Pagi dan sore selalu merindukanmu
Aku akan menjadi bintang untuk melindungimu, tak peduli dimana pertempuran akan membawaku
Saat mencarimu kemarin dan esok harinya, aku tak bisa bertemu denganmu
Aku adalah seseorang yang menentukan takdir
Sekarang aku akan menghapus air matamu yang mengalir
Menemuimu sebelum kau kembali menghilang dalam deruan angin
Naruto POV
Aku melangkahkan kaki ku diatas tanah yang becek dan lembab, didalam sebuah lorong panjang yang akan membawaku kedalam yang entah isinya apa. Berjalan dengan pelan, ku rasakan bahwa cahaya semakin menipis dan mengaburkan jarak pandangku. Terus dan tetap melangkah, hingga akhirnya bisa kulihat setitik cahaya jauh diujung lorong ini.
Semakin besar, kurasakan bahwa aku akan segera keluar dan menuju ujung dari lorong ini. Dengan cepat sebuah topeng polos kupasang didepan wajahkku, menutupi wajah dan mengacaukan auraku seketika bagi para shinobi tipe sensor. Bagaimanapun, aku sudah dianggap mati bukan?
Mata yang berlindung dibalik topeng ini mengangkap pemandangan yang membuatku tak nyaman. Disana aku bisa melihat ratusan anggota clan Fuma dan clan Yuki yang sedang dipenjara. Orochimaru, ternyata pria itu memang benar-benar… jenius bisa mengumpulkan mereka dalam satu tempat seperti ini.
Ku keluarkan sebuah kunai dari balik jubah dan mengenggamnya dengan erat. Berjalan perlahan dalam balik bayangan, langkah kaki ku usahakan tak terdengar, dan berusaha menekan tekanan cakra milikku.
Mengendap dengan tenang aku bersembunyi dibalik sebuah tiang penyangga tempat ini. Memperhatikan sekitar, ada sepuluh penjaga yang berjaga disini. Mereka bukan ancaman serius bagiku, bagiku mereka hanyalah sampah yang terlalu mudah untuk dihabisi. Tapi niat untuk menggunakan Jutsu urung ku lakukan ketika mengingat bahwa saat ini aku sedang berada didalam goa.
Berjalan pelan ku eratkan genggaman kunai ini ketika didepanku ada seorang penjaga yang berdiri membelakangiku, sepertinya tidak menyadari kehadiranku.
Crass
Dengan gerakan cepat dan tanpa suara aku menggorok lehernya cepat dan menarik mayat pria itu kedalam gelapnya bayang. Kusandarkan didinding goa ini, sekalian mulai kembali mengendap sebelum para penjaga yang lain sadar.
"Hei kau!"
Tubuhku menengang ketika seseorang dibelakang meneriakiku, dengan cepat kulakukan shunshin menujunya dan segera menusukan kunai tepat dijantung pria itu. Gerakan pria itu lumayan cepat, tapi dengan sharingan itu bukan masalah.
Sepertinya ini tidak semuda bayanganku, dengan teriakan itu delapan penjaga yang lain berlari kearahku dan kulihat mereka mengacungkan senjata masing-masing. Melihat senjata mereka yang mengarah kesini, dengan cepat aku mengeluarkan beberapa kunai dari balik jubah dan lansung melemparkannya kearah mereka.
Trank… trank…
Beberapa kunai berhasil ditankis oleh para penjaga dan beberapa yang lain tumbang dengan berbagai luka tusukan disana. Itu bagus karena lawan yang akanku hadapi semakin sedikit.
sebuah tusukan tombak melayang kearahku, reflek dua kunai yang tersisa segera kugenggam erat dan kugunakan untuk menahan serangan tombak tersebut. Tidak berselang lama tubuhku dipaksa untuk berguling kekanan ketika sebuah tebasan pedang akan menjadi serangan selanjutnya yang akan menghabisiku.
Dalam hindaran dengan cepat aku segera mengabil posisi dan segera melempar dua kunai yang sedangku ngenggam.
Jleb… jleb…
Sukses! Dua kunai itu menancap dalam dibatok kepalanya. Dan sekarang bersisa tiga penjaga, belari sesekaliku hindari serangan yang ditujukan padaku. Kualirkan cakra dan kembali kulempar beberapa kunai yang ku pengang.
Jleb.. jleb…
Sekali lagi senyuman mengambang diwajah ini ketika dua penjaga terbunuh ketika mereka berniat untuk menahan laju kunai itu. Dasar bodoh! Mereka pikir cukup hanya dengan pedang karatan itu mereka menahan laju kunai yang teraliri cakra.
Tidak membuang waktu segera aku berlari menyonsong seorang penjaga yang tersisa. Dan sepertinya dia juga melakukan hal yang sama. Ketika jarak kian menipis, kulempar sebuah kunai cabang tiga miliku. Dia melihat kunai itu namun dia haya menggeser sedikit kepalanya untuk menghindari serangan itu.
"Mati kau!"
Bisa kulihat dia sedikit melompat dan berusaha menebas punggungku. Ya saat ini aku dalam posisi dimana tubuhku berlari dengan posisi badan condong kedepan. (Posisi lari shinobi). Namun sebelum pedang itu mencapai punggungku dengan tenang aku tersenyum.
Dia terkejut dengan kehilanganku didalam kilatan merah. Kurasakan dia bergetar ketika mengetahui bagaimana bisa aku sudah dibelakangnya, kunai cabang tiga ituku arahkan kelehernya. Dia bergetar, namun berusaha membuka suara..
"K—"
Crass..
Aku segera mengorok lehernya, aku tau apa yang mau diucapkannya. Namun, aku tak inggin disamakan dengan siapapun. Membersikan kunai cabang tiga itu dengan menyelipkan diantara kedua jari telunjut dan tengah kemudian mengapitnya. Tatapanku terfokus kepada sebuah kunci yang mengantung didinding goa ini.
Mengambil dan segeraku bebaskan semua yang terkurung disini. Membebaskan puluhan anggota clan Fuma dan Yuki yang terkurung disini. Pintu terbuka dan mereka berlarian keluar, berusaha saling mendahului. Dan tidakku sangka mereka mengerumuniku.
"Terima kasih Tuan" ucap salah satu dari mereka. Seorang pemuda dengan surai perak yang sepertinya perwakilan dari mereka semua.
"Tidak masalah" ucapku ramah, seraya membuat posisi senyaman mungkin. Pikiranku berkedut kesal mendengar tawa laknat dari gadis rubah didalam tubuhku. Tertawalah sesukamu, bahkan tertawalah sampai kau mampus. "Ini sudah kewajibanku"
Aku terdiam ketika dia mulai memperkenalkan dirinya. Dia Arashi Fuma, kepala keluarga dari Clan Fuma. Pemuda itu terlihat ramah dan berbicara panjang lebar denganku. Yang hanyaku balas dengan anggukan dan jawaban seadaanya.
Aku mulai memperkenalkan diri dengan Nama Uzumaki Minato, mereka sepertinya terkejut dengan nama Uzumaki dibelakang nama itu. Aku membalas raut tengang mereka dengan tawa seramah mungkin. Bagiku mereka hanya alat yang akan kugunakan, dan untuk mendapatkan kepercayaan mereka diperlukan memberi harapan pada mereka. Membiarkan mereka terbuai oleh harapan itu dan rela melakukan apapun deminya…. Dan pemberian harapan itu dimulai…. Sekarang!
"Aku tau kalian sudah lama tersiksa disini" ucapku tenang dengan gestur tubuhku yang ikut memprofokasi ucapanku. Bisa kulihat wajah mereka, sebuah kebencian dan ketakutan yang terukir disana dan menjadi satu.
"Aku tau kalian sangat dendam dengan dia yang bernama Orochimaru" kembali aku membuka suara, kulihat tangan mereka mengepal hingga terlihat buku-buku putih disana. "Kalian tidak inggin ditindas, namun kalian terlalu lemah dan tidak berdaya"
Mereka marah. Itu bisaku lihat dari wajah mereka yang memerah menahan amarah. Bahkan sebagian diantara mereka sudah ada yang berniat menuju kearahku, mereka sudah akan memukul wajahaku jika andai kata Arashi tidak menahan mereka.
"Kalian adalah keturunan dari Clan clan hebat pada masanya" aku semakin tersenyum dan menikmati permainan ini. "Namun leluhur kalian dibuat malu akan generasinya yang tidak berguna bagaikan sampah"
"BRENGSEK!" beberapa diantara mereka memilih maju dan kemudian sudah akan melayangkan sebuah tinjuan. Namun aku hanya menyeringai, karna seketika puluhan rantai besi berpijar terang keluar dari dalam tanah dan melilit mereka. Semua orang serentak mundur ketika rantai itu berhasil melilit pria itu. Seorang pria gemuk dengan rambut gimbal kotor.
Aku tau mereka terkejut…. Dan ini malah mempertegas siapa aku dimata mereka. Kerna aku yakin mereka pasti tau rantai itu, ya rantai itu…. Ciri khas seorang Uzumaki….. rantai cakra.
"Tapi, aku memberika satu kesempatan kepada kalian semua" aku kembali mengantung ucapanku dan membiarkan mereka berfikir sejenak. Bisa terdengar jelas olehku sayup-sayup bisikan diantara sesama mereka.
"Apa kesepakatannya?" Arashi pemuda itu berbicara mewakili semuanya.
"Ikutlah denganku, bersama kita bangun sebuah desa yang berisikan apa yang namanya itu perdamaian" aku mengangkat kedua tanganku seperti orang yang sedang berkhotbah. "Namun, itu keputusan kalian… kalian ikut denganku membangun desa bersama atau kalian tetap disini dan kembali menjadi mainan Orochimaru"
Ini menyenangkan, terlalu muda untuk menghasut mereka yang berada didalam penderitaan. Bisikan mereka yang membuang waktuku kembali terdengar, namun aku harus bersabar jika inggin mendapatkan hati mereka. Harapan dan impian akan terasa manis jika kau memberikan kepada mereka yang dalam keputusasaan.
"Baiklah… kami pilih yang pertama, ikut dengan anda dan membangun desa yang anda maksud bersama" Arashi mengatakan itu dan mendapat anggukan dari yang lain. Bisaku lihat pancaran harapan dari wajah mereka, ini bagus dengan begitu mereka akan setia kepadaku.
"Aku senang dengan keputusan kalian, dengan ini sekali lagi kalian akan merasakan yang namanya kebebasan….. maka bantu aku untuk mendirikan kembali…"
"Uzugakure"
2 tahun setelah terbentuknya Uzugakure
Normal POV
Hubungan Konoha-Suna retak… penyerangan secara tiba-tiba dalam proses ujian chūnin. Membuat Konoha seketika berada dalam kondisi terburuk. Kerugian terbesar berada dipihak Suna, bukan Konoha… meskipun mereka yang telah melakukan infansi secara mendadak. Akan tetapi kehilangan senjata mereka secara misterius memberikan dampak negative yang besar.
Ditambah dengan penghianatan Otogakure dan menghilangnya Kazekage mereka, sudah cukup untuk membuat Suna Gakure kehilangan harga diri.
Namun…..
Bagi Konoha walaupun tidak mengalami kerusakan berarti. Kehilangan Hokage merupakan pukulan telak bagi mereka. Orochimaru mantan murid Sandaime itu telah membunuh Gurunya sendiri. Namun… untuk mengembalikan kondisi seperti sedia kala, para dewan memutuskan untuk segera melakukan banyak cara dan salah satunya memilih kanidat dari Hokage selanjutnya.
Banyak calon yang ada… dan banyak yang mengusungkan diri inggin menjadi Hokage. Namun setelah rapat singkat yang menguras otak, terpililah Tsunade Senju sebagai Kanidat selanjutnya. Banyak yang menolak, namun tidak sedikit juga yang mendukung.
Setelah diputuskan maka diperintahkanlah Uzumaki Menma dan Jiraiya, yang datang pada saat penyerangan Konoha mencari calon Hokage itu.
Tidak butuh beberapa lama Tsunade akhirnya ditemukan. Meski pada awalnya wanita tua yang terlihat muda itu menolak mentah-mentah. Namun setelah insiden kecil antara dirinya dan Menma, Tsunade dengan senang hati menerima keputusan itu.
Menjadi Hokage untuk melanjutkan cita-cita dua orang yang dicintainya. Dan dia melihat dua orang tersebut ada dalam diri bocah bersurai pirang itu.
Bukan hanya melakukan pencarian….. selama dalam perjalan. Jiraiya juga mengajarkan Rasenggan dan beberapa Jutsu Fūton dan Katon kepada Menma. Tidak salah karna entah kebetulan atau apa….. element anak kedua Minato itu sama dengannya.
Ya… Jiraiya memang satu dari sedikit orang yang tau siapa jati diri Menma sebenarnya.
Meski dia tau Menma tidak se-jenius kakaknya Namikaze Naruto. Tapi sang Sanin yakin bahwa suatu saat Menma akan melampau Naruto.
Tsunade diangkat menjadi Hokage ke lima….. wanita itu mengucapkan janji dihadapan warga Konoha yang menyambutnya meriah.
Semua berjalan mulus dan menyenangkan. Menma masih dilatih oleh Jiraiya, karena pak tua itu telah berjanji kepada Minato. Apa bila Sandaime telah tiada maka dia akan datang dan merawat Menma. Selain itu dia juga harus mengajarkan Sanin-mode dan Kyuubi-mode pada anak itu.
Sebenarnya bukan hanya Menma, Jiraiya juga sudah berjanji untuk merawat Naruto, tapi pemuda itu memilih menjadi penjahat dan akhirnya mati secara mengenaskan ditangan Orochimaru. Semua orang tau berita itu, kematian Naruto menyebar dengan cepat bagaikan wabah berbahaya.
Namun….. masalah lain datang.
Sasuke…. Uchiha terakhir itu memilih pergi dari desa, dan menuju Orochimaru untuk bertambah kuat agar bisa membalaskan dendamnya pada dua orang yang paling bertanggung jawab atas kematian clannya. Menma dan timnya ditugaskan untuk menghentikan ambisi sang Uchiha, tetapi mereka gagal.
Lawan yang menghadang mereka terlalu kuat.
Sasuke pergi dan meninggalkan semuanya… semua kenangan itu.
2 tahun 5 bulan kemudian
Sudah dua tahun lima bulan Naruto bersembunyi dibalik topeng ini. Saat ini dia berdiri didalam kantor Uzukage di Uzugakure. Dengan Anggota clan Fuma dan Yuki yang dia bebaskan, Naruto membimbing para tawanan itu kewilayah bekas tempat Uzugakure dan membangun desa itu kembali.
Memang adalah kesalahan fatal membangun desa ini kembali, namun Naruto berani mengambil resiko itu. Karna menurutnya Uzugakure lama adalah sampah.
Alasan kenapa Uzugakure lama hancur adalah karena kelemahan mereka sudah diketahui. Dengan desa yang hanya terdiri dari satu clan saja, kelemahan desa itu pasti akan terbaca dengan jelas.
Berbeda dengan desa lain yang terdiri dari berbagai jenis clan. Mereka bisa menutupi kelemahan satu sama lain. Dan atas dasar itulah Naruto kembali membangun Uzugakure dengan pondasi baru.
Bangkitnya kembali desa Uzugakure membuat sisa-sisa keturunan clan Uzumaki kembali, mereka disambut hangat ditanah air mereka kembali. Bukan hanya Uzumaki yang datang ke Uzugakure, beberpa clan dengan kekkei genkei unikpun juga ikut bergbung.
Bukan masalah jika banyak yang bergabung dengan Uzugakure. Tanah bekas ini sangat luas, Uzugakure yang juga dipisahkan oleh sugai besar yang juga jalur transportasi utama ini sangat luas. Bahkan sedikit lebih luas dibanding Konoha.
Sebagai pemimpin Naruto bergerak cepat, dengan membangun Academy ninja dan berbagai pelatihan militer maupun umum. Naruto dan beberapa ninja yang telah terdidik dari Uzugakure (ninja bekas Otogakure yang bergabung) melatih para bibit muda mereka.
Uzugakure semakin berkembang dalam waktu singkat, manisnya mulut Naruto dalam membujuk mereka, membuat mereka siap melakukan apapun untuk pemuda bertopeng itu.
Tidak ada yang menanyakan wajah asli Naruto. Jikapun ada yang bertanya Naruto hanya menjawab bahwa dia mempunyai wajah yang hancur akibat perang.
Kesukses-san Uzugakure membangun desa mereka dalam waktu yang relative singkat mendapat perhatian dari lima Negara. Dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, Naruto dalam balik topengnya. Membuat beberapa perjanjian kerja sama, dia sadar bahwa Uzugakure saat ini masih baru dan belum bisa bertahan jika seandainya satu dari salah satu desa menyerang mereka.
Apalagi dengan memburuknya hubungan Konoha Suna membuat Naruto yakin Uzugakure bisa menyingkirkan Sunagakure dan menjadi satu dari lima desa besar.
Naruto masih tertawa bisu dari balik topengnya. Memilih duduk, Naruto dengan teliti memeriksa setiap dokumen yang ada. Kali ini dia membaca dokumen perjanjian kerjasama dengan Suna. Semua sesuai rencananya saat ini.
Dengan membuat hubungan Suna dan Konoha buruk dengan infansi tersebut. Secara perlahan Suna akan kehilangan harga dirinya sebagai desa besar. Dengan tegesernya posisi Suna, akan membuat Uzugakure naik mengantikannya….. selanjutnya dengan membuat ekonomi Suna lumpuh secara perlahan. Maka Naruto akan menjerat Suna dengan setumpuk hutang yang berdalihkan bantuan persahabatan.
Naruto menyeringai senang membaca laporan itu. Tinggal menunggu waktu bagi Sunagakure untuk runtuh. Dan dengan itu Naruto akan menjeratnya… semua sempurna… sejauh ini…
Semua sesuai rencananya.
"Tiga hari lagi adalah hari yang dijanjikan" ucap Naruto entah pada siapa.
"Apa kau penasaran dengan perkataan Zetsu waktu itu?" suara Kyuubi menggema dalam pikirannya.
"Tentu saja… " Naruto menandai setiap laporan yang ada. "Aku sangat penasaran dengan rahasia yang ada padanya. Awalnya aku inggin menggunakan Kotoamatsukami pada Itachi atau Nagato. Tetapi, ketika mendengar dia mengatakan itu entah kenapa aku menjadi tertarik."
"Sungguh disayangkan kita harus mengeluarkan kartu AS kita…." Suara itu kembali bergema. "Kau harus menunggu sepuluh tahun lagi bukan?"
"Awalnya memang menyesal, tapi sekarang tidak" Naruto menopang dagunya. "Dia mempunyai banyak rahasia yang inggin aku ketahui, selain itu dia juga mata-mata Akatsuki. Akan mudah bagiku mendapatkan informasi itu darinya."
"Lalu bagaimana dengan Orochimaru… kau tau kita melakukan langkah bodoh dengan memberikan scroll tersebut" Kyuubi kembali menanyakan hal yang menganjal dikepalanya.
"Dia tak akan bisa mempelajarinya" Naruto bersandar dikursinya dan memandang langit ruangannya. "Saat ini dia disibukan oleh Akatsuki yang inggin memburunya"
"Kau terlihat begitu yakin dengan semua yang kau ucapkan?"
"Tentu saja." Naruto menunjukan seringainya dibalik topeng tersebut. "Dan semua ini belum apa-apa dibanding tujuanku"
"Bagaimana dengan Sasuke menurut informasi dia keluar dari desa Konoha?" Kyuubi kembali bertanya pada pemuda bersurai merah tersebut.
"Biarkan anak manja itu melakukan apa yang dia sukai" Naruto terdiam sebelum kembali melanjutkan. "Saat ini focus utama kita adalah Sunagakure, para Jinchuriki yang kita tangkap, lalu Akatsuki. Kushusnya Itachi dan Nagato."
"Dan Aku juga tidak terlalu tertarik dengan Orochimaru saat ini….. dan kita sudah mendapatkan Otogakure setelah ditinggal Orochimaru yang kabur entah kemana" Naruto menghela nafas berat saat itu. "Bagaimanapun dan kemanapun dia pergi, aku akan bisa menemukannya. Karena Fuki sense telah tertanam didalam paru-parunya"
Clek—
Pintu tiba-tiba terbuka dan menampakan seorang gadis bersurai orange dengan iris coklat disana. Memberi hormat gadis itu kemudian mulai menyampaikan laporannya. "Uzukage-sama…. Ini laporan tetang perkembangan para Ninja kita yang anda minta"
"Ahhh…. Ini dia Terima kasih Sasame" ucap Naruto ramah. "Aku akan memanggilmu kembali jika aku butuh"
"Hai" respon Sasame yang kemudian memasang hormat pada Naruto.
Sasame….. atau lebih tepatnya adalah Fuma Sasame, merupakan sepupu dari Arashi. Saat ini Sasame menjabat sebagai salah satu sekretarisnya. Banyak bekas-bekas dari petinggi clan yang Naruto angkat sebagai pejabat pemerintahan, bukan berdasarkan Nama besar tetapi juga berdasarkan kemampuan mereka.
Seperti Guren, wanita yang dulunya merupakan Ninja Otogakure ini. Menjadi pengawal pribadinya setelah Otogakure yang di tinggal Orochimaru bergabung dengan Uzugakure.
Naruto terlihat menyeleksi setiap data Jounin yang saat ini berada di Uzugakure. Faktanya memang lebih banyak ninja yang berstatus Genin dibanding Jounin di desa ini. Selain karena ini desa baru, genin-genin tersebut merupakan anak-anak dari clan yang bergabung disini.
Menyeleksi dengan seksama, Naruto terlihat melingkari beberapa nomor. Naruto berfikir untuk segera membentuk kesatuan ANBU kusus miliknya. Dia harus bergerak cepat, Jounin-jounin terbaik nantinya akan diberi pelatihan Anbu secara pribadi darinya.
"Hanya segini ya?" batin Naruto melirik tumpukan kertas laporan itu. "Hanya 62 orang yang bisa menjadi ANBU? Jumlah yang sedikit"
Berdiri kemudian Naruto melangkah keluar pintu kantornya.
Naruto berjalan didalam ruangan gelap dan lembab, sepasang iris merahnya menyala dalam gelapnya ruangan ini. Langkah kakinya tegap berjalan dalam gelapnya tempat ini. Tiba-tiba puluhan obor yang tertempel didinding goa ini mulai menyala dan bercahaya memberi jalan.
Naruto terus melangkah dan perlahan mulai melepas topengnya. Berhenti irisnya menatap sebuah jeruji besi disana, bukan jeruji besinya namun apa yang ada didalamnya. Jichuuriki Shukaku. Sabaku no Gaara.
"Apa kaba—" ucapan Naruto terhenti ketika dia mendengar suara gerak meronta dari dalam sana. Terdiam sesaat Naruto membuka jeruji besi itu dan masuk kedalamnya. Dan disana dia mendapati seorang remaja yang lebih muda dua tahun darinya terikat atau lebih tepatnya sadang dipasung.
"Kau…" geram pemuda itu rendah. "Akanku bunuh kau sialan!"
Naruto mengangkat alisnya meremehkan, namun kemudian dia tersenyum. "Apa yang kau ingginkan"
"KEMATIANMU KEPARAT!" tidak butuh waktu lama utuk mendapatkan jawabannya. Naruto kembali terdiam, menatap pemuda itu Gaara dalam diam. Dia tau Gaara seorang yang sama-sama terluka seperti Menma, namun Gaara dan Menma berbeda. Menma bisa tabah menghadapi suatu cobaan, bahakan cenderung menyimpan rasa sakit itu sendiri. Sedangkan Gaara cenderung menangis mengeluarkan emosinya, dan akhirnya rela melakukan apapun untuk diakui.
"Apa kau inggin diakui?"
Gaara terdiam tubuhnya yang sedari tadi memberontak mendadak berhenti. "Apa yang kau katakana?" raut wajah pemuda itu mengeras.. "Selama ini aku sudah diakui"
"Ya.." Naruto menatap Gaara dengan wajah tenangnya. "Tapi kau dianggap sebagai senjata"
Sekali lagi Gaara terdiam, menatap. Dia masih menatap Naruto dengan penuh benci.
"Apa yang kau ingginkan?" Gaara bertanya, iris jadenya menatap sosok didepannya itu. Tatapannya lebih focus kepada iris merah dengan tiga tome yang berputar pelan disana.
"Ini bukan tentang apa yangku pikirkan, tetapi apa yang kau pikirkan"
"?"
"Beritau aku kenapa kau bertarung dan menyakiti?"
Gaara terdiam dengan pertanyaan itu, dia serasa tertampar oleh apa yang diucapkan Naruto. Tubuhnya bergetar, namun bukan menangis ini lebih dari sesuatau yang dalam. Dan iris jade miliknya masih setia menatap sepasang sharingan itu.
Naruto yang tak kunjung mendapat jawaban segera melanjutkan pertanyaannya. "Apa yang kau lihat? Kenapa kau tak bisa memaafkan orang-orang?"
"D-Dari mana kau tau semua itu?" Gaara akhirnya membuka suaranya. "Siapa kau sebenarnya!?"
"Aku tau siapa dirimu, dan semua penderitaanmu…. Karna kita sama, kau dan aku adalah seorang Jinchuuriki"
Sebuah fakta kembali mengejutkan Gaara, tatapannya kaget seakan tidak percaya kepada orang didepannya ini. Perlahan matanya menyipit. "Aku tidak percaya!"
Naruto diam menjauh sedikit dan kemudian terlihat membuat beberapa deret handseal. Selesai Naruto mendekat kearah Gaara dan menyentuh kening pemuda itu. Cahaya keluar dari tubuh mereka dan hal terakhir yang ada adalah teriakan kesakitan dari Gaara.
Alam bawah sadar Gaara.
Gaara membuka matanya ketika dia telah berdiri diatas genangan air. Dalam remang penglihatannya yang kian jelas, dia melihat seorang pemuda bersurai merah darah yang berdiri didepannya. Ya pemuda itu, orang yang menangkapnya dan memasungnya disini.
Pemuda yang datang padanya dan menanyakan hal yang semakin membuat hatinya sakit. Namun Gaara kembali terdiam, dia inggat betul tempat ini. Ini tempat yang sering dihabiskannya bermain, tempat dimana dia bisa tertawa lepas bersaha sahabat sejatinya. Shukaku.
Kembali dia melihat jauh kesana, disana dia bisa dengan jelas melihat Shukaku mengeram tidak suka pada pemuda bersurai merah itu.
"Kau!" Shukaku mengeram, iris amber milik siluman itu menatap tak suka akan sosok didepannya. "Kau yang membuat Gaara seperti ini?"
"Kau lihat Gaara!" Naruto membuka suaranya mengabaikan Shukaku yang dari tadi menatapnya tak suka. "Ini membuktikan bahwa aku benar. Aku seorang Jinchuuriki sama sepertimu!"
Naruto berjalan kearah Gaara, namun segera Naruto menautkan alisnya ketika dia merasakan pemuda itu melangkah mundur.
"Men-Menjauh dariku!" Gaara berteriak dengan penuh ketakutan dari nadanya. Namun Naruto tidak peduli dan terus melangkah maju dan semakin mendekat.
"Berhenti disana kau sialan!"
Sebuah lontaran gelombang kejut memaksa Naruto untuk melompat mundur. Disana dia melihat Shukaku melindungi Gaara yang sedang drop, matanya menyipit dan kemudian mendecih tak suka akan kondisi Gaara. Namun dia tau sedikit lagi Gaara akan menjadi bonekanya, sebuah boneka yang sempurna.
"Kau selalu sendiri Gaara"
"AKU PUNYA SHUKAKU BERSAMAKU BRENGSEK!"
"Beritau aku ketika semua tak menganggapmu? Ketika semua orang menjahuimu, ketika kau inggin menyampaikan perasaanmu pada mereka!? Ketika kau melihat mereka perlahan menjahuimu, tak menganggapmu perna ada… apa yang akan kau lakukan?" Naruto bicara dengan gestur tenang namun berbeda dengan nada bicaranya yang tersirat sedikit rasa sakit disana, rasa sakit yang bukan miliknya.
"KENAPA KAU BERTANYA ITU PADAKU?" Gaara masih berteriak didalam lindungan Shukaku disana. "SEKANRANG BIARKAN AKU BERTANYA….. APA YANG AKAN KAU LAKUKAN!"
Naruto terdiam, namun kemudian dia tertunduk hingga sebagian wajahnya tertutup oleh bayang ponisnya sendiri. Dia tersenyum disana, tidak! Lebih tepatnya dia menyeringai senang atas pertanyaan ini.
"Aku akan tetap hidup dan menjadi kuat Gaara" Naruto sengaja mengantungkan jawabannya dan menunggu reaksi Gaara. "Akan menjadi kuat dan membalas semua mereka yang menyakitiku"
"Sebagai bukti bahwa aku hidup. Demi mereka semua yang tidak bernama"
"Tidak benama?" Tanya Gaara yang penasaran dengan ucapan terakhir Naruto.
"Benar Gaara mereka yang tidak bernama. Para Jinchuuriki sebelum kita, orang-orang yang kehilangan kebahagiaan atas dunia ini. Aku akan bertarung demi mengingat mereka. Dan berusaha membuat sebuah dunia impian dimana kita semua yang terasingkan tak akan mengenal yang namanya penderitaan"
Naruto melihat Gaara terdiam, dan dia juga ikut terdiam membiarkan Gaara berfikir sejenak.
"Aku tidak memaksamu Gaara, dan Asalkau tau Jinchuuriki dari Son Goku setuju dengan rencanaku."
"Apa maksudmu!?"
"Son Goku setuju dengan rencana ini" ucap Naruto yang kemudian menghilang seperti debu yang berterbangan.
Gaara terdiam dia masih berfikir, melirik keatas dia bisa merasakan Shukaku seperti sedang memikirkan sesuatu. "Apa yang kau pikirkan?"
"Tidak ada" kilah Shukaku berusaha menutup rasa penasarannya.
"Apa aku merasakan aura salah satu biju darinya"
"Tidak" Jawab Shukaku singkat, yang membuat kepercayaan Gaara akan kata-kata pemuda itu hilang. "Tetapi aku merasakan hawa keberadaan Kyuubi dalam tubuh pemuda itu"
"Apa maksudmu Shukaku?"
"Aku tidak merasakan cakra Kyuubi pada pemuda itu. Akan tetapi aku merasakan hawa keberadan Kyuubi yang kuat dalam tubuhnya"
Alam bawah sadar Naruto
setelah menghilang dari hadapan Gaara, Naruto pergi dan memilih memasuki alam bawah sadarnya sendiri. Dan ketika telah sampai disana dia melihat seorang gadis yang sedang tidur-tiduran diatas genangan air. Sudah tidak ada lagi penjara disini, penjara yang mengekang gadis itu.
"Tidak biasanya kau datang mengunjungiku?" Kyuubi berucap seraya menoleh ketika merasakan hawa kehadiran Naruto yang mendekat kearahanya. Menoleh tetapi tidak bengkit dari posisi tidurnya.
Namun Naruto hanya diam, menutup matanya seketika alam bawah sadarnya yang sebelum ini hanya berupah saluran air bawah tanah tiba-tiba berubah menjadi ladang bunga dengan langit cerah disana.
"Wow~" ucap Kyuubi takjub ketika melihat apa yang tersaji didepan matanya, namun dia melihat Naruto yang sudah duduk disebelahnya. "Ada apa?"
"Tidak ada.." Naruto memilih memandang langit cerah itu, dan secara perlahan merebahkan tubuhnya disamping gadis rubah itu. "Aku hanya lelah, biarkan aku tidur"
Kyuubi terdiam namun kemudian tersenyum manis, menatap Naruto yang telah tertidur, dan dengan lembut gadis itu mengelus surai semerah darah milik pemuda itu. "Kau pasti lelah dengan semua ini….. dan lelah dengan kesendirian yang telah menjadi temanmu."
"Tapi itu tidak masalah karena aku akan menemanimu….. selamanya"
Dunia Manusia penuh dengan kejahatan
Apa itu keadilan?
Melawan sebelum kau mempertanyakannya
Sebuha bunga bencana
Sebuah impian yang munafik
Menatap kembali ke mata yang lelah
Tak ada cara untuk mengetahui mana yang murni dan tak murni
Cahaya terhenti bagai anak yang belum lahir
Kamu tidur dalam Rahim yang gelap
Kesendian adalah kebahagiaan
Ini pasti akan menjadi satu-satunya temanmu
Satu demi satu, mereka akan berlumuran darah
Akhirnya chap ini kelar juga legahdeh dapat membuatnya… ya seperti biasa ngak ada yang mau saya omongin bingung mau nulis apa, dan jika setelah selesai membaca mohon di review. Sebagai tanda bahwa masi ada yang menunggu kelanjutan chap ini (nyuri kata-kata kristoper-21)
Sesi Tanya jawab:
Namikaze Sholkhan : Hal apakah yang direncanakan naruto?
Answer : Hal yang direncanakan sangat sederhana, jika kamu memahami summary saya maka kamu akan mengerti kok.
MF Dark Youko : wah bagus… Jadi apakah naruto akan menyamar,seperti obito?
Answer : sepertinya sudah terjawab di chapter ini.
Itanastu : ah saya mengerti… jadi naruto berani mempertaruhkan gulungan itu kepada orochimaru….berbohong kepada akatsuki kalau dia sudah mati dan dia tau kalau itachi dan pain sangat menyayanginya jadi dia tau kalau setelah mendengar kematian dia, pain dan itachi akan memburu orochimaru dan membunuhnya, dan setelah orochimaru mati dia akan mengambil gulungan itu kembali. Jadi naruto itu memanfaatkan rasa sayang itachi dan pain. Begitukah?
Answer : ehh? Kok bisa tau ya? Apa udah terbaca dengan jelas rencana Naruto?
Redcas : wah….saya gx nyangka naru bakal kerjasama dengan orochi, sebenernya rencana naru nimbun biju itu apa? Disini naru punya gulungan senjutsu rikudo sannin apa naru menguasai teknik itu? Dan bukannya kalau make kotoamatsukami Ms naru bakal gx bisa di pake selama 10 th kecuali mempunyai cakra senjutsu dari harashima. Lanjut!
Answer : rencana naruto itu masih rahasia. Dan jika kamu masih penasaran silakan pahami summarynya dulu :D. dan disini Naruto belum bisa menguasain Senjutsu Rikudou, dan untuk pertanyaan terakhir memang benar jika Naruto tidak akan bisa menggunakan kotoamatsukami selama 10 th kedepan.
Uzumaki 21 : Naruto nya, keren… Truz apakah Naruto sudah mempelajari senjutsu Rikudou? Dan apakah nanti Orochimaru akan memberitahu akatsuki bahwa Naruto masih hidup? Apa Orochimaru akan mati ditangan Akatsuki? Bakalin seru pastinya rencana yang dimiliki Naruto. Eto saya binggung nih. Di ch 4. ….Anak yang berkepala merah adalah dia (Naruto), dan yang berkepala kuning adalah Menma… Di ch 5. ….Naruto melesat kearah Gaara dengan kecepatan tinggi, sesekali pemuda bersurai pirang…
Answer : untuk pertanyaan pertama Naruto belum menguasai. Orochimaru akan memberi tau pada Akatsuki kalau Naruto masih hidup? Mungkin itu ide yang bagus terima kasih… Orochimaru mati ditangan Akatsuki? Itu masih binggung ditangan Naruto atau Akatsuki.. dan soal ch4 dan ch5 itu murni kesalah saya Human eror mohon dimaafkan (meski itu terjadi berulang kali)
Ren Akatsuki : fic-nya mantaf sekali bro… dilanjut ya. Oh ya, apakah pairing naruto disini Kyuubi?
Answer : untuk Kyuubi sepertinya statusnya saat ini hanya rekan deh… tapi ngk taulah bro gimana nanti tuntutan cerita yang ada.
Mizu. .3 : Keren senpai, apa nanti Pain dan Itachi akan bunuh Si orochi?
Answer : Itu misteri~ bercanda kok… silakan lihat jawaban saya di pertanyaan sebelumnya disana saya rasa sudah terjawab.
Dark Naruto : saya mau Tanya apa tujuan naruto sebenarnya, sehingga dia menculik sukaku?
Answer : udah terjawab di chap ini.
Raitogecko : Apakah Nagato dan Itachi akan bergabung dengan Naruto?
Answer : Bisa iya bisa ngak, tergantung dari jalannya cerita.
Yup~ sekali lagi terimakasih bagi yang sudah mereview…. Semoga chapter kali ini memuaskan hasrat kalian dan tidak membosankan.. sampai jumpa d chap berikutnya.
Drak Yagami out~
