A/N: Kemaren cuma sedikit karena mau update kilat, ntar TsukiRin disangka tenggelam dari fandom tercinta. Ini lanjutannya~ cekidot yuk minna~

Disclaimed: Udah tau kan? Pastilah udah tau.

Gombal Competition? Ngegombal Yuk~

Back to Ringo dan Saint abad 20.

Karena mereka masih harus menunggu beberapa saint, Ringo dan saint yang sudah selesai berkemas berkumpul di kuil Aries.

Shura beberapa kali mendendangkan lagu dangdut, bahkan kali ini dia menghapal lagu "Kopi Dangdut" dan membuat teman – temannya yang lain menggelengkan kepala. Aphrodite menggoyang – goyangkan kepalanya mengikuti nyanyian Shura.

Sementara Kanon datang bersama Saga sambil mencak – mencak dan menunjuk – nunjuk kantong plastik yang dipegang Saga "Saga! Yang itu punya gue!" dengan wajah polos Saga menunjuk benda yang dipegang Kanon "Bukannya yang itu?" Kanon berusaha mengambil kantong yang dipegang Saga yang berhasil membuat goldies lain penasaran dengan benda yang mereka perebutkan.

"Yang itu! balikin atau gue kutuk lo jadi patung coral!" Saga langsung sweetdrop mendengar ucapan sang adik "Oi! Mana ada cerita adek yang ngutuk kakak!" Kanon berusaha mengambil barang kesayangannya "Ada! Di sini! Sekarang balikin sandal gue!" semua goldies langsung jatuh ala gag comic, siapa sangka ternyata sepasang kembar tak pernah rukun itu memiliki sandal yang identik. Sama – sama warna biru dan memiliki model yang sama! Mana ukuran kaki mereka sama . Walhasil si kembar tak rukun itu jadi rebutan sendal. #GUBRAK

Karena enggak tahan dengar perang mulut yang berujung dengan kejar – kejaran antara mereka, Ringo langsung mengambil kedua sandal itu dan memotongnya sekecil mungkin dengan Excalibur yang Shura ajarkan secara kilat(?). Saga dan Kanon meratapi nasib sandal kesayangan mereka diiringi Shura yang sedang bernyanyi lagu dangdut mellow ditemani Aldebaran yang ikut bernyanyi bersama Aiolia.

Deathmask tertawa nista sambil memeluk Ringo dari belakang, dan berhasil membuat Rin blushing dengan suksesnya "A... ano DM-kun, bisa lepas nggak?" saint cancer itu malah makin ngeratin pelukannya "Enggak boleh?"

Rin makin gelagapan mendengar ucapan kekasihnya, wajahnya semakin memerah. Tiba – tiba setangkai bunga hitam nancap di pilar dekat DM "Angelo! Lepasin adek gue ato gue cincang lo pake Piranhian Rose?!" suara nge-bass Aphrodite langsung muncul begitu Deathmask memandang ke arah sang saint Pisces.

Deathmask langsung merinding mendengar ucapan Aphrodite, tapi da berusaha tetap santai "Oi, Dite! Santai aja kale! Lagian gue sama Rin udah-"

JLEB!

Satu mawar hitan kembali nancap tepat di samping Deathmask, wajah sang saint Cancer langsung pucat seketika. Sementara Aphrodite memasang wajah yandere tingkat dewa(?) "Lo mau bilang apa heh?" Aphrodite makin mendekati sohibnya dengan aura yang amat sangat enggak mengenakkan.

"Lo mau bilang kalo lo ngembat adek gue pas hari valentine kemaren?"

Deathmask neguk ludah dengan susah payah, dia lupa banci kaleng di depannya super over-protective banget sama sepasang adik kembarnya.

"Dite-nii, cukup!"

Aphrodite memandang Ringo yang berada di samping Deathmask dengan penuh, tidak lama kemudian Ringo berdiri di depan Deathmask "Aniki keterlaluan, kehidupan percintaan seseorang kan masalah pribadi mereka."

Aphrodite memasang wajah cemberut sambil melipat tangannya di depan dada + menghentakkan kaki "Gak rela! Ntar yang ada Rin bakalan dibuat nangis – nangis sama Angelo!" Deathmask langsung manyun 1000 cm(?) dan berbicara serentak dengan Ringo.

"YA ENGGAKLAH!"

Aphrodite langsung menyumbat telinganya dengan kelopak – kelopak mawar *gimana caranya tuh?* akhirnya dia harus rela menyerah dan duduk manyun nan gak manis plus gak unyu uchulele *Ya iyalah! Yang unyu uchulele kan Shuuuuuuuuuuuuuuuuun!* tidak jauh dari Deathmask dan Ringo, tidak lama kemudian Aiolos dan saint – saint lain datang. Ringo tersenyum malaikat sambil berdiri "Ayo kita pergi."

Deathmask menatap Ringo dengan penuh tanda tanya "Ke Hikari?" Ringo menggelengkan kepalanya, membuat para saint semakin bingung "Ada deh, DM-kun~ ikut nggak?" Deathmask tersenyum semangat 45 sambil menggenggam tangan Ringo "Kemanapun eneng tercinta pergi, akang ikut aja atuh~"

Semua saint langsung jatuh ala gag comic, muntah – muntah, diare, manjat pohon, manjat lemari, manjat atap kuil, lari ke dimensi lain, lari ke lautan, masuk ke kandang kucing(?), ngejar domba lepas(?), motong rumput(?), nelen pupuk, nelen pestisida, headslam, headground, headbang, dll saat mendengar ucapan Deathmask.

'Seriusan itu DM?!'

Mereka menatap Ringo yang ber-blushing ria mendengar ucapan Deathmask, Aiolia dan Milo hanya mengangkat bahu sambil tersenyum – senyum gaje. Tidak lama kemudian Thea datang sambil melempar sekeranjang kepiting rebus beracun kepada Deathmask "Makan sono biar cepet – cepet mampus."

Deathmask langsung sweetdrop mendengar ucapan adiknya yang amat sangat patut(?) dikatakan setiap adik kepada kakaknya. Kemudian dia membawa kepiting – kepiting malang(?) itu kembali ke habitat asli mereka, yaitu belakang kuil Cancer!(?) *perasaan tuh kepiting udah mati deh? o.O*

Setelah semua berhasil menenangkan diri, Ringo menghitung jumlah gold saint yang ada '2... 4... 6... 9... 11? Seharusnya kan 13, siapa yang belum datang?' gadis itu memandang ke kiri dan kanan, mencari 2 orang yang hilang dari tempat keberadaan mereka.

Tiba – tiba dia teringat Kanon yang lari ke lautan, dia juga tidak mendengar suara berisik dari saint Scorpio. Nah! Ketahuan sekarang siapa yang menghilang! Gadis itu meminta tolong kepada Mu agar men-teleport mereka semua ke kuil Scorpio.

Baru saja mereka sampai di pertengahan tangga menuju kuil Scorpio (Mu teleport sampe d bawah tangga kuil Scorpio, alasannya capek pake kebangetan) semua sudah sweetdrop berat saat melihat seorang pemuda dengan gold cloth Scorpio tidur telentang di tengah - tengah tangga.

Camus menghela nafas, dia berjongkok sambil menggoyang badan Milo "Milo, bangun." Tapi sang saint Scorpio malah memutar badannya dan menggelinding ke bawah, dan sukses membuat seluruh saint (plus Ringo) jawdrop tingkat dewa.

(Hades: Tingkat gue dong!)

(Ringo: Enggak lah yaow!)

Tidak lama kemudian erangan kesakitan dari sang saint scorpio terdengar, membuat semua orang turun menghampirinya. Terlihat Milo sedang duduk sambil mengelus belakang kepalanya "Ittai, kenapa aku sampai ada di sini?"

Camus menghela nafas "Kamu tidur di tengah – tengah tangga dan jatuh berguling Milo." Milo nyengir sambil garuk – garuk kepala "Sori, sori~ kagak ngerasa." Ringo menghela nafas mendengar ucapan pria itu, akhirnya dia memberi isyarat agar semua mengikutinya untuk menjemput Kanon di Atlantis.

Sesampai di Atlantis, mereka dikejutkan dengan keadaan Atlantis yang kosong melompong. Beberapa kali mereka bertukar pandangan dan meyakinkan diri untuk masuk lebih dalam. Akhirnya mereka berpencar dan mencari Kanon.

Yang~ digoyang digoyang yang~

Yang~ digoyang digoyang yang~

Dangdut tekowek~ dangdut tekowek~

Dangduuuuuuut~~~~

Yeeeeeeiiii!

Semua memandang curiga perpustakaan yang (seharusnya) sepi malah berkumandang lagu trio kwek kwek – Hello Dangdut. Saga yang penasaran segera membuka pintu ruang perpus itu, ternyata Isaac, Kanon sama Julian lagi nari Hello Dangdut lengkap dengan seragam pelautnya!

Semua langsung lari kembali ke permukaan, sesampai di atas rakit masing – masing bertukar pandangan. Ringo malah udah facepalm habis melihat tingkah trio gila itu. Akhirnya dia memutuskan untuk membuka portal "Err~ kalian masih mau nunggu Kanon atau pergi duluan?"

Semua saint langsung masuk ke dalam portal, Ringo hanya menggeleng – gelengkan kepala. Kemudian dia masuk ke portal dan jatuh di atas tumpukan mayat(?) para saint Classic.

"Duh~ ada apa sih?"

Ringo berdiri sambil memegang keningnya yang terkena ujung cloth Aphrodite, kemudian dia langsung melompat berdiri saat melihat keadaan sekeliling "Lho? Aneki belum datang?" sementara itu masing – masing saint berdiri sambil memegang bagian tubuh mereka yang sakit "Tau, tapi ini di mana?"

Ringo menghela nafas "Makanya banyak belajar dong~ ini Pon-"

"JAKARTAAA!"

Ringo ber-GUBRAK ria mendengar ucapan mereka "Pontianak! Dasar saint - saint begoooooo!" kemudian dia mengambil kunci dan membuka pintu mansion "Hari ini kita akan menginap di sini, besok kalau aneki sudah datang kita akan ke Kuburaya. Jadi sekarang masuk semua."

Semua saint langsung berlari masuk begitu mendengar ucapan Ringo. Tidak lama kemudian mereka semua ternganga melihat isi dalam mansion itu. gimana enggak ternganga? Itu mansion udah mirip sama istana di Hikari! Ruangan yang panjang x lebar x tinggi = volume(?) itu mampu menampung seluruh gold saint dari 3 era sekaligus!

Ringo hanya menghela nafas melihat tingkah mereka, kemudian dia menunjuk lantai 2 "Di situ kamar kalian. Dapur di sebelah sana, kamar mandi di situ. Sekarang kalian boleh berbuat sesuka kalian asal jangan menghancurkan atau memberantakkan ruangan ini karena aku mau istirahat."

Deathmask awalnya mau mendekati Ringo, sekedar memberi pelukan atau ciuman selamat istirahat. Tapi dia malah ditahan Aphrodite yang udah masang hawa – hawa enggak enak, sampai~ terjadilah pertandingan antara banci kaleng dengan kepiting beracun. Sementara saint lain sibuk dengan kegiatan mereka sendiri dan Ringo sudah naik ke lantai 3 dan tidur~

~~~To Be Continued~~~

Nitsuki: Oke, yang ini garing. Review minna?