Disclaimer: Masashi Kishimoto
Chapter 3
"Nama saya Sasuke Uchiha. Eng, ada yang mau bertanya tentangku?"
Hening. Sungguh cara yang sedikit asing saat memperkenalkan diri. Biasanya seseorang akan dengan mudah menyebutkan tentang dirinya... tetapi ini tidak.
Sasuke menghela napas.
Alasannya malas memperkenalkan dirinya adalah karena kenyataan dia tidak satu kelas dengan Hinata. Kelas Hinata telah penuh, dan dia harus mengambil kelas lainnya yang baru diketahuinya ada Neji disana.
Yang menatapnya dengan pandangan dingin.
"Dari mana asalmu sebelum Tokyo?" tanya salah satu anak.
Sasuke tersenyum simpul. Hal ini, Neji pasti telah tahu. "Kyoto."
"Ooo." Suara oh yang menggema membuat Sasuke sedikit jengah.
Kakashi sensei yang mulai merasa kantuknya menyerang, dengan cepat berkata, "Sasuke, duduklah disalah satu bangku yang kosong. Supaya kita dapat memulai pelajaran dengan cepat."
Sebenarnya hanya ada satu tempat duduk tersisa, dan kebetulan adalah tempat favoritnya. Disudut, dimana tentunya ia jarang diperhatikan, tetapi ia dapat memperhatikan semuanya. Tetapi ia sadar, Neji akan sering memperhatikannya. Neji duduk persis disisi kanannya yang hanya berjarak setengah meter.
Mungkin saja, Neji diam-diam menuntut pembalasan.
-X-
Flashback.
"Mau ke sekolah mana nanti?" tanya Hinata.
Neji tersenyum puas. "Hanagakuen."
"Wah, hebat. Katanya sulit untuk tes disana." ujar Hinata.
Sasuke kemudian datang ditengah pembicaraan mereka.
"Sulitnya. Daftar saja di Konoha High School, gadis kecil. Bersamaku. Kakekku juga pengurus yayasan disana."
Hinata tersenyum malu. "Iya."
"Baiklah. Terserah padamu, Hinata. Asal kamu tidak sendirian. Dan kau, Sasuke, kau harus menjaga sepupuku ini dengan baik." Neji yang biasanya pendiam kini seakan merewel.
"Hmmpp. Yap. Mana mungkin tidak." ujar Sasuke sambil tertawa.
Tomodachi. Setidaknya, sebelum insiden itu.
Ending Flashback
-X-
"Aku membawa bento, dari yang dibuat di kelas memasak kemarin." ujar Hinata. "Masih tersisa banyak, makanlah."
Sasuke mulai menyuap bento yang dipersiapkan Hinata kedalam mulutnya. Udang yang dibalut tepung dan digoreng renyah membuat suara kriuk-kriuk dari dalam mulutnya, membuat Hinata merasa tergelitik dan tertawa kecil.
"Wah, sepertinya renyah sekali."
Sasuke mangut-mangut. "Kalau gak salah, yang menggorengnya kemarin Ino."
"Benar."
Sasuke mendesah pelan. "Apa yang kamu ingat tentang masa lalumu, Hinata?"
"Tak ada. Aku benar-benar tak ingat apapun. Sedikitpun tidak." suara Hinata memelan, bahkan terdengar serak.
"Bahkan keluargamu?"
"Ya."
"Gadis kecil."
"Hah?" Hinata kembali menatap Sasuke yang kembali menyumpit makanan. Mulutnya terbuka sedikit, kaget.
"Aku dulu memanggilmu begitu." ujar Sasuke tak jelas karena mulutnya penuh. "Tapi kamu tak pernah memanggilku yang aneh-aneh sepertiku. Hanya Sasuke. Sasuke-kun."
Hinata merasa wajahnya merona. "Yang benar?"
Sasuke mengangguk. "Kamu juga begitu senang memakai yukata. Tiap musim panas, kamu selalu memakainya. Warna ungu kebiruan. Aku masih ingat."
"Aku tahu... aku memiliki foto tentang itu."
"Bagaimana jika kita pergi ke Natsu Masuri musim panas ini? Dan kamu harus mengenakan yukatamu."
Ajakan Sasuke terdengar seperti... kencan.
Hinata menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Wajahnya memerah sesaat.
"Yes!" Sasuke bersorak, membuatnya nyaris tersedak.
"Masih berminggu-minggu lagi, Sasuke..."
"Aku tak peduli. Yang terpenting, aku dapat bernostalgia lagi. Denganmu. Aku bahkan tidak ingat sudah keberapa kalinya kita pergi kesana."
Hinata mengulas senyum. "Habiskan bentonya..."
-X-
Hiaa! Setelah menulis ini semua, rasanya sangat-sangat legaa... Juga, aku ingin berbagi kisah tentang pengalamanku menulis fanfic ini.
Ini sepertinya fanfic kedua, setelah yang pertama di share di blog(mau baca, buka blog-ku dong :p) dan saat menulis ini, aku berada dalam ujian tengah semester. Bayangkan, UJIAN! Tetapi aku tidak dapat menahan jemariku yang terus menggelitik nyuruh aku mengetik didepan laptop. Ide cerita ini bersumber dari banyak sekali hal. Dan yang paling mengesankan adalah, dari suatu gambar Hinata dan Sasuke sewaktu kanak-kanak diponselku.
Keduanya saling berhadapan, dan terkesan manis. Entah siapa yang memberiku gambar ini dulu. Yang pastinya sih, salah satu teman SMPku, mungkin. Pokoknya siapapun itu, terima kasih banyaak...
Dan setelah itu, semua seakan mengalir begitu saja. Mulai dari kelas memasak(idenya dari kelas kuliner di sekolahku), amnesia(kebanyakan baca novel, sih :3), trus... yah, masih banyak deh(tanya selengkapnya langsung padaku saja ya).
Oke, sekilas behind the story of "Hold You" (bener gak bahasanya? Maklum, agak kacau nih, bahasa inggrisnya) dan mungkin akan kulanjutkan kapan-kapan. Barangkali, ada yang malah bosen pas baca embel-embel gak jelas ini? Kalau bosen bilang aja ya, jadi mungkin aku akan mikir beberapa ribu kali kalau mau buat seperti ini lagi. Dan ditunggu komentar, saran, pertanyaan dan lain-lain pada review atau akun-akunku yang lain, yang telah dicantumkan pada profil. See you! Baca juga chapter selanjutnya sampai end, ya! :D
