Between Life, Destiny, and Shinigami

Chapter 4

Cast :

Oh Sehun

Xi Luhan

dll

Rated : T

Genre : Fantasi, romance, family

Selamat Membaca!^^

.

.

.

.

"aku dengar xi luhan dan kim kai putus. Benarkah?"

"aku dengar juga begitu"

"aku tahu, cepat atau lambat kai pasti akan memutuskan luhan"

"aniya, aku dengar luhan yang memutuskan kai. Aku pikir kali ini kai serius dengan luhan"

"chongmalyo?"

"xi luhan?", kata kyungsoo setengah berteriak di kamar Sehun

"apa kau mengenalnya hyung? Baekhyun hyung langsung menjadi mayat hidup seperti ini setelah bertemu dengan seseorang yang katanya bernama xi luhan", jelas sehun pada kyungsoo yang masih bingung dengan keadaan baekhyun yang lebih mirip seorang mayat hidup daripada shinigami

"aku memiliki teman sekelas yang bernama luhan dan marganya xi, tapi aku tidak tahu dia adalah orang yang kalian maksudkan atau bukan. Lalu baekhyun hyung, ada apa dengan namja yang bernama luhan ini?", Tanya kyungsoo sambil menyadarkan baekhyun dari pandangan kosongnya

"aku juga tidak tahu. Tapi bertemu dengannya membuat suatu tempat dihatiku menjadi sakit. Padahal aku merasa biasa saja saat aku bertemu dengan chanyeol, sulli, dan yang lainnya", jawab baekhyun

"mungkin ini terkait dengan masa lalu namja itu hyung. Tersenyumlah, jangan dipikirkan lagi", kata kyungsoo yang dijawab anggukan dari sehun

"hyung, bagaimana kalau nanti sepulang sekolah kita ke taman bermain? Otte? Baekhyun hyung tidak pernah kesana kan?", kata sehun pada dua hyungnya

"aku tidak bisa hun-ah, setelah sekolah aku harus mengejar iblis. Kau tahu, akhir-akhir ini departemen kematian dan pertahanan iblis begitu kacau", jawab kyungsoo

"kalau begitu aku akan kencan berdua dengan sehun. Hunnie, Aku akan membunuhmu kalau kau tiba-tiba membatalkannya", kata baekhyun dengan senyuman yang telah kembali di bibirnya

"yahaah, baekhyun hyung kembali", kata kyungsoo dengan tersenyum sambil memandang kearah sehun yang juga tersenyum. Mereka lega akhirnya baekhyun bisa kembali tersenyum lagi.

"hyung, sepulang sekolah aku akan langsung menjemputmu. Kami pergi dulu hyung", pamit sehun dan kyungsoo meninggalkan baekhyun dikamar sehun sendirian. Baekhyun merasa aneh karena harus dirumah sendirian. Bagaimana lagi? nyonya Oh pun juga harus bekerja, karena itu sambil menunggu sehun pulang, baekhyun harus menunggu dalam bosannya.

-sepulang sekolah-

"chanyeol hyung, apa kau akan pulang? Kau tidak ada klub basket?", Tanya sehun

"apa kau lupa kalau aku sekarang kelas 3? Bukannya kau yang ada klub ha? Pelatih sering mengeluh padaku karena kau sering bolos", jawab chanyeol

"karena itu hyung... Pelatih menyuruhku datang hari ini, kalau tidak dia akan mencoretku dari klub"

"kau benar-benar membuatku malu hun-ah. Apa kau juga lupa kalau aku ini mantan kapten basket hah?

"mana mungkin aku lupa hyung. Apa kau marah?"

"ani. Lalu apa maumu? Tidak biasanya kau bicara panjang seperti ini padaku"

"sasuga chanyeol hyung", kata sehun tersenyum sambil menyerahkan 2 tiket taman bermain kepada hyungnya

"apa ini?"

"hyung, bisakah kau mengajak baekhyun hyung ketaman bermain menggantikanku. Baekhyun hyung benar-benar menantikan hari ini. tapi seperti yang kau lihat, aku tidak bisa pergi", mata chanyeol membulat, dia mematung karena bunga-bunga dihatinya mencoba untuk keluar secara bersamaan. Mana mungkin chanyeol mau menolak kesempatan emas ini bukan?

"hyung, bagaimana?"

"…"

"kalau hyung tidak bisa, aku bisa meminta kyung—"

"tentu saja aku bisa hunnie-ah", jawab chanyeol dengan cengiran lebarnya yang mempetunjukkan barisan giginya yang rapi. Dan tentu saja chanyeol tidak akan menyerahkan baekhyunnya pada si kyung yang sepertinya dimaksudkan pada kyungsoo.

"gomawo hyung, besok aku pasti akan mentraktirmu. Aku pergi dulu. Bersenang-senanglah dengan baekhyun hyung", kata sehun sambil berlalu pergi meninggalkan tempat parkir. Sehun lega karena baekhyun tidak akan membunuhnya jika seperti ini. sementara chanyeol mulai tersenyum dan tertawa sendiri. Dia tidak bisa lagi menahan perasaan bahagianya

"sejak kapan sehun begitu cerewet? Tidak seperti dirinya. Padahal sejak awal dia bisa langsung memberiku tiket ini dan menyuruhku berkencan dengan baekhyun. Aku pasti akan langsung menerimanya. Tidak perlu berbasa-basi. Menghabiskan waktu saja. Aah, waktuku yang berharga dengan baekhyun", chanyeol tidak bisa berhenti berbicara, tersenyum, dan tertawa. Andaikan chanyeol tidak menaiki mobil, pasti semua orang sudah menganggapnya gila sedari tadi.

"aahhhh, baekhyun benar-benar membuatku gila"

-ditaman bermain-

"tempat ini benar-benar menakjubkan. Aku suka disini", kata baekhyun sambil memeluk chanyeol -setelah berlarian kesana-kemari tentunya- sebagai tanda terima kasihnya karena telah mau membawanya kesini, sedangkan chanyeol hanya diam tidak bergerak sambil menahan nafasnya. Waktu seperti benar-benar berhenti untuknya

"kau sesenang itu? Aku ikut senang", jawab chanyeol setelah baekhyun melepaskan pelukannya

"gomawo chanyeol-ah, aku juga senang karena kau yang menemaniku. Aku tidak bisa membayangkan jika anak berwajah datar itu yang menemaniku", kata baekhyun sambil tersenyum

"benarkah?", chanyeol mulai tidak bisa menahan semua gejolak kegembiraan dihatinya. Namja manis didepannya ini benar-benar sudah membuatnya gila

"aku ingin naik semua permainan di taman besar ini, bolehkah?"

"ah, kau ingin mencoba semua wahananya? Kau bersama orang yang tepat. Kajja…", ajak chanyeol dengan senyum yang tidak pernah luntur dari wajah tampannya

Mereka benar-benar mencoba seluruh wahana di taman bermain ini. mungkin hari ini adalah hari yang paling menggembirakan bagi mereka berdua. untuk chanyeol tentu saja karena ia bisa menghabiskan sisa hari ini dengan pujaan hatinya dan hari ini benar-benar begitu menyenangkan. chanyeol bahkan lupa kapan dia tersenyum dan tertawa sebanyak ini. sedangkan untuk baekhyun tentu saja karena ini adalah kali pertamanya pergi ke taman bermain dan chanyeol begitu baik mau menemaninya dan bersabar padanya. selain wahana, chanyeol juga membelikan baekhyun bermacam-macam makanan yang belum pernah dicobanya. Chanyeol dan taman bermain ini bagi baekhyun adalah suatu paduan yang sempurna dan menyenangkan. Mungkin jika baekhyun adalah manusia, ia merasa bahwa ia pasti akan jatuh cinta pada chanyeol. Meskipun begitu, pandangan baekhyun terhadap chanyeol sekarang berbeda. Dimata baekhyun sekarang, chanyeol bukan lagi kakak Sehun, tapi posisi chanyeol telah berubah menjadi seseorang yang istimewa dihatinya.

Tidak terasa sekarang langit sudah berubah menjadi gelap. Semua wahana pun sudah sukses mereka naiki dengan senyum kegembiraan. Sekarang disinilah mereka, duduk bersampingan di sebuah bench kayu memanjang sambil memakan triple burger yang baru saja mereka beli direstaurant dibelakang mereka. Sebelumnya, mereka sempat membeli ice cream dan chanyeol tidak henti-hentinya membersihkan coklat yang belepotan di sekitar bibir baekhyun dengan tisu yang dibawanya. Jujur saja, baekhyun berdebar saat chanyeol melakukan itu.

"kau benar-benar romantis yeollie, jika aku yeoja pasti aku sudah jatuh cinta padamu", baekhyun ingin menambahkan kata 'dan manusia' sebenarnya

"untuk memilikiku, kau tidak harus menjadi seorang yeoja, baekkie. Bahkan aku tidak mempermasalahkan jika kau ini alien dari EXO planet", jawab chanyeol sambil tertawa. Baekhyun pun ikut tertawa

"tentu saja tidak, mana ada alien semanis aku hah?", jawab baekhyun bercanda

"kau benar baekkie. Bahkan aku juga penasaran, adakah yeoja yang semanis dirimu? Kau benar-benar tipe ku!", kata chanyeol serius, tapi baekhyun malah tertawa

"hari ini benar-benar menyenangkan yeol-ah. Ahh, aku ingin kembali kesini", kata baekhyun mengalihkan topic pembicaraan dan hal itu membuat chanyeol sedikit sedih, tapi dia mencoba tetap tersenyum

"kau bisa menginap lagi kan dirumah? Aku akan mengajakmu kesini sampai kau bosan", kata chanyeol, sementara baekhyun hanya tersenyum mengiyakan

"ahh, senangnya memiliki teman seumuran yang menyenangkan sepertimu yeol-ah. Tapi aku harus sekolah, rumahku sangat jauh, ingat?"

"iya, teman seumuran memang selalu menyenangkan kan? Dimana rumahmu? Mungkin kapan-kapan aku bisa bermain kesana", kata chanyeol namun baekhyun hanya menggelengkan kepalanya

"chanyeol-ah, apa kau pikir sehun dan sulli akan menyukai oleh-oleh yang kita bawa?", Tanya baekhyun sambil menggoyang-goyangkan tas kertas yang ada ditangannya. Sebenarnya, maksud baekhyun adalah untuk mengalihkan topic pembicaraan mereka

"Sulli selalu menyukai barang-barang yang kubelikan untuknya. Tapi aku tidak terlalu tahu tentang sehun. Wajahnya selalu datar. Karena itu aku jarang memberinya sesuatu. Tapi kita bisa memaksanya untuk menerimanya bukan?", kata chanyeol dengan senyum lebarnya

"kau benar, terserah sehun mau menerimanya atau tidak. Yeol-ah, apa kau sangat dekat dengan kedua adikmu? Pasti senang memiliki saudara"

"aku sangat dekat dengan sulli dan kami berdua awalnya tidak terlalu dekat dengan sehun. Sehun sangat aneh, dia begitu berbeda dengan kita berdua. Tapi perbedaan itu yang membuat kita menjadi ingin semakin mengenal sehun dan ya, itu menyenangkan", jawab chanyeol. "apa kau anak tunggal baekkie?"

"bisa dibilang begitu.", jawab baekhyun dengan tersenyum

"kau kelas 12 kan? Aku masih bingung kenapa sehun dan sulli berada di tingkat yang sama", sambung baekhyun

"oh, mereka berdua? Mereka kelas 10 kan sekarang? Aku dan sehun hanya berjarak 2 tahun, jadi benar bukan jika tahun ini sehun berada di kelas 10. Sedangkan sulli, Kami berjarak 4 tahun. dia itu istimewa. Dia yang paling pintar diantara kita bertiga. Sulli sempat mengikuti kelas akselerasi dan sekarang buktinya dia masuk MIHS. Tapi walaupun begitu, sulli lah yang paling berusaha keras dibandingkan aku dan sehun"

"iya. Sulli memang terlihat sangat hebat"

"dan aku bangga padanya karena dia adikku", kata chanyeol diikuti anggukan baekhyun

"ayo kita pulang. Sehun begitu berisik menelponku sedari tadi bertanya kapan kita akan pulang", sambung chanyeol sambil berdiri dari duduknya dan menarik tangan baekhyun mengajaknya segera pergi

"tunggu sebentar", kata baekhyun. Merekapun terdiam dari langkahnya

"yeol-ah, apa kau tidak kedinginan?", Tanya baekhyun, mata chanyeol pun melebar

"apa kau kedinginan? Maafkan aku baekkie, aku tidak menyadarinya", chanyeolpun melepas jaket yang dipakainya dan memakaikannya pada baekhyun. Jaket itu begitu besar, namun tampak sangat manis pada baekhyun

"aku tidak kedinginan", kata baekhyun sambil melepas jaket chanyeol namun chanyeol memasangkan jaket itu pada baekhyun lagi. Padahal awalnya baekhyun hanya ingin tahu apakah malam ini dingin atau tidak karena baekhyun tidak merasakan apa-apa. Ruangan gelapnya tentu saja lebih dingin dari ini.

"benar-benar, jika kau begini terus aku bisa jatuh cinta padamu", kata baekhyun

"aku juga mencintaimu baekkie", kata chanyeol sambil tersenyum lebar sementara baekhyun juga tersenyum malu. Terlihat sekarang baekhyun sedang mencoba menutupi wajahnya yang memerah

"kau bisa menjawabnya jika kau siap. Kajja kita pulang", kata chanyeol lagi namun baekhyun malah berjalan ke arah sebaliknya dan duduk kembali di bench tempat mereka duduk tadi. Mau tidak mau chanyeol harus kembali kesana menarik baekhyun yang mulai tidak mau pergi dari tempat ini

Saat chanyeol sudah berada didepan baekhyun, dia meraih tangan baekhyun berniat membantunya berdiri, lalu baekhyun berdiri dan menaiki bench itu. Sekarang baekhyun lebih tinggi daripada chanyeol

"kenapa kau begitu tinggi? kau juga sangat baik. aku bahkan tau kalau sekarang kau kedinginan, namun kau tetap memberikan jaketmu padaku. Kau sangat menjengkelkan.", kata baekhyun

"kau benar, sangat dingin. aku kedinginan. Karena itu ayo kita pulang. Atau, apa kau mau kugendong ha?", kata chanyeol sambil tersenyum jahil

"jangan terlalu baik padaku yeol-ah. Juga jangan menyukaiku. Ara?", kata baekhyun serius tanpa ada senyum diwajahnya

"tapi aku tulus mencintai—",

'cupp'

Saat chanyeol belum selesai berbicara tiba-tiba baekhyun menciumnya tepat dibibir dan itu membuatnya sangat kaget. Mata chanyeol membulat. Bahkan chanyeol tidak bisa membalas ciuman itu karena badannya mematung tidak bisa digerakkan. Chanyeol merasa dunia seperti berhenti berputar dan didunia itu hanya ada mereka berdua, tidak ada lagi yang lainnya. Kepala chanyeol kini mulai diisi pertanyaan-pertanyaan:

'Apakah baekhyun juga menyukainya?'

'Apakah baekhyun membalas cintanya?'

'apakah setelah ini baekhyun akan menjadi miliknya?'

Setelah beberapa lama akhirnya baekhyun melepaskan ciumannya dari bibir chanyeol sambil tersenyum lebar.

"baek, apa kau…?",

"ani, jangan pikir aku membalas cintamu. Itu hanya sebagai ucapan terima kasih karena hari ini terlalu menyenangkan", jawab baekhyun sambil tersenyum riang dan menyenandungkan lagu 'best luck'

"tapi…", chanyeol terlihat masih belum bisa mengumpulkan rohnya yang tercecer saat baekhyun menciumnya tadi. Baekhyun tersenyum sangat manis, bahkan wajah baekhyun sekarang bercahaya seperti layaknya malaikat dimata chanyeol.

"kajja, kita pulang"

Pagi ini baekhyun sudah harus pulang ke tempatnya semula. Baekhyun begitu bahagia karena waktu liburnya yang berharga bisa dia habiskan dengan sangat menyenangkan bersama chanyeol. Sebenarnya chanyeol bersikeras mau mengantarkan baekhyun ke stasiun, tapi letak stasiun berlawanan arah dengan sekolah sehun dan chanyeol. Dan sehun tentu saja tidak mau terlambat karena kebodohan kakaknya itu.

"maaf baekhyun karena kami tidak bisa mengantarmu ke stasiun", kata nyonya Oh

"tidak apa-apa ahjumma. Aku bisa kesana sendiri", jawab baekhyun

"oppa, pasti aku akan merindukanmu", kata sulli sambil memeluk baekhyun

"oppa juga, sulli-ah. Jagakan kyungsoo untuk oppa ya?", kata baekhyun sebelum melepas pelukan sulli dan chanyeol terlihat menyeringai putus asa mendengar baekhyun menyebutkan nama kyungsoo

"aku akan merindukanmu baekkie. Menginaplah lagi, aku akan mengajakmu berjalan-jalan.", kata chanyeol sambil memeluk baekhyun sangat erat sedangkan yang dipeluk hanya bisa tersenyum bahagia

"aku pasti akan datang lagi untuk menjawab kata-katamu kemarin", kata baekhyun sambil mencoba melepaskan pelukan chanyeol, tapi ia tidak bisa.

"chanyeol hyung, lepaskan baekhyun hyung. Dia bisa terlambat ke stasiun". Bagaimana bisa terlambat jika baekhyun saja tidak memiliki tujuan untuk menaiki kereta maupun tiketnya. Tapi akhirnya chanyeol melepaskan pelukannya dari baekhyun dan giliran sehun yang memeluk baekhyun

"main-mainlah ke ruanganku hun-ah", kata baekhyun berbisik ke telinga sehun namun sehun tidak menjawab

"…."

"xi luhan itu, dia pernah menyebutkan namamu sebelum dia memasuki gerbang cahaya. Aku pikir dia terkait denganmu dimasa lalu", sambung baekhyun

"denganku? Tapi aku tidak mengenalnya"

"bukan tidak mengenalnya, tapi kau hanya tidak mengingatnya. Jika kalian memang berbagi masa lalu, pasti takdir akan mempertemukan kalian kembali", bisik baekhyun sambil tersenyum sementara sehun merasa blank karena ia memang tidak mengenal apalagi mengingat si xi luhan ini

"kalian berpelukan terlalu lama. Menjauhlah dari baekhyunku", kata chanyeol dengan cemburu sambil memisahkan pelukan sehun dan baekhyun

"baekhyunku?, apa chanyeol oppa menyukai baekhyun oppa?",Tanya sulli dengan curiga namun chanyeol hanya tersenyum tanpa membantah kata-kata sulli. "wow, daebak!", sambung sulli sambil tersenyum tidak menyangka jika oppa kesayangannya telah menemukan pujaan hatinya

"sudah-sudah. Apa kalian lupa kalau eomma masih disini eoh? Ayo kita berangkat. Uri Baekhyun, hati-hati ya. Jika ada apa-apa, jangan sungkan hubungi sehun atau chanyeol", nyonya Oh memeluk baekhyun sebentar lalu langsung pergi menaiki mobilnya. Baekhyun hanya membungkuk ke arah nyonya Oh tanda hormat

"aku juga perlu duluan oppa, temanku sudah menunggu dari tadi", pamit sulli kepada sehun, chanyeol, dan baekhyun

"hati-hati sulli-ah", kata mereka bertiga serempak

"hyung, aku juga harus segera berangkat. Berhati-hatilah ke arah pulangmu", kata sehun sambil menarik chanyeol untuk menaiki mobilnya. Maksud sehun sebenarnya adalah berhati-hatilah berubah wujud menjadi shinigami. Jangan sampai ada manusia yang melihatnya

"aku akan berhati-hati hun-ah", kata baekhyun setengah berteriak mengerti maksud sehun karena sehun dan chanyeol sudah berada didalam mobilnya. Namun mobil itu tidak segera dilajukan walaupun baekhyun sudah melambaikan tangannya ke arah mereka. Chanyeol seperti terlihat ragu-ragu terhadap sesuatu.

"baekkie…", kata chanyeol

"ya?", jawab baekhyun

"saranghae"

Dan mobil itu pun melaju meninggalkan baekhyun yang terpaku ditempatnya. Entah mengapa dada disebelah kiri baekhyun berdetak sangat cepat. Mukanya juga memerah. Sepertinya baekhyun sudah benar-benar jatuh cinta pada chanyeol.

.

.

Tbc…

.

.

Maaf ya baru bisa update, saya kena internet positif nih…! *bow^^

Terima kasih buat semua yang menyempatkan review, favorite, dsb ya *bow bareng hunhan

Maafin juga, padahal gak ada niat buat bikin chanbaek. Tapi jadinya seru sih *bow bareng chanbaek

Ini ff exo buat yang suka fantasy, karena menurutku konsep dan keberadaan exo itu udah fantasy banget. Kemaren aku nonton TLP Ina dan semua member EXO cakep-cakep semua apalagi Sehun dan Luhan. Baekhyun juga manis banget!

sedih luge keluar, tapi biasa aja sih soalnya luge sampai kapanpun tetep bagian dari exo