A/N: Mulai gak nih kompetisinya? Mulai gak ya? Mulai gak? TsukiRin aja bingung~ #plaaak
Disclaimed: Kurumada-senseeei~~ TsukiRin minta Aphrodite sama bang Aiolos dong~~ #Ditampol
Gombal Competition? Ngegombal Yuk~
Jam 3.30 pagi
Belum juga matahari terbit tapi Aiolia, Milo, Deathmask dan Kanon (yg diteleport Julian ke mansion Matsushima) sudah asyik menonton film horror Sadako milik Nitsuki di laptop merahnya. Awalnya mereka mau make infocus, tapi karena mereka 'agak' gaptek, akhirnya mereka harus rela bersempit – sempitan untuk menontonnya.
Awalnya mereka tidak begitu takut, hanya kaget begitu tangan Sadako keluar dari monitor dalam film. Sampai kemudian mereka melihat sosok menyeramkan Sadako yang berhasil membuat masing – masing dari mereka jatuh terjungkal dari kursinya.
Tidak lama kemudian terdengar suara aneh dari belakang tv, kuartet gold saint itu saling merapat dan berpelukan erat.
"Duh~ sana gih cek itu apaan."
"Lo aja kali, gue gak mau. Gimana kalo misalnya itu Sadako yang sembunyi di sana?"
"Itu kan cuma film."
"Kalo gitu lo aja."
"Gak, gak! Makasih banget, tapi gue gak mau."
"Halah~ tadi katanya cuma film~"
"Kalo gitu lo aja"
"Fak! Eh, maksud gue gak!"
"Bilang aja emang pengen ngomong itu." =_=
"Setan lu!"
"Lo yang setan!"
"Elo!"
"Monyet! Bisa diem gak kalian?!"
Akhirnya semua mingkem saaat merasa hawa – hawa gak enak dari naga laut eh, salah! Dari salah satu personil Trio Kwek Kwek Atlantis kita.
Tidak lama kemudian sesuatu bergerak perlahan dari belakang tv, kemudian perlahan keluar sesosok penampakan(?) dengan rambut panjang berwarna dark mint dan gaun putih. Rambut yang panjang itu menutupi wajah sang penampakan, sesaat kemudian terdengar suara teriakan kompak.
"I... itu... itu..."
"S- S- S- Sada... Sada..."
"Sa- Sa- Sa- Sa-"
"Sada- Sada-"
"SADAKOOOOOOOOOOOOOOOOOOO!"
"NIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII-SAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAN!"
"AMPUUUUUUUUUUUOOOOOOOOOOOOOOOOOOOOUUUUUUUUUUUUUNNNNNNN!"
"CAAAAAAAAAAMUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUS!"
Keempat saint itu lari pontang panting saat sosok Sadako itu semakin dekat dengan mereka, Aiolia langsung lari naik ke lantai dua, masuk ke dalam kamarnya dan ngebangunin Aiolos dengan super panic "Nii-san bangun! Ada Sadako!"
Aiolos setengah terbangun sambil menggosok – gosok matanya "Lia, ini baru jam setengah 4 pagi. Kau mimpi buruk ya? Mau tidur dengan Nii-san?" dia membuka setengah selimutnya, mengisyaratkan agar sang adik naik ke atas kasur dan tidur di sampingnya.
Aiolia langsung membuka selimut itu lebar – lebar dan menarik tangan sang kakak "Nii-san~ di ruang tamu ada Sadako!" Aiolos terpaksa bangun dari tidur ayamnya dan duduk sambil menepuk lembut kepala Aiolia "Sadako itu cuma cerita, Lia."
"Ada kok! Di depan!"
Akhirnya pemuda itu menghela nafas dan beranjak dari kasurnya "Kalau begitu ayo kita lihat, kau pasti salah lihat. Mungkin saja itu Ringo yang terbangun." Aiolia langsung ngumpet di belakang sang kakak.
Perlahan Aio bersaudara itu berjalan mengendap – endap, tiba – tiba sang Sadako muncul di depan mereka.
"HUWAAAAAAAAAA!"
Sementara itu di lantai 2.
Milo menggedor – gedor kamar Camus sambil berteriak – teriak memanggil sang empu kamar yang masih lelap di dunia mimpinya, tidak lama kemudian Camus membuka pintunya sambil mengucek sebelah mata "Ada apa Milo? Ini belum jam 5 pagi."
Milo langsung meluk Camus "Sadako! Ada Sadako di lantai bawah! Gue takut!"
Camus langsung sweatdrop mendengar ucapan Milo, terlebih pelukan dari saint Scorpio itu mencekik lehernya sehingga dia kesulitan bernafas.
Akhirnya dia melepas cekikan Milo "Tidak ada yang namanya Sadako, Milo. Mungkin kamu salah lihat atau sedang ngelidur." Milo masih maksa buat meluk sang saint Aquarius, akhirnya Camus menarik tangan Milo menuju lantai 1 untuk membuktikan bahwa tidak ada apa – apa.
Tidak lama kemudian mereka melihat Aio bersaudara lari tunggang langgang ke dapur, kemudian Camus melihat ke arah yang berlawanan dari Aio bersaudara "Eh? Itu..."
"Sadakoooooooo!"
Milo langsung menarik tangan Camus dan berlari mengikuti jejak langkah Aio bersaudara. Sementara Camus tetap menatap sang Sadako sambil mengerutkan dahinya 'Rambut dark mint?'
Keempat saint tersebut langsung berpelukan di pojokan dapur, DM? udah lari ke kamar Ringo dan lagi ditenangin sang kekasih tercinta. XD
Sementara itu Kanon berlari kesana kemari sampai dia melihat seseorang dengan gold cloth Gemini. Dia langsung ngebut lari ke arah seseorang dan bersembunyi di belakangnya sambil megang jubah orang itu dengan sekuat tenaga "Sagaaaaa! Tolongin adek lo yang super maji tenshi ikemen (bener – bener pria tampan) iniii!"
Ucapan narsis Kanon berhasil membuat orang itu sweatdrop, kemudian dia melepas pegangan Kanon pada jubahnya "Gue bukan Saga, gue Aspros!"
"Terserah! Mau Aspros atau Saga yang penting di depan itu tuh!"
Aspros semakin sweatdrop mendengar ucapan Kanon, pandangannya tertuju ke arah Sadako yang sedang mendekati Aio bersaudara yang udah saling berpelukan sambil gemetar ketakutan. Dia mengerutkan dahinya saat melihat design long dress Sadako 'Perasaan si bocah lagi nyari barang di gudang, kenapa dia malah jadi main – main sama mereka?'
Kemudian pria itu menghela nafas dan menarik tangan sang Sadako yang terjulur ke arah kedua Aio bersaudara yang sudah terpojok ke sudut ruang keluarga "Bocah, berhenti bermain – main."
Semua terdiam mendengar ucapan Aspros 'Bocah? Kok jadi bocah?' sementara sang Sadako langsung mendengus kesal sambil menyentak tangannya "Uuh~ aku mau minta tolong sebentar dengan Aiolos-nii~"
"EEEH?"
Semua saint classic langsung menatap horror ke arah sang Sadako jejadian(?) itu, dengan gemetar Milo menunjuk sang Sadako dengan jari keramat(?)nya "K- kau... kau b- b- bu- bukan S- S- Sadako?" yang ditunjuk menghela nafas sambil membenarkan rambut depannya.
"NITSUKI?!"
Gadis itu cemberut dan melipat tangannya di depan dada "Kalian itu gimana sih? Masa' nonton Sadako udah kayak gitu lalu sampe ngira orang lain tuh Sadako?" Aiolia tertawa gugup sambil melepas pelukannya dari Aiolos "Kau muncul dari belakang tv sih. Siapa yang enggak bakalan ngira gitu?"
Nitsuki menunjuk sebuah kotak yang berada di atas meja "Maksudku mau ngambil infocus, mau kupasangin! Masa' kalian gak nyadar kalo ada pintu gudang di balik tv?!"
Orang – orang yang dibangunin kuartet pengacau itu langsung men-death glare sang pelaku yang mojok sambil cengengesan, sementara Aspros menghela nafas "Dasar para bocah."
Beberapa saat kemudian mansion sudah diramaikan dengan kehadiran para goldies abad 18, Nitsuki bersungut – sungut sambil memasang infocus (dibantu Aiolos karena factor tinggi badan Nitsuki #pundung) dan menuju lantai 3 "Aku mau tidur, awas kalau ada yang mengganggu."
Aspros menghela nafas "Bocah, kau mau bangun jam berapa kalau tidur sekarang?" Nitsuki hanya melambaikan tangannya sambil menaiki tangga, membuat para saint sweatdrop dan jawdrop dengan tingkahnya.
Jam 7 pagi.
"Jadi ini mansion Matsushima?"
"Kalian yakin kita tidak salah arah kan?"
"Ya ampun, ini Pontianak dan aku yakin sekali ini mansion Matsushima."
"Iya deh~"
"Yuk, aku takut Milo udah nge-flirt cewek – cewek lain."
"Ya elah, di sini ceweknya cuma dua."
"Siapa tau aja, kau tahu kan dia suka nebar feromon." -_-"
"Hahaha...":D
Suara berisik dari dekat mansion membuat Ringo keluar. Kemudian seorang gadis berambut pirang melambaikan tangannya kepada gadis berambut biru itu "Ringo~"
"Henna-chan~"
Beberapa gadis lainnya mendesah lega, kemudian Ringo menyuruh mereka masuk "Tunggu. Aneki masih istirahat." Kemudian gadis berambut aquamarine itu naik ke lantai 3
"Aneki~ ada tamu"
Sementara itu di dalam kamar, Nitsuki menutupi kepalanya dengan bantal saat Ringo memanggilnya berkali – kali "Nggh~ aku capek Rin~"
Berkali – kali ketukan di pintu memaksanya bangun, membuat gadis itu terpaksa bangkit dari tempat tidurnya dan keluar dari kamar hanya dengan kimono tidurnya yang setengah berantakan.
Saat dia keluar kamar Ringo langsung terkejut dan merapikan pakaiannya, sementara Nitsuki yang mengantuk berat hanya bisa pasrah. Bagaimana tidak? Dia mengenakan kimono putih sepanjang lutut, jika bagian atasnya tidak rapi tentu akan membuat beberapa saint berfikir yang tidak – tidak kan?
Setelah rapi Nitsuki segera mencuci mukanya dan menuju ruang tamu. Kemudian dia terbelalak ketika melihat beberapa gadis di ruangan itu.
"Henna-chan! Lee! Sophie! Thea! Caca! Kenapa kalian ada di sini?"
Henna tertawa kecil "Kata Athena-sama kalian kekurangan personil cewek, karena itu kami bersedia datang membantu." Nitsuki langsung memeluk Henna "Hell, yeah! Thanks guys~" Henna yang tidak bisa berkutik dari serangan mendadak Nitsuki hanya bisa pasrah menerima pelukannya.
Jam 9 pagi.
Nitsuki menghela nafas sambil menghitung – hitung jumlah mereka '26 + 5... hm~ 31 orang.. kalau begitu ke penginapan itu saja~' tidak lama kemudian Ringo datang sambil menyeret Natsuki dan Touma –yang entah kenapa hanya bisa pasrah ditarik Rin- "Aneki~ Kuga nyuruh mereka diikutin lho~"
Nitsuki langsung menepuk dahinya 'Oh iya~ 33 orang~' belum lama kemudian terdengar suara ribut – ribut di ruang tamu, Nitsuki langsung berlari keluar "Ada apa?!"
Seorang gadis berusia sekitar 15 tahun berambut dark mint dengan surai biru berlari ke arahnya dan memeluk Nitsuki "Mama~ Rhea kangen~" seluruh isi ruangan heboh mendengar ucapan gadis itu, bahkan Nitsuki sendiri gelagapan mendengar ucapan gadis itu.
Di pintu depan Minos berdiri sambil memperhatikan mereka "Oi Nitsuki, itu Rhea. Kami kesini disuruh sama yah~ kau tahulah siapa, katanya mungkin Rhea bisa membantu proyek kalian." Nitsuki semakin tidak mengerti, tapi dia hanya mengangguk 'Dia siapa sih? Eh, tunggu... jangan – jangan dia...'
"O.k sebenarnya gue mau ikut, cuma gue harus ngejemput naga laut nyasar. Jadi gue pergi dulu."
Nitsuki cengok ketika Minos langsung pergi, tapi tidak lama kemudian teriakan membahana-nya datang "MINOS BRENGSEEEEK!"
Rhea tertawa kecil sambil melepaskan pelukannya dan sedikit menutup telinganya "Duh mama~ Minos-sama tidak sebrengsek itu kok. Yah~ dia memang brengsek sih..." semua ber-sweatdrop ria mendengar ucapan Rhea.
Regulus mengamati gadis itu baik – baik "Kamu benar- benar mirip dengan Nitsuki-san, tapi entah kenapa surai biru itu mirip dengan rambut Aspros." Rhea menghela nafas "Kalau begitu nanti jangan terkejut jika melihat adik kembarku."
Sang saint Leo mengerutkan dahinya, tapi kemudian dia kembali memainkan tab Nitsuki. Tidak lama kemudian Minos kembali datang sambil membawa seorang pemuda berambut biru dengan hiasan surai dark mint, lengkap dengan cloth Seadragon.
Kanon langsung mengangkat tangan kanannya, menyapa pemuda itu sambil mendekatinya "Yo, Yoru! Bagaimana kerjaanmu?"
Pemuda itu mendelik kesal ke Kanon "Kerjaan? Gara – gara lo balik ke Sanctuary seenaknya gue harus ngelintasi 2 era –biarpun dekat-, lo mikir aja gue capek apa enggak! Belum lagi gue mau ngurus ini-itu, mana ada waktu nyantai gara – gara lo! Lo tau kan gue harus-"
"Santai aja bro! lo jadi cowok protective amat sih."
Yoru menghela nafas, kemudian dia memandang Aspros dengan illfeel, tapi kemudian tatapannya beralih ke Nitsuki "Okaa-sama..." Nitsuki menghela nafas 'Maiko-nee~ kan kubunuh kau nanti.'
Kemudian dia memandang Yoru sambil tersenyum lembut, sebuah senyum keibuan yang selama ini tidak pernah dia perlihatkan kepada siapapun selain Natsuki dan Ringo "Doushita no, Yoru-kun?"
Yoru menggelengkan kepalanya sambil berjalan ke dekat Rhea, Regulus yang menatap Yoru sedikit ternganga "A- A- A- As..." Nitsuki menghela nafas, kemudian dia menepuk lembut kepala Regulus.
"ITU KAN ASPROOOOOOOOS!" *BGM petir cetar membahana*
Tanpa diduga Yoru mengacungkan trisula-nya kepada Regulus "Jangan macam – macam Leo, aku bukan dia." Regulus mundur beberapa langkah lengkap dengan wajah pucat pasinya. Nitsuki memegang tangan Yoru dengan lembut "Turunkan Yoru-kun,"
Yoru menurunkan trisulanya, kemudian berjalan ke samping kakak kembarnya. Cosmo pemuda itu cukup menekan seisi ruangan, dan cukup berpengaruh untuk para saint –kecuali Kanon tentunya-.
Nitsuki menghela nafas dan menatap pemuda itu "Jangan mengacungkan senjata sembarangan ya?" Yoru menatap gadis itu "Aku tidak suka..." gadis berambut dark mint itu menghela nafas "Mama tahu sayang, mama mengerti. Tapi bukan berarti Yoru boleh mengacungkan senjata kepada setiap orang,"
Pemuda itu mengangguk patuh dan berjalan ke samping kakak kembarnya, Ringo tersenyum dan langsung menerjang (Baca: memeluk erat) dua keponakannya. Sementara Natsuki lebih memilih berdiam diri di samping Touma.
"Kalian sudah makan?"
Pertanyaan Nitsuki sontak membuat semua orang terkejut, kemudian mereka menggelengkan kepala. Gadis itu tersenyum "Kalau begitu ayo kita pergi cari makan sekaligus pergi ke penginapannya."
Sisyphus mengerutkan dahinya "Jadi bukan di sini?" Nitsuki hanya menggelengkan kepalanya, kemudian dia keluar rumah "Rin..." Ringo tersenyum sambil mengambil kunci mobilnya "Corvette ready to go!"
"Natsu, kau-"
Natsuki hanya menatap datang gadis itu sambil menunjuk kunci mobilnya "Pontiac always ready." Gadis itu menghela nafas, kemudian dia memandang Minos yang 'kebetulan' lagi nge-flirt Albafica "Oi Minos"
"Hn?"
"Lo pake apaan ke sini?"
Minos memutar bola mata bosan "Limousin, kenapa?" Nitsuki tersenyum penuh arti "Kalau begitu kau ikut kami." Minos menghela nafas "Ti-"
"Kau bisa nge-flirt cewek – cewek yang masih kosong dan juga Fica-nii –kalau bisa-" mendengar tawaran menggiurkan itu akhirnya Minos pun menerimanya –dasar playboy bangkit ke permukaan-
Oke, jadi urutannya.
Pontiac: Natsuki, Touma, Albafica, El Cid, Sisyphus, Kardia, Degel.
Corvette: Ringo, Deathmask, Manigoldo, Regulus, Milo, Caca
Lamborghini emas: Nitsuki, Aspros, Defteros, Saga, Kanon, Kuga, Asmita, Lee
Limousin: Minos, Henna, Shaka, Thea, Hasgard, Aldebaran, Dohko, Shion, Mu
Lamborghini biru gelap: Yoru, Chiaki –dibawa Minos-, Shura, Aphrodite
Lamborghini merah marun: Rhea, Sophie, Camus.
Mereka semua menuju Kuburaya dengan Ringo dan Nitsuki sebagai pemimpin mereka, awalnya Ringo hendak kebut – kebutan. Tapi segera ditahan oleh Regulus dan Caca, terlebih aura seram dari kakak kembarnya membuat dia harus rela menjalankan mobil dengan kecepatan sedang.
Setelah sampai di hotel –yang lebih mirip dengan penginapan- kemudian Nitsuki memesan beberapa kamar dengan pilihan regular dan family suite.
Regular:
Shion-Mu
Hasgard
Aldebaran
-mereka berdua sengaja dipisah, taulah alasannya- *nunjuk badan raksasa mereka*
Aspros-Defteros
Saga-Kanon
Manigoldo-Deathmask
Aiolos-Aiolia
Regulus-Sisyphus
Asmita-Shaka
Dohko-Albafica
Degel-Camus
Family suite
Henna, Lee, Caca, Kuga
Nitsuki, Natsuki, Ringo, Thea
Rhea, Yoru, Minos.
Mereka menuju kamar masing – masing, hebatnya lagi. Mereka bebas menentukan di kamar mana mereka mau tidur. Kelihatannya satu hotel itu sudah disewa full oleh Nitsuki dan Ringo *dasar*
Sorenya mereka memakai sebuah ruangan untuk berkumpul.
"Peraturannya jelas, kalian boleh nge-flirt, ngegombal, ngerayu, bahkan nembak cewek atau cowok yang kalian suka. Dan itu berada di kawasan hotel ini, melingkupi hotel ini sendiri dan kolam berenangnya, juga bagian spa, restoran dll. Waktunya? Bebas. Tapi dalam rentang waktu 2-3 minggu kita akan kembali ke tempat masing – masing."
Semua sweatdrop mendengar ucapan Nitsuki, tapi sudah mendapat ide masing – masing. Nitsuki menghela nafas "Hari ini istirahat saja, kompetisi akan dimulai besok." Beberapa saint langsung melesat pergi ke kolam berenang, yang perempuan ada yang pergi ke tempat spa atau kembali ke kamarnya atau berenang.
Rhea langsung kembali ke kamarnya, entah bagaimana gadis itu berhasil menyelipkan beberapa alat music yang biasa dia mainkan ke dalam Lamborghini-nya dan diletak dalam kamar. Yoru asyik berbincang – bincang dengan Chiaki, sementara Minos asyik nge-flirt Albafica yang berakhir dengan terbangnya Minos ke dalam kolam ikan mas.
Kemudian mereka melewati malam yang cukup menyenangkan, mereka berkumpul, bernyanyi, bersuka ria, bla bla bla. Kecuali Rhea yang lebih memilih untuk mengurung diri di kamarnya dan Yoru yang mojok bareng Chiaki *uhuk! Cie~ cie~*
Setelah semua kembali ke kamar masing – masing, giliran Rhea yang keluar. Lengkap dengan radio tape dan kaset – kaset berlabel "instrument", kemudian dia menuju ruangan yang dipakai Nitsuki untuk pertemuan dan mulai menyetel kasetnya.
Gadis itu menghembuskan nafas, rambutnya dia sanggul dan pakaian berlatihnya yang hanya err~ tank top berwarna hitam yang kontras dengan kulit putihnya dan celana legging selutut. Kemudian terdengar music yang cukup cepat dan ceria, gadis itu memejamkan matanya dan segera membuka matanya dengan cepat, menari mengikuti irama music itu.
Boku no koto wa sateoki, kimi no koto ga kikita inda
Iroiro arunda hontou, sore jaa kyou wa yoroshiku douzo
Itsumo kagayaiteru kimi no iro wa nandattakke
Takusan atta hazu na no ni ima de wa moo omoitenainda
Kinou ga zutto kasanatte, mirai ni yatto todoku toki
Sayonara atto kokoro no naka mata chigaou tobira ni deau yo~
Kanon yang kebetulan masih belum tidur dan sedang jalan – jalan mendengar music dari ruangan itu. Pria itu tersenyum ketika melihat Rhea bernyanyi, dia memang suka melihat gadis itu bernyanyi dan menari. Seolah – olah 'topeng' yang dikenakan gadis itu terlepas.
HAROO mata deaunda
SAYONARA mata wakarete
HAROO mata chigau basho
Sayonara matazu ni
Chotto matte!
Kimi wa nande, kanaetara kiechau no?
"Hanaretatte mata terasu yo. Kimi no koto suki dakara"
Saga yang mencari – cari Kanon dibantu Aspros dan Defteros jawdrop melihat sang adik yang sedang mengintip Rhea latihan, kemudian dia menepuk bahu Kanon "Non, balik yuk?"
"Kagak."
Pria itu menghela nafas mendengar jawaban frontal dari sang adik "Balik Non, udah mau jam 11 malem." Kanon masih asyik mengamati Rhea "Hn." Akhirnya Saga mencoba menyeret Kanon dan hasilnya sudah diketahui, gagal total.
Tapi beruntung Aspros dan Defteros datang, dengan segera Saga meminta bantuan mereka untuk menyeret Kanon kembali ke kamarnya. Awalnya Aspros menyarankan untuk menggunakan Another Dimension. Tapi saran itu ditolak Saga karena dia takut segitiga emas(?) Kanon malah mengantar mereka entah kemana dan tidak bisa kembali lagi.
Defteros mau menyeret Kanon, tapi dia juga memberi tanda bahwa akan melempar Kanon ke dalam kawah gunung Kanon. Dan kembali ditolak Saga, gitu – gitu juga dia masih sayang adeknya.
Akhirnya mau tidak mau mereka bertiga berusaha menyeret Kanon dan menghasilkan suara ribut yang memecahkan konsentrasi Rhea.
"Doushita no, Kanon-nii? Saga-nii?"
Keempat Gemini itu langsung memandang Rhea, Defteros melepaskan pegangannya dan menghampiri gadis itu sambil menjitaknya "Bocah nakal, jam segini masih belum tidur? Lalu apa – apaan pakaianmu?"
"Kau juga apa – apaan? Mau coba nebar feromon?"
Aspros jawdrop mendengar ucapan gadis itu, sepanjang yang dia tahu. Tidak ada yang berani membalas ucapan Defteros selain dia dan saint Gemini lainnya. Defteros tertawa sambil melempar sebuah kemeja putih yang menutupi tubuh Rhea "Kembali ke kamarmu, ini sudah larut malam. Tidur dan peluk boneka kesukaanmu."
Gadis itu menatapnya dengan dingin sambil melempar kemeja itu ke muka Defteros "Aku bukan anak kecil dan aku tidak perlu kemejamu." Kemudian dia mematikan tape-nya dan keluar "Seadragon, jangan bertingkah seperti anak kecil. Memalukan nama baik Poseidon-sama."
Kanon merinding saat mendengar ucapan Rhea, terlebih saat tatapan matanya menusuk pria itu 'Duh~ balik lagi dah topengnya' mereka melihat Rhea kembali ke tempatnya dalam diam. Kemudian masing – masing dari kembar Gemini itu kembali ke kamar mereka dan tidur, mempersiapkan tenaga untuk besok.
~~~To Be Continued~~~
A/N: TsukiRin stress beraaat~~~ nah, asyik gak sih yang ini? Tapi kok rasanya pendek amat ya? Cuma 2,8k. Pendek ah, pendek. Nanti bikin panjang per chapter atau chapternya yang banyak nih? Bingung~ bingung~ ne minna, review please?
