Lupakan fakta bahwa Toko 27 merupakan toko yang selalu tidak pernah sepi pelanggan di Namimori, sekarang kita fokus pada barang dagangan yang dijajakan ditoko kecil namun penuh kebahagiaan itu.

Namanya aja toserba, berarti toko serba ada. Yang berarti, toko yang menjajakan berbagai macam barang-barang. Toko 27 lebih menjual ke berbagai macam kebutuhan rumah tangga. Sebut saja daging, ikan, sayur-mayur, hingga mentega dan gula. Tak ayal yang sering bergumul disini itu ibu-ibu, bukan lalat.

Harga disini pun bersahabat dikantong ibu-ibu yang—notabene—anti harga selangit. Dari bayam seikat dua ribu, sampe seribu lima ratus (lho? Kok mundur) , hingga bibit cabe sebungkus coba kepingan uang logam bergambar melati. Inilah keunggulan Toko 27 dalam menarik perhatian ibu-ibu—pelit—namun—disayang—keluarga (eaaaa) .

Namun, ada saja barang-barang yang tak kunjung memikat hati para ibu-ibu kita tercinta ini. Hingga harus diam dalam Toko 27, menunggu ia dituker ama lembaran atau kepingan uang, dioseng, terus disantap (manyuks..) .

Contohnya…

"SHIBAFU ATAMA! JANGAN GANGGU JUUDAIME BELAJAR DENGAN SUARA TOAKLU ITU!"

Contohnya, seperti makhluk-makhluk (astral) itu.

.

.

TOKO 27; DIMANA SEMUANYA TERJADI

Genre : Family/Humor

Rate : T…?

Pair : hem..pikirkan sendiri, deh /plak/

Warnings : Typo(s) , tanaman, olahan hewan, dan hasil bumi lainnya yang aneh bin ajaib, setting AU yg gajelas di Indo atau Jepang, terdeteksi dapat membuat sakit kepala dan mata, dan segalanya

.

#Happy Reading!

.

Katekyo Hitman Reborn Amano Akira

FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada

Siang yang indah di Toko 27 tercinta kita. Hari ini hari Rabu, namun sang brunette bungsu Sawada malah leha-leha dimeja kasir sambil asyik baca komik.

Oh, rupanya para guru SMP Namimori sedang rapat, sehingga murid-murid tercintanya diliburkan. Nyesek memang buat para guru, tapi sangat indah bagi para murid. Hampir semua murid berpikiran bejad itu, tak terkecuali Tsuna kita ini.

Namun apalah daya, nasib tak pernah kemana. Kesialan selalu menghantui. Tsuna malah disuruh jaga toko, padahal hari ini rencananya ia akan pergi jalan-jalan seharian. Ya, tapi apa daya lagi, nasib memang selalu kembali ke Tsuna. Bukanya dia yang pergi, malah orangtuanya yang tercinta ini yang pergi jalan-jalan ke Okinawa—berkedok masalah kerja sang ayahanda.

"Ah, kebetulan Tsunayoshi sedang melakukan studi dengan teman satu kelasnya mengenai tumbuhan, jadi kemungkinan ia akan pergi seharian.." Ah, dasar kakak kembar. Alasan yang bagus untuk mengecoh ibu nan polos ini.

"Giotto juga hari ini akan mengunjungi gurunya yang diopname di Rumah Sakit.." Demi apa! Tinggalin aja tuh guru sekarat diranjang Rumah berbau obat itu, kenapa harus repot-repot mengunjungi?

Memang inilah derita jadi anak bontot.

"Haah.." Tsuna menghela napas. Kalau saja mereka itu tidak terikat dengannya sebagai sebuah 'keluarga' , Tsuna akan menyuruh mereka untuk jaga toko bak kerja rodi.

Balas dendam katanya.

"KYOKUGEN! SAWADA, WALAUPUN LIBUR TETEP BELAJAR!" Ini lagi.

Tsuna mau tak mau harus mendelik malas pada jajaran seledri, dan mendapati seledri yang—selalu—tidak pernah bisa diam.

"Ahah, Ryohei, tapi aku—"

"SHIBAFU ATAMA! JANGAN GANGGU JUUDAIME BELAJAR DENGAN SUARA TOAKLU ITU!" Ini lagi. Padahal Tsuna ingin menengahi, tapi si gurita ini malah menambah situasi gawat.

"Maa maa tenanglah Hayato, kau juga menggangu.." Si tongkol ikut angkat mulut. Gurita makin monyong.

"DIAM KAU TONGKOL! AKU SEDANG BICARA DENGAN SELEDRI SEDENG INI!" Tentakel Hayato menunjuk pucuk seledri kelebihan kalor itu dengan murka. Sang tongkol hanya tersenyum bodoh.

"APA KAU BILANG?! SEDENG? GUE GA SEDENG TO THE MAAAXX!" Ryohei makin menjadi. Begitu juga dengan Hayato.

"TEME! ELU ITU SEDENG DARI DULU! BISA GA SIH DIEM DULU!?"

"APA?!"

Tsuna memutuskan membiarkan mereka. Namun kembali, apa daya, rupanya chaos tak sampai disitu.

"Kufufu, jangan halangi pandanganku, semangka.." Buah asem biadab itu berujar. Teman sebangsanya (sama-sama salat alamat) tidak menggubris sama sekali.

"Nufufu, harusnya kau yang minggir, buah nista. Aku mau melihat Tsuna-kun.." Dasar. Nih buah harus berkaca dulu.

Lama-lama urat Tsuna berdenyut sakit. Ini, nih.., akibat mereka, Tsuna jadi kena sakit kepala. Minum obat, malah tambah sakit.

KLINING

Tsuna tersentak. Ia tahu bunyi bel pintu yang mengudara hanya berarti dua hal.

Pelanggan, atau kakak-kakaknya yang terdeteksi buron.

Oh, pelanggan.

"Selamat datang.." Angelic smile maut Tsuna menguar. Sepasang ibu dan anak perempuannya nyaris mengotori lantai toko dengan darah mereka.

Wait, darah?

"Kufufu, manis sekali Tsuna-kun itu, kufu, ingin 'kumakan'.." Senyum nista nanas mengudara. Semangka protes.

"Nufu, enak saja, aku yang berhak 'memakan' Tsuna-kun.." Tukas semangak zig-zag. Nanas kembali protes.

"Apa katamu, semangka salah wujud, kufufu.." Mukuro, kau juga salah wujud.

'Hiraukan…hiraukan..' Tsuna sweatdrop. Ia memutuskan menemani pelanggan ke—sekian—ini.

Anak si ibu—yang diketahui masih usia balita—berlari-lari mengitari toko. Oh, untung saja ia tidak seenak jidat meleng dan menabrak rak-rak dan etalase. Ooh, jangan tanya kalau Tsunayoshi—yang sebenarnya benci anak-anak—melihat ini ketika pulang nanti.

'NOO, TOKONYA—' Jerit Tsuna dalam hati membayangkan hal itu. Hati akan nelangsa melihat sang kakak berkoar pada anak ingusan tak berdosa dan masih oenyoe-oenyoe.

Sang anak kemudian berhenti berlari. Menatap jajaran sayuran segar nan higienis yang tertata rapi di singgasananya.

"Yare yare, lihat apa kamu?" Lambo yang merasa diperhatikan, bertanya pada sang anak.

"Un—" Deg! Anaknya mengeluarkan air mata! Apakah salah brokoli ini?!

"KYOKUGEN! LAMBO, KAU MEMBUAT DIA MENANGIS TO THE MAAXX!" Ryohei kembali menaikkan urat tenggorok. Lambo panik.

Si anak makin menjadi melihat seledri kurang waras itu berteriak padanya. Salahkan imajinasi sang anak yang melihat Ryohei seperti monster seledri yang hendak memakannya.

(SFX : ETREMEE! AKU AKAN MEMAKANMUU!)

"HUWAA!" Anak tak berdosa berlari ketakutan. Lambo merasa nyawa brokolinya hampir keluar. Seledri masih beteriak 'kyokugen' .

"Ada apa, Minami?" Sang ibu bertanya melihat mata sang anak basah terkena air mata. Si anak menangis sesenggukan.

"Kaa-chan, ada celedri ceram, dia mau makan Minam…" Mata anak kecil yang basah terkena air mata, "Dan ada brokoli aneh.." Lalu Minami menunjuk rak sayuran brokoli.

Rasanya rahang bawah Tsuna jatuh, 'LAMBO! RYOHEI! JANGAN TAKUTI PELANGGAN!'

Namun sang ibu nampak tak percaya, "Tidak mungkin ada yang seperti itu, Minami. Sudah, ibu mau beli semangka, buat camilan nanti.."

Lalu ibu muda itu berjalan ke jajaran buah besar banyak air itu. Mata elangnya awas memperhatikan sang semangka.

Hingga..

"Nufufu, kau ibu muda yang manis.." God, ini lagi.

Si ibu terhenyak. Wait, suara apa itu?

"A—"

"Nufufu, maukan kau membeliku..?" Daemon bersabda—plus blink-blink. Tsuna nyari pingsan.

'JANGAN DAEMOOON!'

Si ibu langsung minggir. Niatnya makan semangka sore ini diurungkan. Harus. Sebelum keluarga tercintanya mati berbusa dan bangkit dengan aura kemesuman to the max. No, no, berbahaya.

"Kufufu, mending beli gue.." Nada nggak kalah narsis terdengar dari rak buah nanas. Si ibu makin ketakutan.

"Nufufu, diam saja kau, nanas.." Daemon memercikkan minyak dalam api. Urat nanas Mukuro putus.

"Kufufu, semangka nggak laku diem aja.." Api semakin membesar. Kali ini urat semangka yang putus.

"Kau yang harusnya diam, nufu.."

"Kufu, apa..?"

'HANCUR SUDAH TOKO INI…..' Tsuna menjerit nelangsa. Omset toko bulan ini sepertinya akan merosot.

"Errr, Minami mau makan apa nanti malam..?" Sang bunda bertanya pada si kecil. Minami langsung cerah.

"IKAN!" Lalu ibu mengangguk senang. Bergeraklah ke bagian hasil laut.

"Ahahaha, akhirnya ada yang membeliku.." Suara itu masuk ke telinga sang ibu begitu ia mengambil seekor tongkol. Oh, no.

"Lho? Ikannya—"

"Salam kenal!" Takeshi melayangkan senyumnya yang biasa. Sukses membuat sang ibu loncat dan sang tongkol terjatuh dengan elitenya.

"Hyahahaha! Mampus kau, Takeshi!" Gurita bangkit dan tertawa lepas. Bangga sang tongkol kecipak-kecipik cari air.

Rasanya nyawa Tsuna sudah hilang.

"A—aku beli ini saja.." Lalu Tsuna berjalan ke kasir dan menghimpun pundi-pundi uang. Dan ibu anak itu langsung tancap gas dari toko itu.

Fix. Mulai sekarang akan beredar rumor bahwa di Toko 27 ada hantu berwujud makanan.

.

.

==TBC==

.

.


Maafkan author nista ini karena telah menistakan kalian semua :'v *tabur bunga*

Maaf ya bagi reader yg ingin skylark ter-tsundere kita(?) muncul, Ameru belum bisa munculin karena bingung mo jadiin dia makhluk apaa :'v

Reader punya saran? *blink2*

Kay, sampai jumpa di chapter 003!