TOKO 27; DIMANA SEMUANYA TERJADI
Genre : Family/Humor
Rate : T…?
Pair : Brother!G2772, dan yg nyelip2 lainnya
Setting : AU, College!1stGeneration [except Daemon] , FuirtandVeggy!10thGeneration
Warnings : Typo(s) , alur kecepetan, bahasa ancur, humor garing kriuk, bit OOC, amburegul, emeseyu, de-el-el
.
.
#HappyReading!
.
.
Katekyo Hitman Reborn © Amano Akira
FanFiction © Ameru Sawada
.
CHAPTER 005-III: AKHIRNYA, MERDEKA! EH, TUNGGU—!
Giotto dan Tsunayoshi masih terbengong-bengong didepan. Menatap horror G dengan mulut terbuka lebar dan membiarkan iler menetes indah. Seperti melihat G tengah pole dance dengan menggunakan rok tutu gradasi warna pelangi.
G yang merasa diperhatikan duo kakak-adik ini mulai sewot, "Hoi—"
"G DEMI KOLOR POLKADOTLO! SERIUS ELU UDAH NEMU SIHIR PEMBALIKNYA?! AKHIRNYA TUNA KECIL GUE AMAANNN!" Pekik Giotto sambil menghambur memeluk G dengan sayangnya. Giotto terisak haru hingga ingus merosot elite ke baju G.
"IEWH GIOTTO JIJIK MINGGIRLO DARI GUE!" G dengan kasih sayang penuh mendorong Giotto hingga tersungkur ke tanah. Biarlah.
"G ELO MALAIKAT GUE! EH SALAH, MALAIKAT GUE KAN TSU—"
"BERISIK LO!" G tampol Giotto dengan sepatu mahalnya. Makin turun harga sepatu asli Italia milik G.
"G-senpai, " Satu-satunya perawakan paling kalem dan normal disini mulai membuka suara, "Jadi, ada mantera pembaliknya?" Tanya Tsunaysohi dengan kalemnya.
Berdehem singkat—mengembalikan kenormalannya, "Baik, jadi begini.., aku sudah menemukan mantera yang dapat mengubah mereka kembali ke wujud semula. Aku sudah bawa bukunya, sih.., " Ujar G seraya mengeluarkan sebuah buku kecil dari sakunya, "Tapi kita harus mengumpulkan mereka semua dulu.." Lanjutnya.
"Ooh, jadi kita harus mengumpulkan mereka…, " Giotto pasang pose berpikir, "Kalau begitu, besok kita kumpulkan yang lain…, dan mengatur strategi untuk mengumpulkan tamu itu pada satu titik…" Lanjutnya.
"Maksudmu dapur? Atau, ruang tamu?" Terka G. Tsunayoshi menggeleng.
"Langsung bawa saja ke ruko." Usul Tsunayoshi.
"Baik. Kumpulkan Asari, Alaude, Lampo, dan Kuckle besok. Kita akan memulai operasi 'Mengembalikan bahan makanan pada tempatnya' !" Seru Giotto berkobar-kobar. Bisa kita lihat ada percikan api dikedua mata Giotto yang nampak berkantung. G sweatdrop.
'Nama rencana apa itu…' Batin si surai gulali.
"Yasudah pulang dulu." G pamit untuk pulang.
"Ya, salam buat Asari, ya!" Giotto balik ke kediamannya—kamarnya.
"GUE GA SERUMAH SAMA TUH FLUTE FREAK!"
"Sudah, G-senpai, akui saja.." Sahut Tsunayoshi datar.
"DASAR LO KAKAK ADEK SAMA AJA!"
.
.
"Ahahhaha, sepertinya menarik…"
"Huaaa, Giotto-nii cepatlah.., aku ngantuk.."
"Lampo kalau tidak niat mending pulang.."
"Yasudah, jaa.."
"Canda gue.."
"Kalian semua berisik. Kamikorosu."
"NANTI DULU BORGOLNYA!"
"KYOKUGEEEN!"
"Ahahahhaha, tenanglah, G-dono.."
"DIEM ELU, FLUTE FREAK!"
"G-nii senang, tuh.."
"DIEM ELU BROKOLI GAGAL!"
"KYOKUGEEN!"
"Sudah!"
Sergahan Giotto mengakhiri serangkaian omongan absurd teman-temannya. Kini mereka tengah berkumpul diruang tamu dengan posisi membentuk lingkaran.
"Jadi, " Giotto memulai, "Seperti yang sudah kujelaskan di pesbuk, hari ini kita akan menjalankan rencana yang sudah disusun.." Tuturnya lagi.
Jangan tanya kenapa mereka punya pesbuk.
"Buang waktu saja, mending langsung saja.." Tutur Alaude—yang tumben-tumbennya—berbicara sedikit lebih panjang.
"Bagaimana caranya?" Giotto mendadak oon. Alaude pasrah.
"Bagaimana kalau kita bujuk baik-baik mereka?" Saran Asari—makhluk paling normal disini—katanya. Giotto mangut-mangut, "Boleh juga. Baik, kita laksanakan!"
Dan laskar inipun berjalan menuju medan perang.
.
.
Rencana mulai dijalankan. Mereka mulai berpencar mencari sasaran yang tersebar dipenjuru rumah.
Alaude menemukan Kyoya tengah tidur cantik diatas pohon mangga depan rumah. Lampo berhasil menemukan Lambo yang tidur meringkuk dipojokan ruangan. Sementara Asari harus berhadapan dengan Ryohei, Takeshi dan Hayato. Lalu yang paling mengejutkan adalah Knuckle yang harus maju melawan duo nanas nista—yang tak perlu disebutkan namanya—.
Kenapa G beserta Giotto tidak ikut andil bagian dalam 'pertempuran' ini?
Karena G dan Giotto sudah menunggu di toko untuk langsung merapalkan mantera pembalik. Dalam hati G senang karena tidak ikut.
"Kau harus fokus G, mereka bisa datang dari mana saja.." Giotto memberi nasehat. G mengangguk paham.
.
BATTLE 001!
ALAUDE VS KYOYA
"Oi burung, cepat turun." Kalimat tidak tahu tata krama itu keluar dari mulut tipis Alaude. Pria itu menatap jengah pohon mangga yang tengah berbuah lebat itu.
'Sial, gue pengen mangganya, tuh. Mumpung lagi banyak..' Batin Alaude—masih—dengan wajah datar.
Oops, salah skenario.
'Sial, jadi pengen jus buah…' Batinnya lagi.
Ah, salah lagi. Lanjut.
'Sial, ini anak kenapa nggak turun-turun..?' Batin Alaude. Nah, ini baru benar. Mata blue ice metal-nya memincing, meminimalkan sinar matahari yang masuk ke pupil matanya. Ia tidak mau berisiko buta muda.
"Oi—"
"Berisik. Kamikorosu." Tepat setelah kata andalan sang burung kuning, sosok itu turun dari pohon dan segera menyerang Alaude dengan tonfanya. Alaude menyirengai tipis. Akhirnya ia tidak perlu susah-susah memanjat pohon tinggi itu.
"Ayo, " Alaude mengeluarkan suara seduktifnya.
"Kau yang minta." Sang skylark balik menyirengai.
.
.
DASH
Dengan seluruh kekuatan yang ada, Alaude berlari secepat kilat. Menimbulkan hembusan angin yang kencang.
'INI MERENDAHKAN MARTABAT GUE SEBAGAI SKYLARK! POKOKNYA KALAU URUSAN INI SUDAH SELESAI, GUE HARUS MENGGIGIT PIRANG ITU SAMPAI MATI!' Alaude menjerit nelangsa dalam hati. Biarlah, demi misi ini Alaude berkorban. Ia tidak ingin teman pirangnya gila atau mati muda hanya karena keselamatan adik—malaikat—tercintanya terancam oleh makhluk terdeteksi pedofil.
Tak disangka, Kyoya berlari tidak kalah cepat. Ia berlari hampir mensejajari Alaude, dengan melempar tatapan remeh, Kyoya berujar,
"Jaid kau hanya bisa lari? Payah."
Alaude walau masih berwajah datar, tidak kian dengan hatinya, 'GUE BEGINI KARENA ELU, KAMFRUET! KALAU ELU BUKAN BURUNG UDAH GUE GIGIT LO SAMPE MATI!'
"Sudahlah. Kita selesaikan saja didalam." Itu yang akhirnya terucap oleh Alaude.
Entah. Ambigu.
"Hmph, " Kyoya menghempaskan tonfa ditangan kanannya, beruntung Alaude berhasil menghindar. Alaude ganti melempar borgol ditangan kirinya, naas Kyoya berhasil menghindar. Dan terus terjadi sambil mereka berlari.
.
Battle 001
Status : Made in rush.
.
.
BATTLE 002!
LAMPO VS LAMBO
Sang surai hijau pucat tengah berjalan melintasi ruang tamu kala menemukan sesuatu yang bergerak naik-turun diatas sofa. Penasaran, ia menghampiri benda asing itu dan menemukan target yang ia cari dari tadi tengah bobok.
Dari gelagatnya, sepertinya Lambo tidak menyadari sama sekali kehadiran Lampo. Buktinya, ia masih setia ngorok dengan suara indahnya. Tapi apa yang menahan Lampo, ia tidak segera membawa Lambo ke tempat yang sudah ditetapkan.
'Ehm, ini gimana cara bawanya, ya? Yare-yare, dia pasti berat…aku males gendong dia..' Rupanya Lampo perang batin bagaimana cara membawa Lambo. Mau digendong, terlalu berat baginya. Kalau dibiarin, nanti rencananya gagal.
Lampo, sang mahasiswa kere dan berpendapatan rendah, merasa dirinya adalah makhluk serba salah.
"Ya sudahlah. Diseret saja."
Dan begini jadinya. Lampo dengan hati-hati menurunkan kepala Lambo kelantai, sebisa mungkin mencegah sang empunya kepala bangun. Lalu dengan perlahan, ia memegang pergelangan kaki Lambo. Okey, rencana berjalan lancar.
"Oke, lalu—"
GEPRAAANG
"Kamikorosu, rambut mayonnaise."
"Diam kau, burung."
Secara tidak terduga dua pelaku pertempuran pertama masuk dengan tidak elite kedalam rumah, dengan keadaan masih berlari dan saling lempar senjata dan serapah, mereka masuk dengan memecahkan kaca jendela pemisah ruang tamu dengan halaman samping.
"Oi, Alaude!"
Naas, panggilan Lampo tidak diindahkan. Alaude dan Kyoya berlari lurus tepat kearahnya. Panik dan secara otomatis, Lampo ikut berlari menjauhi kedua maniak petarung itu. Salah-salah ia dan Lambo akan pipih terinjak kedua orang yang sama-sama haus darah itu.
"GYAAA, ALAUDE, SADAR! INI GUEE!"
"Diam, kau."
"Kamikorosu."
"HUAAA!"
Ajaibnya, Lambo masih dapat tidur dengan tenang. Dan ngoroknya semakin jadi.
.
Battle 002
Status : Complete!
.
.
BATTLE 003
ASARI VS TAKESHI-HAYATO-RYOHEI
"Are, aku mencari kalian dari tadi, Ryohei-kun, Takeshi-kun..Hayato-kun.." Asari Ugetsu, mahasiswa paling normal, cinta damai, dan berbahasa budi luhur menemukan Ryohei, Hayato dan Takeshi tengah duduk dimeja makan, memakan anpan*) dengan segelas ocha pada mereka.
"Oh, Asari-san! Temannya Giotto-san!" Takeshi menyambut dengan senyum sejuta watt. Hayato hanya mendengus sambil melanjutkan makan anpan. Asari dengan senyum tanpa dosa menghampiri mereka dan duduk disamping Hayato.
"EXTREME!" Sementara Ryohei masih berteriak dengan tidak jelasnya.
"DIAM KAU, SHIBAFU ATAMA!"
"Ahahhaha…"
"Kalian khusyuk sekali makan anpan-nya.." Ucap Asari. Takeshi menjawab dengan tawa khasnya, Hayato tidak menjawab. Ryohei masih berteriak nista. Mungkin sang tako terlalu terpesona dengan anpan didepannya itu. Atau mungkin sesuatu yang lain—
"Ada apa, Asari-san? Mau kami buatkan teh juga?" Takeshi hendak berdiri membuatkan secangkir teh ketika tangan Asari menahan lengannya, "Tidak perlu, Takeshi-kun. Terima kasih. Begini, aku mau minta tolong.."
Hayato kini yang berbicara, "Minta tolong apa?" Katanya. Ia minum sedikit teh yang masih mengepulkan asap itu.
"Ah, aku, Giotto-dono dan yang lain sedang membantu Nana-san dan Tsunayoshi-kun membersihkan toko. Bisa tolong bantu kami, rupanya cukup banyak juga barang yang harus diangkut.." Asari mulai mengutarakan maksudnya. Takeshi mengangguk. Entah dia mengerti yang dimaksud Asari atau tidak.
"Tentu saja, Asari-san! Ayo, Hayato, kita bantu!" Takeshi melahap anpan-nya sekali lahap lalu menarik-narik lengan Hayato.
"Tidak usah ditarik aku pasti bangun, yakyuu-baka.."
"Lho, kalau Hayato tidak ditarik, dia tidak akan berdiri…"
"Iya, iya! Ini aku berdiri!"
"Yeaa~~!"
"EXTREME! AYO KITA PERGI MEMBANTU SAWADA!"
"Ahahaha, ayo, " Asari menuntun tiga sahabat itu dengan lengannya.
Mereka berdua tidak tahu senyum Asari tertarik satu senti lebih panjang.
.
Battle 003
Status : Complete /banget/
.
.
BATTLE 004
KNUCKLE VS DUO BUAH NISTA
Entah salah nonton acara apa pagi ini, Knuckle kini harus terjebak dengan duo rambut salah cipta dikamar atas. Knuckle mulai berkeringat dingin. Dalam perjalanannya mencari makhluk biadab itu, ia sempat memikirkan beberapa taktik agar mereka mau mengikuti Kncukle menuju tempat yang Giotto katakan.
Menarik dengan majalah porno.
Itu yang sempat terpikirkan oleh Knuckle. Ditangannya juga sudah terpegang satu buah majalah biadab itu. Tidak, Knuckle tidak—sama sekali—membuka majalah itu. Masih terlihat plastik tipis membungkus majalah itu. Jangankan membaca, Knuckle membeli benda ini saja membutuhkan perjuangan ekstra.
'Sampai dirumah gue akan berendam air suci sampe sore..' Batin Knuckle suram.
Tapi kemudian sebuah pikiran melayang kedalam otak penitum Knuckle. Sepertinya, menarik perhatian nanas dan semangka berjalan itu dengan majalah kotor tidak akan mempan. Pertama, Knuckle merasa dua orang itu tidaklah sebodoh itu—terpancing dengan majalah porno sebagaimana ikan terpancing kail umpan. Kedua, sepertinya Knuckle menemukan satu kelemahan daripada dua makhluk itu. Dan Knuckle sudah merancang skenarionya dengan sempurnya. Pasti tidak akan salah!
Pintu kamar dua saudara se-famili itu ia buka, dan terlihat pemandangan buah-buahan itu tengah tidur-tiduran diatas tempat tidur dimana kaki saling menindih kepala. Bisa dibayangkan? Saya sendiri saya tidak bisa membayangkan.
"Oi, Mukuro, Daemon, " Knuckle memulai rencananya, ia berusaha terlihat sealami mungkin, "Tsuna mencari kalian!" Katanya lantang.
TWITCH
Knuckle tersenyum bangga dalam hati. Bagaimana tidak, mendengar satu nama itu, segera saja buah-buahan itu segera bangkit dari alam kubur mereka dan mata mereka berubah binar.
"Benarkah? Tsuna-kun mencariku?"
"Kufufufu, bodoh, sudah jelas Tsuna-kun mencariku, bukan kau!"
"Nufufufu, diem aja, deh, nanas busuk." Tutur semangka sarkas.
"Kufufufu, speak for yourself, semangka belatungan." Balas nanas tak kalah sarkas. Heran, sesama buah busuk kok saling mengejek.
"Hey, tidak usah berantem.., " Knuckle menengahi dibarengi sweatdrop segede gaban, agaknya melihat tingkah mereka, "Tsuna mencari kalian. Berdua. Bukan salah satu." Lanjutnya.
"Kufufufu/Nufufufu memangnya ada apa?" Tanya mereka barengan. Knuckle berusaha menahan diri untuk tidak headbang ditembok berwarna pastel itu.
"Tidak tahu, sih.." Knuckle mulai garuk-garuk pipi—ia lupa skenario, "Sepertinya…ia memintaku..dengan muka yang…apa, ya…sedikit merah…, aku tidak tahu mengapa.." Katanya agak terputus.
"APA?!"
"KUFUFUFU TSUNA-KUN AKAN MEMILIHKU!"
"MAKAN SAJA GULING BUSUKMU ITU, NANAS!"
"BICARA ITU UNTUKMU, SEMANGKA!"
"UWAAH, NGGAK SABAR 'ANU-ANU'IN~"
Dua makhluk tropis itu asik bertengkar sambil berimajinasi kotor, dilihat dari nosebleed yang keluar dan juga iler yang turun dengan kompak dari hidung dan mulut mereka. Knuckle keringat dingin, kasihan pada keluarga Sawada yang harus membereskan semua ini.
"TUNGGU AKU, TSUNA-KUN! MY DARLING!" Dengan semagat '45, makhluk yang terdeteksi pedofil dan orientasi seksualnya miring ini segera berlari menuruni anak tangga. Meninggalkan Knuckle sendiri, berdiri nelangsa didepan pintu.
'Tuhan..luruskanlah mereka lagi Ya Tuhan…' Hanya itu sepucuk doa ibu dari Knuckle. Sekali lagi, ia harus hati-hati dalam menonton acara sekarang.
.
Battle 004
Status : Complete to THE MAX!
.
.
G dan Giotto memelototi pintu penghubung rumah dengan toko. Dibelakang Giotto, ada dua kembar Tsunayoshi dan Tsuna yang berdiri tak kalah gugup dengan dua orang didepan mereka. Ini gawat. Sekali mereka gagal, maka butuh seumur Giotto agar dapat menggunakan mantera itu lagi.
Mantera ini hanya berlaku sekali…maka itu kita harus berhasil
Itu yang sempat diucapkan G. Giotto keringat dingin, adik-adiknya harus dilindungi. Dan juga, ia tidak ingin mati muda karena stress akibat para tamu tak diundang dirumah mereka. Apalagi dengan adanya duo buah tropis, menambah gondok dileher Giotto.
TAP
TAP
TAP
—! !
Suasana berubah tegang. Terdengar suara langkah kaki dengan cepat dari arah rumah. Rupanya teman-temannya berhasil memancing para korban, hanya perlu konsentrasi agar mantera yang dilemapar tidak salah sasar dan gagal.
"Siap, G.."
"Iya, gue tahu…"
BRAK
Pintunya terbuka!
"SEKARANG, G!" Giotto berteriak horror.
"GYAAA!" Tsuna berteriak panik. Tsunayoshi semakin meningkatkan pertahanannya pada adik termanisnya ini.
"SIMSALA—"
DUAK
G jatuh terjungkal dengan indahnya. Tiga bersaudara Sawada berteriak panik. G gagal menyebutkan mantera!
"Tidak, masih bisa!" Tsunayoshi menyambar buku mantera yang sempat terjatuh dari tangan G.
"Kamikorosu."
"Mati kau, herbivores.
"GYAAA TOLONG! ALAUDE, KENAPA KAU MASIH MENGEJARKU?!"
"Aduh, kok ramai, yaa.."
"Asari-san, mana yang harus kami angkat..?"
Tsunayoshi memincingkan matanya. Ia harus membidik dengan tepat agar tidak ada satupun yang terlewat.
"Cih, dasar tidak berguna. Mana yang harus diangkat, hah?"
"EXTREME!"
"SUDAH KUBILANG UNTUK DIAM, SHIBAFU ATAMA!"
"BERISIK KAU, TAKO-HEAD!"
"TEME!"
Tsuna bergemetar dibelakang. Kalau gagal, nasib mereka nanti—
"Kufufufu, mana Tsuna-kun~? Katanya mau bicara denganku…"
"Pergi kau, nanas busuk, sudah tahu Tsuna-kun mencariku, nufufu~ sini Tsuna-kun sama oom…"
"Berisik. Kau mau kukirim ke neraka, ya.."
"Kau yang berisik. Aku tidak sabar mau 'anu-anu' Tsuna-kun~"
"Tidak, dia milikku~"
"KO—KONSENTRASI, YOSHI!" Giotto berteriak dari jauh. Ia dengan sekuat tenaga menamengi Tsuna dari kejaran pedofil otak miring. Tsunayoshi masih mengusahakan yang terbaik.
"YO—YOSHI-NII!"
"YOSHI, CEPATLAH!"
Sekarang saatnya!
"SIMSALABIM! KEMVALI KE WUJUD SEMULA, KAMFRUET!" Sekelabat cahaya tiba-tiba keluar dari kedua tangannya.
ZLAAP
.
.
Orang-orang didalam tempat itu mengerjap heran. Hanya ada Giotto, kembar Tsunayoshi-Tsuna, G—yang masih pingsan— , Lampo, Alaude, Asari, dan Knuckle yang baru masuk ke dalam toko.
Giotto speechless.
"KITA BERHASIL!"
.
.
4 weeks later..
Tsuna berjalan tenang menuju rumahnya.
BRAK
KLINING
"Aku pulang!"
"SELAMAT DATANG, JUUDAIME!" Sebuah suara yang amat sangat familiar ditelinga Tsuna terdengar.
"Ahahaha, hai, Tsuna! Tadaima!" Dibalas suara dari dalam akurium ikan.
"EXTREME! SAWADA SUDAH PULANG!" Lalu dari antara rak sayuran.
"Ah…kalian…"
"Kufufu, sayang sekali aku belum sempat 'anu-anu' Tsuna-kun.." Suara kelam nan biadab terdengar dipojok stand buah.
"Nufufufu, Tsuna-kun~ sini sama oom…" Diiringi suara yang lain.
"Kufufufu/Nufufufufu~ Tsuna-kun~"
Tsuna rasanya mau headbang.
'JADI MANUSIA ATAU TIDAK SAMA SAJA! KEPALAKU PUSIING!' Tsuna menjerit nelangsa dalam batin.
_FIN_
AKHIRNYA TAMAT JUUGAAA! BRAPA TAHUN NAK KAMU BELUM DIAPDET HUSH HUSH /niup debu/ /kelilipan/
Terima kasih minna~ sudah mengikuti fic ini sampe akhir~~ maaf klo jayus pake banget.., karena Ameru sudah kehilangan banyak sense humor :'D sedih ya sedih /sob/ /abaikan/ Ngomong-ngomong, kata-kata yg diucapkan Tsunayoshi tdi adlh manteranya :'D aneh, kan?
Sampai jumpa di fic berikutnya~!
