Pagi dan sore selalu merindukanmu

Aku akan menjadi bintang untuk melindungimu, tak peduli dimana pertempuran akan membawaku

Saat mencarimu kemarin dan esok harinya, aku tak bisa bertemu denganmu

Aku adalah seseorang yang menentukan takdir

Sekarang aku akan menghapus air matamu yang mengalir

Menemuimu sebelum kau kembali menghilang dalam deruan angin

0o0o0

Naruto berdiri tenang diatas salah satu puncak pohon tertinggi dikawasan Shi no Mori. Pikirannya berdenyut kesal, mendengar nyanyian Kyuubi di dalam pikirannya. Inggin rasanya pemuda itu mengeluarkan gadis rubah itu dari dalam tubuhnya..

"Hah... " namun Naruto hanya bisa menghela nafas berat, jika mengingat kontraknya dengan (gadis) rubah sialan itu dia saat ini tidak bisa bertindak banyak.

"Berhentilah bernyanyi didalam pikiranku!" perintah Naruto seraya merapal sederet segel tangan.

"Ada masalah?" gadis itu malah membalasnya. "Dari pada mengurusku lebih baik cepat kau cari ular tua itu"

"Cih..." Naruto melirik kembali kawasan Shi no Mori, Naruto kemudian membuat beberapa handseal tangan.

"Futon : Kuki sensa"

Naruto kembali merentangkan tangannya setelah mengucapkan kalimat terebut, kemudian udara yang ada di sekitarnya menjadi tidak beraturan. Bukan menjadi badai, tapi hanya beragin seperti biasanya.

Kuki sensa adalah salah satu Jutsu andalan Naruto untuk menemukan atau mencari target, menentukan jumlah musuh, atau menentukan letak geografis suatu daerah. Dengan menyatukan cakranya dengan hembusan angin yang ada disekitarnya. Naruto dapat mendeteksi setiap mahluk hidup yang dilalui oleh angin yang telah dicempurkannya dengan cakra, bukan hanya Mahluk hidup Naruto juga dapat mendeteksi apapun, bahkan banda mati sekalipun.

Jutsu ini juga dapat menandai seseorang dengan permanen apabila udara yang telah dicampurkannya, secara tak sengaja juga ikut terhisap dan masuk kedalam paru-paru musuhnya. Udara yang terhisap memang akan keluar lagi, tetapi tidak dengan cakranya yang akan tetap tinggal di paru-paru tersebut secara permanen.

Naruto kembali tersenyum ketika mengetahui apa yang dicarinya sudah ketemu. Mengeluarkan kunai cabang tiga dari balik celananya, Naruto kemudian melepaskan genggamannya dari kunai itu dengan santai, kunai yang terlepas lansung meluncur dengan cepat kearah tanah. Namun, sebelum sampai menancap di atas tanah, kunai tersebut menghilang seperti tergenang dalam genangan air begitu pula Naruto yang lansung menghilang dalam kilatan merah.

0o0o0

Naruto muncul disuatu tempat, disalah satu bagian hutan ini. Matanya lurus menatap kedepan, sharingannya telah lama berputar. Terlindung dibalik balutan perban miliknya, iris merah dengan tiga tome itu dengan cepat menangkap suatu pergerakan disalah satu disudut hutan.

Melompat kesana, sharingannya semakin berputar dengan gila. Ketika melihat butiran pasir mengambang disekitarnya. Dari kejahuan matanya menyipit melihat Gaara yang terlihat sedang menimbun beberapa manusia dalam lautan pasir miliknya.

'Sukaku!' batin Naruto senang melihat apa yang didapatnya.

"Bukankah Orochimaru lebih penting!"

'Ular tua itu bisa menunggu'

"Terserah"

. . . . . .

Gaara menatap dengan datar dua orang Shinobi yang telah tenggelam dalam lautan pasirnya. Sebelum mereka menemui ajal, iris jade miliknya dengan jelas menangkap raut wajah putus asa dari dua Shinobi tersebut. Raut wajah yang memohon hidup darinya, raut wajah dan tingkah laku yang menjadi hiburan baginya.

Namun wajah datarnya hilang seketika dihantikan dengan wajah maniak pembunuh. Ketika dia merasakan kehadarihan yang tidak jauh darinya. Cakra ini... tidak salah lagi, cakra milik pemuda yang menganggunya tadi pagi dalam memberi pelajaran untuk seorang Uchiha Sasuke.

Cakra ini mililk... Raito Yagami.

Bllaaarrr...

Temari dan Kankuro terkejut ketika mendengar bunyi tersebut. Melihat mereka terdiam menyaksikan Gaara yang entah kenapa mengarahkan serangan pasir pada sebuah pohon kosong. Tapi mereka kembali dibuat shok ketika melihat siapa yang ternyata telah tertusuk disana.

Seorang pemuda dengan lilitan perban, celana putih longgar. Dia... Raito Yagami.

Pasir yang menembus tubuh Raito memecah dan menembus tubuh pemuda dari dari berbagai arah dari dalam. Namun, melihat itu bukannya senang. Gaara malah mendecih tak suka.

Tubuh pemuda mumi itu mencair seperti air... mizubunshin.

Plok... plok... plok...

Tersadar dari kekesalannya, dengan cepat Gaara mengalihkan pendangannya kearah asal suara tepukan tersebut. Disana, didalam iris jadenya dia melihat pemuda itu berdiri disalah satu cabang pohon seraya menepukkan tangannya.

"Gaara.. "

Gaara hanya terdiam ketika pemuda itu memanggil namanya. Terus begitu, dia melihat pemuda itu perlahan melepaskan perban yang melilit itu. Menampakkan surai semerah darah... dan ketika lilitan itu telah terbuka sepenuhnya dia melihat iris merah darah yang menatapnya tajam.

"Ikutlah denganku!" perintah Naruto seraya mengulurkan tanggannya.

Crasss...

Namun sepertinya jawaban yang diterima Naruto adalah tidak. Secara cepat dia melompat kebelakang ketika dua lengan pasir berusaha meninjunya dari dua sisi. "Keputusan yang salah Sukaku.."

0o0o0

MENMA!

Sakura berteriak tertahan ketika melihat bagaimana teman se-timnnya terlempar jauh menuju rimbunan semak-semak. Bergetar... mata berair menatap bagaimana perempuan itu menghajar dua temannya dengan mudahnya. Dengan badan bergetar takut, Sakura mengeratkan genggaman kunai miliknya dan melompat. Seketika itu juga berdiri di depan Sasuke.

Sasuke? Pemuda itu saat ini tengah meraung kesakitan ketika bagaimana perempuan itu memanjangkan lehernya dan menancapkan taring pada keturunan Uchiha tersebut.

Perempuan itu terlihat berjalan mendekat. Tapi, langkah kaki itu terhenti ketika Sakura terlihat mengacungkan kunainya mengambil posisi bertahan. "Minggir..." suara atau desissan mirip ular terdengar merasuki rongga telinga Sakura.

Dengan mata berair gadis bersurai pink itu menatap perempuan ular itu gentar. Tangannya bergetar, tapi entah kenapa dia tak mau pergi dari sini. Meski dia tau dia tak akan menang. Tapi, setidaknya dia inggin berguna di tim ini... karna dia tau... dia hanya sebuah beban.

Perempuan ular terdiam menatap keteguhan Sakura. Biasanya setiap lawannya pasti sudah lari terbirit-birit. Tapi tidak dengan gadis ini... menarik!

"Kukuku... Sasuke, jika kau ingin kekuatan datanglah padaku. Yang ku berikan saat ini padamu belum ap-" ucapan perempuan bermata ular itu berhenti karena sebuah kaki telah bersarang di depan mulutnya. Dan menghantamnya dengan kekuatan penuh.

'Kuat juga' itulah pikiran terakhir dari perempuan sebelum terlempar jauh dan menabrak pohon dan menembusnya.

"Menma... " Sakura yang menyadari kehadiran Menma segera, bergerak untuk membantu Sasuke yang sedari tadi menahan sakit.

"Apa kau tidak apa-apa Teme?" Menma melirik Sasuke seraya mengejek rival abaadinya tersebut. sedangkan Sasuke hanya bisa mendecih kesal. Melihat ledekan tersebut. tidak dapat membalas ucapan itu karena rasa sakit yang menderanya.

" Kukuku... aku sangat terkesan denganmu Uzumaki... " perempuan ular itu berjalan pelan menuju Menma dan yang lainnya. "... tak kusangka kau bisa menendang wajahku"

Perempuan ular itu melesat cepat menuju Menma seraya mengepalkan sebuah pukulan. "Setidaknya aku dapat bermain sedikit" perempuan kembali melompat untuk menuju Menma yang sedang berada diudara, dan kemudian menghajar pemuda itu dengan beberapa Taijutsu. Pertarungan Taijutsu di udara tidak dapat di hindari, meski sama-sama melakukan Taijutsu namun perbedaan kekuatan yang mencolok membuat Menma kewalahan dan akhirnya terhempas jatuh kebawah.

Dukk

"Menma!... " teriak Sakura yang melihat Menma yang sepertinya telah pingsan, dan bertambah takut melihat Orochimaru yang meluncur dengan cepat kebawah.

Jleb jleb …

Dua buah kunai melesat saat itu juga.

0o0o0

Dengan penuh kesenangan Naruto melesat kearah Gaara dengan kecepatan tinggi, sesekali pemuda bersurai pirang itu melakukan Shunshin untuk menghindari pukulan tangan berpasir dari Jinchuriki Sukaku tersebut.

Berbeda dengan Naruto, Gaara terlihat tidak senang dengan keadaan ini. Berkali-kali serangannya berhasil dihindari, dia tidak senang. Dan itu terbukti dengan raut wajahnya yang mengeras melihat untuk kesekian kalinya pemuda mumi itu melakukan Shunshin untuk menghindari serangannya.

Itu Shunshin yang sepurna, dan jarak diantar mereka semakin dekat.

Bhuk..

Sebuah pukulan tepat bersarang diperut Gaara. Sebuah pukulan yang memaksanya untuk terseret jauh kebelakang. Sedangkan bagi Kangkuro dan Temari, ini baru pertama kalinya dia melihat Gaara berhasil dipukul seperti itu. Sungguh kecepatan dan timming yang luar biasa, begitulah pikir mereka ketika melihat pukulan telak itu.

Naruto diam mematung setelah memukul perut gara. Bukan mematung karena ketakutan, akan tetapi mematung menatap tubuh Gaara yang perlahan hancur bak paris terkikis dan kembali menyatu kembali. Dan semua terjadi dalam waktu yang bersamaan.

"Ini baru saja dimulai…" Gaara melesat kearah Naruto. "Raito Yagami!"

Dengan itu Jinchuriki Sukaku melesat dengan kecepatan tinggi kearah Naruto yang masih berdiam diri. Sebelum pukulan Gaara tepat bersarang ditubuhnya. Naruto menahan pukulan itu dengan menyilangkan kedua tangannya.

Tidak berhenti, Gaara terus melancarkan pukulan demi pukulan. Bahkan tangan pasirnya berkali-kali memberikan pukulan terhadap pemuda didepannya ini. Tetapi kebencian semakin ada dipihaknya ketika dia melihat wajah Naruto. Wajah itu bukan wajah ketakutan seperti para lawannya. Tetapi wajah dengan seringai memuakkan yang seolah mengatakan bahwa dia lemah.

Dan dia tidak suka itu. Dengan cepat ratusan debit pasir keluar dari dalam tabung dibelakang punggungnya. Dengan cepat pula pasir itu berhamburan memenuhi area sekitar. Gaara menyeringai ketika melihat pemuda itu yang tidak merespon.

Dengan perintah pikiran, pasir-pasir itu berhamburan menyerbu pemuda itu. Tapi sebelum tenggelam, sebuah kunai bercabang tiga melesat kearahnya.

Gaara menghindar dengan menggeserkan sedikit kepalanya. Kemenangan sudah didepan matanya, dan kekesalan terhadap pemuda sok kuat itu sudah terbalas.

Tapi…

Seketika instingnya berteriak…. Tubuhnya mendingin ketika merasakan sebuah hawa kehadiran dibelakangnya. Menoleh kesana pupil matanya bergetar ketika melihat bahwa pemuda itu masih hidup. Dan yang lebih parah pemuda itu mengenggam sesuatu yang Nampak berbahaya baginya.

"Menarik Sukaku.." Naruto berucap dengan sebuah rasenggan ditangannya. "Tapi cukup sampai disini…. Rasenggan!"

Dengan itu…. Dengan Jutsu itu. Gaara kembali terbang melayang bebas, tubuh pemuda itu terseret hingga berbenturan dengan pohon. Dan menghasilkan bunyi yang keras. Tidak sampai disitu saja ratusan rantai cakra keluar dan melilit tubuh pemuda itu.

Temari dan Kankuro yang melihat tidak tinggal diam. Bersiap akan menyerang tapi…. "Suiton : Mizurappa" sebuah tembakan air super cepat mengarah kerah mereka tidak mau menanggung resiko terluka, keduanya lansung menghindar.

Tetapi kemudian mereka sadar bahwa…

Pemuda itu sudah menghilang bersama Gaara.

0o0o0

Kembali berdiri disalah satu cabang pohon di kawasan Shi no Mori Naruto. Kembali menatap daerah sekitar untuk meyakinkan diri bahwa Sabaku bersaudara itu tidak lagi mengejarnya. Dengan Gaara yang masih pingsan, dengan cepat Naruto membuat sebuah Handseal.

Pooof

Dengan itu sebuah bhunsin hadir disamping Naruto. Tidak perlu mengucapkan apa-apa, dan seakan mengerti bhunsin tersebut membopong tubuh pingsan Gaara dan menghilang dalam kilatan merah.

"Sukaku?" Tanya Kyuubi dalam pikiran Naruto keheranan. "Apa yang kau pikirkan?"

Naruto terdiam sebentar, kembali menatap kawasan Shi no Mori seketika Naruto melompat turun dari pohon tersebut. Jari telunjuknya seketika menyentuh tanah. Naruto menyeringai setelah mengetahui sesuatu.

"Apa yang kau pikirkan?" Suara itu kembali terdengar. "Menangkap Sukaku, dan menggunakan dua Jutsu sensor yang berbeda….. kau agak aneh hari ini!"

"Kau inggin tau kenapa aku menangkap Sukaku?" Tanya Naruto pada gadis itu. "Dengan adanya Sukaku ditanganku. Maka rencana Akatsuki akan terhenti total saat ini. Karena tanpa Sukaku mereka tak akan bisa melakukan peekstrakkan bijuu bukan?"

"Lagian kita harus segera mencari ular tua itu." Sambung Naruto yang kemudian kembali menghilang dalam kilatan merah. Mencari jawaban lain dibanding menjawab pertanyaan Kyuubi.

0o0o0

Orochimaru melompati tiap dahan pohon dikawasan Shi no Mori dengan cepat. Dalam benaknya dia merasa yakin bahwa Sasuke. Keturunan terakhir Uchiha itu akan datang padanya dan menjadi miliknya. Hanya dengan melihat mata anak itu, dia tau bahwa ada dendam yang pekat disana. Sebuah dendam yang sangat bagus untuk dimainkannya.

Setelah memberi tanda kutukan pada calon muridnya. Dia memilih untuk lekas pergi…. Apa lagi setelah sedikit bersenang-senang dengan Jinchuriki Kyuubi itu. Agak kaget juga dan sangat jelas, bagaimana bocah itu mengendalikan cakra merah Kyuubi tanpa terpengaruh oleh sang Bijuu. Seakan cakra merah itu adalah miliknya.

Seakan tidak ada Kyuubi ditubuh itu.

Sekali lagi…. Orochimaru kembali melompati setiap dahan pohon bersiap untuk rencana berikutnya. Tapi dengan cepat instingnya berteriak memperingatinya, bahwa akan ada bahaya yang akan menghampirinya dengan cepat.

Bhuk—

Sebuah tendangan hampir tepat bersarang di wajah Orochimaru namun masih bisa ditahan. Andai kata dia bukan seorang Sanin yang memiliki reflek yang luar biasa bagus. Bisa dipastika saat itu dia sudah terbang menabrak pohon.

Dengan marah dia melihat siapa 'sialan' yang berani menendang wajahnya. Dan betapa terkejutnya dia ketika melihat orang itu. Dia…. Anggota pengganti dirinya yang telah keluar.

Uzumaki Naruto dari Akatsuki.

"Fufufufu ku kira siapa si 'sialan' yang berani menendangku ternyata itu kau Naruto-kun" Orochimaru terlihat tertawa ketika mendapati Naruto dihadapannya. Sedangkan pemuda itu hanya memasang aksen datar dengan sepasang Sharingan yang berputar.

"Jadi apa kau inggin membunuhku?" Tanya Orochimaru yang sudah siap dalam mode tarungnya kembali. Bagaimanapun dia tak boleh gegabah menghadapi pemuda didepannya ini.

"Bukan.." ucap Naruto masih menatap datar Orochimaru. "Aku tak inggin membunuhmu ta—" ucapan Naruto kembali terpotong ketika merasakan sebuah tekanan cakra lemah mengawasinya. Dia hafal tekanan cakra ini tapi tak menyangka dia akan disini.

"Tunggu sebentar ada penguntit" Naruto berbalik arah.

"Ok lah Naruto-kun aku akan menunggu….. karna sepertinya ini akan menarik" balas Orochimaru yang melihat kepergian pemuda itu dalam iris ularnya.

0o0o0

Untuk pertama kalinya dalam hidupnya Zetsu menjadi setakut ini. Dengan sangat tergesah dia membenamkan dirinya kedalam pohon, berusaha untuk kabur secepat mungkin dan memberi taukan kepada 'tuannya' saat ini pemimpin sesungguhnya dari Akatsuki Obito Uchiha. Bahwa betapa berbahayanya seorang…..

Naruto Uzumaki.

Dia tidak tau apa. Tapi, mendengar Naruto yang berbincang dengan target mereka. Dia menyakini Naruto telah melenceng dan berhianat, dia juga melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika bagaimana pemuda merah itu mengalahkan Gaara dan menyimpan Jinchuriki Sukaku itu untuk dirinya sendiri.

Sedikit lagi dia akan benar-benar menyatu dengan tanah. Namun disaat itu juga sebuah kilatan merah muncul dihadapannya, dan yang lebih parah sepasang mata sharingan itu menatapnya tajam. Membuat tubuhnya sekan kaku.

"Zetsu.. " dia dengan jelas mendengr ucapan datar dari Naruto. "Keberadaanmu adalah ancaman untukku, maka….. " Sharingan itu berevolusi menjadi Mangekyou Sharingan. "Kotoamatsukami"

Dengan itu….. dengan Jutsu itu Naruto menyelamatkan dirinya sendiri dan mengubah paksa semua memory Zatsu. Dalam memory baru itu diceritakan bahwa Naruto adalah tuan dari Zetsu, dan zetsu adalah seorang tangan kanan Naruto yang siap membantu pemuda itu kapan saja…. Dan untuk jaga-jaga Naruto menyelipkan bahwa dirinya sempat kehilangan ingatan… dan menjadi seperti sekarang…. Dimana disini ditanamkan bahwa Zetsu akan menjaganya dengan cara apapun.

"N-Naruto-sama" Zetsu kaget melihat kehadiran Naruto yang seperti gelandangan, dengan perban yang melilit sekujur tubuh pemuda itu. "Apa yang terjadi?"

"Tidak ada….. bisakah kau buatkan aku clon Khusus-mu?" ucap Naruto dengan Mangekyo Sharingannya yang masih berputar.

"Apa maksud anda?"

"Aku inggin kau membuat berita palsu tentang kematianku pada Akatsuki" ucap Naruto datar, melirik kebawah sharingan itu menatap mahluk satu tubuh dua jiwa itu sekali lagi. "Apa kau bisa?"

"Tentu saja.." ucap Zetsu siap, tetapi kemudian dia kembali menatap pemuda merh itu. Ketika menangkap raut wajah binggung darinya. "Ada masalah apa Naruto-sama?"

"Aku binggung… adakah tempat persembunyian yang baik untukku?" Tanya Naruto seperti pada dirinya sendiri.

"Bukankah kita punya tempat persembunyian disisa reruntuhan jembatan Kanabi?"

Naruto terdiam mendengar ucapan Zetsu. Sungguh selama informasi yang didapatnya dia tidak tau akan tempat itu. Dia sadar ternyata selama ini Zetsu menyimpan banyak rahasia darinya…. Sebuah rahasia yang menarik jika di bongkar.

"Menarik nanti mari kita kesana" Naruto mengeluarkan seringainya saat itu juga. "Dan tolong buat clon-mu"

Zetsu mengangguk, dengan cepat sebuah clon dari Zetsu putih keluar entah dari mana. Menyentuh Naruto, tiba-tiba clon tersebut berubah fisik menjadi Naruto. Bukan hanya fisik deruan nafas. Bahkan tekanan cakra pun sempurna.

"Kau kembali kemarkas Akatsuki, dan sampaikan informasi itu." Naruto berbalik arah meninggalkan Zetsu, diikuti oleh clon Zetsu dibelakangnya. "Temui aku di reruntuhan jembatan Kanabi saat bulan purnama mencapai puncaknya.

"Hai"

Dengan menghilangnya Zetsu Naruto kembali berbalik arah dan menghilang dalam kilatan merah.

0o0o0

Orochimaru bukanlah orang yang sabar untuk menunggu. Baginya menunggu adalah suatu kebosanan tersendiri baginya, apalagi jika harus menunggu sesuatu yang tak jelas. Namun untuk kali ini dia akan sabar menunggu….. karna yang membuatnya menunggu adalah seseorang yang juga menarik perhatiannya.

Tekana udara berubah dan itu jelas terasa olehnya, dan tidak berselang lama sepercik kilatan merah muncul dan menampakkan Naruto didalamnya. Dalam pandangannya dia melihat sepasang iris Mangekyo Sharingan yang berputar pelan disana.

'Apa yang telah dilakukannya?' batinnya melihat pemuda itu. "Jadi apa yang kau inggin bicarakan Naruto-kun?" ucapnya tidak lupa dengan tawa seramnya itu.

"Aku inggin kita melakukan kerjasama yang saling menguntungkan" ucap Naruto dengan intonasi yang biasa datar.

"Maksudmu?" beo Orochimaru tidak mengerti.

"Kerjasama yang saling menguntungkan" ucap Naruto…. "Serahkan semua anggota clan Fuma dan Yuki yang ada didalam penjara bawah Otogakure sekarang!"

"APA MAKSUDMU BOCAH!?" teriak Orochimaru tersinggung mendengar hak itu. "MEREKA ADALAH ASET BERHARGAKU UNTUK MENCAPAI TUJUANKU"

Naruto terdiam sesaat ketika mendengar ucapan itu….. tapi detik itu juga dia tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan ular tua didepannya. "Tujuanmu? Mengejar sesuatu yang tak pasti kau dapatkan?"

Geram! Saat ini Orochimaru merasa marah. Tak pernah sekalipun dia dilecehkan seperti ini. Dia siap untuk menyerang tapi satu kata dari Naruto menghentikannya.

"Aku belum selesai Orochimaru…. " sambung Naruto "Aku meminta mereka dan akan melakukan pertukaran dengan ini" sambuungnya seraya menunjukan dua buah scroll berwarna putih dan hitam.

"Apa itu?" ucap Orochimaru yang tiba-tiba menjadi tenang.

"Ini.." ucap Naruto tenang. Tapi sangat berbeda dengan hatinya yang menyeringai senang ketika Orochimaru termakan umpannya. "Sebuah scroll dari teknik Senjutsu terkuat yang pernah ada….. bahkan dengan menguasainya seakan kau bisa melakukan apa saja."

"Senjutsu Rikudo Sennin"

Kembali Orochimaru dikejutkan dengan fakta itu, dia memang pernah mendengar tapi tidak pernah menyangka kalau itu benar-benar ada. Tapi, kembali dia terdiam… bagaimanapun jika scrol itu asli… maka itu terlalu berharga dibandingkan dengan dua clan yang diminta pemuda pirang itu.

Tapi apakah itu benar? Apakah dua scroll itu bukanlah tipuan?

"Apakah itu benar?" Tanya Orochimaru yang menjadi agak tenang.

"Ini memang asli" jawab Naruto cepat seraya mengembangakan salah satu scroll itu dan memperlihatkan deretan tulisan kuno disana. "Ini periksalah" Naruto kemudian melempar salah satu scroll itu kepada Orochimaru.

Dengan sigap Orochimaru menangkap salah satu dari dua scroll itu dan kemudian memeriksanya dengan teliti. Mengira bahwa itu hanyalah tipuan dan scroll imitasi lainnya. Tetapi kenyataan kembali menamparnnya, ketika pikirannya yakin bahwa ini asli. Scroll ini asli.

Namun saat itu jiga Orochimaru kembali ragu. Untuk apa pemuda didepannya ini menyerahkan hal yang sebegitu penting padanya. Hanya untuk dua clan yang akan tinggal sejarah sampai sedemikian rupa. Orochimaru tidak yakin dengan asumsinya, tapi dia yakin pemuda ini pasti telah memikirkan sesuatu yang berbahaya.

"Ini asli…" ucap Orochimaru seraya tangannya mengeggam erat scrol itu.

"Jadi?" Tanya Naruto kemudian.

"Aku menetujui kerjasama pertukarn kita" ucap Orochimaru dengan tenang.

"BAgus aku tau kau akan menyetujuinya….. " ucap Naruto tersenyum tipis. "Dengan Senjutsu itu kau bisa melakukan apa saja bukan?"

"Ya" dengan cepat Orochimaru mengiyakan. "Aku pengan ini sebagai jaminan" sambungnya seraya mengenggam erat scroll itu. "Pertukaran akan dilakukan dua hari setelah ini"

"Mengerti" Naruto berkata dingin" tapi sebelum itu, bisakah kau membunuh clon khusus-ku?"

0o0o0

Pain mengertakkan gerahamnya kuat. Sesekali kepalan tangan memukul meja tak bersalah yang ada dihadapannya. Dia tak menyangka dari kabar yang didapatkannya dari Zetsu, Naruto meninggal dalam misi yang diperintahkannya. Naruto….. seseorang yang telah dianggapnya adiknya sendiri.

Satu jam setelah kematiannya, jasad Naruto dating kehadapannya. Jasad pucat yang kaku, dengan luka menganga tepat di jantungnya. Pain bersumpah Orochimaru harus menerima semua ini…. Keluarganya… seseorang yang merasakan pedihnya hidup…. Uzumaki yang sama dengannya…. Orang asing yang telah dipanggilnya adik harus mati dengan cara yang mengenaskan.

"Kau akan kubunuh Orochimaru" ucap Pain dingin.

Tidak berbeda jauh dengan Pain, Itachi juga merasakan kehilangan yang sama. Baginya Naruto adalah seorang adik yang juga inggin dilindunginya. Tidak sepantasnya seorang muda seperti Naruto menanggung beban yang sama baginya. Seseorang yang sama berharganya seperti Sasuke di matanya.

Meski berhasil menatap mayat itu dengan wajah datar, tetapi hati mereka berdua merasakan kepedihan yang sama. Kepedihan akan kehilangan. Dan satu nama disumpahkan untuk dibunuh saat itu juga.

Orochimaru.

0o0o0

Pagi dan sore selalu merindukanmu

Aku akan menjadi bintang untuk melindungimu, tak peduli dimana pertempuran akan membawaku

Saat mencarimu kemarin dan esok harinya, aku tak bisa bertemu denganmu

Aku adalah seseorang yang menentukan takdir

Sekarang aku akan menghapus air matamu yang mengalir

Menemuimu sebelum kau kembali menghilang dalam deruan angin

0o0o0

Yosh akhirnya berhasil di update. Mungkin seperti biasa fic ini sangat lama untuk update…. Tetapi bagaimana banyak halangan yang merintangi saya…. Para readers sudah pasti tau bukan?

Ahhh…. Tak banyak bacod deh!

Bagaimana dengan chap kali ini? Apa Narutonya pandai menipu? Wkwkwkkwk itu saya serahkan pada penilaian readers saja.

Naruto main pake otak….. itu merupakan suatu tantangan tersendiri bagi saya dalam menulisnya. Karna biasanya pasti Narutonya akan main hantam saja bukan?

Review? Silakan… saya sangat senang jika di review… saya bukan naïf, tidak masalah jika direview atau tidak. Tapi saya sangat senang jika cerita saya di review.

Semoga Favoritenya tembus 100 amin ^^

Tschüs~

Drak Yagami.