti sudah menyukai mu. gendong-gendongan seperti tadi benar-benar romantis. Akhirnya, perjuangan mu ada hasilnya"

Baekhyun ingin menggali lubang dan menguburkan dirinya hidup-hidup. Ia sangat malu. Memang seperti inilah yang ia ingin kan dari chanyeol. Jujur saja, kalau kyungsoo tidak ada disini, mungkin adegan romantis chanyeol akan berlanjut. Mungkin, chanyeol yang menyelimutinya dan membaringkan nya ketempat tidur. Atau bukan hanya rambut yang dibelai chanyeol, mungkin saja dia akan membelai hidung dan bibir baekhyun. dan mungkin saja mereka...

.

.

.

.

.

Yeah, ITU HANYA KEMUNGKINAN...

Semua nya itu hanya ada di khayalan dan ilusi baekhyun.

"hey, naik bakpao. Aku lelah jongkok seperti ini" chanyeol menggerutu. Ketika baekhyun tidak bergerak juga, chanyeol akhirnya memaksa badan baekhyun agar menempel ke punggung nya. chanyeol berdiri dengan susah payah. Setelah membuat dirinya nyaman menggendong baekhyun dan dia mengajak kyungsoo untuk membantu nya membuka kan pintu di klinik nanti.

Lengan baekhyun yang melingkar di bahu chanyeol, imajinasinya langsung mengambil alih. Chanyeol yang menggendong nya dengan selamat. Chanyeol yang memberinya belaian manis di rambut nya. hanya KHAYALAN.

Yang sebenar nya terjadi adalah, chanyeol mencoba berdiri. Otot-otot badan nya di tarik mencoba memindahkan berat badan baekhyun ke punggung nya. setiap kali mencoba berdiri, berat badan baekhyun selalu menarik nya kebelakang. Chanyeol mengerahkan seluruh tenaganya. Dicoba lagi. Gagal. Gravitasi seperti berkonspirasi dengan lemak di tubuh baekhyun membuat semua upaya chanyeol tidak berhasil.

Kyungsoo dan semua penonton yang tadi melongo takjub mulai mengembangkan senyum. Sungguh sangat kocak melihat baekhyun pasrah setengah berharap di gendong dan chanyeol dengan segala cara berusaha menggendong baekhyun.

Chanyeol menyerah. Disentaknya lengan baekhyun yang melingkar di bahunya sampai lepas. Dia berdiri sampai berkacak pinggang. "Demi tuhan! Sampai aku berkeringat seperti ini, sku tetap tidak bisa mengangkat mu"

Kyungsoo tertawa kecil. Baekhyun sendiri diam. Terlalu lelah untuk menjawab perkataan chanyeol.

"kyungsoo bantu aku. Kai kau juga. Kita gulingkan saja dia agar sampai ke klinik sekolah. Orang bulat seperti nya pasti mudah kalau di gelindingkan. ayo" ujar chanyeol bercanda.

Akhirnya, chanyeol menarik sebelah tangan baekhyun sampai baekhyun setengah berdiri dan di letakkan nya melingkar di pundak nya. kyungsoo yang meihat nya pun buru-buru ingin membantu disisi lain nya. tapi ditahan oleh kai dan sekarang malah kai yang menarik tangan baekhyun melingkar di pundak nya. chanyeol dan kai pun membawa baekhyun dari lapangan menuju klinik. Kyungsoo hanya mengekor.

"diet apanya. Rasanya, tidak ada perubahan sama sekali. Kau tetap tidak bisa digendong. Semua orang yang pernah menjadi kekasih ku pasti bisa di gendong dengan mudah. Dasar Mr. B, baekpao (#bakpao) raksasa. Diet seperti apapun tidak akan berhasil" sambil memapah baekhyun di satu lengan, chanyeol terus menggerutu. Kai yang ikut memapah baekhyun disisi lain hanya menggelengkan kepala nya.

Semua ocehan chanyeol tidak dibalas oleh baekhyun. dia hanya diam. Perlahan, tenaga baekhyun kembali. Ia mulai merasakan tubuh nya mulai bertenaga. Lemah memang. Namun cukup untuk berjalan sendiri.

"kalau begini, kau..." chanyeol dan kai kaget saat baekhyun membebaskan tangan nya dari mereka. Baekhyun mendorong tubuh chanyeol pelan.

"ada apa lagi?" chanyeol mengerutkan kening.

Baekhyun mulai merasa pening di kepala nya, tapi di tahan nya. Kyungsoo yang menyadarinya pun langsung memegangi lengan baekhyun.

Baekhyun menangkat wajah nya yang sedari tadi menunduk. Mata nya memandang lurus ke mata chanyeol. Lirih, baekhyun berbisik, "aku tidak akan menyukai mu lagi. Cukup sampai disini"

Chanyeol tertegun. Kyungsoo dan kai terkesiap kaget.

Dua mata baekhyun sayu. Dua mata baekhyun menatap chanyeol perih. Dua mata yang sedang menangis.

.

.

.

.

.

.

Mulut chanyeol yang sembarangan berkata sudah terkenal dikalangan sahabat-sahabatnya. Terkadang, ucapannya menyakitkan hati walau ada kebenaran nya di dalam nya. untuk orang pertama mengenalnya, sudah pasti mereka akan terperangah kaget mendengar betapa tajam nya mulut seorang park chanyeol.

Terlebih lagi orang-orang baru seperti baekhyun. Walau ini bukan kali pertama baekhyun babak belur akibat perkataan chanyeol. Tapi, baru kali ini hati nya benar-benar sakit akibat kata-kata chanyeol.

"argh!" baekhyun mengerang sambil memukul-mukul kasur klinik. Kebetulan penjaga klinik sedang tidak ada. Kyungsoo sudah kembali ke kelas. Ia tadinya ingin menemani baekhyun sampai bel ganti pelajaran berbunyi. Namun, baekhyun menyuruh kyungsoo kembali. Baekhyun takut kyungsoo yang notaben nya adalah kutu buku yang tidak ingin meninggalkan satu pelajaran pun itu akan kena marah oleh guru karena telat pada saat pelajaran nya.

Memikirkan chanyeol membuat baekhyun kesal. Memikirkan reaksinya yang menangis seperti orang lemah di depan chanyeol membuat nya lebih kesal. Seharus nya, dia mendorong chanyeol hingga dia terjungkal kebelakang. Seharusnya, dia memakai kekerasan saja. Harus nya seperti itu, bukan seperti orang yang lemah.

Pintu klinik berderit. Dari siluet di tirai, tampak seseorang masuk kedalam klinik.

"kyungsoo, sudah ku bilang, kembali saja ke kelas" baekhyun menarik selimut tipis ke dadanya. Badan nya bergerak mencoba mencari posisi yang nyaman.

"aku bukan kyungsoo" tirai yang membatasi antara kasur klinik dan pintu masuk bergeser. Ternyata, yang mengunjunginya bukan kyungsoo melainkan chanyeol.

Baekhyun diam. Namun, jelas sekali seluruh sel nya berteriak menangkap sinyal ancaman.

"mau apa kau kesini?" baekhyun mengangkat kepala nya dan menatap chanyeol. Sekuat tenaga dia menahan emosi nya.

"aku Cuma ingin tau kenapa kau tadi menangis?" chanyeol semakin mendekat kearah baekhyun yang sekarang sudah duduk di atas kasur klinik.

Baekhyun melongos. Baekhyun menutup matanya.

Chanyeol paham. "kalau kau tak ingin menjawab, tak apa. Aku akan menunggu mu disini sampai kau bisa menjawab nya"

"kau" suara baekhyun yang pelan masih dapat di dengar oleh chanyeol. "kau yang membuat ku menangis" suara baekhyun mulai serak. "kau membuat ku sakit hati"

Perlu beberapa saat chanyeol untuk mencerna perkataan baekhyun. "jadi, karena perkataan ku? Karena aku mengeluh tentang berat badan mu? karena aku bilang kau mirip bakpao? Yang benar saja, aku sudah sangat sering mengejek mu. tapi, kenapa sekarang itu menjadi masalah?"

Baekhyun menarik napas. "sudahlah, itu sudah lewat. Tidak penting dibahas. Yang jelas...," baekhyun menghela napas. "aku tidak akan menyukaimu lagi"

Chanyeol mendekat. Ia tau baekhyun serius. Ia tidak mengerti kenapa baekhyun seperti ini. Chanyeol sedikit tidak nyaman memikirkan baekhyun tidak akan menyukainya lagi.

"taruhan itu?"

"aku akan memenangkan nya. aku akan mempermalukanmu nanti"

Chanyeol menunduk, mendekatkan wajahnya dengan wajah baekhyun dan memegang pundak baekhyun. "kau tau? aku tak akan melepaskan mu. kau tidak akan bisa menghapus rasa cinta mu padaku. Walaupun benar terjadi, aku akan membuat mu jatuh cinta dengan ku lagi"

"tidak, tidak akan" baekhyun menggeleng pelan

"ya. Aku pastikan, selama aku belum ingin melepaskan mu, kau tak akan bisa lari dari ku" chanyeol pergi keluar dari ruangan klinik sekolah meninggalkan baekhyun sendirian dalam keheningan.

"aku tak akan kalah" ujar baekhyun lirih. Tekat nya sudah bulat. Dengan cara apapun diet nya harus berhasil.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED~

.

.

.

hai hai hai, gimana chapter kali ini? seru kah? atau nge bete in?

aku suka deh pas kalian bilang kalau chapter 4 itu chanbaek banget heheh semoga di chapter yang ini gak ngebosenin buat kalian ^^

mungkin chapter depan udah end tapi gak tau juga deh... heheh tergantung mood aku nih.

by the way,

apakah baekhyun akan benar-benar diet? atau gagal lagi kayak di 3 minggu sebelum nya?

maka nya pantengin terus fanfic ini. dan INGAT! jangan lupa review nya ! :)

review penting buat kelanjutan fanfic ini...

see you~

bye~