Percayakah Anda dengan yang namanya sihir?
Sihir telah dikenal sejak jaman Babilonia, Mesir, Yunani kuno, Inggris, hingga berkembang ke seluruh penjuru Eropa. Banyak orang yang berspekulasi tentang sihir. Anggap saja penyihir, buku mantra, sapu terbang, adalah contoh dari penggambaran tentang sihir.
Pendapat orang? Sebagian ada yang menerima secara antusias, karena berhubungan dengan dunia supranatural. Sebagian menolaknya karena berhubungan dengan sekte pemuja iblis dan juga makhluk-makhluk ghoib.
Dalam era globalisasi ini kita dapat mempelajari ilmu sihir degan mudah. Mungkin bukan sihir, yaa.., anggap saja seni sulap. Mereka mirip ini.
Berhubung tentang sihir dan ilmu sulap, hari Rabu yang cerah ini menjadi saksi kemunculan serta kekuatan supranatural.
"Hallo, tadaima, aku bawa teman-temanku!"
.
.
TOKO 27; DIMANA SEMUANYA TERJADI
Genre : Family/Humor
Rate : T…?
Pair : Brother!G2772, dan yg laennya
Setting : AU
Warnings : Typo(s) , bahasa warna-warni alay lebay, OOC nyelip, humor crispy bener, de-el-el
.
.
#Happy Reading!
.
.
Katekyo Hitman Reborn Amano Akira
FanFiction Ameru-Genjirou-Sawada
.
Chapter 005-I: SIHIR SI GULALI! INILAH WUJUD ASLI MAKHLUK ASTRAL!
"Okaeri, Gio-kun! Wah, membawa teman.." Sambut Nana ketika si sulung kembali ke peradaban.
Oh, seperti yang dikatakan, Giotto tidak sendiri. Ada berbagai kepala mencuat dengan berbagai warna.
"Tempat yang sempurna.." Pertama, satu fakultas dengan Giotto, dan teman Giotto sejak jaman kandungan ibu, G.
"Ah, Ibu Giotto-dono, selamat siang.." Kedua, jurusan music klasik dna penyuka alunan music lembut. Teman jaman zigot Giotto, Asari Ugetsu.
"Sebenarnya kita ngapain disini..?" Ketiga, kouhai Giotto yang entah kenapa selalu ngekorin Giotto sejak ospek, Lampo.
"EXTREME! KITA MAU NGAPAIN?!" Keempat, senior Giotto, jurusan keagamaan (jangan tanya apa ada fakultas itu) dan masuk klub boxing, Knuckle.
"…" Kelima, satpam Universitas Namimori yang entah bagaimana bisa berteman dengan Giotto, Alaude.
(author curiga orang-orang ini hanya ngikut Giotto doang..)
"Baik, Gio-kun, ibu tinggal, yaa.." Setelah Nana menghilang dari dunia—maksudku dari pandangan—kini yang balik muncul adalah sang bungsu, Tsuna.
"Ah, Giotto-nii bawa teman, ya..?" Ujar Tsuna.
Yaiyalah, Tsuna, memangnya kepala warna-warni disana itu maling?
"Wah, adiknya Giotto, tidak berubah, yaa.." G tersenyum melihat kedatangan Tsuna. Namun, dimata Tsuna,
'Hieee, senyum G-senpai mengerikan…' Senyuman G seperti senyuman pedofil yang siap mencuri Tsuna. Tsuna sweatdrop melihatnya.
Asari hanya senyam-senyum sopan saja. Normal.
Lampo menguap. Alaude cuek.
"EXTREME ADIKNYA SAWADA!" Hiraukan saja yang ini.
"Nah, G, kita sudah sampai, sekarang maumu apa?" Giotto memutar pandangannya pada si kepala merah.
Ya, sebenarnya alasan para pria ganteng abis ini datang atas titah G. bahkan Alaude pun dipaksa ikut, tanpa imbalan pula.
'Kupastikan dia akan mati sehabis ini.' Batin Alaude dengan auranya yang makin gelap.
"Memangnya ada apa, sih, G-senpai?" Tanya Lampo malas sekaligus penasaran. G tersenyum licik.
"Kita hari ini akan bermain sihir." Ujarnya dengan nada rendah—sok biar jadi horror. Tapi bukannya pada merinding, semuanya malah tertawa ngakak.
"HAHAHAHA! EXTREME! G AKAN BERMAIN SULAP!" ujar Knuckle ditambah tawa menggelegarnya. Bisa dilihat atap toko mulai bergetar.
"G-dono, Anda…pfftt.." Asari tengah berusaha menahan tawa dengan muka troll-nya (tidak tahu? Berarti Anda bukan meme-kers..) .
"Hn. Herbivores." Ujar satpam tidak nyambung. Rambut lumut nguap bosan. G patah urat.
"TEME! Diam dulu, " Sergah kepala marun—berusaha menghilangkan amarahnya, "Aku baru belajar sihir dari Tabolt, aku ingin kalian lihat apakah berhasil atau tidak.." Jelas G.
Tabolt, salah satu dosen paling misterius yang ada di Universitas Namimori. Berpenampilan seperti orang purba dengan senyum tiga jarinya. Kenapa tiga? Karena tinggal segitu giginya.
"K—kau serius, G? ka—kalau terjadi sesuatu bagaimana?" Giotto mulai lagi dengan negative thinking-nya. Lalu pandangannya tidak sengaja mengarah pada sang adik bungsu.
"KA—KALAU SESUATU TERJADI PADA TSUNA-KU TERCINTAH GIMANAA?" Teriak Giotto lebay sambil memeluk Tsuna erat. Mulai muncul juga brocon-nya.
"Gi—Giotto-nii—" Tsuna mulai merasa sesak. Pasokan oksigen diambil oleh Giotto.
"AKU TIDAK MAU TSUNA-KU KENAPA-NAPA!" Sekarang Giotto menangis buaya.
"Oi, Giotto, sample-nya 'kan bukan Tsuna.." G berusaha menenangkan. Namun kenelangsaan Giotto bertambah.
"TIDAAK! TSUNA! JANGAN TINGGALKAN KAKAKMU YANG KECE INI!"
'Narsis..' Batin semuanya dalam hati. Dasar Giotto labil. Sementara Tsuna tertawa hambar.
Kadang Tsuna menyesal punya kakak yang positif brocon.
Semua sweatdrop ditempat.
"Sudah, sudah, nanti tidak jadi.." Sergah Asari memecah suasana. G langsung tersadar.
"Oh iya, ayo.." G melihat kesekitar toko, "Untuk percobaan, aku ingin beberapa bahan disini.." Katanya.
"Ah, G-senpai mau yang seperti apa?" Tsuna yang masih dipeluk pirang-narsis-pundung menoleh kearah G.
"Ah, apa, yaa.." Ia mulai memandangi setiap ujung toko.
Sementara dijajaran etalase, sekelompok makhluk astral berbisik misterius.
"Psst, oi, apa kau lihat kepala merah itu?" Gurita berbicara pada sesama makhluk ciptaan Tuhan.
"Ahahaha, iya, mereka sepertinya menyenangkan.." Sahut tongkol senang. Sama sekali tidak mencairkan suasana.
"TEME! MAKHLUK ITU BERBAHAYA!" Hardik gurita sengit.
"EXTREME! MEREKA AKAN BERMAIN SULAP! SEPERTI DI TV!" Ujar seledri tidak kalah semangat.
"Ahahahaha, keren sepertinya, aku jadi ingin nonton.." Tambah tongkol. Memperparah mood gurita.
"Kufufufu, minggir kau, semangka gagal, aku mau lihat Tsuna-kun.." Tawa misterius nan menyeramkan bergema di pojok buah-buahan. Lagi-lagi mereka.
"Nufufu, harusnya kau yang minggir, nanas tidak jadi, aku juga mau lihat.." Makhluk bergaris hitam berujar tak kalah sengit.
Melihat suasana seperti ini, membuat ingin mati.
'Aku menyesal lahir sebagai gurita..' Batin Hayato sedih.
Setelahnya, Tsuna kembali dengan membawa sekantung tepung dan margarin. G lalu meminta Tsuna untuk menaruh benda itu dilantai.
"Nah, " G memulai inprovisasinya seperti pesulap, "Aku akan membuat tepung dan margarin ini melayang.." Ujarnya plus aura misterius.
Tepuk tangan.
"Dan sekarang…, " G mengarahkan telapak tangannya kedepan, sambil menutup matanya, "…Bimsalabim abra—"
"HACHOO! EMAK KOLOR G POLKADOT!" Tiba-tiba dan secara mengejutkan Lampo bersin dibelakang G sambil latah.
"SAPI BEGO! ELU NGAPAIN BERSIN ANEH KAYAK BEGITU?!" Semprot G pada Lampo. Ia tidak sadar kalau sihirnya mengarah bukan pada benda semestinya.
"Eh? Kolor G polkadot?" Tanya Giotto polos.
"BUKAN!"
"Gyaa, G-senpai, tanganmu mengarah kemana—" Pertanyaan panik keluar dari mulut Tsuna. G yang sejak tadi menghadap kebelakang, perlahan memutar kepalanya kedepan.
ZLAAP
"GYAA! G! SINARNYA MANTUL KE CERMIN, TUH!" Pekik Giotto lebay. G mulai panik. Ini gara-gara Lampo ia jadi meleng.
ZRRUUT
ZTANG
Sinarnya memantul ke kaca etalase, mengarah ke seonggok sayuran,
BLAAR
Memantul lagi menuju kearah akuarium,
BLAAR
Memantul jauh keatas sebuah sangkar burung,
BLAAR
BRAK
Hingga memantul jauh menuju sudut buah tropis,
BLAAR
Hening.
"Uhuk uhuk! Semuanya baik-baik saja?!" Ucap G sambil terbatuk-batuk.
"Uhm, baik. Tadi itu menyenangkan sekali~" Ujar Asari senang sambil tersenyum sumringah.
"Dasar herbivores bodoh."
"KYOKUGEEN! TADI ITU DAHSYAT SEKALI!"
"Yare-yare…"
"TSUNA! TSUNA SAYANG! KAMU DIMANAAA—" Pekikan panik plus lebay terdengar dari arah Giotto yang merangkak gaje mencari sosok bungsu tercintanya.
"Giotto../herbivore/Giotto-nii.." Semuanya sweatdrop melihatnya.
"Ahahaha, seru sekali tadi~" Suara aneh datang dari sudut toko. Semuanya lantas melihat kearah asap tipis.
"EXTREME! TADI ITU SINAR APA, YAA!?"
"Shibafu atama kau berisik sekali! Dan kau, tongkol freak seenaknya saja kau tertawa seperti itu!" Tsuna menelan ludah. Ia kenal teriakan ini. Jangan-jangan…
"Yare-yare kalian berisik sekali, sih.."
"Kufufu, mana Tsuna-ku..?"
"Nufufu, apa-apaan kau, Tsuna itu milikku.."
"Ck, herbivores kalian berisik sekali! Kamikorosu!"
Ketika asap tipi situ perlahan menghilang, semua mata disitu membulat.
"GYAAA!"
==TBC==
Duh, padahal ini critanya mo buat singkat2 aj, malah jdi panjang ._.
Nah, spt yg diperkirakan, genrenya agak geser dikit ke fantasy, dimana para olahan alam biadab kena nyasar jadi manusia! Tapi baru permulaan, kok =w=)a
Tapi, dilihat dri jalan critanya, Ameru memutuskan utk hiatus selama bulan puasa utk chapter ini, masalahnya takut menggoda iman reader-sama smua(?)
Okey! Selamat menantikan chapter kedepan!
