A/N: Kemaren ada Sadako nyasar, ntar ada yang nyasar lagi gak ya? Aah~ udah lah~ kita cekidot aja yuk, egh! Tunggu! kemarin ada personil yang kurang gak? Ada gak ya? Ada gak?

Aphrodite: Eike ditinggal~~ #mewek

TsukiRin: Aaaah! Dite-nii ketinggalan!

Rhadamanthys: Parah nih author satu ini

Aiacos: Kok bisanya banci kalengan itu ketinggalan?

TsukiRin: Ah udahlah! Kita selipin dia di tempat Nitsuki dkk aja, soalnya yg regular udah penuh semua.

Aphrodite: Katanya nyewa satu hotel

TsukiRin: Terus?

Aphrodite: Eike mau kamar tersendiri~ barang eike kan banyak *kedip kedip mata*

TsukiRin: *ngunyuk Dite sampe sekarat*

Rhadamanthys: Daripada makin ngaco, liat disclaimed di bawah aja.

Aiacos: Fic, bukan disclaimed.

Rhadamanthys: *death glare Aiacos*

Aiacos: Cekidot dan cuekkan Rhade *ditendang ke Tartarus*

Disclaimed: Kurumada-senseeei~~ TsukiRin masih mau minta bang Aphrodite sama bang Aiolos #dibantai

Warning: OC bertebaran, tapi bukan Mary Sue. Don't like any OC? Please don't read~

Gombal Competition? Ngegombal Yuk~

Nitsuki menggeliat sewaktu mendengar suara – suara burung, gadis itu tersenyum sewaktu membuka jendela. Tiba – tiba dia mendengar suara berisik dari kamar Scorpio yang (lagi – lagi) tidak jauh dari kamarnya 'Nasib sial lagi...'

Tidak lama jendela kamar itu terbuka, seorang pria berambut indigo menampakkan wajahnya sambil tersenyum "SELAMAT PAGI DUNIAAAAAAAA!"

Nitsuki tetap mempertahankan senyumnya, hanya saja kali ini dia tersenyum neraka ketika suara Milo memekakkan telinganya lagi, dia langsung melempar bata yang berhasil mencium wajah Milo dengan suksesnya "Gyaaa! My handsome faceee!"

"LO BIKIN PERKARA PAGI – PAGI MIL!"

Dan kehebohan pagi hari pun dimulai dari keributan saint scorpio dan sang ratu muda lagi =_=" weleh~ weleh~

Sementara itu di kamar para Aries, Shion dan Mu terbangun karena mendengar teriakan Milo yang disusul teriakan Nitsuki. Sepasang guru-murid itu hanya tersenyum sambil menggeleng – gelengkan kepalanya melihat interaksi mereka berdua dari jendela.

"Pagi – pagi sudah begini."

Mu tersenyum mendengar ucapan Shion yang sedang merenggangkan badannya "Mungkin para dewa berniat membuat mereka dekat dengan cara seperti itu, Shion-sama." Shion tertawa sambil menggelengkan kepala "Jangan sampai, nanti kami kehilangan hiburan."

Pemuda berambut ungu itu tertawa kecil, dia sudah sering mendengar cerita interaksi unik antara Nitsuki dan Aspros, awalnya teman – temannya mau bilang kalau mereka berdua bakalan cocok banget jadi sepasang kekasih *yang emang udah terjadi meskipun mereka semua pada gak tau*. Tapi karena hawa tidak enak dari Aphrodite –kakak cantik yang super over protective–, semua berdiam diri.

Kemudian mereka berdua melakukan aktivitas masing – masing, Mu merapikan tempat tidur dan Shion yang mandi. Setelah itu gantian Mu yang mandi dan Shion yang bikin kopi susu. Kemudian mereka minum kopi pagi bersama. XD

Kamar para Aries: bersih, rapi dan damai~

Beralih ke kamar Hasgard, sang saint kebo itu masih tidur dengan nyenyaknya. Teriakan Milo dan Nitsuki tidak mempan untuk membangunkannya, oke... sementara Hasgard tidur mari kita ke kamar Aldebaran. Beda dengan sang pedahulu yang masih lelap di dunia ciptaan Hypnos, Aldebaran udah latihan ngangkat barbell warna biru muda. Wew... heran gimana tu barbell bisa dia selipin, perasaan dia enggak bawa apa – apa deh waktu ke Mansion Matsushima... eh, tunggu? Barbell warna biru muda?

Hm~ mari kita berdoa agar dia tidak akan dijadikan sop sapi oleh Ringo, karena barbell yang dia pakai itu punya Ringo.

Kamar para Taurus: Dihiasi dengan suara orang ngorok dan suara orang latihan, okesip.

Pertama mari kita lihat sepasang Gemini abad 18 kita, hm~ Aspros yang sedang menikmati sebuah buku bacaan yang cukup tebal dan Defteros yang sedang push up (Thea: Kyaaa! XD *jejerit ala FG*). Whoops~ sensor, sensor, sensor! Ntar TsukiRin enggak kuat imannya kena feromon Defteros. Oke back to the story, kelihatannya teriakan Milo dan Nitsuki tidak berhasil mengganggu mereka.

Mari kita tinggalkan sang kakak tsundere plus brother complex dan adiknya yang err~ tau lah, sekarang kita beralih ke kamar sang Pope –gagal– dan naga laut berselimut Barbie itu #bletaak!

Baik, Saga minum teh melati dan membaca buku di samping jendela. Dan Kanon masih bergelung dalam selimut Barbie and The Popstar-nya yang dia beli dengan modus untuk adik perempuannya, weleh~ weleh~

Hm~ kamar para Gemini: masih aman sentausa.

Sementara itu terdengar suara ribut – ribut dari kamar para Cancer.

"Enak saja, sudah dibilang itu punya gue! Balikin!"

"Siapa bilang?! Lihat ini ada inisial C-nya! Pasti punya gue!"

"Punya elo gak ada inisial C-nya!"

"Cancer edan! Udah kubilang iya ya pasti iya! Mau membantah inkarnasi-mu sendiri?!"

Eeh? Gak salah nih kita dengar Manigoldo sama Deathmask ribut – ribut? Mana gak kalah dengan Milo sama Nitsuki lagi. Ada apaan ya?

Flashback.

Manigoldo bangun saat matahari baru muncul malu – malu di ufuk timur, kemudian dia membuat kopi sambil menikmati pagi yang masih terlalu awal. Tidak lama kemudian Dethmask terbangun karena mencium aroma kopi yang menggoda selera.

Dia melihat Manigoldo sedang bersantai "Do, bagi dong kopi elo." Manigoldo nyengir sambil nyeruput kopinya "Enak aja, bikin sendiri sono." Awalnya Deathmask cuma balas nyengir dan masuk ke kamar mandi "Gue mandi dulu."

"Tenggelam sono dalam kamar mandi."

Deathmask mengambil handuknya yang ketinggalan sambil ketawa "Enak aja, lo aja yang tenggelam kayak kemaren." Manigoldo mengangkat tangannya yang memegang cangkir "Inkarnasi setan lo Hahaha..."

"Elo setannya, udah gue mandi dulu! Mau ngecengin Rin."

Manigoldo hanya tertawa mendengar ucapan Deathmask, kemudian dia mengambil tambahan kopi, nah~ di cangkirnya itu ada inisial C –yang kemungkinan besar inisial dari Cancer (mungkin)-. Setelah keluar dari kamar mandinya dan meletak handuk, Deathmask mencari – cari cangkir kesayangannya "Do, lo liat cangkir gue gak?"

"Mene kutehe, lo letak di mana, Mask? Gue kan gak tau cangkir lo dimana."

Sesaat kemudian Deathmask melihat cangkir yang dipegang Manigoldo "Do, itu gelas siapa?" Dan~ keributan pun dimulai.

Flashback end.

Deathmask melempar bantal ke Manigoldo "Udah gue bilang itu punya gue! Itu hadiah dari Rhea buat gue!" Manigoldo sweatdrop mendengar ucapan dari Deathmask, tapi kemudian dia ngebalas lembaran dari reinkarnasi –tak– beriman tersebut "Lo gak malu apaan bilang itu hadiah? Mana dari anak kecil lagi!"

"Woi! Hadiah dari ponakan sendiri untuk apa dimaluin! Lo kan yang gak punya urat malu! Sampe salto – saltoan pas tampil di BC!" ucapan Deathmask berhasil mendapat hadiah lemparan guling tepat di mukanya, huraaaay~~~ *dilempar ke Tartarus* "Itu biar kita yang menang, Cancer bego!"

"Mana bisa menang kalo tampang lo aja udah 11-12 dengan tampang preman gagal! Kalo mau menang ya operasi plastic sana biar bisa secantik Albafica atau seunyu Regulus!" Manigoldo langsung melempar beton(?) ke muka Deathmask "Enak aja gue ngubah muka gue jadi plastic! Lagian muka gue udah kece badai! Yang tampang preman gagal itu elo! Heran gue kok Rin mau sama elo!"

"Jelas secara gue lebih ganteng daripada elo kan? Toh gue juga cinta mati sama dia!"

Manigoldo langsung membeku mendengar ucapan Deathmask, well... seorang Deathmask bisa ngomong kayak gitu? Perlu diabadikan men! Entah pake recorder hp atau tab atau handycam. Sayangnya Manigoldo gaptek total! Jadi mau gak mau dia cuma bisa matung dengar ucapan Deathmask.

Gak lama kemudian Deathmask seolah tersadar dengan ucapannya, jadi muka dia merah. Sambil menggaruk – garuk kepalanya yang enggak gatal akhirnya dia ngambil handuk khusus untuk jogging "Udah, gue jogging dulu. Abis itu mau cebur ke kolam renang."

"Gue ikut Mask."

Akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan kamar mereka sambil ngobrol dan jogging bareng.

Kamar para Cancer: Berantakan setengah mampus.

Beralih ke kamar Aiolia dan Aiolos, terlihat saat ini sang kucing kecil masih tidur dengan nyenyaknya. Sementara Aiolos sudah selesai mandi, OMG! Bang Olos! Daku sudah doki doki sama abang yang super maji tenshi ikemen se-Sanctuary ini~ #apaan

Oke back to the story.

Aiolos yang baru selesai latihan memanah itu tersenyum melihat Aiolia yang masih tidur nyenyak, terlebih ketika melihat seekor anak kucing berwarna coklat muda yang tidur di samping Aiolia.

Tidak lama kemudian sang saint Sagittarius melihat adiknya menggeliat "Nggh~ Nii-san, sekarang jam berapa?" Aiolos tertawa sambil melihat jam "Masih pagi, Lia." Pemuda itu merenggangkan badannya "Nanti bangunkan aku..."

"Iya,"

Sementara itu di kamar Regulus-Sisyphus.

"Paman! Ayo bangun~ Regulus mau ke kolam berenang lagi~"

Sisyphus mengerang kecil sambil berguling sedikit ke kanan "Nggh~ Regulus, ini masih pagi." Regulus membuka tirai jendela sambil bersenandung riang "Kalau begitu Regulus pergi dengan Lee, ya? Boleh ya? Boleh kan?"

Sisyphus mengangguk kecil, tapi itu sudah cukup untuk Regulus. Pemuda itu langsung melesat keluar dan menuju ke ruangan family suite.

Kamar para Leo & Sagittarius: Tenang, aman, damai, sejahtera(?), eh? Benarkah? Entahlah~

Kita ke kamar Shaka dan Asmita.

...

...

...

...

Sepi?

intip punya intip, ternyata Asmita dan Shaka tidur dalam posisi semendi! Oweadalah!? Waduh – waduh~ apa enggak pegal tuh badan? Ya udah... kita tinggalin duo Virgo itu dan pergi menuju bagian family suite, tempat Henna, Lee, Caca dan Kuga.

Di depan kamar mereka sudah terdengar suara panggilan "Lee! Berenang yuk!" sementara itu di dalam kamar Henna tertawa kecil melihat Lee yang kalang kabut memilih pakaian renangnya "Tunggu sebentar Regulus-kun."

Tidak lama kemudian Henna mengambil salah satu pakaian renang dan memberikannya kepada Lee "Selamat bersenang – senang~" Lee tersenyum sambil mengambil pakaian renang yang diberikan Henna dan berlari membuka pintu kamar mereka "Arigatou Henna. Jaa ne."

Sementara itu kita ke tempat Roushi tercinta kita dan kakak pisces tercantik *dibuang ke tengah – tengah taman mawar* Dohko sedang menikmati waktunya sambil bersemendi, beda dengan Albafica yang sedang merawat mawarnya sambil bersenandung riang.

(TsukiRin: Apakah karena ada Minos di sini? Wew, yaoi detected!)

(Albafica: *ngelempar TsukiRin ke taman mawar*)

(Nitsuki, Ringo, Thea: WOI! AUTHOR KAMI! *ngerajang Albafica*)

Emm~ karena enggak ada ide, anggap aja mereka melewati pagi mereka dengan tenang MESKIPUN teriakan Nitsuki dan Milo semakin membahana, plus teriakan Kardia dan Thea yang mampu membuat kaca – kaca di hotel itu pecah sepecah - pecahnya.

Bagaimana dengan kamar dua saint Aquarius kesayangan kita? Yah... kali ini mereka sudah menyiapkan headset dan memasangnya di telinga mereka, tapi kelihatannya itu tetap tidak mempan karena teriakan Nitsuki, Thea, Milo dan Kardia. Ujung – ujungnya Degel melepas headset-nya dan menuju kamar para Scorpio.

Nitsuki dan Thea langsung menutup mulut mereka begitu merasakan cosmo berbahaya Degel, tapi tidak dengan Kardia dan Milo yang berteriak makin kencang. Tidak lama kemudian...

"Aurora Execution!"

Degel keluar dari kamar mereka dengan tenang, Nitsuki dan Thea mengintip ke kamar sepasang kalajengking itu setelah Degel kembali. Ternyata di hadapan mereka sudah ada sepasang patung es yang bentuknya amat sangat err~ menarik dan realistis.

Sementara itu Degel kembali ke kamarnya dengan tenang, Camus menaikkan sebelah alisnya. Pertanda dia bertanya kepada sang inkarnasi. Degel mengambil bukunya dan kembali membaca dengan tenang "Mereka tidak akan ribut seharian ini."

Dan mereka kembali membaca sambil menikmati pagi yang hening.

Kamar Aquarius & Scorpio: Hening

Di tempat family suite pertama, Kuga dan Caca sudah bersiap untuk pergi sarapan bersama Henna. Sementara itu di tempat Nitsuki, Ringo dan Natsuki asyik berdiam diri dengan pikiran masing – masing, Thea? Asyik ngeganggu Shaka tuh. Sementara Aphrodite... jangan ditanya deh. XD

Ganti ke tempat Yoru, Rhea, Minos dan Chiaki. Rhea dan Minos asyik membicarakan pekerjaan mereka sebagai hakim, sementara Yoru masih tidur, dan Chiaki sedang menikmati acara TV pagi.

Rhea melirik ke arah jam, kemudian dia berdiri dan melesat ke kamarnya. Tidak lama kemudian dia kembali dengan tas tangan besar dan keluar kamarnya dengan buru – buru "Minos-sama~ Chiaki-chan~ aku pergi dulu!"

Minos cuma sweatdrop melihat tingkah gadis itu 'Mau apa dia? Ah udahlah, bagus gue ngecengin Albafica tersayang dulu.' dia berdiri dan melihat ke cermin "Chi, aku pergi ya. Nanti langsung sarapan ke restoran sama Yoru kalau dia sudah bangun."

"Aku sudah bangun dari tadi."

Pria berambut abu – abu itu mengangguk sambil keluar, meninggalkan sepasang kekasih tersebut berduaan *uhuk! Minos~*

(Minos: Modus, gue gak mau jadi obat nyamuk =_=" mending gue ngecengin Albafica~ (o=ɜ=)o bener kan?)

(Albafica: Kagak!)

(Tsukirin: Pliss, Hades perlu meriksa Minos. Kayaknya Minos kena penyakit maho.)

Karena Nitsuki dan Thea memutuskan untuk tenang – tenang aja, Ringo dan Natsuki mengajak mereka untuk sarapan. Okesip. Aman, tenang, damai dan sejahtera(?).

Back to Rhea.

Gadis itu berlari dengan penuh semangat menuju kamar Aspros dan Defteros, kebetulan di depan pintu kamar mereka berdua sudah keluar.

"Def-ji~~~!"

Defteros memandang ke arah asal suara tersebut, sewaktu dia melihat. Ternyata Rhea sudah melambaikan tangannya penuh semangat "Kau mau kemana pagi – pagi begini? Kita tidak boleh keluar hotel kan?"

"Berenang~! Pergi berenang yuk ji-san!"

Defteros tertawa kecil mendengar nada kekanakan Rhea, kemudian dia mengangkat bahunya "Sarapan dulu." Rhea menggelengkan kepalanya "Aku enggak sarapan~" Defteros mengangkat sebelah alisnya "Nanti sakit"

"Gak mau~" (o=3=)o

Defteros langsung tertawa, kemudian dia menghampiri Rhea dan menjitak keningnya "Temani ji-san sarapan, baru kita pergi berenang di gunung Kanon."

BLETAK!

Aspros mengetok kepala Defteros sambil memasang hawa tidak enak, Defteros menatap sang kakak kembar dengan hawa yang sama. Dan~ dimulailah pertengkaran para Gemini abad 18.

Terbang ke kolam berenang yuk~

Di kolam berenang sudah ada Regulus dengan Lee, dan juga Minos yang mengejar – ngejar Albafica. Uhuk! So sweet~~

(Albafica: Enggak!)

(TsukiRin: So sweet pake kata banget!)

(Albafica: Enggak!)

(TsukiRin: Iya!)

(All saint: Udah, udah! Back to the story!)

Tapi yang menarik perhatian itu adalah kehadiran Asmita yang digandeng Defteros di sana dan juga hawa persaingan dari Rhea yang bergelayut manja di lengan Defteros yg bebas. Tidak lama kemudian Rhea segera berlari ke kamar ganti.

Wew... gimana tuh kok Deffy ada di sana? Bukannya lagi berantem sama kakak kembar tersayangnya? Usut punya usut, ternyata pas mereka mau bertengkar Asmita yang baru bangun lewat, akhirnya Deffy langsung ngibrit ke samping Asmita –buat cari aman– dan Rhea ngekorin Defteros.

Oce, back to the story~

"Kau tidak berenang?"

Asmita menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Defteros "Aku diam di sini saja." Defteros tersenyum dan menggenggam lembut tangan Asmita. Kemudian dia menuju kamar ganti pria. Tidak butuh waktu lama pria berkulit tan itu keluar hanya mengenakan boxer renang, sementara Rhea keluar mengenakan bikini renang yang cukup sexy.

"Def-ji!"

Gadis itu langsung menubruk Defteros "Bagus tidak bikini Rhea?" gadis itu sedikit memutar tubuhnya dengan anggun, Defteros mengangguk sambil menepuk lembut kepala Rhea "Bagus, cocok." Kemudian dia melempar kaos putihnya kepada Rhea "Pakai itu."

Rhea memakai kaos itu dan mengikutinya sambil bercerita, sesampai di tempat Asmita. Rhea sengaja mengeratkan pelukan di lengan Defteros dengan manja "Def-ji berenang bareng Rhea ya?" Defteros agak bingung dengan nada kekanakan dan manja yang dikeluarkan gadis itu, tapi dia tetap mengangguk "Baiklah."

Rhea langsung tertawa gembira, dia melepas kaos yang dikenakannya lalu meletakkannya di atas tas gadis itu yang berada tidak begitu jauh dari mereka dan mengambil ikat rambutnya, mendatangi Defteros dan Asmita. Dia sedikit menyibak rambutnya yang tebal dan halus di dekat Asmita, kemudian menyanggulnya.

"Ji-san~ ayo~"

Defteros memandang Asmita, sementara Asmita hanya tersenyum "Pergilah, aku menunggu di sini." Pria berkulit tan itu tersenyum –atau menyeringai sih yang benar?– dan pergi ke samping Rhea.

Bikini dark blue dengan model terbaru itu memamerkan lekuk tubuh Rhea dengan jelas dan sukses membuat beberapa saint di sana (yang melengin kepala ke Rhea) langsung mimisan 5 ember. Termasuklah Deathmask dan Manigoldo juga Minos.

Namun Albafica dan Asmita sama sekali tidak terganggu oleh hal itu, malah sang pisces cantik kita melempar death glare mematikan kepada Minos seolah berkata 'mati-sana-dasar-playboy' yang ditanggapi dengan cengiran Minos.

"Ayolah, dia memang sexy kan? Jangan bilang kau cemburu kepadanya, cantik."

"Bloody Rose."

Dan mari kita berdoa akan nasib Minos, masih bisakah dia selamat atau tidak? Hanya Zeus dan Apollo yang tahu #bletaak

Asmita yang tengah bersemendi sama sekali tidak bisa berkonsentrasi karena suara panggilan Rhea yang menurutnya terlalu manja dan dibuat – buat kepada Defteros. Astaga Mita~~ apa bukannya kamu yang terlalu sensian? #ditenbuhourin

Defteros naik dari kolam renang dan duduk di samping Asmita, sementara Asmita sendiri mengeluarkan hawa tidak enak "Apa sudah puas berenang dan berendam di sana?" Defteros mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil memandang Asmita "Air kaporit tidak cocok untukku. Lagipula..."

Asmita hanya diam dan kembali melanjutkan meditasinya, sementara Defteros berbaring sambil memainkan rambutnya. Sementara yang lain langsung menjauh dari mereka dengan jarak minimal 5 meter.

Regulus tertawa kecil sambil bercanda dengan Lee, beberapa kali mereka melirik Defteros sambil berbisik riang.

"Ehm, Lee... tau gak di sini ada bidadari?"

Gadis mengerutkan keningnya dan memandang sekeliling "Mana bidadarinya? Kok Lee enggak ngeliat?" Regulus sedikit berdeham sambil mengetuk lembut bahu Lee "Bidadarinya lagi sama aku nih."

Wajah gadis itu langsung merah padam mendengar ucapan sang Saint Leo muda itu, uhuk! Uhuk! Ternyata Regulus pandai ngegombal juga ya.

Diam-diam CCTV yang dipasang Nitsuki terfokus kepada mereka, sementara di restoran Nitsuki tersenyum-senyum gaje sambil ngeliat ke hp-nya yg tersambung ke CCTV *bisa ya?*

Kemudian Ringo memandang Thea yang lagi pundung karena gagal mengajak Camus buat pergi berenang, Camus menolak ajakan gadis manis itu dengan alasan masih banyak buku yang harus dia selesaikan *puk puk Thea*

Setelah siang mereka semua berkumpul dan makan siang dengan tenang, beberapa author yang datang tanpa OC mereka segera berbisik-bisik riang bersama Nitsuki merencanakan sesuatu. Apakah itu? Nanti aja ya, males ngetiknya nih #bletaaak

15 menit kemudian mereka sudah sibuk dengan kegiatan masing-masing, tanpa disangka-sangka terdengar suara ribut-ribut dari Nitsuki dan Aspros.

"Kalau memang suka bilang saja kenapa? Apa susahnya?!"

"Itu bukan urusanmu."

"Itu urusanku semenjak kau membiarkanku berada di sisimu dan menyandang status sebagai pendampingmu!"

"Kau mendengar kabar yang salah."

"Tapi kau tidak mengelaknya!"

"Karena dari tadi kau terus berkicau tanpa memberiku kesempatan untuk berbicara."

Semua memandang heran keduanya, Rhea dan Yoru hanya menghela nafas, kemudian Yoru membawa Chiaki pergi dan menjauh dari lokasi 'medan perang', sementara yang lain terus mengamati mereka.

"Aku sudah beberapa kali memberimu kesempatan, tapi kau sama sekali tidak menggunakannya!"

"Kau tahu ucapanmu selalu sulit kupahami."

"Sulitkah sekedar ucapan 'Banyak gossip yang berkata kau mencintai Sisyphus.' Hanya itu Aspros! Hanya itu! Apa itu masih sulit untuk kau pahami?"

"Sangat, karena yang kau dengar itu omong kosong."

Gadis itu menggelengkan kepalanya, "Aku benar-benar tidak mengerti apa yang kau pikirkan dan apa yang ada di dalam kepalamu. Aku hanya ingin tahu kebenarannya." kemudian dia langsung pergi dan mengurung diri di dalam kamarnya, sementara yang lain menatap sepasang kekasih broken romance itu dalam diam.

Sementara Rhea hanya menghela nafas bersama Defteros, "Mama-mu salah paham." Rhea hanya mengangkat bahunya, "Siapa suruh orang tua itu tidak pernah jujur pada mama? Dengan ji-san saja jago berbohong kan?"

"Mau bagaimana lagi? Itu kan sudah sifatnya."

Gadis itu kembali mengangkat bahunya dan kembali focus dengan majalahnya, sementara yang lain menghela nafas mendengar percakapan mereka. Oke, Nitsuki memang salah paham karena dengar dan percaya gossip bego itu, tapi Aspros juga tidak pernah jujur dan sifatnya membuat Nitsuki ragu seragu-ragunya kalau pria itu mencintainya. Ditambah lagi kemarin dia gak sengaja ngeliat Aspros tiduran di paha Sisyphus, nah lho?

Ck ck ck, cinta kalo gak ada komunikasi emang susah ya. #dilempar_sendal_sepatu_batu_dll

Malamnya, di ruangan pertemuan.

"Semua sudah berkumpul?"

Semua mengangguk, terlihat seluruh anggota GC berkumpul. Bahkan Aspros juga ada (ditarik Saga dan Defteros), Rhea memasang wajah sebal dan segera mengambil tempat duduk paling ujung, paling jauh dari Aspros, namun sialnya di dekat dia malah ada Albafica (yang duduk diantara Rhea dan Minos) juga Asmita.

Akhirnya mereka mutusin mau party a.k.a makan besar buat selamatan Regulus, sementara Regulus yang menjadi tokoh utama makan besar kali ini hanya menyengir malu sambil melirik Lee dengan wajah merah.

To be Continued

A/N: Ampun lama update~~ lagi kena WB parah nih, ini aja maksain nulis di tengah-tengah kesakitan yang mendera tubuh *dilempar batu-bata* Oke, gak bisa ngomong apa-apa karena lagi blank. Eng... see you di chapter selanjutnya? #ditabokin