"Insomnia"
Rating: Teen and Up Audiences
Archive Warning:
Category: Multi
Fandom: EXO (Band)
Relationship: Sehun/Kai, Kris/Kai, Kris/Suho
Charàcters: Oh Sehoon, Kim Jongin,
Wu Yi Fan, Kim Joonmyeon
Additional Tags: Yaoi, AU, OOC, Typo(s), Romance, Angst.
DON'T LIKE? DON'T READ!
===Insomnia===
"Terima kasih, Sehun-ssi." Ucap Kai, ia menggaruk bagian belakang kepalanya sambil tertawa hambar. Tidak nyaman dengan situasi sekarang ini. Sehun memang mengantarnya pulang tadi, ketika Kai kesusahan membawa barang belanjaannya.
Biasanya Kai bisa mencairkan suasana, tapi sekarang rasanya berbeda. Seperti ada sesuatu yang menghalanginya. Menatap takut-takut, ia melirik Sehun.
"Em... terima kasih. Aku masuk dulu," ucapnya cepat. Berbalik, Kai berniat untuk segera masuk ke dalam rumahnya, rumah Kris lebih tepatnya.
Greb.
Kai bergerak gelisah, ia kembali menghadap Sehun yang kini tengah memegang pergelangan tangan kanannya yang bebas.
"A-ada apa, Sehun-ssi?" Tanyanya gugup. Jujur, dari tadi jantungnya benar-benar tidak bisa diajak kerjasama, sama sekali.
Masih dalam diamnya, Sehun menatap mata Kai dalam, ada kerinduan disana. Sungguh Sehun benar-benar merindukan sosok ini, sosok yang ada dihadapannya. Sosok yang kini tengah ia pegang pergelangan tangannya.
"Kai," panggil Sehun. Dan percayalah Sehun merasa aneh dengan panggilan itu, mungkin karena dia tidak terbiasa. Rasanya ingin sekali Sehun berteriak memanggil nama 'Jongin' bukan 'Kai', meski pun mereka orang yang sama, tapi Sehun lebih suka dengan nama 'Jongin', 'Jongie', Jongin-nya.
Kai berkedip beberapa kali untuk menghilangkan rasa gugupnya. Sunggung di pandang seperti oleh Sehun bisa-bisa jantungnya dalam masalah.
Tatapan itu. Tentu saja Kai tahu, ia menyadarinya meski pun Sehun tidak mengatakan apa pun.
Perasaan apa ini?
Kenapa dia menatapku seperti itu?
Kenapa, kenapa hatiku berdebar?
"Sebaiknya kau segera masuk, Kai. Angin malam tidak baik untuk kesehatanmu."
Bukan. Bukan itu yang ingin Sehun katakan.
"Eh?"
Sehun tersenyum lembut, senyum yang hanya ia peruntukkan untuk sosok ini. "Masuklah,"
Kai merasa ada yang hilang. Ketika tangan Sehun yang hangat melepaskan pegangannya pada lengannya.
"Em, b-baiklah. Sekali lagi terima kasih, Sehun-ssi."
"Ya. Tapi tidak usah seformal itu, cukup panggil aku Sehun."
"A-ah, ya. Aku masuk dulu, Sehun-ah."
Kai membungkukan sedikit tubuhnya, yang dibalas senyum kecil oleh Sehun.
Setelah Kai memasuki rumah yang menjadi tempat kediamannya sekarang ini. Sehun masih setia memperhatikan punggung itu yang kini sudah menghilang di balik gerbang.
"Bersabarlah sedikit lagi, Sehun. Jongin-mu pasti kembali, kembali seperti dulu. Kembali mengingatmu." Bisiknya pelan, "Ya, kau harus bersabar untuknya, semenyakitkan apa pun itu. Kau harus percaya. Jongin pasti akan mengingat semuanya."
===Insomnia===
Suho berdiri di balkon kamarnya yang menghadap langsung ke jalan. Entah apa yang ia pikirkan, namun ia tersenyum kala matanya di manja oleh pemandangan taman anggrek di samping rumahnya. Anggrek bunga kesukaan adiknya, juga mendiang ibunya.
Tangannya ia sembunyikan di saku piyama yang ia kenakan, kala udara dingin malam menyapa.
"Hyung," tak perlu berbalik untuk tahu siapa yang memanggilnya, ia sudah cukup hapal dengan suara itu, Sehun. "Aku tahu kau tidak bisa tidur, hyung. Jadi aku sengaja kesini membawakanmu coklat panas."
Suho berbalik, ia tersenyum. "Terima kasih," ia ucapkan kala tangannya sudah memegang cangkir coklat panas yang baru saja di berikan Sehun.
"Hm."
Hening
Keduanya berdiri menghadap taman anggrek yang lumayan luas itu. Sambil menikmati coklat panas, keduanya asyik dengan pikiran masing-masing.
"Sehun-ah, bagaimana kalau kita bawa Jongin kesini?" Suara Suho memecah suasana hening itu. "Tidak mungkin kan Jongin akan tinggal terus bersama Kris, sedangkan kita keluarganya ada disini,"
Sehun menyimpan cangkirnya di meja yang ada di balkon itu.
Benar apa yang dikatakan Suho. Tidak mungkin Jongin tinggal bersama Kris terus, bagaimana pun Jongin masih memiliki Juga keluarga yang sangat menyayanginya. Ada Suho, dan Tuan Kim sebagai keluarganya. Juga dirinya yang masih menyandang gelar sebagai kekasih Jongin. Walau pun Jongin hilang ingatan setidaknya masih ada keluarga dan dirinya yang menginginkannya kan.
"Lagi pula untuk membuatnya mengingat kembali bukankah dengan kehadiran orang-orang terdekatnya dahulu yang menyayanginya?" Ujar Suho lagi, kala Sehun hanya diam. "Bukankah kau juga ingin Jongin mengingatmu kembali, Sehun-ah?"
Sehun menghadap ke arah Suho, ia tersenyum kecil. "Ya, kau benar hyung. Aku ingin Jongin mengingatku kembali."
Suho tahu pembicaraan ini sangat sensitive untuk mereka. Bukan hanya Sehun saja yang merasa sedih.
Suho tahu bagaimana perasaan Sehun. Bahkan dia tahu seberapa besar sehun mencintai adiknya itu, yang pasti Sehun mencintai Jongin seperti ia mencintai dirinya sendiri.
"Tapi bagaimana dengan Jongin sendiri, hyung? Apakah dia mau tinggal bersama kita?"
"Kau benar Sehun-ah, tidak mungkin kita memaksanya. Bagaimana pun semua keputusannya ada ditangan Jongin kan," Suho menghela napas pelan, "setidaknya kita harus mencoba bukan?"
Sehun membenarkan dalam hati. Apa yang dikatakan Suho benar, ya setidaknya mereka harus mencoba. Dia tahu semua keputusan memang sepenuhnya ada ditangan Jongin.
===Insomnia===
Pagi menjelang.
Kris telah selesai membersihkan diri, kini ia berdiri di depan cermin wastaple kamar mandinya. Ia menulis kata 'kebahagiaan' di cermin itu. Ia memandangi kata itu seakan meresapinya, lalu ia menghapusnya dan tersenyum.
Sedangkan Kai tengah memasak di dapur, ia sengaja meminta para maid untuk mengerjakan pekerjaan yang lain. Ia ingin membuat sarapan untuk Kris hari ini. Kai memasukkan jamur dan sepotong bacon kedalam sup yang di buatnya. Sambil mengaduk sup, Kai teringat perkataan dokter Park beberapa hari yang lalu.
"Berhentilah melarikan diri. Arahkan pandanganmu pada tujuan. Cobalah mengingat semua kenangan itu. Cobalah mengingat satu kenangan dalam hidupmu, yang paling menyakitkan dan menghancurkan hati. Menemukan kembali ingatanmu akan di mulai dari sana."
Kai mencoba menuruti nasehat dokter Park. Ia mencoba mengingat kilasan ingatan yang muncul ketika ia tengah berada disebuah ruangan. Ia ingat ia tengah demam tinggi, sendirian tidak ada siapa pun disana. Lalu entah apa yang terjadi tiba-tiba saja disekelilingnya sudah banyak air.
Ia mencoba bangkit dari tempat tidurnya, berusaha untuk memanggil seseorang, ia mencoba membuka bibirnya, namun tidak ada suara yang keluar dari bibirnya. Air matanya mulai keluar membasahi pipinya. Ia semakin ketakutan kala air sudah mulai tinggi.
"Myeonnie hyung,"
Kai tersentak. Ia tak mampu mengingat lebih banyak. Namun ada tangan kokoh yang memegangi pundaknya.
"Kau akan menghanguskan semuanya," ujar Kris lembut. Ia berdiri dibelakang Kai. Tangan kirinya memegangi pundak Kai, dan tangan kanannya menggenggam tangan Kai yang sedang memegang sendok sup. "Kau tahu cara membuatnya?" Tanya Kris. Kai mengangguk, mengiyakan.
"Kris..."
"Hm?"
"Aku takut. Suatu hari nanti kau akan bosan denganku." Kata Kai pelan. "Aku takut kau pergi dariku."
"Itu tidak akan pernah terjadi," kata Kris, ia tersenyum.
"Kau tidak pernah tahu hati seseorang," ujar Kai lirih.
Kris membalikkan tubuh Kai hingga berhadapan dengannya. Ia memegang kedua pundak Kai, dan menatapnya lekat.
"Aku yang paling mengenal hatiku. Meski pun suatu hari nanti kau sudah mengingat semuanya, aku tidak akan meninggalkanmu."
Kai menatap Kris haru. Keduanya saling bertatapan dan tersenyum.
'Apa kau juga akan tetap bersamaku, dan tak akan meninggalkanku jika suatu saat nanti kau mendapatkan kembali ingatanmu?' Ujar Kris dalam hati.
'Aku takut jika aku telah mendapatkan kembali ingatanku, aku takut melukaimu. Hingga akhirnya kau lari dariku, Kris.'
"Ah, supnya sudah matang!" Seru Kai tiba-tiba. Kris sendiri hanya tersenyum sebelum ia mendudukkan tubuhnya diruang makan yang memang satu set dengan dapurnya. Ia lebih memilih menunggu Kai hingga selesai menyiapkan sarapannya.
"Kau semua yang membuat ini?" Tanya Kris saat Kai sudah selesai menata sarapan untuk mereka, yang terbilang banyak macamnya itu.
Kai mengangguk, "Hu-um" dan dengan gemasnya Kris mengusak surai kehitamannya, membuat Kai menggembungkan kedua pipinya, tidak suka dengan perlakuan Kris yang merusak tatanan rambutnya.
Kris sendiri memulai sarapannya, ia menyuapkan sesendok sup yang dibuat Kai tadi, mengunyahnya pelan sebelum menelannya.
Kai memandang Kris cemas, "Bagaimana?" Tanya Kai penuh harap, takut kalau Kris tidak menyukai sup buatannya dan juga apa-apaan itu, kenapa wajah Kris seperti itu.
"Kris?"
Kris mendongak, beralih menatap Kai. "Hm?"
"Kau tidak menyukainya? Ah coba yang ini," ujarnya sambil memberikan beefsteak pada Kris, namun Kris menahanya.
"Aku suka," katanya, "dan ini enak seperti biasanya."
"Benarkah?" Tanya Kai memastikan, dan dibalas anggukan kepala oleh Kris.
"Nah lebih baik sekarang kau mencobanya, aaa" ujarnya sambil bersiap menyuapi Kai. Kai sendiri hanya menurut, ia membuka mulutnya, menerima suapan dari Kris. "Bagaimana, enak kan?" Tanya Kris balik, ia tersenyum kala Kai hanya bisa mengangguk pelan.
===Insomnia===
Kris berjalan di koridor kampus, ia baru saja selesai dengan mata kuliah terakhirnya hari ini. Waktu sudah menunjukan waktu makan siang, tapi sepertinya ia tidak ada niat pergi ke kantin untuk mengisi perutnya. Ia lebih memilih pulang, makan siang bersama Kai.
"Kris-ssi,"
Sebuah suara yang memanggilnya, membuat langkahnya terhenti. Seorang pria berbadan mungil berjalan menghampirinya.
"Joonmyeon?" Tanya Kris memastikan.
Pria itu tersenyum kecil, "kau masih mengingatku ternyata," ujar pria yang di panggil Joonmyeon itu. Ya dia Joonmyeon atau lebih dikenal dengan nama Suho.
"Tentu saja, seminggu yang lalu kita bertemu. Lagi pula anda hyung-nya Kai, mana mungkin saya lupa."
"Tidak perlu seformal itu, dan cukup panggil Suho saja," ujar Suho, "Mau langsung pulang?"
Kris mengangguk, "Ya, kenapa, apakah ada sesuatu yang ingin dibicarakan?"
"Ah, mungkin lain waktu saja. Sepertinya kau sedang terburu-buru."
"Tidak juga," sambar Kris cepat. "Mungkin minum kopi di cafe tidak masalah,"
Entah apa yang Kris pikirkan hingga kata-kata itu terucap begitu saja dari bibirnya. Tapi ketika melihat senyum Suho ia tak kuasa untuk tidak mengucapkan kalimat itu.
Dan disinilah mereka sekarang, sebuah cafe yang tidak jauh dari kampus mereka.
"Jadi?" Kris memulai pembicaraan setelah minuman pesanan mereka datang, ia menuangkan dua kotak gula ke dalam kopinya, mengaduknya pelan.
Suho melakukan hal yang sama dengan Kris, ia bingung harus memulai dari mana. Dan ia masih berpikir apa tidak apa-apa jika mereka membicarakan hal ini sekarang.
"Apa ini tentang Kai?" Sepertinya Kris dapat menebak apa yang ingin pria di hadapannya bicarakan. Apalagi kitika melihat Suho mengangguk, ia tersenyum kecil. "Aku akan membantu sebisaku, karena aku juga ingin dia mengingat kembali masa lalunya."
Suho terkesiap mendengar penuturan Kris. Ia tidak percaya kalau orang yang tengah duduk di hadapannya ini begitu baik.
"Datanglah kerumah nanti malam, aku ingin kita makan malam bersama."
"Makan malam?" Tanya Suho, Kris mengangguk.
"Ya aku mengundangmu untuk makan malam dan ah aku juga ingin Sehun datang,"
===Insomnia===
Sehun Pov
Hari masih sore, aku sedang duduk di meja belajarkan sambil membaca sebuah buku,
Mataku menelusuri huruf demi huruf dalam buku yang kini tengah kubaca. Dulu aku akan selalu ditemani oleh Jongin, kekasihku. Dia akan berceloteh panjang lebar dengan aku yang duduk di sampingnya.
Tapi sekarang...
Kriet.
"Sehun-ah!"
Pintu kamarku terbuka disusul dengan sebuah suara yang memanggil namaku, aku berbalik, melirik ke arah pintu kamarku dan kudapati Suho hyung berdiri disana.
"Masuklah hyung," ujarku dan kembali menekuni kegiataan awalku. Kudengar langkah kaki yang mendekat ke arahku.
"Kau sibuk?" Suho hyung bertanya sambil mendudukan tubuhnya di sisi tempat tidurku.
"Tidak, kenapa?" Tanyaku sambil meliriknya, tanda aku akan mendengarkan apapun yang akan ia ucapkan.
"Tadi aku bertemu Kris di kampus, dan dia mengundang kita untuk makan malam di rumahnya." Suho hyung memulai.
Aku langsung menutup buku yang sedari tadi aku baca. Aku menaikan sebelah alisku, heran. "Untuk apa?"
"Em... entahlah," Suho hyung mengendikan bahunya, pertanda kalau dia juga tidak tahu. "Dia hanya bilang itu, dan akau juga disuruh mengajakmu," lanjutnya.
"Dan hyung langsung menyetujuinya?" Tanyaku tak percaya.
"Aku menyetujuinya karena aku ingin bertemu dengan adikku," bisik Suho hyung pelan, namun aku posisinya yang duduk dekat denganku membuatku masih bisa mendengar ucapannya.
Aku terdiam. Benar tidak semudah itu bagi Suho hyung untuk menyetujui tawaran ataupun ajakan orang lain, yang memang tidak begitu dekat dengannya. Tapi berbeda masalahnya bila itu menyangkut dengan adiknya, Kim Jongin.
Apapun akan Suho hyung lakukan jika sudah menyangkut tentang Jongin, adik satu-satunya yang ia miliki. Begitu juga denganku, demi orang yang aku cintai apapun akan aku lakukan.
"Baiklah, aku ikut hyung." Ujarku akhirnya.
===Insomnia===
"Kai ada yang ingin aku bicarakan denganmu,"
"Apa hyung?"
Kris terdiam sesaat, berpikir apakah ini waktu yang tepat, tapi kalau tidak sekarang kapan lagi. 'Aku harap kau tidak berpikir yang macam-macam tentangku, Kai.' Harapnya dalam hati.
"Hyung," Kai membelai pipi Kris lembut, ketika Kris tak kunjung bersuara.
Kris memegang tangan Kai yang ada dipipinya. Kemudian ia berkata, "Jangan memotong sampai aku selesai bicara, okey?"
Kai mengangguk.
"Aku ingin kau kembali pada keluargamu."
To be Continue...
Pendek?
Aku tahu koq dan emang sengaja hehe...
Sebelumnya saya minta maaf kepada kalian semua karena udah lama banget ini fic baru bisa update, semoga masih ada yang ingat.
Kalian merasa gak ini fic semakin lama semakin ga-je aja ya? Aku yang nulisnya aja merasakan hal ini, mohon tulis kritik dan sarannya di kolom review ya, aku ingin tahu pendapat kalian bagaimana. Enggak maksa juga sih bagi yang mau aja...
Sekian dari aku.
Kita ketemu lagi dichapter berikutnya.
Akasuna no Akemi out!
