Chapter 3 Update~! :D
Maaf lama.. Aku baru saja menyelesaikan menulis ff q yang lain jadi lama updatenya.. hontoni gomen! *menunduk*
Hehe.. daripada itu sekarang yang jadi [name] bersiap-siap ya! Soalnya abis ini adalah Kise Ryota! :3
Silahkan menikmati~! :D
KUROKO NO BASUKE
I and My Boyfriends
Chapter 3 : Kise Ryota
Kau menghela nafas lagi memandang pacarmu yang berambut kuning dan memiliki wajah tampan yang sedang dikerubungi oleh fans-fans nya. Yup! Pacarmu adalah Kise Ryot! Model yang amat terkenal itu! Sudah 1 bulan kau berpacaran dengannya tapi kau tidak merasa ada perbedaan. Kau menghela nafas lagi. Melihatmu menghela nafas,Momoi mendatangi mejamu.
"[name]-chan~!" sapa Momoi padamu
"hm? ah,momoi.. apa?" tanyamu dengan malas pada Momoi.
"hehe.. seperti biasa Ki-chan populer ya" ucap Momoi dan kau menghela nafas
"tentu saja.. toh dia model" ucapmu malas
"hm? kenapa?" tanya Momoi penasaran.
"gak papa.." ucapmu lalu berdiri dan berjalan pergi
"eh? [name]-chan? mau kemana?" tanya Momoi
"toilet" ucapmu singkat dan membuk pintu kelas lalu pergi. Ketika keluar,kau sedikit melirik ke arah kise dan kau melihat bahwa Kise juga melihatmu. Dia tersenyum dan kau hanya dengan wajah pokermu saja. Kau keluar kelas dan menuju toilet wanita. Ketika berjalan,ana-anak cowok dan cewek menggosip ketika melihatmu lewat
"eh,itu kan pacarnya Kise" ucap Murid cewek A
"iya! huh.. kog kise mau pacaran ma dia sih?" ucap Murid cewek B
"hee.. lihat itu pacarnya kise!" ucap murid cowok A
"uwaaa.. dia emang manis seperti biasa! huh,Kise amat beruntung mendapa cewek gitu! Aku iri!" ucap murid cowok B
"ah,itu kan? pacarnya kise Ryota" kata Murid Cowok C
"iya.. uwa.. aku iri banget.. dia bisa pacaran sama kise! tapi dia sama kise emang cocok!" ucap murid cewek C
Kau menghela nafas lagi mendengar gosip-gosip mereka. Untung kalo ada yang mengerti,tapi ada juga yang masih gak mengerti atau gak terima. Anggap aja 70% dari mereka tidak terima dan 30% mengerti. Kau sampai juga di toilet lalu melakukan aktivitasmu *you know laaahhh* lalu kau mencuci tanganmu. Ketika kau mencuci tanganmu ada 3 cewek masuk dan berdiri di belakangmu. *samarkan nama jadi Rina,Miyu,Akira*
"heh? denger gak sih? cewek kayak gini tuh pacarnya Kise?" ucap Rina yang bisa dibilang bos mereka.
"iya tuh.. hish.. kise kog mau banget sama dia sih?" ucap Miyu sambil menatap mengejek. Sudut-sudut marah pun muncul darimu
"oke [name].. sabar.. ini cuma cewek-cewek yang iri ma kamu. Sabar..." ucapmu dalam hati menenangkan dirimu. Kau lalu mengeluarkan sapu tanganmu dan mengeringkan tanganmu yang basah. Karena kau cuek dengan mereka bertiga,Akira tidak terima. Akira menarik rambutmu dan membuatmu kesakitan.
"heh,cewek gini disukai kise? haduh.. gak banget! mending sama aku!" ucap Akira masih menarik rambutmu. Lalu kau melirik ke Akira dan kau harus menahan tawa
"gilaaa.. siapa juga yang mau sama kamu.. orang dandananmu kayak gangguro gitu.." ucapmu dalam hati lalu kau menarik rambutmu supaya bisa lepas dari genggaman Akira. Akira kaget dengan perbuatanmu,lalu menarik lenganmu.
"heh! berani banget lo! Rina,kita apain dia enaknya?" tanya Akira pada Rina
"hm. apa aja deh.. yang penting jangan wajahnya.. ntar ketahuan lagi" ucap Rina tersenyum licik. Akira dan Miyu mendekatimu dan mengepal tangan mereka akan memukulmu. Kau menghela nafas melihat tingkah mereka
"ampun deh,kalian kekanak-kanakan banget.. cemburu?" tanyamu dengan nada mengejek.
"a-apa!?" ucap Miyu tidak terima.
"heh! lo itu ngapain pacaran ma Kise? ngincer apa sih lo!?" sentak Akira padamu dan kau menatapnya tajam
"urusai gangguro" ucapmu dengan nada dingin membuatnya agak mundur. Lalu kau merasakan sesuatu yang keras mengenai Bahumu. Dan kau baru sadar kalau Miyu memukul bahumu dengan pipa kecil disana. Kau memegang pundakmu yang kesakitan.
"ahaha.. rasain!" ucap Rina tertawa senang sama dengan Miyu. NYUT! apa itu? yup! benang kesabaranmu sudah ptus sekarang. Kau langsung memandang mereka bertiga dengan dingin dan menusuk. Kau juga berbicara dengan nada yang dingin sekali
"hm.. kalian semua ingin dapat tiket gratis ke neraka?" tanyamu sambil tersenyum manis dan sontak membuat mereka semua bungkam. Aura hitam sudah muncul dibalik tubuhmu. Kau mengambil barang yang ada di kantung bajumu
"are~? kog gunting Sei ada disini ya~? ah~! Aku lupa mengembalikannya nih~! Ara,apa aku kembalikan setelah berlumuran darah ya~?" ucapmu dengan nada bahagia dan masih tersenyum manis. Kau mengarahkan gunting keramat akashi pada cewek-cewek itu. Lalu dengan sigap mereka bertiga minta maaf padamu sambil menunduk
"GOMEN NASAI!" Teriak mereka bertiga
"lho? aku belum lakuin apa-apa lho.. hm.. ya udah deh,yang pemting kalian udah minta maaf.. Ja ne~"ucapmu sambil berjalan ke pintu
"o,iya! jangan kasih tau siapa-siapa soal ini ya! dadah!" ucapmu pergi sambil tersenyum.
Ketika berjalan kau menghela nafas.
"he~ Ternyata sifatnya sei ampuh juga untuk hal ini.. beruntung ada gunting ini jadi inget! hehe.." katamu sambil tertawa riang. hm? Sei? siapa itu? eh? aku belum ngomong ya? Sei adalah Akashi Seijuuro atau bisa dibilang adalah kakakmu! Jeng jeng! kaget ya? Yup!Kau adalah saudara kembar dari Akashi seijuuro!
"ah,aku kembalikan dulu deh" kau lalu berjalan menuju kelas Sei. Ketika kau sampai di kelas tersebut kau bertemu midorima di pintu
"ah! Midorima!" sapamu pada midorima yang menengok kearahmu
"ne ne,panggilin Sei dong!" pintamu pada Midorima. Midorima hanya mengangguk dan memanggil akashi *menurut banget ya! Maklum,kau itu adiknya akashi sih!*
"akashi! [name] mencarimu nadonayo" panggil midorima sambil membetulkan kacamatanya. Akashi lalu berjalan kearah Midorima. Dan yang pasti hal ini jadi pusat perhatian kelas. Ya mana mungkin tidak! Ini adalah tontonan kakak beradik yandere soalnya. -" *dilempar gunting*
"[name] apa?" tanya Akashi
"ah,Sei! nih" katamu mengulurkan gunting merah kesanyangannya Akashi. Akashi langsung mengambilnya dan bingung melihatmu tersenyum-senyum
"kenapa?" tanya Akashi
"ah,tidak~ hanya saja gunting itu ampuh untuk mengancam orang ya~ Khu khu khu~~" ucapmu dengan tertawa sadis *jleb! gunting nancap baju author* em.. maksudku manis.
"hm.. tentu saja.. khu khu khu.." ucap akashi dan tertawa sad-manis.. -" Segera misorima menyingkir dan kelas tersebut ketakutan melihat cara kalian tertawa yang sa-manis.
"ah! [name]-chi! aku cari kemana-mana lho!-ssu!" ucap sebuah suara yang dikenal. Kau menengok kearah suara itu dan mendapati pacarmu datang kepadamu
"hm? Ryota?" ucap kalian berdua bersamaan.
"ara,ada Akashi-chi to?" ucap Kise
"tentu aja kita ada baka!" ucap kalian berdua lagi.
"baka,disini ada 2 akashi oi!" ucap Aomine muncul dibelakangmu bersama kuroko
"ah,maksudku akashi yang jantan.. hehe"ucap Kise dengan ketawa garing
"hm.. jadi aku akashi betina gitu?" ucapmu dengan agak sebal
"iya-ssu! eh? gak-gak! maksudku yang cowok sama cewek!" ucap Kise
"buwahahaha.. Jantan sama Betina.. AHahaha.." suara tawa dari aomine dan tawa tertahan dari kuroko. Lalu mereka mendapat sorotan marah darimu dan akashi-er.. seijuro maksudnya. Segera kau dan akashi melempar gunting merah ke aomine
"wuiz! oi! aku gak salah apa-apa kan!? kog langsung 2 gunting hah!?" omel Aoimen dan swung... 2 gunting lagi
"oi! kalian mau membunuhku hah!? Saudara kembar yandere!" omel aomine lagi dan swung swung... 4 gunting sudah melayang dan 1 gunting baru saja memotong rambut omine sedikit.
"kalian!" teriak Aomine emosi dan kau serta akashi mengeluarkan gunting 3 dari kantong masing-masing dan melempar lagi sebelum Aoimine ngoceh melihat gunting kearahnya.
"..." hening.
"ah,aomine-kun arigato tamengnya" ucap sebuah suara dan semua berbalik kearah belakang aomine. Dan orang dibelakang adalah Kuroko
"argh! Tetsu! brengsek kau! kau sengaja berlindung di belakangku hah!?" teriak Aomine dan 2 gunting melesat lagi
"Daiki/aomine kau hanya buang-buang oksigen tau.. berisik.." ucap sang kembar dan aomine bungkam.
Ketika pulang kau berjalan pulang dengan Kise. Kalian bergandengan tangan saat pulang. Kalian juga makan es krim yang baru saja dibeli oleh kise dan mengingatkan ketika prtama kali Kise masuk klub basket *silahkan liat film kurobasu yang ova cerita kise mengenal kuroko*
"ne ne,[name]-chi~! besok minggu ada acara?" tanya Kise
"hm? minggu? gak ada.. napa?" tanyamu sambil masih makan es
"yosh! Minggu kita date yuk!" ajak Kise bersemangat
"ogah" ucapmu singkat dan membuat kise menangis ala anime seperti biasanya
"kenapa~~?" tanya kise masih menangis
"habis nanti banyak fans yang melihatmu dan kita gak bisa date.. ingat 2 minggu yang lalu? gara-gara kau dikerubungi oleh fans-fans mu itu kita gak jadi date dan kutinggal pulang. buat apa aku sia-siain hari libur buat gitu?" ucapmu dengan cuek dan membuat Kise pundung menatap tembok
"sasuga Akashi no imouto" ucap Kise sedih. Kau tertawa sedikit melihat tingkah kise. "kasihan juga sih.." pikirmu
"sigh.. oke oke.. besok minggu kita date" ucapmu sambil mesih makan es dan Kise langsung semangat
"yay! [name]-chi" kata Kise senang dan langsung memelukmu dengan kencang dan membuatmu sesak nafas
"ugh! give up! gak bisa nafas!" ucapmu lalu kise melepaskan rangkulan
"arara.. gomen-ssu!" ucap Kise minta maaf. Kau hanya memasang tampang sebal
"hehe.. kau memang manis [name]-chi!" ucap Kise dan wajahmu memerah. Setiap kali Kise menyebutmu manis kau selalu memerah padahal jika orang lain yang bilang kau biasa saja.. mungkin gara-gara cinta.. *dilempar gunting lagi*
"ba-baka!" ucapmu sambil berjalan mendahului kise. Kise tersenyum dan menarik tanganmu membuatmu kembali menatapnya dan dengan cepat Kise mencium bibirmu dengan lebut. Kau kaget dan tapi membals ciumannya. Kise melingkarkan tangannya di pinggulmu dan kau menekan tanganmu di dadanya dan kau berjinjit untuk meperdalam ciuman. makhlum kamu pendek kayak akashi,*dilempar 2 gunting sama kau dan akashi*
"aku suka kau [name]-chi" ucap Kise setelah kalian berciuman
"mm! aku juga suka kau kise ryota" ucapmu dan kalian berciuman lagi.
"aku senang kau menjadi pacarku kise ryota!"
OMAKE
Kau bergandengan tangan bersama Kise Ryota berkeliling untuk menikmati Date mu ini. Ketika kalian di cafe,entah ada sebuah rambut yang menagkap perhatianmu
"ne~ Aka-chin~ kita ngapain disini~?" tanya Murasakibahara yang sedang makan maiubo
"huh.. tentu saja memastikan adikku kencan kan?!" ucap Akashi masih memperhatikan kau dan Kise ngomong-ngomong
"tapi kenapa Akashi-kun?" tanya kuroko sambil minum vannila shake nya
"bukannya kau harusnya juga date dengan pacarmu akashi-kun?" tanya momoi *pacar yang dimaksud adalah [name] di chapter 2*
"aku sudah bilang padanya dan dia mendukung.. intinya minggu depan kita date" ucap Akashi
"kalian memang saudara yang aneh" ucap Aoimine dan mendapat tatapan dari Akashi dan dilempar gunting.
"hastyi!" ucapmu bersin secara tiba-tiba membuat kise kaget
'kau kenapa [name]-chi? pilek? sakit?" tanya Kise khawatir
"ah,gak apa-apa.."katamu sambil mengusap hidungmu dengan sapu tanganmu
"sepertinya ada orang yang ngomongin aku dengan tidak enak" ucapmu
"ha? emangnya itu beneran? soal bersin itu?" tanya Kise
"ya.. aku 100% bener soalnya orang itu dudu disana" ucapmu sambil menunjuk tempat akashi dkk duduk. Kise menengok juga
"lh? itu kan-" ucap kise dan dipotong oleh mu dengan menaruh jari telunjukmu di mulut Kise
"sssttt.. kita pura-pura gak tau dulu. nanti kalo mereka lengah kita kesana" ucapmu pada Kise dan Kise mengangguk dan sedikit merinding ketika kau mengeluarkan gunting
"Dasar kau idiot ahomine" Ucap midorima sambil membetulkan kacamatanya
"huh!? aku gak mau dengar dari cowok aneh lucky item idiot sepertimu!" ucap Aomine pada Midorima
"kau idiot ahomine,ini adalah lucky item hari ini!" kata Midorima sambil menunjukan lucky item yang tidak lagi adalah bando berwarna pink! *ayo banyangin kayak apa*
"kau kelihatan idiot!" kata Aomine dan midorima terus saja ribut. lalu Akashi menganggkat tangannya dan swung! 2 gunting menancap di meja depan Aoimine dan Midorima
"are? kog 2?" ucap Momoi bingung
"Aka-chin kan hanya melempar 1" ucap Murasakibahara yang melihat akashi. Akashi juga bingung dan mendapat firasat negatif
"ah,[name]-san,Kise-kun doumo" sapa Kuroko pada orang yang sudah berdii dekat akashi. Semua segera melihat [name] dan kise sudah berdiri dekat mereka. Semua segera berteriak termasuk Akashi?
"UWAAAA! SEJAK KAPAN KALIAN DISINI!?" teriak semuanya
"hm.. dari tadi.. dan kalian sepertinya sedang asik ya~ lagi apa?" tanyamu dengan tersenyum
"ah,ki-kitaa... anu.." ucap Momoi terbata-bata
"kita dipanggil aka-chin kesini~~" ucap Murasakibahara dan semua menatapnya "bodoh!"
"hm? Sei ya?" ucapmu memandang Akashi.
"ne~ Sei~ Ikut aku dulu yuk~!" ucapmu menarik Akashi dengn paksa
"ah,ryota tunggu sini ya~ sebentar kog~!" katamu pergi kepojokan membawa Akashi. 5 menit kemudian kau kembali bersama AKashi dengan raut menyesal
"minna,bubar sekarang" ucap AKashi
"eh?" ucap mereka semua bingugn
'bubar!" perintah akashi pada semuanya
"saa,Ryota~ yuk pergi~" ucapmu membawa Kise pergi. Kise bingung dan hanya ikut aja. Semua bingung melihat kepergianmu dan melihat akashi dengan bingung
"kenapa akashi-kun?" tanya Kuroko. Akashi menghela nafas dan mengambil benda di kantongnya dan menunjukan pada mereka. Semuanya melihat benda ditangan Akashi. Semuanya langsung tertegun dan berteriak bersamaan
"EEHHH!? PATAAAH!? GUNTING AKASHI-KUN/AKA-CHIN/AKASHI PATAAAHHH!?" teriak mereka tidak percaya
"dia juga memarahku" ucap akashi. Semua hening sesaat terus
"EEEHH!?" teriak mereka lagi.
"pokoknya sekarang bubar!" ucap Akashi lalu keluar. Semua tertegun
"[name] seram... membuat akashi seperti itu.." ucap mereka semua ketakutan
#HALO MINNA~~ Maaf ganggu sebentar~! Aku kasih quiz nih! tebak ya~~ Berapa gunting yang melesat dalam chapter ini? Mohon dijawab ya~ Jawaban dikirm dengan pm saya! Hanya berlaku bagi orang yang pertama ngirim! Hadiahya kalian bisa request 2 orang dari kurobasu buat cerita selanjutnya! Hehe.. aku bikin ini soalnya bingung mau bikin soal siapa selanjutnya~ ya udah,terima kasih~~!#
Yaho~~! Gimana? bagus gak!?
semoga kalian senang jadi pacar kise ryota! .
Hehe.. aku bikin sifat kalian ganas gini soalnya terlintas dipikiranku sifat kise yang kekanak-kanakan dan aku berpikir kalo bikin [name] itu galak kaya akashi~! Jadinya malah saudara deh~~! hehe.. :3
Jangan lupa Review ya~!
DAN jangan lpa quiz nya~~! .
Ja ne~~! *melambai dan gunting pun terlempar*
