A/N:Mohon maaf atas keterlambatan yang sangat keterlaluan ini. Apa boleh buat kerjaan didunia nyata lagi numpuk dan UH Biologi, Fisika, dan Matematika telah menanti didepan mata. Jadi atas kesibukan ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

Di tambah lagi empat hari terakhir saya sering bergadang.. Hoaamm...


Disclaimer : Saya tidak akan pernah mengakui kepemilikan Naruto dan juga yang lainnya. Kecuali fic ini memang punya saya.

Rate : T

Pair : Tebak saja sendiri..

Genre : Adventure, Familly

Warning : Typo, ooc, bahasa yang aneh, abal-abal, banyak kekurangan di sana-sini, alur yang terlampau cepat, dan sisti SKS, Penulisan yang sangat jauh dari sistim KBBI.


Sudah tiga bulan sejak kemunculan Naruto untuk pertama kalinya dalam misi perbaikan jembatan. Dan sejak saat itu pulalah Menma menjadi agak pendiam dan lebih memilih untuk memaksakan tubuhnya berlatih, sampai melewati semuanya agar semakin memperkuat dirinya untuk membawa pulang kakaknya. Meski dirinya sering mendengar umpatan dan ambisi membunuh Itachi dan Naruto dari Sasuke. Tapi, sungguh Menma tidak punya keingginan untuk membunuh Naruto. Air mata kakaknya pada saat pembantaian clan Uchiha malam itu, telah cukup menjadi bukti bahwa kakaknya tak bersalah. Walau dia tahu fakta dilapangan menyatakan kakaknya bersalah. Namun entah kenapa hatinya berkata lain.

Menma menyadari betul bahwa dia tak sehebat kakaknya yang sudah menjadi ANBU di usia enam tahun. Bahkan dia tidak mampu untuk mengeluarkan Ninjutsu (Jutsu berelement). Dan satu-satunya yang menyatakan bahwa dia Shinobi yang mempunyai sistem cakra dalam tubuhnya hanyalah Jutsu Kage bunshin dan Kimiwari. Lalu beberapa Taijutsu sederhana dari Academy. Dan satu-satunya yang dapat dibanggakannya hanyalah kecakapannya dalam melakukan teknik melempar shuriken yang diatas rata-rata. Bahkan mengalahkan Sasuke.

Tapi semua itu tidak cukup baginya. Dengan kemampuannya yang sekarang. Jangankan menyamai Naruto, mengejar bayangan kakaknyapun adalah hal yang sangat mustahil. Satu-satunya cara dia harus berlatih dan semakin kuat. Dengan mencari tau terlebih dahulu apa dulu element dasarnya. Dan dia tau siapa orang yang tepat.

0o0o0

Hiruzen hanya bisa tersenyum senang ketika mendengar permintaan Menma. Kakek yang sudah berusai seabad lebih tersebut berdiri dan menuju kearah Menma seraya memberikan sebuah kertas kepada anak tersebut.

Menma hanya memandang binggung kertas yang diulurkan padanya. Menatap wajah Hiruzen dengan tanda tanya. "Kertas apa ini jii-san?"

"Ini.." ucap Hiruzen sambil menjepit kertas tersebut diantara jari telunjuk dan jari tengah. "Sebuah kertas khusus yang mampu mengetahui apa element kita"

"Benarkah!" ucap Menma antusias.

"Ya.. mau mengetahui cara kerjanya?"

"Ya.."

Hiruzen kemudian mengalirkan cakra pada kertas tersebut. Tiba-tiba kertas itu terbakar dan kemudian hancur. Menma hanya memandang kejadian didepannya dengan penuh tanda tanya. Hiruzen yang melihat raut binggung Menma hanya tertawa pelan. "Itu tandanya element Jii-san adalah Api dan Tanah"

"Maksud Jii-san?" Menma kembali melihat wajah Hokage tua itu dengan penuh tanda tanya.

"Kalau element kita Api maka kertas itu akan terbakar. Kalau element kita Air maka kertas itu akan basah. Kalau Tanah dia akan hancur. Dan angin dia akan terbelah. Sedangkan kalaau kita berelement petir maka kertas tersebut akan berkerut." Kemudian Hiruzen mengelus kepa Menma. "Mengerti!"

"Ya!" balas Menma antusian. "Jii-san, boleh minta kertasnya" Menma mengulurkan tangannya untuk meminta kertas tersebut dan langsung diberikan oleh Hiruzen.

Setelah menerima kertas tersebut. Menma kemudian berkonsentrasi untuk mengalirkan cakranya pada kertas tersebut. Hiruzen dengan sabar menunggu Menma selesai dengan kegiatannya. Tiba-tiba kertas yang dipegang Menma langsung terbelah dan kemudian terbakar.

"Bagus Menma ternyata elementmu Angin dan Api"

"Benarkah Jii-san!" ucap Menma yang memandang kagum kertas yang telah terbelah dan hangus terbakar tersebut.

"Ya.. untuk elemen apimu Jii-san bisa mengajarkan karena lemen kita sama" kemudian Hiruzen melangkah menuju pintu kantornya. "Ayo..!"

0o0o0

[Time skip : beberapa bulan kemudian]

Naruto melangkahkan kakinya menyusuri sebuah lorong gelap dan minim cahaya. Genangan air yang menggenangi tempat itu sesekali bergelombang ketika Naruto melangkahkan kakinya. Tidak ada ketakutan baginya ketika menyusuri tempat tersebut.

Terus melangkah hingga kakinya berhenti ketika didepannya terpampang jeruji besi berwarna merah dengan kunci dari kertas yang ditulis dengan deretan Kanji rumit.

"Ada apa kau kemari" ucap sebuah suara feminim dari dalam jeruji tersebut.

"Tidak ada.." ucap Naruto yang kemudian menyentuh jeruji tersebut. "Kami akan menangkap saudara-saudaramu" ucap Naruto yang masih menatap bayangan hitam yang terpampang didepannya. Dan kakinya semakin melangkah mendekati penjara tersebut. bahkan tangan kanannya memengan salah satu jeruji dingin tersebut.

"Bukankah itu bagus..!" suara feminim itu bersuara bahkan sesekali tertawa kecil. "Dengan begitu rencana kita semakin dekat bukan Naruto-kun~" kemudian dari dalam gelapnya jeruji penjara keluar sepasang tangan seputih susu yang memeluk Naruto.

Naruto tidak bisa melihat wajah yang telah memeluknya dikarenakan gelapnya tempat tersebut. Dan ditambah oleh pencahayaan yang sangat minim. "Lepaskan aku!"

"Kenapa!?" ucap suara tersebut bernada manja. Bahkan sekarang bukan hanya tangan tetapi juga beberapa ekor rubah menyelinap keluar dari jeruji penjara dan mulai memeluk pemuda tersebut. "Kau milikku"

"Tidak!" ucap Naruto masih memasang aksen datarnya. "Akulah yang harusnya memilikmu!"

Kemudian Naruto menggenggam salah satu tangan tersebut dan kemudian mengeraskan genggamannya hingga suara tersebut mengeluarkan rintihan sakit. "Kau paham!?" ucap Naruto yang terus mengabaikan rintihan sakit tersebut.

"Lepaskan nggenggamanmu sakit tau!" suara itu terdengar memprotes. Naruto kemudian melepaskan genggaman tangannya. "Huh!"

"Masih ada yang lain yang inggin kutanyakan"

"Apa itu?"

"Bagaimana dengan kondisi Menma, jika seandainya dia menggunakan kekuatanmu?"

"Bukan masalah.." jawab suara tersebut yang lansung membuat Naruto binggung. "Ketika dia menggunaka cakraku kesadarannya tidak akan hilang"

"Maksudmu!?"

"Karena dia tidak mempunyai Bijuu dalam tubuhnya yang bisa mempengaruhinya dan membuatnya kehilangan kesadaran. Maka dia mendapatkan kendali penuh atas kemampuanku yang tersegel dalam tubuhnya."

"Berarti dia bisa dibilang lebih dibanding seorang Jiinchuriki sekalipun?"

"Ya kau benar sekali.. Naruto-kun~" kemudian terjadi jeda sejenak. "Kau dan Menma saling berhubungan dalam artian yang lain"

"Maksudmu?"

"Ya cari saja sendiri!"

"Hah.." Naruto menghela nafas "Kau ini" kemudian Naruto menghilang bagaikan debu yang beterbangan meninggalkan lorong gelap tersebut. Meninggalkan sepasang iris ruby yang masih terbuka menatap bayang gelap.

0o0o0

Naruto membuka matanya sekembalinya dari alam bawah sadarnya. Berdiri disalah satu puncak pohon Naruto menatap hamparan alam yang terbentang didepannya. Terus berdiri seperti itu, tiba-tiba dari dalam batang pohon muncul gumpalan hijau atau seperti rumbuhan pemakan seranga (Saya lupa nama tumbuhannya). Dua katup tumbuhan itu terbuka menampilkan seorang pemuda yang memiliki badan berwarna hitam dan putih yang terbagi menjadi dua sisi.

"Ada apa Zetsu?" ucap Naruto tampa memandang orang yang mendatanginya.

"Tidak ada Naruto!" ucap bagian putih dari Zetsu.

"Hanya saja leader-sama menyuruhmu.." ucap Zetsu bagian Hitam.

"Menyuruhku apa" kemudian Naruto mengalihkan perhatiannya pada mahluk dengan satu tubuh dua jiwa ini.

"Membantu Itachi dan Kisame menangkap Roushi" ucap Zetsu bagian Hitam.."Jinchuriiki Yonbi no Saru"

"Oi... bukankah itu bagianku?" ucap Zetsu bagian Putih tidak terima.

"Diam kau!"

"Kau!"

"Kau!"

"Kau!"

"Kau!"

"Ka-"

"Diam kalian!" ucap Naruto risih melihat mahluk aneh didepannya. "Bagaimana mungkin aku bisa berpasangan dengan kalian!?"

"Salahkan Leader-sama dalam hal ini/Salahkan Leader-sama dalam hal ini" jawab dua bagian Zetsu secara bersamaan.

"Ah.. sudahlah!" ucap Naruto yang kemudian mengeluarkan sebuah kunai cabang tiga dari balik jubahnya. Kemudian dengan mulus menjatuhkan kunai tersebut. Dan sebelum menancap ditanah kunai itu menghilang seperti tenggelam dalam genangan air. Yang diakhiri dengan menghilangnya Naruto dalam kilatan merah.

"Sial dia meninggalkan kita lagi" ucap Zetsu Putih kesal melihat kepergian Naruto.

"Mau bagaimana lagi diakan yang tercepat diantara kita semua" Balas Zetsu bagian Hitam.

0o0o0

Seorang kakek terlihat sedang bertarung dengan serius melawan dua orang berjubah hitam dengan motif awan merah. Kakek yang memiliki rambut berwarna merah darah yang diikat kuncir keatas, menatap lawan yang sedang dihadapinya dengan tatapan dingin.

"Ternyata memang benar rumor yang sedang berkembang para missing-nin Rank-S. Bergabung dan membentuk sebuah organisasi dengan nama Akatsuki!" ucap Roushi seraya menyerang Itachi dan Kisame dengan Taijutsu.

"Itu bukan urusanmu.." balas Itachi dingin.

"Ya.. itu bukan urusanmu pak tua" timpal Kisame seraya melayangkan Samehadanya yang masih terbungkus perban.

Merasa terdesak Roushi bersalto kebelakang. Dan kemudian langsung Merapal handseal dengan cepat kemudian.. "Youton : Funka"

Dari mulut Roushi menyembur lautan larva yang amat panas bahkan sampai melelehkan batu yang ada disekitarnya. Lautan larva ciptaan jutsu Roushi dengan cepat merayap menuju Itachi dan Kisame. Melihat serangan yang makin dekat kearahnya dengan cepat Kisame merapal handseal dengan cepat.

"Suiton : Basuto Mizu"

Kisame mengeluarkan air dalam debit besar dari mulutnya. Air itu menyebar dan kemudian merayap juga menuju larva yang dihasilkan Roushi. Air dan larva saling bertemu dalam jumlah yang besar. Lalu asap tipis tercipta dari hasil penguapan kedua Jutsu yang bisa dikategorikan Rank-S itu.

Namun pupil mata Kisame lansung melebar mendapati Jutsunya tidak berpengaruh banyak dan bahkan larva semakin mendekati mereka. Kisame dan Itachi memilih untuk berlari kebelakang. Tapi, sayang Roushi melihat hal itu.

"Jangan main kabur!" ucap Roushi seraya kembali merapal handseal tangan dengan cepat. "Doton : Gake"

Keadaan makin gawat ketika hendak lari muncul tombok tinggi dari tanah yang lansung menghalangi langkah mereka.

"Jangan harap kalian bisa kabur begitu saja" ujar Roushi yang mana tubuhnya sudah diselimuti cakra berwarna merah bergelembung dan dibagian belakangnya terdapat tiga ekor yang terbuat dari cakra.

'Sial dia lansung bertrasfromasi menjadi tiga ekor' batin Itachi menatap datar Roushi yang hampir sepenuhnya berubah menjadi Yonbi. Kisame berusaha memanjat tebing tanah tersebut. Namun sayang ketika kakinya berpijak ratusan larva lansung menyembur.

Dan didalam keadaan terdesak mata onyx Itachi perlahan berubah menjadi sharingan, dan lansung berevolusi menjadi Mangekyou sharingan. Menutup matanya Itachi mengucapkan satu nama..

"Susano'o"

Dengan cepat tubuh Itachi dan Kisame dilindungi oleh tulang rusuk Susano'o. Dengan nafas yang ngos-ngosan itachi langsung bertumpu pada kedua lututnya. Memang mengeluarkan Susano'o adalah hal yang biasa dan gampang. Tapi, yang menjadi masalah adalah jika mengeluarkan Susano'o secara paksa dan dalam waktu singkat. Pasti akan lebih banyak tenaga yang ditarik. Dan hasilnya Susano'o yang keluarpun tidak sempurna.

"Tidak kusangka kau dapat menahan element Youton milikku" ucap Roushi yang melihat Itachi dan Kisame masih berdiri tegak ditengah lautan larva miliknya. Berdiri dalam lindungan tubuh Susano'o.

"Tapi bagai mana dengan yang ini" ucap Roushi berlari diatas larva yang dihasilkannya kemudian melompat tinggi seraya merapal handseal dengan cepat. "Youton : Ryusei no Yochu"

Roushi kembali mengeluarkan larva dari mulutnya. Tapi, kali ini sang kakek tidak lansung memuntahkan larva miliknya. Dengan memadatkan larva yang terkumpul hingga sebesar bijuudama. Roushi lansung meluncurkan bola larva padat miliknya menuju Susano'o Itachi yang belum mencapai tahap sempurna.

Pupil mata Itachi sedikit melebar melihat serangan yang diarahkan padanya. Memaksakan tubuhnya dan sisa cakranya. Itachi dengan cepat menumbuhkan tengkorak dan otot dan kulit yang menyelimutinya. Namun sepetinya pertumbuhan Susano'o Itachi kalah cepat dengan serangan larva yang diluncurkan Roushi.

Pasrah Itachi dan Kisame sudah siap menerima nasib terburuk yang akan mereka terima. Namun muncul didepan mereka sebuah kunai cabang tiga yang lansung tertancap ditanah. Dan diikuti dengan kemunculan pemuda bersurai merah dalam kilatan merah yang sepertinya sudah sangat mereka kenal.

Pemuda tersebut kemudian langsung memengan bahu Itachi dan Kisame. Kemudian mereka menghilang dalam kilatan merah.

.

.

.

"Kenapa lama sekali!" ucap Kisame.

"Maaf jarak antara Konoha dan Iwa sangat jauh" balas Naruto.

"Sudahlah yang penting kita selamat" lerai Itachi dingin seraya memandangi Roushi yang mengamuk-ngamuk diatas lahar yang sudah mulai mendingin.

Ketiga anggota akatsuki tersebut hanya melihat Roushi yang sedang mengamuk-ngamuk seraya memikirkan rencana selanjutnya.

"Aku punya ide" usul Naruto.

"Apa itu?" tanya Kisame antusian sedangkan Itachi lebih memilih diam mendengarkan.

"Bagini..."

.

.

.

Roushi yang sedang mengamuk melempar bola larva ke berbagai arah. Kesal karena tiba-tiba musuh yang seharusnya sudah mati tiba-tiba menghilang dari hadapannya. Amukannya berhenti ketika merasakan sebuah cakra asing datang mendekatinya, bukan dari cakra dua anggota akatsuki barusan. Ini sebuah cakra yang dingin dan gelap, dan pastinya berbahaya.

"Siapa kau?" tanya Roushi ketika melihat Naruto datang mendekatinya. "Akatsuki?" sambungnya ketika melihat jubah hitam dengan aksen awan merah yang membungkus badang Naruto.

"Bukan urusanmu" ucap Naruto dingin.

Roushi berlari kearah begitu juga dengan Naruto. Roushi melayangkan tendangannya menuju perut Naruto. Tapi, dengan sigap Naruto dapat menahan serangan tersebut. tidak sampai disitu saja Roushi kembali mencoba melayangkan tinjuannya. Namun untuk kali ini Naruto dapat menangkap tinjuan tersebut, menarik tangan Roushi hingga menyebabkan kakek tua tersebut terseret kedepan. Dan dengan cepat Naruto lansung meninju wajah tua tersebut.

Namun dengan Roushi yang sudah menggunakan cakra dari Yonbi dapat menahan pukulan Naruto dengan mudah walau dia harus terdorong kebelakang sedikit.

"Lumayan untuk bocah sepertimu" ucap Roushi tenang.

"..." Naruto diam seraya tangannya membuat satu handseal "Suiton : Suchimu"

Setelah mengucapkan nama Jutsunya. Disekitar Roushi dan Naruto muncul air yang entah dari mananya mengapung mengelilingi mereka. Roushi lansung berada dalam posisi siaga ketika mendapati air yang entah dari mana asalnya tiba-tiba muncul dan mengepungnya. Padahal dia sangat tau ini daerah tandus dan dikelilingi oleh tebing yang tinggi.

"Hebat juga kau bocah bisa memunculkan air dari ketidak adaan" puji Roushi melihat kemampuan Naruto.

"Pujiannya nanti saja ketika kau telah mati" ucap Naruto yang lansung membuat satu handseal kembali. "Suiton : Yarimizu"

Air-air yang mengepung Naruto dan Roushi lansung mengumpul dan membulat dalam jumlah yang sangat banyak. Dan tanpa aba-aba air yang sudah membulat tersebut lansung berubah menjadi tombak dan melesat menuju Roushi.

Melihat ratusan tombak air yang melesat kearahnya Roushi segera membuat deretan handseal denagn cepat. "Youton : Kika shinta yochu"

Muncul dinding larva yang lansung melindungi Roushi dari ratusan tombak air Naruto. Tabrakan antara dua Jutsu tersebut lansung menimbulkan uap air yang lumayan tebal.

Roushi berusaha melihat sekelilingnya dan lansung terkejut ketika mendapati Naruto yang sudah muncul didepannya dalam kilatan merah.

Secara reflek tangannya lansung menahan serangan pemuda didepannya ini. Dan pada akhirnya terjadilah aksi saling tangkis diantara mereka. Roushi terdesak oleh kecepatan Naruto dalam melakukan Taijutsu, maklum usia yang sudah menua juga menjadi faktor utama baginya.

Bersalto kebelakang Roushi kemudian merapal deretan handseal "Doton : Hando" dan seketika itu juga tangan Roushi diselimuti oleh Tanah yang bernetuk sarung tinju.

Naruto yang melihat Roushi berlari kerahnya juga tidak tinggal diam. Menggenggam kunai cabang tiganya Naruto berlari seraya tangan kanannya membentuk sebuah Rasenggan.

Saling berlari menuju lawan masing-masing Naruto dan Roushi semakin mendekat. Dan tinggal beberapa meter lagi mereka bertemu, Naruto segera melempar kunai cabang tiga miliknya.

Roushi yang melihat kunai cabang tiga yang mengarah padanya hanya tersenyum meremehkan karena dia tau betul siapa pemilik dari kunai tersebut. Dan tau juga bagaimana cara menghindari Jutsu tersebut.

Ketika lesatan kunai itu telah berada didetannya. Roushi bermaksud untuk menangkis kunai tersebut. Tapi, pupil matanya melebar seketika. Ketika kunai yang inggin dipenggangnya tiba-tiba menghilang dan seakan masuk kedalam sebuah riak air.

Menyadari kunai itu menghilang didepan matanya. Roushi juga tidak melihat Naruto yang sedari tadi berlari kearahnya.

"Apa kau mencariku?"

Sebuah suara membuat Roushi terkejut. Melihat Naruto yang sudah ada dibelakangnya. 'Sejak kapan?'

Naruto yang sudah berpindah tempat kebelakang tubuh Roushi dengan cepat lansung menghantamkan rasenggan miliknya tepat di punggung kakek tersebut. Serangan yang tak dapat dihindari tersebut ternyata cukup sukses mengalahkan Roushi.

"Hiraishin memang sebuah Jikukan Ninjutsu. Tapi aku menyempurnakan Jutsu andalan Tou-san. Dan hasilnya seperti yang kau lihat Kunai milikku akan masuk kedalam dimensi mereka sendiri dan hanya aku yang bisa memerintahkan kapan kunaiku masuk dimensi ciptaanku. Dan pada tahap akhirnya Jutsu ini berubah status menjadi Kinjutsu. Dan bisa dibilang ini adalah Hiraishin sempurna milikku" terang Naruto seraya melihat Roushi yang telah pingsan.

Memengang pundak Roushi, Naruto kemudian langsung menghilang dalam kilatan merah.

.

.

.

"Kau lama sekali!" sambut Kisame.

"Maaf!" ucap Naruto seraya meletakan tubuh Roushi. "Dia kakek tua yang cukup tangguh"

"Sudahlah!" lerai Itachi. "Sekarang kita tunggu sejenak akankah dia berubah menjadi Yonbi seutuhnya atau masih akan tetap pingsan" dan lansung mendapatkan anggukan dari Kisame dan Naruto.

Menunggu dan terus menunggu Naruto, Itachi, dan Kisame. Menunggu Roushi dan kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Namun setelah sekian lama Roushi tak kunjung sadar, merasa aman Itachi memutuskan untuk kembali menyentuh Roushi.

Namun terjadilah ledakan cakra yang amat besar. Dengan cepat Naruto, Itachi, dan Kisame melompat muncur. Dan dari kabut yang menyelimuti tempat tersebut. terlihatlah siulet embat ekor yang melambai. Kabut semakin tipis dan akhirnya menampakan sesosok mahluk seperti kera atau Gorila lebih tepat. Berwarna merah pekat. Dan empat ekor yang melambai tidak beraturan.

Ya.. Yonbi sudah bangkit.

Yonbi yang sudah bangkit lansung melesatkan sebuah bijuudama ketika melihat tiga orang anggota akatsuki yang dihadapi Roushi tadi. Itachi dan Kisame segera menghindar. Kecuali Naruto yang merapal handseal tangan dengan cepat.

"Jikukan Ninjutsu : Burakkuhoru"

Bijuudama yang melesat dengan cepat kearah Naruto lansung menghilang ketika sebuah lubang hitam menghisap bijuudama tersebut. "Aku bisa mengendalikan dimensi ruang sesuka hatiku" seringai Naruto melebar seketika.

Melihat Yonbi yang sepertinya agak terkejut Kisame lansung merapal handseal dengan cepat. "Suiton : Mizurappa"

Hembusan air yang keluar dari mulut Kisame yang berbentuk seperti torpedo berhasil membuat Yonbi agak mundur. "Ternyata tidak salah kau menyuruh kami untuk menunggu ditepi danau seperti ini"

"Sudah kubilang bukan... aku punya rencana!" ucap Naruto santai. "Itachi-nii sebaiknya kau beristirahat dahulu" sambung Naruto yang lansung di iyakan Itachi yang sepertinya telah kehabisan cakra setelah megeluarkan paksa Susano'o.

Naruto dan Kisame lansung maju menuju Yonbi yang sedang menyiapkan bijuudama yang cukup besar. Dan ketika jarak mereka semakin dekat, Yonbi lansung melemparkan bijuudama tersebut. Melihat bijuudama yang telah melesat kearah mereka Naruto segera membentuk handseal.

"Jikukan Ninjutsu : Burakkuhoru"

Sebuah lubang hilam kembali menghisap bijuudama tersebut. melihat bijuudama yang telah terhisap penuh Kisame yang sudah tau tugasnya segera merapal handseal tangan dengan cepat. "Suiton : Suiryuudan"

Sebuah naga air muncul dari danau dan segera menghantam Yonbi dengan ganas tapi tidak berpengaruh apa-apa.

"Jutsumu terlalu lemah Kisame" ejek Naruto.

"Cih.." dengus Kisame. "Kenapa di organisasi kau hanya memakai sebutan nii-san kepada Itachi dan leader-sama"

"Itu privasiku" dengus Naruto. Kemudian Naruto membetuk sebuah handseal tangan. "Lihat dan perhatikan"

"Suiton : Shuisoha" dan dari belakang Kisame dan Naruto muncul gelombang Tsunami yang sangat besar. Pupil mata Kisame agak melebar ketika melihat besarnya gelombang tersebut. dan dalam pikirannya terukir sebuah deretan kata. Ini Jutsu Nindaime Hokage!

Gelombang besar tersebut lansung menghantam Yonbi dengan kecepatan tinggi. Dan berhasil membuat bijuu ekor empat tersebut terseret agak jauh. Dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada Naruto kembali membuat satu handseal tangan. "Suiton : Suihachiryudan"

Dan dari gelombang air yang sudah agak tenang. Muncul delapan naga air raksasa yang kembali mencabik-cabik tubuh Yonbi. Terdesak kemudian Yonbi bermaksud mengeluarkan larva miliknya.

"Jangan harap!" ucap Naruto yang melihat ketika Yonbi akan memuntahkan larvanya. Dan pada saat itu juga Yonbi diikat oleh ratusan rantai besi berpijat terang yang muncul dari dalam tanah. Dan rantai tersebut juga membungkam mulut Yonbi.

Yonbi yang terkejut dengan ratusan rantai besi yang membelit tubuhnya berusaha memberontak keras. Namun semakin keras Yonbi memberontak semakin kencang lilitan rantai tersebut. Dan sekarang Yonbi hanya bisa pasrah ketika delapan naga air raksasa dengan ganas menghantam tubuhnya.

Duarr

Duarr

Kabut dan riak air menyebar luas ketika delapan naga Naruto dengan serempak lansung menghantam tubuh Yonbi yang tak berdaya. Kabut tipispun perlahan-lahan menipis dan menampilakan sosok Roushi yang sudah kembali terkapar bukan lagi sosok Yonbi barusan.

Naruto berjalan perlahan kearah Roushi dan diikuti Kisame dibelakangnya. Sesampainya ditubuh Roushi Naruto mengeluarkan secarih kertas yang telah bertuliskan deretan Fuin rumit.

Naruto langsung menempelkan kertas tersebut kedahi Roushi yang tak sadarkan diri. "Angkat dia Kisame!"

Kisame segera mematuhi perintah Naruto dan mengangkat tubuh Roushi. Kemudian Naruto dan Kisame berjalan kearah Itachi yang sudah menunggu mereka dari tadi.

"Kita harus cepat pergi dari sini" instruksi Itachi. "Pihak Iwagakure akan segera kemari" ucapan Itachi mendapatkan anggukan dari Naruto dan Kisame.

Kembali Naruto mengeluarkan kunai cabang tiga dari balik jubahnya. Kemudian menjatuhkan kunai tersebut, melesat kunai itu menghilang seperti tenggelam dalam genangan air sebelum menancap ditanah. Memengang tangan Itachi dan Kisame. Mereka menghilang dalam kilatan merah.

0o0o0

Terlihat seorang bocah bersurai pirang sedang merapal handseal dengan cepat. Setelah merapal handseal tersebut sang pemuda tersebut melompat. "Katon : Endan"

Terlihat ratusan peluru api yang keluar dari mulut bocah itu. Tanah hijau dan tunbuhan yang ada disana seketika hangus dan gosong ketika bersentuhan dengan api itu. Dan dari jauh seorang pria tua tersenyum penuh arti melihat kemajuan cucunya itu.

"Bagus Menma-kun"

Bocah bersurai kuning itu menyengir lebar kearah kakeknya, ketika mendapat pujian itu. Menma segera berlari kearah Hiruzen yang hanya menatapnya dari tadi. "Bagaimana Jii-san?"

"Sangat bagus!" balas Hiruzen. "Tidak cukup untuk beberapa bulan kau menguasai berbagai teknik Katon milikku"

"Siapa dulu.. Menma" ucap Menma menbanggakan diri.

"Bagus bagai mana kemampuan Futonmu?" tanya Hiruzen penasaran.

"Menyenangkan" balas Menma antusias. "Asume sensei mengajari semuanya. Ya walaupun Kakashi sensei lebih memilih untuk mengajarkan Sasuke menjelang ujian chunin. Tapi, ternyata Asuma sensei mau mengajari beberapa teknik Futon miliknya"

"Jii-san lihat ini" ucap Menma yang kemudian mengalihkan fokus pada tangannya. Dan terciptalah sebuah bola spiral berwarna biru. Sedangkan pupil Hiruzen agak melebar melihat Jutsu itu.

"I-itu!"

"Ya..." jawab Menma yang dapat menangkap raut wajah keterkejuttan dari Hiruzen. "Jutsu Tou-san Rasenggan"

"Bagaimana kau bisa menggunakan Jutsu tersebut Menma!"

"Nii-san"

"Naruto?" tanya Hiruzen yang lansung mendapat anggukan dari Menma. "Bagaimana caranya?"

"Nii-san meninggalkan beberapa gulungan tentang Rasenggan dan beberapa pengembangannya. Aku bisa tau gulungan itu hanya untukku karena ada blood segel. Yang hanya bisa dibuka dengan darahku" terang Menma.

Hiruzen hanya bisa tersenyum haru melihat Menma. Dan kembali Hokege tua itu tersenyum bangga memikirkan Naruto dan Itachi yang berada diluar sana.

Kemudian Menma berlari meniggalkan Hiruzen, berlari hingga sampai ditepi gunung Kage.

"DENGAN SEMUA TEKNIK YANG TELAH AKU KUASAI BERSIAPLAH KALIAN SEMUA" teriak Menma di tepi gunung. "KARNA AKU AKAN MENGEMPARKAN KALIAN DALAM UJIAN CHUNIN"

"aku..." kemudian Menma memberi jeda "UZUMAKI MEMMA"

Hiruzen hanya tersenyum simpul melihat kelakuan Menma. Masih berdiri disana Hokage tua tu menatap matahari senja dari gunung Kage. Sebuah matahari dan langit senja yang mengingatkannya pada seseorang.

0o0o0

"Ada apa Leader-sama?" ucap Naruto formal pada Pein.

"Hah... bisa kau tidak bersikap formal ketika kita hanya berdua?" tanya Pein.

"Baiklah.." ucap Naruto yang menghela nafas sejenak. "Ada apa Nagato-nii?"

"Baiklah!.." ucap Nagato memberi jeda agar Naruto serius mendengarkan. "Aku akan kembali memberimu misi solo. Yaitu membunuh penghianat dari organisasi kita."

"Siapa?" tanya Naruto penasaran.

"Orochimaru!" ucap Pein, sedangkan Naruto hanya diam menunggu kelanjutannya. "Ada yang bilang dia akan hadir di dalam acara ujian Chunin gabungan antara Konoha dan Suna. Tugasmu adalah menyusup kedalam sana dan membunuh ular tua itu. Karena dia tau banyak tetang kita."

"Baiklah aku mengerti Nagato-nii" ucap Naruto. Yang kemudian lansung melangkah pergi.

"Hati-hati!" ucap Pein.

Mendengar ucapan tersebut Naruto hanya tersenyum kecil. Dan kemudian menghilang dibalik pintu meninggalkan Pein seorang diri.

0o0o0

Setelah pembicaraan panjang dengan Pein. Naruto kemudian memasuki kamarnya yang ada didalam Goa. Masuk dalam kamar tersebut. tatapan matanya tertuju pada tabung kaca yang terletak manis diatas meja. Sebuah tabung yang berisikan dua mata sharinggan. Hadiah dari seseorang

"Sudah saatnya"

Kemudian Naruto bangkit dan menuju meja untuk mengambil tabung kaca tersebut. Kemudian Naruto Langsung membuat sebuah handseal. "Kagebunshin no Jutsu"

Muncul sekitar lima Bunshin yang mengelilingi Naruto.

"Ada apa Bochou?" tanya salah satu bunshinnya.

"Transplantasi mata ini padaku" ucap Naruto yang kemudian melempar tabung kaca yang berisikan dua mata sharinggan Shisui pada salah satu bunshinnya.

"Apa kau yakin Bochou?" kembali bunshinnya bertanya.

"Ya!" ucap Naruto sejenak. "Aku sudah yakin Inilah saatnya bukan?"

"Bukankah ketika kau mengaktifkan Mangekyou sharingan kau akan mengalami kebutaan Bochou?" ucap bunshinnya sepertinya sang bunshin tidak setuju.

"Aku tidak akan mengalami kebutaan!"

"Maksud anda Bochou?" serempak kelima bunshinnya bertanya heran.

"Aku sudah menempelkan sebuah Fuin pada sharinggan itu. Memang sulit dan kelihatannya mustahil. Tapi aku berhasil" terang Naruto "Fuin itu berfungsi untuk mencegah aku dari yang namanya kebutaan"

"Ok lah kalau begitu" ucap salah satu bunshinnya pasrah karena tidak mempunyai argument lagi untuk melawan bos mereka.

Naruto kemudian menidurkan badannya diatas kasur. Dan kemudian menatap semua bunshinnya satu per satu.

"Lakukan!"


Thank to

Me'o D Theguh, Yasashi-kun, Guest, DarkYami Kumangawa, hime koyuki 009, orochikun, Guest, groho, imam. shokhan, koha-san, El bany blueblack, TobiAkatsukiID, REDCAS, uchiha. Izami, j, yamada ayumu, Guest, m. sidiq. 58, Guest, Guest, Guest, rhadja bhelhyzt, Guest, rizkiirawan3, Guest, Ken D Uzumaki, Akira no Rinnengan, shinichi. kudosaki, ato. setiawan, Vin'DieseL no Giza, dikdik717, Guest, mitsuka sakurai, Shirosaki Kito, Yagami, Guest, alifnamikazeuzumaki, m. u. albab, Nervous.

Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam penulisan nama.


saya binggung dengan Fic apa yang akan saya update setelah Fic ini. (salah sendiri buat Fic kebanyakan). OK disini ada beberapa plihan Fic yang saya minta. Voting terbanyak maka Fic itu akan saya update sedudah Fic ini.

1. Day Walkers

2. Naruto :Kehidupan kedua

3. Naruto : In Lost Word

4. Sebuah Nama Sebuah Cerita

Ya hanya itu. Disini tidak ada maksud apa-apa dari saya. Cuma inggin diantara keempat Fic saya tersebut. mana yang akan saya update sesudah Fic ini. Dan pastinya dengan voting terbanyak. Kalau ngk ada yang voting yang updatenya mungkin seenak jidat saya. (jangan salah paham dengan ini semua)

Dan satu lagi mohon di Review Fic saya kali ini, ya walaupun jelek, ngak jelas, dan abal-abal

Drak Yagami out~