A/N:Tak ada yang akan mau dikatakan. Ya semoga kalian puas dengan chap kali ini


Disclaimer: Saya tidak akan pernah mengakui kepemilikan Naruto

Rate: T

Pair: mengikuti alur cerita atau tidak ada pair disini.

Genre: Adventur, Family

Warning: Typo, ooc, oc, bahasa yang aneh, abal-abal, banyak kekurangan di sana-sini, alur yang terlampau cepat, sistim SKS (Sistim kebut semalam). Dan untuk Naruto disini sangat OOC


Naruto berlari dengan kecepatan penuh, berusaha menghindari bahaya yang mengejarnya. Langkah kakinya agak tersendat dikarenakan tangan kanannya menggenggam atau menarik tangan yang lebih kecil darinya. Sesekali Naruto menarik tangan tersebut agar sang pemilik tangan dapat mengimbangi kecepatan larinya.

Mata beriris biru miliknya menatap dengan waspada setiap jalan dan gang yang mereka lalui. Seakan dibalik gelapnya gang tersebut ada bahaya yang bersembunyi dan siap menerkam mereka kapan saja. Sesekali Naruto melirik adiknya Menma yang sudah sangat ketakutan. Kakinya sudah lelah berlari. Namun wajah ketakutan adiknya dan teriakan para warga desa yang mengejarnya membuatnya tetap memaksakan langkah.

Berbelok seraya menghindari berbagai lemparan dari warga yang mengejarnya. Pupil matanya melebar seketika, ketika langkah kakinya menuntunnya untuk memasuki gang sempit tersebut, dan hanya jalan buntulah yang pada akhirnya menghadang mereka. Memutuskan berbalik arah, hanya membuat pikirannya semakin panik. Para warga desa ditambah beberapa Shinobi mulai datang dan mendekati mereka.

Dan didalam kebutaan pikiran. Naruto memutuskan untuk berdiri dihadapan Menma. Menyembunyikan tubuh adiknya, Naruto menggunakan tubuhnya sendiri sebagai perisai. Para warga desa dan beberapa Shinobi yang mendekat langsung berhenti ketika mendapati bahwa seorang Namikaze - Uzumaki Naruto berdiri dan menghadang mereka.

"Kenapa Naruto-sama melindungi jelmaan siluman itu?" ucap salah seorang warga pada Naruto. Dan hanya dibalas tatapan tajam dari orang yang ditanya.

"Karna dia adikku" ucap Naruto tegas, dan bagaikan pernyataan tidak bisa dibantah sama sekali. "Maka sebab itu aku akan melindunginya" tiba-tiba Naruto mengeluarkan sebuah kunai yang entah dari mana dia dapat dari dalam sakunya. Dan kemudian menggenggam kunai itu dengan erat.

"Namikaze Menma sudah lama meninggal karena Kushina-hime keguguran Naruto-sama" bujuk salah satu warga. "Yang ada dibelakangmu saat ini adalah jelmaan monster yang menyerupai adikmu"

"TIDAK!" teriak Naruto dan mengangkat kunainya ketika melihat para warga yang semakin mendekat. "Kalian tidak tau apa-apa. Aku ada disana ketika Kaa-san melahirkan Menma!"

Para warga desa terdiam memikirkan cara bagaimana dapat menghajar habis-habisan jelmaan monster yang berlindung dibalik tubuh Naruto putra dari Yondaime Hokage yang amat mereka hormati. Terus berfikir akhirnya sebuah senyuman keji terukir diwajah mereka, ketika mereka mendapatkan cara yang paling tepat dan tidak pula melukai Naruto.

Tiba-tiba dua orang Shinobi muncul disamping kiri dan kanan Naruto. Naruto dengan reflek lansung melayangkan kunainya pada seorang Shinobi yang sedang dan tepat berada disamping kanannya.

Grepp

Namun sayang pergelangan tangan Naruto berhasil ditangkap dengan mudah oleh Shinobi tersebut. Menyerang Shinobi itu dengan kaki kanannya Naruto tersenyum penuh kemenangan ketika Shinobi itu tidak menahan serangannya. Tapi, kekecewaan harus didapatkannya kembali karena tendangannya yang tidak bertenaga itu tidak memberikan pengaruh apapun.

Pikiran Naruto semakin panik ketika dirinya ditarik menjauh dari Menma. Tubuhnya berusaha untuk memberontak keras, berusaha untuk terlepas. Namun sayang kehabisan tenaga menjadi faktor utamanya.

Pikiran dan padangannya mulai kosong ketika dengan mata kepalanya sendiri Naruto melihat bagaimana Menma didatangi oleh para warga desa dan juga beberapa Shinobi. Dengan mata kepalanya sendiri dia melihat tubuh kecil Menma yang dipukul, ditendang dengan tidak berperikemanusiaan seakan adiknya adalah binatang hina. Dan seketika amarah Naruto meluap ketika seorang Shinobi mendekat dan menggoreskan kunai milik Shinobi tersebut pada pipih Menma hingga berdarah.

Semakin kuat memberontak dan entah mendapat kekuatan dari mana. Naruto terlepas dari cengkrama Shinobi yang menahannya tadi. Berlari dengan sisa-sisa tenaga yang ada, dengan kunai yang masih dingenggamnya Naruto melompat dan lansung menikam leher Shinobi yang menggoreskan kunai pada wajah Menma. Dengan kunainya Naruto membunuh Shinobi tersebut, sebelum Shinobi itu berbuat lebih.

Seketika warga desa yang melihat aksi pembunuhan didepan mata mereka berteriak takut. Para Shinobi yang ada tidak bisa berbuat lebih, mereka takut akan status Naruto didesa ini. Dan yang lebih mereka takutkan adalah pandangan dingin dan menusuk dari mata beriris biru langit tersebut. Pandangan mata yang sama ketika Yondaime Hokage berperang pada perang dunia Shinobi ketiga. Pandangan itu pandangan yang dingin dan menusuk seakan mampu untuk mencabut jiwamu seketika.

Tidak berlangsung lama. Seketika muncul empat orang ANBU didekat Naruto. Kemunculan empat orang ANBU yang langsung membubarkan warga desa dan Shinobi yang mengejar Naruto dan Menma tadi. Naruto terjatuh diatas tanah ketika melihat kedatangan empat orang ANBU tersebut. Dan masih dalam keadaan sadar Naruto merasakan salah seorang dari ANBU yang datang menggendongnya dan membawanya pergi.

Melompat diantara rumah penduduk. Naruto sempat tersadar, sebelum akhirnya dia terlelap karena kelelahan raga dan mental. Dan tidak menyadari sesosok pria tua yang melihat aksi Naruto dan A sampai Z.

0o0o0

Naruto membuka matanya ketika bau obat-obatan yang sangat menyengat masuk dan menusuk indra penciumannya. Memperhatikan sekitarnya dengan seksama, dengan cepat otaknya dapat menyimpulkan bahwasanya saat ini dia berada didalam rumah sakit atau lebih tepatnya dalam kamar/ruangan pasien dirawat.

Klik

Pandangannya teralihkan ketika pendengarannya menangkap bunyi pintu yang dibuka. Walaupun pelan tapi itu sudah cukup untuk terdengar baginya. Mengalihkan perhatiannya kearah pintu tersebut. Seketika amarah lansung meluap didalam dirinya ketika mendapati sosok yang membuka pintu tersebut.

Sosok yang menyebabkan adiknya Menma mendapatkan kutukan dan cacian dari semua warga Konoha. Sosok yang menyembunyikan identitas adiknya yang sebenarnya dan mengantinya dengan kebohongan busuk. Sosok itu Sandaime Hokage.

"Sudah sadar Naruto-kun" ucap Hiruzen seraya duduk disamping kasur Naruto. Berusaha memengang tangan bocah yang sudah dianggapnya cucu sendiri bahakan lebih.

Namun sayang, dengan cepat Naruto lansung menapik uluran tangan Sandaime. "Mau apa lagi kau kemari?" ucap Naruto yang lebih memilih memandang langit mendung kelabu dibanding memandang wajah lawan bicaranya.

Hati Hiruzen seketika sakit mendengar perkataan Naruto barusan. Seorang bocah yang sudah dianggapnya sebagai cucunya sendiri bahkan lebih. Bocah yang dulu berbicara dan bersikap layaknya langit ufuk timur dipagi hari atau seindah langit senja yang kemerahan. Dia tidak mengangka jika cucu kesayangannya berubah dan bahkan seakan telah tenggelam dalam kegelapan dikarenakan ucapannya. Namun Hirizen mencoba bersabar, karna dia tau penyebab berubahnya Naruto adalah dia. "Jii-san baru saja mengunjungi kamar Menma-kun" ucap Hiruzen mencoba mengalihkan perhatian Naruto. "Sepertinya kondisinya sudah mulai membaik"

Seketika pandangan mata Naruto langsung menuju kepada orang yang sudah dianggapnya sebagai kakeknya sendiri. Pandangan mata yang sama tajamnya dengan Yondaime Hokage, yang secara tidak lansung membuat Hiruzen sedikit ngeri. "Baik katamu!"

"Asal kau tau. Dia sudah berkali-kali hampir menemui ajalnya" ucap Naruto seraya menunjuk Hiruzen dengan tangan kanannya. Dan peretan dengan pangkat orang yang ada dihadapannya saat ini, dia tidak ambil pusing. "Mana janjimu pada Tou-san dan Kaa-san. Mana janjimu sebagai Hokage, jii-san"

"Harusnya kau malu, karna tidak dapat menepati janjimu pada seseorang apalagi orang itu adalah penyelamat desa terkutuk ini" tubuh Naruto tiba-tiba saja kehilangan tenaga dan seketika tertidur diatas kasur, namun kesadarannya masih terjaga. "Enyahlah dari hadapanku jii-san. Karna kau menurutku tidak pantas menjadi Hokage lagi"

Seperti ditusuk oleh ribuan jarum. Batin Hiruzen bergoncang hebat mendengar perkataan cucunya barusan. Dia tidak menyangka jika Naruto akan berkata demikian. Namun, disatu sisi dia paham akan kekecewaan Naruto pada dirinya. Berdiri kemudian Hiruzen memilih untuk meninggalkan ruangan tempat Naruto dirawat.

Pergi kearah pintu Hiruzen memutar knop pintu tersebut kemudian keluar. Dan sebelum pintu itu benar-benar tertutup Hiruzen masih menatap Naruto dengan pandangan yang sulit diartikan.

'Maafkan aku Minato, Kushina' batin Hiruzen berucap seraya kakinya melangkah didalam lorong rumah sakit yang diterangi oleh cahaya remang dari lampu neon. 'Maafkan jii-san, Naruto-kun, Menma-kun' masih terus berjalan. Bahkan Hiruzen tidak mengindahkan salam hormat dari beberapa pengawai rumah sakit yang dilaluinya.

Masih dan terus melangkah hingga tubuh sang Sandaime Hokage menghilang didalam bayangan malam.

Sejak ditinggal oleh Hiruzen. Naruto hanya memandang kosong dinding putih dari kamar rumah sakit tempatnya dirawat. Hatinya semakin sakit ketika pikirannya mengulang ulang perkataan kasarnya kepada orang yang sudah dianggapnya sebagai kakeknya sendiri. Inggin rasanya dia berteriak keras dan memanggil panggilan Jii-san pada orang tua tersebut. inggin rasanya dia mengadukan permasalahannya kepada orang yang selama ini selalu ada dan menyayanginya itu.

Namun, rasa amarah sesaat mengaburkan pikiran jernihnya. Dia menyesal karena telah menghardi Jii-sannya tersebut. Tapi, dia tidak bisa menunjukkan wajahnya yang sebenarnya pada siapapun, cukup hanya dia dan Tuhan yang tau. Dan biarkanlah orang lain melihat Topeng yang selama ini menutupi wajah aslinya. Tanpa tau luka dan wajah asli miliknya.

0o0o0

Tidak cukup untuk tiga hari agar Naruto keluar dari penjara terkutuk itu. Setelah keluar dari rumah sakit Naruto langsung memilih untuk lebih keras lagi melaih dirinya agar semakin kuat. Memilih berlajar dari scroll-scroll jutsu yang didapatnya entah dari mana dan siapa. Naruto mulai melakukan dengan perlahan namun pasti setiap Jutsu yang tertulis disitu.

Awalnya memang sulit baginya untuk melakukan berbagai macam hal yang tertulis didalam scroll tersebut. Namun, semua itu berubah ketika seorang pria tua datang dan mengajarkan berbagai tehnik ninja. Bahkan termasuk untuk kontrol cakra yang baik dan benar.

Dan sejak keluar dari rumah sakit tersebut. Latihan yang diberika pria tua itu padanya memang gila. Namun dia tidak peduli, pikirannya yang masih kecil perlahan dikotori oleh pria tua itu. Bahwa dengan menjadi semakin kuat dia dapat melindungi adiknya. Sebulan, dua Bulan Naruto sudah berkembang dengan sangat siknifikan. Bahkan untuk anak seusianya Naruto termasuk anak yang amat - sangat berbakat, bahkan terlalu berbakat. Tidak cukup baginya untuk mempelajari setiap jurus yang ada pada scroll tersebut.

Bahkan Naruto sudah mampu mengeluarkan kekkei genkai miliknya yaitu berupa rantai berpijar terang dengan ujung runcing yang tajam. Dan tidak sampai disitu saja Naruto bahkan sudah mampu unutk menguasai Jutsu berelement angin dan air. walaupun semua Jutsunya hanya Jutsu kelas Rank-C dan Rank-D.

Hingga dalam melihat perkembangan Naruto. Pria tua itu tidak ragu untuk memasukan Naruto kedalam jajaran Skuad ANBU-root miliknya, masa bodoh dengan Hiruzen yang akan menentangnya habis-habisan. Cukup dengan menghasut lebih dari setengah dewan maka dia akan menang.

0o0o0

Hiruzen semakin terpuruk ketika mendapati bahwa Naruto telah berada didalam jajaran Skuad ANBU-root milik Danzo. Menyesali kelemahannya Hiruzen masih dan akan terus melindungi Naruto. Bahkan Hiruzen sempat mengancam akan membunuh Danzo seketika. Ketika dia mengetahui bawa Danzo menggunakan Naruto sebagai sentaja pembunuh atau menggunakan berbagai percobaan pada tubuh cucunya tersebut.

Sekarang dia hanya bisa sekuat tenaga melindungi Menma agar tidak sampai berada ditangan Danzo. Cukup dia gagal melindungi Naruto, dia tidak ingin Menma menjadi sama seperti kakaknya. Namun senyuman tulus masih terukir diwajah Hokage tua itu, sebuah senyuman kebahagiaan mendapati Naruto tidak berubah menjadi manusia tanpa ekspresi, masih menyepanya dengan nada ceria seakan sudah melupakan kejadian dirumah sakit waktu itu.

Namun tetap dalam batinnya ada satu keraguan? Manakah wajah Naruto yang sebenarnya.

0o0o0

Danzo sendiri bukan manusia bodoh. Pengalaman terjun kedalam perang selama bertahun-tahun telah memberinya kepekaan mengenai seseorang dalam memberikan sebuah ancaman. Mana itu ancaman bualan dan mana itu ancaman yang sesungguhnya. Dan baginya ancama Hiruzen merupakan ancama yang cukup nyata baginya.

Memang sejak awal, Danzo tidak berniat menjadikan Naruto sebagai seorang atau alat bagi Desa. Awalnya Danzo hanya inggin mengajarkan putra pertama Yondaime Hokage ini dengan cara atau jalan ninjanya. Karena diusia yang semakin diujung tanduk, Danzo memerlukan seseorang yang akan mewarisi ideologinya. Dan dia sudah memutuskan bahwa orang itu adalah Uzumaki Nauto.

Atau Namikaze Naruto. Sebelum Naruto ikut menggunakan marga Ibunya dikarenakan status Menma dirahasiakan.

Tapi, keadaan desa yang genting memaksanya untuk mengubur impiannya dalam-dalam. Uchiha yang memberontak memaksanya untuk menggunakan kemampuan menakutkan dari Naruto. Bersama dengan Itachi, Danzo dan seluruh petinggi Konoha akan melakukan sebuah perbuatan terkutuk pada malam itu. Yaitu...

Menghapuskan Clan Uchiha dari muka bumi ini.

0o0o0

"Jadi inikah akhirnya" ucap Hiruzen memandang jauh kedepan. Menatap sendu langit malan dengan bulan purnama indah yang bersinar terang. Ketika Itachi dan Naruto melaporkan bahwa misi pembantai Clan Uchiha sudah selesai.

Membalikan badannya. Untuk pertama kalinya Hiruzen menyaksikan wajah dari dua pembunuh tak berdosa tersebut. Wajah asli yang terpahat dengan jelas dari seorang Uchiha Itachi dan Uzumaki Naruto.

"Tolong jaga Sasuke Hokage-sama" ucap Itachi masih membungkuk hormat pada Sandaime Hokage.

"Tolong jama Menma, Jii-san" ucap Naruto, namun Hiruzen dapat menangkap kegetiran dari kalimat bocah tersebut.

"Aku akan menjaganya semampu yang aku bisa" ucap Hiruzen yang kemudian memeluk kedua pembunuh tak berdosa tersebut. "Jaga diri kalian baik-baik"

.

.

.

.

.

Naruto membuka matanya ketika ingatan-ingatan masa lalu terulang kembali dan berakir ditempat yang sama bagaikan sebuah flim rusak, dan marasakan sudah saatnya untuk bangkit dari istirahat malamnya. Sekarang Narito sedang berada disebuah hutan dikawasan selatan Kirigakure. Sesekali mulutnya menguap lebar, berusaha menghilangkan efek kantuk yang masih tersisa. Memandang sebuah cincin dikelingking kirinya yang bertuliskan kanji [Ku] yang artinya langit. Naruto beralih memandang langit cerah dimana warna biru menjadi latar lukisan angkasa. Langit yang sama dengan nama cincin miliknya. Menutup matanya Naruto mulai berkonsentrasi. Beberapa detik kemudian, ia membuka matanya dan berada diruangan gelap bersama sembilan 'hologram' lainnya.

"Ada apa, Leader-sama" tanya siulet yang Naruto ketahui sebagai Itachi.

"Aku inggin mengimformasikan bahwa. Untuk menunjang anggaran keuangan kas Akatsuki. Ada beberapa hal yang harus dilakukan. Pertama aku inggin kau Kakuzu bersama partnermu Hidan memburu setiap Shinobi atau warga bisa yang tertera dalam buku Bingo." Ucap Pein sang leader memberikan instruksi. Dan langsung mendapat anggukan dari yang disuruh.

"Lalu aku inggin kalian berdua" tunjuk Pein pada Itachi dan Kisame. "Segera kumpulkan harta rampasan kita dari desa-desa yang telah kita taklukkan"

"Hn/Oke" balas Itachi dan Kisame.

"Ketiga! Aku inggin kau Naruto pergi ke Nami no Kuni untuk melakukan misi solo dalam mengambil semua dokument penting perusahaan milik Gatori" ucap Pein.

"Dan untuk hari ini sekian. Jaga diri kalian masing-masinh" ucap Pein. "Terutama kau Naruto!"

Dengan itu Naruto kembali membuka matanya. Berdiri. Dan kemudian merapikan sejenak jubahnya yang kusut akibat tidur dan lansung bermeditasi untuk mengadakan rapat.

Mengeluarkan kunai cabang tiga dari balik jubahnya. Naruto kemudian merentangakan tangan kanannya lurus seperti dalam sikap sempurna. Menjatuhkan kunai itu bergitu saja. Naruto hanya memandang datar kunai yang meluncur lurus mengarah ketanah. Namun, sebelum sampai menancap ditanah, kunai itu menghilang seperti tenggelam dalam genangan air.

Yang kemudian disusul Naruto yang menghilang dalam kilatan berwarna merah.

0o0o0

Menma hanya bisa mengumpat kesal ketika untuk kesekian kalinya dia terjatuh, memandang Sasuke yang tepat berada disampingnya lansung membuat sebuah senyuman terukir diwajahnya. Pasalnya sang Uchiha penghabisan ini bahkan lebih buruk dibandingkan dirinya dalam melakukan kontrol cakra.

Memandang keatas pohon hanya akan membuatnya semakin iri. Dikarenakan Sakuka sudah bisa melakukan tehnik berjalan diatas pohon. Menghela nafas sebentar, Menma kembali berlari untuk melakukan tehnik berjalan diatas pohon.

Kakashi hanya tersenyum simpul melihat kelakuan para murid Geninnya. Seraya membaca sebuah buku orange karya Maestro Jiraiya, Kakashi sesekali tersenyum mesum. Namun kegiatannya harus ditunda dulu karena Menma, Sasuke, dan Sakura yang memberikan death glare maut padanya. Bahkas Sasuke mengaktifkan Sharingan walaupun itu cuma satu tome. Menutup buku nistanya, Kakashi hanya bisa menghela nafas berat.

Namun sayang semua kegiatan mereka dipantau oleh seorang remaja berambut spike merah, yang berdiri tidak jauh dari mereka semua. Dengan menekan titik cakranya hingga sampai pada level terendah. Dia memperhatikan seorang remaja yang usianya lebih muda darinya. Senyum penuh kerinduan tercetak diwajahnya ketika memperhatika dari jauh remaja pirang yang tak lain adalah adiknya sendiri sedang bercanda dengan teman satu kelompoknya.

Dan sebelum ketahuan remaja bersurai merah tersebut. langsung menghilang didalam kilatan merah.

0o0o0

"Memang Ninja yang tidak berguna!" ucap Gatori mengejek seraya memandang remeh Zabuza yang sudah bertekuk lutut dihadapan Kakashi

Memeluk mayat Haku yang sudah tak bernyawa. Zabuza menangis dan meraung keras menyangkal keperkian seorang Haku yang telah dianggap anak oleh dirinya sendiri. Memandang kosong kedepan. Saat itu juga pandangannya fokus kepada Gatori. Memandang Kakashi, Zabuza meminta sebuah kunai sebagai senjatanya untuk membunuh Gatori. Dan Kakashi yang menyangguppi hal tersebut segera memberi Zabuza sebuah senjata yang lansung digigit oleh pria itu, dikarenakan kedua tangannya sudah tidak bisa difungsikan lagi. Karena memeluk anaknya Haku.

Berdiri seraya mengendong Haku. Zabuza bersiap untuk berlari kehadapan Gatori dan ratusan Samurai yang melindungi pria cebol berbadan gemuk tersebut. Berlari untuk menyusul anaknya disana.

Namun langkahnya terhenti ketika dihadapannya muncul seorang remaja bersurai merah dalam kilatan merah yang berdiri dihadapannya. Kemunculan remaja itu yang menjadi mimpiburuk bagi Kakashi, sedangkan Menma dan Sasuke segera berlari mengejar sosok tersebut. "NII-SAN!"

"Siapa kau!?" tanya Zabuza.

"Kau!" ucapnya tanpa mengalihkan pandangan kepada Gatori. "Tidak perlu tau siapa aku"

"Apa yang kau ingginkan" ucap Zabuza.

"Bukan urusanmu!" kemudian Naruto mengeluarkan kunai cabang tiga dari balik jubahnya lalu merentangkan tangan kanannya sejajar dan diakhiri dengan menjatuhkan kunai itu kebawah yang seketika lansung melesat cepat menuju tanah. Namun sebelum menyentuh tanah kunai itu menghilang seperti tenggelam dalam genangan air.

"Kinjutsu : Hiraishin naite sukai" mengucapkan nama Jutsunya dengan pelan. Seketika diatas langit terjadi fenomena aneh. Dimana langit seperti permukaan air laun yang bergelombang-gelombang. Dan dari langit berjatuhan ratusan kunai cabang tiga yang meluncur dengan indahnya seperti hujan.

Para Samurai dan Ninja sewaan Gatori hanya menangkis kunai-kunai itu dengan mudah, sesekali mengejek Naruto yang dianggap mengeluarkan sebuah Jutsu yang payah. Naruto hanya diam dan tetap berdiri disana. Mengalihkan pandangannya kebelakang sebuah senyum kecil dan tipis terukir diwajahnya sebelum Naruto menghilang dalan kilatan merah.

Muncul dalam kilatan merah dihadapan Pada Samurai dan Ninja sewaan Gatori. Naruto dengan cepat menghabisi para Samurai dan Ninja itu dengan sadis. Dan Samurai dan Ninja yang melihat rekan-rekan mereka yang terbunuh tidak tinggal diam. Meluncurkan berbagai serangan Katon dan Futon. Mereka berusaha untuk membunuh Naruto, namun hasilnya nihil karena Naruto hanya akan kembali menghilang dan lansung membunuh mereka.

Bahka seorang Samurai mencoba untuk menusuk Naruto, namun remaja bersurai merah tersebut dapat menghindar dengan mudah. Dengan menggunakan kunai cabang tiganya untuk mengubah fokus tusukan Samurai tadi. Menghilang kembali dalam kilatan merah Naruto muncul dibelakang Samurai malang tersebut. dan dengan cepat Naruto menghantam punggung Samurai itu dengan Rasenggan.

Kakashi, Zabuza, Menma, dan Sasuke hanya tertegun menyaksikan pembantaian singkat tersebut. Dan bagi Kakashi dan Zabuza cara membunuh remaja pirang itu mirip atau sama persis dengan seseorang, ya orang itu Namikaze Minato.

Memandang Gatori dengan pandangan datar dan menusuk. Naruto mencoba untuk mengintimidasi pria cebol dihadapannya. Dan dengan aura dan aksi membunuhnya barusan, dia yakin bahwa Gatori sudah mecapai titik balik mental terlemahnya. "Dimana kau menyimpan surat dokument dan semua hartamu"

Gatori yang sedang mengalami tekanan mental, tanpa pikir panjang lansung memberi tau Naruto. "Ada diberangkas di dalam rumahku." Kemudian memberikan sebuah kunci. "Pakai kunci ini untuk membukannya. Tapi, tolong jangan bunuh aku"

"Maaf, tapi untuk itu aku tidak menjamin" ucap Naruto yang seketika lansung membuat pupil mata Gatori melebar. "Futon : Rapushin"

Sebuah gelombang angin dengan kecepatan tinggi datang dan lansung menghantam tubuh Gatori hingga menyebabkan pria tersebut terpental jauh. Tidak sampai disitu saja Naruto kemudian kembali merapal segel tangan dengan cepat. "Futon : Kaze no Sekai"

Kembali ratusan angin berbentuk pedang datang dan menyayat tubuh Gatori hingga menghasilkan ratusan sayatan yang menyelimuti tubuhnya. Darah segar mengalir deras dari berbagai sayatan yang dihasilkan oleh Jutsu Naruto. "Aku tidak membunuhmu bukan? Aku hanya menunggu kau mati dengan sendirinya dalam kehabisan darah!"

Naruto akan melangkah untuk pergi sebelum Kakashi menghadang langkahnya "Uzumaki Naruto, missing-nin S-rank. Salah satu penanggung jawab atas pembantaian Clan Uchiha" ucap Kakashi yang sudah siap dengan Chidori miliknya.

"Apa mau mu Kakashi?" ucap Naruto datar, tidak mengindahkan teriakan Menma dibelakangnya.

"Hanya inggin membunuh penghianat Konoha sepertimu" ucap Kakashi yang lansung melesat cepat dengan Chidorinya.

Tapi sebelum mendekat Naruto membuat satu segel tangan / handseal. "Suiton : Hyoga" setelah mengucapkan itu, ratusan air lansung menyembur dari permukaan tanah. Kakashi yang kaget dengan ratusan air tersebut. segera membatalkan Chidori miliknya, dan melakukan Shunsin ketempat yang lebih aman.

Tidak sampai disitu saja shok yang dialami oleh Kakashi. Walaupun sekilas tapi dengan Sharingan miliknya dia dapat melihat Naruto yang hanya menggunakan satu hanseal dalam menggunakan Jutsu Suiton. Karena sepanjang sejarah Konoha, hanya satu orang yang bisa mengendalikan atau menciptakan Jutsu air dengan satu handseal. Seseorang yang mempunyai pengendalian dan control cakra yang sangat sempurna. Dan sosok itu hanya Nindaime Hokage!

"Sudah ku katakan Kakashi!" ucap Naruto dingin. "Aku tidak punya urusan denganmu"

"NII-SAN!" seketiak sebuah teriakan kembali mendapat perhatian dari Naruto. Mengalih kan pandangannya Naruto mendapati Menma yang berlari menuju kearahnya dan diikuti dengan Sasuke yang sedang merapat handseal Katon dengan cepat. 'Septinya Uchiha itu terlalu arogan dengan tidak memperhatikan perbedaan jauh sebuah kekuatan' batin Naruto berucap

Belum sempat Menma dan Sasuke mendekat. Ratusan rantai cakra muncul dari dalam permukaan tanah dan membelit tubuh mereka. Menma yang mencoba untuk melepaskan diri dari rantai tersebut. Bahkan Sasuke mecoba untuk memutuskan rantai tersebut dengan kunai miliknya.

"Percuma!" ucap Naruto. "Rantai itu adalah Kekkei genkai milikku. tak akan putus dengan mudah"

"NII-SAN KEMBALILAH!" teriak Menma dari kejahuan mencoba menyakinkan Naruto.

Naruto hanya tersenyum mengejek mendengar ajakan dari Menma. "Aku bukan Nii-sanmu lagi Menma" ucap Naruto seraya melangkah maju mendekati Menma. Tapi dengan sigap Kakashi datang dan menghalangi langkah Naruto.

"Aku tak akan membiarkanmu menyentuh muridku" ucap Kakashi yang kemudian mengaktifkan Chidorinya. "Meskipun aku harus mati untuk itu"

Naruto hanya menyeringai senang mendengar ungkapan yang keluar dari mulut Kakashi. Mundur beberapa langkah Naruto kemudian memberi hormat ala seorang buther sebelum tubuhnya menghilang dalam kilatan merah.

0o0o0

Naruto melompat dari satu dahan pohon ke dahan pohon yang lain dengan cepat. Setelah menyimpan semua dokument dan harta Gatori dalam scroll penyimpanan miliknya. Naruto memutuskan untuk cepat kembali kemarkas atau setidaknya mencoba menginap di setiap apartement yang dilaluinya.

"Apa kau tidak rindu dengan adikmu!?" ucap sesuatu didalam pikirannya "Naruto-kun~"

Seketika lompatan Naruto terhenti. Ketika, mendengar suara tersebut. "Bukan urusanmu, Kyuu"

"Ya... terserah" kembali sosok dalam pikirannya itu berucap. "Aku hanya inggin kau tetap menepati kesepakatan kita"

Mendengar itu Naruto hanya tersenyum kecil. Kemudian Naruto kembali melompati dahan pohon yang ada. "Tentu saja aku akan menepati perjanjian kita"

"Bagus!"

"Tapi ada satu hal"

"Apa itu"

"Kenapa kau tadi tidak jadi mata keduaku?"

"Ahh.. lawanmu hanyalah Hatake Kakashi seorang" ucap sosok dalam pikirannya tersebut yang lansung membuat Naruto swetdroop.

"Sudah kubilang untuk tidak merehkan setiap lawan"

"Terserah"


Rasanya chapter ini kurang bagus! Saya sih pikirnya gitu. Dan memang fakta setiap Fic bikinan saya adalah fic yang paling banyak typonya dan penulisan yang jauh dari KBBI. Tapi, mau bagaimana lagi inilah saya dari sisi manapun.

Saya harap kalian puas. Dan meninggalkan riview.

Ya itulah sekedar yang inggin saya ucapkan sampai jumpa di chap selanjutnya.

Drak Yagami out~